KEBUTUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL NORMAL &
IBU MENYUSUI
KELOMPOK 1
ANGGOTA KELOMPOK
Adielia Mukti Pribawastuti NIM P27820724077 Ayu Raniya Luthfiyah NIM P27820724082
Masyravah Qalby NIM P27820724102
PENGERTIAN GIZI IBU HAMIL
Masa kehamilan merupakan masa terpenting bagi siklus kehidupan wanita. Selama
kehamilan setidaknya wanita membutuhkan kalori sekitar 400 kkal. Peningkatan
kebutuhan tersebut setidaknya 15% dari yang dikonsumsi biasanya atau dalam
keseharian. Kebutuhan tersebut 40% bagi janin dan 60% bagi ibu. Ibu hamil perlu
memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Bukan hanya memenuhi makanan
dan minuman namun haruslah mengandung angka kecukupan gizi yang cukup dan
seimbang. Jika gizi selama kehamilan tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan
kekurangan gizi yang dikenal sebagai KEK (kurang energi kalori) hingga dampak
buruknya pertumbuhan janin yang tidak sempurna serta kecacatan janin. (de
Seymour, Beck, & Conlon, 2019)
KEBUTUHAN NUTRISI IBU
HAMIL
Karbohidrat Protein
Lemak
Mineral Vitamin
Air
KEBUTUHAN
KARBOHIDRAT
Fungsi Karbohidrat: Sumber energi utama bagi tubuh, terutama selama kehamilan.
Rekomendasi: Sekitar 60% dari total kalori harian (1.500 kalori dari 2.500 kalori) sebaiknya berasal dari karbohidrat.
Sumber Karbohidrat yang Dianjurkan:
Karbohidrat kompleks (roti gandum, kentang, serealia, beras merah).
Kaya serat dan nutrisi penting.
Sumber yang Perlu Dibatasi:
Gula dan makanan tinggi gula (cake, permen, minuman manis)
DAMPAK KEKURANGAN KARBOHIDRAT
Bagi Ibu Bagi Janin
Gangguan tumbuh kembang,
terutama otak dan sistem saraf.
Risiko berat badan lahir rendah (BBLR) atau kelahiran prematur.
Dampak jangka panjang:
gangguan metabolisme dan kesehatan setelah lahir.
Tubuh kekurangan energi, mudah lelah, lemas, dan sulit
berkonsentrasi.
Risiko hipoglikemia (pusing, mual, pingsan).
Kenaikan berat badan tidak
optimal, menghambat pertumbuhan janin.
MANFAAT PEMENUHAN KARBOHIDRAT
Bagi Ibu Bagi Janin
Sumber energi utama untuk
pertumbuhan organ vital (otak, jantung, paru-paru).
Menyediakan nutrisi penting seperti vitamin B dan mineral.
Mendukung perkembangan janin yang optimal.
Memberikan energi stabil dan mencegah kelelahan.
Serat tinggi mencegah sembelit, masalah umum selama kehamilan.
Menjaga kadar gula darah stabil, mengurangi risiko diabetes
gestasional.
KEBUTUHAN PROTEIN
Protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Ibu hamil membutuhkan tambahan protein rata-rata *17 gram/hari*.
Protein mendukung:
Pertumbuhan janin 1.
Pembentukan plasenta dan cairan amnion.
2.
Pertumbuhan jaringan maternal (payudara dan rahim).
3.
Peningkatan volume darah ibu untuk sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin.
4.
DAMPAK KEKURANGAN PROTEIN
Bagi Ibu Bagi Janin
Gangguan pertumbuhan dan
perkembangan organ vital (otak, jantung, paru-paru).
Risiko Intrauterine Growth Restriction (IUGR): Pertumbuhan terhambat dalam rahim, & Berat badan lahir rendah
(BBLR) atau kelahiran prematur.
Dampak jangka panjang:
Gangguan perkembangan kognitif dan fisik anak.
