• Tidak ada hasil yang ditemukan

putusan untuk judul 3 putusan 36 g 2023 ptun.bjm 20240811151846

N/A
N/A
admin bpa

Academic year: 2024

Membagikan "putusan untuk judul 3 putusan 36 g 2023 ptun.bjm 20240811151846"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

PUTUSAN

Nomor 36/G/2023/PTUN.BJM

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANJARMASIN

memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara tata usaha negara dalam tingkat pertama dengan acara biasa yang diselenggarakan secara elektronik melalui Sistem Informasi Pengadilan sebagai berikut dalam perkara:

1. EVA HAYATI, Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di Jalan Seledri No.69 RT.001 RW.005, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan., Pekerjaan Wiraswasta, Domisili elektronik: [email protected];

Penggugat 1;

2. RUDI ANTONI, Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di Jalan Seledri No.69 RT.001 RW.005, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan., Pekerjaan Wiraswasta, Domisili elektronik: [email protected];

Penggugat 2;

3. RUSDI, Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di Tampo Jorong Patar, Desa Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat., Pekerjaan Pensiunan, Domisili elektronik:

[email protected];

Penggugat 3;

4. RINA NURSANTI, Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di Villa Gardena III Blok A-21 RT.047 RW.011, Desa Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan., Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, Domisili elektronik: [email protected];

Penggugat 4;

5. DARMAWIL SYAFWAR, Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di Villa Gardena III Blok A-21 RT.047 RW.011, Desa Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan., Pekerjaan Karyawan Swasta, Domisili elektronik: [email protected];

Penggugat 5;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

6. ARRAHMAN OKTAVIANDA Warga Negara Indonesia, Tempat Tinggal di APT CER TWR BIMA A Lt.17 No.028 RT.008 RW.013, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta., Pekerjaan Karyawan Swasta, Domisili elektronik:

[email protected] Penggugat 6;

Dalam hal ini diwakili oleh kuasanya: Jesvandy Silaban, S.H., dan kawan- kawan kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Calon Advokat dari Law Firm Pasaribu Silaban & Partners, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Km.15.800, Jalan Karang Anyar, Perumahan Greend Duta Nomor 33A, RT.25, RW.09, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, domisili elektronik:

[email protected], berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor:

290/LF-PAS/SKK/X/2023, tanggal 6 Oktober 2023;

Para Penggugat;

L A W A N :

I. KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TANAH LAUT, tempat kedudukan di Jalan A. Syairani Kompleks Perkantoran Gagas, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan., dalam hal ini diwakili oleh kuasanya Muhammad Helmy Fauzie, S.SiT.; NIP. 19750910 199403 1 001, Jabatan Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, dan kawan-kawan, berkewarganegaraan Indonesia, pekerjaan PNS dan PPNPN pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut, yang beralamat Kantor di Jalan A.

Syairani Kompleks Perkantoran Gagas, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, domisili elektronik : [email protected], berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 2059/Sku-600.13-63.01/XI/2023 tertanggal 13 November 2023;

Tergugat;

II. PT.SARANASUBUR AGRINDOTAMA, yang berdiri berdasarkan Akta Notaris Ny.Hartati Marsono,S.H. Nomor : 10, tanggal 26 Juli 1989, Hal: Perseroan Terbatas “PT.Saranasubur Agrindotama” berkedudukan di Jakarta dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : C2.8087.HT.01.01-Th’93, tanggal 1 September 1993 dalam hal ini

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

berdasarkan Akta Notaris /PPAT Riyad,S.H.,M.H., Sp.N Nomor : 91, tanggal 25 November 2021 tentang Pernyataan Keputusan Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham “PT.SARANASUBUR AGRINDOTAMA”, diwakili oleh Lukman Nul Hakim, kewarganegaraan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Hikmah Banua, Komplek Sejahtera, RT.004, RW.001, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, pekerjaan Direktur Utama PT.Saranasubur Agrindotama, domisili elektronik: [email protected];

Dalam hal ini diwakili oleh kuasa M.Kharisma P. Harahap, S.H., M.H., dan kawan-kawan, kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat pada M&H Law Office yang beralamat di Jalan Kapten Piere Tendean, Komplek P&K, No.6, RT.16, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, domisili elektronik:

[email protected], berdasarkan Surat Kuasa tanggal 27 November 2023;

Tergugat II Intervensi

Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin tersebut;

Telah membaca:

1. Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN-DIS/2023/PTUN.BJM, tanggal 6 November 2023, tentang lolos dismissal;

2. Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN-MH/2023/PTUN.BJM, tanggal 06 November 2023, tentang Susunan Majelis Hakim;

3. Surat Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN- PPJS/2023/PTUN.BJM, tanggal 06 November 2023, tentang Penunjukan Panitera Pengganti dan Juru Sita Pengganti;

4. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN-PP/2023/PTUN.BJM, tanggal 6 November 2023, tentang Penetapan Hari Pemeriksaan Persiapan;

5. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN-HS/2023/PTUN.BJM, tanggal 28 November 2023 tentang Penetapan Hari Sidang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

6. Surat Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN- PPJS/2023/PTUN.BJM, tanggal 12 Desember 2023, tentang Penunjukan Kembali Panitera Pengganti;

7. Penetapan Nomor 36/G/2023/PTUN.BJM tanggal 12 Desember 2023 yang menetapkan Pemohon Intervensi, yaitu Pemohon Intervensi atas nama PT.Saranasubur Agrindotama sebagai Tergugat II Intervensi;

8. Surat Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN- PPJS/2023/PTUN.BJM, tanggal 14 Desember 2023, tentang Penunjukan Kembali Panitera Pengganti;

9. Surat Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN- PPJS/2023/PTUN.BJM, tanggal 25 Januari 2024, tentang Penunjukan Kembali Panitera Pengganti;

10. Surat Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin Nomor 36/PEN- PPJS/2023/PTUN.BJM, tanggal 30 Januari 2024, tentang Penunjukan Kembali Panitera Pengganti;

11. Berkas perkara dan mendengar keterangan para pihak yang berperkara di persidangan;

DUDUK PERKARA

Para Penggugat telah mengajukan gugatan tanggal 03 November 2023 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin pada tanggal 6 November 2023, dengan Register Perkara Nomor 36/G/2023/PTUN.BJM, dan telah diperbaiki tanggal 28 November 2023,Para Penggugat mengemukakan pada pokoknya:

I. Objek Sengketa :

Adapun objek sengketa dalam perkara ini adalah Sertipikat Hak Guna Usaha Nomor : 00175/Desa Ambawang (sebagian termasuk juga Desa Batalang, dan Desa Jilatan), Penerbitan Sertipikat tanggal 31 Maret 1995, Gambar Situasi Nomor : 928/P&PT/1995, tanggal 21 Maret 1995, Luas 110 Ha, Atas Nama PT.

Sarana Subur Agrindotama, selanjutnya disebut sebagai objek sengketa;

II. Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin :

1. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 9 dan 10 Undang - Undang No. 51 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara :

Angka 9 berbunyi : ”Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata”;

Angka 10 berbunyi : ”Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”;

2. Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yaitu Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata, sehingga Para Penggugat selaku pemilik yang sah atas bidang tanah tersebut merasa sangat dirugikan dengan terbitnya Objek Sengketa;

3. Objek sengketa adalah suatu penetapan tertulis yang diterbitkan dalam hal ini dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut yang bersifat konkrit, individual dan final, sehingga menimbulkan akibat hukum bagi Para Penggugat a quo :

a. Bersifat Konkrit, objek sengketa yang diputuskan tersebut tidak bersifat abstrak, tetapi berwujud, tertentu atau dapat ditentukan dengan kata lain wujud dari objek sengketa itu dapat dilihat secara kasat mata.

b. Bersifat Individual, objek sengketa tersebut tidak ditujukan untuk umum tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju.

c. Bersifat Final, objek sengketa yang dikeluarkan tersebut itu sudah definitif, tidak perlu lagi memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain karenanya keputusan ini dapat menimbulkan akibat hukum terhadap Penggugat.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

4. Bahwa perluasan kriteria Keputusan Tata Usaha Negara diatur dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang berbunyi :”Dengan berlakunya Undang-Undang ini, Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 harus dimaknai sebagai:

a. Penetapan tertulis yang juga mencakup tindakan faktual;

b. Keputusan Badan dan/atau Pejabat Tata Usaha Negara di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, dan penyelenggara Negara lainnya;

c. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan AUPB;

d. Bersifat final dalam arti lebih luas;

e. Keputusan yang berpotensi menimbulkan akibat hukum; dan/atau f. Keputusan yang berlaku bagi Warga Masyarakat;

5. Bahwa berdasarkan pada peraturan hukum di atas, maka objek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang bersifat konkret, individual dan final, yang menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat, sehingga dapat digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara, hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 47 Undang- undang No.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyebutkan ”Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara”;

6. Bahwa Sertipikat Hak Milik Penggugat 1, 3, 4, 5, dan 6 tidak tumpang tindih dengan Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah milik Penggugat 1, 2, 3, 5 dan 6 yang berada di dalam objek sengketa;

7. Bahwa oleh karena Tergugat adalah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan objek sengketa berupa Sertipikat Hak Guna Usaha yang digugat oleh Para Penggugat, maka yang berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara a quo adalah Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin;

III. Tenggang Waktu Gugatan Dan Upaya Administratif :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

1. Bahwa berdasarkan Pasal 75 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan :

Ayat 1 Berbunyi : Warga Masyarakat yang dirugikan terhadap keputusan dan atau Tindakan dapat mengajukan upaya administratif kepada pejabat pemerintahan atau atasan pejabat yang menetapkan dan atau melakukan keputusan dan atau Tindakan.

