RADIOISOTOP di LAUT RADIOISOTOP di LAUT
Materi Kuliah VII dan VIII
Materi Kuliah VII dan VIII
M K Oseanografi Kimiawi
M K Oseanografi Kimiawi
Pengertian Pengertian
Isotop : unsur bernomor atom sama, Isotop : unsur bernomor atom sama, tetapi berbeda jumlah neutron.
tetapi berbeda jumlah neutron.
Nomor atom (proton), masa atom Nomor atom (proton), masa atom adalah jumlah antara proton dan adalah jumlah antara proton dan
neutron.
neutron.
238
92 U
Masa Atom
Nomor
Atom Proton
Proton + Neutron
Pengertian Pengertian
Sifat isotop : Sifat isotop :
Stabil ( Stabil (
1616O. O.
1717O, O,
1212C, C,
1313C, C,
3232S, S,
3434S) S)
Radioaktif isotop (radionuclida) = atom Radioaktif isotop (radionuclida) = atom yang kehilangan material inti secara
yang kehilangan material inti secara spontan pada laju tertentu (
spontan pada laju tertentu (
238238U, U,
232232Th, Th,
1414C) C)
Latihan 1 Latihan 1
Tentukan berapa nilai proton dan neutron, serta ratio n/pnya pada contoh radioaktif berikut:
1. 34
16
S
2. 210
82
Pb
3. 234
90
Th
Manfaat Manfaat
Isotop Stabil : Isotop Stabil :
Mempelajari perubahan cuaca Mempelajari perubahan cuaca
Mempelajari struktur rantai makanan Mempelajari struktur rantai makanan
Mempelajari “fate” bahan organik Mempelajari “fate” bahan organik
Radioaktif isotop ( Radioaktif isotop ( radioisotop/radionulida radioisotop/radionulida ): ):
Mempelajari sedimentasi/geologi Mempelajari sedimentasi/geologi
Mempelajari fotosintesa Mempelajari fotosintesa
Mempelajari pergerakan masa air Mempelajari pergerakan masa air
Radioaktive Decay Radioaktive Decay
Pengertian Radioaktive decay
Satu rangkaian berbagai proses yang
menyebabkan satu inti atom memancarkan partikel inti subatom (radiasi)
Decay terjadi apabila inti induk menghasilkan inti
turunan.
Mekanisme
Mekanisme Radioactive Decay Radioactive Decay
Atom berinti tak stabil akan mengalami Atom berinti tak stabil akan mengalami Radioactive decay
Radioactive decay , untuk mencapai suatu , untuk mencapai suatu kondisi stabilitas lebih besar.
kondisi stabilitas lebih besar.
Atom non radioaktif akan mengalami reaksi Atom non radioaktif akan mengalami reaksi nuklir (fusion), hanya jika energi diberikan nuklir (fusion), hanya jika energi diberikan
energi melalui bentuk radiasi elektro- energi melalui bentuk radiasi elektro-
magnetis atau tumbukan dengan partikel magnetis atau tumbukan dengan partikel
berenergi.
berenergi.
Mengapa Inti tak stabil ? Mengapa Inti tak stabil ?
Pada inti tak stabil gaya repulsive lebih kuat Pada inti tak stabil gaya repulsive lebih kuat dari pada gaya tarik.
dari pada gaya tarik.
Gaya repulsive berasal dari interaksi Gaya repulsive berasal dari interaksi
elektrostatis antar proton bermuatan positif.
elektrostatis antar proton bermuatan positif.
Penambahan proton ke inti menyebabkan Penambahan proton ke inti menyebabkan peningkatan gaya repulsive.
peningkatan gaya repulsive.
Ketidakstabilan diimbangi dengan Ketidakstabilan diimbangi dengan penambahan neutron.
penambahan neutron.
