REVIEW MATERI
DISUSUN OLEH : ANISA TRI RAHAYU (202030365)
BAB 1 : PENGANTAR BISNIS
Kata bisnis berasal dari Bahasa Inggris business, busy yang berarti
"sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi yang melibatkan proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.
FUNGSI BISNIS :
1. Fungsi Produksi
2. Fungsi Distribusi
3. Fungsi Penjualan
4. Fungsi Pemasaran
TUJUAN BISNIS
1. Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
2. Meningkatkan kesejahteraan pemilik bisnis dan oang-orang yang terlibat di dalamnya.
3. Menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat umum.
4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
5. Menunjukkan prestise dan kinerja.
6. Menunjukkan eksistensi sebuah perusahaan dalam jangka panjang
JENIS BISNIS BERDASARKAN AKTIVITASNYA :
1. Bisnis Ekstraktif
Kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pertambangan dengan melakukan aktivitas penggalian barang tambang yang ada di dalam perut bumi. Contoh jenis bisnis ekstraktif ini adalah tambang batu bara, minyak bumi, gas bumi, emas, tembaga dan lain-lain.
2. Bisnis Agraris
Bisnis agraris bergerak dalam bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
3. Bisnis Industri
Bisnis ini bergerak dalam bidang industri manufaktur, misalnya industri pesawat terbang, kapal laut, tekstil, mebel, kertas, dll.
4. Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah aktivitas usaha yang produknya bukan berupa barang atau produk fisik, melainkan produk jasa, seperti pendidikan, pariwisata, kesehatan, perbankan dan keuangan, dan lain sebagainya.
JENIS BISNIS BERDASARKAN KEGUNAANNYA :
a.Kegunaan Bentuk (Form Utility)
b. Kegunaan Tempat (Place Utility) c. Kegunaan Waktu (Time Utility).
d. Kegunaan Pemilikan (Possession Utility)
MACAM-MACAM BISNIS
1. Bisnis Pertanian
2. Bisnis Produksi Bahan Mentah 3. Bisnis Manufaktur
4. Bisnis Konstruksi 5. Bisnis Transportasi 6. Bisnis Komunikasi 7. Bisnis Perdagangan 8. Bisnis Finansial 9. Bisnis Jasa 10. Bisnis Utilitas 11. Bisnis Real Estat 12. Bisnis Online
MANFAAT BISNIS
1. Mendapatkan penghargaan dan pengakuan 2. Menjadi bos untuk diri sendiri
3. Menggaji diri sendiri
4. Bisa mengatur waktu dengan leluasa
5. Memiliki masa depan yang cerah
INDUSTRI DAN BISNIS
Industri adalah perkumpulan perusahaan yang memproduksi barang yang sama untuk pasar yang sama, sedangkan perusahaan adalah mengolah material atau proses produksi yang sama dengan yang lainnya.
Bisnis adalah kegiatan yang membantu usaha-usaha pemenuhan kebutuhan masyarakat oleh perusahaan atau usaha yang melayani kebutuhan masyarakat baik yang bermotif keuntungan atau tidak.
MANFAAT BELAJAR BISNIS
1. Mampu mengendalikan masalah sosial
2. Membuka lapangan kerja baru untuk mayarakat 3. Lebih banyak dikenal orang
4. Mampu membuka usaha/bisnis sendiri
5. Mendapatkan wawasan yang luas
BAB 2 :
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA SUATU BISNIS Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan
bisnis dapat mempengaruhi masyarakat (komunitas dan
lingkungannya) dan secara luas meliputi tanggung
jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan dan
kreditur.
