• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVISI PPT GIZI DIET IBU HAMIL & MENYUSUI

N/A
N/A
Kiko Enak Tau

Academic year: 2025

Membagikan "REVISI PPT GIZI DIET IBU HAMIL & MENYUSUI"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

KEBUTUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL NORMAL &

IBU MENYUSUI

KELOMPOK 1

(2)

ANGGOTA KELOMPOK

Adielia Mukti Pribawastuti NIM P27820724077 Ayu Raniya Luthfiyah NIM P27820724082

Masyravah Qalby NIM P27820724102

(3)

PENGERTIAN GIZI IBU HAMIL

Masa kehamilan merupakan masa terpenting bagi siklus kehidupan wanita. Selama

kehamilan setidaknya wanita membutuhkan kalori sekitar 400 kkal. Peningkatan

kebutuhan tersebut setidaknya 15% dari yang dikonsumsi biasanya atau dalam

keseharian. Kebutuhan tersebut 40% bagi janin dan 60% bagi ibu. Ibu hamil perlu

memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Bukan hanya memenuhi makanan

dan minuman namun haruslah mengandung angka kecukupan gizi yang cukup dan

seimbang. Jika gizi selama kehamilan tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan

kekurangan gizi yang dikenal sebagai KEK (kurang energi kalori) hingga dampak

buruknya pertumbuhan janin yang tidak sempurna serta kecacatan janin. (de

Seymour, Beck, & Conlon, 2019)

(4)

KEBUTUHAN NUTRISI IBU

HAMIL

Karbohidrat Protein

Lemak

Mineral Vitamin

Air

(5)

KEBUTUHAN

KARBOHIDRAT

Fungsi Karbohidrat: Sumber energi utama bagi tubuh, terutama selama kehamilan.

Rekomendasi: Sekitar 60% dari total kalori harian (1.500 kalori dari 2.500 kalori) sebaiknya berasal dari karbohidrat.

Sumber Karbohidrat yang Dianjurkan:

Karbohidrat kompleks (roti gandum, kentang, serealia, beras merah).

Kaya serat dan nutrisi penting.

Sumber yang Perlu Dibatasi:

Gula dan makanan tinggi gula (cake, permen, minuman manis)

(6)

DAMPAK KEKURANGAN KARBOHIDRAT

Bagi Ibu Bagi Janin

Gangguan tumbuh kembang,

terutama otak dan sistem saraf.

Risiko berat badan lahir rendah (BBLR) atau kelahiran prematur.

Dampak jangka panjang:

gangguan metabolisme dan kesehatan setelah lahir.

Tubuh kekurangan energi, mudah lelah, lemas, dan sulit

berkonsentrasi.

Risiko hipoglikemia (pusing, mual, pingsan).

Kenaikan berat badan tidak

optimal, menghambat pertumbuhan janin.

(7)

MANFAAT PEMENUHAN KARBOHIDRAT

Bagi Ibu Bagi Janin

Sumber energi utama untuk

pertumbuhan organ vital (otak, jantung, paru-paru).

Menyediakan nutrisi penting seperti vitamin B dan mineral.

Mendukung perkembangan janin yang optimal.

Memberikan energi stabil dan mencegah kelelahan.

Serat tinggi mencegah sembelit, masalah umum selama kehamilan.

Menjaga kadar gula darah stabil, mengurangi risiko diabetes

gestasional.

(8)

KEBUTUHAN PROTEIN

Protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Ibu hamil membutuhkan tambahan protein rata-rata *17 gram/hari*.

Protein mendukung:

Pertumbuhan janin 1.

Pembentukan plasenta dan cairan amnion.

2.

Pertumbuhan jaringan maternal (payudara dan rahim).

3.

Peningkatan volume darah ibu untuk sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin.

4.

(9)

DAMPAK KEKURANGAN PROTEIN

Bagi Ibu Bagi Janin

Gangguan pertumbuhan dan

perkembangan organ vital (otak, jantung, paru-paru).

Risiko Intrauterine Growth Restriction (IUGR): Pertumbuhan terhambat dalam rahim, & Berat badan lahir rendah

(BBLR) atau kelahiran prematur.

Dampak jangka panjang:

Gangguan perkembangan kognitif dan fisik anak.

Penurunan daya tahan tubuh dan kelelahan.

