Penyusun :
Penyunting :
Elin Sjamsuri, Taufik Faturohman, Dede Kosasih, Darpan, Iman Soleh, Dian Hendrayana, Ida Rosida, Cecep Burdansyah, Dadan Sutisna
Asep Rahmat Hidayat, M.Hum.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA
PEtUNJUK UMUM
A. Tujuan
1. Menyukseskan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2023 sebagai bagian utama dari Program Merdeka Belajar Episode ke-17.
2. Memperkuat sikap (karakter), memperluas pengetahuan (wawasan), serta melatih dan mengembangkan sikap positif siswa SD dan SMP terhadap bahasa daerah melalui kegiatan pasanggiri (perlombaan) bahasa, sastra dan seni Sunda.
3. Mengamati sekaligus mengevaluasi hasil pembelajaran bahasa dan sastra Sunda pada jenjang SD dan SMP.
4. Mengevaluasi program Revitalisasi Bahasa Daerah bagi penutur muda yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.
5. Memelihara bahasa, sastra, aksara dan seni Sunda pada
bidang pendidikan, khususnya pada jenjang satuan
pendidikan.
1. Adanya perwakilan peserta pasanggiri dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat;
2. Terpilihnya juara 1, juara 2, juara 3, harapan 1, harapan 2, dan harapan 3 kategori putra putri untuk setiap materi pasanggiri;
3. Terlaksananya kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu bagi siswa SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023, dan;
4. Terjalinnya kemitraan antara Balai Bahasa Jawa Barat dan unsur perguruan tinggi negeri/swasta (akademisi), organisasi kesundaan/sanggar kesenian (praktisi) dan sekolah (guru/siswa), serta masyarakat pada umumnya.
C. Materi Lomba FTBI 2023
Kode Nama (Sunda) Nama (Indonesia) Jenjang
01 Ngadongéng Mendongeng SD dan SMP
02 Biantara Pidato SD dan SMP
03 Maca Sajak Membaca sajak SD dan SMP
04 Nembang (Pupuh) Tembang tradisi SD dan SMP
05 Maca jeung Nulis Aksara Sunda
Membaca dan menulis
aksara daerah SD dan SMP
06 Ngarang Carita Pondok Menulis cerita pendek
(cerpen) SD dan SMP
07 Ngabodor Sorangan Komedi tunggal (stand up
comedy) SD dan SMP
PEtUNJUK UMUM
B. Indikator Keberhasilan
1. Kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2023 merupakan bagian utama dari Program Merdeka Belajar Episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tanggal 22 Februari 2022.
2. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tanggung jawab pembinaan, pengembangan, pelindungan bahasa daerah berada pada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
3. Penyusunan rencana kegiatan anggaran program sosialisasi, seleksi, pendampingan, pemantauan, evaluasi, dan pembinaan kegiatan revitalisasi bahasa daerah melalui APBD dan sumber lain yang tidak mengikat.
4. Anggaran yang harus ditanggung oleh pemerintah kabupaten/kota ketika mengirimkan kontingen ke tingkat provinsi meliputi konsumsi, akomodasi, uang saku, dan transportasi peserta dan pembimbing.
5. Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya penyelenggaraan FTBI 2023 di tingkat provinsi, piala, sertifikat penghargaan, dan hadiah/uang pembinaan untuk para pemenang.
6. Dalam proses penyelenggaraan program revitalisasi bahasa daerah, pemerintah daerah kabupaten/kota wajib ber- koordinasi dan memberdayakan masyarakat pendidikan di daerahnya masing-masing, terutama kepala sekolah, pengawas sekolah, KKG SD, serta MGMP Bahasa Daerah SMP.
PEtUNJUK UMUM
D. Ketentuan Umum
7. Pemerintah daerah kabupaten/kota melalui Dinas Pendidikan harus mengirimkan perwakilan pengawas, KKG, dan MGMP bahasa daerah yang sesuai kriteria untuk menjadi diseminator di wilayahnya masing- masing melalui serangkaian kegiatan diseminasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.
8. Pemerintah kabupaten/kota harus menyelenggarakan seleksi di tingkat kabupaten/kota sebelum penyeleng- garaan FTBI di tingkat provinsi.
9. Kabupaten/kota wajib mengirimkan para pemenang putra-putri hasil seleksi dari tujuh (7) mata lomba dengan dilengkapi piagam kejuaraan yang akan dijadikan syarat keikutsertaan di tingkat provinsi.
Ketujuh mata lomba itu adalah: 1) ngadongéng (bercerita); 2) biantara (berpidato); 3) maca sajak (membaca puisi); 4) nembang (pupuh) (tembang tradisi);
5) maca jeung nulis aksara Sunda (membaca dan menulis aksara Sunda); 6 ngarang carita pondok (mengarang cerita pendek); serta 7) borangan atau ngabodor sorangan (komedi tunggal/stand up comedy).
10. Kabupaten/kota tidak mengirimkan peserta yang pernah menjadi pemenang I (kesatu) FTBI tingkat provinsi tahun sebelumnya untuk lomba yang sama. Oleh karena itu, pelaksanaan FTBI di tingkat kabupaten/kota harus menerapkan aturan tersebut.
