Hari / Tanggal Jumat/ 21 September 2018 Waktu Pukul 14.00 – 16.00
Tempat Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB Jalan Dipati Ukur No. 4 Bandung
Peserta Anggota SA = 32 orang (dari 55 orang) Ex-officio = 10 orang (dari 19 orang)
Tidak Hadir = 30 orang (termasuk 14 orang ijin tidak hadir) Catatan: Daftar hadir ada pada lampiran
Agenda Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang
2. Laporan Pimpinan Senat Akademik
3. Komisi IV: Presentasi Panitia Adhoc Monev Normatif Kerjasama ITB (Prof. Iping Supriana Suwandi dan Dr. Achmad Sjarmidi)
4. Komisi III: Laporan Kenaikan Jabatan/Pangkat dalam Jabatan ke GB:
Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (FTI); Dr. Ir. Danu Ariono (FTI); dan Dr.
Rajesri ST., MT. (FTI)
5. Komisi I: Presentasi Usulan Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano (Brian Yuliarto, ST., M.Eng.,Ph.D.)
6. Lain-lain
- 1. PENGESAHAN AGENDA SIDANG Keputusan:
Agenda sidang disetujui untuk dilaksanakan.
2. LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK
▪ Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018 MWA telah melaksanakan rapat pleno, dengan agenda sebagai berikut:
1) Pembahasan Struktur Organisasi Multi Kampus:
▪ Paparan Proposal dari Eksekutif
▪ Paparan Proposal dari Tim Adhoc Academic Plan Multi Kampus
▪ Diskusi kelebihan dan tantangan untuk masing-masing proposal
▪ Membahas struktur yang ideal 2) Lain-lain
▪ Sesuai dengan Peraturan MWA No. 003/2015 tentang
Keanggotaan Senat Akademik ITB, berikut adalah daftar anggota SA yang telah bertugas selama dua periode berturut-turut dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode 2019-2024:
6) Suprihanto (FTSL)
7) Jann Hidajat Tjakraatmaja (SBM) 8) Adang Suwandi Ahmad (STEI)
▪ Sebagai rujukan dalam proses pemilihan Anggota Tetap Senat Akademik Wakil Fakultas dan Sekolah Periode 2019-2024, kami edarkan kembali SK SA ITB No. 12 Tahun 2003 tentang
Pernyataan Mengenai Kode Etik Anggota Senat Akademik ITB.
▪ Mengingat masih banyaknya usulan kenaikan jabatan/pangkat dosen ITB yang dikembalikan oleh Kemenristekdikti, Ketua SA akan mengirimkan memorandum kepada Rektor ITB tentang hal- hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi dalam penyusunan usulan kenaikan pangkat/jabatan dosen.
▪ Masih terdapat 15 Tim Adhoc Senat Akademik yang belum menyelesaikan tugasnya (on-going):
1) Panitia Adhoc Pengkajian Konsep Keilmuan Serumpun, Fakultas, dan Sekolah di ITB
2) Panitia Adhoc Perubahan Rencana Induk Pengembangan ITB 3) Panitia Adhoc kebijakan Akademik Pengembangan Teknologi
di ITB
4) Panitia Adhoc Monitoring dan Evaluasi Normatif Kinerja Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Periode 2012- 2016 ITB
5) Panitia Adhoc Kebijakan Institut Teknologi Bandung Untuk Memajukan Industri Nasional
6) Panitia Adhoc Review dan Usulan Revisi Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2013 tentang Statuta ITB 7) Panitia Adhoc Pedoman Kesetaraan Karya Ilmiah di
Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain
8) Panitia Adhoc Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran di ITB
9) Panitia Adhoc Pedoman Penjaminan Mutu di ITB 10) Panitia Adhoc Persiapan Pembukaan Prodi Magister
Teknologi Pertahanan
11) Panitia Adhoc Norma dan Kebijakan Program Penelitian ITB 12) Panitia Adhoc Monitoring dan Evaluasi Normatif Kerjasama
ITB
13) Panitia Adhoc Key Performance Indicators Bidang Akademik ITB
14) Panitia Adhoc Persiapan Pembukaan Prodi Magister Teknologi Nano
PRESENTASI PANITIA ADHOC MONEV NORMATIF KERJASAMA ITB
▪ Pengantar disampaikan oleh Ketua Komisi IV Prof. Johnner Sitompul. (Materi pengantar terlampir)
▪ Presentasi disampaikan oleh Prof. Iping Supriana Suwandi dan Dr.