Penurunan daya tahan tubuh dan kelelahan.
Penurunan massa otot.
Risiko anemia karena kurangnya produksi sel darah merah.
Hambatan pertumbuhan jaringan maternal (payudara dan rahim).
MANFAAT PEMENUHAN PROTEIN
Bagi Ibu Bagi Janin
Bahan dasar pertumbuhan organ vital (otak, jantung, paru-paru).
Mendukung pembentukan plasenta dan cairan amnion.
Sintesis asam amino esensial untuk perkembangan janin.
Menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan energi.
Mendukung pertumbuhan jaringan maternal.
Meningkatkan volume darah untuk pasokan nutrisi dan oksigen ke
janin.
KEBUTUHAN LEMAK
Fungsi Lemak bagi Ibu Hamil
Membantu penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Menghasilkan energi dan menghemat protein untuk pertumbuhan jaringan plasenta dan janin.
Cadangan energi untuk persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.
Mendukung pembentukan ASI setelah melahirkan.
Fungsi Lemak bagi Perkembangan Janin
Omega-3 dan omega-6 penting untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan mata.
Mendukung pertumbuhan janin secara keseluruhan.
Membantu pembentukan plasenta dan jaringan lainnya.
Sumber Lemak Sehat yang Dianjurkan Minyak ikan (kaya omega-3).
Minyak jagung, Kacang-kacangan dan hasil olahannya.
Batasi konsumsi lemak tidak lebih dari 25% dari total kalori harian.
DAMPAK KEKURANGAN LEMAK
Bagi Ibu Bagi Janin
Hambatan perkembangan otak dan sistem saraf.
Risiko gangguan pertumbuhan dan berat badan lahir rendah (BBLR).
Dampak jangka panjang pada
perkembangan kognitif dan fisik anak.
Penurunan penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
Risiko kelelahan akibat kurangnya energi.
Cadangan energi tidak cukup
untuk persalinan dan pemulihan.
Gangguan kesehatan tulang, daya tahan tubuh, dan fungsi organ.
MANFAAT PEMENUHAN LEMAK
Bagi Ibu Bagi Janin
Perkembangan otak, sistem saraf, dan mata yang optimal.
Pertumbuhan janin yang sehat.
Pembentukan plasenta dan jaringan yang baik.
Meningkatkan penyerapan nutrisi dan energi.
Menyediakan cadangan energi untuk persalinan dan pemulihan.
Mendukung pembentukan ASI.
KEBUTUHAN VITAMIN
1. Vitamin A penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan sel serta jaringan janin.
2. Vitamin B6 membantu metabolisme protein dan pembentukan sel-sel baru.
3. Vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan membantu pembentukan kolagen untuk pertumbuhan tulang, kulit, serta pembuluh darah janin.
4. Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium dan fosfor, yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin.
5. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan dan mendukung perkembangan sistem saraf janin.
6. Vitamin K membantu proses pembekuan darah, mencegah perdarahan berlebihan
selama persalinan, dan mendukung kesehatan janin.
DAMPAK KEKURANGAN VITAMIN
Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada janin, pertumbuhan terhambat, dan risiko infeksi pada ibu.
1.
.Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan anemia pada ibu, gangguan perkembangan otak janin, dan risiko preeklampsia.
2.
Kekurangan vitamin C mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, anemia defisiensi besi, dan gangguan pembentukan kolagen pada janin.
3.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pembentukan tulang dan gigi janin, risiko rakitis, serta kelemahan otot pada ibu.
4.
Kekurangan vitamin E meningkatkan risiko kerusakan sel akibat radikal bebas dan gangguan perkembangan sistem saraf janin.
5.
Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan berlebihan selama persalinan dan gangguan pembekuan darah pada janin.
6.
KEBUTUHAN MINERAL
1. Kalsium:
Kebutuhan: 900 mg/hari8.
