Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufiq, bimbingan, nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian pendidikan ini dengan baik. Dalam penulisan penelitian pendidikan ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan penelitian pendidikan ini.
Serta seluruh dosen dan pegawai dilingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan Universitas Muhammadiyah Makassar 6.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mengingat hal tersebut, hampir sebagian besar guru kelas tidak memperhatikan pengelolaan kelas. Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa dan tugas guru lebih banyak dilakukan di dalam kelas, yaitu mengajar siswa dengan memberikan kondisi belajar yang optimal. Sedangkan kondisi pembelajaran yang optimal tercapai apabila guru mampu mengorganisasikan siswa dan lingkungan belajar serta mengendalikannya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Tertarik dengan fenomena diatas, penulis mencoba menelitinya dengan menulis tesis yang berjudul “Hubungan Manajemen Kelas dan.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja pengelolaan kelas, diukur dengan hasil belajar siswa sesuai tujuan yang diinginkan, dan sebagai acuan tambahan dalam pengelolaan kelas agar desain kelas dapat memungkinkan siswa belajar dengan nyaman. Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan khususnya mengenai hubungan pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa.
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, dan HIPOTESIS
Kajian Pustaka
- Fungsi Pengorganisasian
- Fungsi Menggerakkan (Kepemimpinan)
- Fungsi Pengendalian
- Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
- Manajemen Peserta Didik
- Kegiatan Akademik
- Kegiatan Administratif
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
- Pengelolaan Kelas Yang Efektif
- Manajemen Kelas dan Proses Pembelajaran
- Pengertian Belajar
- Tujuan Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Fungsi Penilaian Hasil Belajar
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Adanan Sulaeman dalam Muliani Azis (2011:6), mengartikan manajemen kelas sebagai serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan dan. Sedangkan Ahmad Sulaiman dalam Muliani Azis (2011:6), mengartikan manajemen kelas sebagai segala upaya yang diarahkan untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif, menyenangkan dan dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuannya. Mulyasa dalam Euis Karwati dan Donni Juni Priansa (2014:6), mengartikan manajemen kelas sebagai kemampuan seorang guru dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
Dengan demikian, pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan memelihara suasana tertib dalam kelas dengan menggunakan disiplin (pendekatan otoriter), yang terdiri dari alat-alat, yaitu (1) seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan memelihara suasana tertib dalam kelas. kelas. dengan intimidasi (pendekatan intimidasi). Sementara itu, Euis Karwati dan Donni Juni Priansa menyatakan bahwa tujuan pengelolaan kelas secara keseluruhan adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan pembelajaran. Djamarah v Euis Karwati dan Donna Juni Priansa Keberhasilan pengelolaan kelas dalam memberikan dukungan terhadap tercapainya tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain; A.
Kerangka Pikir
- Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka kerja yang telah diuraikan, maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Diduga ada hubungan antara pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Batukaraeng Kecamatan Pajukukang . , Kabupaten Bantaeng. Menurut Gay dalam Emzir, penelitian korelasional terkadang diperlukan sebagai penelitian deskriptif, terutama karena penelitian korelasional menggambarkan suatu kondisi yang ada. Namun, kondisi yang dijelaskan sangat berbeda dari kondisi yang biasanya dijelaskan dalam laporan mandiri atau penelitian observasional; studi korelasi menjelaskan secara kuantitatif sejauh mana variabel-variabel saling berhubungan.
Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian
- Desain Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yang dimaksud adalah pengelolaan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan kelas (X) dengan hasil belajar siswa (Y). Berdasarkan hipotesis penelitian maka model perancangannya adalah sebagai berikut.
Definisi Operasional Penelitian
Menurut Sugiyono, populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri atas: obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Batukaraeng Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Menurut Arikunto, sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti, dan Sugiyono sampel adalah sebagian dari keseluruhan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres Batukaraeng Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Hubungan pengelolaan kelas dengan hasil belajar di SD Inpres Batukaraeng Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaenng sebagai contoh dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan antara lain pertimbangan keterbatasan biaya, tenaga dan waktu, karena dari observasi sebelumnya saya melihat hal tersebut di sekolah Khusus pada kelas V masih kurangnya pengelolaan kelas sehingga siswa kurang konsentrasi pada saat pembelajaran.
Instrument Penelitian
Satu kelas sampel ditentukan dengan menggunakan teknik Cluster Sample atau group sampling, karena sekolah dasar membagi siswa menjadi beberapa kelas. Semua : berbobot 4. Sebagian besar: berbobot 3. Sebagian kecil: berbobot 2. Tidak ada: berbobot 1. Scoring: membagi jawaban responden ke dalam beberapa kategori, klasifikasi dilakukan dengan pemberian nilai atau Skor berupa angka untuk setiap jawaban.
Tabulasi: membuat tabel untuk memasukkan tanggapan responden yang kemudian diperlukan presentasi untuk dianalisis.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Karena penelitian ini bersifat korelasi, maka pada saat menganalisis hasil penelitian berupa korelasi pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa, sebelumnya penulis mencari ∑x, ∑y, ∑xy, kemudian mencari xy dengan menggunakan fakta statistik korelatif. teknik analisis dengan menggunakan rumus product moment. Analisis product moment bertujuan untuk mencari titik nilai korelasi antara variabel X dan Y serta mengetahui apakah hubungannya kuat, cukup atau lemah. Berikan interpretasi terhadap indeks korelasi product moment dengan mengkorelasikannya pada tabel nilai “r” product moment.