Ayat 2 Berbunyi : Upaya administratif sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas:

a. Keberatan dan b. Banding

Dan berdasarkan Pasal 48 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administrasi;

Dengan demikian berdasarkan peraturan perundang-undangan diatas dihubungkan dengan objek sengketa, Para Penggugat telah mengajukan upaya administrasi kepada Tergugat sebagai berikut :

1.1 Objek sengketa diterbitkan Tergugat tanggal 31 Maret 1995;

1.2 Bahwa pada hari selasa tanggal 25 Juli 2023 tercatat dan terdaftar agenda persidangan di Pengadilan Negeri Pelaihari perkara Nomor : 51/Pdt.G/2023/PN Pli dengan agenda persidangan pembuktian dari pihak Para Penggugat dan Tergugat, yang mana pihak Tergugat adalah atas nama PT. Sarana Subur Agrindotama (PT.SSA) dan Para Penggugat atas nama Eva Hayati, Rudi Antoni, Rusdi, Rina Nursanti, Darmawil Syafwar dan Arrahman Oktavianda / klien kami, dalam tahapan pembuktian surat dari Tergugat atas nama PT. Sarana Subur Agrindotama (PT.SSA) mengajukan bukti surat yakni objek sengketa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

1.3 Bahwa setelah Para Penggugat mengetahui objek sengketa pada hari selasa tanggal 25 Juli 2023, Para Penggugat melalui kuasa hukumnya mengajukan Upaya Administrasi kepada Tergugat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yaitu dengan mengirimkan Surat Keberatan tanggal 09 Oktober 2023 dengan surat Nomor : 295/LF-PAS/KP/X/2023 kepada Tergugat atas objek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat;

1.4 Bahwa atas surat keberatan yang diajukan kuasa hukum Para Penggugat kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut/ Tergugat sampai Para Penggugat mendaftarkan gugatan secara elektronik di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin dan atau sampai sekarang belum ada balasan atau tanggapan atas surat keberatan tersebut;

1.5 Bahwa kemudian Para Penggugat tidak ada melakukan Upaya administratif banding;

1.6 Bahwa setelah Para Penggugat menempuh Upaya Administrasi dan tidak ada Penyelesaian atas Upaya Administrasi tersebut, maka telah terbuka bagi Para Penggugat untuk mengajukan gugatan yang kemudian Para Penggugat mendaftarkan Gugatan Ke Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin tanggal 03 November 2023;

2. Bahwa oleh karena itu gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yang berbunyi “Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara” jo Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 5 ayat (1) yang berbunyi

Tenggang waktu pengajuan gugatan di pengadilan dihitung 90 (Sembilan puluh) hari sejak keputusan atas upaya administratif diterima oleh warga masyarakat atau diumumkan oleh Badan dan/atau Pejabat Administrasi pemerintahan yang menangani penyelesaian upaya administratif”, dengan demikian jika dihitung tenggang waktu untuk pengajuan gugatan sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

2.1 Para Penggugat mengetahui objek sengketa pada tanggal 25 Juli 2023 dan kemudian setelah berjalan selama 76 (tujuh puluh enam hari) hari objek sengketa diketahui oleh Para Penggugat, kemudian pada tanggal 09 Oktober 2023 Para Penggugat mengajukan upaya administratif keberatan kepada Tergugat;

2.2 Bahwa kemudian terhitung tanggal 09 Oktober 2023 Tergugat tidak menggunakan haknya untuk menanggapi surat keberatan Para Penggugat sebagaimana yang telah ditentukan yaitu selama 10 (sepuluh) hari kerja yaitu terakhir pada tanggal 23 Oktober 2023 2.3 Bahwa oleh karena tidak ada tanggapan dan penyelesaian dari

Tergugat, maka Para Penggugat tidak mengajukan banding dan langsung mengajukan dan mendaftarkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin pada tanggal 03 November 2023;

Sehingga tenggang waktu untuk mengajukan gugatan masih tersisa waktu selama 3 (tiga) hari, maka gugatan a quo masih dalam tenggang waktu yang telah ditentukan;

IV. Kepentingan Para Penggugat Yang Dirugikan :

1. Bahwa berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan : “Orang atau badan Hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan atau direhabilitasi”;

2. Bahwa berdasarkan pasal tersebut, Para Penggugat merasa dirugikan oleh karena tiba-tiba Tergugat menerbitkan objek sengketa diatas tanah hak milik Para Penggugat yang terletak di Desa Jilatan (Sei Swaragan), Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan bukti kepemilikan tanah yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut / Tergugat berupa :

2.1 Penggugat 1 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05101/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.18/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 15.382 M2, atas nama Eva Hayati Binti Abdul Gofar;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

2.2 Penggugat 1 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/1/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Eva Hayati, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.600 M2;

Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Kaplingan Masyarakat Sebelah Selatan : Tanah Rina Nursanti Sebelah Barat : Tanah Rudi Antoni

2.3 Penggugat 2 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/17/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Rudi Antoni, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.500 M2; Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Eva Hayati Sebelah Selatan : Tanah Rusdi

Sebelah Barat : Tanah Dharmawil Syafwar

2.4 Penggugat 3 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05104/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.21/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 19.898 M2, atas nama Rusdi Bin Muhammad Yunus;

2.5 Penggugat 3 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/15/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Rusdi, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.900 M2; Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Dharmawil Syafwar Sebelah Selatan : Sei. Swarangan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

Sebelah Barat : Tanah Arrahman Oktavianda.