Penambahan neutron vs Penambahan neutron vs
Stabilitas inti
Stabilitas inti
Stabilisasi utk Proton Berlebih Stabilisasi utk Proton Berlebih
Pencapaian stabilitas terjadi dengan Pencapaian stabilitas terjadi dengan memancarkan (Emisi):
memancarkan (Emisi):
Partikel Partikel α α ( (
4422He) He)
Positron ( partikel Positron ( partikel β β
++) )
Penangkapan elektron Penangkapan elektron
Contoh Reaksi Emisi He Contoh Reaksi Emisi He
Proses emisi He mengakibatkan Uranium dapat Proses emisi He mengakibatkan Uranium dapat kehilangan 2 proton dan 2 neutron,
kehilangan 2 proton dan 2 neutron,
Rasio n/p = 1,59 di parent (U) meningkat menjadi 1.60 Rasio n/p = 1,59 di parent (U) meningkat menjadi 1.60 di daughter (Th),
di daughter (Th),
merupakan karakter dari radionuclida lebih besar, merupakan karakter dari radionuclida lebih besar,
238
92
U
234 90Th
+ 4 2He
+Q
n = 238 – 92 = 146 p = 92
n = 234 – 90 = 144 p = 90
Contoh Reaksi Emisi
Contoh Reaksi Emisi β β + +
Emisi positron, berasal dari penguraian proton secara spontan, Emisi positron, berasal dari penguraian proton secara spontan, yang juga menghasilkan neutron melalui reaksi:
yang juga menghasilkan neutron melalui reaksi:
1
1
p
10n
+β
+( e)
01 +Q
Cu kehilangan 1 proton,Cu kehilangan 1 proton,
Rasio n/p = 1,21 di parent (Cu) meningkat menjadi 1.29 di daughter Rasio n/p = 1,21 di parent (Cu) meningkat menjadi 1.29 di daughter (Ni),
(Ni),
Karakter radionuclida dengan berat atom menengah,Karakter radionuclida dengan berat atom menengah,
Produk reaksi nuklir pada pembangkit listrik dan peledak (Q = Produk reaksi nuklir pada pembangkit listrik dan peledak (Q =
64
29
Cu
6428Ni
+ 0 1e
+Q
n = 64 – 29 = 35
p = 29 n = 64 – 28 = 36
p = 28
Kelebihan Proton, terjadi perusakan dengan menangkap elektron Kelebihan Proton, terjadi perusakan dengan menangkap elektron (elektron ereaksi dengan proton menghasilkan neutron) melalui (elektron ereaksi dengan proton menghasilkan neutron) melalui reaksi:
reaksi:
Contoh
Contoh Electron Capture Electron Capture
1
1
p + e
0-1 10n
terjadi penurunan energi elektron dengan memancarkan radiasi terjadi penurunan energi elektron dengan memancarkan radiasi gelombang pendek (sinar X) karena elektron pada energi
gelombang pendek (sinar X) karena elektron pada energi terendah dalam atom (1s) yang telah tertangkap inti, diganti terendah dalam atom (1s) yang telah tertangkap inti, diganti
dengan elektron level tinggi, dengan elektron level tinggi,
Ciri dari stabilitas radioaktif berat atom kecil/rendah. Ciri dari stabilitas radioaktif berat atom kecil/rendah.
40
19
K + e
0-1 4018Ar + Q
Kelebihan Neutron, Kelebihan Neutron,
umumnya umumnya 4040Ca melalui emisi βCa melalui emisi β-- (energi besar), (energi besar),
Emisi Partikel Emisi Partikel ββ-- dari inti menyebabkan konversi neutron menjadi proton dari inti menyebabkan konversi neutron menjadi proton
Q dapat berupa sinar gama atau neutrinos bergantung radinuclida.Q dapat berupa sinar gama atau neutrinos bergantung radinuclida.
20
Stabilisasi utk Neutron Berlebih Stabilisasi utk Neutron Berlebih
1
1
p + β
-(
1
0
n e ) + Q
0-1 Mekanisme juga terjadi pada Tritium ( Mekanisme juga terjadi pada Tritium (
1111H) yaitu: H) yaitu:
3
2
He + β
-(
3
1
H e) + Q
0-1Latihan 2 Latihan 2
Tentukan bentuk emisi pada pensatbilan radioaktif berikut :
1. 234 90
Th
234 91Pa + + Q
218
84
Po
214 82Pb
+ +Q
2.