Achmad Sjarmidi. (Materi presentasi terlampir) Diskusi:
Bambang Rijanto:
Lembaga yang menangani kerja sama adalah Direktorat Kemitraan dan Hubungan Internasional. Ada 3 tipe kerja sama, yaitu: externally driven, internally driven, dan gabungan keduanya.
Tommy Firman:
Setiap aktivitas harus ada monev-nya, untuk meningkatkan kinerja, dayaguna, dan umpan balik dalam jangka panjang. Perlu waktu untuk pengembangannya. Perlu visi, periodisasi dan pelaporan.
Norma dan nilai-nilai-nya perlu ditetapkan.
Carmadi Machbub:
Perlu norma-norma yang bersangkutan dengan keterukuran dari kerja sama. Pengawasan bisa dititipkan di SPI/SPM, agar beban SA tidak terlalu besar.
Suwarno :
Kerja sama perlu prioritas agar lebih selektif, karena respon ITB sangat terbatas. Permenristekdikti tentang SNPT dapat dijadikan acuan. Sistem pelaporan monev jangan memberatkan.
Iping Supriana:
Data untuk monev kerma sudah tersedia. Prioritas kita adalah mewujudkannya secara sistem. Dalam menegakkan peraturan konflik perlu dikurangi.
Johnner Sitompul :
Fungsi pengawasan SA diturunkan menjadi monev.
Achmad Sjarmidi :
Dalam organisasi SA ke depan, perlu dibentuk Komisi Akuntabilitas.
Keputusan: Tim Adhoc akan merevisi dan menyempurnakan Draft Peraturan tentang Peraturan Monef Kerja Sama ITB sesuai masukan dari rapat pleno.
4. KOMISI III:
LAPORAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT DOSEN DALAM JABATAN KE GURU BESAR
▪ Pengantar disampaikan oleh Ketua Komisi III Prof. Mikrajuddin Abdullah. (Materi presentasi terlampir)
Wakil Pemberi Rekomendasi: Prof. Dwi Wahju Sasongko 2) Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (FTI
Usulan: GB, IVc
Angka Kredit: 1.241,10 Wakil FGB: Prof. Pradono
Wakil Pemberi Rekomendasi: Prof. Ade Sjafruddin 3) Dr. Rajesri ST., MT. (FTI)
Usulan: GB, IVb Angka Kredit: 1266.24 Wakil FGB: Prof. Pradono
Wakil Pemberi Rekomendasi: Prof. Togar M. Simatupang Keputusan: Disetujui untuk diusulkan kenaikan jabatan ke GB 5. KOMISI I:
PRESENTASI USULAN PROGRAM STUDI MAGISTER DAN DOKTOR TEKNOLOGI NANO
▪ Pengantar disampaikan oleh Ketua Komisi I Prof. Widyo Nugroho 1) Penugasan dari Pemerintah kepada ITB untuk membentuk
prodi Teknologi Nano sudah diterima sejak tahun 2005, namun baru pada tahun 2018 dapat direalisasikan.
2) Yang akan didirikan adalah Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano yang bersifat lintas disiplin, terutama
melibatkan FTI, FMIPA, SF, SITH.
3) Untuk pertama kali Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano akan ditempatkan di FTI.
▪ Karena keterbatasan waktu, presentasi Usulan Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano ditunda sampai dengan kesempatan Sidang Pleno SA berikutnya.
