REVIEW JURNAL
Di susun untuk memenuhi tugas UTS review jurnal mata kuliah metodologi penelitian Dosen pengampu : Burhan Hambali, M.Pd.
Disusun oleh : Nissa Anggita (2209360)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2023
REVIEW JURNAL NASIONAL
Judul FAKTOR KONDISI FISIK TERHADAP RESIKO CEDERA
OLAHRAGA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
Penerbit Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi (JFR) Vol. 3, No. 1, Tahun 2019, ISSN 2548-8716
Analisis Masalah Penelitian in berfokus pada pemeriksaan hubungan antara faktor kondisi fisik dan risiko cedera olahraga pada pemain sepak bola.
Ini bertujuan untuk menentukan apakah ada korelasi antara faktor kondisi fisik dan risiko cedera olahraga.
Solusi Alternatif Terapkan rutinitas pemanasan dan pendinginan yang tepat sebelum dan sesudah aktivitas fisik untuk mempersiapkan tubuh dan mencegah cedera.
Fokus pada program pelatihan kekuatan dan pengkondisian untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mengurangi risiko cedera.
Gabungkan latihan fleksibilitas untuk meningkatkan mobilitas sendi dan mengurangi kemungkinan ketegangan otot dan keseleo.
Tekankan teknik dan bentuk yang tepat selama kegiatan
olahraga untuk meminimalkan risiko cedera yang berlebihan dan pola gerakan yang salah.
Memberikan program pendidikan dan kesadaran untuk atlet, pelatih, dan orang tua tentang strategi pencegahan cedera, termasuk pentingnya istirahat dan pemulihan
Kajian Teori Studi ini meneliti hubungan antara faktor kondisi fisik dan risiko cedera olahraga pada pemain sepak bola Ditemukan korelasi yang signifikan antara faktor kondisi fisik, seperti kekuatan, kecepatan, fleksibilitas, dan kelincahan, dan risiko cedera olahraga.
Penelitian merekomendasikan fokus pada peningkatan kondisi fisik melalui program pelatihan yang terencana dengan baik untuk meminimalkan risiko cedera olahraga.
Menerapkan rutinitas pemanasan dan pendinginan yang tepat, latihan kekuatan dan pengkondisian, dan latihan fleksibilitas dapat membantu mengurangi risiko cedera.
Menekankan teknik dan bentuk yang tepat selama pertandingan sepak bola juga dapat meminimalkan risiko cedera yang
berlebihan dan pola gerakan yang salah. Penilaian rutin kondisi fisik atlet dan mengatasi kelemahan atau ketidakseimbangan melalui pelatihan yang ditargetkan dan program rehabilitasi sangat penting untuk pencegahan cedera
Metodologi Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional karena penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan hubungan yang terjadi antara variabel kondisi fisik dan keterampilan teknik terhadap resiko cedera olahraga pada permainan sepakbola.
Sampel dan Sampling Penelitian dilakukan di Semarang, besarnya
sampel berjumlah 100 siswa dari 5 Sekolah Sepak Bola dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling.
Instrumen Dinyatakan bahwa penelitian menggunakan metode korelasional deskriptif dengan teknik survei dan pengujian. Survei dan teknik pengujian kemungkinan digunakan untuk mengumpulkan data tentang faktor kondisi fisik dan risiko cedera olahraga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS.
Sampling Pengambilan
Data purposive sampling adalah untuk mencari sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan secara khusus oleh
peneliti. Selain itu, tujuan dari purposive sampling adalah untuk menjelaskan suatu permasalahan secara jelas karena sampel yang mewakili memiliki nilai representatif. Sehingga tujuan utama penelitian dapat terpenuhi. Purposive sampling ini merupakan teknik sampling yang cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, sebab peneliti kemungkinan besar sudah tahu kualitas dari informan atau responden sehingga penelitian pun juga akan semakin valid.
Analisis Data Uji korelasi dengan Pearson dua jalur dengan bantuan aplikasi computer menggunakan seri program SPSS for window versi 19.
Hasil dan Temuan Mayoritas subjek dalam penelitian ini berusia 13 tahun, dan kebanyakan dari mereka memiliki kondisi fisik sedang dan risiko cedera rendah.
Studi ini menunjukkan bahwa pelatih dan pemain harus fokus pada peningkatan kondisi fisik melalui pelatihan untuk mengurangi risiko cedera olahraga dalam sepak bola.
Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk mengukur dan menilai semua komponen kondisi fisik untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci tentang faktor kondisi fisik spesifik yang terkait dengan risiko cedera olahraga
Implikasi dan
Rekomendasi Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi dengan uji dua sisi Pearson, dengan tingkat signifikansi 5%.
Temuan penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara faktor kondisi fisik dan risiko cedera olahraga pada pemain sepak bola, dengan nilai p 0,000 (p < 0,05)
Komentar Pada usia 13 tahun rata-rata memiliki kondisi fisik sedang dan risiko cedera rendah dan pada usia dewasa kondisi fisik kuat tetapi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk cedera sehingga sangat penting untuk melakukan warming up serta cooling down untuk meminimalisir cedera.
REVERENSI
Puspitasari, N. (2019). Faktor kondisi fisik terhadap resiko cedera olahraga pada permainan sepakbola. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 3(1), 54-71.