Kekuatan Emisi Partikel Kekuatan Emisi Partikel
Partikel α dapat sitahan dengan Selembar kertas Partikel β tertahan dengan lembaran Aluminium
Partikel γ dapat
dikurangi dengan
Bahan timbal yang
sangat tebal
Hukum
Hukum Radioactive Decay Radioactive Decay
Laju decay berbanding lurus dg jumlah atom atau Laju decay berbanding lurus dg jumlah atom atau dN dt = λN
_ dimana :
dimana :
N = jumlah atom dalam mol atau gram N = jumlah atom dalam mol atau gram t = waktu
t = waktu
Λ = konstanta laju Λ = konstanta laju
Jika t dan N saat awal dan akhir diketahui Jika t dan N saat awal dan akhir diketahui
Jika t
Jika t
oo= 0, t = 0, t
tt= t dan N = t dan N
tt= N, maka rumus: = N, maka rumus:
∫
NoNt1
N dN = λ _ ∫
tottdt
│
NtNo= λ _ t │
ttotLn N
Ln Nt - Ln No = - λ (t
t- t
o)
Ln (N/No) = - λt
atauN
No = e
-λtSaat
Saat No No mencapai separuh, tercapai saat mencapai separuh, tercapai saat waktu paruh (
waktu paruh ( t t
½½), atau ), atau
Jika N
Jika N
tt= = ½ ½ No, tercapai saat t No, tercapai saat t
tt= t = t
½½, dari rumus: , dari rumus:
Ln 0,5 = - λt
½N
No = e
-λtatau 0,5 = e
-λt½atau - 0,693 = - λt
½Sehingga, t
½= 0,693
λ N
No = 0,5
Hubungan Fraksi dan Half life
Hubungan Fraksi dan Half life
Laju Radioactive decay Laju Radioactive decay
Ditentukan oleh Ditentukan oleh
konstanta: konstanta:
Waktu paruh ( Waktu paruh ( t t
½½- waktu paruh bahan terjadi decay). - waktu paruh bahan terjadi decay).
lifetime rata-rata setiap partikel (τ). lifetime rata-rata setiap partikel (τ).
Konstanta decay (λ Konstanta decay (λ ) )
Variable waktu: Variable waktu:
Total activity ( Total activity ( A) A) = nilai decay yang terjadi dalam 1 detik. = nilai decay yang terjadi dalam 1 detik.
Specific activity ( Specific activity ( SA) SA) = nilai decay per detik per jumlah = nilai decay per detik per jumlah bahan (massa atau volume).
bahan (massa atau volume).
Hubungan antar parameter Hubungan antar parameter
a
0= jumlah awal bahan active – bahan yang memiliki persentase sama partikel tak stabil saat bahan
terbentuk.
Satuan Radioaktivitas Satuan Radioaktivitas
Satuan Internasional (SI); Satuan Internasional (SI); becquerel (Bq).becquerel (Bq).
Bq = jumlah bahan radioaktive yang menghasilkan 1 decay per Bq = jumlah bahan radioaktive yang menghasilkan 1 decay per detik.
detik.
Curie (Ci)= radioaktivitas 1 g radium murniCurie (Ci)= radioaktivitas 1 g radium murni
1 Ci = 37 GBq (giga 1 Ci = 37 GBq (giga becquerel)becquerel)
Disintegrasi per menit (dpm/L atau dpm/gram) = Disintegrasi per menit (dpm/L atau dpm/gram) = counts per menitcounts per menit
1 Ci = 2,2 x 101 Ci = 2,2 x 101212 dpm dpm
Radioaktivitas = Radioaktivitas = laju decay, dihitung dengan rumus A = laju decay, dihitung dengan rumus A = λλ [N] [N]
Contoh menghitung Radioaktivitas Contoh menghitung Radioaktivitas
Tentukan radioaktivitas 228Ra, jika diketahui konsentrasinya dalam air mencapai 1,4 x 10-17 g/L, dan waktu paruh 5,75 tahun. (bilangan avogadro = 6,02 x 1023) Satuan radioaktivitas adalah dpm/L (disintegrasi per menit per liter)
Rumus :
A
228Ra = λ [N]
t½ = 0,693/λ atau λ = 0,693/5,75 = 0,12 th
-1λ = 0,12/(365 x 24 x 60) = 2,29x10
-7menit
-1[N] = C/BA x Bil.
avo= 1,4x10
-17/ 228 x 6,02x10
23[N] = 36964,91 mol/L
A = λ [N] = 2,29x10
-7x 36964,91
Latihan 3 Latihan 3
1.