11. Dinas pendidikan kabupaten/kota agar berperan aktif melibatkan pimpinan daerah (bupati/wali kota) untuk mendukung program revitalisasi bahasa daerah di wilayahnya masing-masing.
12. Pemerintah kabupaten/kota diimbau memberikan apre- siasi yang layak kepada para pemenang di tingkat provinsi dalam bentuk pemberian beasiswa dan lain-lain.
PEtUNJUK UMUM
1. Kegiatan lomba dilaksanakan secara luring, adapun waktu dan tempat lomba akan diumumkan kemudian.
2. Setiap kabupaten/kota mengirimkan perwakilan siswa peserta lomba yang terdiri atas satu orang putra serta satu orang putri dari jenjang SD dan satu orang putra serta satu orang putri dari jenjang SMP.
3. Ketika tampil/mengikuti perlombaan, peserta tidak boleh memperkenalkan diri, menyebutkan asal kabupaten/
kota, atau menuliskan identitas, kecuali nomor peserta.
4. Setiap peserta hanya boleh mengikuti satu jenis lomba.
5. Peserta lomba mengenakan pakaian seragam PSHS, kecuali untuk lomba nembang (pupuh) dan lomba borangan.
6. Peserta lomba dilarang menggunakan seragam yang menjadi ciri perwakilan kabupaten/kota (misalnya memakai batik dengan corak khusus).
7. Saat tampil/mengikuti lomba, peserta tidak mengguna- kan pelantang (pengeras suara) kecuali lomba nembang (pupuh) dan borangan.
8. Untuk lomba yang memerlukan durasi waktu panitia akan menyediakan alat penanda waktu (misalnya lampu).
E. Ketentuan Lomba
PEtUNJUK UMUM
Secara umum, petunjuk teknis FTBI tahun 2023 masih mengikuti petunjuk teknis FTBI tahun 2022. Namun, ada beberapa perubahan sebagai berikut:
No Tahun 2022 Tahun 2023
1 -
Kabupaten/kota tidak mengirimkan peserta yang pernah menjadi
pemenang I (kesatu) FTBI tingkat provinsi tahun sebelumnya untuk lomba yang sama.
2
Peserta lomba boleh
menggunakan batik sekolah atau kontingen.
Pada saat lomba, peserta dilarang menggunakan seragam yang menjadi ciri perwakilan kabupaten/kota (misalnya memakai batik dengan corak khusus).
3
Pada lomba Nembang (Pupuh), rumpaka lagu pokok yang berirama merdika mengguna- kan guguritan yang ditulis para guru, pelatih, sastrawan, atau kontingen dari masing-masing daerah.
Rumpaka menggunakan karya Patah Nataprawira yang tersedia pada lampiran petunjuk teknis.
4 Pada lomba Maca Sajak, naskah sajak tahun 2023 berbeda dengan tahun 2022.
F. Perubahan Petunjuk Teknis
PEtUNJUK UMUM
01
a) Konsep yang digunakan dalam pasanggiri ngadongéng adalah niténan nu ngadongéng „menyimak pendongeng‟ dan ngadéngékeun nu ngadongéng „mendengarkan pendongeng‟.
b) Materi dongeng yang dilombakan bebas berdasarkan hasil musyawarah di daerah masing-masing.
c) Materi dongeng yang dipilih harus memperhatikan konvensi cerita dongeng, yaitu:
1. Jenjang SD: sasakala (legenda).
2. Jenjang SMP: fabel, parabel, mite, atau carita babad (sage).
d) Selama tampil, peserta lomba ngadongéng harus tetap berdiri di tempat yang disediakan oleh panitia.
e) Peserta hanya mengandalkan kekuatan vokal dan ekspresi, dan tidak diperkenankan membawa atau menggunakan properti apapun.
f) Jika dalam materi dongeng yang dipilih terdapat bagian yang harus dinyanyikan, peserta harus menyanyikan bagian tersebut dan akan menjadi bagian dari penilaian dewan juri (girang pangajén).
g) Durasi waktu ngadongéng adalah 5—7 menit. Jika ada peserta yang belum selesai pada waktu yang telah ditentukan, dewan juri berhak menghentikan penampilan peserta (teknisnya diatur oleh panitia).
h) Aspek penilaian lomba mendongeng secara umum meliputi hal-hal sebagai berikut:
No Aspek
Penilaian Indikator Bobot (%)
1 Aspek Bahasa
Pilihan kata (diksi)
Gaya bahasa (rakitan basa)
Kepaduan alur cerita dongeng
Intonasi (lentong) dan pelafalan
40%
2 Pemahaman Isi Penguasaan isi dongeng
Penghayatan dan penjiwaan 35%
3
Aspek Penampilan (Ekspresi)
Mimik dan gerak (gestur)
Gaya bercerita dan teknik vokal 25%
LOMBA NGADONGÉNG
02
Dalam sebuah lomba berpidato, tentunya ada rambu-rambu atau ketentuan yang harus diikuti oleh peserta lomba. Ketentuan itu dapat dilihat dalam uraian sebagai berikut:
a) Saat lomba berlangsung, peserta tidak diperbolehkan membawa atau membaca naskah.