6. LAIN-LAIN Void
Bandung, 21 September 2018
Senat Akademik ITB Menyetujui
Sekretaris Ketua
(Iwan Sudradjat) (Indratmo Sukarno)
SIDANG PLENO 12 SENAT AKADEMIK
Institut Teknologi Bandung
21 September 2018
AGENDA SIDANG PLENO 21 September 2018
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 1
AGENDA SIDANG 21 September 2018
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 2
1. Pengesahan Agenda Sidang 2. Laporan Pimpinan Senat Akademik
3. Komisi IV: Presentasi Panitia Adhoc Monev Normatif Kerjasama ITB
(Prof. Iping Supriana Suwandi dan Dr. Achmad Sjarmidi) 4. Komisi III: Laporan Kenaikan Jabatan/Pangkat dalam Jabatan
ke GB: Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (FTI); Dr. Ir. Danu Ariono (FTI) dan Dr. Rajesri ST., MT. (FTI)
5. Komisi I: Presentasi Usulan Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano (Brian Yuliarto, ST., M.Eng. ,Ph.D.) 6. Lain –lain
Laporan Pimpinan SA
▪ Pada tanggal 22 September 2018, MWA akan melaksanakan sidang pleno dengan agenda pembahasan sebagai berikut:
1. Pembahasan Struktur Organisasi Multi Kampus:
•Paparan Proposal dari Eksekutif
•Paparan Proposal dari Tim Adhoc Academic Plan Multi Kampus
•Diskusi kelebihan dan tantangan untuk masing-masing proposal
•Membahas struktur yang ideal 2. Lain-lain
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 3
Laporan Pimpinan SA
▪ Sesuai dengan Peraturan MWA No. 003/2015 tentang Keanggotaan Senat Akademik ITB, berikut adalah daftar anggota SA yang telah bertugas selama dua periode berturut- turut dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode 2019- 2024:
1. Jahdi Zaim (FITB)
2. Widyo Nugroho SULASDI (FITB) 3. Iwan Sudradjat (SAPPK) 4. Roos Akbar (SAPPK) 5. Ricky Lukman Tawekal (FTSL) 6. Suprihanto (FTSL)
7. Jann Hidajat Tjakraatmaja (SBM) 8. Adang Suwandi Ahmad (STEI)
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 4
Laporan Pimpinan SA
▪ Sebagai rujukan dalam proses pemilihan Anggota Tetap Senat Akademik Wakil Fakultas dan Sekolah Periode 2019-2024, kami edarkan kembali SK SA ITB No. 12 Tahun 2003 tentang Pernyataan Mengenai Kode Etik Anggota Senat Akademik ITB.
▪ Mengingat masih banyaknya usulan kenaikan jabatan/pangkat dosen ITB yang dikembalikan oleh Kemenristekdikti, Ketua SA akan mengirimkan memorandum kepada Rektor ITB tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi dalam penyusunan usulan kenaikan pangkat/jabatan dosen.
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 5
Laporan Pimpinan SA
▪ Masih terdapat 15 Tim Adhoc Senat Akademik yang belum menyelesaikan tugasnya (on-going):
1. Panitia Adhoc Pengkajian Konsep Keilmuan Serumpun, Fakultas, dan Sekolah di ITB 2. Panitia Adhoc Perubahan Rencana Induk
Pengembangan ITB
3. Panitia Adhoc kebijakan Akademik Pengembangan Teknologi di ITB
4. Panitia Adhoc Monitoring dan Evaluasi Normatif Kinerja Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Periode 2012-2016 ITB
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 6
Laporan Pimpinan SA
5. Panitia Adhoc Kebijakan Institut Teknologi Bandung Untuk Memajukan Industri Nasional 6. Panitia Adhoc Review dan Usulan Revisi Peraturan
Pemerintah No. 65 Tahun 2013 tentang Statuta ITB 7. Panitia Adhoc Pedoman Kesetaraan Karya Ilmiah di
Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain 8. Panitia Adhoc Kebijakan Pengembangan
Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran di ITB 9. Panitia Adhoc Pedoman Penjaminan Mutu di ITB 10.Panitia Adhoc Persiapan Pembukaan Prodi
Magister Teknologi Pertahanan
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 7
Laporan Pimpinan SA
11.Panitia Adhoc Norma dan Kebijakan Program Penelitian ITB
12.Panitia Adhoc Monitoring dan Evaluasi Normatif Kerjasama ITB
13.Panitia Adhoc Key Performance Indicators Bidang Akademik ITB
14.Panitia Adhoc Persiapan Pembukaan Prodi Magister Teknologi Nano
15. Panitia Adhoc Kedudukan, Fungsi dan Tugas Guru Besar serta Organisasi Kegurubesaran di ITB
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 8
Laporan Kesekretariatan :
▪ Surat/SK masuk dan keluar (7 September –20 September 2018) Surat Masuk : 3
Surat Keluar : 2 SK Masuk : - SK Keluar : -
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 9
RENCANA
SIDANG PLENO BERIKUTNYA
Jumat, 5 Oktober 2018
pk. 14.00 –16.00
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 10
Monev Normatif Kerjasama ITB
Ketua dan Sekretaris K4SA disampaikan dalam Sidang Pleno SA 21 September 2018
STATUTA ITB, PP NO. 65 TAHUN 2013: Fungsi Pengawasan SA ITB
•Pasal 1 ayat 5:
•Senat Akademik yang selanjutnya disingkat SA adalah organ ITB yang menjalankan fungsi menyusun, merumuskan, menetapkan kebijakan, memberikan pertimbangan, danmelakukan pengawasan di bidang akademik
•Pasal 31, detail tugas pengawasan SA (terlampir)
•Pasal 32 ayat 2: SA dapatmembentuk komisi, dan panitia khusus/terbatas untuk berbagai kepentingan kebijakan dan pengawasan akademik. (pengawasan embedded dalam SA?)