Tentukan berapa Bq radioaktivitas
234Pa di
sedimen dengan konsentrasi 4,7x10
-20g/g dan
waktu paruh mencapai 1.18 menit (bil avogadro
6,02x10
23).
Klasifikasi Radionuclida Klasifikasi Radionuclida
Radioaktive primordial Radioaktive primordial
Radioaktive cosmogenis Radioaktive cosmogenis
Radioaktive artifisial Radioaktive artifisial
Radioaktive Primordial Radioaktive Primordial
Umumnya berupa logam, kecuali Rn dalam Umumnya berupa logam, kecuali Rn dalam bentuk gas, dengan konsentrasi rendah
bentuk gas, dengan konsentrasi rendah
Teknik paling sensitive untuk menghitung Teknik paling sensitive untuk menghitung adalah mengukur radioaktivitas
adalah mengukur radioaktivitas
(memisahkan isotop diikuti dg mengukur (memisahkan isotop diikuti dg mengukur
laju masing-masing emisinya).
laju masing-masing emisinya).
Contoh Series Contoh Series
Radioaktive
Radioaktive
Rata-rata
Rata-rata
Konsentrasi
Konsentrasi
Rata-rata nilai A di masa
Rata-rata nilai A di masa
air air
Radioaktive Cosmogenis Radioaktive Cosmogenis
Cosmic Rays yaitu partikel bermuatan Cosmic Rays yaitu partikel bermuatan yang masuk atmosfer bumi dari luar yang masuk atmosfer bumi dari luar
angkasa.
angkasa.
87 % proton 87 % proton
12 % 12 % α α partikel partikel
1 % inti lebih besar 1 % inti lebih besar
Contoh Radioaktive Contoh Radioaktive
33H, H,
77Be, Be,
1010Be, Be,
2626Al dan Al dan
3232Si banyak Si banyak
digunakan dalam mempelajari proses di digunakan dalam mempelajari proses di
laut.
laut.
1010Be untuk laju sedimentasi dan akresi Be untuk laju sedimentasi dan akresi maganese nodule.
maganese nodule.
1414C dimanfaatkan laju pertumbuhan C dimanfaatkan laju pertumbuhan karang, sedimentasi, dan bioturbasi.
karang, sedimentasi, dan bioturbasi.
Proses Pembentukan Proses Pembentukan
Ionisasi gas atmosfer akibat benturan dan Ionisasi gas atmosfer akibat benturan dan cosmic berenergi rendah.
cosmic berenergi rendah.
Cosmic berenergi tinggi akan menyebabkan Cosmic berenergi tinggi akan menyebabkan fragmentasi inti gas termasuk neutronnya fragmentasi inti gas termasuk neutronnya
(dikenal dengan
(dikenal dengan spallation reactions spallation reactions ). ).
Energi neutron akan melemah pada tingkat Energi neutron akan melemah pada tingkat tertentu akibat benturan berulang-ulang
tertentu akibat benturan berulang-ulang
sehingga mudah tertangkap oleh inti atom gas
sehingga mudah tertangkap oleh inti atom gas
Contoh Nuclida
Contoh Nuclida
Radioaktive Buatan Radioaktive Buatan
Sumber utama di laut: Sumber utama di laut:
Fallout Fallout dari uji bom atom dari uji bom atom
Kebocoran reaktor nuklir Kebocoran reaktor nuklir
Proses Pembentukan Proses Pembentukan
Terjadi karena benturan sebagian neutron Terjadi karena benturan sebagian neutron (berasal dari ledakan bom atom) dengan (berasal dari ledakan bom atom) dengan
selongsong bom, bumi, air dan gas (dikenal selongsong bom, bumi, air dan gas (dikenal
neutron aktivasi).
neutron aktivasi).