Penurunan massa otot.

Risiko anemia karena kurangnya produksi sel darah merah.

Hambatan pertumbuhan jaringan maternal (payudara dan rahim).

(10)

MANFAAT PEMENUHAN PROTEIN

Bagi Ibu Bagi Janin

Bahan dasar pertumbuhan organ vital (otak, jantung, paru-paru).

Mendukung pembentukan plasenta dan cairan amnion.

Sintesis asam amino esensial untuk perkembangan janin.

Menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan energi.

Mendukung pertumbuhan jaringan maternal.

Meningkatkan volume darah untuk pasokan nutrisi dan oksigen ke

janin.

(11)

KEBUTUHAN LEMAK

Fungsi Lemak bagi Ibu Hamil

Membantu penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Menghasilkan energi dan menghemat protein untuk pertumbuhan jaringan plasenta dan janin.

Cadangan energi untuk persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Mendukung pembentukan ASI setelah melahirkan.

Fungsi Lemak bagi Perkembangan Janin

Omega-3 dan omega-6 penting untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan mata.

Mendukung pertumbuhan janin secara keseluruhan.

Membantu pembentukan plasenta dan jaringan lainnya.

Sumber Lemak Sehat yang Dianjurkan Minyak ikan (kaya omega-3).

Minyak jagung, Kacang-kacangan dan hasil olahannya.

Batasi konsumsi lemak tidak lebih dari 25% dari total kalori harian.

(12)

DAMPAK KEKURANGAN LEMAK

Bagi Ibu Bagi Janin

Hambatan perkembangan otak dan sistem saraf.

Risiko gangguan pertumbuhan dan berat badan lahir rendah (BBLR).

Dampak jangka panjang pada

perkembangan kognitif dan fisik anak.

Penurunan penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Risiko kelelahan akibat kurangnya energi.

Cadangan energi tidak cukup

untuk persalinan dan pemulihan.

Gangguan kesehatan tulang, daya tahan tubuh, dan fungsi organ.

(13)

MANFAAT PEMENUHAN LEMAK

Bagi Ibu Bagi Janin

Perkembangan otak, sistem saraf, dan mata yang optimal.

Pertumbuhan janin yang sehat.

Pembentukan plasenta dan jaringan yang baik.

Meningkatkan penyerapan nutrisi dan energi.

Menyediakan cadangan energi untuk persalinan dan pemulihan.

Mendukung pembentukan ASI.

(14)

KEBUTUHAN VITAMIN

1. Vitamin A penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan sel serta jaringan janin.

2. Vitamin B6 membantu metabolisme protein dan pembentukan sel-sel baru.

3. Vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan membantu pembentukan kolagen untuk pertumbuhan tulang, kulit, serta pembuluh darah janin.

4. Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium dan fosfor, yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin.

5. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan dan mendukung perkembangan sistem saraf janin.

6. Vitamin K membantu proses pembekuan darah, mencegah perdarahan berlebihan

selama persalinan, dan mendukung kesehatan janin.

(15)

DAMPAK KEKURANGAN VITAMIN

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada janin, pertumbuhan terhambat, dan risiko infeksi pada ibu.

1.

.Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan anemia pada ibu, gangguan perkembangan otak janin, dan risiko preeklampsia.

2.

Kekurangan vitamin C mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, anemia defisiensi besi, dan gangguan pembentukan kolagen pada janin.

3.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pembentukan tulang dan gigi janin, risiko rakitis, serta kelemahan otot pada ibu.

4.

Kekurangan vitamin E meningkatkan risiko kerusakan sel akibat radikal bebas dan gangguan perkembangan sistem saraf janin.

5.

Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan berlebihan selama persalinan dan gangguan pembekuan darah pada janin.

6.

(16)

KEBUTUHAN MINERAL

1. Kalsium:

Kebutuhan: 900 mg/hari8.

Fungsi: Pembentukan tulang dan bakal gigi janin (sejak usia kehamilan 8 minggu), menjaga kekuatan tulang dan otot ibu.

Sumber: Susu, produk olahan susu (keju, yogurt)

2. Zat Besi:

Kebutuhan: Tambahan 100 mg/hari (terutama trimester 2 dan 3).

Fungsi: Pembentukan hemoglobin (volume darah ibu meningkat hingga 50%).