STATUTA ITB: Fungsi Pengawasan SA ITB
Pasal 31
(1) SA merupakan organ yang berfungsi menetapkan norma dan kebijakan akademik ITB serta mengawasi pelaksanaannya.
(2) SA memiliki tugas dan wewenang:
a. menyusun dan menetapkan norma, kebijakan akademik, dan arah pengembangan akademik;
b. mengawasikebijakan dan pelaksanaan kegiatan akademik oleh Pimpinan ITB berdasarkan norma dan arah yang ditetapkan SA;
c. menyusun kode etik sivitas akademika ITB;
d. menetapkan kebijakan akademikmengenai:
1) kurikulum program studi;
2) persyaratan akademik untuk pembukaan dan penutupan program studi;
3) persyaratan akademik untuk pemberian gelar akademik; dan 4) persyaratan akademik untuk pemberian penghargaan akademik;
STATUTA ITB: Fungsi Pengawasan SA ITB
Pasal 31
e. mengawasipenerapan kebijakan akademik sebagaimana dimaksud dalam huruf d;
f. mengawasi kebijakan dan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi ITB;
g. mengawasidan mengevaluasi pencapaian proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakatdengan mengacu pada tolok ukur yang ditetapkan dalam rencana strategis, danmenyarankan usulan perbaikan kepada Rektor;
STATUTA ITB: Fungsi Pengawasan SA ITB (Pasal 31)
Pasal 31
h. mengawasipelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;
i. merekomendasikan pemberian atau pencabutan gelar kehormatan;
j. mengawasipelaksanaan tata tertib akademik;
k. mengawasipelaksanaan kebijakan penilaian kinerja dosen;
l. memberikan pertimbangan kepada Rektor dalam pengusulan guru besar;
m. merekomendasikan sanksi terhadap pelanggaran norma, etika, dan peraturan akademik oleh sivitas akademika ITB kepada Rektor;
STATUTA ITB: Fungsi Pengawasan SA ITB (Pasal 31)
Pasal 31
o. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang rencana strategis, serta rencana kerja dan anggaran yang diusulkan Rektor;
p. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang kinerja akademik Rektor;
q. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang usulan Peraturan MWA atau perubahannya yang diusulkan oleh Rektor;
r. secara proaktif menjaring dan memperhatikan pandangan masyarakat akademik dan masyarakat umum;
s. menyusun dan mengusulkan peraturan MWA dalam bidang kebijakan akademik; dan
t. menyampaikan laporan kegiatan tahunan SA kepada MWA.
Statuta ITB (PP 65/2013); topik kerja sama (1)
BAB I KETENTUAN UMUM
•Pasal 4
5) ITB menjalinkerja samadengan berbagai pihak sesuai dengan jati diri dan mandatnya untuk kemaslahatan umat manusia serta kesejahteraan dan keluhuran martabat bangsa.
Bagian Ketiga Pengabdian Kepada Masyarakat
•Pasal 17
(1) Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu misi ITB dalambentuk pelayanan dan/atau kerja samaITB dengan masyarakat sesuai dengan kompetensi akademik yang dimiliki.
•Bagian Keempat Kerja Sama
•Pasal 18
(1) ITB dapat menjalinkerja sama akademik dan/atau nonakademiksecara institusional dengan pihak yang relevan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
(2) ITB mendukung dan memfasilitasi sivitas akademika untuk menjalinkerja sama secara individual atau kelompokdengan sejawatnya di lembaga lain baik di dalam maupun luar negeri.
(3) Kerja sama sebagaimana dimaksudpada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan secara bertanggungjawab dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas, kreativitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan Tridharma.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kerja sama diatur dengan Peraturan Rektor.
