• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusat Kesehatan Masyarakat

N/A
N/A
Bagus Kurniawan

Academic year: 2024

Membagikan "Pusat Kesehatan Masyarakat"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHLUAN

1.1 Latar Belakang

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting di Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu wilayah kerja. Kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi, baik pelayanan yang bersifat preventif,promotif, kuratif, maupun rehabilitative.

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu tujuan dari sebuah Puskesmas. Salah satu tindakan yang berkontribusi dalam peningkatan mutu di Puskesmas adalah dengan mencegah atau mengurangi adanya resiko infeksi nosocomial (INOS).

Infeksi di puskesmas merupakan masalah serius bagi puskesmas, dampak yang muncul sangat membebani puskesmas maupun pasien.

Adapun faktor yang mempengaruhinya antara lain, banyaknya pasien yang dirawat sebagai sumber infeksi bagi lingkungan pasien lainnya maupun petugas kontak langsung antara pasien dengan pasien lainnya maupun petugas kontak langsung antara pasien dengan pasien lainnya, kontak langsung antara petugas dengan pasien yang tercemar, penggunaan peralatan medis yang tercemar kuman, kondisi pasien yang lemah.

Dengan adanya pelatihan dan pendidikan pembentukan PNS profesional, maka penyelenggaraan negara dapat berjalan dengan baik khususnya dibidang pembangunan kesehatan baik diseluruh sektor fasilitas kesehatan. Dalam hal ini fasilitas kesehatan pertama yaitu Puskesmas yang diatur dalam Peraturan Menteri

(2)

Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang fungsi dan wewenang puskesmas dalam penyelanggaraan pembangunan Puskesmas

Pembentukan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki profesionalisme harus diawali dengan Pelatihan Dasar CPNS yang diatur dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 pasal 1 ayat 8 yaitu Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Tujuan dari Pelatihan Dasar CPNS adalah untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi

Peraturan baru tentang ASN tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrasi bukan sekedar merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan public, maka dari itu sebagai ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan bidang kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Krebet.

Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu dan paradigma pelayanan kesehatan semakin meningkat, baik pelayanan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan semakin kritis, peduli dan meningkat kebutuhannya terutama pada pelayanan kesehatan umum masyarakat yang optimal, efektif, dan efisien. Latihan Dasar (Latsar) sekarang ini telah memadukan antara tahap internalisasi dan aktualisasi. Tahap internalisasi merupakan tahap penanaman nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, serta anti

(3)

korupsi. Sedangkan tahap aktualisasi merupakan tahap perwujudan dari nilai-nilai dasar tersebut di tempat kerja.

Untuk mewujudkan kelima nilai dasar diatas, terdapat lima rangkaian kegiatan pembelajaran aktualisasi yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta Pelatihan Dasar (Latsar), yaitu merancang aktualisasi nilai dasar profesi PNS, mempresentasikan rancangan aktualisasi, mengaktualisasikan nilai dasar di tempat kerja, melaporkan pelaksanaan aktualisasi nilai dasar, mempresentasikan laporan aktualisasi dan menyusun rencana aksi penyempurnaan aktualisasi nilai- nilai dasar profesi ASN.

Selama bekerja di UPTD Puskesmas Krebet penulis mengamati permasalah yang terjadi di UPTD Puskesmas Krebet yang mana dari permasalahan itu dapat diangkat menjadi beberapa isu yang bersumber dari manajemen ASN, pelayanan publik, Whole of Government Untuk mengurangi adanya resiko-resiko infeksi nosocomial yang akan dihadapi pada pasien, maka penulis tertarik untuk membuat sebuah intrument dan edukasi kepada petugas untuk mencegah terjadinya infeksi nosocomial.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan Aktualisasi

Tujuan dari rancangan aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil pada kegiatan ini yaitu :

a) Lebih memahami nilai dasar profesi ASN yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmet mutu danAnti Korupsi) melalui implementasi langsung dalam tugas kedinasan.

b) Agar mampu menerapkan nilai-nilai

Akuntabilitas,Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi sesuai dengan kedudukan dan peran ASN.

(4)

c) Mampu menganalisa manfaat dan dampak dari penerapan nilai- nilai dasar ANEKA dalam aktualisasi kegiatan

2. Manfaat Aktualisasi

Manfaat dari penulisan rancangan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :

Bagi Penulis

a) Menambah pengetahuan dan wawasan khususnya tentang nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) serta dapat mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan sehari- hari sebagai pelayan publik.

b) Menumbuhkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan sebagai pelayan public

Bagi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur

Membantu kegiatan pembelajaran kepada Calon Pegawai Negeri Sipil guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat menambah bahan kepustakaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan program pendidikan Calon Pegawai Negeri Sipil angkatan selanjutnya khususnya di bidang kesehatan.

Bagi Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

a) Memberikan bahan masukan dan usulan untuk melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik, khususnya tentang aktualisasi nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi).

b) Membangun stigma positif dan kepuasan masyarakat terhadap Aparatur Sipil Negara yang siap melayani dengan jujur, bersih, dan berintegrasi tinggi.

(5)

1.3 Ruang Lingkup

Dalam rangkaian kegiatan aktualisasi yang diaktualisasi yang dijalani, adapun ruang lingkup atau batasan rancangan kegiatan aktualisasi ini meliputi :

1. Kegiatan aktualisasi dilakukan sesuai dengan batasan yang telah tertulis dalam rancangan aktualisasi yang berjudul

“Optimalisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi pada Petugas di Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun”.

2. Kegiatan akan dilakukan di Ruang Rawat Inap dan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Krebet.

3. Kegiatan akan dilakukan oleh penulis dengan melibatkan tim petugas Medis dan Paramedis di Puskesmas Krebet.

4. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang sesuai dengan rancangan aktualisasi yang telah dibuat yaitu sebanyak 7 (tujuh) tahapan kegiatan.

5. Waktu pelaksanaan aktualisasi di mulai pada tanggal 28 september sampai 26 oktober 2019.

6. Dalam pelaksanaan aktualisasi didasarkan pada Nilai-Nilai Dasar ASN, Manajemen ASN, Whole of Goverment dan Pelayanan Publik.

(6)

BAB II

GAMBARAN LEMBAGA / INSTITUSI

2.1 KEADAAN GEOGRAFIS

Puskesmas Krebet adalah salah satu dari seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Madiun yang berada diwilayah Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Jarak UPT Puskesmas Krebet dengan Kecamatan Pilangkenceng dengan pusat Kecamatan ± 5 km sedangkan jarak UPT Puskesmas Krebet dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun ± 30 km. Luas wilayah 33,35 km2. Data luas masing-masing wilayah kerja UPT Puskesmas Krebet dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini :

Tabel 2.1. Tabel Luas Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Krebet Kecamatan Pilangkenceng Tahun 2016

No Nama Desa Luas Wilayah (km2)

1 Luworo 9,68

2 Kedungbanteng 3,13

3 Krebet 3,02

4 Ngale 2,33

5 Pulerejo 5,19

6 Muneng 1,90

7 Purworejo 2,78

8 Pilangkenceng 3,82

9 Wonoayu 1,50

Jumlah 33,35

Sumber Data: BPS Provinsi Jatim, 2016

Secara fisik wilayah UPT Puskesmas Krebet Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun memiliki batas wilayah sebagai berikut:

 Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi.

 Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Puskesmas Pilangkenceng Kecamatan Pilangkenceng kabupaten Madiun.

(7)

 Sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun.

 Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.

Gambar 2.1

Peta Wilayah UPT Puskesmas Krebet

Topografi wilayah UPT Puskesmas Krebet Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun berada di dataran rendah dengan 1 desa berada dikawasan hutan yaitu desa Luworo.

2.2 KEADAAN DEMOGRAFI

Data kependudukan mempunyai arti yang sangat penting karena hampir semua kegiatan pembangunan kesehatan obyek sasarannya adalah penduduk. Jumlah penduduk wilayah UPT Puskesmas Krebet adalah 23.230 jiwa yang tersebar pada 9 desa

: Peta Wilayah Kerja Krebet

(8)

wilayah Kecamatan Pilangkenceng. Jumlah penduduk paling banyak adalah desa Pulerejo sedangkan paling sedikit adalah desa Wonoayu.

Adapun penyebaran penduduk pada tiap – tiap desa di wilayah UPT Puskesmas Krebet dapat dilihat pada tabel 3.2 dibawah ini.

Tabel 2.2: Tabel Jumlah Penduduk Menurut Desa Di Wilayah UPT Puskesmas Krebet Tahun 2016

No Nama Desa Jumlah Penduduk (jiwa)

1 Luworo 3.631

2 Kedungbanteng 2.275

3 Krebet 2.578

4 Ngale 2.050

5 Pulerejo 3.919

6 Muneng 1.877

7 Purworejo 2.369

8 Pilangkenceng 3.130

9 Wonoayu 1.401

Jumlah 23.230

Sumber Data: BPS Provinsi Jatim, 2016

2.3 VISI

Pada prinsipnya UPT Puskesmas Krebet mencita – citakan untuk mendapatkan pengakuan baik itu dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, DPRD dan masyarakat atas eksistensi, kerja dan kinerja serta citra yang membanggakan. Dalam hal kerja dan kinerja serta citra tersebut dituangkan dalam pernyataan visi UPT Puskesmas Krebet yaitu :

“ Terwujudnya Kecamatan Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020”

Kabupaten Madiun lebih sehat merupakan harapan yang ingin dicapai pada tahun 2020 dimana seluruh masyarakat Kabupaten Madiun sadar akan pentingnya kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat, mudah mendapatkan informasi kesehatan serta memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.

(9)

Mandiri adalah bahwa setiap orang dan juga masyarakat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Madiun berperan, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya.

2.4 MISI

Untuk mewujudkan visi UPT Puskesmas Krebet direalisasikan dengan komitmen dan tindakan nyata secara terpadu dalam bentuk misi yaitu :

1. Meningkatkan derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sadar gizi 2. Mendorong kemandirian masyarakat dalam memelihara

kesehatan untuk berperilaku hidup bersih, sehat dan produktif serta mewujudkan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan yang berkualitas

3. Meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit serta peningkatan kualitas penyehatan lingkungan

4. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata

5. Menyelenggarakan administrasi dan manajemen yang bersifat transaparan dan akuntabel

6. Memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara merata dan terjangkau oleh masyarakat.

(10)

2.5 TATA NILAI

Guna mewujudkan visi dan misi UPT Puskesmas Krebet dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka ditetapkan nila – nilai sebagai berikut :

“MASKAREBET”

1. Maksimal

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat UPT Puskesmas Krebet secara maksimal.

2. Kompak

UPT Puskesmas Krebet kompak dalam melayani masyarakat dan kerja tim yang baik.

3. Rendah Hati

UPT Puskesmas Krebet selalu rendah hati sebagai pemberi pelayanan kesehatan masyarakat memilki sumber daya manusia.

4. Bertanggung Jawab

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan bagi pemimpin dan seluruh karyawan UPT Puskesmas Krebet memiliki komitmen yang tinggi dan bertanggung jawab.

2.6 MOTTO

CEPAT, TEPAT, PROFESIONAL

2.7 JENIS PELAYANAN

Sebagai suatu unit pelayanan kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan serta sesuai dengan tupoksi dari Puskesmas, Puskesmas mengemban tugas sebagai pelayanan umum kepada masyarakat yang tercermin dalam kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial, UKM Pengembangan dan UKP (Upaya Kesehatan Pengembangan).

(11)

1. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial antara lain : a. Upaya Promosi Kesehatan,

b. Upaya Kesehatan Lingkungan, c. Upaya Pelayanan KIA-KB, d. Upaya Pelayanan Gizi,

e. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

f. Keperawatan Kesehatan Masyarakat,

Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan antara lain : 1. Upaya Kesehatan Sekolah,

2. Upaya Kesehatan Jiwa,

3. Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat,

4. Upaya Kesehatan Tradisional dan Komplementer, 5. Upaya Kesehatan Olahraga,

6. Upaya Kesehatan Kerja, 7. Upaya Kesehatan Indera, 8. Upaya Kesehatan Lanjut Usia,

Upaya Kesehatan Perorangan : 1. Pelayanan Rawat Jalan 2. Pelayanan Gawat Darurat 3. Pelayanan Kefarmasian 4. Pelayanan Laboratorium 5. Pelayanan Rawat Inap Manajemen

1. Manajemen Umum

2. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat 3. Manajemen Peralatan

4. Manajemen Sarana Prasarana 5. Manajemen Keuangan

6. Manajemen Sumber Daya Manusia 7. Manajemen Pelayanan Kefarmasian 8. Manajemen Data dan Informasi

(12)

9. Manajemen Program UKM Esensial

10. Manajemen Program UKM Pengembangan 11. Manajemen UKP

12. Manajemen Mutu

(13)

STRUKTUR ORGANISASI UPT PUSKESMAS KREBET

KEPALA PUSKESMAS dr. Erlina Sri Orbaningwati

PENANGGUNG JAWAB JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS DAN JEJARING FASILITASPELAYANAN

KESEHATAN Suprihatin , SST PENANGGUNG JAWABAN UKP

KEFARMASIAN DAN LABORATORIUM dr. Erna Try Wijayanti PENANGGUNG JAWABAN UKM

ESENSIAL DAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

Nanik Yuliati, S.ST

KA SUB BAG TU Joko Suwito, S.Kep.,Ns

KEUANGAN Nanik Budi A, ST RUMAH TANGGA

Kusdarto, S.Sos KEPEGAWAIAN

Ema Sasmito H, A.Md.Gizi SIMPUS

Subito

KOORDINATOR PERKESMAS Joko Suwito, S.Kep.,Ns

KOORDINATOR P2P Agus Wahyuda M, A.Md.Kep

KOORDINATOR GIZI Ema Sasmito H, A.Md.Gizi

JEJARING PRAKTEK DOKTER APOTEK

KLINIK KOORDINATOR KES KERJA BPS

Kartiningsih, A.Md.Keb KOORDINATOR KES LANSIA

Hestin Wulanjari, A.Md.Keb KOORDINATOR KES INDRA Ridho Dwi R, A.Md.Kep KOORDINATOR KES OLAH RAGA