b) Durasi waktu pidato (biantara) antara 5—7 menit dan jika ada peserta yang belum selesai pada waktu yang telah ditentukan, dewan juri berhak menghentikan penampilan peserta.
c) Setiap peserta menyerahkan naskah biantara masing-masing sebanyak empat rangkap untuk diserahkan kepada panitia (satu rangkap) dan dewan juri (tiga rangkap). Naskah biantara tidak mencantumkan nama dan asal kabupaten/kota, cukup mencantumkan nomor peserta saja.
d) Setiap peserta lomba berdiri di tempat yang telah disediakan panitia.
e) Peserta lomba biantara tidak meniru/mencontoh gaya Pildacil.
f) Isi biantara berkaitan dengan tema bébas (merdeka) tur ngait kana aspék edukatif.
g) Aspek penilaian secara umum, meliputi beberapa hal berikut:
No Aspek
Penilaian Indikator Bobot
(%)
1 Aspek Bahasa
Pilihan kata (diksi)
Gaya bahasa (rakitan basa)
Tata krama bahasa (undak-usuk basa)
Intonasi (lentong) dan pelafalan
30%
2 Pemahaman Isi
Kesesuaian topik/tema dengan isi
Substansi isi, aktualitas ide, dan keaslian gagasan
Penguasaan dan pemahaman isi
Organisasi dan sistematika penyampaian isi
30%
3
Aspek Penampilan (Ekspresi)
Mimik dan gerak (gestur)
Gaya bercerita dan teknik vokal 40%
100%
LOMBA BIANTARA
03
a) Peserta mengenakan pakaian sekolah masing-masing jenjang (SD atau SMP).
b) Peserta tidak diperkenankan menggunakan perlengkapan/
aksesoris atau properti apa pun kecuali naskah/teks sajak.
c) Peserta tidak diperkenankan diiringi oleh musik.
d) Peserta harus menyebutkan dengan jelas judul sajak yang dibaca serta nama pengarangnya.
e) Peserta hanya mendapatkan satu kesempatan tampil di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.
f) Peserta wajib membacakan satu sajak yang disediakan oleh panitia (lihat lampiran 1).
g) Aspek penilaian secara umum meliputi beberapa indikator berikut ini:
No Aspek Penilaian Indikator Bobot
(%)
1 Tafsir Pemahaman isi 25%
2 Vokal
Artikulasi
Dinamika
Tempo
25%
3 Penghayatan Ketepatan struktur emosi 25%
4 Penampilan Penguasaan panggung
Kesatuan mimik (gestur) 25%
100%
LOMBA MACA SAJAK
04
a) Pupuh yang dilombakan merupakan pupuh
buhundengan lagu
tandak(panambih) menggunakan versi Mang Koko dengan kemasan iringan yang diperbaharui sesuai dengan arkuh.
b) Peserta memilih satu pupuh yang disediakan oleh panitia dalam setiap jenjang.
c) Peserta membawakan dua
rambahan(pengulangan) lagu sesuai dengan
arkuh.d)
Rumpakalagu menggunakan
rumpakakarya Patah Nataprawira (lihat lampiran 2).
e) Peserta menggunakan pakaian tradisional Sunda yang tidak mengganggu dalam penampilan siswa.
f)
Pamirig(pengiring) dan
waditra(alat musik) disediakan oleh panitia. Surupan yang digunakan sesuai dengan arkuh (52).
g) Peserta bisa mendapatkan panduan
arkuhdan
minus onedari Yayasan Cangkurileung Mang Koko Bandung (narahubung: GJ Setra, 082216395599).
h) Adapun pupuh yang dibawakan adalah sebagai berikut:
Jenjang SD Jenjang SMP
Kinanti (Saléndro)
Maskumambang
Pucung
Magatru
Gambuh
Jurudemung
Pangkur
Dangdanggula
Sinom
Wirangrong
LOMBA NEMBANG (PUPUH)
04
i) Aspek penilaian secara umum meliputi beberapa indikator berikut ini.
No Aspek
Penilaian Indikator Bobot
(%) 1 Vokal
Artikulasi
Teknik nembang
Pedotan
40%
2 Penghayatan Penjiwaan isi rumpaka dan penjiwaan
musikalitas 35%
3 Penampilan
Mimik dan gerak (gestur)
Penguasaan panggung dan koreografi
25%
100%
LOMBA NEMBANG (PUPUH)
05
a) Durasi menulis aksara Sunda adalah 20 (dua puluh) menit, sedangkan membaca aksara Sunda adalah 2 (dua) menit.
b) Setiap peserta harus menyelesaikan pekerjaannya tidak melebihi waktu yang disediakan.
c) Bentuk aksara Sunda yang dijadikan acuan untuk lomba ini adalah Aksara Sunda Standar Unicode versi tahun 2013 (bentuk aksara terlampir pada modul).
d) Materi lomba, baik membaca maupun menulis, ditentukan oleh panitia pada saat pelaksanaan lomba.
e) Materi “Maca Aksara Sunda” menggunakan media manual berupa cetakan (print out) yang telah disesuaikan dengan durasi.
f) Pada pelaksanaan “Maca Aksara Sunda”, panitia menggunakan penanda waktu (stopwatch) untuk menghitung durasi setiap peserta.
g) Materi “Nulis Aksara Sunda” mencakup hal-hal berikut:
1) Tulisan diterakan pada kertas polos putih dan bercap panitia.