Statuta ITB (PP 65/2013); topik kerja sama (2)
PENDANAAN DAN KEKAYAAN Bagian Kesatu Pendanaan Paragraf 1 Sumber Pendanaan
•Pasal 51
(1) Pemerintah menyediakan dana untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh ITB yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara. Selain dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pendanaan ITB dapat berasal dari:
a. masyarakat;
b. biaya pendidikan;
c. kerja samaTridharma;
d. pengelolaan dana abadi dan usaha;
e. pengelolaan kekayaan negara yang diberikan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah untuk kepentingan pengembangan pendidikan tinggi; dan/atau
f. sumber lain yang sah.
Statuta ITB (PP 65/2013); topik kerja sama (3) Terminologi, Norma, Panduan dan Instrumen“Monev Normatif”
Terminologi Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi (Monev)di dalam Statuta ITB, dinyatakan di dalam Peraturan SA No. 23/SK/I1-SA/OT/2016 Tentang Monitoring dan Evaluasi Normatif:
• Kegiatan“Monev” oleh SA merupakan implementasi dari fungsi pengawasan secara Normatif
Norma: Statuta, SK SA, Renip, Renstra, Norma dan Kebijakan Kerjasama
Hubungan PDCA Normatif dan PDCA Eksekutif
PDCA Normatif
•PDCA Normatif
•Indikator normatif (kualitatif and semi quantitatif), direktif/ arah/ steering, regulatif
•Arah yg sesuai kebijakan senat/ normatif
•Secara umum terciptanya Good governance
•PDCA Eksekutif
PDCA Eksekutif
Kerjasama Akademik
•SA Dibatasi Peraturan Kerjasama Akademik
•Peraturan SA Nomor: 21/SK/I1-SA/OT/2017: Norma dan KebijakanKerjasama Akademik
•Tindaklanjut Peraturan di atasPanduan dan Instrumen Monev Normatif Kerjasama Akademik(Monev Normatif Kerma)
Terima kasih atas perhatiannya
DRAFT
PERATURAN SENAT AKADEMIK ITB TENTANG NORMA MONITORING DAN EVALUASI KERJASAMA AKADEMIK ITB
( MONEV NORMATIF KERMA )
K4-SA ITB 21 SEPTERMBER 2018
NASKAH AKADEMIK
• Kerjasama adalah amanat Pasal 18 (Kerjasama Akademik dan/atau non akademik), Pasal31 (Senat Akademik) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Statuta Institut Teknologi Bandung. Hal tersebut telah diturunkan menjadi Surat Keputusan Senat Akademik ITB Nomor 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Akademik.
Dalam pelaksanannya SK-SA no 21/2017 tersebut memerlukan tindak lanjut implementasi berupa penetapan Norma Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan kerjasama yang dilakukan oleh ITB berdasarkan prinsip manajemen yang akuntabel. Oleh sebab itu perlu disusun suatu Norma Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Akademik dalam bentuk Surat Keputusan Senat Akademik ITB.
• Kerjasama adalah interaksi yang dilakukan oleh dua atau lebih pihak yang bermitra secara kelembagaan, berdasarkan prinsip-prinsip dan tatacara yang disepakati bersama yang dituangkan di dalam dokumen resmi.(Pasal-1 SK-SAITB/ No 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Akademik). Kebijakan Kerjasama ITB dituangkan dalam perencanaan akademik dan diwujudkan dalam pelaksanaan Tridharma yang sinergis, serta berdampak kepada peningkatkan kinerja institusi secara berkelanjutan (Pasal-2 SK-SAITB/ no 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Kerjasama Akademik). Kerjasama Akademik meliputi kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, efektifitas, efisiensi, dan mutu, yang relevan dengan pelaksanaan Tridharma di ITB yang kreatif dan inovatif, serta berdampak kepada peningkatan kinerja dan kesejahteraan dosen pelaksana (Pasal-3 SK-SAITB/ no 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Kerjasama Akademik).
• Dalam dua dekade terakhir ITB telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga
masyarakat baik di dalam dan di luar negeri.
Setiap tahun ratusan kerjasama ditandatangani oleh pimpinan ITB
menyangkut banyak hal termasuk kerjasama akademik dan non-akademik. Walaupun demikian pelaksanaan kerjasam tersebut belum dipantau dan dinilai secara terukur sehingga dapat diketahui tingkat kinerjanya sebagai yang dimaksud dalam tujuan kerjasama yang diamanatkan dalam Statuta ITB 2013.
• Dalam kurun waktu 2012-2016 sekurangnya ITB telah melakukan xxx kerjasama yang terdiri dari xxx buah kerjasana pendidikan, xxx kerjasama penelitian, dan xxx kerjasama pengabdian masyarakat. Semua kejasama tersebut didata dengan seksama namun pelaksanannya belum dipantau secara berkala (monitoring) apalagi dinilai (evaluasi) keberhasilannya.