Sumber: Suplemen, daging, ayam,

telur, kacang-kacangan, biji-bijian,

sayuran hijau.

(17)

KEBUTUHAN MINERAL

3. Fosfor:

Kebutuhan: 1.250 mg/hari (ibu

<19 tahun), 700 mg/hari (ibu >19 tahun).

Fungsi: Mendukung pembentukan tulang dan gigi janin, bekerja bersama kalsium

4. Seng (Zinc):

Kebutuhan: 15 mg/hari (meningkat 50% dari wanita tidak hamil).

Fungsi: Mengembangkan jaringan

tubuh (terutama otak dan organ

reproduksi janin)

(18)

KEBUTUHAN MINERAL

5. Sodium:

Kebutuhan:500-10.000 mEq/hari.

Fungsi: Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit (penting untuk sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin), peningkatan volume darah maternal

6. Magnesium:

Kebutuhan: 350-400 mg/hari8.

Fungsi: Menjaga kesehatan tulang, mendukung fungsi otot dan saraf, mengurangi risiko kram otot8.

Sumber: Kacang-kacangan, biji-

bijian, sayuran hijau, gandum utuh

(19)

KEBUTUHAN MINERAL

7. Yodium:

Kebutuhan: 220-250 mcg/hari.

Fungsi: Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin, menjaga fungsi tiroid ibu.

Sumber: Garam beryodium, ikan laut, rumput laut, produk susu

8. Selenium:

Kebutuhan: 60-70 mcg/hari.

Fungsi: Antioksidan (melindungi sel dari kerusakan), mendukung sistem kekebalan tubuh.

Sumber: Kacang Brazil, ikan, telur,

daging

(20)

KEBUTUHAN MINERAL

9. Kalium:

Kebutuhan: 2.000-4.000 mg/hari.

Fungsi: Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mendukung fungsi otot dan saraf, menjaga tekanan darah stabil.

Sumber: Pisang, kentang, alpukat, bayam, kacang-kacangan

10. Tembaga (Copper):

Kebutuhan: 1.000-1.300 mcg/hari.

Fungsi: Pembentukan sel darah merah, mendukung perkembangan sistem saraf janin, meningkatkan penyerapan zat besi.

Sumber: Kacang-kacangan, biji-

bijian, seafood, cokelat hitam

(21)

KEBUTUHAN MINERAL

11. Mangan:

Kebutuhan: 2,0-2,6 mg/hari.

Fungsi: Pembentukan tulang dan jaringan ikat, mendukung metabolisme karbohidrat dan lemak.

Sumber: Kacang-kacangan, biji- bijian, sayuran hijau

12. Fluoride:

Kebutuhan: 3 mg/hari.

Fungsi: Pembentukan gigi dan tulang janin, mencegah kerusakan gigi pada ibu.

Sumber: Air minum berfluoride,

teh, seafood

(22)

KEBUTUHAN AIR

Pentingnya Air bagi Ibu Hamil dan Janin

Volume darah ibu meningkat hingga 50% selama kehamilan.

Air diperlukan untuk pembentukan cairan ketuban, produksi sel darah merah, dan sirkulasi nutrisi serta oksigen ke janin.

Kebutuhan Asupan Air Harian

Ibu hamil disarankan mengonsumsi 8-12 gelas air per hari (2-3 liter), disesuaikan dengan aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan.

Selain air putih, cairan bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, dan minuman sehat.

Hindari minuman berkafein atau tinggi gula karena dapat menyebabkan

dehidrasi.

(23)

DAMPAK KEKURANGAN AIR

Bagi Ibu Bagi Janin

Mengurangi volume cairan ketuban.

Menghambat perkembangan paru- paru dan sistem pencernaan.

Mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen, memengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan janin

Kelelahan, pusing, dan sakit kepala.

Peningkatan risiko infeksi saluran kemih, sembelit, wasir, dan

pembengkakan parah.

Kasus berat: kontraksi dini dan risiko persalinan prematu

(24)

MANFAAT PEMENUHAN AIR

Bagi Ibu Bagi Janin

Membentuk cairan ketuban untuk melindungi dari benturan.

Membantu perkembangan paru- paru dan sistem pencernaan.