Sulastri

KOORDINATOR KES TRADISIONAL dan KOMPLEMENTER Joko Suwito, S.Kep.,Ns Joko Suwito, S.Kep.,Ns

BIDAN DI DESA WONOAYU Heny P, Amd.Keb KOORDINATOR KES GIGI

MASYARAKAT Cucu Apriyati, AMKG KOORDINATOR KIA – KB

UKM Suprihatin , SST KOORDINATOR KESLING

Nanik Budi A, ST KOORDINATOR PROMKES

UKS

Tintisnowati G, A.Md.KL

KOORDINATOR KES JIWA Dzavid Romandhana A.Md.Kep

PENANGGUNG JAWABAN UKM PENGEMBANGAN Tintisnowati G, A.Md.KL

KOORDINATOR PONKESDES KEDUNGBANTENG

Diana K, S Kep.Ns KOORDINATOR PUSTU

PULEREJO Agus Wahyuda M,

A.Md.Kep KOORDINATOR PUSTU

LUWORO Supartiningsih, A.Md.Kep

BIDAN DI DESA MUNENG Dwi Wiyanti , SST

KOORDINATOR PUSTU PURWOREJO Hery Tugas P, S.Kep, Ns

BIDAN DI DESA NGALE Kartiningsih, A.Md.Keb

KOORDINATOR PUSLING Supartiningsih, A.Md.Kep KOORDINATOR

PELY.PERSALINAN Nanik Yuliati , SST KOORDINATOR PELY.

GIZI

Ema Sasmito H, A.Md.Gizi

KOORDINATOR KES LABORAT Anita Permatasari, Amd.Ak KOORDINATOR PELY.UGD

Ridho Dwi R, A.Md.Kep KOORDINATOR PELY.KIA –

KB Suprihatin , SST KOORDINATOR PELY.GIGI

drg. Irdian Devi S.

KOORDINATOR PELY.

UMUM Supriyadi, S.Kep, Ns

KOORDINATOR PELY.RAWAT INAP Ridho Dwi R, A.Md.Kep

Ridho Dwi R, A.Md.Kep BIDAN DI DESA

PILANGKENCENG Cicik Dwi W, Amd.Keb KOORDINATOR PELY.

OBAT Subito

(14)

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Identifikasi, Penetapan Isu dan Gagasan Pemecahan Isu

1. Identifikasi Isu

Dalam proses meningkatkan Mutu Pelayanan UPTD Puskesmas Krebet ditemukan beberapa isu yang berkaitan dengan nilai-nilai Pelayanan Publik, Manajemen ASN, dan Whole of Government. Sebagai pelayan publik isu-isu tersebut sangat mempengaruhi kinerja perorangan sehingga perlu untuk dianalisa penyebabnya dan ditemukan solusi untuk menanganinya. Berdasarkan Ruang Lingkup di Puskesmas ditemukan beberapa isu yang berkembang dimana beberapa isu itu masih belum ada solusi serta mencapai target cakupannya.

Isu yang didapatkan di UPTD Puskesmas Krebet adalah sebagai berikut :

a. Kurangnya pencapaian penderita Diabetes Militus yang mendapatkan pelayanan standart di Puskesmas Krebet.

b. Lamanya pengambilan hasil laboratorium di rawat jalan Puskesmas Krebet.

c. Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas.

d. Sempitnya ruang tunggu di rawat jalan Puskesmas Krebet.

e. Belum optimalnya penyampaian informasi petugas tentang system rujukan BPJS kepada pasien di UPTD Puskesmas Krebet.

2. Penetapan isu

Penetapan isu dapat dilakukan dengan menggunakan metode AKPL. Metode AKPL ini menilai suatu isu didasarkan

(15)

kepada tingkat aktualitas (kejadian), kekhalayak, problematik, dan kelayakan.

(16)

Tabel 3.1. Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL

No. Isu A K P L Total

1. Kurangnya pencapaian penderita Diabetes Militus yang mendapatkan pelayanan standart di Puskesmas Krebet.

5 4 4 4 17

2. Lamanya pengambilan hasil laboratorium di rawat jalan Puskesmas Krebet.

4 4 3 3 14

3. Kurangnya kepatuhan

petugas dalam

melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas.

5 5 5 4 19

4. Sempitnya ruang tunggu di rawat jalan Puskesmas Krebet.

4 3 3 3 13

(17)

5. Belum optimalnya penyampaian informasi petugas tentang system rujukan BPJS kepada pasien di UPTD Puskesmas Krebet.

4 3 4 4 15

Kriteria AKPL : Aktual

1 Pernah benar-benar terjadi 2 Benar – benar sering terjadi

3 Benar – benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan 4 Benar - benar terjadi terkadang menjadi bahan

pembicaraan

5 Benar – benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan Khalayak

1 Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak 2 Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak 3 Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak 4 Menyangkut hajat hidup orang banyak

5 Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak Problematik

1 Masalah sederhana

2 Masalah kurang kompleks

3 Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi

4 Masalah kompleks

5 Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya

(18)

Kelayakan

1 Masuk akal 2 Realistis

3 Cukup masuk akal dan realistis 4 Masuk akan dan realistis

5 Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya

Dari hasil AKPL tersebut diperoleh 3 isu (masalah) prioritas yaitu :

a. Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas.

b. Kurangnya pencapaian penderita Diabetes Militus yang mendapatkan pelayanan standart di Puskesmas Krebet.

c. Belum optimalnya penyampaian informasi petugas tentang system rujukan BPJS kepada pasien di UPTD Puskesmas Krebet.

Dari ketiga isu (masalah) diatas kemudian diseleksi kembali dengan menggunakan metode penetapan isu dengan metode USG (urgency, seriousness, growth).

(19)

Tabel 3.2. Penentuan Isu Masalah dengan Menggunakan Metode USG

No. Isu Masalah

Kriteria Penilaian Total Urgency Seriousness Growth

1.

Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas.

5 5 4 14

2.

Kurangnya pencapaian penderita

Diabetes Militus yang

mendapatkan pelayanan standart di Puskesmas

Krebet. 4 4 4 12

3.