Untuk memnuhi kaidah pengelolaan (manajemen) yang akuntabel maka perlu dilakukan kegiatan MONEV dari program kerjasama yang dilakukan ITB sehingga dapat ditentukan tingkat kinerja dari berbagai kerjasama tersebut. Dengan demikian Norma MONEV Kerjasama merupakan norma dari proses kontrol manajemen dalam siklus manajemen yang kita kenal.
Untuk itu perlu ditetapkan norma monitoring dan evaluasi kerjasama atau Monev Normatif Kerjasama
• Dalam merancang Norma Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Akademik ITB
dikembangkan sudut pandang sebagai berikut :
gb1
• Pertama, norma MONEV diposisikan sebagai upaya agar kegiatan kerjasama akademik ITB dapat terlaksana, bertumbuh, dan
berkelanjutan ke arah yang telah diinginkan secara benar (gb.1)
gb2
• Kedua, norma MONEV dapat diterapkan pada berbagai jenis interaksi kerjasama yang mungkin muncul berdasarkan manfaat yang diperoleh bagi pihak yang bekerjasama buah dari sumberdaya yang dimiliki oleh masing2 pihak. Manfaat dapat dimiliki dan dirasakan oleh kedua belah pihak secara berkeadilan, manfaat lebih besar pada satu pihak, atau keduanya tidak mendapatkan manfaat bahkan dapat kehilangan sumberdaya( gb.2).
gb3
• Ketiga, norma MONEV dapat digunakan untuk menetapkan tahapan inisiasi, kegiatan/operasi (SOP), terminasi, serta kelanjutan kegiatan dalam siklus manajemen ( PDCA) (gb.3)
gb4
• Keempat, norma MONEV mengawal dan menuntut ditetapkannya arah dan langkah (roadmap) kerjasama (gb.4) seperti yang diamanatkan dalam Norma dan Kebijakan Akademik (SK-SAITB/ no 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Akademik)
• Kelima, norma MONEV mencakup seberapa jauh suatu kerjasama dibuat dengan dengan prinsip2 selalu mengambil inisiatip, terencana dengan baik, mengutamakan hal-hal sttategik, proaktip, memperhitungkan resiko,
berada/bermuara pada suatu ekosistem yang mendukung, serta mementingkan
keberlanjutan. (Gb 3)
• Keenam, norma Monev dapan dijadikan penentu bahwa suatu kerjasama hendaklah memprioritaskan peningkatan kinerja ITB dari berbagai bentuk dan model kerjasama yang diharapkan memberikan manfaat.
• Ketujuh, norma MONEV juga menjadi acuan dalam penentuan indikator proses dan keberhasilan suatu kerjasama sebagai
instrument kontrol pengelolaan (implementasi penjelasan pasal 9 Norma dan Kebijakan Kerjasama Akademik) yang dilakukan oleh pelaksana kerjasama (eksekutif)
• Kedelapan, norma MONEV dikembangkan terus menerus sehingga menjadi alat pengelolaan yang adaptip.(dimulai dari Versi 1.0)
PASAL-PASAL
Pasal 1. Landasan dan Tujuan
• 1. Monev Normatif Kerma mengacu pada Keputusan Senat Akademik no 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Kerjasama Akademik ITB, dengan
memperhatikan pula tolok ukur yang ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembanagan dan Rencana Strategis ITB
• 2. Monev Normatif Kerma digunakan untuk melaksanakan tugas dan wewenang Senat Akademik bidang pengawasan kerjasama yang melekat pada SA
• 3. Hasil Monev Normatif Kerma berupa dokumen yang digunakan untuk penilaian, perbaikan, dan
rekomendasi kebijakan kerjasama akademik oleh Senat Akademik, Rektor, dan MWA sebagai upaya
pemjaminan mutu program kerjasama.
