RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 i SAMPUL
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 ii TIM PENYUSUN
1. Ahmad Hamir, S., M.M., M.Mar.E. (Penanggung Jawab) 2. Mohammad Arief Rahman, S.T., M.M. (Ketua)
3. Lilik Yulianingsih, S.Pd., M.Hum. (Sekretaris) 4. Carles Y.A. Nalle, S.Si.T., M.M. (Anggota) 5. Fadel Muhammad, S.Tr.Pel., M.Sc. (Anggota) 6. Oktovianus C. Karubaba, S.E., M.M. (Anggota)
7. Aisah Niasari (Anggota)
Diterbitkan oleh:
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong
Jalan Tanjung Saoka Nomor 01, Maladum Mes, Kota Sorong, Papua Barat Daya Telp/Faks. : +62 811 4440 838 / +62 822 3841 9839
Surel : [email protected] Situs Web : https://library.poltekpel-sorong.ac.id
Facebook : https://www.facebook.com/poltekpelsorong Instagram : https://www.instagram.com/poltekpelsorong/
TIM PENYUSUN
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 iii LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA STRATEGIS PERPUSTAKAAN
POLITEKNIK PELAYARAN SORONG TAHUN 2024 – 2029
Sorong, 05 November 2024
Penyusun, Menyetujui,
Mohammad Arief Rahman, S.T., M.M. Ahmad Hamir, S., M.M., M.Mar.E.
Kepala Unit Perpustakaan Kepala Bagian Administrasi Akademik & Ketarunaan
Mengetahui,
Capt. Dodik Widarbowo, M.T. M.Mar. Dwi Haryanto, M.M.
Direktur Wakil Direktur 1
LEMBAR PENGESAHAN
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 iv DAFTAR ISI
SAMPUL ... i
TIM PENYUSUN ...ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
GAMBARAN UMUM ... ix
BAB I. PENDAHULUAN ... 12
A. Latar Belakang ... 12
B. Permasalahan ... 13
C. Tujuan Pengembangan ... 14
D. Sasaran ... 15
E. Ruang Lingkup ... 15
BAB II. PROFIL PERPUSTAKAN... 17
A. Sejarah Perpustakaan ... 17
B. Visi dan Misi Perpustakaan ... 19
C. Tujuan ... 19
D. Sasaran ... 20
E. Struktur Organisasi Perpustakaan ... 21
BAB III. ANALISA SITUASI PERPUSTAKAAN ... 24
A. Situasi Internal ... 24
B. Situasi Eksternal ... 27
C. Strategi Umum ... 28
BAB IV. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ... 31
A. Kebijakan Tindaklanjut ... 31
B. Strategi Pencapaian Target ... 31
C. Tujuan Strategis ... 31
D. Sasaran Strategis ... 32
E. Isu Strategis ... 32
BAB V. SASARAN DAN PROGRAM KERJA ... 33
A. Program I : Pengembangan dan Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka ... 33
B. Program II : Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 34
C. Program III : Pengembangan Sarana dan Prasarana ... 35
D. Program IV : Kemitraan dan Kerja Sama Antar Perpustakaan ... 36
DAFTAR ISI
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 v
E. Program V : Pengembangan Pendidikan Pemustaka dan Promosi ... 37
F. Program VI : Pelestarian dan Perawatan Koleksi Bahan Pustaka ... 39
G. Program VII : Pengembangan Layanan Berbasis Automasi ... 40
H. Program VIII : Penyusunan Dokumen Mutu ... 41
BAB VI. KEBUTUHAN ANGGARAN ... 42
BAB VII PENUTUP ... 43
LAMPIRAN ... 44
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 vi DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1STRUKTUR ORGANISASI... 21 GAMBAR 2.STATISTIK SEBARAN PERPUSTAKAAN TERAKREDITASI ... 24
DAFTAR GAMBAR
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 vii DAFTAR TABEL
TABEL 1.DAFTAR FASILITAS EXISTING ... 26
TABEL 2.KEBUTUHAN FASILITAS PENUNJANG ... 26
TABEL 3.SDMPERPUSTAKAAN ... 27
TABEL 4.PROGRAM KERJA IPENGEMBANGAN LAYANAN BERBASIS AUTOMASI ... 40
TABEL 5PROGRAM KERJA IIPENGEMBANGAN DAN PENGADAAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA ... 33
TABEL 6PROGRAM KERJA IIIPENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ... 34
TABEL 7PROGRAM KERJA IVPENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA ... 35
TABEL 8PROGRAM KERJA VKEMITRAAN DAN KERJA SAMA ANTAR PERPUSTAKAAN ... 36
TABEL 9PROGRAM KERJA VIPENGEMBANGAN PENDIDIKAN PEMUSTAKA DAN PROMOSI ... 38
TABEL 10PROGRAM KERJA VIIPELESTARIAN DAN PERAWATAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA ... 39
TABEL 11PROGRAM KERJA VIIIPENYUSUNAN DOKUMEN MUTU ... 41
TABEL 12KEBUTUHAN ANGGARAN DARI PROGRAM KERJA I-VIII ... 42
DAFTAR TABEL
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 viii
KATA PENGANTAR
Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan salah satu unit kerja di institusi pendidikan tinggi yang berkolaborasi dengan unit-unit lain untuk melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan dari lembaga yang menaunginya.
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong berperan sebagai unit pendukung dalam pelaksanaan program akademik di Politeknik Pelayaran Sorong. Posisi, fungsi, dan tugas perpustakaan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM. 112 Tahun 2024 mengenai Peta Jabatan dan Uraian Jenis Kegiatan Jabatan di Lingkungan Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Salah satu tugas utama perpustakaan adalah menyusun perencanaan strategis untuk pengembangan layanan perpustakaan.
Rencana Strategis Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong 2024-2029 disusun tidak hanya untuk pengembangan layanan perpustakaan, tetapi juga untuk memberikan panduan dalam pelaksanaan kegiatan perpustakaan selama lima tahun ke depan, sesuai dengan program prioritas yang telah ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Sorong.
Penyusunan Rencana Strategis ini dilakukan oleh Tim Penyusun yang terdiri dari perwakilan program studi nautika, program studi permesinan kapal, dan program studi manajemen transportasi laut (MTL).
Kami berharap Rencana Strategis Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong 2024-2029 ini, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan dan peningkatan layanan perpustakaan, baik untuk sivitas akademik Politeknik Pelayaran Sorong maupun untuk masyarakat luas, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Sorong, 05 November 2024 Kepala Unit Perpustakaan
Mohammad Arief Rahman, S.T., M.M.
KATA PENGANTAR
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 ix
GAMBARAN UMUM
Rencana Strategis (Renstra) Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang menetapkan arah dan tujuan perpustakaan selama lima tahun ke depan, mencakup periode 2024 hingga 2029. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan strategis dalam meraih visi, misi, serta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong, dengan merujuk pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) Politeknik Pelayaran Sorong 2020-2039 sebagai institusi induk.
Renstra ini juga menjadi dasar dalam kebijakan dan keputusan terkait pengelolaan dan pengembangan program perpustakaan, yang disusun berdasarkan perkembangan, tantangan, serta isu-isu strategis yang dihadapi oleh Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong.
Dokumen ini merupakan acuan utama dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Politeknik Pelayaran Sorong untuk periode 2025-2030. Berdasarkan analisis situasi terkini, yang mencakup Standar Operasional Prosedur (SOP) serta manajemen pengembangan untuk tahun 2024-2029, dengan mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI) Nomor 5 Tahun 2024, ditemukan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh perpustakaan. Tantangan-tantangan tersebut meliputi:
1. Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM): Keterbatasan pustakawan dan staf perpustakaan baik dari segi jumlah maupun kompetensi.
2. Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur: Kurangnya furnitur dan prasarana yang diperlukan untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan koleksi perpustakaan serta keterbatasan teknologi pendukung.
3. Kekurangan Koleksi Bahan Pustaka: Masih kurangnya jumlah dan variasi buku teks program studi serta buku umum yang tersedia.