2) Alat tulis menggunakan spidol yang disediakan oleh panitia dalam bentuk standar dan tidak boleh diubah atau dimodifikasi.
h) Aspek penilaian secara umum meliputi beberapa indikator berikut ini.
No Aspek Penilaian Indikator Bobot
(%)
1 Membaca Aksara Sunda
Ketepatan membaca teks.
Kecepatan membaca teks.
Intonasi dan ekspresi membaca.
50%
2 Menulis Aksara Sunda
Ketepatan bentuk tulisan
Tipografi (kerapian dan keseimbangan tulisan)
Efektivitas (misalnya dalam penggunaan rarangkén).
50%
100%
LOMBA MACA JEUNG NULIS AKSARA SUNDA
06
a) Tema ditentukan oleh panitia pada saat lomba akan dimulai berupa stimulasi visual (gambar).
b) Carpon merupakan karangan siswa dan tidak mengandung unsur plagiarisme, SARA, dan pornografi.
c) Carpon ditulis menggunakan tangan dengan memperhatikan tingkat keterbacaan yang baik dan tanda baca sesuai kaidah ejaan.
d) Carpon ditulis di kertas folio bergaris menggunakan pensil 2B yang disediakan oleh panitia dengan panjang karangan maksimal 1 (satu) halaman folio bergaris untuk jenjang SD dan 2 (dua) halaman folio bergaris untuk jenjang SMP.
e) Paragraf ditulis menjorok bukan rata kiri dan renggang antaralinea.
f) Durasi mengarang carpon maksimal 3 jam.
g) Carpon karangan siswa adalah fiksi hasil dari pengolahan imajinasi bukan sekadar pengalaman sehari-hari atau catatan harian (diary).
h) Dalam mengarang siswa menggunakan kecap panganteb, kecap panganteur, dan kecap bituna rasa secara proporsional sebagai upaya pemanfaatan kekayaan dan kekhasan bahasa Sunda.
i) Penilaian lomba meliputi aspek-aspek berikut.
No Aspek
Penilaian Indikator Bobot
(%)
1 Teks dan Bahasa
Proporsi ukuran huruf.
Dapat dibaca dengan jelas (menunjukkan tingkat keterbacaan yang baik).
Penggunaan ejaan yang baik dan benar.
Penggunaan kosakata dan struktur bahasa Sunda yang baik.
Panjang karangan sesuai dengan ketentuan.
30%
2 Isi
Kesesuaian isi dengan tema.
Orisinalitas karangan.
Pengembangan gagasan.
Memenuhi unsur intrinsik cerita pendek.
70%
LOMBA NGARANG CARITA PONDOK
07
a) Peserta adalah siswa pada jenjang SD dan SMP yang ditunjuk (mewakili) atau juara borangan di tingkat kabupaten/kota.
b) Jumlah peserta dari tiap jenjang masing-masing dua orang, seorang siswa dan seorang siswi.
c) Materi
borangansemata-mata bukan dongeng lucu, tetapi cerita mengandung kelucuan tentang kejadian yang sedang hangat (viral) di masyarakat.
d) Tema bebas, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan ledekan (moyok/ngékéak).
e) Materi yang dibawakan peserta adalah karya original dan baru, bisa karya guru atau pihak lain.
f) Pakaian peserta disesuaikan dengan materi lomba, serta memperhatikan adat dan kesopanan.
g) Durasi
boranganantara 4—5 menit. Jika ada peserta yang belum selesai pada waktu yang telah ditentukan, dewan juri berhak menghentikan penampilannya.
h) Penilaian lomba
borangan meliputi aspek-aspek berikut ini.No Aspek
Penilaian Indikator Bobot
(%) 1 Bahasa Menggunakan bahasa Sunda yang baik dan
benar. 35%
2 Materi
Lucu, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan ledekan.
Sesuai dengan batas waktu (4—5 menit).
Karya asli (original).