Fungsi: Pembentukan tulang dan bakal gigi janin (sejak usia kehamilan 8 minggu), menjaga kekuatan tulang dan otot ibu.
Sumber: Susu, produk olahan susu (keju, yogurt)
2. Zat Besi:
Kebutuhan: Tambahan 100 mg/hari (terutama trimester 2 dan 3).
Fungsi: Pembentukan hemoglobin (volume darah ibu meningkat hingga 50%).
Sumber: Suplemen, daging, ayam,
telur, kacang-kacangan, biji-bijian,
sayuran hijau.
KEBUTUHAN MINERAL
3. Fosfor:
Kebutuhan: 1.250 mg/hari (ibu
<19 tahun), 700 mg/hari (ibu >19 tahun).
Fungsi: Mendukung pembentukan tulang dan gigi janin, bekerja bersama kalsium
4. Seng (Zinc):
Kebutuhan: 15 mg/hari (meningkat 50% dari wanita tidak hamil).
Fungsi: Mengembangkan jaringan
tubuh (terutama otak dan organ
reproduksi janin)
KEBUTUHAN MINERAL
5. Sodium:
Kebutuhan:500-10.000 mEq/hari.
Fungsi: Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit (penting untuk sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin), peningkatan volume darah maternal
6. Magnesium:
Kebutuhan: 350-400 mg/hari8.
Fungsi: Menjaga kesehatan tulang, mendukung fungsi otot dan saraf, mengurangi risiko kram otot8.
Sumber: Kacang-kacangan, biji-
bijian, sayuran hijau, gandum utuh
KEBUTUHAN MINERAL
7. Yodium:
Kebutuhan: 220-250 mcg/hari.
Fungsi: Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin, menjaga fungsi tiroid ibu.
Sumber: Garam beryodium, ikan laut, rumput laut, produk susu
8. Selenium:
Kebutuhan: 60-70 mcg/hari.
Fungsi: Antioksidan (melindungi sel dari kerusakan), mendukung sistem kekebalan tubuh.
Sumber: Kacang Brazil, ikan, telur,
daging
KEBUTUHAN MINERAL
9. Kalium:
Kebutuhan: 2.000-4.000 mg/hari.
Fungsi: Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mendukung fungsi otot dan saraf, menjaga tekanan darah stabil.
Sumber: Pisang, kentang, alpukat, bayam, kacang-kacangan
10. Tembaga (Copper):
Kebutuhan: 1.000-1.300 mcg/hari.
Fungsi: Pembentukan sel darah merah, mendukung perkembangan sistem saraf janin, meningkatkan penyerapan zat besi.
Sumber: Kacang-kacangan, biji-
bijian, seafood, cokelat hitam
KEBUTUHAN MINERAL
11. Mangan:
Kebutuhan: 2,0-2,6 mg/hari.
Fungsi: Pembentukan tulang dan jaringan ikat, mendukung metabolisme karbohidrat dan lemak.
Sumber: Kacang-kacangan, biji- bijian, sayuran hijau
12. Fluoride:
Kebutuhan: 3 mg/hari.
Fungsi: Pembentukan gigi dan tulang janin, mencegah kerusakan gigi pada ibu.
Sumber: Air minum berfluoride,
teh, seafood
KEBUTUHAN AIR
Pentingnya Air bagi Ibu Hamil dan Janin
Volume darah ibu meningkat hingga 50% selama kehamilan.
Air diperlukan untuk pembentukan cairan ketuban, produksi sel darah merah, dan sirkulasi nutrisi serta oksigen ke janin.
Kebutuhan Asupan Air Harian
Ibu hamil disarankan mengonsumsi 8-12 gelas air per hari (2-3 liter), disesuaikan dengan aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan.
Selain air putih, cairan bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, dan minuman sehat.
Hindari minuman berkafein atau tinggi gula karena dapat menyebabkan
dehidrasi.
DAMPAK KEKURANGAN AIR
Bagi Ibu Bagi Janin
Mengurangi volume cairan ketuban.