Setelah terjadi ledakan terjadi peluruhan Setelah terjadi ledakan terjadi peluruhan radioaktif umur pendek seperti (
radioaktif umur pendek seperti (
143143Pr, Pr,
140140Ba Ba dalam beberapa minggu) dan mensisakan
dalam beberapa minggu) dan mensisakan
9090Sr Sr
dan dan
137137Cs melimpah setelah 20 tahun. Cs melimpah setelah 20 tahun.
Tugas Tugas
Mahasiswa diperlukan membaca skripsi:
Penulis; Agung Pandu Dewata Tahun; 2007
Judul ; Estimasi Laju akumulasi Sedimen di perairan teluk Jakarta dengan teknik radionuklida alam
unsupported
210Pb.
1. Jelaskan metode penentuan laju akumulasi
2. Jelaskan metode analisisnya
Kesetimbangan Sekular Kesetimbangan Sekular
• t½ daughter Radioaktif primordial umumnya << t½ parent, decay Daughter dikontrol decay parent sebagai penentu laju decay.
• Jika laju decay Parent lambat, maka konsentrasi parent dan aktivitasnya (Ap) relatif tetap thd waktu.
• Saat tak ada proses lain, maka laju decay dalam “steady state” (AP = AD) disebut Kesetimbangan Sekular.
Kesetimbangan Sekular Kesetimbangan Sekular
Gambaran waktu pencapaian kesetimbangan sekular
Saat Radioaktif parent
masuk ke laut/sedimen akan diikuti dengan waktu dimana AD meningkat sampai
tercapai ke level sama dengan AP.
Waktu tercapai
kesetimbangan ditentukan oleh waktu paruh daughter.
Rasio A
Rasio A D D /A /A P P di Laut di Laut
Di laut rasio A Di laut rasio A
DD/A /A
PP< 1, krn A < 1, krn A
DDcenderung cenderung cepat hilang akibat proses fisika dan kimia.
cepat hilang akibat proses fisika dan kimia.
Proses
Proses Removal Removal
partikel unsur
terlarut
[terlarut] [partikel]
C, N, P, Si, Pb, Cu, dll
C, N. P, Si, Pb, Cu dll
Removal
Removal akibat proses fisika dan/atau kimiawi akibat proses fisika dan/atau kimiawi
Permukaan laut
sedimen
Perhitungan Laju Perhitungan Laju
Removal Removal
Konsep “steady-state”. Konsep “steady-state”.
A A
DDdiasumsikan hanya dari A diasumsikan hanya dari A
PPatau laju penyediaan A atau laju penyediaan A
DDsama sama dengan A
dengan A
PP. .
Laju penyediaan A Laju penyediaan A
D D= laju removal A = laju removal A
DD, sehingga laju removal , sehingga laju removal nonradiaktive sebanding dengan konsentrasi D.
nonradiaktive sebanding dengan konsentrasi D.
Daughter
λP[P] (D)
λD[D]
KD[D]
masukan hilang
Perhitungan Laju Perhitungan Laju
Removal Removal
laju removal non-radioaktive =
laju removal non-radioaktive = k k
DD[D] [D]
dimana:
dimana: k k
DD= konstanta laju removal = konstanta laju removal
Pada steady-state, persamaan kesetimbangan Pada steady-state, persamaan kesetimbangan masa adalah laju penyediaan = laju hilang atau masa adalah laju penyediaan = laju hilang atau
A A
PP= A = A
DD+ + k k
DD[D] [D]
Karena A Karena A
DD= = λ λ
DD[D], maka persamaan menjadi [D], maka persamaan menjadi
Perhitungan Laju Perhitungan Laju
Removal Removal
k
DA
Dλ
Datau
k k
DD= A
P- A
Dλ
DA
PA A
PP= A = A
DD+ +
atau
k k
DD=
A
Dλ
DA
PA
D1 - 1 -
Contoh Laju
Contoh Laju Scavenging Scavenging Partikel Partikel
Isotop dipakai Isotop dipakai
228228Ra sbg parent dan Ra sbg parent dan
228228Th. Th.
