• Tidak ada hasil yang ditemukan

respontivitas pegawai negeri sipil dalam pelayanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "respontivitas pegawai negeri sipil dalam pelayanan"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang telah melayani administrasi kependudukan masyarakat Kabupaten Enrekang. Masih banyak masyarakat yang merasa tidak puas dan mengeluh terhadap pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu faktor penghambat pelayanan publik yang responsif pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang adalah konektivitas jaringan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian a. Akademik

Unit penyelenggara pelayanan publik merupakan satuan kerja pada instansi pemerintah yang memberikan pelayanan secara langsung kepada penerima pelayanan publik. Penyelenggara pelayanan publik adalah pejabat atau pegawai instansi pemerintah yang melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kerangka Pikir

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Petugas atau perangkat melakukan pelayanan dengan hati-hati. Indikator ini mengukur tingkat akurasi dan perhatian petugas dalam penyelesaian pelayanan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Petugas atau perangkat melakukan pelayanan pada waktu yang tepat. Indikator ini mengukur seberapa tepat waktu pelayanan e-KTP yang dilakukan oleh petugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilakukan dua (2) bulan setelah izin penelitian dikeluarkan oleh LP3M yaitu pada tanggal 13 Maret sampai dengan 13 Mei 2020. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang, Jl. Pasar Baru No.7, Desa Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana data diperoleh dari proses observasi tunggal, wawancara terhadap seluruh informan yang telah ditentukan dan hasil dokumentasi atau kumpulan arsip dan gambar. Setelah semua data diperoleh, langkah selanjutnya adalah peneliti mendeskripsikan secara lengkap dan menggali data yang diperoleh baik dari fakta atau informasi serta kelemahan atau kekurangan dari objek yang diteliti. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, yaitu peneliti memberikan gambaran dan penjelasan yang tepat secara obyektif terhadap masalah yang diteliti, mengidentifikasi dan menjelaskan data secara sistematis.

Sumber Data

Informan Penelitian

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang adalah seseorang yang menjabat sebagai kepala struktur organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dianggap mempunyai informasi lebih lanjut terkait dengan penelitian ini. Pegawai kantor dianggap mengetahui mekanisme pencetakan e-KTP pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Pegawai kantor dianggap mengetahui mekanisme pencatatan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang.

Orang-orang yang dimaksud dalam penelitian ini adalah orang-orang yang membuat e-KTP pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai langsung informan yang telah ditentukan melalui teknik purposive sampling bahwa informan mempunyai pemahaman terhadap permasalahan yang diteliti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar, foto, arsip yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang serta melalui website dan data online.

Teknik Analisis Data

Kesimpulan awal yang ditunjukkan adalah sementara dan mungkin berubah jika tiada bukti kukuh pada peringkat pengumpulan data seterusnya. Tetapi kesimpulan yang ditunjukkan pada peringkat awal disokong oleh bukti yang sah apabila penyelidik berada di lapangan mengumpul data, maka kesimpulan yang ditunjukkan adalah kesimpulan yang boleh dipercayai.

Pengabsahan Data

Teknik triangulasi yang dilakukan peneliti adalah verifikasi data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.Kegiatan yang dilakukan apabila teknik kredibilitas data menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data masing-masing karena berbeda sudut pandang. Triangulasi temporal merupakan kegiatan yang dilakukan peneliti untuk memeriksa kembali data yang diperoleh pada waktu yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh saat wawancara pada pagi hari akan berbeda hasilnya jika dilakukan pada sore atau malam hari.

Deskripsi atau Karakteristik Objek Penelitian 1. Gambaran umum geografis Kabupaten Enrekang

  • Profil Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang
  • Visi dan Misi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang
  • Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang
  • Tugas dan Fungsi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang
  • Sarana dan Prasarana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang
  • Sumber Daya Manusia
  • Data Penduduk Kabupaten Enrekang

Jumlah pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang sebanyak 49 orang dengan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WITA, setiap hari dan pada hari libur hari Sabtu dan Minggu. Mewujudkan Sistem Administrasi Kependudukan dan Kependudukan yang tertib, akurat, dan dinamis menuju terwujudnya kependudukan yang berkualitas. Berdasarkan visi dan misi di atas terlihat bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang berupaya mewujudkan sistem administrasi kependudukan yang tertib dan dinamis melalui pelayanan publik administrasi kependudukan yang prima kepada masyarakat.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang mempunyai tugas pokok penyiapan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pengelolaan kependudukan. Kabupaten Enrekang meliputi peralatan perekam e-KTP, komputer, server, printer, lemari, kursi, AC, sofa dan masih banyak lagi. Dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang, prasarananya berupa ruangan yang bersih dan nyaman, toilet pria dan wanita terpisah yang bersih dan tempat parkir yang memadai.

Dari tabel 4.1 di atas terlihat bahwa jumlah sumber daya manusia atau aparatur pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang menurut jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 22 (dua puluh dua) orang dan perempuan sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang. . Dari data di atas terlihat jumlah penduduk Kabupaten Enrekang dari 12 kecamatan sebanyak 226.776 jiwa, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 115.491 jiwa dan jumlah perempuan sebanyak 111.285 jiwa.

Hasil Penelitian

Kemampuan Merespon

Dari hasil wawancara dapat diartikan bahwa bagi setiap pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang sangat penting untuk melayani segala kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara di atas, masyarakat yang dilayani oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang cukup puas karena seluruh prosedur dan proses pelayanan pembuatan e-KTP yang ada dijelaskan dengan baik. Dari hasil wawancara diatas terlihat bahwa kurangnya pegawai yang memberikan jawaban adalah masih adanya oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang yang memberikan jawaban sesuai dengan moodnya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, keakuratan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang sudah optimal karena tidak terjadi kesalahan pada data yang terdapat pada DS e-KTP. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. SW selaku pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang, pengurusan e-KTP hingga diterbitkan tidak memakan banyak waktu, hanya membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 hari kerja tergantung jaringan. kondisinya. Dari hasil wawancara diatas terlihat bahwa penyebab lambatnya penerbitan e-KTP karena kondisi jaringan yang buruk.

Dari hasil wawancara diatas diketahui bahwa terdapat faktor pendukung atau pendukung terhadap tepat waktu pelayanan e-KTP. Dari hasil wawancara di atas diketahui bahwa kerjasama dan kekompakan juga menjadi kunci tepat waktu penerbitan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang. Dari hasil wawancara diatas, dalam melaksanakan pekerjaan tepat waktu, pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang melakukan komunikasi dan kerjasama yang efektif.

Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa salah satu kelemahan pelayanan e-KTP yang diberikan petugas adalah kurang ramah terhadap masyarakat.

Pembahasan Hasil Penelitian

Sedangkan dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, ditemukan bahwa masih terdapat KTP-el masyarakat yang cacat akibat kesalahan data yang dimasukkan oleh pegawai dan dikenali oleh pegawai dengan dalih memiliki kesamaan data masyarakat, baik nama komunitas dan tanggal lahir komunitas. Hal ini menandakan ketelitian para pegawai (pegawai) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang belum maksimal. Ketepatan waktu pelayanan dalam pelayanan e-KTP pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml, dimana ketepatan waktu pelayanan diukur dengan waktu selesainya pelayanan pada waktu yang tepat. dijanjikan oleh para pelayan (pegawai) masyarakat yang mengeluhkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan e-KTP.

Pasalnya, jumlah orang yang dilayani dalam pengurusan e-KTP per hari sedikit, maksimal 50 orang, sehingga lebih mudah dalam penyelesaiannya. Dari hasil observasi dan wawancara kepada informan diketahui bahwa faktor pendukung pelayanan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang adalah kedisiplinan pegawai dalam mengisi e-KTP sehingga e-KTP masyarakat dapat diterbitkan sesuai dengan yang diharapkan. janji-janji karyawan dan kerjasama antar unit kerja yang baik. Dari hasil observasi dan wawancara kepada informan diketahui bahwa faktor penghambat pelayanan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang selain gangguan jaringan adalah tidak adanya papan informasi yang sangat penting bagi para informan. pemberian informasi kepada masyarakat mengenai persyaratan berkas yang diperlukan. masyarakat harus disediakan untuk pengurusan e-KTP, ketidakramahan sebagian pegawai membuat masyarakat menjadi enggan bahkan takut untuk bertanya atau menginformasikan kesulitan yang dihadapi dalam pengambilan dokumen, pegawai datang tidak tepat waktu, menyebabkan lama antrian orang terutama pada hari pasar yaitu hari senin dan kamis, banyaknya pendatang yang mempunyai data ganda menyulitkan pegawai untuk membuat e-KTP karena data duplikat tersebut harus diolah kembali ke wilayah masyarakat. asal usul dan perubahan data domisilinya, terdapat masyarakat yang menggunakan calo dalam layanan e-KTP.

PENUTUP

Perlu adanya penyempurnaan SOP pelaksanaan pelayanan publik khususnya pelayanan e-KTP yaitu dengan menambahkan kewajiban petugas untuk tersenyum, menyapa dan menyapa masyarakat saat melakukan pelayanan. respon sebagian pegawai yang tidak tersenyum, menyapa dan menyapa pada awal pelayanan hingga akhir proses pelayanan. Pengawasan yang paling optimal diperlukan bagi pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang untuk mendisiplinkan dan menertibkan pegawai dalam kinerja pelayanan publik. Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 4 Tahun 2012.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Pernah bersekolah di jenjang Sekolah Dasar di SDN 117 Enrekang dan lulus pada tahun 2009, setelah itu penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMPN 1 Enrekang pada tahun 2009 dan menyelesaikan studinya pada tahun 2012. Penulis kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas di SMK. Sekolah Latanro Enrekang dan tamat pada tahun 2015.

Pada jenjang perguruan tinggi, penulis terdaftar pada tahun 2015 sebagai mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar dan saat ini sedang menulis skripsi sebagai syarat untuk memperoleh nilai I (S1) dengan judul tanggap. PNS bidang pelayanan e-KTP di Kabupaten Enrekang.

Referensi

Dokumen terkait

Penulis melakukan wawancara dengan Bapak Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Kendari yaitu Iswanto, S.Sos.,M.Si pada tanggal 9 Januari mengatakan bahwa Sikap pegawai