Mendukung transportasi nutrisi dan oksigen untuk pertumbuhan organ vital

Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Mencegah dehidrasi, infeksi saluran kemih, dan sembelit.

Mengatur suhu tubuh dan mengurangi pembengkakan (edema)

(25)

KEBUTUHAN GIZI TIAP TRIMESTER IBU HAMIL

Pada trimester pertama, ibu hamil biasanya mengalami

morning sickness, dengan gejala mual, muntah, dan nafsu

makan berkurang. Selama kehamilan, diperlukan

tambahan protein, rata-rata 17 gram/hari. Akan tetapi pada trimester pertama belum bisa

terpenuhi. Diharapkan 1g/kg protein.

Trimester 1 Trimester 2 Trimester 3

Trimester kedua, gangguan morning sickness sudah

berkurang, namun kebutuhan gizi ibu hamil kian bertambah karena

pertumbuhan janin lebih cepat daripada waktu trimester

pertama. Pada trimester ini, ibu hamil sudah mulai mempunyai

nafsu makan. 1,5 g/kg berat badan protein/ hari diperkirakan

dapat terpenuhi.

Trimester ketiga janin semakin besar dan kebutuhan gizi ibu hamil meningkat. Pada trimester

ketiga ini protein bisa mencapai 2g/kg berat badan/ hari.

Pada kehamilan periode trimester periode ke 3 ini, ibu hamil butuh bekal energi yang

memadai. Selain itu untuk mengatasi beban yang sangat

berat juga sebagai cadangan energy untuk persalinan kelak.

(26)

FAKTOR MEMPENGARUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI

Kebutuhan zat gizi yang seimbang sangat penting untuk pertumbuhan janin, untuk pemenuhan kebutuhan ini di dasari oleh beberapa faktor yaitu:

Berat Badan Suhu

Lingkungan Aktivitas Status

kesehatan

(27)

FAKTOR MEMPENGARUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI

Kebiasaan Pengetahuan Status

Kehamilan Umur

(28)

PERMASALAHAN GIZI IBU HAMIL

Kurang Energi Kronik pada ibu hamil

disebabkan karena dalam jangka waktu

yang lama asupan energi (karbohidrat dan lemak) tidak mencukupi

kebutuhan tubuh.

Anemia pada ibu hamil adalah suatu keadaan ketika sel darah merah

atau Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari

normal (<11 g/dl). (Hb) dalam darah kurang dari

normal (<11 g/dl).

Pengeroposan tulang atau osteoporosis pada ibu hamil adalah kondisi

di mana kepadatan tulang menurun, membuat tulang menjadi rapuh dan

rentan patah.

Obesitas atau kelebihan berat badan pada ibu

hamil terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, sering kali disebabkan oleh pola

makan tinggi kalori, gula, dan lemak, serta

kurangnya aktivitas fisik.

Kekurangan Energi

Kronik Anemia Osteoporosis Obesitas

(29)

PENGERTIAN DIET PADA IBU HAMIL

Definisi:

Diet pada ibu hamil merujuk pada pola makan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat selama masa kehamilan.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI (2019).

Bukan untuk menurunkan berat badan.

a.

Mencakup makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin, mineral).

b.

Disesuaikan dengan kebutuhan ibu dan janin

c.

(30)

TUJUAN DIET PADA IBU HAMIL

Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat.

1.

Mencegah defisiensi gizi (anemia, kekurangan kalsium, dll.).

2.

Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

3.

Menjaga kesehatan ibu.

4.

Mencegah komplikasi kehamilan (preeklampsia, diabetes gestasional, dll.).

5.

(31)

SYARAT DIET PADA IBU HAMIL

Seimbang: Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

a.

Cukup Kalori: Tambahan 300-500 kkal/hari.

b.

Tinggi Protein: Daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan.

c.

Kaya Zat Besi dan Asam Folat: Daging merah, bayam, jeruk.

d.

Cukup Kalsium dan Vitamin D: Susu, keju, yoghurt, sinar matahari.

e.

Hindari Bahan Berbahaya: Alkohol, kafein berlebihan, makanan mentah.

f.

Hidrasi yang Cukup: Minum 8-10 gelas air putih/hari.

g.