BENTUK-BENTUK TANGGUNG JAWAB SOSIAL
TANGGU NG JAWAB
FISIK
1. Tidak memproduksi produk yang merusak masyarakat 2. Tidak menguras sumber air milik masyarakat
3. Tidak menyebarkan polusi udara buangan yang merusak kehidupan 4. Tidak mendirikan bangunan yang mempersukar arus lalu-lintas
masyarakat
5. Berkewajiban memperkerjakan sebagian penduduk setempat
6. Turut aktif membina dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar
TANGGUNG JAWAB NONFISIK
1. Membantu kegiatan amal yang dilakukan masyarakat setempat
2. Peka terhadap lingkungan dan keluhan yang disampaikan masyarakat
3. Aktif turut serta mengentaskan kemiskinan dan
meningkatkan kesehatan dan kesejateraan masyarakat
TANGGUN G JAWAB
KEPADA PELANGG
AN
1. Tanggung Jawab Produksi
2. Tanggung Jawab Penjualan
CARA MENJAMIN TANGGUN
G JAWAB SOSIAL KEPADA PELANGGA
N
1. Ciptakan Kode Etik
2. Memantau Semua Keluhan
3. Umpan Balik Pelanggan
CARA PEMERINTAH MENJAMIN TANGGUNG JAWAB TERHADAP PELANGGAN
Pemerintah cenderung menjamin tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas keamanan produk, iklan dan kompetisi industri, yaitu melalui :
1. P.P Tentang Keamanan Produk 2. P.P Tentang Periklanan
3. P.P Tentang Kompetisi Industri
TANGGUN G JAWAB
KEPADA KARYAWAN
a. Rasa Aman para Karyawan
b. Perlakuan layak oleh karyawan lain
c. Kesempatan yang sama
TANGGUN G JAWAB
KEPADA KREDITOR
Jika perusahaan mengalami masalah keuangan
dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus
memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor
bersedia memperpanjang jatuh tempo
pembayaran serta memberi advis dalam
mengatasi masalah keuangan
TANGGUNG JAWAB KEPADA LINGKUNGA
N
Proses produksi yang digunakan perusahaan dapat
mencemari atau merusak lingkungan misalnya
polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi
masyarakat dan polusi tanah akibat sampah/limbah
beracun yang mengakibatkan tanah tidak atraktif
dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti
pertanian
TANGGUN G JAWAB
KEPADA KOMUNITA
S
Perusahaan menunjukkan kepeduliannya kepada
komunitas dengan mensponsori event lokal atau
memberi donasi kepada kelompok sosial lokal. Misal
suatu bank memberi kredit lunak kepada masyarakat
sekitarnya yang berpenghasilan rendah dan kepada
komunitas minoritas. Atau beberapa perusahaan
besar memberi donasi kepada universitas terkemuka
ETIKA PERGAUL AN BISNIS
1. Hubungan antara bisnis dan konsumen.
2. Hubungan dengan karyawan.
3. Hubungan antar bisnis.
4. Hubungan dengan investor.
5. Hubungan dengan lembaga-lembaga
keuangan
ETIKA BISNIS
Merupakan tanggung jawab sosial suatu bisnis yg timbul dari dlm perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan permasalahan etika dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Etika bisnis merupakan suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis
CAKUP AN ETIKA BISNIS
1. Investor
2. Konsumen
3. Karyawan
4. Kreditur
5. Pesaing
BAB 3 :
BENTUK – BENTUK BADAN USAHA DAN CARA MENDAPATKAN LEGALITASNYA
• Badan Usaha adalah suatu wadah atau entitas yang digunakan untuk melakukan usaha secara komersil dengan tujuan menarik keuntungan.
• Perusahaan adalah suatu bagian teknis dari kesatuan
antara modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan barang
dan atau jasa.
HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MENDIRIKAN BADAN USAHA
1.
Produk dan jasa yang nantinya akan bisa dijual atau diperdagangkan.
2. Cara pemasaran suatu produk atau jasa yang akan diperdagangkan.
3. Penentuan mengenai harga pokok dan harga jual pada suatu produk ataupun jasa.
4. Kebutuhan suatu tenaga kerja.
5. Organisasi yang Internal.
6. Pembelanjaan dan jenis dari suatu badan usaha yang akan dipilih.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BADAN USAHA