Belum optimalnya penyampaian informasi petugas tentang system

rujukan BPJS 3 3 4 10

(20)

Keterangan :

USG adalah pengukuran masalah dengan menggunakan sifat dari masalah tersebut yaitu tingkat Urgency (kegawatan), Seriousness (mendesak), Growth (perkembangan). Perhitungan menggunakan kriteria sebagai berikut :

Kriteria Penilaian USG

Urgency (kegawatan)

1 = tidak penting 2 = kurang penting 3 = cukup penting 4 = penting

5 = sangat penting

Seriousness (mendesak)

1 = akibat yang ditimbulkan tidak serius 2 = akibat yang ditimbulkan kurang serius 3 = akibat yang ditimbulkan cukup serius 4 = akibat yang ditimbulkan serius

5 = akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth (perkembangan)

1 = tidak berkembang 2 = kurang berkembang 3 = cukup berkembang 4 = berkembang

5 = sangat berkembag

(21)

Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode USG maka isu utama yang diperoleh adalah “Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas”.

3. Isu yang Diangkat

Berdasarkan list issue dan dengan menggunakan pendekatan teknik USG, maka dapat disimpulkan bahwa : “Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas”, dengan analisis dampak jika isu itu tidak segera dipecahkan akan menyebabkan : a. Meningkatnya angka kejadian infeksi nosocomial di Puskesmas.

b. Meningkatnya resiko tertularnya penyakit c. Resisten terhadap antibiotik

4. Gagasan Pemecahan Isu

Setiap petugas kesehatan wajib memiliki komitmen untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Berdasarkan isu yang diangkat, tenaga medis dan paramedis wajib mengoptimalkan kepatuhan pencegahan dan penangulangan infeksi pada petugas, salah satunya dengan penerapan check list PPI. Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di Puskesmas Krebet meliputi kewaspadaan Standar yaitu:

a. Kebersihan tangan

b. Penggunaan Alat pelindung diri c. Pencucian Alat medis

d. Pengelolaan sampah medis e. Hygiene respirasi/ etika Batuk f. Praktek menyuntik yang aman

(22)

Tahapan untuk Optimalisasi Kepatuhan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Melalui Penerapan Check list pada Petugas di Puskesmas Krebet adalah:

1. Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

2. Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI.

3. Pelaksanaankoordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

4. Pelaksanaan sosialisasi check list kepada petugas 5. Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

6. Pelaksanaan evaluasi pengisian check list terhadap petugas 7. Penyusunan laporan akhir aktualisasi

(23)

3.2 Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu

Untuk dapat menyelesaikan isu aktual sehingga habituasi / pembiasaan kerja dapat terlaksana sesuai tujuan, adapun kegiatan yang mendukung isu aktual tersebut adalah :

Gambar 3.2. Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu

.

Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian

Infeksi

Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI.

Pelaksanaankoordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

Pelaksanaan sosialisasi check list kepada petugas

Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

Pelaksanaan evaluasi pengisian check list terhadap petugas

Penyusunan laporan akhir aktualisasi

(24)

3.3 Matrik Rancangan Aktualisasi

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

1 Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

1.1Menampaikan draf cek list PPI

Tersampainya ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list

pencegahan dan pengendalian infeksi

1.1.1Tersampaika

MASN (kewajiban ASN)

Etika public:

Kegiatan telaah SOP ini

dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan visi dan misi

Puskesmas Krebet, yaitu : VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan

Kegiatan Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang tentang check list Pencegahan dan

Pengendaliian Infeksi

(25)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

1.2 Mendiskusikan 6 draf check list PPI

1.3 Menentukan skala prioritas check list

n draft check list PPI

1.1.2Terdiskusika nnya 6 draft check list ppi

1.1.3

Terbentuknya skala prioritas check list

(hormat, sopan, menghargai komunikasi) Komitmen mutu (meningkatk an mutu secara berkelanjuta n

Akuntabilita s:

konsistensi

Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan

merupakan penguatan nilai organisasi di puskesmas yaitu TEPAT dan

PROFESIONAL sesuai MOTO puskesmas Krebet

(26)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

dan

pengendalia n

penyebaran penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu pelayanan kesehatan 2 Penyusunan 6

check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI

Tersusunya 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI

WOG:

koordinasi dan

singkronisasi kegiatan

Kegiatan merancang

Check list ini

Dengan membuat Check list yang sesuai secara prosedural

(27)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

1.1 Membuat rancangan 6 check list monitoring pelaksanaan SOP PPI:

 Membuat check list cuci tangan

 Membuat check list penguna an APD

 Membuat

2.1.1Terbentukny a 6 check list untuk

memonitoring pelaksanaan SOP PPI

 Terbentuk check list cuci tangan

 Terbentuk check list penggunaa n APD

 Terbentuk

Akuntabilita s kejujuran, disiplin dan tanggung jawab.

dimaksud kan sebagai upaya

mewujudkan visi dan misi Puskesmas Krebet yaitu:

VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

menguatkan nilai organisasi TEPAT dan PROFESIONA L sesuai MOTO puskesmas Krebet

(28)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

check list etika batuk

 Membuat checklist pembuan gan sampah medis

 Membuat check list pencucia n alat medis

 Membuat check list

check list etika batuk

 Terbentuk checklist pembuang an sampah medis

 Terbentuk check list pencucian alat medis

 Terbentukn ya check list

menyuntik sesuai

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan dan

pengendalia n

penyebaran

(29)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

menyunti k sesuai SOP 1.2 Mencetak

check list yang sesuai sesuai

1.3

Mengumpulkan check list yang sudah dicetak sesuai

kebutuhan tiap

SOP

2.1.2 Tercetaknya check list

2.1.3

Terkumpulnya check list yang sudak dicetak sesuai kebutuhan tiap ruangan

Komitmen mutu:

Efektif,efisie n dan berorentasi mutu

Etika publik:

cermat

penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu pelayanan kesehatan

(30)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

ruangan

3 Pelaksanaankoor dinasi dan

konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

Terlaksananya koordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

WoG : Kerja sama

Kegiatan

Mengonsultasika n check list ini dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan visi dan misi

Puskesmas

Dengan

mengonsultasi kan check list kepada mentor akan

menguatkan nilai organisasi TEPAT dan

(31)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

3.1Meminta Check list yang sudah dicetak untuk di setujui dan ditandatangai (disahkan) Mentor dan kepala ruangan 3.2

mengumpulkan check list yang sudah

ditandatangi sesuai kebutuhan

3.1.1Tersedia check list yang sudah diketahui dan disetujui serta di tanda tangani

(disahkan)oleh mentor dan kepala ruang 3.2.1

terkumpulnya check list yang sudah

ditandatangi sesuai

Nasionalis me:

Musyawarah mufakat

Akuntabilita s:

Tanggung jawab Konsisten

Krebet, yaitu : VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan

PROFEIONAL sesuai MOTO puskesmas Krebet

(32)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

tiap ruagan

3.3

mendistribusikan check list

kebutuhan tiap ruangan

3.3.1 terdistribusi check list

Antikorupsi:

Jujur dan adil

kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan dan

pengendalia n

penyebaran penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu pelayanan kesehatan

4 Pelaksanaan Terlaksananya Pelayanana Kegiatan Dalam

(33)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

sosialisasi check list kepada petugas

4.1Mensosialisas ikan Check list monitoring terhadap

pelaksanaa SOP PPI

4.2.