35%
3 Penampilan
Artikulasi (lentong)
Gerak anggota tubuh (rigig)
Gerak wajah (pasemon)
30%
100%
LOMBA NGABODOR SORANGAN
LAMPIRAN 1
NASKAH LOMBA MACA SAJAK FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU
TAHUN 2023
Jenjang SD Jenjang SMP
1. "Kapal Ménta Duit"
karya Darpan
2. "Sora"
karya ÉD Jénura
3. "Mapag Jaga"
karya Ganjar Kurnia
4. "Solawat"
karya Nazarudin Azhar
5. "Budak Pahatu Lalis"
karya Dadan Sutisna
6. "Ucing"
karya Rinrin Candraresmi
1. "Kapal Terbang"
karya Darpan
2. "Basa Indung Nyorang Jaga"
karya Dadan Sutisna 3. "Si Belang"
karya ÉD Jenura
4. "Serat kanggo Ibu Déwi Sartika"
karya Étti RS 5. "Tari Topéng"
karya Nazarudin Azhar 6. "Katumbiri Widadari"
karya Rinrin Candraresmi
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
KAPAL MÉNTA DUIT
Karya Darpan
Kapal ménta duit
Di dunya keur sarwa sulit Loba nu gering loba kasakit Loba nu teu kabeuli obat Nu hutang salaput hulu Hirupna teu maju-maju Kapal ménta duit
Rék dipaké meuli baju Meuli buku meuli sapatu Nu mahal kabina-bina Kapal ménta duit
Rék dibangun jalan lempeng Ti kota ka imah kuring
Di sisi kebon nu jempling Sisina lampu baranang Kapal ménta duit
Mun teu méré kajeun teuing Rék nungguan kapal séjén Sugan aya nu béréhan
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
SORA
Karya ÉD Jénura
Prang-pring, prang-pring, sabulu-bulu gading Pukul sabelas peuting
Sora HP ngirining
"Halo?"
"Halo."
Teuing sora saha
Geterna nganaha-naha Bet aya budak sakola Pukul sabelas peuting...
2023
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
MAPAG JAGA
Karya Ganjar Kurnia
Mangsa sréngéngé nyumirat ti palih wétan hayam raong kongkorongok
manuk-manuk jigrah hahaleuangan, teras ngarapung ka alak paul.
Angin ngahiliwir
daun-daun baseuh ku ciibun alam dunya nguliat
Dijajap ku du’a ema sareng apa abdi angkat sakola
mapag harepan sangkan jaga
tepang sareng kamulyaan
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
SOLAWAT
Karya Nazarudin Azhar
Tina sapiker masigit aya nu ngaleu solawat sorana ngalalar
ti lembur ka penclut pasir Kolécér teu kaanginkeun ditiung layung kasorénakeun Aya budak lalaki leumpang sarungna disoléndangkeun
nangkeup kur’an ngajingjing oncor ngahariring nuturkeun sora solawat nu kadéngéna beuki deukeut
Imahna di pasir tonggoheun lembur najan kudu nikreuh jauh
manéhna teu kungsi ngangluh ngincig miang saban burit rék diajar ngaji di masigit Ba’da Isa manéhna mulang bari angger ngahariring batur keueung mapay galeng netek na jalan satapak
sora solawat teu elat maturan dina haténa
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
BUDAK PAHATU LALIS
Karya Dadan Sutisna
Budak pahatu lalis andriprek lebah trotoar
beungeut cérong dipulas kekebul kota baju rangsak direwég ku kateuboga tapi naha biwirna teu weléh seuri tapi naha panonna teu weléh hurung Budak pahatu lalis
hirup dibaturan karung ngincer jalma-jalma
nu teu nyaho wadah runtah Budak pahatu lalis
umat-imut hareupeun toko pakéan nyérangkeun budak sapantar
keur ngajaran baju anyar Budak pahatu lalis
neureuy ciduh di juru alun-alun lalajo budak sapantar
ngahuapkeun roti bakar Budak pahatu lalis ngagibrig dikepung tiris mapay peuting jeung girimis teuneung nyorang titis-tulis:
sanajan hirup nunggelis dipahing ragrag citangis
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
UCING
Karya Rinrin Candraresmi
"Méooong…. Méooooooong…."
"Méééééng…. pus pus puuuuuuuuus….”
"Méooong…. Méooooooong…."
Tah, aya nu éong-éongan Patémbalan teras-terasan Ih, tuda ucingna seueur kapan Nu ieu Euis
Nu itu Jaka Saé nya namina Asli nami Sunda
Tapi aya ogé nami Barat Nu jalu Vigo
Nu bikang Chiko
Palinter henteu barodo Sadayana lalucu
Tiasa diajak ameng Sok ocon udag-udagan Sok nunutur ogo pisan
Sok ngaléndotan hoyongeun diusapan Ucing téh mahluk satia
Ucng kedah dipiara enya-enya Ucing batur ramé rencang sepi
Ucing sato kameumeut Kangjeng Nabi
Bandung, Oktober 2013
JENJANG SD
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
KAPAL TERBANG
Karya Darpan
Saha nu hayang tumpak kapal terbang
Ngangkleung dina mega, mapay awang-awang Bisa nyawang ka handap siga manuk
Di mana lembur jeung sakola
Di mana kebon jeung imah indung bapa Hayang pisan tumpak kapal terbang
Kawas Mundinglaya ngudag Jonggrang Kalapétong Rék diaprak méga-méga bodas nu lemes
Hayu urang tumpak kapal terbang Aéh, apan ongkosna mahal
Ngan maranéhna nu boga duit kandel Nu bisa hiber ti bandara ka bandara Urang atuh kumaha?