1. Tipe dari usahanya, misalnya seperti : perkebunan, industri, perdagangan, dsb.
2. Luas dari suatu jangkauan pemasaran yang akan dicapai.
3. Modal yang diperlukan untuk memulai suatu usaha.
4. Sistem pengawasan yang dapat dikehendaki.
5. Tinggi dan rendahnya suatu resiko yang nantinya akan dihadapi.
6. Jangka waktu izin suatu operasional yang diberikan oleh pemerintah.
7. Keuntungan yang dapat direncanakan.
JENIS-JENIS BADAN USAHA
1. Badan Usaha dari Jenis Kegiatannya
a) Badan Usaha Agraris b) Badan Usaha Ekstraktif c) Badan Usaha Perdagangan d) Badan Usaha Industri
e) Badan Usaha Jasa
2. Badan Usaha Dari Sumber Kepemilikan Modalnya
A. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
1. Perjan
• Seluruh modalnya berasal dan dikuasai oleh pemerintah
• Contoh: PT. Kereta Api Indonesia 2. Perum
• BUMN yang diubah dari Perjan
• Perum yang dikelola pemerintah pegawainya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) 3. Persero
• Badan usaha yang dikelola oleh negara
• Tujuan: untuk dapat memberikan pelayanan pada masyarakat, sekaligus mencari profit
• Contoh persero :
1. PT. Jasa Raharja (Persero)
2. PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
3. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 4. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) 5. PT. Asuransi Kredit Indonesia (Persero) 6. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk
7. PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT ada 2 jenis :
PT Tertutup
Merupakan suatu PT yang pemegang sahamnya hanya terbatas pada kalangan tertentu saja, misalnya seperti halnya dikalangan keluarga.
PT Terbuka
Merupakan suatu PT yang saham-sahamnya dijual secara umum, misalnya pada PT Pupuk Kaltim, PT Union Metal, PT Djarum, PT Holcim, dan lain sebagainya.
B. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Suatu badan usaha dimana seluruh modalnya berasal dari pihak swasta, baik itu pihak swasta dalam negeri maupun pihak swasta asing.
1. Perseroan Terbatas (PT)
• Badan usaha yang terdiri dari persekutuan modal yang didirikan berdasarkan perjanjian
• Jenis-jenis PT :
1. PT Tertutup (PT biasa) 2. PT Terbuka (PT Tbk)
3. Penanaman Modal Asing (PT PMA)
4. Penanaman Modal Dalam Negeri (PT PMDN) 5. PT Persero
2. Perusahaan Perseorangan
• bertanggung jawab penuh pada suatu kegiatan usaha, resiko dan juga kegiatan usahanya 3. Firma
• suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama yang bersama 4. CV (Commanditaire Vennootschap)
• suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih 5. Koperasi
• badan usaha yang anggotanya berisi orang-orang yang tergabung secara sukarela atas dasar persamaan hak dan kewajiban.
6. Yayasan
• Yayasan merupakan salah satu bentuk – bentuk badan usaha, namun yayasan tidak mencari untung. Jadi lebih ke kepentingan sosial dan berbadan hukum
C. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang modalnya yang berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan dan berdasarkan undang-undang. Contoh : PDAM
D. Badan Usaha Swasta Asing
Suatu badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak luar negeri.
E. Joint Venture
F. Lembaga Keuangan
Suatu kerjasama dari beberapa perusahaan yang berasal dari berbagai negara kemudian menjadi satu perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi.
Lembaga yang mempunyai kegiatan utama menghimpun dan menyalurkan dana, dengan motif untuk mendapatkan keuntungan.
PERBEDAAN BADAN USAHA DAN PERUSAHAAN
BADAN USAHA
PERUSAHAA
• lembaga N
• menggunakan aspek-aspek hukum untuk mencapai tujuan, yaitu untuk memperoleh barang atau jasa,
• Alat untuk mencapai tujuan badan usaha tersebut
• Suatu tempat badan usaha beroperasi untuk mencapai tujuan
FUNGSI BADAN USAHA
1. Fungsi Komersial
Fungsi Operasional
Fungsi Manajerial 2. Fungsi Sosial
3. Fungsi Pembangunan Ekonomi
PERIZINAN USAHA
Suatu bentuk pemberian wewenang, izin
atau persetujuan dari pihak yang memiliki
wewenang atas penyelenggaraan kegiatan
usaha oleh sebuah perusahaan maupun
perorangan.