Menghambat perkembangan paru- paru dan sistem pencernaan.
Mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen, memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin
Kelelahan, pusing, dan sakit kepala.
Peningkatan risiko infeksi saluran kemih, sembelit, wasir, dan
pembengkakan parah.
Kasus berat: kontraksi dini dan risiko persalinan prematu
MANFAAT PEMENUHAN AIR
Bagi Ibu Bagi Janin
Membentuk cairan ketuban untuk melindungi dari benturan.
Membantu perkembangan paru- paru dan sistem pencernaan.
Mendukung transportasi nutrisi dan oksigen untuk pertumbuhan organ vital
Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Mencegah dehidrasi, infeksi saluran kemih, dan sembelit.
Mengatur suhu tubuh dan mengurangi pembengkakan (edema)
KEBUTUHAN GIZI TIAP TRIMESTER IBU HAMIL
Pada trimester pertama, ibu hamil biasanya mengalami
morning sickness, dengan gejala mual, muntah, dan nafsu
makan berkurang. Selama kehamilan, diperlukan
tambahan protein, rata-rata 17 gram/hari. Akan tetapi pada trimester pertama belum bisa
terpenuhi. Diharapkan 1g/kg protein.
Trimester 1 Trimester 2 Trimester 3
Trimester kedua, gangguan morning sickness sudah
berkurang, namun kebutuhan gizi ibu hamil kian bertambah karena
pertumbuhan janin lebih cepat daripada waktu trimester
pertama. Pada trimester ini, ibu hamil sudah mulai mempunyai
nafsu makan. 1,5 g/kg berat badan protein/ hari diperkirakan
dapat terpenuhi.
Trimester ketiga janin semakin besar dan kebutuhan gizi ibu hamil meningkat. Pada trimester
ketiga ini protein bisa mencapai 2g/kg berat badan/ hari.
Pada kehamilan periode trimester periode ke 3 ini, ibu hamil butuh bekal energi yang
memadai. Selain itu untuk mengatasi beban yang sangat
berat juga sebagai cadangan energy untuk persalinan kelak.
FAKTOR MEMPENGARUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI
Kebutuhan zat gizi yang seimbang sangat penting untuk pertumbuhan janin, untuk pemenuhan kebutuhan ini di dasari oleh beberapa faktor yaitu:
Berat Badan Suhu
Lingkungan Aktivitas Status
kesehatan
FAKTOR MEMPENGARUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI
Kebiasaan Pengetahuan Status
Kehamilan Umur
PERMASALAHAN GIZI IBU HAMIL
Kurang Energi Kronik pada ibu hamil
disebabkan karena dalam jangka waktu
yang lama asupan energi (karbohidrat dan lemak) tidak mencukupi
kebutuhan tubuh.
Anemia pada ibu hamil adalah suatu keadaan ketika sel darah merah
atau Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari
normal (<11 g/dl). (Hb) dalam darah kurang dari
normal (<11 g/dl).
Pengeroposan tulang atau osteoporosis pada ibu hamil adalah kondisi
di mana kepadatan tulang menurun, membuat tulang menjadi rapuh dan
rentan patah.
Obesitas atau kelebihan berat badan pada ibu
hamil terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, sering kali disebabkan oleh pola
makan tinggi kalori, gula, dan lemak, serta
kurangnya aktivitas fisik.
Kekurangan Energi
Kronik Anemia Osteoporosis Obesitas
PENGERTIAN DIET PADA IBU HAMIL
Definisi:
Diet pada ibu hamil merujuk pada pola makan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat selama masa kehamilan.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI (2019).
Bukan untuk menurunkan berat badan.
a.
Mencakup makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin, mineral).
b.
Disesuaikan dengan kebutuhan ibu dan janin
c.
TUJUAN DIET PADA IBU HAMIL
Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat.
1.
Mencegah defisiensi gizi (anemia, kekurangan kalsium, dll.).
2.
Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
3.