2.6 Penggugat 4 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05102/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.20/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 16.049 M2, atas nama Rina Nursanti Binti Rusdi Yunus;

2.7 Penggugat 5 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05103/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.19/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 18.236 M2, atas nama Darmawil Syafwar Bin Syafwar Nurdin;

2.8 Penggugat 5 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/16/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Dharmawil Syafwar, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 21.100 M2;

Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Rudi Antoni Sebelah Selatan : Tanah Eva Hayati Sebelah Barat : Tanah Rusdi.

2.9 Penggugat 6 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05094/Desa Jilatan, tanggal 21 Februari 2013, Surat Ukur No.09/Jilatan/2013 tanggal 13 Februari 2013, Luas 15.592 M2, atas nama Arrahman Oktavianda Bin Mursida;

2.10 Penggugat 6 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/14/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Arrahman Oktavianda, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 23.700 M2;

Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Rusdi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

Sebelah Selatan : Kaplingan Masyarakat Sebelah Barat : Kaplingan Masyarakat

3. Bahwa Para Penggugat dirugikan karena berdasarkan hasil pemeriksaan setempat (PS) dalam Perkara Nomor : 51/Pdt.G/2023/PN. Pli yakni pihak Tergugat atas nama PT. Sara Subur Agrindotama selaku atas nama objek sengketa mengklaim dan menunjuk di atas objek tanah yang sama, padahal secara formil dan administratif wilayah tanah PT. Sara Subur Agrindotama berada di wilayah Kecamatan Jorong, sehingga berbeda wilayah dengan tanah hak milik Para Penggugat yang secara nyata berdasarkan hasil pemeriksaan setempat (PS) berada di Kecamatan Batu Ampar bukan di Kecamatan Jorong, serta Para Penggugat tidak bisa membangun pabrik kelapa sawit di atas tanah objek sengketa;

4. Bahwa Para Penggugat dirugikan karena Para Penggugat tidak dapat memanfaatkan, mengelola dan menguasai atas tanah yang menjadi objek sengketa, sehingga Para Penggugat merasa kepentingan dirugikan sejak pada persidangan pada tahapan pembuktian dari PT. Sarana Subur Agrindotama di Pengadilan Negeri Pelaihari;

V. Posita / Alasan Gugatan :

Adapun kronologis, dasar dan alasan-alasan hukum gugatan Para Penggugat adalah sebagai berikut :

1. Bahwa Para Penggugat adalah pemilik sah secara hukum tanah yang terletak di Desa Jilatan (Sei Swarangan), Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan / batas alam atas tanah objek sengketa sampai dengan sekarang masih ada yakni (Sei Swarangan), berdasarkan bukti kepemilikan tanah yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Tanah Laut / Tergugat berupa :

1.1 Penggugat 1 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05101/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.18/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 15.382 M2, atas nama Eva Hayati Binti Abdul Gofar;

1.2 Penggugat 1 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/1/KDJ-III/2012 tertanggal 16

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

Maret 2012, atas nama Eva Hayati, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.600 M2; Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Kaplingan Masyarakat Sebelah Selatan : Tanah Rina Nursanti Sebelah Barat : Tanah Rudi Antoni

1.3 Penggugat 2 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/17/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Rudi Antoni, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.500 M2; Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Eva Hayati Sebelah Selatan : Tanah Rusdi

Sebelah Barat : Tanah Dharmawil Syafwar

1.4 Penggugat 3 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05104/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.21/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 19.898 M2, atas nama Rusdi Bin Muhammad Yunus;

1.5 Penggugat 3 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/15/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Rusdi, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 20.900 M2; Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Dharmawil Syafwar Sebelah Selatan : Sei. Swarangan

Sebelah Barat : Tanah Arrahman Oktavianda.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

1.6 Penggugat 4 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05102/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.20/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 16.049 M2, atas nama Rina Nursanti Binti Rusdi Yunus;

1.7 Penggugat 5 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05103/Desa Jilatan, tanggal 29 Januari 2014, Surat Ukur No.19/Jilatan/2013 tanggal 28 Oktober 2013, Luas 18.236 M2, atas nama Darmawil Syafwar Bin Syafwar Nurdin;

1.8 Penggugat 5 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/16/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Dharmawil Syafwar, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 21.100 M2;

Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Rudi Antoni Sebelah Selatan : Tanah Eva Hayati Sebelah Barat : Tanah Rusdi.