FUNGSI SEBUAH IZIN USAHA
1. Perlindungan hukum baik itu untuk usaha maupun orang- orang yang terlibat didalamnya
2. Peraturan dan syarat untuk menjalankan usaha yang harus disetujui pemilik usaha
3. Syarat pengembangan utama
4. Alat marketing dengan memancing keyakinan konsumen 5. Pengusaha juga memberikan jaminan terhadap kesehatan
lingkungan
JENIS-JENIS PERIZINAN
1.Izin Lokasi 2. Pajak Reklame
3. Perizinan Gangguan Tempat Usaha (HO) 4. Perizinan Gedung Pertemuan Umum 5. Perizinan Hotel
6. Perizinan Impresariat
7. Perizinan Jasa Biro Perjalanan Wisata 8. Perizinan Jasa Informasi Pariwisata 9. Perizinan Jasa Konvensi
10.Perizinan Jasa Pemandu Wisata
11.Perizinan Penggunaan Bangunan (IPB) 12.Perizinan Usaha Industri (IUI)
13.Perizinan Usaha Perdagangan (IUP) 14.Perizinan Usaha Pondok Wisata 15.Perizinan Usaha Restoran
16.Perizinan Usaha Rumah Makan 17.Tanda Daftar Gudang (TDG)
PROSES & PROSEDUR PERIZINAN
Kirim berkass ke lembaga perijinan.
Meminta formulir perizinan
Mengisi formulir didampingi dengan tanda tangan dari tetangga sekitar kantor didirikan. Ini sebagai bentuk persetujuan pihak lingkungan atas keberadaan perusahaan.
Formulir diserahkan ke kelurahan dan minta disahkan oleh pejabat kelurahan serta kecamatan untuk semakin memperkuat tempat izin usaha.
Membawa dokumen serta surat pengesahan lurah dan camat ke kantor kabupaten/kotamadya
Membayar biaya izin
MACAM-MACAM SURAT IZIN USAHA
1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
Syarat pembuatan :
1 lembar fotocopy kartu identitas diri (KTP)
1 lembar fotocopy bukti pelunasan Pajak bumi bangunan (PBB)
1 lembar pas foto berwarna berukuran 3×4
Terkhusus bagi usaha tertentu diperlukan dokumen Undang-undang gangguan /Hinder Ordonantie
Untuk koperasi, CV dan lainjya membutuhkan akta pendirian
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Fotocopy kartu NPWP salah seorang yang bertanggung jawab di perusahaan
Fotocopy akta pendirian perusahaan
Fotocopy dokumen izin usaha
Cara Pembuataannya 1. Online
• Mengunjungi website https://ereg.pajak.go.id/login
• Melakukan registrasi, dengan mengisi nama, alamat email, serta kata sandi
• Mengaktivasi akun melalui link registrasi yang dikirimkan ke email yang didaftarkan.
• Mengisi formulir pendaftaran
• Mengirim formulir pendaftaran
• Mencetak dokumen dan menandatangani dokumen yang dibutuhkan
• Mengirimkan dokumen ke kantor pelayanan pajak (KPP)
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
Persyaratan :
Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan/direktur utama ataupun pemegang sahamnya. Apabila pemegang sahamnya perempuan, maka wajib menyerahkan fotokopi KK
Fotokopi NPWP
Surat izin tempat usaha (SITU) atau surat keterangan domisili
Surat izin gangguan (HO)
Materai Rp 6ribu
Neraca perusahaan
2 lembar pasfoto berwarna direktur utama/penanggung jawab/ pemilik usaha ukuran 4×6
Persyaratan diajukan ke Kementerian Perdagangan / Kantor Perrdagangan
4. Surat Izin Prinsip
Persyaratan :
Nama pimpinan tertinggi di perusahaan
Fotokopi NPWP
Fotokopi Surat izin tempat usaha (SITU) atau surat keterangan domisili
Fotokopi akta pendirian perusahaan
Fotokopi SIUP
Fotokopi TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
Jumlah tenaga kerja
Jumlah nilai yang diinvestasikan
Keputusan pendanaan (penanaman modal)
Data-data estimasi produksi
Bidang usaha yang digeluti perusahaan
Surat pernyataan bahwa data yang dilampirkan adalah benar adanya
Persyarataan ditijakaan ke Badan Perijinan
5. Surat Izin Usaha Industri
Persyaratan :
• Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan/direktur utama ataupun pemegang sahamnya. Apabila pemegang sahamnya perempuan, maka wajib menyerahkan fotokopi KK
• Fotokopi NPWP
• Fotokopi akta pendirian perusahaan
• Fotokopi izin mendirikan bangunan
• Fotokopi dokumen lingkungan
• Fotocopy Pendaftaran Penanaman Modal/ investasi/ izin prinsip yang masih berlaku
• Fotocopy Izin Usaha Industri Lama.
• Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode terakhir
• Persyaratan ditujukan : Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),
6. Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU)
Persyaratan :
• 1 lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik/pendiri Badan Usaha UKM
• 1 lembar Kartu Keluarga (KK) pemilik/pendiri UKM
• 1 lembar fotokopo akta Pendirian UKM dari Notaris
• Surat Pernyataan Tidak Keberatan dari tetangga (ditandatangani) minimal 4 orang warga yang bertetangga di sekitar tempat usaha (dilampiri fotokopi KTP masing- masing)
• Apabila tempat usaha miliki sendiri, maka wajib membawa fotokopi surat bukti kepemilikan tanah tempat usaha seperti Surat Tanah/Akta Jual Beli/Girik
• Apabila masih menyewa, maka perlu ada fotokopi surat Perjanjian Sewa-Menyewa tempat usaha bermaterai.
7. Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB)
Persyaratan :
• 1 lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pihak yang bertanggung jawab
• 1 lembar fotokopi NPWP
• fotokopi surat bukti kepemilikan tanah
• Surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam sengketa, yang sudah dibubuhi materai
• Ketetapan Rencana Kota (KRK) dari daerah masing-masing, sebanyak 5 set
• Gambar rancangan arsitektur bangunan gedung dengan tanda tangan arsitek yang memiliki (Izin Pelaku Teknis Bangunan) IPTB sebanyak 5 set
• Berkasi diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP)
8. Nomor Register Perusahaan (NRP) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Persyaratan :
Scan KTP Asli petinggi perusahaan
Scan asli NPWP
Scan Asli Akta Notaris Pendirian Perusahaan bagi Badan Usaha atau Badan Hukum
Fotokopi izin gangguan
Fotokopi surat izin usaha
Fotokopi SIUP
Scan asli Izin Teknis/Operasional
Scan Bukti Pelunasan tahun terakhir Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Scan Asli Bukti lunas retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran
Scan asli Pengesahan Anggaran Dasar (AD) PT (dari Kementerian Hukum dan HAM)
Surat pernyataan bahwa dokumen yang dimiliki merupakan asli dan benar
Persyaratan sudah lengkap semua, ditujukan ke : Dinas Perijinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
BAB 4 : POTENSI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN
Potensi adalah kekuatan, kemampuan, daya,baik yang belum maupun yang sudah terwujud, tetapi belum optimal
Bisnis adalah proses sosial utuk menghasilkan keuntungan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Potensi bisnis dan kewirausahaan
Kemampuan untuk menciptakan suatu barang/jasa yang berbeda dengan yang lain agar menghasilkan keuntungan yang sebesar besarnya.
IDENTIFIKASI POTENSI BISNIS
Identifikasi pasar merupakan proses yang harus terus menerus dilakukan terhadap hal – hal yang terjadi dalam transaksi bisnis baik sebelum, selama maupun sesudah terjadinya transaksi tersebut.
Pengertian pasar:
a. Pasar terdiri dari sekumpulan orang atau organisasi yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.
b. Orang-orang tersebut mempunyai kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan transaksi jual beli baik sebagai penjual ataupun sebagai pembeli.
TUJUAN IDENTIFIKASI PASAR
a. Menentukan pasar apa yang sedang atau akan dilayaninya.
b. Menentukan di mana lokasi tempat tinggal dari orang/organisasi yang membutuhkan produk yang dipasarkannya.
c. Seberapa luas jumlah potensi pasar serta estimasi pasar yang dapat dilayaninya.
d. Menentukan sifat – sifat dan karakteristik dari pasar tersebut
.SIFAT-SIFAT PASAR
1.Pasar Heterogen
2.Pasar Homogen
Potensi Pasar
Potensi pasar merupakan fungsi dari struktur penduduk (population patern), kemampuan membeli (purchasing power) dan pola konsumsi (consumtion patern).