Menjaga kesehatan ibu.
4.
Mencegah komplikasi kehamilan (preeklampsia, diabetes gestasional, dll.).
5.
SYARAT DIET PADA IBU HAMIL
Seimbang: Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
a.
Cukup Kalori: Tambahan 300-500 kkal/hari.
b.
Tinggi Protein: Daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan.
c.
Kaya Zat Besi dan Asam Folat: Daging merah, bayam, jeruk.
d.
Cukup Kalsium dan Vitamin D: Susu, keju, yoghurt, sinar matahari.
e.
Hindari Bahan Berbahaya: Alkohol, kafein berlebihan, makanan mentah.
f.
Hidrasi yang Cukup: Minum 8-10 gelas air putih/hari.
g.
DIET IBU HAMIL:
ANJURAN DAN LARANGAN
Anjuran Larangan
Alkohol
Kafein Berlebihan
Makanan Mentah atau Setengah Matang
Makanan Tinggi Gula dan Lemak Jenuh
Ikan Tinggi Merkuri:
Makanan Olahan:
Makanan Kaya Protein Buah dan Sayuran
Biji-bijian Utuh Lemak Sehat
Air Putih
PENGERTIAN GIZI IBU MENYUSUI
Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ASI melindungi ba yi dari penyakit seperti diare, otitis media, infeksi saluran perna pasan akut bagian bawah, infeksi telinga, batuk, pilek, dan penyakit alergi. United Nations
International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) sendiri mere komendasikan anak untuk disusui air susu ibu (ASI) selama paling sedikit enam bulan. Barulah setelah anak berumur 6 bulan dapat diberi makanan padat
sambil tetap melanjutkan pembe rian ASI sampai anak berumur dua tahun.
KEBUTUHAN GIZI IBU MENYUSUI
Seorang ibu yang menyusui dalam 6 bulan pertamanya akan membutuhkan tambahan
energi sebesar 500 kalori per hari. Dari sini bisa dilihat bahwa total kebutuhan energi
selama menyusui akan meningkat menjadi 2400
kkal per hari.
Energi Protein Lemak
Penting untuk peningkatan produksi air susu. Ibu menyusui membutuhkan tambahan protein 17 gr atau setara dengan 1 porsi daging
(35 gr) dan 1 porsi tempe (50gr).
Lemak juga dapat membawa vitamin larut lemak dalam ASI. Kebutuhan minyak dalam
tumpeng gizi seimbang
sebanyak 4 porsi atau setara dengan 4 sendok teh minyak
(20 gr). Lemak yang diperlukan untuk ibu menyusui yaitu lemak tak jenuh ganda seperti omega-3
dan omega-6.
KEBUTUHAN GIZI IBU MENYUSUI
Saat 6 bulan pertama menyusui, kebutuhan karbohidrat meningkat sebesar 65 gr per hari atau setara dengan 1 ½ porsi nasi.
Karbohidrat Vitamin dan Mineral Cairan
Vitamin yang penting dalam masa menyusui adalah vitamin B1, B6, B2, B12,
vitamin A, yodium, dan selenium. Jumlah kebutuhan vitamin dan mineral adalah 3 porsi sehari yang berasal dari
sayuran dan buah-buahan.
Ibu menyusui sebaiknya minum 2-3 liter air per hari atau lebih dari 8 gelas air sehari (12-13
gelas sehari). Ketika demam, seorang ibu menyusui juga sangat dianjurkan untuk minum
lebih dari 8 gelas sehari.
Kebutuhan cairan dapat diperoleh dari air putih, susu,
jus buah-buahan, serta air dalam makanan yang dimakan.