4. Belum Terakreditasinya Perpustakaan: Hingga saat ini, perpustakaan belum terakreditasi oleh PERPUSNAS RI.
5. Ketiadaan Kerja Sama Lintas Perpustakaan: Kurangnya kolaborasi dan kemitraan dengan perpustakaan lain untuk memperluas jaringan dan sumber daya.
6. Ketiadaan Dokumen Mutu Perpustakaan: Minimnya dokumen-dokumen mutu seperti Rencana Strategis, pedoman, dan prosedur lainnya.
7. Minimnya Pemahaman Sivitas Akademik: Rendahnya pemahaman sivitas akademika terhadap fungsi dan peran perpustakaan dalam mendukung pendidikan.
GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 x 8. Keterbatasan Ruang dan Layanan Bagi Pemustaka: Keterbatasan ruang dan jenis
layanan yang dapat diberikan kepada pemustaka.
Kedelapan isu tersebut mencerminkan tantangan mendasar yang dihadapi, termasuk kurangnya pengetahuan pustakawan dalam teknologi informasi, bahasa asing, dan komunikasi. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jumlah pustakawan yang berdampak pada keterlambatan tugas-tugas operasional, serta tidak memadainya koleksi literatur (buku teks dan umum), fasilitas IT, dan furnitur pendukung. Lebih lanjut, perpustakaan juga belum memiliki pimpinan dengan kualifikasi pendidikan minimal magister (S2), belum memiliki dokumen mutu yang lengkap, serta belum terdaftar di PERPUSNAS RI untuk memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan.
Temuan-temuan ini kemudian dianalisis melalui metode SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan perpustakaan yang relevan dan adaptif. Hasil analisis ini menjadi dasar bagi Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong dalam menetapkan fokus pengembangan untuk periode 2024-2029, yang meliputi:
1. Penyediaan Layanan Prima Berbasis Teknologi Informasi (IT): Pengembangan layanan digital dan automasi untuk meningkatkan aksesibilitas bagi pemustaka.
2. Penyusunan Dokumen Mutu Perpustakaan: Pengembangan dan penyusunan dokumen-dokumen penting untuk menjamin kualitas pengelolaan perpustakaan.
3. Peningkatan Fasilitas dan Sarana Pendukung: Pengadaan fasilitas fisik serta teknologi modern guna mendukung operasional perpustakaan, seperti ruang tandon koleksi buku, lemari atau rak buku yang lebih estetik, lemari atau rak koleksi jurnal ilmiah, dan untuk display buku baru, atau ruang-ruang baca dalam area kampus.
4. Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM: Pengembangan kompetensi pustakawan dan staf perpustakaan melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi serta penambahan jumlah pustakawan yang memadai.
5. Kemitraan dengan Perpustakaan Lain: Membangun kerja sama dengan perpustakaan institusi atau perguruan tinggi lainnya untuk memperluas jaringan sumber daya.
6. Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka: Peningkatan koleksi literatur, baik buku teks per-prodi, buku umum, buku referensi, jurnal ilmiah, maupun terbitan berseri.
7. Akreditasi Perpustakaan: Mengupayakan akreditasi perpustakaan oleh PERPUSNAS RI guna meningkatkan reputasi dan kredibilitas perpustakaan.
Ruang lingkup Renstra ini mencakup delapan program pengembangan utama, yaitu:
1. Pengembangan dan Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka;
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 xi 2. Pengembangan Sumber Daya Manusia;
3. Pengembangan Sarana dan Prasarana;
4. Kemitraan Antar Perpustakaan;
5. Pendidikan Pemustaka dan Promosi;
6. Pelestarian dan Perawatan Koleksi Bahan Pustaka;
7. Pengembangan Layanan Berbasis Automasi;
8. Penyusunan Dokumen Mutu.
Dokumen ini juga mencakup Profil Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong, termasuk sejarah, visi, misi, tujuan, dan sasaran perpustakaan. Selain itu, dokumen ini berisi analisis situasi internal dan eksternal perpustakaan, kompetensi yang dimiliki, struktur organisasi, serta kondisi umum dan kondisi yang diharapkan. Semua ini dirumuskan melalui analisis kesenjangan untuk menentukan arah kebijakan dan strategi yang tepat.
Pada akhirnya, Renstra ini diharapkan menjadi pedoman bagi Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong dalam menyusun indikator kinerja dan program kerja. Tujuan akhirnya adalah menjadikan perpustakaan sebagai lembaga unggulan yang mendukung peningkatan literasi dan kemampuan intelektual, khususnya bagi masyarakat di Indonesia bagian Timur, serta secara khusus di Kota Sorong.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 12
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era digital dan informasi saat ini, peran perpustakaan perguruan tinggi telah berkembang jauh melebihi sekadar penyedia bahan bacaan.
Sebagai pusat informasi, perpustakaan dituntut untuk menyediakan layanan yang berbasis teknologi serta dapat diakses secara luas oleh sivitas akademik. Selain itu, perpustakaan diharapkan mampu menjadi sumber utama untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Politeknik Pelayaran Sorong, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di bidang pelayaran, menyadari pentingnya pengembangan perpustakaan yang mampu menjawab kebutuhan modern serta mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi mahasiswa.
Namun, di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia serta infrastruktur penunjang masih menjadi kendala bagi banyak perpustakaan perguruan tinggi dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Tantangan ini mendorong perlunya transformasi perpustakaan agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam institusi induk, di mana perpustakaan tidak hanya menjadi bagian pelengkap, tetapi juga menjadi aktor kunci yang terlibat dalam proses informasi dan pengambilan keputusan.
Politeknik Pelayaran Sorong, sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang pelayaran, juga menyadari urgensi perencanaan strategis yang selaras dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Politeknik 2025-2035. Renstra ini menjadi upaya untuk mengarahkan perpustakaan menuju visi dan misi sebagai pusat informasi yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta untuk meningkatkan perannya dalam menunjang kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.
Kehadiran Renstra ini juga merupakan langkah untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi perpustakaan ke depannya, dengan memanfaatkan
BAB I PENDAHULUAN
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 13 data dan kondisi terkini untuk mengambil keputusan yang lebih efektif. Di antaranya, strategi ini mencakup:
(1) Peningkatan layanan berbasis IT, (2) Penyusunan dokumen mutu,
(3) Pengembangan sarana dan prasarana,
(4) Peningkatan kualitas serta jumlah pustakawan, (5) Menjalin kemitraan dengan perpustakaan lain.
(6) Pengembangan kualitas dan kuantitas koleksi bahan pustaka (buku teks, umum, terbitan berseri serta koleksi referensi)
Semua ini bertujuan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas koleksi pustaka, menjadikan perpustakaan sebagai lembaga yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dan pada akhirnya mendukung pencapaian Politeknik Pelayaran Sorong sebagai institusi pendidikan yang diakui.
Penyusunan Rencana Strategis ini bertujuan untuk memberikan panduan jangka panjang yang komprehensif dan adaptif guna mewujudkan perpustakaan yang unggul di wilayah Indonesia Timur, mendukung visi Politeknik Pelayaran Sorong sebagai lembaga induk, serta memperkokoh perpustakaan sebagai pusat literasi, penelitian, dan sumber daya pembelajaran bagi sivitas akademik dan masyarakat luas.
B. Permasalahan
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong bertujuan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni sebagai pusat sumber belajar, pengajaran, dan penelitian. Namun, analisis situasi terkini mengungkapkan sejumlah permasalahan mendasar yang mempengaruhi kinerja perpustakaan dalam memenuhi tujuan tersebut, diantaranya:
1. Keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM, baik dalam hal kompetensi pustakawan yang belum tersertifikasi secara nasional, diperparah dengan penguasaan teknologi informasi serta keterampilan bahasa asing dan komunikasi. Tantangan ini berakibat pada rendahnya kemampuan pustakawan dalam memanajemen pengelolaan perpustakaan, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam rangka mengoptimalkan layanan perpustakaan.