Struktur penduduk : meliputi orang – orang atau organisasi yang melakukan pembelian
Kemampuan membeli : merupakan cerminan dari besarnya penghasilan yang dimiliki oleh seseorang serta kemampuan untuk mendapatkan mendapatkan kredit dari bank.
Pola konsumsi : merupakan cerminan dari perilaku konsumen terhadap pengeluaran yang dilakukan.
Potensi pasar dapat diperhitungkan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :
M = N . U . P
Keterangan :
M = Potensi pasar (Market potential)
N = Jumlah penduduk yang memiliki kebutuhan akan produk tertentu itu ( Number of People)
U = Jumlah kebutuhan per orang (Usage Rate) P = Harga rata – rata per unit produk (Price)
Potensi Penjualan
Kemampuan perusahaan ntuk menjual produknya ke pasar (market share) Potensi penjualan bagi masing – masing perusahaan dapat dierhitungkan dengan cara :
P = M.S
Keterangan :
P = Potensi penjualan M = Potensi pasar S = Market Share
PENGUASAAN PASAR
Penguasaan Pasar / segmentasi pasar adalah merupakan usaha mengelompokan pasar dari pasar yg bersifat heterogen ke dalam bagian- bagian pasar yg memiliki sifat yg homogen.
SYARAT MELAKUKAN SEGMENTASI
a. Tingkat kesamaan yang relatif tinggi di antara sesama segmen b. Tingkat kelainan yg relatif tinggi dengan segmen yg lain
c. Jumlahnya harus cukup berarti
d. Haruslah bersifat operasional
STRATEGI PEMASARAN
A. Strategi Satu Sasaran (single target)
Pengusaha memilih salah satu segmen yang dipandang paling potensial. Strategi ini disebut Concentrated Marketing.
B. Strategi Sasaran Ganda (multy targets)
Pengusaha memiliki dua atau beberapa bahkan mungkin semua segmen untuk dilayaninya tetapi dengan cara pelayanan atau strategi yang berbeda terhadap segmen yang berbeda.
Strategi ini disebut Diferentiated Marketing.
C. Strategi Kombinasi Sasaran
Pengusaha mengkombinasikan atau menyatukan beberapa segmen menjadi satu segmen yang luas.
DASAR SEGMENTASI PASAR
a. Geografis : Yogya, Solo, Kalimantan, dsb,
b. Daerah administrasi : Kota, desa, pinggiran kota, dsb
c. Demografis : umur, Jenis kelamin, Jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, keturunan, suku
c. Gaya hidup : modern, tradisional, kuno, dsb
d. Status sosial : Pemimpin masyarakat, pendidik, golongan sosial menengah, rendah, dsb
e. Manfaaat yang didambakan (benefit sought) : Pelenyap sakit kepala, pemutih gigi, pelindung gusi, pewangi ruangan, dsb
f. Pola konsumsi : Pecandu/penggemar, pemborong (heavy user)
FAKTOR PENENTU PEMBELIAN
1.Faktor Pribadi (intern) 2.Faktor Kelompok
3.Faktor Lingkungan Sosial
4.Faktor Budaya
KEWIRAUSAHAAN / ENTERPRENEURSHIP
Suatu proses dalam melakukan atau menciptakan
sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh
inovasi yang memberikan manfaat bagi orang
lain dan bernilai tambah.
MENTAL
ENTERPRENEURSHIP Mental Entrepreneurshi ( J.A.
Schumpeter (1970) 1. Berambisi tinggi.
2. Energetic.
3. Bernafsu.
4. Percaya diri.
5. Kreatif dan Innovatif.
6. Senang bergaul.
7. Pandai bergaul.
8. Bersifat fleksibel.
9. Hard working.
10 .Berpandangan ke depan.
11. Netral-berani terhadap risiko.
12. Senang Mandiri dan bebas.
13. Banyak inisiatif dan bertanggung jawab.
14. Bersikap optimistik.
15. Memandang kegagalan sebagai pengalaman yang berharga
16. Selalu berorientasi laba.
17. Selalu memperhitungkan dengan uang 18. Gemar bersaing/bertanding/kompetisi
CIRI-CIRI WIRAUSAHAWAN
(DR.Suparman Sumahamijaya (1979) 1. Berwatak maju.2. Bergairah dan mampu menggunakan daya gerak dirinya.
