• Tidak ada hasil yang ditemukan

respon pertumbuhan dan produksi tanaman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "respon pertumbuhan dan produksi tanaman"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Hipotesis Penelitian

Ampas tebu mengandung bahan koloid organik yang terdispersi dalam sari tebu dan bercampur dengan anion organik dan anorganik (Nurwan dan Yati Haryati, 2008). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman melon terhadap penerapan pupuk kompos ampas tebu dan pupuk organik cair dari kulit pisang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kompos ampas tebu dan pupuk organik cair atau (POC) kulit pisang kepok memberikan respon terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan respon produksi tanaman melon (Cucumis melo L.) terhadap aplikasi kompos ampas tebu dan pupuk organik cair (POC) kulit pisang. Pemberian pupuk organik cair dari kulit pisang nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.). Pemberian kompos limbah ampas tebu yang diikuti dengan pemberian pupuk organik cair kulit pisang nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.).

TINJAUAN PUSTAKA

  • Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
    • Klasifikasi Tanaman Melon
    • Morfologi Tanaman Melon
  • Syarat Tumbuh Tanaman Melon
    • Ketinggian Tempat
    • Tanah
    • Suhu
    • Kelembaban Udara dan Angin
  • Budidaya Tanaman Melon
  • Hama dan Penyakit Tanaman Melon
    • Hama Tanaman Melon
    • Penyakit Tanaman Melon
  • Kandungan Gizi Buah Melon
  • Pupuk Organik
    • Pupuk Limbah Ampas Tebu
    • Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Buah Pisang

Bunga jantan tanaman melon terbentuk berkelompok 3-5 buah dan terdapat pada seluruh ketiak daun kecuali ketiak daun yang ditempati oleh bunga betina. Suhu rata-rata pada tanaman melon adalah 26oC, namun tanaman melon merupakan tanaman yang mampu beradaptasi sehingga walaupun tidak memenuhi syarat untuk menanam melon, namun tetap dapat tumbuh dan berproduksi (Setiadi, 1999). Tanaman melon yang sehat dan diproduksi secara optimal berasal dari tanaman berbiji yang sehat, kuat, dan bergizi baik.

Pengolahan tanah secara umum Proses pengolahan tanah pada budidaya tanaman melon adalah menggemburkan tanah sedalam 20 cm, Memberikan pupuk dasar tanah guna meningkatkan kesuburan tanaman. Penanaman tanaman melon dilakukan dengan cara pindah tanam yaitu dengan mengeluarkan bibit dari persemaian dan langsung ditanam pada lubang tanam, terlebih dahulu dipilih bibit yang baik, kemudian bibit dipindahkan ke lubang tanam. Namun jika sebaliknya, yaitu jika air kurang karena datangnya musim kemarau, maka harus ditambah air agar cukup untuk tanaman melon.

Table 1. Kandungan Gizi Buah Melon Setiap 100 g Bahan Yang Dapat Dimakan
Table 1. Kandungan Gizi Buah Melon Setiap 100 g Bahan Yang Dapat Dimakan

BAHAN DAN METODE

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Bahan dan Alat
  • Metode Penelitian
  • Metode Analisa
  • Pelaksanaan Penelitian
    • Pembuatan Pupuk Kompos Ampas Tebu
    • Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Buah Pisang
    • Persiapan Lahan
    • Pengolahan Tanah
    • Pembuatan Plot
    • Aplikasi Kompos Ampas Tebu
    • Aplikasi Pemberian Pupuk Dasar
    • Penyemaian Benih
    • Pemasangan Mulsa
    • Pemasangan Ajir/Turus
  • Penanaman
  • Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Buah Pisang
  • Pemeliharaan Benih Melon
    • Penyiraman
    • Penyisipan
    • Pengikatan Tanaman
    • Pemangkasan
    • Seleksi Buah dan Pengikatan Tangkai Buah
    • Pengendalian Hama dan Penyakit
    • Panen
  • Parameter Pengamatan
    • Tinggi Tanaman (cm)
    • Umur Berbunga (hari)
    • Luas Daun (cm 2)
    • Diameter Batang (cm)
    • Berat Buah per Tanaman Sampel (kg)
    • Berat Buah per Plot (kg)

