• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT GSI CCT "Security Camera''

N/A
N/A
Tengku Surya

Academic year: 2024

Membagikan "PT GSI CCT "Security Camera'' "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PT GSI CCT

"Security Camera''

NAMA ANGGOTA : Zahran Zacky Putra P (36) Tengku Surya A R (30) Tieska Mirfatus S (31) Novita Putri V (20) Dila Putri A R (9) Vannesa (33)

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha esa Atar Segala berkat dan Au Anugerah yang telah diberikan kepada Penyusun Sehingga Buku pendoman Penggunaan CCTV Rumati Sakit Fariadi ini dapat selesai disusun

Buku panduan Ini merupakan panduan Kerja bagı femua pihak yang terkall dalam memberikan pelayanan kepada pasien diruman Sakit. Tak lupa Penyusun Menyampaikan terima kasih ya Sedalam dalamnya atas bantuan semua pihak yg telah membantu dalam mennyelesaikan panduan

penggunaan CCTV Rumah Sakit.

Akhir kata penyusun berharap agar buku panduan ini Dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi karyawan Rumah Sakit karladı, Sehingga tercipta pelayanan yg sesuai dan kebutuhan Pasien dan keluarga.

Semarang, Januari 2024

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

CCTV (Close Circuit Television) merupakan kamera video digital yang digunakan untuk mengirimkan sinyal gambar dari suatu ruangan atau tempat tertentu. Hal ini bertujuan agar ruangan atau tempat tersebut selalu terpantau dan diawasi.

Oleh karena itu CCTV ini digunakan sebagai alat pengawasan suatu objek pada linkungan rumah ataupun ruangan yang memiliki aset penting dan berharga.

Kasus pencurian pada sekarang ini sangatlah banyak, dan pada umunya dari beberapa kasus pencurian tersebut kebanyakan kasus yang tidak teridentifikasi atau diketahui siapa pelaku dari pencurian tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang

tidak mempedulikan faktor keamanan pada linkungan rumah yang tidak aman dan tidak diawasi.

Ada beberapa hal yang memicu terjadinya pencurian baik itu yang terjadi

langsung di dalam atau di luar rumah, contohnya yang di dalam rumah yaitu letak aset berharga kita yang mudah dijangkau oleh pencuri dan juga karena aset tersebut tidak

disimpan pada penyimpanan yang tidak aman, seperti tempat penyimpanan yang tidak dikunci atau tidak tertutup, untuk di luar rumah itu mengenai pengawasan di perkarangan rumah yang kurang dan jarang terpantau oleh pemilik rumah, itu seperti pencurian sepeda motor, helm dan lainnya yang dikarenakan pemilik rumah sibuk dengan urusan lain di dalam rumah sehingga mengabaikan

keadaan luar rumah Sebelumnya telah terdapat keamanan fisik (Physical Security) yaitu berupa kamera CCTV (Close Circuit Television) yang memantau keadaan di luar rumah, namun masih banyak keterbatasan dan kekurangan dari kamera CCTV yang pada umumnya seperti tidak dapat mengenali atau mendeteksi siapa saja orang yang sudah masuk atau keluar rumah, sangat boros akan media penyimpanan yang dikarenakan CCTV selalu menyimpan setiap detik dari rekamannya ke media penyimpanan, maka dari itu penggunanyapun sangat malas melihat hasil dari tangkapan CCTVnya sehari- hari

karena terlalu lamanya rekaman CCTV, dan CCTV bisa diakses secara publik yang memungkinkan penggunanya bisa memantaunya dari manapun, Dari hal tersebut banyak juga orang lain bahkan juga pencuri yang dapat mengakses CCTV kita dan mengetahui dengan mudah bagaimana keamanan dirumah kita dan disisi mana yang tidak terpantau oleh CCTV, maka dari itu ditambahkanlah pengaksesan CCTV public

tersebut menjadi private, dan juga pemantauan kamera yang kurang maksimal seperti tidak bisa mengeluarkan peringatan dalam aksi yang mencurigakan sesuai jam yang sudah ditentukan.

1.2 Rumusan Masalah

(4)

Dari latar belakang yang diungkapkan oleh penulis di atas, rumusan masalah pada makalah ini adalah:

1. Kerusakan yang sering terjadi pada sebuah CCTV 2. Kenapa sebuah CCTV bisa di sadap

3. Kenapa sebuah CCTV kebanyakan memiliki Resolusi Rendah

1.3 Tujuan Makalah

Makalah ini bertujuan lebih memahami tentang CCTV

dan Perusahaan mana yang fokus pada alat tersebut

(5)

A. Latar Belakang

Pertempuran Lima Hari adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia melawan Tentara Jepang.Yang terjadi dari tanggal 15 - 19 Oktober 1945 di Kota Semarang,Indonesia.