1.9 Penggugat 6 memiliki Sertipikat Hak Milik Nomor 05094/Desa Jilatan, tanggal 21 Februari 2013, Surat Ukur No.09/Jilatan/2013 tanggal 13 Februari 2013, Luas 15.592 M2, atas nama Arrahman Oktavianda Bin Mursida;

1.10 Penggugat 6 memiliki Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah dengan nomor register : 590/14/KDJ-III/2012 tertanggal 16 Maret 2012, atas nama Arrahman Oktavianda, terletak di Jalan Sei Swarangan, RT/RW 05/02, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 23.700 M2;

Dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Kaplingan Masyarakat Sebelah Timur : Tanah Rusdi

Sebelah Selatan : Kaplingan Masyarakat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

Sebelah Barat : Kaplingan Masyarakat

2. Bahwa berdasarkan Surat Keterangan yang diterbitkan oleh Kepala Desa Jilatan Nomor : 500/162/KDJ-XII/2012 tanggal 28 Desember 2012 dan keterangan ARBADIANSYAH dan ANANG HILIMI, riwayat perolehan tanah hak milik Para Penggugat berasal dari ganti rugi / pembelian dari masyarakat Desa Jilatan, yang mana penguasaan masyarakat Desa Jilatan sejak tahun 1960;

3. Bahwa sejak pengelolaan dan penguasaan tanah objek sengketa sejak tahun 1960 oleh pemilik pendahulunya sesuai keterangan ANANG HILMI dan kemudian dilanjutkan pengelolaan dan penguasaannya serta kepemilikannya pada tahun 2012 oleh Para Penggugat atas tanah sebagaimana dimaksud dalam posita nomor 1 (satu) diatas, yang mana lokasi tanah dimaksud akan dibangun pabrik kelapa sawit oleh Penggugat 2, dan Penggugat 2 telah mendapatkan Rekomendasi Izin Lokasi Nomor 590/11/Tapem 2013 yang diterbitkan oleh bupati tanah laut pada tanggal 22 Juli 2013;

4. Bahwa Penggugat 2 adalah direktur PT. Topaz Borneo Utama, yang akan membangun pabrik kelapa sawit diatas tanah objek sengketa;

5. Bahwa berdasarkan surat Tata Ruang surat Nomor : 050.13/878/bappeda tanggal 21 Mei 2013 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut Selaku Ketua Tim BKPRD atas nama Drs.H.Abdullah,MM, sebelum Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut menerbitkan Sertipikat Hak Milik atas nama Penggugat 1, 3, 4, 5 dan 6 terlebih dahulu telah dilakukan peninjauan lapangan oleh pihak Bupati Tanah Laut, Wakil Bupati Tanah Laut, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tanah Laut dan Camat Batu Ampar dengan pelaksanaan :

5.1 Melakukan overlay titik koordinat lokasi tanah seluas 20,96 Ha yang dimohonkan izin oleh Penggugat 2 dengan peta titik koordinat lampiran Perda Kabupaten Tanah Laut Nomor 13 Tahun 1993 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten Daerah Tingkat II Tanah Laut yang hasilnya menyatakan lokasi tanah hak milik Para Penggugat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

berada pada Kawasan Budidaya Pertanian Tanaman Tahunan (KBPTT);

5.2 Melakukan overlay lagi dengan titik koordinat Raperda RT RW Kabupaten Tanah Laut Tahun 2013-2033 yang hasilnya menyatakan lokasi tanah hak milik Para Penggugat berada pada Kawasan Lahan Kering (Lk) ± 20,96 Ha;

5.3 Sedangkan overlay dengan titik koordinat pada peta lampiran Keputusan Menteri Kehutanan No.SK 35/Menhut-II/2009 menyatakan lokasi tanah hak milik Para Penggugat berada pada Kawasan Area Penggunaan Lain (APL) serta berdasarkan hasil peninjauan lokasi pada tanggal 10 April 2013 hasilnya menyatakan diatas tanah seluas 20,96 Ha yang dimohonkan oleh Penggugat 2 terindikasi dengan overlapping dengan ijin Usaha Pertambangan CV. Rizky Dwi Utama, CV. Keluarga Sejahtera dan PT. Basmo Indo Mandiri

Dari hasil dari pengecekan dimaksud tidak ada overlapping dengan objek sengketa yakni sertipikat hak guna usaha atas nama PT. Sarana Subur Agrindotama;

6. Bahwa berdasarkan Surat Nomor : 590/11/Tapem/2013, tanggal 22 Juli 2013 (sebelum sertipikat hak milik Para Penggugat diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut) yang ditandatangani oleh Plh Bupati Tanah Laut atas nama Drs.H.Abdullah,MM, atas bidang tanah hak milik Para Penggugat, Bupati Tanah Laut telah memberikan Rekomendasi Ijin Lokasi Nomor : 590/11/Tapem/2013, tanggal 22 Juli 2013 untuk pembangunan pabrik kelapa sawit berdasarkan hasil Keterangan Tata Ruang untuk Rencana Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit atas nama PT.