Ho : tidak terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara variabel atau “r” observasi (ro) dengan besaran “r” yang tertera pada tabel nilai “r” product moment (rt), dengan terlebih dahulu mencari derajat (db) atau derajat kebebasan (df) dengan menggunakan rumus sebagai berikut : .. df = derajat kebebasan N = banyaknya kasus .. nr = banyaknya variabel yang berkorelasi.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan jawaban responden (No. 2) mengenai tempat duduk siswa, 9 responden menjawab lengkap, 9 menjawab sebagian besar, 4 menjawab sedikit dan 0 tidak menjawab. Berdasarkan jawaban responden (No. 9) ditinjau dari pembagian perhatian guru, sebanyak 20 responden menjawab lengkap, 2 menjawab sebagian besar, dan 0 menjawab sedikit dan tidak ada. Berdasarkan jawaban responden (No. 11) tentang guru memusatkan perhatian pada kelompok, diperoleh 13 responden yang menjawab sebagian besar guru memusatkan perhatian pada kelompok, 7 menjawab lengkap, 2 menjawab sedikit, dan 0 menjawab tidak ada.
12 responden menjawab guru sedikit yang mendengarkan keluh kesah dan pertanyaan siswa, 8 menjawab paling banyak, 1 menjawab semua, dan 1 menjawab tidak ada. 18 responden menjawab guru terbanyak melakukan hal tersebut, 2 menjawab semua, 2 menjawab sebagian kecil dan 0 tidak menjawab apa-apa. Dilihat dari jawaban responden (no. 16) dalam hal guru memberikan petunjuk yang jelas, sebanyak 20 responden menjawab semua guru memberikan petunjuk yang jelas, 1 menjawab paling banyak, 1 tidak menjawab apa-apa dan 0 menjawab sebagian kecil.
10 responden menjawab guru yang melakukan hal tersebut sedikit, 6 menjawab tidak ada, 4 menjawab paling banyak, dan 2 menjawab semua. Berdasarkan jawaban responden (No. 18) tentang guru mengoreksi perilaku siswa yang menyimpang dari aturan kelas atau sekolah, 17 responden tidak menjawab, 3 responden menjawab lengkap, 1 menjawab sedikit dan 1 menjawab banyak . Berdasarkan jawaban responden (No. 20) mengenai guru manajemen kelompok, diperoleh 20 responden menjawab lengkap, 11 menjawab banyak, 1 menjawab sedikit, dan 0 menjawab tidak ada.
Dilihat dari jawaban responden (no. 23) mengenai guru yang membentuk kelompok belajar disesuaikan dengan kecerdasan heterogen (berbeda), 9 responden menjawab terutama, 8 orang menjawab lengkap, 2. Dilihat dari jawaban responden (no. 25 ) mengenai kerjasama guru dengan siswa atau guru lain dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa, 11 responden menjawab sebagian kecil, 7 semua, 3 mayoritas dan 1 tidak ada.
Pengujian Hipotesis dan Interpretasi Data
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan di atas dilakukan dengan cara mengkonsultasikan besarnya “r” yang diperoleh dalam proses perhitungan atau dikenal dengan “r” observasi (ro) dengan besarnya “r” yang tertera pada tabel “r” nilai momen produk (rt). Untuk mengetahui (rt) terlebih dahulu harus mengetahui derajat kebebasan (db) atau (df) jika rumusnya sebagai berikut. Selanjutnya pada taraf signifikansi 1% atau ro lebih besar dari tabel (0,796 > 0,456), maka pada taraf signifikansi 1% hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang berarti pada taraf signifikansi 1% terdapat terdapat hubungan yang signifikan antara variabel x dan variabel y.
Untuk mengetahui sejauh mana kontribusi variabel x dalam menunjang keberhasilan variabel y, terlebih dahulu harus diketahui koefisiennya yang disebut dengan koefisien determinan dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Dengan demikian, pengelolaan kelas yang baik oleh guru juga akan mendatangkan hasil belajar yang baik bagi siswa. Meskipun pengelolaan kelas bukan satu-satunya faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Kepala sekolah berharap setelah dilakukannya penelitian ini, bimbingan dan supervisi pengelolaan kelas oleh guru semakin ditingkatkan. Meskipun penelitian yang dilakukan penulis tidak memberikan kesimpulan negatif, namun demi meningkatkan mutu sekolah yang bersangkutan, penulis berpendapat perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Apakah guru anda memberikan masukan, perhatian, nasehat dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi siswa?
Apakah guru Anda memberikan apresiasi dengan mengacungkan jempol atau memberi hormat kepada kelompok kerja siswa yang telah mengerjakan tugasnya dengan baik? Apakah guru Anda membimbing siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kerja untuk mengerjakan tugas sekolah? Apakah guru anda memberikan sanksi/hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan kelas atau tidak menyelesaikan tugas dengan cara yang menyakitkan?
Jika dilihat dari tabel di atas, diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,85 yang masuk dalam klasifikasi, sehingga terlihat bahwa pengelolaan kelas yang dilakukan guru berada pada kategori sedang. Jika dilihat dari tabel di atas, rata-rata nilai hasil belajar sebesar 78,42 tergolong >77,47 sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar tersebut termasuk dalam kategori sedang. Dengan perhitungan tersebut terlihat hubungan (korelasi) pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa sebesar 0,796 dan berada pada interpretasi kuat atau tinggi.
Guru membentuk kelompok kerja yang tepat, yaitu dengan mengelompokkan siswa yang pandai dengan siswa yang mempunyai. Guru menegur dan memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan kelas atau tidak menyelesaikan tugasnya dengan cara yang tidak menyakitkan. Guru mengontrol siswa yang bertindak bertentangan dengan peraturan kelas atau mengganggu proses belajar mengajar di kelas.
20 Guru mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kerja yang dibentuk oleh guru. 21 Guru memberikan bimbingan dan konseling.