B. Tujuan

Setelah membaca ini pembaca diharapkan dapat :

> Mengetahui sejarah tentang kota Semarang

> Memahami pengorbanan yang dilakukan para pahlawan

> Semakin mencintai tanah air

> Memahami betapa mengerikannya perang

C.Manfaat

> Memahami sejarah Kota Semarang

> Mengetahui alasan dibuatnya Monumen Tugu Muda

> Dapat meningkatkan wawasan

II. PEMBAHASAN

Pertempuran 5 Hari Semarang (

15 - 19 Oktober 1945 )

> Penyebab pertempuran

Awal mula pertempuran ini karena tawanan Jepang yang kabur saat akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu. Setelah itu, Jepang melakukan serangan mendadak kepada warga bahkan tersiar kabar bawah Jepang memberi racun pada cadangan air minum warga Semarang. Untuk memastikan Dr. Kariadi melakukan uji laboratorium. Namun Dr. Kariadi di tembak oleh Jepang, yang mengakibatkan para warga Semarang marah dan terjadinya perang

(6)

> Kronologi

 Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang

 Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada 6 dan 9 Agustus 1945 Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan

kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945

 Hal pertama yang menyulut kemarahan para pemuda Indonesia adalah ketika pemuda Indonesia memindahkan tawanan Jepang dari Cepiring ke Bulu, dan di tengah jalan mereka kabur dan bergabung dengan pasukan Kidō Butai dibawah pimpinan Jendral Nakamura dan Mayor Kido. Pada saat itu pasukan Kidō Butai berjumlah 2000 orang. Selain itu, pasukan ini terkenal karena keberaniannya, dan untuk maksud mencari perlindungan mereka bergabung bersama pasukan Kidō Butai di Jatingaleh.

 Setelah kaburnya tawanan Jepang, pada Minggu, 14 Oktober 1945, pukul 6.30 WIB, pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat di depan RS

Purusara. Mereka menyita sedan milik Kempetai dan merampas senjata mereka. Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan kemudian menjebloskannya ke Penjara Bulu. Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidō Butai di Jatingaleh. Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu. Rakyat pun menjadi gelisah. Cadangan air di Candi, desa Wungkal, waktu itu adalah satu-satunya sumber mata air di kota Semarang. Sebagai kepala RS Purusara (sekarang RSUP Dr. Kariadi) Dokter Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas Magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu.Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat

berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr.

Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Namun dr. Kariadi berpendapat lain, ia harus menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Akhirnya drg. Soenarti tidak bisa berbuat apa- apa. Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran.

(7)

Bersama tentara pelajar yang menyopiri mobil yang ditumpanginya, dr.

Kariadi ditembak secara keji. Ia sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba di kamar bedah, keadaan dr.Kariadi sudah sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.

 Pertempuran itu berhenti ketika Gubernur Jawa Tengah Wongsonegoro dan pimpinan TKR berunding dengan komandan tentara Jepang.Proses gencatan senjata dipercepat,ketika Brigadir Jendral Bethel dan sekutu ikut berunding pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan sekutu kemudian melucuti senjata dan menawan para tentara Jepang.

> Tokoh-tokoh dalam pertempuran 5 hari Semarang

1.

dr. Kariadi, dokter yang akan mengecek cadangan air minum di daerah Candi yang kabarnya telah diracuni oleh Jepang. Ia juga merupakan Kepala Laboratorium Dinas Pusat Purusara.Nama Beliau sekarang diabadikan menjadi sebuah rumah sakit yang bernama RS.Kariadi

2.

Mr. Wongsonegoro, Gubernur Jawa Tengah yang sempat ditahan oleh Jepang.

3.

(8)

Dr. Sukaryo dan Sudanco Mirza Sidharta, tokoh Indonesia yang ditangkap oleh Jepang bersama Mr. Wongsonegoro.

4.

Mayor Kido (Pemimpin Kidō Butai), pimpinan Batalion Kidō Butai yang berpusat di Jatingaleh.

5.

drg. Soenarti, Istri dr. kariadi 6.

Kasman Singodimejo, Perwakilan perundingan gencatan senjata dari Indonesia.

7.

(9)

Jenderal Nakamura, perwira tinggi yang ditangkap oleh TKR di Magelang

> Monumen untuk mengenang pertempuran di Semarang

Untuk memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang, dibangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan.Tugu Muda ini dibangun pada tanggal 10 November 1950. Diresmikan oleh presiden Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada tugu dikerjakan oleh seniman Hendro. Bangunan ini terletak di kawasan yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran di Semarang, yaitu di pertemuan antara Jl.Pemuda,Jl. Imam Bonjol, Jl. Dr. Sutomo, dan Jl.

Pandanaran dengan lawang sewu.Selain pembangunan Tugu Muda, Nama Dr.Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang.

III. PENUTUP

(10)

pertempuran lima hari di Semarang itu mempunyai nilai tersendiri, khususnya bagi rakyat Jawa Tengah. Peristiwa itu menunjukkan kebulatan tekad rakyat untuk mengambil alih kekuasaan dari Jepang. Tindakan kekerasan harus diambil, karena cara berunding dan diplomasi diabaikan oleh Jepang

Terima Kasih

1

(11)

Referensi

Dokumen terkait