Pasal 2. Ruang lingkup dan waktu
• 1. Kegiatan Monev Normatif Kerma mencakup semua aspek kegiatan kerjasama yaitu azas, nilai, sumberdaya, proses, hasil/manfaat, partisipasi pelaku, serta dampak pada pihak ( SK SA no 21/2017 tentang Norma dan Kebijakan Kerjasama Akademik)
• 2. Kegiatan Monev Normatif Kerma dilaksanakan oleh Komisi SA yang membidangi kerjasama akademik
• 3. Kegiatan Monev Normatif Kerma dilakukan secara berkala (bulanan, semesteran, tahunan) sesuai dengan masa berlaku kontrak kerjasama akademik
Pasal 3. Sistem, Panduan, dan Instrumen
• 1. Sistem Monev Normatif Kerma adalah keseluruhan aturan, prasarana, sumberdaya (manusia, fasilitas, dana, informasi), tujuan, proses, dan pelaporan
• 2. Panduan Monev Normatif Kerma adalah petunjuk yang diacu dalam melaksanakan Monev Normatif Kerjasama
• 3. Instrumen Monev Normatif Kerma adalah perangkat yang digunakan dalam
melaksanakan kegiatan Monev Normatif Kerjasama
Pasal 4. Aspek-aspek Monev Normatif Kerma
• 1. Aspek-aspek Monev Normatif Kerma adalah aspek umum , aspek sumberdaya kerjasama, aspek proses kerjasama, dan aspek hasil kerjasama
• 2. Penilaian aspek-aspek Monev Normatif Kerma (ayat 1) mengacu pula pada tujuan dan ketercapaian hasil kerjasama yang tertuang dalam Renip ITB dan Renstra.ITB
Pasal 5. Kiteria Umum Monev Normatif Kerma Kriteria penilaian aspek umum Monev Normatif Kerma adalah tentang:
• 1. Inisiatif dan kepeloporan kerjasama institusi ITB pada bidang tertentu yang diperlukan bagi kontribusi pemenuhan kebutuhan nasional dan international.
• 2. Keterpaduan (ekosistem) hasil kerjasama dalam Tridarma
• 3. Apresiasi terhadap prestasi kerjasama (merit)
Pasal 6. Kriteria penilaian aspek input Monev Normatif Kerma
• Kriteria penilaian input Monev Normatif Kerma adalah tentang:
• 1. Peningkatan dalam perolehan dana rutin dan kompetitif dari sumber yang sah
• 2. Peningkatan keterlibatan sivitas akademik dari semua jenjang dalam kerma akademik (tridarma)
• 3.Penegakan etika akademik dan/ atau profesi dalam kerjasama (plagiat, originalitas, …)
• 4. Melindungi kepentingan nasional ( peraturan, SD, kebijakan)
Pasal 7. Kriteria penilaian aspek proses Monev Normatif Kerma
Kriteria penilaian aspek proses Monev Normatif Kerma adalah tentang:
• 1. Penegakan Tata Kelola yang menjamin kualitas, produktivitas, akuntabilitas, dan kondusivitas kerjasama
• 2. Mendorong kerjasama yang bersifat sistematik, transparan, sinergik dengan mitra
• 3. Konsisten mengacu kepada peta-jalan kerjasama
Pasal 8. Kriteria penilaian aspek hasil Monev Normatif Kerma Kriteria penilaian aspek hasil Monev Normatif Kerma adalah tentang:
• 1. Kontribusi hasil kerjasama bagi peningkatan kinerja manajemen ITB
• 2. Kontribusi hasil kerjasama bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan SDM ITB
• 3. Kontribusi hasil kerjasama bagi peningkatan sarana dan prasarana ITB
• 4. Kontribusi hasil kerjasama bagi peningkatan standard kerja ITB
Pasal 9. Pelaporan Hasil Monev Normatif Kerma
• 1. Rektor menyampaikan laporan kerjasama akademik kepada SA di akhir suatu kerjasama.
• 2. Pelaporan berkala hasil Monev Normatif Kerma dibuat secara tertulis oleh Komisi Senat Akademik yang ditugasi menangani Monev Normatif Kerma, disampaikan kepada Pimpinan SA dengan tembusan kepada Rektor dan MWA.