Topaz Borneo Utama milik dari Penggugat 2, titik koordinat lokasi tanah termuat dalam surat Tata Ruang surat Nomor : 050.13/878/bappeda tanggal 21 Mei 2013, hal mana sebelum diberikan izin kepada PT. Topaz Borneo Utama terlebih dahulu adanya rujukan atau dasar yakni :

a. Rekomendasi Kepala Desa Jilatan Nomor : 500/139/KDJ-XI/2012 tanggal 13 Nopember 2012;

b. Rekomendasi Camat Batu Ampar Nomor : 540/10/BA/XI/2012 tanggal 19 Nopember 2012; dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

c. Berita Acara Survey Lapangan Nomor : 650/16/Pokja/DPU/2013 tanggal 10 April 2013;

Hal mana proses penerbitan izin lokasi pembangunan pabrik milik Penggugat 2 dimaksud juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tanah Laut/Tergugat, mengingat dalam hal tugas, kewenangan dari Kepala Kantor Pertanahan juga temasuk mengenai tata ruang, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 4 dan Pasal 5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ATR;

7. Bahwa setelah melalui proses sebagaimana dimkasud dalam posita nomor 5 dan posita 6 diatas barulah Tergugat menerbitkan Sertipikat Hak Milik atas nama Penggugat 1, 3, 4, 5 dan 6, yang kemudian Para Penggugat juga telah melakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan atas tanah hak milik Para Penggugat, dimana Pajak Bumi dan Bangunan dikenakan terhadap objek pajak berupa tanah dan atau bangunan yang didasarkan pada azas kenikmatan dan manfaat yang dibayar setiap tahun, artinya Para Penggugat telah menguasai tanah dimaksud, maka demi hukum karena telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan terhadap tanah dimaksud, sebagai bukti formil penguasaan fisik bidang tanah;

8. Bahwa terlebih dahulu Tergugat menerbitkan Sertipikat Hak Milik diatas tanah hak milik Penggugat 1, 3, 4, 5 dan 6 tersebut diatas, kemudian baru pada tahun 2021 Tergugat menerbitan lagi objek sengketa berdasarkan Berita Acara Perbaikan Administrasi Hak Guna Usaha Nomor : 563/300.8.63.01/V/2021, tanggal 26 Mei 2021 Diubah Menjadi Hak Guna Usaha Nomor 175 Tahun 1995 karena ditemukan nomor ganda diatas tanah hak milik Para Penggugat yang sebelumnya telah diterbitkan Sertipikat Hak Milik oleh Tergugat;

9. Bahwa bidang tanah hak milik Para Penggugat sebagaimana dimaksud posita nomor 1 (satu) diatas sejak tahun 2012 sampai dengan sekarang tidak pernah diperjual belikan kepada pihak siapapun oleh Para Penggugat;

10. Bahwa sebelum Sertipikat Hak Milik Penggugat 1, 3, 4, 5 dan 6 diterbitkan oleh Tergugat terlebih dahulu dilakukan pengecekan ke lapangan dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

dalam penerbitan Sertipikat Hak Milik atas nama Penggugat 1, 3, 4, 5 dan 6 telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

11. Bahwa keputusan objek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat telah melanggar dan bertentangan dengan aturan yang berlaku pada saat itu yaitu:

11.1 Pasal 10 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria yang berbunyi :

Setiap orang dan badan hukum yang mempunyai sesuatu hak atas tanah pertanian pada azasnya diwajibkan mengerjakan atau mengusahakannya sendiri secara aktif, dengan mencegah cara- cara pemerasan”,

Bahwa berdasarkan ketentuan diatas dihubungkan dengan objek sengketa serta hasil berdasarkan hasil pemeriksaan setempat objek tanah oleh Pengadilan Negeri Pelaihari tanah terletak di Desa Jilatan (Sei Swarangan), RT.05, RW.02, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, sebagaimana yang termuat dalam putusan tingkat pertama pada halaman 84 dan 87 yang menyatakan letak objek tanah Para Pembanding terletak di Desa Jilatan (Sei Swarangan), RT.05, RW.02, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan sebagaimana termuat dalam putusan Nomor : 51/Pdt.G/2023/PN Pli sedangkan dasar penerbitan atas objek sengketa tanah terletak di Kecamatan Jorong;

Bahwa Penjelasan Pasal 24 ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah jo. Pasal 76 ayat (3) huruf a Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, memiliki kaidah hukum bahwa data yuridis dan data fisik harus bersesuaian dan harus adanya penguasaan fisik

penguasaan dan penggunaan tanah yang bersangkutan dilakukan secara nyata dan dengan itikad baik selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut atau telah memperoleh penguasaan itu dari

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

pihak atau pihak-pihak lain yang telah menguasainya, sehingga waktu penguasaan pemohon dan pendahulunya tersebut berjumlah 20 tahun atau lebih”;

Bahwa berdasarkan Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah secara jelas dan tegas menyatakan sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 32 ayat (2) :

Dalam hal atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertipikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertipikat itu telah tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertipikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersang-kutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertipikat tersebut”;