Ah urang beunghar geura
Junun diajar jeung suhud kana gawé Jadi dokter, arsiték, atawa youtuber sohor Ka mana baé urang rék ngider
Maké kapal ngalayang hiber
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
BASA INDUNG NYORANG JAGA
Karya Dadan Sutisna
Anaking, poé ieu ema keur milangkala diajak pésta niupan kecap
jeung nu sapada di juru dunya
Milangkala keur ema meper honcéwang sapoé ngécagkeun lungsé
tapi naha angger ngung-ngéng katorékan mani geunjleung dirényomkeun
magar ema urang gunung magar ema téréh paéh
magar ema seuseut eunteup dina galeuh Milangkala keur ema nundung kabingung sarénghap milepas eungap
tapi naha angger ragot sosorongot magar ema can ngancik manjing kiwari magar ema teu deuheus ka nu ngarora magar ema hésé deukeut jeung kaweruh Anaking,
ema téh remen ngahuleng bet rus-ras ka mangsa lawas basa ema dipaké ku unggal létah Ari rét ka nu ayeuna
bet kalah kerung sorangan ema téh aya di mana?
Singhoréng geuning, Anaking ema téh disebut gering
tatu parna geus céda mangalam-alam ku nu ieu ditambaan
ku nu itu diparnaan ku kolot sasat dilurkeun
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
Ema téh asa dikurung ku jirim ti bangsa lian nu gareulis nu laluis
nu nyakola nu nyantana nu mincut saban awaking
Naha enya ema téh lalayu sekar?
boa ukur sangkaan, Anaking lamun haben dipapantes ema gé ‘mo burung kéwes bisa nyaba ka jauhna
mapay kota jeung langitna
ngalanglang ka dayeuh deungeun Iraha atuh, Anaking
ema diajak ngejat ti lembur buhun bari ulah dilelewang
magar ema rék disampakkeun pasaran Anaking,
naha hidep rék cicingeun?
mun ema dugi ka pasti teu kaduga nyorang jaga dijejeléh bangsa lian
katandasa ku turunan sorangan Poé ieu ema keur milangkala lain rék dalit jeung panineungan lain rék pésta tuluy ngahiang tapi keur nyungsi baring supagi ngalalana nuncal jaman
dikedalkeun ku unggal-unggal rundayan
Tanjungsari, 2006—2022
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
SI BELANG
Karya ÉD Jenura
Mamah! Mamah! Itu si Belang!
Dina tangkal gagalacangan!
Kumaha lamun geubis?
Ari ucing osok nangis?
Cenah nyawa ucing salapan Tapi si Belang bangor pisan Dua kali ngadupak lomari Tigujubar ka kulah gé sering Si Belang kabur ka jalan Ampir kagéléng mobil sédan Gelut jeung ucing sadu
Mulang bari raca tatu Hiji dua tilu opat
Lima genep tujuh dalapan Geuning nyawana kantun hiji!
Turun, Belang, ngarah salamet diri!
Mamah! Mamah! Geura uninga!
Si Belang pinter kacida Luncat tina tangkal kapuk Bari ngabaheum cucunguk
2023
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
SERAT KANGGO IBU DÉWI SARTIKA
Karya Étti RS
Dinten ieu di sakola,
abdi sareng réréncangan sadayana, ngawihkeun lagu, rumpakana perkawis Ibu,
perkawis kakeyeng Ibu nyiramkeun élmu panemu,
sangkan para wanoja henteu balilu, henteu ukur janten patih goah tuna kaweruh.
Teu kacipta nasib para wanoja,
saupami Ibu henteu gumelar ka alam dunya,
panginten moal aya Karlina, astronot wanoja Sunda, panginten moal aya wanoja nu lalinggih di parlemén, nu carapétang némbongkeun jajatén,
panginten moal aya para ibu guru, nu sabar ngatik bari teu murukusunu.
Ibu, hatur nuhun nu tan wates wangen,
nyanggakeun tawis tineung ku nganteng kangen, mugi Ibu di kalanggengan nuju imut binarung bagja, mugia kanyaah Ibu ka abdi sadaya
kénging pangwaler ti Gusti Nu Maha Mulya.
4 Désémber 2022
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
TARI TOPÉNG
Karya Nazarudin Azhar
Na panggung aya nu ngibing dipirig ku sora gending
usik malik bangun suka ngaléngkah mapay wirahma Méméhna mah bangun alum
rintih tangkal diusap ku angin liwat leungeun dahan leuleus liat
Rap topéng, leumpangna jadi ngajéléng réngkak gagah teuneung ludeung
ulin sampur dangah lir nu nangtang angin Badubangplak genjréng genjréng!
topéng kai ukiran si tapak seuri kai lamé paparin nu ngajak surti Badubangplak genjréng genjréng!
pan ieu aing lalanang
kumalayang mapay saban katumbiri Badubangplak genjréng genjréng!