3. Berpandangan positif dan kreatif.
4. Selalu mengutamakan memberi dari pada meminta apa lagi mengemis.
5. Ulet dan tekun, tidak lelah putus asa.
6. Pandai bergaul.
7. Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya.
8. Berkepribadian menyenangkan(banyak senyumnya) 9. Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak.
10.Menolak setiap benih kebiasaan cara berpikir, bersikap dan berbuat negatif dan lebih mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir, bersikap mental dan berbuat positif (maju).
11. Sangat menghargai waktu sampai ke menitnya.
12. Memelihara seni berbicara dan kesopanan.
13. Tidak ragu,khawatir akan saingan yang datang dari atas maupun bawah.
14. Bersedia melakukan pekerjaan rendahan(pengorbanan)
15. Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri dan tidak akan pernah rakus maupun serakah.
16. Setia kepada pimpinan sebagai pengikut yang baik dengan rasa kesetiakawanan.
17. Menghormati tertib hukum.
18. Tidak berlebihan dalam hal apapun(tidak overacting).
19. Tidak gila pangkat dan gelar.
20. Tidak gila kekuasaan.
21. Selalu tepo sliro(tahu diri).
22.Selalu mengejar martabat dan kehormatan harga diri yang menjulang tinggi (bukan penjualnya).
23. Menahan diri dalam hal membeli tapi meningkatkan kegiatan penjualan.
24. Selalu mensyukuri yang kecil-kecil yang ada pada dirinya sendiri.
25. Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri.
CIRI-CIRI ORANG YANG MEMILIKI JIWA KEWIRAUSAHAAN
1. Mempunyai keberanian dan daya kreasi yang tinggi 2. Mempunyai semangat tinggi dan kemauan keras 3. Mempunyai daya analisis yang baik
4. Berjiwa pemimpin dan tidak berperilaku konsumtif 5. Membuat keputusan dan melaksanakannya
6. Memiliki pengabdian yang besar terhadap bisnisnya
TUJUAN BERWIRAUSAHA
1.Membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain dan membantu mereka untuk menjadi pengusaha mandiri.
2. Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya.
3. Meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan juga masyarakat di sekitar usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja.
4. Menularkan dan mengembangkan semangat berwirausaha kepada orang lain.
5. Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi.
MANFAAT
BERWIRAUSAHA
1.Meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta wirausaha- wirausaha muda potensial.
2.Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi.
3. Menciptakan unit bisnis baru berbasis IPTEKS.
4. Membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis wirausaha pemula
dengan pengusaha (terutama UKM) yang sudah mapan.
5. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar 6. Mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan sekitar 7. Melatih individu untuk bisa memanfaatkan peluang
8. Melatih individu menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi 9. Memberikan kebebsan untuk mengendalikan nasibnya sendiri 10. Membantu memberikan peluang perubahan
11. Berpeluang dalam meraih keuntungan dengan optimal 12. Membantu pembangunan sosial di daerahnya
13. Memberikan penuturan untuk hidup hemat
14. Melakukan hal yang disukai dan memunculkan rasa senang dalam mengerjakan
BAB 5 : LETAK LOKASI PERUSAHAAN
SERTA MEMULAI DAN MENGOPERASIKAN USAHA
• Menurut Suwarman 2004:280, ”Lokasi merupakan tempat usaha yang sangat mempengaruhi keinginan seseorang konsumen untuk datang dan berbelanja”.
• Menurut Kasmir 2009:129 “Lokasi merupakan tempat melayani konsumen, dapat pula diartikan sebagai tempat untuk memajangkan barang-barang dagangannya”.
• Menurut Lupiyoadi 2001:61-62 “Lokasi adalah tempat di mana perusahaan harus bermarkas melakukan operasi.”
• Lokasi Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik.
PEMILIHAN LOKASI
Pemilihan lokasi juga berhububungan dengan keputusan pembelian konsumen
Lokasi ideal bagi perusahaan adalah lokasi dimana biaya operasinya paling rendah serendah mungkin
Lokasi yang salah, akan menyebabkan biaya operasi perusahaan tinggi.