Menjelaskan tujuan dan manfaat pengisian

sosialisasi check list kepada petugas 4.1.1.

Terbentuknya pemahaman petugas tentang pengisian

checklist

4.2.1.

Terbentuknya pemahaman

n publik

Akuntabilit as :

tanggung jawab, kejelasan, konsistensi

komitmen mutu:

berorentasi mutu

pelaksanaan rancangan kegiataan sosialisasi check list kepada petugas, ini dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Puskesmas Krebet VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan

kegiatan mensosialisasi kan check list pada petugas dimaksudkan akan

menguatkan nilai organisasi TEPAT dan PROFEIONAL sesuai MOTO puskesmas Krebet

(34)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

check list 4.3.

Menjelaskan waktu pengisian check list

tujuan dan manfaat

pengisian check list

4.3.1.

terbentuknya pemahaman waktu pengisian check list

komitmen mutu:efekti f dan efisien

Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan

(35)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

dan

pengendalia n

penyebaran penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu pelayanan kesehatan 5 Pelaksanaan

atau penerapan kegiatan.

Terlaksananya kegiatan

MASN : displin WOG:

kordinasi

Kegiatan pelaksanaan atau

penerapan kegiatan ini

Dalam kegiatan pelaksanaan kegiatan pengisiaan

(36)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

5.1 Mentukan jadwal monitoring 5.2 Melakukan

monitoring pengisian checklist tiap hari

5.3 Mencatat hasil monitoring

5.1.1 tersusunnya jadwal monitoring 5.2.1Terlaksanan ya pengisian checklist SOP PPI

5.3.1 Tercatatnya hasil monitoring

Akuntabilita s: kejelasan target

Komitmen mutu:

Berorentasi mutu

Antikorupsi:

Jujur dan adil

mewujudkan visi dan misi

Puskesmas Krebet, yaitu : VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga

check list SOP PPI ini

menguatkan nilai

organisasi CEPAT TEPAT dan PROFEIONAL sesuai MOTO puskesmas Krebet

(37)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan dan

pengendalia n

penyebaran penyakit Memelihara dan

meningkatka n mutu

(38)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

pelayanan kesehatan 6 Pelaksanaan

evaluasi

pengisian check list terhadap

petugas 6.1 Menyelesaik an laporan hasil

kegiatan sebagai bahan evaluasi 6.2 Menyampaik

an laporan

Terlaksananya evaluasi

pengisian check list terhadap petugas

6.1.1Terdapatnya laporan hasil kegiatan untuk bahan evaluasi

6.2.1Terdapat

MASN : displin WOG:

kordinasi Akuntabilita s

:Bertanggun g jawab, jujur

Kegiatan mengevaluasi terkait

pengisian check list ini dimaksudkan sebagai penguat visi dan misi Puskesmas Krebet:

VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan

Dalam kegiatan mengevaluasi terkait

pengisian checklist dimaksudkan untuk

menguatkan nilai

organisasi CEPAT TEPAT dan PROFEIONAL

(39)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

dari kegiatan yang telah dievaluasi

6.3 Menyusun rencana tindak lanjut evalusi

laporan hasil evaluasi petugas yang patuh dan yang tidak patuh sesuai check list

6.3.1 tersusunya rencana tindak lanjut

Nasionalis me : bersikap netral dan tidak membeda- bedakan.

Komitmen mutu:

Berorentasi mutu

Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan

sesuai MOTO puskesmas Krebet

(40)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

dan

pengendalia n

penyebaran penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu pelayanan kesehatan 7 Penyusunan

laporan hasil aktualisasi

7.1 Mengumpulka

Tersusunya laporan hasil aktualisasi

7.1.1Terkumpulny

WoG:

Singkronisa si

Kegiatan menyusun laporan ini dimaksudkan untuk

Dalam kegiatan menyusun laporan akhir aktualisasi ini

(41)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

n bukti – bukti laporan hasil

7.2 Konsultasi dengan mentor

7.3 Menyusun dan mencetak Laporan

a bukti-bukti laporan

7.2.1

Terkonsulnya oleh mentor

7.3.Tersusunnya dan tercetaknya laporan

Akuntabilit as: jujur, disiplin, dan tanggung jawab.

Etika Publik:

Menjunjung etika luhur Komitimen mutu:

efektivitas, efisien dan inovasi

mewujudkan visi dan misi Puskesmas Krebet:

VISI :

“ Terwujudnya Kecamatan Pilangkenceng lebih sehat dan mandiri tahun 2020

MISI:

 Meningkatka n derajat kesehatan keluarga

mrnguatkan nilai CEPAT TEPAT dan PROFESIONA L sesuai MOTO puskesmas Krebet

(42)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

melalui peningkatan pelayanan kesehatan

 Meningkatka n

pencegahan dan

pengendalia n

penyebaran penyakit

 Memelihara dan

meningkatka n mutu

(43)

No KEGIATAN TAHAPAN/

KEGIATAN

OUTPUT/ HASIL KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR

KONTRIBUSI TENTANG VISI

DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANASI

1 2 3 4 5 6 7

pelayanan kesehatan

(44)

3.4 Matrik Jadwal Kegiatan Akualisasi

Kegiatan-kegiatan tersebut akan dilakukan selama masa off campus dengan jadwal sebagai berikut :

Tabel 3.4. Jadwal Kegiatan Aktualisasi

N

o Kegiatan

Minggu Habituasi Ke- September Oktober 1 2 3 4 1 2 3 4 5

1

Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

S E M I N A R 2

Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI

3

Pelaksanaankoordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

4 Pelaksanaan sosialisasi check list kepada petugas

5 Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

6 Pelaksanaan evaluasi pengisian check list terhadap petugas

7 Penyusunan laporan hasil aktualisasi

(45)

BAB IV

PELAKSANAAN AKTUALISASI

4.1 Deskripsi pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan aktualisasi ini mengangkat isu mengenai “Kurangnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di rawat jalan dan rawat inap Puskesmas” khususnya di wilayah kerja Puskesmas Krebet. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya angka kejadian infeksi nosocomial di Puskesmas, meningkatnya resiko tertularnya penyakit dan resisten terhadap antibiotik.