(32)

DIET IBU HAMIL:

ANJURAN DAN LARANGAN

Anjuran Larangan

Alkohol

Kafein Berlebihan

Makanan Mentah atau Setengah Matang

Makanan Tinggi Gula dan Lemak Jenuh

Ikan Tinggi Merkuri:

Makanan Olahan:

Makanan Kaya Protein Buah dan Sayuran

Biji-bijian Utuh Lemak Sehat

Air Putih

(33)

PENGERTIAN GIZI IBU MENYUSUI

Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ASI melindungi ba yi dari penyakit seperti diare, otitis media, infeksi saluran perna pasan akut bagian bawah, infeksi telinga, batuk, pilek, dan penyakit alergi. United Nations

International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) sendiri mere komendasikan anak untuk disusui air susu ibu (ASI) selama paling sedikit enam bulan. Barulah setelah anak berumur 6 bulan dapat diberi makanan padat

sambil tetap melanjutkan pembe rian ASI sampai anak berumur dua tahun.

(34)

KEBUTUHAN GIZI IBU MENYUSUI

Seorang ibu yang menyusui dalam 6 bulan pertamanya akan membutuhkan tambahan

energi sebesar 500 kalori per hari. Dari sini bisa dilihat bahwa total kebutuhan energi

selama menyusui akan meningkat menjadi 2400

kkal per hari.

Energi Protein Lemak

Penting untuk peningkatan produksi air susu. Ibu menyusui membutuhkan tambahan protein 17 gr atau setara dengan 1 porsi daging

(35 gr) dan 1 porsi tempe (50gr).

Lemak juga dapat membawa vitamin larut lemak dalam ASI. Kebutuhan minyak dalam

tumpeng gizi seimbang

sebanyak 4 porsi atau setara dengan 4 sendok teh minyak

(20 gr). Lemak yang diperlukan untuk ibu menyusui yaitu lemak tak jenuh ganda seperti omega-3

dan omega-6.

(35)

KEBUTUHAN GIZI IBU MENYUSUI

Saat 6 bulan pertama menyusui, kebutuhan karbohidrat meningkat sebesar 65 gr per hari atau setara dengan 1 ½ porsi nasi.

Karbohidrat Vitamin dan Mineral Cairan

Vitamin yang penting dalam masa menyusui adalah vitamin B1, B6, B2, B12,

vitamin A, yodium, dan selenium. Jumlah kebutuhan vitamin dan mineral adalah 3 porsi sehari yang berasal dari

sayuran dan buah-buahan.

Ibu menyusui sebaiknya minum 2-3 liter air per hari atau lebih dari 8 gelas air sehari (12-13

gelas sehari). Ketika demam, seorang ibu menyusui juga sangat dianjurkan untuk minum

lebih dari 8 gelas sehari.

Kebutuhan cairan dapat diperoleh dari air putih, susu,

jus buah-buahan, serta air dalam makanan yang dimakan.

(36)

MAKANAN YANG MEMPENGARUHI ASI

Beberapa makanan yang dikonsumsi ibu menyusui dapat mempengaruhi ASI yang diproduksinya. Pengaruh bahan makanan pada ASI ini lebih kepada perubahan aroma, warna, kuantitas dan kualitas ASI. Biasanya bayi ikut menikmati aroma ini dan bahkan dapat meningkatkan selera bayi akan ASI. Sayuran seperti buncis, kacang panjang, daun katuk, daun

papaya, jantung pisang dan lain sebagainya memberi manfaat untuk membantu memperbanyak ASI. Demikian pula jenis kacang-kacangan

(kacang tanah, almond) dan akar jombang juga dapat memperbanyak

produksi ASI.

(37)

MAKANAN YANG KURANG

MENGUNTUNGKAN IBU MENYUSUI

Salah satu efek yang tidak menguntungkan ibu menyusui adalah

terproduksinya gas berlebihan setelah mengkonsumsi; bawang, kubis, kacang-kacangan, coklat dan makanan pedas. Makanan yang dikonsumsi

ibu kadangkala dapat menyebabkan urtikaria, diare atau iritabilitas pada bayi dengan alasan yang jelas. Ibu yang mengalami alergi pada beberapa

jenis makanan tetap harus menghindari makanan tersebut karena

kemungkinan besar bayi juga mengalami alergi yang sama pada bahan makanan tersebut. Risiko tinggi alergi pada beberapa bahan makanan seperti susu sapi dan produknya, gandum, telur, ikan, kacang dan lain

sebagainya.