Sora gending ngaweuhan méméh pungkasan nu keur ngibing muka topéng
mungkas gerak ku imutna
2005
JENJANG SMP
LAMPIRAN 1 LOMBA
MACA SAJAK
KATUMBIRI WIDADARI
Karya Rinrin Candraresmi
Tingali, katumbiri di langit asri Éndah warna-warni
Saatos girimis soré
Kasorot cahaya panonpoé Melengkung duh melengkung Ngahias méga luhur jangkung
Pami abdi tiasa ngawang-ngawang Na katumbiri badé ucang-ucang Saur Aa Godi sareng Tétéh Étti
Katumbiri teh jalan kanggo widadari Putri-putri gareulis nu lungsur ka bumi Mébér jangjang karémbong tujuh rupi Tingkalayang lir pinton ibing kayangan Sumilir angin nyarengan nu aramengan Ngajugjug leuwi seja sukan-sukan Ngarojay icikibung bingah gogonjakan Hoyong abdi gé ka leuwi
Hoyong tepang sareng widadari Hoyong nambut karémbong hiji Paragi latihan tari
Bandung, Oktober 2013
JENJANG SMP
LAMPIRAN 2
RUMPAKA LOMBA NEMBANG (PUPUH) FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU
TAHUN 2023
Jenjang SD Jenjang SMP
Kinanti (Saléndro)
Maskumambang
Pucung
Magatru
Gambuh
Jurudemung
Pangkur
Dangdanggula
Sinom
Wirangrong
Semua rumpaka dalam lampiran ini ditulis oleh Patah Nataprawira.
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
KINANTI
Lagu Poko:
Budak leutik bisa ngapung babaku ngapungna peuting ngalayang kakalayangan néangan nu amis-amis sarupaning bungbuahan naon baé nu kapanggih Ari beurang ngagarantung eunteup dina tangkal kai disada kokoréakan
cik hempék ku hidep pikir nu kitu naon ngaranna lolong lamun teu kapanggih
Lagu Panambih:
Budak leutik, anu bisa ngapung
babakuna babaku ngapungna peuting nguriling kakalayangan
néangan mah néangan nu amis-amis Ari beurang beurang ngagarantung eunteup dina eunteup dina tangkal kai disada kokoréakan
cik hempék mah cing hempék ku hidep pikir
JENJANG SD
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
MASKUMAMBANG
Lagu Poko:
Itu kusir bangun ambek-ambek teuing turun tina délman
kuda dipecutan tarik teu aya pisan rasrasan
Teu ngaraskeun bong kéna ka sato laip padahal mogokna
lantaran geus capé teuing hayang ngaso reureuh heula
Lagu Panambih:
Naha abong-abong teuing nasib abdi jadi héwan
digawékeun beurang peuting dirangkét taya rasrasan Abong kéna abdi sato teu ngaraskeun ka nu capé sadidinten paéh poso
mogok sotéh awak lungsé
JENJANG SD
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
PUCUNG
Lagu Poko:
Hayu batur urang diajar sing suhud ulah lalawora
bisi engké henteu naék
batur seuri urang sumegruk nalangsa Naon-naon piwarangan bapa guru digawé sing gancang
omat ulah rék talangké
piwurukna regepkeun ku saréréa
Lagu Panambih:
Hayu batur urang diajar sing suhud ulah lalawora
bisi engké henteu naék
batur seuri urang sumegruk nalangsa Hirup mencil embung ngahiji jeung batur éta goréng pisan
moal aya gotong royong
mending mana réa batur jeung nyorangan
JENJANG SD
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
MAGATRU
Lagu Poko:
Coba teguh naon nu sukuna tilu panon opat henteu galib
leumpang rumanggieung laun éstuning ku matak watir dongko bari aha-oho
Hulu nutug buntutna ngacung ka luhur buluna carentik rintit
matana mangpuluh-puluh rasa haseum semu amis rajeg narangtung di kebon
Lagu Panambih:
Sukuna pakupis tilu panonna opat harérang leumpangna semu nu lesu ngaléngkah teu bisa gancang Buntutna ngacung ka langit buluna carentik rintit
matana mangpuluh-puluh tangginas anu rék neguh
JENJANG SD
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
GAMBUH
Lagu Poko:
Tuh itu beurit lintuh
mani rendey anakna sapuluh arilikan gambarna masing taliti anakna kabéh ngariung
saregep hormat ka kolot Indungna pok mitutur
anaking kudu waspada hirup
lamun manggih hakaneun ngagantung seungit omat ulah rék katipu
sabab enggeus réa conto
Lagu Panambih:
Indung beurit dikukuntit ku anakna nu sapuluh indung gerah anak bungah sempal guyon jeung ngaguruh terus jempé simpé réhé
kabéh anak ngarariung bari sigep jeung saregep ngabandungan fatwa indung Indung beurit pok ngawangsit anaking kudu waspada entong moho ku pangolo bisi temahna cilaka kadaharan jadi eupan nganatung matak Kabita lamun gawok popolohok raga papisah jeung nyawa
JENJANG SD
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