Setiap petugas kesehatan wajib memiliki komitmen untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Berdasarkan isu yang diangkat, tenaga medis dan paramedis wajib mengoptimalkan kepatuhan pencegahan dan penangulangan infeksi pada petugas, salah satunya dengan penerapan check list Pencegahan dan Pengengalian Infeksi (PPI). Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di Puskesmas Krebet meliputi kewaspadaan Standar yaitu:

a. Kebersihan tangan

b. Penggunaan Alat pelindung diri c. Pencucian alat medis

d. Pengelolaan sampah Medis e. Hygiene respirasi/ etika Batuk f. Praktek menyuntik yang aman

Pelaksanann aktualisasi Optimalisasi Kepatuhan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Melalui Penerapan Check list pada Petugas di Puskesmas Krebet dilaksanakan pada bulan Oktober 2019. Aktualisasi ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan yaitu

46

(46)

4.1.1 Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

Kegiatan ini dilakukan penulis pada saat penulis masih menjalani masa in class Latihan Dasar CASN Pemerintahan Kabupaten Madiun di Pusdikbang Perhutani , penulis selalu melakukan komunikasi terkait isu – isu apa yang terjadi di unit kerja. Dari kegiatan ini maka nilai yang dominan dalam pelaksanaan Management ASN adalah kewajiban ASN. Adapun bentuk agenda tahapan yang dilaksankan meliputi tiga agenda di bawah ini :

- Agenda Tahapan I

Menyampaikan draf check list Pencegahan dan Pengendalian infeksi sesuai Pedoman di Puskesmas kepada kepala ruang rawat jalan dan kepala ruang rawat inap serta metor,dilakukan dengan menjujunjung nilai etika public yaitu hormat, sopan, menghargai komunikasi agar mengurangi terjadinya infeksi nosocomial di Puskesmas.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 1

(47)
(48)

- Agenda Tahapan II

Mendiskusikan 6 draf check list Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang terpilih yaitu 6 draf yang paling sering ditemui setiap hari dan sering terlewatkan oleh petugas dari semua draf check list Pencegahan dan Pengendalian infeksi. Kegiatan ini mengandung nilai Komitmen Mutu jika ditinjau dari aspek bagaimana penulis mampu mencari gagasan pemecahan masalah kurangnya kepatuhan petugas melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dirawat jalan dan rawat inap Puskesmas Krebet, sehingga didapatkankan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas yang berkualitas.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan II Kegiatan Nomor 1

- Agenda Tahapan III

Menentukan skala prioritas untuk ke-6 draf check list Pencegahan dan Pengendalian (PPI), diruangan yang sering terpapar infeksi nosokomial. Disini di dapat kan ruangan yang akan mendapatkan check list tersebut yaitu Rawat jalan terdiri dari loket, poli khusus, poli umum, poli gigi, mtbs, poli kia, apotek, laborat, sedangkan Rawat inap terdiri dari poned dan UGD kegiatan ini mengandung nilai akuntabilitas yaitu konsisten.

(49)

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan II I Kegiatan Nomor 1

4.1.2 Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI.

Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), mengandung nilai WoG yaitu koordinasi dan singkronisasi kegiatan, karena pada prakteknya untuk 6 check list tersebut tidak semuanya di gunakan untuk semua ruangan sesuai kebutuhan ruangan tersebut.

- Agenda Tahapan I

Membuat rancangan 6 check list monitoring pelaksanaan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang terdiri dari:

check list mencuci tangan, check list pengunaan APD, check list etika batuk, check list pembuanagn sampah medis, check list pencucian alat medis, check list penyuntikan aman. Pembuatan rancangan ini mengandung nilai akuntabilitas, dimana dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab .

(50)

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 2

- Agenda Tahapan II

Mencetak check list yang sesuai kebutuhan peruangan, dimana rawat jalan terdapat: ruangan pendaftaran, poli khusus, poli umum, poli gigi, poli gizi, poli mtbs, poli kia sedangkan rawat inap terdiri dari UGD dan PONED. Pencetakan checklist ini sesuai nilai komitmen mutu yaitu efektif, efisien, dan berorentasi mutu, tidak smua ruangan dicetakkan ke-6 check list tersebut.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 2

- Agenda Tahapan III

Mengumpulkan check list yang sudah dicetak sesuai kebutuhan tiap ruangan, tidak semua ruangan di rawat inap

(51)

dan dirawat jalan mendapatkan ke-6 check list tersebut.

Kegiatan ini mengandung nilai etika public yaitu cermat dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan tiap ruangan sesuai kejadian yang ditemui di ruangan tersebut.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I II Kegiatan Nomor 2

4.1.3 Pelaksanaankoordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

Pelaksanaan koordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak berdasarkan nilai WoG yaitu kerja sama dengan mentor dan kepala ruangan - Agenda Tahapan I

Meminta check list yang sudah dicetak untuk di setujui dan ditanda tangani oleh Mentor, kepala ruangan rawat jalan, dan kepala rawat inap berdasar nilai akuntabilitas yaitu bertangung jawab dan konsiten serta nilai Nasionalisme yaitu musyawarah dan mufakat.

(52)

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 3

- Agenda Tahapan II

Mengumpulkan check list yang sudah ditanda tangani sesuai kebutuahan tiap ruangan, kegiatan ini berdasar nilai akutabilitas yaitu tanggung jawab dan konsisten

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 3

- Agenda Tahapan III

Mendistribusikan check list yang sudah di tanda tangani sesuai kebutuhan tiap ruangan berdasarkan skala prioritas dengan berdasar nilai antikorupsi yaitu jujur dan adil

(53)

. Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I II Kegiatan Nomor 3

4.1.4 Pelaksanaan sosialisasi check list kepada petugas

Pelaksanaan sosialisasi check list kepada petugas sesuai dengan kedudukan dan peranan ASN sebagai pelayanan Publik.

- Agenda Tahapan I

Mensosialisasikan semua check list monitoring terhadap pelaksaan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) kepada semua petugas di Puskesmas Krebet berdasar nilai akuntabilitas yaitu tanggung jawab, kejelasan dalam pengisiannya dan konsisten sesuai yang ada.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 4

- Agenda Tahapan II

(54)

Menjelaskan tujuan dan manfaat pengisian check list ini adalah upaya pengurangan resiko infeksi nosokomial dan pencegahan penularan infeksi baik di rawat inap dan dirawat jalan, guna meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas Krebet. Hal ini berdasarkan nilai komitmen mutu, yang berorentasi mutu pelayanan di Puskesmas Krebet.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 4

- Agenda Tahapan III

Menjelaskan waktu pengisian check list adalah setiap hari setiap selesai melaksanaskan tindakan medis, diisi oleh petugas masing-masing ruangan yang berdasar nilai komitmen mutu yaitu efektif dan efisien.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I II Kegiatan Nomor 4

(55)
(56)

Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

Melakukan monitoring pengisian check list tiap hari, secara acak ruangan mana yang akan dimonitoring tanpa pemberitahuan sebelumnya berdasarkan manajemen ASN yaitu untuk mengukur kedisiplinan kepatuhan petugas melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Puskesmas Krebet, serta sesuai dengan WoG yaitu koordinasi dan singkronisasi kegiatan.