2. Minimnya infrastruktur seperti furnitur lemari/rak buku yang kurang dan modern, sarana pelestarian dan perawatan koleksi bahan pustaka seperti tidak terdapat space ruangan tandon koleksi buku dan lemari jurnal atau karya ilmiah mahasiswa,
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 14 serta fasilitas teknologi seperti CCTV dan unit komputer bagi pengunjung atau pemustaka, sehingga membatasi upaya perpustakaan dalam menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan relevan dengan perkembangan zaman.
3. Terbatasnya koleksi buku teks yang relevan dengan program studi serta buku umum, berdampak pada keterbatasan sumber daya yang dapat mendukung kebutuhan akademik mahasiswa dan dosen.
4. Perpustakaan belum memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), sehingga semakin sulit memperoleh akreditasi resmi dari Perpustakaan Nasional RI, yang menghambat pengakuan institusional terhadap kualitas perpustakaan.
5. Perpustakaan belum menjalin kerja sama lintas institusi/perguruan tinggi, yang seharusnya dapat memperluas jangkauan layanan dan memperkaya koleksi pustaka.
6. Perpustakaan masih kekurangan dokumen mutu yang mencakup Renstra, Program Kerja, Pedoman, Prosedur, dan dokumen lainnya sebagai panduan operasional dan pengembangan. Ketiadaan dokumen-dokumen ini menunjukkan kurangnya kerangka kerja yang sistematis untuk mencapai target kualitas layanan.
7. Rendahnya pemahaman sivitas akademik tentang fungsi dan peran perpustakaan, yang menyebabkan perpustakaan menjadi kurang maksimal dalam memfasilitasi kegiatan akademik.
8. Keterbatasan ruang dan layanan untuk pemustaka mengakibatkan perpustakaan sulit memenuhi kebutuhan kunjungan yang terus meningkat.
Permasalahan ini tentunya berkaitan erat dengan beberapa faktor, yaitu kepemimpinan yang belum optimal, manajemen sumber daya manusia yang belum berkembang sesuai kebutuhan, tata kelola institusi yang memerlukan perbaikan, serta iklim dan budaya akademik yang belum sepenuhnya terinternalisasi di dalam perpustakaan.
C. Tujuan Pengembangan
Tujuan utama dari penyusunan Rencana Strategis Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong ini adalah untuk memberikan arahan dan pedoman dalam pengembangan perpustakaan agar dapat memenuhi kebutuhan akademik dan informasi bagi sivitas akademik. Secara khusus, tujuan pengembangan ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kompetensi pustakawan dan staf perpustakaan untuk mendukung layanan prima berbasis kompetensi.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 15 3. Mengembangkan kualitas dan kuantitas koleksi bahan pustaka, sehingga relevan
dengan kurikulum dan kebutuhan akademik Politeknik Pelayaran Sorong.
4. Memperoleh akreditasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI) untuk meningkatkan kredibilitas dan pengakuan perpustakaan.
5. Menjalin kemitraan dengan perpustakaan lembaga atau perguruan tinggi lain untuk memperkuat jejaring dan sumber daya perpustakaan.
6. Menyusun dan melengkapi dokumen mutu perpustakaan untuk menjamin pengelolaan perpustakaan yang berkualitas.
7. Meningkatkan pendidikan pemustaka dan promosi terhadap sivitas akademik Politeknik Pelayaran Sorong dan masyarakat umum.
8. Menyediakan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi yang modern dan dapat diakses secara luas oleh pemustaka.
D. Sasaran
Adapun sasaran jangka pendek dalam rencana strategis 2024-2029, yang hendak dicapai melalui pengembangan perpustakaan ini meliputi:
1. T.A. 2024-2025 Peningkatan Layanan Berbasis IT : Mewujudkan layanan perpustakaan yang terotomatisasi dan mudah diakses oleh pemustaka.
2. T.A. 2025-2026 Penyediaan Koleksi Berkualitas : Penambahan koleksi bahan pustaka baik dalam bentuk cetak maupun digital yang mendukung kebutuhan kurikulum dan penelitian, sehingga terbangun sivitas akademik yang cinta IPTEK.
3. T.A. 2026-2027 Peningkatan SDM Perpustakaan : Penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi pustakawan atau staf perpustakaan serta bersertifikasi berbasis kompetensi dalam bidang yang relevan.
4. T.A. 2027-2028 Penyediaan Sarana dan Prasarana : Penambahan fasilitas fisik serta perangkat teknologi yang menunjang kenyamanan dan kualitas layanan perpustakaan.
5. T.A. 2028-2029 Akreditasi Perpustakaan : Perolehan akreditasi perpustakaan yang menunjukkan kesesuaian dengan Standar Nasional, demi terwujudnya perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong unggulan.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Rencana Strategis Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong ini mencakup delapan program pengembangan utama yang mencerminkan fokus dan prioritas dalam lima tahun ke depan, yaitu:
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 16 1. Program I : Pengembangan dan Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka
Penambahan koleksi bahan pustaka yang mencakup buku teks, literatur umum, jurnal, dan referensi lainnya.
2. Program II : Pengembangan Sumber Daya Manusia
Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pustakawan dan staf perpustakaan melalui pelatihan, sertifikasi, dan rekrutmen.
3. Program III : Pengembangan Sarana dan Prasarana
Penyediaan dan peningkatan fasilitas fisik dan teknologi untuk mendukung kenyamanan dan kualitas layanan.
4. Program IV : Kemitraan dan Kerja Sama Antar Perpustakaan
Membangun kerja sama dengan perpustakaan institusi lain untuk saling berbagi sumber daya dan informasi.
5. Program V : Pengembangan Pendidikan Pemustaka dan Promosi
Melakukan kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta promosi untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademik terhadap peran perpustakaan.
6. Program VI : Pelestarian dan Perawatan Koleksi Bahan Pustaka
Menyusun sistem perawatan koleksi untuk menjaga kelestarian bahan pustaka.
7. Program VII : Pengembangan Layanan Berbasis Automasi
Implementasi layanan digital untuk memudahkan akses dan pelayanan kepada pemustaka.
8. Program VIII : Penyusunan Dokumen Mutu
Menyusun dan melengkapi dokumen-dokumen mutu yang sesuai dengan Standar Nasional guna mendukung operasional perpustakaan.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 17
BAB II. PROFIL PERPUSTAKAN
A. Sejarah Perpustakaan
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong didirikan bersamaan dengan pendirian kelembagaan pembentukan institusi induknya, di mana sebelumnya di tahun 2007 masih berupa Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Sorong (BP2IP) di bawah koordinasi Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, selanjutnya pada tanggal 28 Desember 2018 Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia, Nomor 1215/KPT/I/2018 maka Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong, di berikan izin Pendirian Perguruan Tinggi Politeknik Pelayaran sorong dengan 3 (Tiga) Program Studi yaitu Manajemen Transportasi Laut, Permesinan Kapal dan Studi Nautika, sebagai bagian dari upaya mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyediaan akses terhadap sumber- sumber belajar dan referensi akademik.
Gedung perpustakaan terletak dalam kawasan kampus Politeknik Pelayaran Sorong, Jl.
Tanjung Saoka Nomor 01, Kecamatan Maladum Mes, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, sejak 28 Desember 2018. Berawal dari lokasi awal di salah satu ruangan dalam gedung utama perkantoran, perpustakaan kemudian menempati ruang yang lebih luas dan modern di gedung lama tempat sekoci, yang kemudian di renovasi terbagi menjadi 2 bagian, bagian library dan ruangan Audio Visual dengan konsep mini studio, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para pemustaka.
BAB II PROFIL PERPUSTAKAAN
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 18 Koleksi perpustakaan mencakup beragam
jenis bahan pustaka, termasuk buku teks, buku umum, buku referensi, terbitan berkala seperti jurnal dan majalah, serta karya tulis ilmiah mahasiswa/mahasiswi, dan koleksi multimedia serta elektronik seperti CD-ROM dan e-journal.
Layanan perpustakaan sejak tahun 2024, sudah mulai menerapkan sistem layanan berbasis teknologi informasi yaitu aplikasi website, yang memungkinkan pemustaka untuk mendapat informasi produk bahan bacaan terbaru, atau katalog yang tersedia.