Rasio A Rasio A
228Th228Th/A /A
228Ra228Ra<1, <1,
Artinya Artinya
228228Th teradsorpsi ke partikel, Th teradsorpsi ke partikel,
228228Ra tetap tersuplai dari dua sumber yaitu: Ra tetap tersuplai dari dua sumber yaitu:
resuspensi sedimen (plankton kalsium). resuspensi sedimen (plankton kalsium).
228228Ra dari decay Ra dari decay
232232Th. Th.
Contoh Hasil Pengamatan di Perairan Pantai Contoh Hasil Pengamatan di Perairan Pantai
Removal
228Th dapat
dihitung dengan rumus k
D, dimana waktu paruhnya berkisar 0,1 – 1 th di
Di peraitran dangkal (salinitas rendah),
absorpsi 228Th sangat kuat;
Dilain pihak 228Ra cukup tersuplai dari diffusi sedimen, sehingga rasio
A228Th/A228Ra < 1.
Contoh hitungan Contoh hitungan
Analisis radioaktif diperoleh konsentrasi dan waktu Analisis radioaktif diperoleh konsentrasi dan waktu paruh induk
paruh induk
228228Ra adalah 1,4x10 Ra adalah 1,4x10
-17-17g/L dan 5,8 th, g/L dan 5,8 th, sedang turunan
sedang turunan
228228Th adalah 5,6x10 Th adalah 5,6x10
-17-17g/L dan 1,9 g/L dan 1,9 th. Tentukan laju adsorpsi
th. Tentukan laju adsorpsi
228228Th. Th.
dimana : A dimana : A
PP= aktifitas radioaktif induk (dpm/L), A = aktifitas radioaktif induk (dpm/L), A
DD= aktifitas radioaktif turunan (dpm/L), λ
= aktifitas radioaktif turunan (dpm/L), λ
DD= laju = laju turunan (th
turunan (th
-1-1), K ), K
DD= laju adsorpsi (th = laju adsorpsi (th
-1-1), Navo = 6,02 x ), Navo = 6,02 x
10 10
2323dan C = konsentrasi radioaktif (mol/L). dan C = konsentrasi radioaktif (mol/L).
Jawaban Jawaban
Aktivitas
Aktivitas
228228Ra: Ra:
λ λ
P P= 0.693/(5.8 x 365 x 24 x 60) = 2.27x10 = 0.693/(5.8 x 365 x 24 x 60) = 2.27x10
-7-7min min
-1-1A A
PP= λ = λ
PPN = 2.27x10 N = 2.27x10
-7-7x 1,4x10 x 1,4x10
-17-17/228 x 6,02 x 10 /228 x 6,02 x 10
2323= 0.008 dpm/L = 0.008 dpm/L
Aktivitas
Aktivitas
228228Th: Th:
λ λ
D D= 0.693/(1.9 x 365 x 24 x 60) = 6.94x10 = 0.693/(1.9 x 365 x 24 x 60) = 6.94x10
-7-7min min
-1-1A A
DD= λ = λ
DDN = 6.94x10 N = 6.94x10
-7-7x 5,6x10 x 5,6x10
-17-17/228 x 6,02 x 10 /228 x 6,02 x 10
2323= 23.4 dpm/L = 23.4 dpm/L
KKDD= [1 – A = [1 – A
DD/ A / A
PP]/[A ]/[A
DD/ A / A
PP] x λ ] x λ
D D= 2.03x10 = 2.03x10
-3-3min min
-1 -1= 1067 th = 1067 th
-1-1Hal penting thd Rasio Hal penting thd Rasio
Jika kJika kDD >>> λ >>> λDD, artinya , artinya t½ t½ kimiawi <<< kimiawi <<< t½t½ radioaktive, maka radioaktive, maka removal cepat sehingga nilai A
removal cepat sehingga nilai ADD akan selalu rendah. akan selalu rendah.