- Agenda Tahapan I

Menentukan jadwal mentoring, yang dilakukan setiap hari pada ruangan yang berbeda tiap harinya, dimulai dari loket, poli khusus, poli umum, poli gigi, poli gizi, mtbs, kia, apotek, dan laborat ini dilakukan berdasa nilai akuntabilitas yaitu kejelasan target waktu dan tempat.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 5

- Agenda Tahapan II

Melakukan monitoring pengisian chek list tiap hari, pada prakteknya untuk monitoring ini tidak bisa dilakukan pada setiap ruangan yang sama, tetapi dilakukan setiap hari bergantian dari ruangan yang satu keruangan yang lain. Kegiataan ini dilakukan

(57)

dengan menjunjung nilai komitmen mutu yaitu berorentasi mutu, sehingga meningkatkan kepatuhan untuk melakukan PPI di Puskesmas.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 5

- Agenda Tahapan III

Mencatat hasil monitoring yang sudah dilakukan di tiap ruangan setiap kali melakukan kegiatan monitoring. Kegiatan ini dilakukan deengan menjunjung nilai anti korupsi yaitu jujur sesuai keadaan yang sebenarnya pada waktu monitoring dan adil tidak membeda- bedakan penilaian monitoring di tiap-tiap ruangan.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I II Kegiatan Nomor 5

(58)

4.1.5 Pelaksanaan evaluasi pengisian check list terhadap petugas Pelaksaaan evaluasi pengisian check list terhadap petugas dilakukan seminggu sekali di semua ruangan puskesmas Krebet, dengan mengedepankan managemen ASN yaitu disiplin dan WoG yaitu koordinasi tiap ruangan untuk deadline evalusi setiap hari Senin.

- Agenda Tahapan I

Menyelesaikan laporan hasil kegiatan sebagai evaluasi yang dilakukan setiap hari sabtu sesuai akuntabilitas secara bertanggung jawab dan jujur dalam pengisian laporan evaluasi tersebut.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 6

(59)

- Agenda Tahapan II

Menyampaikan laporan kegiatan evaluasi dari pengisian check list PPI yang mengandung nilai Nasionalisme yaitu bersikap netral dan tidak membeda-bedakan hasil tiap ruangan meskipun itu ruangan penulis sendiri.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 6

(60)

- Agenda Tahapan III

Menyusun rencana tindak lanjut dari evaluasi dan analisis penyebab masalah hasil monitoring, kegiatan ini dilakukan berdasar nilai komitmen mutu yaitu berorentasi mutu, sehingga kedepannya didapatkan hasil dari monitoring kepatuhan petugas dalam PPI menjadi lebih baik lagi.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I I Kegiatan Nomor 6

(61)

4.1.6 Penyusunan laporan akhir aktualisasi

Penyusunan laporan akhir aktualisasi ini menjujung nilai WoG yaitu singkronisasi dari perencanaan, pelaksaan dan evaluasi kegiatan.

- Agenda Tahapan I

Mengumpulkan bukti-bukti laporan hasil kegiatan yang menjujung nilai akuntabilitas yaitu jujur, disiplin, dan tanggung jawab.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan I Kegiatan Nomor 7

- Agenda Tahapan II

(62)

Konsultasi dengan mentor untuk hasil kegiatan dengan menjunjung nilai etika publik yaitu menjunjung etika luhur kepada atasan.

(63)

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan II Kegiatan Nomor 7

- Agenda Tahapan III

Menyusun dan mencetak laporan sebagai acuan berikutnya, sehingga kepatuhan petugas tidak hanya saat ini akan tetapi untuk selanjutnya kegiatan ini akan melibatkan tim PPI dari Puskesmas Krebet yang mengandung nilai Komitimen mutu: efektivitas, efisien dan inovasi sehingga berkurangnya infeksi di lingkungan Puskesmas Krebet.

Foto Pelaksanaa Agenda Tahapan III Kegiatan Nomor 7

(64)

4.2. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Tabel 4.2.1. Matrik Pelaksanaan Aktualisasi dan Kedudukan Peran CPNS N

O KEGIATAN TEMPAT STAKEHOLDER WAKTU

PELAKSANAAN PELAKSANAAN OUTPUT

(LAMPIRAN)

1 2 3 4 5 6 7

1 Penyampaian ide atau gagasan kepada kepala ruang dan mentor tentang check list Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas (Mentor), dan Kepala Ruang

31 September s/d 1 Oktober 2019

1. Menyampaikan draf check list PPI

2. Mendiskusikan 6 draft check list PPI

3. Menentukan skala prioritas check list

Foto kegiatan konsultasi dengan mentor dan kepala ruang (terlampir) 2 Penyusunan 6 check

list sebagai bentuk monitoring dari

pelaksanaan SOP PPI.

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas

(Mentor), Kepala

Ruang, dan

Ketua PPI

2 Oktober 2019 1. Membuat rancangan 6 check list monitoring pelaksanaan SOP PPI: check list cuci tangan , check list pengunaan APD, check list etika batuk, check list pembuangan sampah medis, check list pencucian alat medis dan check list penyuntikan 2. Mencetak check list yang sesuai 3. Mengumpulkan check list yang

sudah dicetak sesuai kebutuhan ruangan

Foto

penyusunan check list (terlampir)

3 Pelaksanaankoordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas (Mentor), dan Kepala Ruang

3 Oktober 2019 1. Meminta check list yang sudah dicetak untuk di setujui dan ditandatangani mentor dan kepala ruangan

2. Mengumpulkan check list yang sudah ditandatangani

Foto koordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala ruangan hasil ceck list yang

(65)

3. Mendistribusikan check list sudah tercetak (terlampir) 4 Pelaksanaan sosialisasi

check list kepada petugas

Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas (Mentor), Kepala Ruang dan Ketua PPI

4 Oktober 2019 1. Mensosialisasikan check list monitoring terha

dap pelaksaan SOP PPI

2. Menjelaskan tujuan dan manfaat pengisian check list

3. Menjelaskan waktu pengisian check list

Foto

dokumentasi terlampir

5 Pelaksanaan atau penerapan kegiatan.

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala ruangan dan petugas

5 s/d 21 Oktober 2019 1. Menentukan jadwal monitoring 2. Melakukan monitoring pengisian

check list setiap hari 3. Mencatat hasil monitoring

Foto

dokumentasi dan dokumen monitoring terlampir 6 Pelaksanaan evaluasi

pengisian check list terhadap petugas

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas (Mentor), Kepala Ruang dan Ketua PPI

14 Oktober 2019 21 Oktober 2019

1. Menyelesaikan laporan hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi 2. Menyampaikan laporan dari

kegiatan yang di evaluasi

3. Menyusun rencana tindak lanjut evaluas

Foto

dokumentasi dan dokumen monitoring terlampir 7 Penyusunan laporan

akhir aktualisasi

Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun

Penulis, Kepala Puskesmas (Mentor)

21 s/d 28 Oktober 2019

1. Mengumpulkan bukti – bukti laporan hasil kegiatan

2. Konsultasi dengan mentor 3. Menyusun dan mencetak

Laporan

Foto

dokumentasi dan dokumen terlampir

(66)