Selain itu pemustaka akan dimudahkan telusur lokasi bacaan pada rak lemari untuk mengambil sendiri koleksi pustaka, setelah mencari pada library kios atau meminta bantuan pustakawan sesuai kebutuhan.
Berbagai jenis layanan disediakan oleh perpustakaan untuk mendukung kebutuhan informasi dan penelitian sivitas akademik, antara lain layanan sirkulasi, referensi, OPAC (Online Public Access Catalog), akses internet, pendidikan pemustaka, penyebaran informasi, penelusuran informasi eksternal, serta layanan kerjasama perpustakaan, khususnya dengan Forum Perpustakaan Matra Laut (FPML-BPSDM Perhubungan Laut).
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong, baru saja terdaftar di Perpustakaan Nasional RI dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan yang resmi di Tahun 2024. Dalam pengelolaan, perpustakaan mengandalkan sistem automasi berbasis Website (E-Library- Poltekpel Sorong) dan Book Detector yang menerapkan teknologi RFID (Radio Frequency Identification), untuk mempermudah pengelolaan dan pencarian koleksi pustaka. OPAC (Online Public Access Catalog), sebagai alat bantu penelusuran, memberikan akses online yang memungkinkan pemustaka melakukan pencarian koleksi secara efisien. Selain itu dalam aplikasi perpustakaan pemustaka yang telah menjadi member sudah dapat mengakses layanan baca buku secara online dengan mode Flipbook.
Pemustaka yang dilayani mencakup mahasiswa dari berbagai program studi di Politeknik Pelayaran Sorong, seperti Nautika, Permesinan Kapal dan Manajemen Transportasi Laut.
Selain melayani pemustaka internal, perpustakaan ini juga terbuka bagi pemustaka eksternal, termasuk masyarakat umum serta sivitas akademik dari perguruan tinggi lain.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 19
B. Visi dan Misi Perpustakaan
1. Visi
Menjadi pusat pengetahuan unggul yang mendukung visi Politeknik Pelayaran Sorong sebagai perguruan tinggi maritim yang berstandar Internasional.
2. Misi
1) Menyediakan koleksi yang komprehensif dan up to date dalam bidang maritim serta sumber daya informasi yang berkualitas untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian di Politeknik Pelayaran Sorong.
2) Memberikan pelayanan prima kepada pengguna perpustakaan dengan fokus pada kemudahan akses, bantuan penelusuran informasi, dan fasilitas yang nyaman.
3) Mendorong literasi dan budaya membaca di kalangan mahasiswa, staf, dan masyarakat umum dengan mengadakan berbagai program literasi dan promosi bacaan.
4) Mengambil peran aktif dalam pelestarian bahan pustaka dan naskah berkaitan dengan maritim, sehingga menjadi bagian penting dari warisan budaya Nasional.
5) Mengintegrasikan teknologi informasi terkini dalam pengelolaan perpustakaan, termasuk sistem manajemen perpustakaan yang efisien dan inovasi layanan berbasis teknologi.
6) Melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja perpustakaan untuk memastikan pelayanan yang berkelanjutan dan terus-menerus meningkatkan standar pelayanan.
C. Tujuan
Berdasarkan visi dan misi Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong, berikut adalah tujuan yang diharapkan dalam pengelolaan perpustakaan untuk mendukung peranannya sebagai pusat pengetahuan unggul di bidang maritim dan sejalan dengan standar perguruan tinggi maritim bertaraf internasional:
1. Mendukung Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi;
2. Mengembangkan Koleksi Informasi yang Mutakhir dan Berkualitas;
3. Menyediakan Layanan Informasi Berbasis Teknologi yang berorientasi pada Pemustaka;
4. Mengintegrasikan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Perpustakaan;
5. Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Sumber Daya Manusia;
6. Mendorong Literasi Informasi dan Budaya Baca di Lingkungan Kampus;
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 20 7. Mengembangkan Kerja Sama dan Kemitraan dengan Perpustakaan Lain;
8. Melestarikan Sumber Pengetahuan Maritim sebagai Warisan Budaya;
9. Menyelenggarakan Evaluasi Berkala terhadap Kinerja dan Layanan Perpustakaan.
D. Sasaran
Adapun sasaran jangka pendek dalam rencana strategis 2024-2029, yang hendak dicapai melalui pengembangan perpustakaan ini meliputi:
1. T.A. 2024-2025 Peningkatan Layanan Berbasis IT : Mewujudkan layanan perpustakaan yang terotomatisasi dan mudah diakses oleh pemustaka.
2. T.A. 2025-2026 Penyediaan Koleksi Berkualitas : Penambahan koleksi bahan pustaka baik dalam bentuk cetak maupun digital yang mendukung kebutuhan kurikulum dan penelitian, sehingga terbangun sivitas akademik yang cinta IPTEK.
3. T.A. 2026-2027 Peningkatan SDM Perpustakaan : Penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi pustakawan atau staf perpustakaan serta bersertifikasi berbasis kompetensi dalam bidang yang relevan.
4. T.A. 2027-2028 Penyediaan Sarana dan Prasarana : Penambahan fasilitas fisik serta perangkat teknologi yang menunjang kenyamanan dan kualitas layanan perpustakaan.
5. T.A. 2028-2029 Akreditasi Perpustakaan : Perolehan akreditasi perpustakaan yang menunjukkan kesesuaian dengan Standar Nasional, demi terwujudnya perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong unggulan.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 21
E. Struktur Organisasi Perpustakaan
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong adalah sebuah organisasi di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, sebagai lembaga induknya.
Perpustakaan bersama-sama dengan unit lain ikut membantu dalam menjalankan tugas untuk mencapai terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Organisasi yang berhasil dalam pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran dalam pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah organisasi yang jelas garis koordinator pembagian tugas dan tanggung jawab. Garis koordinator SDM Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong antara satu dengan yang lain dapat dilihat pada gambar 1, di bawah ini:
Gambar 1 Struktur Organisasi
Deskripsi Tugas:
a) Kepala Unit Perpustakaan
1. Menyusun rencana dan program kerja unit perpustakaan;
2. Menyusun bahan kerja sama dengan perpustakaan lain dan penerbit;
3. Menyusun bahan verifikasi daftar ajuan koleksi perpustakaan, judul e-book, dan kesesuaian fisik barang;
4. Menerima dan mendokumentasikan/ menerbitkan hasil karya ilmiah/ buletin jurnal ilmiah, buku, dan HAKI;
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 22 5. Melaksanakan dan mengusulkan perbaikan dokumentasi quality prosedur unit
perpustakaan;
6. Menyusun bahan pengelolaan layanan jasa perpustakaan dan audio visual serta dokumentasi;
7. Menyusun bahan usulan akreditasi perpustakaan;
8. Menyusun bahan usulan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan;
9. Menyusun bahan pengembangan perpustakaan;
10. Mengembangkan sistem pengelolaan buku berbasis data dan melaksanakan pengelolaan sistem informasi manajemen perpustakaan;
11. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan unit perpustakaan;
12. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan baik secara tertulis maupun lisan.
b) Pengelola Layanan Operasional
1. Menyusun program kerja, bahan dan alat perlengkapan pelaksanaan kegiatan pengelolaan layanan teknis terkait rencana dan program kerja unit perpustakaan, kerja sama dengan perpustakaan lain dan penerbit, verifikasi daftar ajuan koleksi perpustakaan, judul e-book, dan kesesuaian fisik barang, pendokumentasian/penerbitan hasil karya ilmiah/buletin jurnal ilmiah, buku dan HAKI, usulan perbaikan dokumentasi quality prosedur unit perpustakaan, pengelolaan layanan Jasa perpustakaan dan audio visual, usulan akreditasi perpustakaan, usulan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan, pengembangan perpustakaan, pengembangan sistem pengelolaan buku berbasis data dan melaksanakan pengelolaan sistem informasi manajemen perpustakaan, dokumentasi, evaluasi dan pelaporan unit perpustakaan pada masing-masing bidang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik;
2. Melaksanakan kegiatan pengelolaan layanan teknis terkait rencana dan program kerja unit perpustakaan, kerja sama dengan perpustakaan lain dan penerbit, verifikasi daftar ajuan koleksi perpustakaan, judul e-book, dan kesesuaian fisik barang, pendokumentasian/penerbitan hasil karya ilmiah/buletin jurnal ilmiah, buku dan HAKI, usulan perbaikan dokumentasi quality prosedur unit perpustakaan, pengelolaan layanan jasa perpustakaan dan audio visual, usulan akreditasi perpustakaan, usulan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan, pengembangan perpustakaan, dokumentasi, evaluasi dan pelaporan unit perpustakaan pada masing-masing bidang;
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 23 3. Melaksanakan koordinasi dengan unit-unit terkait dan atau instansi lain dalam
rangka pelaksanaan kegiatan pengelolaan layanan teknis;
4. Melakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan program pengelolaan layanan teknis berikutnya;
5. Menyusun laporan secara berkala sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan program pengelolaan teknis berikutnya;
6. Melaporkan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan evaluasi dan pertanggungjawaban;
7. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan baik secara tertulis maupun lisan.