(38)

MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI

Anemia Kekurangan Vitamin A Gangguan Akibat

Kekurangan Iodium(GAKI) Kurang Energi Protein (KEP)

Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan

ASI akan berisiko lebih tinggi terkena

Xeropthalmia. KVA dapat ditanggulangi, diantaranya

dengan forfikasi berbagai produk makanan,

peningkatan ketersediaan, dan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti telur, hati, buah-

buahan berwarna oranye, serta sayuran berdaun

hijau.

Ibu menyusui juga rentan terkena anemia

atau penyakit kekurangan

darah.

Gangguan akibat kekurangan yodium yang mengakibatkan terjadinya gondok atau

pembengkakan

kelenjar tiroid di leher dan kretinisme.

Yodium merupakan nutrisi penting untuk

memastikan

perkembangan normal dari otak dan sistem

saraf pada bayi maupun anak-anak

muda

Penyakit ini adalah penyakit gizi yang terjadi

akibat defisiensi atau kekurangan energi dalam jangka waktu yang cukup lama. KEP disebabkan oleh

Asupan makanan dengan kuantitas dan kualitas rendah, Gangguan sistem

pencernaan atau sistem penyerapan makanan, Pengetahuan yang kurang

tentang pemenuhan gizi atau nutrisi seimbang, Diet

yang salah, hanya energi yang dicukupi, tetapi tidak

protein

(39)

Susu dapat meningkatkan penguatan tulang karena kandungan vitamin D, protein, serta vitamin B. Yoghurt, susu, keju, serta produk susu

rendak lemak lainnya merupakan salah satu sumber kalsium terbaik yang dapat membantu

pertumbuhan tulang.

Telur mengandung vitamin D yang berperan sebagai pembentuk tulang bayi. Sebaiknya ibu yang menyusui mengonsumsi telur yang diperkaya DHA agar mendapat kandungan asam lemak esensial yang lebih tinggi. Protein tinggi juga bisa didapat dari mengonsumsi ikan, sedikitnya

dua porsi seminggu. DHA amat baik untuk perkembangan sistem saraf bayi, serta dapat mengurangi stres pasca

melahirkan bagi sang ibu.

DIET IBU MENYUSUI

Gandum utuh memiliki manfaat yang sangat baik bagi ibu dan bayi karena kaya akan asam folat.

Gandum utuh yang dicampur dengan beras merah dapat bermanfaat untuk menjaga tingkat energi,

dan mampu memproduksi ASI dengan kualitas yang tinggi.

Serat dalam kandungan buah dan sayuran sangat baik bagi sistem pencernaan ibu menyusui.

Mengonsumsi buah dan sayuran dapat mengatasi konstipasi sebagai keluhan paling umum setelah

melahirkan.

(40)

THANK YOU!

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat ini belum diperlukan tambahan kalori, protein, mineral serta vitamin yang berarti karena janin belum tumbuh dengan pesat dan kebutuhan gizi dapat disamakan dengan

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik tentang nutrisi saat menyusui dan berdampak pada status gizi

Status gizi ibu yang normal sebelum dan selama hamil akan melahirkan bayi yang sehat, cukup umur dan berat badan normal, artinya kualitas bayi yang dilahirkan sangat

Diet ibu hamil dan persediaan nutrisi adalah satu-satunya sumber nutrisi untuk pertumbuhan janin dan cenderung mempengaruhi perkembangan saraf anak, yang terjadi

Faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan otak anak adalah nutrisi yang diterima saat pertumbuhan otak, dimana nutrisi yang paling sempurna utnuk bayi pada

TETTY HELFERY SIHOMBING. Kajian Klaim Gizi dan Kesehatan pada Produk Pangan untuk Bayi, Anak Balita serta Ibu Hamil dan Menyusui. Dibimbing oleh DEDDY MUCHTADI dan HANNY WIJAYA.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan bayi saat lahir antara lain usia ibu hamil, jarak kehamilan, jumlah anak yang dilahirkan, status gizi ibu hamil (kenaikan

Pada saat ini belum diperlukan tambahan kalori, protein, mineral serta vitamin yang berarti karena janin belum tumbuh dengan pesat dan kebutuhan gizi dapat disamakan dengan