Tabel 4.2.2. Matrik Analisa Teknik Aktualisasi, Hambatan, dan Manfaat N

O

KEGIATAN URIAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN NILAI DASAR ASN

HAMBATAN MANFAAT

1 2 3 4 5

1 Penyampaian ide atau gagasan

kepada kepala ruang dan mentor tentang check list

Pencegahan dan Pengendaliian Infeksi

Tahapan pertama menyampaikan draf check list Pencegahan dan Pengendalian infeksi sesuai Pedoman di Puskesmas kepada kepala ruang rawat jalan dan kepala ruang rawat inap serta metor,dilakukan dengan menjujunjung nilai etika public yaitu hormat, sopan, menghargai komunikasi agar mengurangi terjadinya infeksi nosocomial di Puskesmas

Tahapan kedua mendiskusikan draf check list PPI yang menjadi skala prioritas terdahulu agar permasalahan dan gagasan pemecahan isu segera teratasi. Kegiatan ini mengandung nilai Komitmen Mutu jika ditinjau dari aspek bagaimana penulis mampu mencari gagasan pemecahan masalah

Tahapan ketiga menentukan skala prioritas untuk ke-6 draf check list Pencegahan dan Pengendalian (PPI), diruangan yang sering terpapar infeksi nosokomial. Disini di dapat kan

Tidak ada hambatan yang berarti dalam

penyampaian ide

namun saat koordinasi dilakukan banyaknya SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi sehingga perlunya dilakukan skala prioritas.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah

terciptanya komunikasi yang baik antara penulis,mentor dan kepala ruangan.

(67)

N O

KEGIATAN URIAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN NILAI DASAR ASN

HAMBATAN MANFAAT

1 2 3 4 5

ruangan yang akan mendapatkan check list tersebut yaitu Rawat jalan terdiri dari loket, poli khusus, poli umum, poli gigi, mtbs, poli kia, apotek, laborat, sedangkan Rawat inap terdiri dari poned dan UGD kegiatan ini mengandung nilai akuntabilitas yaitu konsisten

2 Penyusunan 6 check list sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan SOP PPI

Tahapan pertama membuat rancangan 6 check list monitoring pelaksanaan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang terdiri dari:

check list mencuci tangan, check list pengunaan APD, check list etika batuk, check list pembuanagn sampah medis, check list pencucian alat medis, check list penyuntikan aman. Pembuatan rancangan ini mengandung nilai akuntabilitas, dimana dilakukan dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab.

Tahapan kedua mencetak check list yang sesuai kebutuhan peruangan, dimana rawat jalan terdapat: ruangan pendaftaran, poli khusus, poli

Pada dasarnya tidak ditemukan hambatan berarti dalam kegiatan ini karena pada tahap sebelumnya sudah dilakukan skala prioritas check list yang akan

dibuat dan

menyesuaikan

kebutuhan ruangan masing-masing

Manfaat yang diperoleh yaitu terbentuknya

instrument untuk mengukur kepatuhan petugas dalam PPI

(68)

N O

KEGIATAN URIAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN NILAI DASAR ASN

HAMBATAN MANFAAT

1 2 3 4 5

umum, poli gigi, poli gizi, poli mtbs, poli kia sedangkan rawat inap terdiri dari UGD dan PONED. Pencetakan checklist ini sesuai nilai komitmen mutu yaitu efektif, efisien, dan berorentasi mutu, tidak smua ruangan dicetakkan ke-6 check list tersebut.

Tahap ketiga Mengumpulkan check list yang sudah dicetak sesuai kebutuhan tiap ruangan, tidak semua ruangan di rawat inap dan dirawat jalan mendapatkan ke-6 check list tersebut. Kegiatan ini mengandung nilai etika public yaitu cermat dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan tiap ruangan sesuai kejadian yang ditemui di ruangan tersebut.

3 Pelaksanaan koordinasi dan konsultasi kepada mentor dan kepala

Tahap pertama meminta check list yang sudah dicetak untuk di setujui dan ditanda tangani oleh Mentor, kepala ruangan berdasar nilai akuntabilitas yaitu bertangung jawab dan konsiten

Tidak ditemukan

hambatan yang berarti karena sebelum tahap ini sudah di lakukan

Manfaat yang diperoleh yaitu terbentuknya instrument yang sudah disahkan untuk mengukur

(69)

N O

KEGIATAN URIAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN NILAI DASAR ASN

HAMBATAN MANFAAT

1 2 3 4 5

ruangan hasil ceck list yang sudah tercetak

serta nilai Nasionalisme yaitu musyawarah dan mufakat.

Tahap kedua mengumpulkan check list yang sudah ditanda tangani sesuai kebutuahan tiap ruangan, kegiatan ini berdasar nilai akutabilitas yaitu tanggung jawab dan konsisten

Tahap ketiga mendistribusikan check list yang sudah di tanda tangani sesuai kebutuhan tiap ruangan berdasarkan skala prioritas dengan berdasar nilai antikorupsi yaitu jujur dan adil.

koordinasi dengan mentor dan kepala ruangan.

kepatuhan petugas dalam PPI

4 Pelaksanaan

sosialisasi check list kepada petugas

Tahap pertama Mensosialisasikan semua check list monitoring terhadap pelaksaan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) kepada semua petugas di Puskesmas Krebet berdasar nilai akuntabilitas yaitu tanggung jawab, kejelasan dalam pengisiannya dan konsisten sesuai yang ada.

Tahap kedua menjelaskan tujuan dan manfaat pengisian check list,

Gambar

Tabel   2.1.   Tabel   Luas   Di   Wilayah   Kerja   UPT   Puskesmas   Krebet Kecamatan Pilangkenceng Tahun 2016
Tabel 2.2: Tabel Jumlah Penduduk Menurut Desa Di Wilayah UPT Puskesmas Krebet Tahun 2016
Tabel 3.1. Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL
Tabel 3.2. Penentuan Isu Masalah dengan Menggunakan  Metode USG
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan aktualisasi ini merupakan pedoman untuk mengimplementasikan nilai- nilai dasar profesi PNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan

Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang tergabung dalam ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) ini bertujuan untuk

Setelah melaksanakan proses aktualisasi dan habituasi, penulis dapat menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti

Ruang lingkup kegiatan ini meliputi aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu,

Pada pelatihan dasar CPNS bagi dosen juga ditanamkan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi). Dosen sebagai unsur

Penyusunan rancangan aktualisasi yaitu memasukkan nilai-nilai ASN (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi) dan peran kedudukan PNS

Diharapkan dengan dilakukannya Latihan Dasar (Latsar) CPNS, seorang ASN dapat mengamalkan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,

Deskripsi Singkat : Mata Pelatihan ini memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar Agenda 2 Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Antikorupsi dan inovasi dalam