c) Pengadministrasi Perkantoran
1. Menerima, mencatat, dan menyortir surat masuk dan surat keluar terkait rencana dan program kerja unit perpustakaan, kerja sama dengan perpustakaan lain dan penerbit, verifikasi daftar ajuan koleksi perpustakaan, judul e-book, dan kesesuaian fisik barang, pendokumentasian/penerbitan hasil karya ilmiah/buletin jurnal ilmiah, buku dan HAKI, usulan perbaikan dokumentasi quality prosedur unit perpustakaan, pengelolaan layanan jasa perpustakaan dan audio visual, usulan akreditasi perpustakaan, usulan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan, pengembangan perpustakaan, dokumentasi, evaluasi dan pelaporan;
2. Memberi lembar pengantar pada surat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku;
3. Mengelompokkan naskah dinas atau dokumen menurut jenis dan sifatnya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku;
4. Mendokumentasikan naskah dinas sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku;
5. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengadministrasian perkantoran;
6. Melaporkan pelaksanaan dan hasil kegiatan pada masing-masing bidang sesuai dengan tugas fungsi organisasi kepada atasan berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan evaluasi dan pertanggungjawaban;
7. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan baik secara tertulis maupun lisan.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 24
BAB III. ANALISA SITUASI PERPUSTAKAAN
Mempelajari kondisi perpustakaan, dalam rangka pengembangan untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran menjadi Perpustakaan unggulan, maka perlu dilakukan metode analisa SWOT, sebagaimana digambarkan sebagai berikut:
A. Situasi Internal
1. Kekuatan (Strengths)
a) Posisi Strategis di Bagian Timur Indonesia:
Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong berada di wilayah timur Indonesia, di mana perpustakaan perguruan tinggi yang terakreditasi masih sedikit, sehingga dapat menjadi pelopor dalam menyediakan layanan perpustakaan berkualitas di wilayah tersebut.
Berdasarkan data statistik yang diterbitkan oleh Sekretaris Jenderal, Kemendikbudristek, bahwa saat ini terdapat 164.610 perpustakaan di Indonesia.
Merujuk angka tersebut, terdapat 2.057 perpustakaan perguruan tinggi dan 6.552 perpustakaan khusus. Perpustakaan perguruan tinggi yang sudah terakreditasi berjumlah 558 perpustakaan dan sebanyak 1.499 perpustakaan statusnya belum terakreditasi. Sedangkan untuk perpustakaan khusus, sebanyak 179 perpustakaan yang sudah terakreditasi dan 6.373 perpustakaan belum terakreditasi, (Suharti, 2023).
Gambar 2. Statistik sebaran perpustakaan terakreditasi
b) Dukungan Manajemen Alokasi Anggaran Penambahan Koleksi Bahan Pustaka : Saat ini koleksi Perpustakaan memiliki 1.300 judul koleksi berdasarkan aturan yang ada sudah cukup untuk mendukung kebutuhan akademik, terutama bagi program-program studi yang ada. Selain itu adalah dukungan Pimpinan
BAB III ANALISIS SITUASI PERPUSTAKAAN
Sumber : Perpusnas RI 2023
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 25 Politeknik Pelayaran Sorong untuk Menyediakan fasilitas, dan anggaran rutin tahunan perpustakaan;
c) Dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi:
Perpustakaan mendukung pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyediakan bahan pustaka yang relevan untuk pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
d) Penerapan Fasilitas Digital:
Kehadiran aplikasi/website perpustakaan (https://library.poltekpel-sorong.ac.id/) menunjukkan langkah menuju modernisasi, memudahkan akses informasi bagi pengguna.
2. Kelemahan (Weaknesses)
a) Keterbatasan Koleksi Buku dan Sumber Referensi:
Berdasarkan Keputusan MENDIKBUD Republik Indonesia No. 0696/U/1991 Bab II Pasal 11 menetapkan persyaratan minimal koleksi PPT untuk program Diploma dan S1:
a.1 memiliki 1 (satu) judul pustaka untuk setiap mata kuliah keahlian dasar (MKDK);
a.2 Memiliki 2 (dua) judul pustaka untuk tiap mata kuliah keahlian (MKK);
a.3 Melanggan sekurang-kurangnya 1 (satu) judul jurnal ilmiah untuk setiap Program studi;
a.4 Jumlah pustaka sekurang-kurangnya 10% dari jumlah mahasiswa dengan memperhatikan komposisi subyek pustaka.
Dan atau berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI mengacu kepada UU RI No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, bahwa koleksi perpustakaan perguruan tinggi:
a.1 Koleksi perpustakaan berbentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam terdiri atas fiksi dan nonfiksi;
a.2 Koleksi non-fiksi terdiri atas buku wajib mata kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, muatan lokal, laporan penelitian, dan literatur kelabu.
a.3 Jumlah buku wajib dihitung menggunakan rumus 1 program studi x (144 sks dibagi 2 sks per-mata kuliah) x 2 judul permata kuliah = 144 judul buku wajib per-program studi;
a.4 Judul buku pengembangan = 2x jumlah buku wajib.
Jumlah koleksi sampai dengan tahun 2024, adalah 1.300 judul, di mana secara aturan jumlah tersebut sudah memenuhi, namun masih belum mencukupi untuk
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 26 memenuhi kebutuhan seluruh program studi dan sivitas akademik. Koleksi yang ada juga masih kurang mendukung kebutuhan penelitian, berhubung sebagian besar koleksi adalah terbitan lama.
b) Keterbatasan Fasilitas Fisik dan Prasarana:
Sarana dan prasarana masih kurang memadai, seperti meja baca, kursi baca, meja diskusi, kursi diskusi, sekat ruangan, rak/lemari koleksi bahan pustaka, dan komputer untuk pemustaka, yang belum memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal.
Tabel 1. Daftar Fasilitas Existing
No. Nama Barang Jumlah Keterangan
1. Personal Komputer Student 4 Unit Baik (2023) 2. Personal Komputer Staf 1 Unit Baik (2023) 3. Personal Komputer Server 1 Unit Baik (2023)
4. Ups APC 1 Unit Baik (2023)
5. Printer 1 Buah Baik (2023)
6. Lemari Buku Dua Muka 3 Buah Baik/Perlu Rekondisi 7. Lemari Buku 7 Buah Baik/Perlu Rekondisi 8. Lemari Kabinet/Rak Besi 6 Buah Baik
9. AC Ruangan Koleksi 3 Unit Baik 10. AC Ruangan Pelayanan 1 Unit Baik 11. AC Ruangan Audio Visual 4 Unit Baik 12. Meja Kerja Pengelola 2 Set Baik 13. Meja Komputer Student 1 Set Baik
14. Loker Barang 3 Set Baik
15. Ruang Audio Visual 1 Unit Studio Mini (2023) 16. Meja Baca Lesehan 4 Buah
17. Ruang Koleksi + Ruang Baca 1 Set
18. Ruang Pengelola 1 Set
19. Detector Cubicle 1 Set Sensor keamanan
20. RFID 1 Buah Sensor barcode koleksi
21. Aplikasi/ Website Perpustakaan https://library.poltekpel- sorong.ac.id/
Tabel 2. Kebutuhan Fasilitas Penunjang
No. Nama Barang Jumlah Keterangan
1. Personal Komputer Student 8 Unit 2. Personal Komputer Pengolahan 1 Unit
3. Lemari Buku Dua Muka 15 Buah Model terbaru informa
4. Pembatas Buku 100 Buah Besi
5. Meja Baca Lingkaran + Kursi 6 Buah Model terbaru informa 6. Meja Diskusi Panjang + Kursi 4 Buah Model terbaru informa 7. AC Ruangan Koleksi 4 Buah 2 PK
8. Ruang Pengolahan 1 Unit
9. Ruang Tandon 1 Unit Tempat Buku Cadangan
10. Ruang Koleksi KTI/ Jurnal 1 Unit
11. Mesin Scanner Fujitsu 2 Buah Scan Snap SV600
12. Printer 1 Buah
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 27 c) Kompetensi SDM yang Belum Memadai:
Dari tiga SDM yang ada, sebagian besar belum memiliki sertifikasi pustakawan dan pendidikan formal di bidang perpustakaan. Kompetensi dalam pengelolaan perpustakaan berbasis IT juga masih perlu ditingkatkan.