JURUDEMUNG
Sekar Rancag:
Mungguh nu hirup di dunya ku kersaning anu agung ku kersaning anu agung geus pinasti panggih geus pinasti
geus pinasti panggih jeung dua rupa perkara
senang paselang jeung bingung Saupama hayang senang
gawé urang masing suhud gawé urang masing suhud insha alloh hasil
insha alloh insha alloh hasil
asal muntang ka pangéran ngadu’a sing hasil maksud
Sekar Tandak:
Mungguh hirup di alam dunya ku kersaning nu kawasa
geus pinasti bakal panggih suka bungah jeung kasedih dua rupa nu tumiba
ka kabéh jalma di dunya
senang patumbu jeung bingung éta geus tangtu kasorang
Saupama hayang senang kudu usaha berjuang dina laku lampah jujur ulah dibarung takabur
pareng panggih jeung kasusah kana kadar kudu pasrah
ulah petot nya ihtiar dibarung haté nu janglar
JENJANG SMP
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
PANGKUR
Sekar Rancag:
Bapa Doblang pada terang
kumis baplang nuruban biwir nu jeding pipi kemong irung mancung
panon buringas hérang
goréng omong gawang-geuweung harunggampung pantrang mayar kana hutang
licik sarta sok curaling Hiji mangsa Bapa Doblang
weureu gadung kabebeng keur gulangguling jol nu nagih hutang sarung
gancang ngoréjat hudang
ngambek nyereng bari ngamang-ngamang pentung bapa doblang leng ngoléang
labuh nyungkur biwir suwing
Sekar Tandak:
Euleuh itu Bapa Doblang
notorogan boro baé kumis baplang puas nyorang weureu gadung
beuteung bebeng lieur lanjung humaregung matak ogé hirup urang
entong bedang bedegong curaling bisi kawas bapa doblang
wawalesna tisuksruk jeung suwing Mana kalakuan urang
kudu bener ulah leuwih ulah kurang sabab laku lampah urang
mawa jalan lara bagja nu disorang usik malik beurang peuting
gusti alloh nu héman nu asih ucap lampah haté wening ciri jalma utama beresih
JENJANG SMP
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
DANGDANGGULA
Sekar Rancag:
Lambang R-I jero ngandung harti lamun bener dimalkeunnana persatuan tangtu témbong teu cukup ku disebut atawana apal ‘na biwir bhinéka tunggal ika maksudna gumulung
kabéh sélér-sélér bangsa béda-béda tatapi asal sagetih
béda tapi saasal
Sekar Tandak:
Hiji basa hiji bangsa basa bangsa Indonésia hiji bangsa hiji nusa nusa tunggal nusantara sélér-sélér suku bangsa ti wewengkon mana-mana sakasuka, sakaduka
wujud bangsa indonésia Sélér-sélér ti mamana rasa tunggal jadi hiji jadi bangsa nu merdika boga banda nagri R-I sélér-sélér suku bangsa ti wewengkon mana-mana sakasuka, sakaduka
wujud bangsa Indonésia
JENJANG SMP
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
SINOM
Sekar Rancag:
Sekar Tandak:
Harta pada naréangan harti pada narambahan harta harti sarwa guna pada bisa méré bukti bisa hasil sapaneja sok nyumponan cita-cita harta, harti sok mangpaat da pon diraksa taliti Anu beunghar ku warisan ngadak-ngadak roroyalan lamun hirup kitu laku harta teu jadi mangpaat najan harta leuwih cukup teu dipaké modal hirup raja kaya nungtut ledis ahirna timbul musibah
Harta pada naréangan harti pada nyararungsi sabab duanana guna harti bisa méré bukti harta pon kitu deui
bisa ngabul nu dimaksud nedunan sakahayang
tapi harta gampang leungit
mungguh harti mangpaat dunya ahérat Réa nu nampa warisan
ngadak-ngadak sugih mukti salieuk béh hirup ngeunah senang ngahenang-ngahening gawé ukur pelesir
duitna diawur-awur bandana beuki suda paingan ceuk nini aki
najan gunung ditugaran tangtu cepak
JENJANG SMP
LAMPIRAN 2
RUMPAKA
LOMBANEMBANG (PUPUH)
WIRANGRONG
Sekar Rancag:
Barudak mangka ngalarti ulah rék kadalon-dalon enggon-enggon nungtut élmu mangka getol mangka tigin pibekeleun saréréa
modal bakti ka nagara Nagara jeung lemah cai perlu pangjaring pangjorong pamumulé panyarungsum malar tetep jaya sakti nagara tetep merdéka sampurna mukti wibawa
Sekar Tandak:
Hé barudak mangka ngarti ulah rék kadalon-dalon nungtut élmu jeung pangarti masing rajin soson-soson pibekeleun hirup tandang modal bakti ka nagara lemah cai anu urang perlu dijaga dibéla Indonésia nu merdéka perlu pangrojong pangjaring pamumulé nu sampurna
pangraksa beurang jeung peuting malar nagri jaya sakti
pinareng unggah darajat kaagungan lemah cai wajib dijaga dirumat
JENJANG SMP