Jika kJika kDD <<< λ <<< λDD, , t½t½ kimiawi >>> kimiawi >>> t½t½ radioaktive, removal sangat radioaktive, removal sangat lambat, sehingga kesetimbangan sekular mudah tercapai.
lambat, sehingga kesetimbangan sekular mudah tercapai.
Jika kJika kDD = = λλDD, removal cukup cepat, sehingga kesetimbangan , removal cukup cepat, sehingga kesetimbangan sekular tidak mudah tercapai.
sekular tidak mudah tercapai.
Kasus
Kasus KKDD tt½ ½ ChCh** λλDD tt½ Rd**½ Rd** AADD/A/APP 11 0,690,69 11 0,00690,0069 100100 0,00990,0099 22 0,00690,0069 100100 0,00690,0069 100100 0,50,5 33 0,00690,0069 100100 0,690,69 11 0,990,99
Latihan 4 Latihan 4
Hasil pengamatan radioaktif
Hasil pengamatan radioaktif 228228Th di sedimen dari beberapa stasiun Th di sedimen dari beberapa stasiun adalah
adalah
Jika waktu paruh = 1,9 th dan aktifitas (A) =
Jika waktu paruh = 1,9 th dan aktifitas (A) = x N avo x C, dimana A = x N avo x C, dimana A = aktifitas radioaktif (dpm/L),
aktifitas radioaktif (dpm/L), = laju turunan (th = laju turunan (th-1-1), N avo = 6,02x10), N avo = 6,02x102323, , dan C = konsentrasi radioaktif
dan C = konsentrasi radioaktif a. Tentukan aktifitas
a. Tentukan aktifitas 228228Th masing-masing stasiun.Th masing-masing stasiun.
b. Gambarkan hubungan salinitas (sb x) dan A
b. Gambarkan hubungan salinitas (sb x) dan A228Th228Th (sb.y). (sb.y).
c. Apa arti hubungan tersebut dalam kaitan dengan proses adsorpsi.
c. Apa arti hubungan tersebut dalam kaitan dengan proses adsorpsi.
Stasiun 1 2 3 4 5
Salinitas, ‰ 31 32 33 34 35
Kons., g/L 4,98x10
-245,46x10
-247,36x10
-249,02x10
-249,97x10
-24Laju Sedimentasi Laju Sedimentasi
Beberapa A Beberapa A
DDmudah diendapkan ke dasar, mudah diendapkan ke dasar, sehingga di permukaan sedimen A
sehingga di permukaan sedimen A
DD/A /A
PP> 1. > 1.
Selain A Selain A
DDjuga bersumber dari decay A juga bersumber dari decay A
PPsetelah di sedimen (A
setelah di sedimen (A
DDsupported supported ). ).
A A
DDdari hasil endapan (A dari hasil endapan (A
DDunsupported unsupported ) = A ) = A
DD– A – A
PP. .
Penentuan Laju Sedimentasi Penentuan Laju Sedimentasi
A
DzA
Dzo= e
-λDtJika s = z/t
atau t = z/s A
DzA
Dzo= e
-λDz/satau
Ln A
Dz= - z + Ln A
Dzos
λ
DLaju sedimentasi
kedalaman waktu
Contoh
Contoh
Contoh Contoh
Hasil pengamatan diperoleh data
Hasil pengamatan diperoleh data 228228Th dalam sedimen:Th dalam sedimen:
Tentukan laju sedimentasi (cm/1000th).
Tentukan laju sedimentasi (cm/1000th).