Tabel 3. SDM Perpustakaan
No Pendidikan Jurusan Keterangan
1. Strata 2 (S2) Manajemen Keuangan Belum Sertifikasi 2. Strata 2 (S2) Humaniora Sastra Belum Sertifikasi
3. SMK Akuntasi Belum Sertifikasi
d) Belum Ada Akreditasi Perpustakaan:
Hingga saat ini, perpustakaan belum memperoleh akreditasi dari Perpustakaan Nasional RI, yang dapat menjadi hambatan dalam memenuhi standar pelayanan yang diharapkan.
e) Keterbatasan Dokumentasi Mutu:
Belum tersedianya dokumen mutu lengkap seperti renstra, pedoman, dan prosedur kerja menyebabkan pengelolaan perpustakaan belum terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.
B. Situasi Eksternal
1. Peluang (Opportunity) a) Potensi Akreditasi:
Dengan adanya sedikit perpustakaan perguruan tinggi terakreditasi di wilayah timur Indonesia, Politeknik Pelayaran Sorong memiliki peluang untuk menjadi salah satu institusi terakreditasi dan menonjol di wilayah tersebut.
b) Peningkatan Literasi Informasi di Kalangan Akademik:
Kesadaran dan kebutuhan terhadap informasi semakin tinggi di kalangan akademisi, sehingga perpustakaan dapat menjadi pusat informasi yang strategis.
c) Dukungan Teknologi untuk Digitalisasi Layanan:
Dengan meningkatnya teknologi, perpustakaan dapat beralih ke layanan berbasis digital yang lebih mudah diakses dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.
d) Kemitraan dengan Institusi Perpustakaan Lain:
Dengan adanya Forum Perpustakaan Matra Laut, binaan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong memiliki peluang untuk membangun kemitraan dengan perpustakaan lain dalam bidang
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 28 pendidikan tinggi maritim, baik dalam negeri maupun internasional, guna meningkatkan kualitas layanan dan koleksi.
2. Ancaman (Threats)
a) Perubahan Kebutuhan Pengguna:
Adanya perubahan kebutuhan informasi dan cara belajar (learning style) para pemustaka generasi milenial menuntut institusi pendidikan untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan, sumber daya informasi dan fasilitas belajar.
b) Keterbatasan Anggaran untuk Pengembangan Fasilitas:
Jika anggaran perpustakaan tidak meningkat, pengadaan fasilitas tambahan, pemeliharaan, dan pengembangan koleksi akan sulit dilakukan.
c) Kebutuhan akan SDM yang Kompeten:
Perkembangan teknologi mengharuskan perpustakaan memiliki SDM yang mahir dalam bidang IT untuk mengelola sistem perpustakaan berbasis digital.
Selain itu Perpustakaan dengan SDM yang kompeten dan bersertifikasi nasional, membuat pengelolaan perpustakaan lebih bermutu.
d) Standar Akreditasi Perpustakaan yang Semakin Ketat:
Persyaratan akreditasi yang lebih tinggi dapat menjadi hambatan jika perpustakaan tidak memiliki koleksi, fasilitas, dan SDM yang sesuai dengan standar.
C. Strategi Umum
Dengan memperhatikan kesenjangan kondisi internal dan eksternal seperti tersebut di atas, maka dibuat strategi umum untuk mencapai visi dan tujuan perpustakaan sebagai berikut:
1. Strategi S-O (Strength-Opportunity): Memanfaatkan Kekuatan untuk Menangkap Peluang.
a) Peningkatan Akreditasi dan Sertifikasi:
Memanfaatkan posisi strategis di wilayah timur Indonesia, perpustakaan dapat memprioritaskan untuk memperoleh akreditasi sebagai perpustakaan perguruan tinggi yang diakui. Dengan akreditasi ini, perpustakaan dapat menonjol sebagai pelopor dalam menyediakan layanan berkualitas di wilayah yang masih sedikit memiliki perpustakaan terakreditasi.
b) Digitalisasi dan Modernisasi Layanan Perpustakaan:
Memanfaatkan dukungan manajemen terhadap pengembangan fasilitas dan anggaran, perpustakaan dapat memperluas layanan digitalnya, termasuk penambahan koleksi digital dan aksesibilitas online melalui aplikasi atau website
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 29 perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjawab kebutuhan literasi informasi di kalangan akademisi yang semakin meningkat.
c) Kemitraan dengan Institusi Pendidikan Tinggi Maritim:
Dengan dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peluang dari Forum Perpustakaan Matra Laut (FPML), perpustakaan dapat menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi maritim dalam negeri dan internasional untuk saling berbagi koleksi, akses, dan informasi yang relevan, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan koleksi perpustakaan.
2. Strategi S-T (Strength-Threat): Memanfaatkan Kekuatan untuk Mengurangi Ancaman.
a) Adaptasi Terhadap Kebutuhan Generasi Milenial:
Memanfaatkan kekuatan perpustakaan dalam menyediakan layanan digital, perpustakaan dapat berinovasi dalam pengembangan fasilitas dan layanan yang menarik minat generasi milenial, seperti ruang diskusi berbasis digital atau koleksi bacaan elektronik yang mendukung gaya belajar mereka.
b) Efisiensi Penggunaan Anggaran untuk Pemeliharaan dan Pengembangan:
Dengan adanya dukungan anggaran rutin, perpustakaan dapat mengelola anggaran dengan lebih efisien untuk pemeliharaan fasilitas fisik dan digital secara berkala, sehingga tetap dapat bersaing dengan perpustakaan digital modern meskipun terdapat keterbatasan anggaran untuk pengembangan tambahan.
c) Peningkatan Kompetensi SDM melalui Sertifikasi Pustakawan:
Dengan dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, perpustakaan dapat mengadakan pelatihan secara berkala bagi staf perpustakaan dalam pengelolaan perpustakaan baik dalam bidang penguasaan Teknologi Digital maupun pelatihan manajemen dasar pengelolaan perpustakaan berbasis kompetensi nasional, sehingga Perpustakaan mampu menghadapi persyaratan SDM yang lebih kompeten sesuai dengan kebutuhan teknologi dan regulasi PERPUSNAS RI.
3. Strategi W-O (Weakness-Opportunity): Mengurangi Kelemahan untuk Menambah Peluang.
a) Peningkatan Jumlah dan Kualitas Koleksi Melalui Hibah dan Kerjasama:
Untuk mengatasi keterbatasan koleksi, perpustakaan dapat memanfaatkan peluang kerja sama dengan institusi lain, termasuk lembaga pendidikan tinggi atau forum perpustakaan, untuk memperoleh hibah atau bantuan koleksi terbaru yang lebih mendukung kebutuhan akademik dan penelitian.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 30 b) Pelatihan dan Sertifikasi Pustakawan:
Memanfaatkan peluang dari dukungan kebijakan nasional, perpustakaan dapat mengajukan pelatihan atau sertifikasi bagi pustakawan untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih profesional dan memenuhi standar yang diperlukan untuk akreditasi.
c) Pengadaan Fasilitas dan Sarana yang Mendukung Literasi Informasi:
Melalui potensi dukungan dana dari pihak eksternal atau hibah, perpustakaan dapat meningkatkan fasilitas fisik seperti ruang baca, meja diskusi, dan komputer tambahan, sehingga memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung peningkatan literasi informasi di kalangan akademik.