MAKANAN YANG MEMPENGARUHI ASI
Beberapa makanan yang dikonsumsi ibu menyusui dapat mempengaruhi ASI yang diproduksinya. Pengaruh bahan makanan pada ASI ini lebih kepada perubahan aroma, warna, kuantitas dan kualitas ASI. Biasanya bayi ikut menikmati aroma ini dan bahkan dapat meningkatkan selera bayi akan ASI. Sayuran seperti buncis, kacang panjang, daun katuk, daun
papaya, jantung pisang dan lain sebagainya memberi manfaat untuk membantu memperbanyak ASI. Demikian pula jenis kacang-kacangan
(kacang tanah, almond) dan akar jombang juga dapat memperbanyak
produksi ASI.
MAKANAN YANG KURANG
MENGUNTUNGKAN IBU MENYUSUI
Salah satu efek yang tidak menguntungkan ibu menyusui adalah
terproduksinya gas berlebihan setelah mengkonsumsi; bawang, kubis, kacang-kacangan, coklat dan makanan pedas. Makanan yang dikonsumsi
ibu kadangkala dapat menyebabkan urtikaria, diare atau iritabilitas pada bayi dengan alasan yang jelas. Ibu yang mengalami alergi pada beberapa
jenis makanan tetap harus menghindari makanan tersebut karena
kemungkinan besar bayi juga mengalami alergi yang sama pada bahan makanan tersebut. Risiko tinggi alergi pada beberapa bahan makanan seperti susu sapi dan produknya, gandum, telur, ikan, kacang dan lain
sebagainya.
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
Anemia Kekurangan Vitamin A Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium(GAKI) Kurang Energi Protein (KEP)
Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan
ASI akan berisiko lebih tinggi terkena
Xeropthalmia. KVA dapat ditanggulangi, diantaranya
dengan forfikasi berbagai produk makanan,
peningkatan ketersediaan, dan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti telur, hati, buah-
buahan berwarna oranye, serta sayuran berdaun
hijau.
Ibu menyusui juga rentan terkena anemia
atau penyakit kekurangan
darah.
Gangguan akibat kekurangan yodium yang mengakibatkan terjadinya gondok atau
pembengkakan
kelenjar tiroid di leher dan kretinisme.
Yodium merupakan nutrisi penting untuk
memastikan
perkembangan normal dari otak dan sistem
saraf pada bayi maupun anak-anak
muda
Penyakit ini adalah penyakit gizi yang terjadi
akibat defisiensi atau kekurangan energi dalam jangka waktu yang cukup lama. KEP disebabkan oleh
Asupan makanan dengan kuantitas dan kualitas rendah, Gangguan sistem
pencernaan atau sistem penyerapan makanan, Pengetahuan yang kurang
tentang pemenuhan gizi atau nutrisi seimbang, Diet
yang salah, hanya energi yang dicukupi, tetapi tidak
protein
Susu dapat meningkatkan penguatan tulang karena kandungan vitamin D, protein, serta vitamin B. Yoghurt, susu, keju, serta produk susu
rendak lemak lainnya merupakan salah satu sumber kalsium terbaik yang dapat membantu
pertumbuhan tulang.
Telur mengandung vitamin D yang berperan sebagai pembentuk tulang bayi. Sebaiknya ibu yang menyusui mengonsumsi telur yang diperkaya DHA agar mendapat kandungan asam lemak esensial yang lebih tinggi. Protein tinggi juga bisa didapat dari mengonsumsi ikan, sedikitnya
dua porsi seminggu. DHA amat baik untuk perkembangan sistem saraf bayi, serta dapat mengurangi stres pasca
melahirkan bagi sang ibu.
DIET IBU MENYUSUI
Gandum utuh memiliki manfaat yang sangat baik bagi ibu dan bayi karena kaya akan asam folat.
Gandum utuh yang dicampur dengan beras merah dapat bermanfaat untuk menjaga tingkat energi,
dan mampu memproduksi ASI dengan kualitas yang tinggi.
Serat dalam kandungan buah dan sayuran sangat baik bagi sistem pencernaan ibu menyusui.
Mengonsumsi buah dan sayuran dapat mengatasi konstipasi sebagai keluhan paling umum setelah
melahirkan.