PERTIMBANGAN LOKASI STRATEGIS ( Alma 2003:105)
1. Karakteristik demografi konsumen2 Kondisi ekonomi setempat 3 Keadaan penduduk setempat 4 Persaingan
5 Iklim sosial dan perdagangan
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI LOKASI USAHA
1. Tingkat kepadatan penduduk 2. Lokasi tersebut harus strategis
3. Lokasi tersebut harus mempertimbangkan tingkat kebutuhan konsumen
4. Lokasi tersebut harus Aman dan Nyaman
5. Lokasi tersebut harus Dekat dengan Bahan baku 6. Akses yang mendukung
7. Tingkat competitor yang rendah 8. Banyaknya usaha yang mendukung
STRATEGI MEMILIH LOKASI USAHA
1. Memperhatikan tingkat kepadatan penduduk 2. Memperhatikan pendapatan masyarakat sekitar 3. Mempertimbangkan banyaknya tempat usaha lain 4. Menyesuaikan dana
5. Memilih lokasi dengan persaingan yang rendah
6. Memperhatikan akses menuju tempat usaha
7. Memperhatikan kebersihan tempat usaha
8. perijinan bisnis dan usaha yang mudah
9. Ketersediaan Tenaga Kerja
CARA MEMULAI USAHA
1. Merintis usaha baru (starting),
Membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri.
Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis, yakni:
Perusahaan milik sendiri ( sole proprietorship)
Persekutuan (partnership)
Perusahaan berbadan hokum (corporation)
2. Membeli Perusahaan Orang Lain (Buying)
Membeli perusahaan yang telah dirintis dan diorganisasi orang lain dengan nama dan organisasi yang sudah ada.
3. Kerjasama Manajemen (Franchisor/ Parent Company) Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti:
1.Pemilihan tempat 2.Rencana bangunan 3.Pembelian peralatan 4.Pola arus kerja
5.Pemilihan karyawan
6. Advertensi 7. Pembukuan
8. Pencatatan dan akuntansi 9. Konsultasi
10. Standar, riset dan pengendalian kualitas
11. Promosi
12. Nasihat hukum 13. Sumber-sumber
permodalan
MEMULAI USAHA BARU
Pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) Pelaksana usaha kecil (smallness operator) yang harus dimiliki :
kecakapan untuk bekerja,
berkemampuan mengorganisasi,
Menyukai tantangan
Berfikir kreatif
Berfikir inovatif
Bertanggungjawab
Jujur
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN BAGI USAHA BARU
1.Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
2.Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih 3.Tempat usaha yang akan dipilih
4.Organisasi usaha yang akan digunakan
5.Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
6.Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
MEMBELI PERUSAHAAN ORANG LAIN
1. Keuntungan : - kurang berisiko, - Iebih mudah
- memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar.
2. Kerugiannya :
- Masalah eksternal, yaitu Iingkungan misalnya banyak pesaing dan ukuran peluang pasar.
- Masalah internal, yaitu masalah yang ada dalam perusahaan misalnya masalah image atau reputasi perusahaan.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBELI PERUSAHAAN
1.
Pertimbangkan alasan membeli perusahaan ketimbang merintis usaha baru atau franschising.
2. Teguhkan kekuatan, kelemahan, tujuan, dan kepribadian Anda.
3. Pertimbangkan gaya hidup yang Anda inginkan.
4. Pertimbangkan Iokasi yang inginkan.
5. Pertimbangkan kembali gaya hidup..
FRANCHISING (KERJASAMA MANEJEMEN)
Kerja sama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur.
Inti dari franchising adalah memberi hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.
HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA FRANCHISOR DAN
FRANCHISEE
KERJA SAMA FRANCHISING
Perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan.
Keseluruhan citra (goodwill), pembuatan, dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchisee.
Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah
kontrak kerja sama antara franchisor (perusahaan induk) dan
franchisee (perusahaan penyalur).
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DARI MERINTIS
USAHA BARU, MEMBELI PERUSAHAAN DAN
KERJASAMA MANAJEMEN (FRANCHISING)
STRATEGI MEMULAI BISNIS
1. Fokus Terhadap Satu Produk 2. Problem Solving Product
3. Membuat Desain yang Bagus 4. Hindari Hal Terburu-buru
5. Menguasai Konsep Bisnis Anda 6. The Power Of Team
7. Jangan Putus Asa