4. Strategi W-T (Weakness-Threat): Mengurangi Kelemahan untuk Memperkecil Ancaman.
a) Pengembangan Infrastruktur Bertahap:
Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas fisik dan anggaran, perpustakaan dapat merencanakan pengadaan fasilitas tambahan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan pengguna, misalnya dengan meningkatkan jumlah komputer atau meja baca secara bertahap tiap tahun.
b) Dokumentasi dan Standarisasi Mutu Layanan:
Untuk memenuhi standar akreditasi yang semakin ketat, perpustakaan dapat mulai menyusun dokumen mutu secara lengkap, termasuk renstra, pedoman, dan prosedur kerja. Ini akan memastikan bahwa pengelolaan perpustakaan berjalan lebih terstruktur dan memenuhi standar yang dibutuhkan.
c) Penguatan Kapasitas SDM melalui Pelatihan Internal:
Untuk mengatasi keterbatasan kompetensi SDM dalam pengelolaan perpustakaan berbasis digital, perpustakaan dapat mengadakan pelatihan internal yang berkelanjutan bagi staf yang ada, terutama dalam keterampilan teknologi informasi, agar lebih siap menghadapi kebutuhan teknologi di perpustakaan.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 31
BAB IV. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
A. Kebijakan Tindaklanjut
Acuan kebijakan yang digunakan dalam melakukan penyempurnaan pengembangan pengelolaan Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong, didasarkan pada beberapa pertimbangan penting sebagai berikut:
1. UU 43 Tahun 2023 pasal 24 ayat (1) menyatakan bahwa Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan;
2. PP Nomor 24 tahun 2014 menyatakan SNP atau standar nasional perpustakaan adalah acuan dasar (baku) dalam menyelenggarakan dan mengelola (semua jenis) perpustakaan di seluruh wilayah Indonesia;
3. Keputusan Kepala Perpusnas No. 303 Tahun 2022 Tentang Instrumen Perpustakaan PT;
4. Peraturan Perpusnas No. 2 Tahun 2022 Tentang Pedoman Akreditasi Perpustakaan.
5. Harapan Pimpinan Politeknik Pelayaran Sorong.
B. Strategi Pencapaian Target
Dengan mengacu pada tema strategis, Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong memosisikan diri untuk menjadi perpustakaan unggulan, dengan memperhatikan 6 bidang penting, yaitu:
1. Aspek SDM;
2. Aspek tata kelola;
3. Aspek pendanaan;
4. Aspek kepuasan pengguna sivitas akademik Politeknik Pelayaran Sorong (mahasiswa, tenaga pendidik dan kependidikan) dan stakeholder lainnya;
5. Aspek fasilitas (koleksi, furniture, dan automasi);
6. Aspek layanan barbasis ICT (Information and Communication Technology).
Sehingga dengan memperhatikan keenam aspek di atas, maka keberhasilan pencapaian Renstra sudah dapat dipastikan.
C. Tujuan Strategis
Tujuan strategis Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong tahun 2024-2029 adalah meningkatkan dan memberi layanan prima terhadap pemustaka (sivitas akademik Politeknik Pelayaran Sorong dan masyarakat umum).
BAB IV ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 32
D. Sasaran Strategis
1. Mengembangkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM berbasis kompetensi;
2. Mengembangkan fasilitas yang memadai dan berbasis IT;
3. Menyediakan beragam koleksi perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka;
4. Memberikan layanan yang beragam jenis.
E. Isu Strategis
Berdasarkan analisis SWOT Perpustakaan Politeknik Pelayaran Sorong 2024-2029, didapati 8 (delapan) isu strategis yang harus menjadi perhatian Politeknik Pelayaran Sorong, seperti:
1. Belum adanya kerja sama lintas perpustakaan;
2. Minimnya jumlah koleksi buku teks dan umum dan terkini;
3. Kualitas dan kuantitas SDM (pustakawan dan staf perpustakaan), belum tersertifikasi secara nasional;
4. Tidak adanya dokumen mutu perpustakaan;
5. Belum tersusunnya visi-misi dan struktur organisasi perpustakaan;
6. Perpustakaan belum mendapat Nomor Pokok Perpustakaan atau terakreditasi oleh PERPUSNAS RI;
7. Fasilitas berupa furniture dan fasilitas berbasis IT belum memadai (termasuk alat keamanan koleksi bahan pustaka); Manajemen pengadaan/pemesanan buku prodi yang lama;
8. Belum memiliki kepala perpustakaan yang kualifikasi pendidikan minimal S2.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 33
BAB V. SASARAN DAN PROGRAM KERJA
A. Program I : Pengembangan dan Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka
Salah satu kegiatan utama di perpustakaan, yaitu pengembangan dan pengadaan koleksi bahan pustaka yang mencakup buku teks, literatur umum, jurnal, dan referensi lainnya. Setiap perpustakaan akan berupaya mengembangkan, melengkapi dan memutakhirkan segala jenis bahan pustakanya, demi terpenuhnya kebutuhan pemustaka yang menjadi objek atau sasaran utama perpustakaan.
Tabel 4 Program Kerja I Pengembangan dan Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka Kegiatan Indikator
Keberhasilan
Output
Outcome Impact Jangka Pendek
2024/2025 2025/2026 2026/2027 2027/2028 2028/2029
Pengembangan dan pengadaan koleksi bahan pustaka
Koleksi bahan pustaka tiap prodi dan umum bertambah setiap tahun
1. Survei kebutuhan buku teks yang digunakan pada mata kuliah dan buku umum;
2. Pengadaan buku teks prodi;
3. Menjalin kerjasama dengan penerbit, toko/agen buku, perpustakaan perguruan tinggi lain;
4. Mengajukan proposal hibah buku;
5. Inventaris ulang koleksi bahan pustaka.
6. Imigrasi database bahan pustaka dari aplikasi perpustakaan yang lama ke Aplikasi baru
1. Survei kebutuhan buku teks yang digunakan pada mata kuliah dan buku umum;
2. Menargetkan peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka per-prodi dan koleksi bahan pustaka umum;
3. Pengadaan buku teks prodi dan umum;
4. Menyediakan koleksi bahan pustaka yang relevan dengan mata kuliah;
5. Mengadakan buku tentang urban lifestyle, dan urban development.
1. Survei kebutuhan informasi pemustaka;
2. Pengadaan koleksi multimedia dan elektronik;
3. Pengadaan koleksi bahan pustaka teks dan umum;
4. Mengajukan proposal hibah buku ke
perusahaan yang tidak mengikat/
Perpusnas RI;
1. Pembuatan indeks, resensi, daftar bibliografi dan abstrak koleksi yang berhubungan dengan mata kuliah;
2. Pengadaan koleksi bahan pustaka teks dan umum.
1. Pengadaan koleksi bahan pustaka semua jenis;
2. Mengajukan proposal hibah buku ke
perusahaan yang tidak mengikat/
Perpusnas RI.
1. Perpustaka an sudah memiliki koleksi bahan pustaka dalam jumlah besar dan mutakhir;
2. Memiliki koleksi unggulan.
Menambah poin untuk akreditasi perpustakaan, universitas atau prodi.
BAB V SASARAN DAN PROGRAM KERJA
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 34
B. Program II : Pengembangan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia perpustakaan terdiri dari pustakawan, staf perpustakaan (bidang IT, sirkulasi, administrasi dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi). Kualitas mereka perlu ditingkatkan terus menerus agar mampu mengoptimalkan kinerja dan menggerakkan sumber daya lainnya. Perlunya peningkatan kualitas karena adanya realitas di lapangan bahwa mereka itu kurang motivasi, rendah kinerja, kurang berani tampil, mandul pemikiran dan bekerja statis. Hal-hal seperti inilah yang kurang mampu mendorong perkembangan perpustakaan dan profesi pustakawan di Negeri ini, khususnya perpustakaan dan pustakawan perguruan tinggi. Peningkatan sumber daya manusia tidak harus dengan biaya mahal. Maka upaya peningkatan ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, informal, dan non-formal.