Rangkuman variasi tinggi tanaman akibat pemberian kompos ampas tebu dan POC kulit pisang kepok. Hasil uji beda rerata antara pemberian kompos ampas tebu dengan tinggi tanaman umur 12 tahun MST (pengamatan terakhir) dapat dilihat pada Tabel 3. Hubungan pemberian kompos ampas tebu dengan tinggi tanaman umur 12 tahun MST dapat dilihat pada Gambar 2.

Rendahnya kandungan N dalam tanah menjelaskan bahwa unsur N diperoleh tanaman dari hasil penguraian kompos ampas tebu. Rangkuman variasi luas daun akibat penerapan kompos ampas tebu dan POC kulit pisang kepok. Tabel 4 menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu dan POC kulit pisang kepok serta kombinasi kedua faktor perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun.

Oleh karena itu, tanaman pada fase vegetatif memerlukan banyak unsur hara terutama N. Rangkuman jejak variasi diameter batang akibat penggunaan kompos tebu dan POC kulit pisang kepok. Tabel 5 menunjukkan bahwa pemberian kompos tebu dan POC kulit pisang serta kombinasi kedua faktor perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap luas daun umur 2 sampai 12 tahun MST. Tidak benar pemberian kompos tebu dan POC kulit pisang kepok diperkirakan akan menimbulkan persaingan antar tanaman terkait.

Hasil uji beda rata-rata antara pemberian kompos ampas tebu dengan berat produksi per plot dapat dilihat pada Tabel 6. Hubungan persediaan kompos ampas tebu dengan berat produksi per plot dapat dilihat pada Gambar 3. Nilai koefisien regresi (r = 0,8231) menjelaskan bahwa penerapan kompos Ampas tebu memberikan pengaruh sebesar 82,31% terhadap peningkatan bobot produksi per

Rangkuman data pengaruh pemberian kompos ampas tebu dan POC kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.). kg) Berat buah/petak (kg) Notasi rata-rata.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tinggi Tanaman (cm)

Dari Tabel 2 terlihat bahwa pemberian POC kulit pisang kepok dan kombinasi kedua faktor perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan pemberian kompos ampas tebu memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 – 12 tahun MST. Dari tabel 3 terlihat bahwa perlakuan K2 berbeda nyata dengan K0, namun tidak berbeda nyata dengan K1 dan K3. Dari Gambar 2 terlihat bentuk kurva respon hubungan pemberian kompos ampas tebu dengan tinggi tanaman adalah kuadrat dengan persamaan : Ŷ K - 1,09 K2.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa dosis maksimal untuk meningkatkan tinggi tanaman secara optimal adalah 4,3 kg/petak. Pengaruh nyata pemberian kompos ampas tebu pada umur 5 – 12 tahun WAP menjelaskan bahwa unsur hara yang terkandung dalam kompos ampas tebu dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Menurut Sutrisno (2004) dalam Kurniawan, dkk., (2013) disebutkan bahwa peningkatan tinggi tanaman dipengaruhi oleh seimbangnya ketersediaan unsur hara dalam tanah terutama unsur N yang merangsang pembelahan dan pemanjangan sel terutama sel meristem. agar tanaman tumbuh tinggi menjadi.

Pemanfaatan POC kulit pisang kepok untuk pertumbuhan dan produksi tanaman okra belum jelas karena unsur hara pada kompos ampas tebu semakin banyak, sehingga kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman tercukupi dari kontribusi kompos ampas tebu. Hal ini sejalan dengan pernyataan Rambe (2014) yang mengatakan bahwa pemupukan daun tidak bertujuan untuk memenuhi seluruh unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pemupukan melalui daun dengan demikian hanya merupakan pelengkap dari pemupukan biasa dengan tujuan untuk meningkatkan mutu hasil karena penambahan unsur hara melalui daun dapat melengkapi kekurangan unsur hara tertentu yang dibutuhkan tanaman.