Bahwa Penjelasan Pasal 32 ayat (2) : “Pendaftaran tanah yang penyelenggaraannya diperintahkan oleh UUPA tidak menggunakan system publikasi positif, yang kebenaran data yang disajikan dijamin oleh Negara, melainkan menggunakan sistem publikasi negatif. di dalam sistem publikasi negatif negara tidak menjamin kebenaran data yang disajikan. Tetapi walaupun demikian tidaklah dimaksudkan untuk menggunakan sistem publikasi negatif secara murni. Hal tersebut tampak dari pernyataan dalam Pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA, bahwa surat tanda bukti hak yang diterbitkan berlaku sebagai alat bukti yang kuat dan dalam Pasal 23, 32, dan 38 UUPA bahwa pendaftaran berbagai peristiwa hukum merupakan alat pembuktian yang kuat. Selain itu dari ketentuan-ketentuan mengenai prosedur pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penyajian data fisik dan data yuridis serta penerbitan sertipikat dalam Peraturan Pemerintah ini, tampak jelas usaha untuk sejauh mungkin memperoleh dan penyajian data yang benar, karena pendaftaran tanah adalah untuk menjamin kepastian hukum. Sehubungan dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

itu diadakanlah ketentuan dalam ayat (2) ini, maka hal ini sesuai dengan ketentuan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 695 K/Sip/1969, tertanggal 12 Agustus 1970 yang menyatakan, “bahwa seseorang yang bertahun-tahun lamanya menguasai dan tinggal dengan tidak ada gangguan apa-apa dapat dianggap sebagai pemilik tanah itu”;

Bahwa terkait penguasaan fisik PT. Sarana Subur Agrindotama ternyata sejak tahun 1993 sampai dengan setidak tidaknya pada tahun 2016 selama ±23 (dua puluh tiga) tahun tidak ada penguasaan fisik oleh PT. Sarana Subur Agrindotama dan setelah terbit Sertipikat Hak Milik Pembanding, 1, 3, 4, 5 dan 6 barulah pada tahun 2017 PT.

Sarana Subur Agrindotama menguasai tanah objek sengketa berdasarkan dengan riwayat tanah berada di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimatan Selatan, jikalau benar objek tanah dimaksud adalah milik PT. Sarana Subur Agrindotama atas tanah yang diklaim milik Terbanding…???;

Bahwa oleh karena untuk menjawab masalah hukum diatas, siapa yang menguasai tanah sebagaimana dimaksud tanah objek sengketa, maka sesuai keterangan Kepla Desa Jilatan, Arbadiansyah dan Anang Hilmi, berdasarkan putusan di Pengadilan Neegeri Pelaihari pekara Nomor : 51/Pdt.G/2023/PN.Pli riwayat tanah objek sengketa sebahagian berasal dari penguasaan dari orang tua Anang Hamli sejak tahun 1960, baru pada sekitar tahun 2001 para pemilik tanah yakni masyarakat Desa Jilatan diantaranya Arbadiansyah dan Anang Hamli mengkavlingkan tanah mereka masing-masing yang diketahui oleh Pemeritah Desa Jilatan, kemudian masyarakat yang memiliki tanah Kavlingan mengajukan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik (Sporadik) kepada Kantor Desa Jilatan yang saat itu Kepala Desa Bernama Saudara Anjit dan Para Penggugat adalah orang yang membeli tanah (ganti rugi) dari salah satu Masyarakat pemilik tanah kavlingan yakni Arbadiansyah dan Anang Hamli yang diketahui oleh Pemerintah Desa Jilatan serta penguasanan lanjutan dari Para Penggugat adalah dengan cara membersihkan (land clearing) objek

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

tanah sengketa;

Bahwa baru di tahun 2017 PT. Sarana Subur Agrindotama mulai memeriksa lahan, namun pada saat itu sudah terdapat pondokan, tanaman pisang dan bambu milik Masyarakat dan termasuk diatas tanah hak milik Para Penggugat, yang kemudian pihak PT. Sarana Subur Agrindotama atas nama Budi Pramono mendatangi/menemui Penggugat 1 dikantor nya yang berada di Kota Banjarbaru untuk membicarakan tanah hak milik Para Penggugat, sebagaimana hal ini termuat dalam putusan pekara Nomor : 51/Pdt.G/2023/PN.Pl halaman 70;

Bahwa PT. Sarana Subur Agrindotama tidak ada melakukan penguasaan dan atau pengelolaan sejak tahun 1993 sampai dengan setidak - tidaknya pada tahun 2016 yakni selama 23 (dua puluh tiga) tahun PT. Sarana Subur Agrindotama tidak ada menguasai secara fisik atas tanah yang diterbitkann objek sengketa, PT. Sarana Subur Agrindotama tidak melakukan penguasaan dan penggunaan tanah yang bersangkutan secara nyata selama 20 tahun atau lebih secara berturut- turut atau telah memperoleh penguasaan itu dari pihak atau pihak-pihak lain yang telah menguasainya, sehingga waktu penguasaan pendahulunya dan PT. Sarana Subur Agrindotama tersebut berjumlah 20 tahun atau lebih, karena fakta hukumnya yang menguasai atas objek tanah sengketa adalah pemilik asal tanah sejak tahun 1960 Anang Hamli dan Arbadiansyah kemudian dilanjutkan penguasaan dan pengelolaannya oleh Para Penggugat pada tahun 2012 sampai dengan 2017 dan baru pada tahun 2017 PT. Sarana Subur Agrindotama;