dimana:
dimana:
Az dan Ao = masing-masing aktifitas radioaktif pada Az dan Ao = masing-masing aktifitas radioaktif pada kedalaman z dan pemukaan (dpm/g),
kedalaman z dan pemukaan (dpm/g),
= laju turunan (th= laju turunan (th-1-1), ), z = kedalaman (m), z = kedalaman (m),
s = laju sedimentasi (m/th), s = laju sedimentasi (m/th), C = konsentrasi (g/g) dan C = konsentrasi (g/g) dan N avo = 6,02x10
N avo = 6,02x102323. t. t½ = 5.8 th½ = 5.8 th
Dalam, m 0,1 0,3 0,4 1,5 2,2
Kons., g/g 1,97x10
-121,70x10
-121,32x10
-126,63x10
-133,73x10
-13Jawaban Jawaban
Aktivitas
Aktivitas
228228Th: Th:
λ λ
D D= 0.693/(5.8 x 365 x 24 x 60) = 2.27x10 = 0.693/(5.8 x 365 x 24 x 60) = 2.27x10
-7-7min min
-1-1A A
D1D1= λ = λ
PPN = 2.27x10 N = 2.27x10
-7-7x 1,97x10 x 1,97x10
-12-12/228 x 6,02 x 10 /228 x 6,02 x 10
2323= 1181 dpm/g = 1181 dpm/g 0.1 m
0.1 m
Dengan cara yang sama:
Dengan cara yang sama:
A A
D2D2= 1019 dpm/g = 1019 dpm/g 0.3 m 0.3 m A A
D3D3= 791 dpm/g = 791 dpm/g 0.4 m 0.4 m A A
D4D4= 397 dpm/g = 397 dpm/g 1.5 m 1.5 m A A
D5D5= 223 dpm/g = 223 dpm/g 2.2 m 2.2 m
Ln A
D= - 431 z + 1110 λ λ
DDs
=2.27x10 2.27x10
-7-7s = - 431
S = 5.3 x 10
-10m/min = 27 cm/1000th
Pemanfaatan Pemanfaatan
Radiokarbon di Laut Radiokarbon di Laut
Pengukuran laju pergerakan air Pengukuran laju pergerakan air
Sedimentasi Sedimentasi
Bioturbasi Bioturbasi
Waktu Perubahan muka laut Waktu Perubahan muka laut
Pemanfaatan
Pemanfaatan
1414C dalam sedimen C dalam sedimen
Aktifitas uji bom Aktifitas uji bom
Antara tahun 1958 – 1965 Antara tahun 1958 – 1965
Beberapa radioaktive masuk ke laut, Beberapa radioaktive masuk ke laut,
sebagian terdeposisi di darat dan masuk sebagian terdeposisi di darat dan masuk
ke udara.
ke udara.
Hasil aktivasi Hasil aktivasi
9090Sr dan Sr dan
33H, yang kemudian H, yang kemudian dipakai dalam mempelajari percampuran dipakai dalam mempelajari percampuran
masa air
masa air
Pemantauan deposisi
Pemantauan deposisi
9090Sr akibat Sr akibat Aktifitas uji bom
Aktifitas uji bom
Pemanfaatan
Pemanfaatan
9090Sr Tahun 1970 pada Sr Tahun 1970 pada proses di laut Atlantik dan Pasifik
proses di laut Atlantik dan Pasifik
Pemanfaatan
Pemanfaatan 3 3 H di Barat H di Barat Atlantik
Atlantik
Variasi Rasio
Variasi Rasio 228 228 Th/ Th/ 228 228 Ra Ra
Di laut terbuka rasio A Di laut terbuka rasio A
228228Th/A Th/A
228228Ra meningkat Ra meningkat dengan kedalaman dan dpt > 1, karena
dengan kedalaman dan dpt > 1, karena
228228Th Th tersupply dari remineralisasi partikel biogenis.
tersupply dari remineralisasi partikel biogenis.
234234Th dapat dipakai sbg tracer removal di Th dapat dipakai sbg tracer removal di
perairan pantai terutama pada kondisi sangat perairan pantai terutama pada kondisi sangat
keruh, krn hasilkan waktu penyerapan
keruh, krn hasilkan waktu penyerapan ≈ ≈
228228Th Th . .
234234Th tidak dapat dipakai di laut terbuka karena Th tidak dapat dipakai di laut terbuka karena waktu paruh radioaktivenya pendek (24 hari).
waktu paruh radioaktivenya pendek (24 hari).
Jadi pemilihan radioaktive tracer penting, Jadi pemilihan radioaktive tracer penting, kesalahan dapat terjadi karena rasio
kesalahan dapat terjadi karena rasio
mendekati satu, atau sangat-sangat kecil.
mendekati satu, atau sangat-sangat kecil.