• 3. SA memberikan rekomendasi pelaksanaan kerjasama akademik kepada Rektor dan MWA berdasarkan hasil monev kerma
Pasal 10. Penutup
• Surat Peraturan Senat Akademik tentang Norma Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diperbaiki jika terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penetapannya, Adapun semua Ketetapan SA terkait Norma Monev Kerjasama Akademik yang ada selama ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
21 September 2018
1) Kenaikan jabatan GB: Dr.Ir. Iftikar Zahedi Sutalaksana, FTI
2) Kenaikan jabatan GB: Dr.Ir. Danu Ariono, FTI
3) Kenaikan jabatan GB: Dr. Rajesri, ST., MT
NIP: 195404191978021001 / 0019045405 F/S: FTI
TMT: IVb (1-10-2000), LK (1-01-2001) Usulan: IVc, GB
AK: 1.241,10
Bidang Pendidikan dan Pengajaran: sangat baik
Bidang Penelitian: baik
Bidang pengabdian kepada masyarakat: sangat baik
Bidang penunjang kegiatan dosen: sangat baik
1. Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim 2. Prof. Kadarsah Suryadi
3. Prof. Ade Sjafruddin (FTSL)
4. Prof. Teuku Yuri M. Zagloel (GB Teknik Industri, Univesitas Indonesia)
Pada rapat 8 Agustus 2018 menyetujui usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar Dr.Ir. Iftikar Zahedi Sutalaksana, FTI setelah melakukan sejumlah koreksi dokumen DUPAK
Koreksi dokumen telah dilakukan sehingga usulan disampaikan pada Pleno hari ini.
Meminta persetujuan rapat Pleno SA hari ini.
NIP: 195401071979111001 / 0007015402 F/S: FTI
TMT: IVa (1-10-1992), LK (1-01-2001) Usulan: IVb, GB
AK: 1228,93
Bidang Pendidikan dan Pengajaran: sangat baik
Bidang Penelitian: baik
Bidang pengabdian kepada masyarakat: sangat baik
Bidang penunjang kegiatan dosen: sangat baik
1. Prof. Dwiwahju Sasongko, Ir., M.Sc., Ph.D.
(FTI)
2. Prof. Tjandra Setijadi (FTI)
3. Prof. Dr. Rudy Sayoga Gautama (FTTM) 4. Ir. Nanang Untung IPU (Persatuan Inisyur Indonesia, Badan Kejuruan Teknik Kimia) 5. Prof.Ir. Renanto, M.Sc., Ph.D. (Institut Teknologi Sepuluh November)
Pada rapat 12 September 2018 menyetujui usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar Dr.Ir.
Danu Ariono, FTI
Meminta persetujuan rapat Pleno SA hari ini.
NIP: 197010121996032001 F/S: FTI
TMT: IVa (1-04-2016), LK (1-01-2010) Usulan: IVb, GB
AK: 1.266,24
Bidang Pendidikan dan Pengajaran: sangat baik
Bidang Penelitian: baik
Bidang pengabdian kepada masyarakat: sangat baik
Bidang penunjang kegiatan dosen: sangat baik
1. Prof. Kadarsah Suryadi 2. Prof. Senator Nur. Bahagia 3. Prof.Dr.Ir. Drajad Irianto, M.Eng
4. Prof. Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D.
5. Prof.Dr.Ir. Udisubakti Ciptomulyono, M.EngSc.
(Teknik Industri–ITS)
6. Prof. dr.ir. E.J. de Bruijn., M.Sc., I.E. & O.R.(Em.) (Faculty of Technology and Management University of Twente, The Netherlands)
7. Prof.dr.ir. O.A.M Fisscher, emeritus Professor (Faculty of Technology and Management University of Twente, The Netherlands)
Pada rapat 12 September 2018 menyetujui usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar Dr.
Rajesri, ST., MT. dari FTI
Meminta persetujuan rapat Pleno SA hari ini.
12/09/2018 03/09/2018 FGB
Hasil Penilaian Usulan Kenaikan
Jabatan/Pangkat, a.n. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D.
Ketua SA
12/09/2018 03/08/2018 FGB
Hasil Penilaian Usulan Kenaikan Jabatan/Pangkat, a.n. Dr. Ir. Iftikar Z.
Sutalaksana
Ketua SA
13/09/2018 10/09/2018 WRSO Permohonan Persetujuan Senat Akademik, a.n.
Dr. Henry Setiyanto, S.Si., MT Ketua SA
b) SURAT KELUAR
Tanggal Nomor Perihal Ditujukan
07/09/2018 367/I1- SA/OT/2018
Surat Persetujuan SA. Ir. Benyamin Sapiie,
Ph.D.,dkk.(4 orang) Rektor
14/09/2018 376/I1- SA/OT/2018
Surat Pertimbangan FGB: Dr. Ir. Bambang Kismono
Hadi dan Dr. Ir. Robert Manurung, M.Eng. FGB
c) SK / PERATURAN MASUK
Tanggal Tgl. SK Asal Tentang Ket
d) SK SENAT AKADEMIK
Tanggal Nomor Tentang