Tabel 5 Program Kerja II Pengembangan Sumber Daya Manusia Kegiatan Indikator
Keberhasilan
Output
Outcome Impact Jangka Pendek
2024/2025 2025/2026 2026/2027 2027/2028 2028/2029
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kualitas dan kompetensi pegawai perpustakaan meningkat.
1. Pelatihan pemantapan kompetensi pustakawan di bidang teknologi informasi;
2. Mengusulkan pengelola perpustakaan asessment kompetensi berbasis BNSP;
3. Publikasi karya tulis pustakawan di bidang informasi dan perpustakaan.
1. Pelatihan pengemasan ulang sumber informasi (indeks,resensi, daftar bibliografi dan abstrak);
2. Pelatihan di bidang
perpustakaan dan informasi;
3. Mengusulkan pengelola perpustakaan asessment kompetensi berbasis BNSP;
4. Rekrutmen tenaga perpustakaan.
1. Pelatihan bahasa asing;
2. Pelatihan public speaking.
Pelatihan khusus kepala
perpustakaan di bidang manajemen mutu perpustakaan.
Mengikuti lomba pustakawan berprestasi tingkat Kota, Provinsi dan Nasional
1. Tercapainya kompetensi pustakawan/
staf
perpustakaan;
2. Kepuasaan pengguna perpustakaan.
Menambah poin untuk akreditasi perpustakaan, universitas atau prodi.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 35
C. Program III : Pengembangan Sarana dan Prasarana
Perpustakaan merupakan lembaga yang salah satu kegiatannya adalah memberikan layanan peminjaman koleksi bahan pustaka baik untuk dibaca di tempat maupun untuk dibawa pulang. Penyediaan sarana dan prasarana di perpustakaan merupakan hal yang penting karena dapat menunjang kelancaran kegiatan perpustakaan secara optimal sehingga tugas dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi dapat terlaksana dengan baik. Dalam upaya mendukung pelaksanaan pelayanan yang prima, maka perpustakaan perguruan tinggi sebagai unit yang membantu lembaga induknya untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu memperhatikan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan guna mewujudkan pelayanan dengan fungsi yang prima dan memuaskan pengguna jasa perpustakaan.
Tabel 6 Program Kerja III Pengembangan Sarana dan Prasarana Kegiatan Indikator
Keberhasilan
Output
Outcome Impact Jangka Pendek
2024/2025 2025/2026 2026/2027 2027/2028 2028/2029
Pengembangan Sarana dan Prasarana
Jumlah sarana dan prasarana perpustakaan meningkat
1. Pengadaan Furniture;
2. Pengadaan sekat ruangan;
3. Pengadaan barang kebutuhan pelestarian dan perawatan koleksi bahan pustaka;
4. Pengadaan komputer;
5. Pengadaan kebutuhan administrasi.
1. Pengadaan Furniture;
2. Pengadaan sudut baca dalam ruang pelayanan atau sudut kampus lainnya;
3. Pengadaan LCD Projector;
4. Pengadaan kebutuhan administrasi.
1. Pengadaan alat keamanan koleksi bahan pustaka;
2. Pengadaan Running Text/
papan pengumuman digital;
3. Pengadaan kebutuhan administrasi.
1. Pengadaan kebutuhan administrasi;
2. Pengadaan Furniture.
Pengadaan kebutuhan administrasi
1. Kinerja pustakawan/
staf meningkat;
2. Kepuasaan pemustaka;
3. Layanan prima.
Menambah poin untuk akreditasi perpustakaan, universitas atau prodi.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 36
D. Program IV : Kemitraan dan Kerja Sama Antar Perpustakaan
Kerja sama perpustakaan ialah kerja sama antara dua perpustakaan atau lebih dengan tujuan menyediakan materi perpustakaan bagi pemustaka. Kerja sama ini didasarkan atas prinsip mendayagunakan koleksi bersama serta saling menguntungkan. Kerja sama mencakup berbagai kegiatan seperti pinjam antar perpustakaan, pengadaan bersama, penyimpanan, pengolahan bersama dan sebagainya. Munculnya teknologi perpustakaan membuat perpustakaan mendayagunakannya, di antaranya dalam bidang automasi perpustakaan dan perpustakaan digital.
Tabel 7 Program Kerja IV Kemitraan dan Kerja Sama Antar Perpustakaan Kegiatan Indikator
Keberhasilan
Output
Outcome Impact Jangka Pendek
2024/2025 2025/2026 2026/2027 2027/2028 2028/2029
Pengembangan Kerja sama Antar
Perpustakaan
1. Kepuasaan pengguna;
2. Penghematan waktu layanan informasi (kecepatan pelayanan).
1. Bergabung dengan FPMTL Pusat
Pengembangan Perhubungan Laut;
2. Studi banding antar
Perpustakaan Perguruan Tinggi melalui website dan langsung survei lapangan.
1. Kerja sama penerapan TI;
2. Kerja sama pengembangan dan pengadaan koleksi bahan pustaka dan sarana dan prasarana;
3. Kerja sama penyusunan katalog induk;
4. Kerja sama dengan Perpustakaan Daerah dan Perguruan Tinggi Wilayah Papua Barat Daya
1. Kerja sama pembinaan pustakawan dan pegawai perpustakaan lainnya;
2. Kerja sama pengadaan materi audio-visual.
3. Kerja sama pemanfaatan layanan turnitin checker simialirity dalam lingkungan Perpustakaan Perguruan Tinggi BPSDM
Perhubungan.
Kerja sama pertukaran Koleksi bahan pustaka teks dan redistribusi buku umum
1. Kerja sama pinjam buku referensi antar perpustakaan matra laut perhubungan;
2. Kerja sama pemberian jasa informasi.
Perpustakaan akan memiliki kekuatan dalam pengembangan koleksi bahan pustaka dan sarana dan prasarana
Menambah poin untuk akreditasi perpustakaan, universitas atau prodi
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 37
E. Program V : Pengembangan Pendidikan Pemustaka dan Promosi
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan unit yang mempunyai peran strategis dalam mendukung kegiatan pendidikan, pembelajaran dan pengabdian terhadap masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Perpustakaan merupakan pusat dan sumber belajar serta sarana pembelajaran yang mempunyai tugas pokok dalam penyediaan, pengelolaan, dan pelayanan informasi bagi pengguna di lingkungan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Mengingat perannya yang sangat penting maka perpustakaan dikelola dengan ilmu perpustakaan dan sistem pengelompokan yang multi teknis, sehingga informasi yang ada di perpustakaan dapat terorganisir dengan baik. Walau informasi yang terkandung sangat beraneka ragam namun semua itu bisa di telusuri dengan alat-alat penelusuran sehingga akan memudahkan pengelola dan pengguna perpustakaan. Tetapi kebanyakan pemakai perpustakaan tidak mempunyai skill atau ketrampilan dalam menggunakan alat-alat penelusur yang telah disediakan oleh perpustakaan. Sehingga pemakai kesulitan dalam melakukan pencarian informasi yang mereka butuhkan. Untuk itu para pustakawan/ pengelola perpustakaan membentuk jasa layanan pemandu perpustakaan dengan mengadakan pendidikan pemustaka dan promosi. Dengan adanya pendidikan pemustaka ini diharapkan agar para pengguna perpustakaan dapat mengetahui lebih dalam tentang perpustakaan. Di dalam pendidikan pemustaka dan promosi ini juga akan membantu para pemustaka untuk menggunakan alat-alat penelusur informasi, sehingga akan mempermudah dalam menemukan bahan pustaka atau informasi yang diperlukan.
RENSTRA PERPUSTAKAAN 2024-2029 38 Tabel 8 Program Kerja V Pengembangan Pendidikan Pemustaka dan Promosi