Supardi, MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu. Drs.H.Syaifuddin, MM., selaku Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, semangat dan arahan dengan penuh kesabaran. Pak. dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu yang telah mengajar dan membimbing berbagai mata kuliah.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
3 Dengan adanya pilihan tugas mata kuliah terakhir, saya tentu sangat bersemangat menjalankan program yang ada, dimulai dengan mencicipi kue babat Wingko, makanan tradisional khas kota babat Lamonga. Wingko merupakan makanan ringan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Rasa babat wingko yang gurih, manis dan nikmat membuat kue ini digemari banyak orang. Semua orang mulai dari anak-anak hingga orang tua menyukai babat wingko sebagai salah satu pai favoritnya.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Program
Luaran yang Diharapkan
Penelitian Terdahulu
Dan salah satu warga Tionghoa yang tinggal di Babat mempunyai inovasi dalam pembuatan makanan tradisional yang biasa disebut Wingko Babat. Saat ini Wingko Babat memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Kabupaten Lamongan khususnya Kecamatan Babat, karena keberadaan pengusaha wingko banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Lamongan. 12Farah Fadhillah Putri, Agus Trilaksana “DINAMIKA INDUSTRI KULINER WINGKO BABAT “LOE LAN ING” TAHUN e-Jurnal Pendidikan Sejarah Jilid 12 No.
Pada dasarnya perut wingko terbuat dari kelapa muda, tepung ketan, gula pasir dan bahan lainnya. Gondokusumo Hadi (Go Kok Hien), Wingko Babat “Loe Lan Ing”, Wingko Babat “Cap Tiga Kelapa Muda”, Wingko Babat “Dyriana”, Wingko Babat “Cap Kereta”. Model bisnis yang dihadirkan adalah nilai tambah yang dijual kepada konsumen serta merek yang lebih dikenal luas sehingga pasar babat wingko dapat semakin luas.14.
Penelitian keempat oleh Bryan Jonathan Umarjaya, Marcellia Susan 2022, “Analisis Dampak Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Konsumen Wingko Babad Cap Kereta Api Semarang.” Konsumen prangko Wingko Babad Kereta Api merupakan kelompok umur di atas 50 tahun yakni 48 persen. Sedangkan kelompok usia muda yaitu 17 hingga 25 tahun relatif kecil yaitu 20 persen, hal ini menunjukkan produk Wingko Babad Kereta Api masih kurang dikenal di kalangan anak muda.
Dari penelitian ini disarankan agar tampilan kemasan merek Wingko Babad Kereta Api diperbaiki.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Informan Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisa Data
Alasan peneliti melakukan penelitian di tempat ini adalah karena lokasi ini mempunyai peluang yang baik karena tempat tersebut sudah padat penduduknya, sehingga usaha ini merupakan inovasi bagi masyarakat sekitar, lokasinya strategis, tempatnya besar, dan mudahnya mendapatkan air bersih dan peralatan yang memadai. Untuk menentukan informasi dalam penelitian ini, peneliti memilih teknik purposive sampling.17 Data penelitian disini terdapat 3 orang atau konsumen di Jenggalu. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli atau sumber pertama di lapangan.18 Data primer dalam penelitian ini berupa informasi.
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, namun diperoleh melalui orang atau pihak lain, misalnya dokumen, laporan, buku, jurnal penelitian, artikel dan jurnal ilmiah yang isinya masih berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Penulis memperoleh data sekunder dari jurnal, buku, website, review monografi desa. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi langsung mengenai pengolahan kue wingko, Jl.lintas Seluma, Desa Jenggalu, Kadun 02.
Dokumentasi adalah proses pencarian data tentang item atau hal yang berkaitan dengan pembahasan penelitian dalam bentuk catatan, transkrip, buku. Dalam kegiatan wawancara ini peneliti akan melakukan wawancara langsung kepada warga desa Jenggalu, wawancara yang digunakan dalam penelitian ini. Penyajian data yaitu data yang telah diterima dan disajikan dalam bentuk daftar yang mengelompokkan setiap data yang diterima secara rinci.
Reduksi data, proses mencampurkan dan menyamakan segala bentuk data yang diperoleh menjadi satu bentuk tulisan yang akan diuraikan.
Sistematika Penulisan
Kata produksi merupakan kata pinjaman dari bahasa Inggris yaitu produksi.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata produksi mempunyai arti proses menghasilkan pendapatan. Pengertian produksi mencakup segala kegiatan termasuk proses yang dapat menciptakan hasil, pendapatan, dan keluaran. Menurut Igusti Ngurah Agung, produksi adalah hasil suatu proses atau kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan, dengan demikian kegiatan produksi adalah menggabungkan masukan menjadi keluaran.1.
Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kegunaan suatu benda atau segala kegiatan yang bertujuan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran dan mencakup setiap usaha manusia serta kemampuan untuk meningkatkan manfaat dalam kebutuhan manusia. Barang atau jasa yang diciptakan dan ditambah kegunaannya atau jasa yang diciptakan dan ditambah kegunaan atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi tersebut. Sedangkan menurut Acc Partedireja (1987), setiap proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa disebut proses produksi karena proses produksi tersebut mempunyai dasar teknis yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi. 2 Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan.3 Menurut Philip Kotler, produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan suatu perusahaan kepada pasar sasarannya.4.
Karf (1992) mengartikan kegiatan produksi dalam perspektif Islam sebagai usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materi tetapi juga moral, sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup yang dituangkan dalam iman Islam, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. . . Rahman (1995) menekankan pentingnya keadilan dan produksi yang adil (equal distribution of production), Al Haq (1996) mengatakan bahwa tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang bersifat fardlu kifayah, yaitu kebutuhan yang untuk orang banyak. pemenuhannya adalah wajib. Dalam ekonomi Islam, menurut Siddiqi, beliau berpendapat: Produksi adalah penyediaan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai-nilai keadilan dan kebijakan atau kemaslahatan (mashlahah) kepada masyarakat.