Tabel 3. Beda  Rataan  Pengaruh  Pemberian  Kompos  Ampas  Tebu  Terhadap  Tinggi Tanaman Umur 12 MST
Tabel 3. Beda Rataan Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu Terhadap Tinggi Tanaman Umur 12 MST

Umur Berbunga (hari)

Luas Daun (cm 2)

Hal ini sesuai dengan pendapat Lingga dan Marsono (2006) dalam Putri (2011) yang menjelaskan bahwa tanaman pada masa vegetatif memerlukan unsur hara untuk menunjang pertumbuhannya.

Diameter Batang (cm)

Oleh karena itu, tanaman pada fase vegetatif memerlukan unsur hara terutama N yang banyak. Terlihat dari Tabel 5 bahwa penggunaan kompos tebu dan POC kulit pisang kepok serta kombinasi kedua faktor perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun. tahun ke-2 sampai ke-12 WAP. Penggunaan kompos tebu tidak mempengaruhi diameter batang kemungkinan disebabkan oleh kualitas bahan kompos yang digunakan yaitu tebu. Sedangkan tebu umumnya merupakan limbah yang dibuang begitu saja karena terkena air hujan dan sinar matahari.

Keadaan ini menyebabkan banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya hilang melalui pencucian dan penguapan. Selain itu, air hujan juga menyebabkan terjadinya reaksi asam pada bahan yang digunakan sehingga berdampak pada penyerapan unsur hara yang terkandung pada bahan tersebut. Selain hal di atas, unsur hara yang dihasilkan kompos ampas tebu diyakini hanya cukup untuk menunjang pertumbuhan tinggi tanaman, sehingga tidak mencukupi untuk pertumbuhan bagian lainnya.

Lampiran 93), sehingga unsur hara yang dihasilkan dari kompos ampas tebu hanya cukup untuk menunjang tinggi tanaman, karena selama + 14 minggu tanaman menyerap unsur hara yang dihasilkan dari kompos ampas tebu yang diberikan hanya satu kali saja, tanpa penambahan kompos tambahan. selama penelitian. . Selain itu Suriadikarta dan Setyorini (2005) menyatakan bahwa komposisi unsur hara pada pupuk organik sangat bergantung pada kualitas bahan aslinya. Penggunaan pupuk organik dapat menimbulkan beberapa permasalahan antara lain: ketidakseimbangan unsur hara dalam kompos sehingga mengakibatkan menumpuknya sebagian unsur hara, kandungan unsur hara makro dan mikro rendah sehingga diperlukan dalam jumlah banyak dan memerlukan jangka waktu tertentu. untuk pemecahan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Berat Buah per Tanaman Sampel (kg)

Data pengamatan bobot produksi per petak pada panen I, II dan total produksi masing-masing dapat dilihat pada Lampiran 87, 88 dan 89. Sedangkan hasil analisis data statistik pada daftar penyimpangan yang dapat dilihat pada Lampiran 91 menunjukkan bahwa penerapan kompos ampas tebu memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan pemberian POC dari kulit pisang kepok dan kombinasi kedua faktor perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata. memengaruhi. Dari Gambar 3 terlihat bahwa bentuk kurva respon hubungan antara pemberian kompos ampas tebu dengan berat produksi per lokasi adalah linier, dengan persamaan : Ŷ K yang berarti produksi per lokasi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah tanaman. meningkatkan dosis kompos ampas tebu.

Artinya tanaman dapat menyerap unsur hara yang terkandung dalam tanah atau kompos ampas tebu, sehingga tanaman menghasilkan produksi yang tinggi. Kompos Ampas Tebu (kg/petak). Varietas ini dapat beradaptasi dengan lingkungannya. menyatakan bahwa berat segar suatu tumbuhan dipengaruhi oleh kandungan air dan kandungan fotosintat pada sel dan jaringan tumbuhan, sehingga apabila fotosintat yang terbentuk bertambah maka berat segar tumbuhan tersebut juga akan bertambah. Pemberian kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan produksi per petak, namun tidak berpengaruh nyata terhadap umur bunga, luas daun, diameter batang dan produksi per tanaman sampel.

Pemberian POC dengan kulit pisang kepok tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lama berbunga, luas daun, diameter batang, produksi per tanaman sampel dan produksi per plot. Kombinasi kedua faktor perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lama berbunga, luas daun, diameter batang, produksi per tanaman sampel, dan produksi per plot. Penggunaan kompos ampas tebu dengan dosis 6 kg/petak dapat meningkatkan produksi tanaman melon sebesar 75,6 ton/ha.

Pengaruh dosis pupuk bokasi ampas tebu dan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.) yang ditanam secara organik. 2017, “Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) terhadap aplikasi pupuk organik cair dari kulit pisang kepok dan bokasi”, Skripsi, Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, 2017. Pengaruhnya Pemberian Perbedaan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Lengkap (POCL) Bio Sugih terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Sacharata Sturt.) Skripsi.

Pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays sacharata L.).

Tabel 6. Beda Rataan Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu Terhadap Rata- Rata-rata Berat Produksi per Plot
Tabel 6. Beda Rataan Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu Terhadap Rata- Rata-rata Berat Produksi per Plot

Berat Buah per Plot (kg)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Jadwal Kegiatan Penelitian

Denah Penelitian

Bagan Tanaman Melon Dalam Plot

Deskripsi Tanaman Melon (Cucumis melo L.)

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Menurut Agustin (2008), ampas tebu merupakan limbah pertama yang dihasilkan pada proses pengolahan tebu, volumenya mencapai 30-34%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian kompos tebu sebanyak 4-6 ton/ha, kita dapat mengurangi konsumsi pupuk NPK hingga 50%. Cara membuat kompos tebu: Letakkan kantong di atas terpal, lalu tambahkan kotoran sapi dan aduk hingga rata.

Penggunaan kompos tebu dilakukan satu minggu sebelum tanam melon dan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar. Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian kompos berbahan dasar tebu dan kotoran sapi dasar selesai, agar pupuk tidak menguap, kemudian bedengan dibersihkan dan disiram secukupnya hingga tanah lembab.

Gambar 1.  Tanaman Melon
Gambar 1. Tanaman Melon

Daftar Dwi Kasta Tinggi Tanaman (cm) Umur 2 MST

Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman Umur 2 MST

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Tinggi Tanaman (cm) Umur 3 MST

Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman Umur 3 MST

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Tinggi Tanaman (cm) Umur 4 MST

Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman Umur 4 MST

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Tinggi Tanaman (cm) Umur 5 MST

Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman Umur 5 MST

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Tinggi Tanaman (cm) Umur 6 MST

Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman Umur 6 MST

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Berat Buah per Tanaman Sampel (kg)

Daftar Sidik Ragam Berat Buah per Tanaman Sampel

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Data Pengamatan Pengaruh Kompos Ampas Tebu dan POC Kulit

Daftar Dwi Kasta Berat Buah per Plot (kg)

Daftar Sidik Ragam Berat Buah per Plot

Dokumentasi Penelitian

Hasil Analisa Tanah

Hasil Analisa Kompos Ampas Tebu

Hasil Analisa POC Kulit Pisang Kepok

Gambar

Gambar 1.  Tanaman Melon
Table 1. Kandungan Gizi Buah Melon Setiap 100 g Bahan Yang Dapat Dimakan
Tabel 2. Rangkuman  Sidik  Ragam  Tinggi  Tanaman  Akibat  Pemberian  Kompos  Ampas Tebu dan POC Kulit Pisang Kepok
Gambar 2.  Kurva  Respon  Pertambahan  Tinggi  Tanaman  Akibat  Pemberian  Kompos Ampas Tebu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yakni : 1 Pemberian kompos kulit durian berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah buah per sampel, bobot buah per sampel dan bobot