Bahwa ketiadaan kegiatan penggarapan, pemanfaatan maupun pendayagunaan atas bidang tanah oleh PT. Sarana Subur Agrindotama sejak tahun 1993 sampai dengan setidak tidaknya pada tahun 2016 yakni selama ±23 (dua puluh tiga) tahun secara materiil bertentangan dokumen tertulis objek sengketa;

Bahwa lebih dari itu, hak untuk melakukan penguasaan fisik atas bidang tanah menurut Para Penggugat merupakan diversifikasi dari

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 22 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

hak membuka tanah dalam Hukum Agraria Nasional. Sebagaimana Pasal 10 Undang- undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, pelaksanaan hak tersebut menghendaki adanya kewajiban untuk mengerjakan atau mengusahakan sendiri secara aktif bidang tanah dimaksud. Demikian pula, mengenai kewajiban pemeliharaan tanah, memelihara kesuburan dan mencegah kerusakannya, sebagaimana termuat dalam Pasal 15 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria;

Bahwa dengan demikian oleh karena secara nyata PT. Sarana Subur Agrindotama tidak terbukti telah melakukan penguasaan fisik atas bidang tanah tersebut sejak tahun 1993 sampai dengan setidak tidaknya tahun ±2016 yaitu selama 23 (dua puluh tiga) tahun dan kemudian PT. Sarana Subur Agrindotama juga tidak terbukti melakukan penguasaan fisik atas bidang tanah tersebut selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut, atau telah memperoleh penguasaan fisik atas bidang tanah tersebut dari pihak lain yang telah menguasainya;

11.2 Pasal 10 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1961 Tentang Pendaftaran Tanah yang berbunyi :

1) Untuk hak milik, hak guna-usaha, hak guna-bangunan dan tiap- tiap hak lainnya yang pendaftarannya diwajibkan oleh sesuatu peraturan diadakan daftar buku-tanah tersendiri;

2) Satu buku-tanah hanya dipergunakan untuk mendaftar satu hak atas tanah;

3) Tiap-tiap buku-tanah yang telah dipergunakan untuk membukukan sesuatu hak dibubuhi tanda-tangan Kepala Kantor Pendaftaran Tanah dan cap Kantor Pendaftaran Tanah yang bersangkutan.

Berdasarkan ketentuan diatas, maka untuk penyelengaraan tata usaha pendaftaran di wilayah hukum objek tanah setiap Sertipikat Hak Guna Usaha yang diterbitkan harus dibubuhi tanda-tangan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 23 dari 166 halaman Putusan Nomor: 36/G/2023/PTUN.BJM

Kepala Kantor Pendaftaran Tanah dan cap Kantor Pendaftaran Tanah yang bersangkutan, dengan demikian dihubungkan dengan objek sengketa maka wilayah hukum pendaftaran tanahnya adalah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut/Tergugat, sehingga timbul pertanyaan :

- Pertama siapakah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut pada tahun 1995…???;

- Kedua apakah yang menandatangani objek sengketa adalah pejabat yang menjabat dan berwenang pada tahun 1995 sebagai pejabat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut…???;

Bahwa untuk menjawab pertanyaan pertama siapakah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut pada tahun 1995…???, berdasarkan :

- Sertipikat Hak Milik Nomor : 00906 / Desa Kait-Kait tanggal 17 May 1993, atas nama Mursit Niti Rejo;

- Sertipikat Hak Milik Nomor : 00913 / Desa Kait-Kait tanggal 17 May 1993, atas nama Darmadi Hardjo;

- Sertipikat Hak Milik Nomor : 00914 / Desa Kait-Kait tanggal 17 May 1993, atas nama Sarman Siran;

- Sertipikat Hak Milik Nomor : 00916 / Desa Kait-Kait tanggal 17 May 1993, atas nama Abdul Rokim Mat Ngali;

- Sertipikat Hak Milik Nomor 01492/Desa Martadah tanggal 11 Desember 1995, atas nama Imam Sodiq - Supani;

- Sertipikat Hak Milik Nomor : 00084 / Desa Ranggang, Tanggal atas 31 Maret 2000 atas nama Agus Rudianto Bin Srijo;

Dan berdasarkan salinan putusan Pengadilan Negeri Pelaihari Perkara

Referensi

Dokumen terkait

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia sembilan

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia 396 Data

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia dan telah

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Halaman

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia • fotokopi

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Menimbang,