Pada definisi di atas terlihat bahwa kegiatan produksi dalam perspektif ekonomi Islam berpusat pada manusia dan keberadaannya, meskipun mereka mencoba mengembangkan definisi tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
Produksi Dalam Ekonomi Islam
31 Produksi dalam perspektif Islam bukan sekedar memaksimalkan keuntungan, namun yang terpenting adalah keseimbangan kemaslahatan bagi individu dan masyarakat. Tujuan Produksi dalam Islam Dalam Islam, memproduksi sesuatu tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri atau dijual ke pasar. Dalam Islam tidak ada ajaran yang memerintahkan agar segala urusan dilakukan dalam kesulitannya, karena berdebat dengan ketetapan dan ketetapan Allah, atau karena.
Desa Jenggalu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu dengan luas wilayah 1.078,36 Ha, dengan topografi dataran rendah. Desa Jenggalu merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Desa Jenggalu merupakan sebuah desa yang sudah ada sejak dahulu kala, sebelum adanya Kerajaan Jenggalu sebagai cikal bakal terbentuknya Kerajaan Selebar, pendiri kerajaan ini adalah seseorang yang dikenal sebagai seorang pemberani yang tiada tandingannya. 1 Website Resmi Desa Jenggalu “Desa Jenggalu Jalan Raya Bengkulu-Tais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Kode Pos 38877”.
Dan menerima surat yang tertulis di atas loyang beserta stempel kerajaan berlambang ular naga dengan cap gagang gading sebagai pelantikan raja bergelar Pangeran Natadirja.Dalam sejarah, Pangeran Natadirja kemudian menikah dengan Putri Kemayan yang merupakan putri dari Pangeran Natadirja. Sultan Ageng Tirtayas dan beliau kemudian kembali ke kerajaan dengan membawa Putri Kemayan dan 12 prajurit Banten bersamanya. Masyarakat desa Jenggalu sangat percaya dengan keberadaan Kerajaan Selebar yang merupakan pendahulu Desa Jenggalu yang sebenarnya berada di Desa Jenggalu dengan bukti letak bekas Kerajaan Selebar. Bukti tersebut antara lain makam Depati Payung Negara, lokasi Kerajaan Selebar, dibuktikan dengan kuto atau parit istana kerajaan, dan beberapa hal-. 44. pusaka yang diwariskan secara turun temurun dan disimpan di rumah Masli Hi Muhib yang merupakan keturunan Pangeran Jenggalu sekaligus kepala desa Jenggalu yang pertama.
2 Website Resmi Desa Jenggalu “Desa Jenggalu Jalan Raya Bengkulu-Tais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Kode Pos 38877”.
Kegiatan Pelatihan PIRT
Dari hasil observasi proses produksi wingko, pengelola menemui kendala dimana pada saat produksi ini umur simpan wingko masih tergolong pendek karena pengelola tidak menggunakan bahan pengawet, pengelola harus menyelesaikannya dalam suatu produksi setiap saat, karena jika sudah diproses, tidak bisa dijual. Artinya produk yang telah dilengkapi PIRT telah melalui serangkaian proses pengujian dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Dewi Sakinah mengikuti kegiatan ini sebagai peserta edukasi keamanan pangan dengan narasumber dari kepala dinas kesehatan yaitu Bpk. Dr.
Sumber dana pelatihan ini diperoleh dari anggota kelompok Little cake.koo (Wingko babat) Small Snacks.iea. Saat kami mengajukan pendaftaran P-IRT, kami sudah memiliki produk, dan kelompok ini mendaftarkan produk yang akan mereka produksi. Yang dimaksud dengan produk halal adalah produk yang memenuhi syarat halal sesuai syariat Islam.
Mulai dari produk yang enak dan banyak manfaatnya bagi kesehatan, dengan varian rasa yang bersih dan higienis. Kewirausahaan merupakan suatu kegiatan yang memerlukan sikap dan pola pikir yang kuat serta keberanian menawarkan produk yang rumit kepada pembeli (konsumen) dan keberanian mengambil resiko seperti hal-hal yang tidak terduga. Selain itu terdapat manfaat dari segi sosial lingkungan yaitu tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, karena proses produksi dilakukan pada siang hari dan dilakukan di dalam ruangan sehingga kebisingan proses produksi tidak mengganggu. lingkungan sekitar. masyarakat.
Dari sudut pandang lingkungan, hal ini juga dari sudut pandang sosial, karena proses produksinya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap dan tidak mengganggu pernafasan orang-orang yang berada di lingkungan proses produksi.
Saran
Terdapat kelebihan dari segi lingkungan, tidak adanya limbah produksi yang akan menimbulkan hal negatif baik bentuk maupun bau yang dihasilkan, karena pada saat pembuatan wingko tidak ada asap atau bau yang mencemari lingkungan dan menggunakan bahan – bahan sekali pakai. 60 Dengan disusunnya laporan ini dapat memberikan pedoman dalam pembuatan laporan usaha wirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru di kota Bengkulu sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Bengkulu khususnya di desa Jengalu. Manajemen produksi khas perusahaan Wingko di Kota Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan (studi pada pabrik Wingko Loe Lan Ing Babat.
Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Lada Di Desa Era Baeu Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai, Vol.5, No.01, Juni 2017. Pengaruh Produksi Padi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, vol.IX, No. 2, Desember 2015. Sri Hartini, 2012, Peran Inovasi Dalam Pengembangan Kualitas Produk dan Kinerja Usaha, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol.