NAMA : RANTI ARDANA NOTAR :21011023
KELAS :RSTJ A
RESUME JURNAL “HUBUNGAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT SIMA PRIMA INDONESIA”
Penulis : Gilang Agung Prabowo1 ), Nina Sri Indrawati2 ), Nancy Yusnita3 Tahun : 2020
Tujuan : 1) Untuk mengetahui penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada PT Sima Prima Indonesia.
2) Untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan pada PT Sima Prima Indonesia
3) Untuk mengetahui hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja pada PT Sima Prima Indonesia.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif korelasional, dimana peneliti mengumpulkan data berdasarkan pandangan dari sumber data bukan pandangan peneliti. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian mengenai Hubungan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan di PT Sima Prima Indonesia, dimana dalam penelitian ini keselamatan dan kesehatan kerja masih banyak minimnya, termasuk keadaan tempat lingkungan kerja, pemeliharaan sarana dan prasarana, pemakaian peralatan kerja, kondisi fisik dan mental pegawai pada perusahaan tersebut.
Pembahasan :
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menurut Widodo (2015:234) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja disebuah institusi maupun lokasi proyek. Sistem manajemen K3 sendiri, telah di atur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Di Indonesia sendiri masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada karyawan masih sangatlah kurang perhatian, tak jarang para karyawan harus menuntut kepada pemerintah, agar para perusahaan bisa membuat dan menerapkan sistem K3 pada perusahaan tempatnya bekerja. Bila kita melihat sejarah sistem manajemen K3, dibanding dua kerabat dekatnya, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 2004, Sistem Manajemen K3 memang belum begitu populer. Standar yang sekarang kita kenal seperti OHSAS 18001 : 1999 pun tidak diterbitkan oleh Lembaga Standarisasi Dunia (ISO), tapi melalui kesepakatan badan - badan sertifikasi yang ada dibeberapa negara.
Terdapat beberapa faktor yang menghambat produktivitas seorang pekerja atau karyawan yaitu kesehatan dan keselamatan kerja, dalam perusahaan tentu bukan hal yang aneh bila ada kecelakaan dalam bekerja, hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat dalam menciptakan produk di suatu perusahaan. Karena kecelakaan kerja membuat kondisi kesehatan
karyawan menjadi menurun, baik dari segi kesehatan maupun mental, hal tersebut dapat membuat tingkat produktivitas karyawan menurun. Kecelakaan kerja dapat membuat mental psikis pekerja atau karyawan menjadi rendah, yang mengakibatkan daya konsentrasi menurun, dan tingkat keaktifan dalam bekerjapun menurun, selain itu tentu fisik ikut melemah, dengan kondisi fisik yang melemah produktivitas karyawanpun ikut menurun, hal tersebut tantu dapat mengganggu pencapaian target perusahaan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Manajemen sumber daya manusia yang mempunyai tujuan dan tinjauan wawasan masa depan, harus mempunyai program - program yang bisa membantu membangun kinerja produktivitas karyawannya guna membangun tingkat kinerja karyawan agar target perusahaan dapat tercapai secara cepat, tepat dan efisien. Manajemen dan para pengawas harus mempunyai program sistem kesehatan dan keselamatan kerja bagi pegawai dalam organisasi perusahaan, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan dalam perusahaan, selain untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, kesehatan dan keselamatan kerja karyawan merupakan tanggung jawab penuh suatu perusahaan.
Manajemen serta para pengawas harus bertanggung jawab sepenuhnya atas pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja tiap karyawan di tempat kerja, karena hal tersebut merupakan kewenangan pengawasan para pengawas maupun para manajer.
Menurut Widodo (2015: 234) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja disebuah institusi maupun lokasi proyek.
Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3) Menurut Buntarto (2015: 5) kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin kesempurnaan dan kesehatan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya. Ruang lingkup kesehatan keselamatan kerja sebagai berikut:
1) Memelihara lingkungan yang sehat
2) Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja 3) Mencegah dan mengobati keracunan yang ditimbulkan ketika bekerja 4) Memelihara moral, mencegah dan mengobati keracunan yang timbul dari kerja 5) Menyesuaikan kemampuan dengan pekerjaan dan merehabilitasi pekerja yang cedera atau sakit akibat pekerjaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PT Sima Prima Indonesia khususnya bagian produksi dengan menggunakan 187 responden tentang hubungan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan, penulis mendapat hasil bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara programKesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian produksi PT Sima Prima Indonesia.
Berdasarkan perhitungan koefisien korelasi rank spearman antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan diperoleh koefisien korelasi r = 0,676 dimana rata-rata tersebut berada pada interval 0,60 - 0,799 yaitu berada pada daerah tingkat hubungan kuat. Artinya bahwa terdapat hubungan yang kuat antara program kesehatan dan keselamatan kerja dengan produktivitas karyawan. Mencari nilai t tabel menggunakan signifikansi 5% atau α = 0,05 dan drajat kebesaran df = n-2 atau 187-2 = 185, maka diperoleh t tabelnya 16,1533. Hasil uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (16,1533 > 1,6531) maka Ha
diterima Ho ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja karyawan pada PT Sima Prima Indonesia. Setelah dilakukan uji hipotesis maka terbukti terdapat hubungan antara program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Karyawan PT Sima Prima Indonesia.
Dengan demikian, hal ini mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya yang menyatakan terdapat hubungan antara program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada PT. Sima Prima Indonesia telah terlaksana dengan cukup baik hal itu ditunjukan dengan adanya hubungan yang cukup kuat dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Sima Prima Indonesia. Apabila suatu perusahaan peduli terhadap kesejahteraan karyawannya, maka karyawan bekerja lebih produktif sehingga dapat mendorong keberhasilan bisnis suatu perusahaan dalam menghadapi kompetitornya. Artinya bahwa semakin perusahaan sadar dan bijak dalam melaksanakan program kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawannya, maka akan semakin produktif setiap karyawan melakukan pekerjaannya karena setiap karyawan akan melakukan pekerjaannya dengan rasa aman, nyaman dan selalu terlindungi dengan peraturan - peraturan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang ada diperusahaan
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan PT Sima Prima Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) Pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilakukan oleh PT Sima Prima Indonesia berdasarkan tanggapan hasil responden menunjukan hasil yang baik. Karyawan menilai bahwa alat perlindungan kerja, ruangan kerja yang aman, ruangan kerja yang sehat, penerangan diruangan kerja yang baik serta penggunaan dan penempatan peralatan kerja yang baik telah mendukung proses keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik.
2) Penilaian produktivitas kerja karyawan PT Sima Prima Indonesia berdasarkan tanggapan hasil responden menunjukan hasil yang cukup baik. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat perolehan hasil, kualitas yang dihasilkan, tingkat kesalahan, waktu yang dibutuhkan telah mendukung proses produktivitas kerja karyawan dengan cukup baik.
3) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa terdapat hubungan yang nyata antara variabel X (Keselamatan dan kesehatan Kerja) dengan variabel Y (Produktivitas Kerja) pada PT Sima Prima Indonesia.