• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Ciri dan Klasifikasi Reptilia

N/A
N/A
lotvasart

Academic year: 2025

Membagikan "Ringkasan Ciri dan Klasifikasi Reptilia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Sariulina Stephany Manurung

NIM : 2005113164

Kelas : 4 B (Rombel 1)

Mata Kuliah : Sistematika Vertebrata Dosen Pengampu : Dr. Darmadi, M.Si

REPTILIA

Reptil merupakan hewan vertebrata pertama yang sepenuhnya terestrial. Umumnya tubuh reptil ditutupi oleh kulit dari sisik tanduk dan sering diperkuat dengan osteoderm tulang, biasanya tidak memiliki kelenjar epidermal dan bersifat kedap air. Persendian tulang atlas dan kepala dengan satu bongkol sendi (bongkol tripartit). Rahang bawah terdiri atas 3-6 tulang yang mempunyai persendian dengan kepala antara artikular dengan kuadrat, hanya memiliki satu tulang pendengaran yaitu stapes (columna auris). Memiliki rongga mulut tanpa gigi dengan lidah yang dapat digerakan atau dijulurkan. Pada kebanyakan reptil anggota badan cenderung berorientasi lateral serupa dengan amphibia, namun sering mengalami reduksi.

Reptil bersifat poikilotermis dan ektotermis, pengaturan suhu tubuh dilakukan dengan perilaku, ketika membutuhkan panas reptil mencari sumber panas dan akan berlindung di bawah batu atau di dalam lubang. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga agar tidak banyak kehilangan cairan tubuh saat proses penandukan kulit (cornificatio).

Kelas reptilia terbagi menjadi empat ordo yaitu, ordo chelonia, ordo rhynchocephalia, ordo crocodilia dan ordo squamata.

a. Ordo Chelonia

Kelompok hewan yang termasuk kedalam ordo Chelonia memiliki ciri khas pada tubuhnya yang ditutupi oleh kulit keras pada bagian dorsal yang disebut carapax dan pada bagian ventral yang disebut plastron. Kulit keras ini terdiri dari lapisan yang tersusun atas sejumlah tulang dermal yang biasanya ditutupi perisai oleh zat tanduk yang mempunyai bentuk dan susunan hampir sama pada sebagian besar jenis-jenisnya.

Rahang pada kelompok Chelonia tidak dilengkapi oleh gigi tetapi dilengkapi paruh yang tajam yang terbentuk dari zat tanduk. Memiliki tengkorak yang tidak mempunyai lubang temporal (anapsid), tetapi daerah temporal sering tidak ada tepinya. Hanya

(2)

memiliki satu lubang hidung. Bentuk tubuhnya relatif lebih pendek dan melebar yang dilengkapi dengan dua pasang kaki yang bersifat pentadactil (terdiri dari lima jari-jari) dengan kuku-kuku yang kuat. Ruas-ruas tulang leher mempunyai persendian yang kompleks dan ruas-ruas vertebrae badan kecuali ruas yang pertama tidak dapat digerakan karena bersatunya lengkung saraf dengan karapaks. Bentuk kaki kelompok hewan Chelonia yang hidup dilaut mengalami modifikasi menyerupai sirip sehingga bentuknya mirip seperti dayung. Memiliki lubang kloaka longitudinal (memanjang) hampir bulat. Contoh hewan dari ordo Chelonia ini adalah penyu dan kura-kura.

b. Ordo Rhynchocephalia

Ordo Rhynchocephalia hanya memiliki satu jenis saja, yaitu Sphenodon punctatum yang hidup di New Zealand, oleh sebab itu hewan tersebut sering disebut sebagai fosil hidup. Hal ini juga karena hewan ini hanya satu-satunya dari ordo Rhynchocephalia dan sifatnya masih primitif terutama struktur tubuhnya sehingga hewan ini dikatakan sebagai hewan yang tertua yang dikenal sekarang.

c. Ordo Crocodilia

Hewan yang termasuk kedalam ordo Crocodilia merupakan kelompok reptilia tua yang masih ada dan hidup sampai sekarang. Tubuh Crocodilia ditutupi oleh sisik epidermal dengan lapisan tanduk yang tebal, osteoderm terdapat dibawah sisik terutama pada punggung dan perut. Memiliki cauda yang memipih ke arah lateral dan mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas yang bentuknya pendek. Extremitas anterior dilengkapi dengan 5 digiti atau jari-jari, sedangkan extremitas posterior hanya mempunyai 4 digiti atau jari-jari dan di antara digiti terdapat selaput yang berfungsi untuk berenang. Membrana tympani bentuknya menonjol ke luar, tetapi diliputi oleh lapisan kulit, sedangkan mata, lubang hidung dan telinga terdapat pada garis lurus di bagian ujung kepala. ada Crocodilia gigi yang ke empat pada rahang bawah akan masuk ke dalam suatu takik atau sela-sela pada sisi keluar dari bagian rahang atas dan kelihatan agak menonjol apabila mulut dalam keadaan tertutup. Di samping itu kebanyakan Crocodilia mempunyai moncong yang lebih sempit dari alligator. Lubang kloaka longitudinal dan penis tidak berpasangan. Rusuk berkepala dua dan terdapat hampir semua vertebare. Contoh hewan yang termasuk kedalam kelompok Crocodilia adalah O steolaemus, Alligator, Gavialis.

(3)

d. Ordo Squamata

Kelompok hewan Squamata memiliki tubuh yang ditutupi oleh sisik epidermuas bertanduk yang secara periodik mengelupas sebagian atau keseluruhan. Osteoderm biasanya tidak ada tapi pada beberapa jenis Squamata terdapat pada kepala dan tempat lain. Tipe kepala umumnya diapsid, arkade bawah tidak sempurna atau tidak ada begitu juga dengan arkade atas sering demikian. Tidak memiliki tulang kuadratojugal (penghubung tulang kuadrat dan jugal) sehingga memungkinkan terjadinya gerakan kinesis (pergerakan tengkorak akibat posisi tulang kuadrat). Lubang hidung berpasangan. Sering memiliki mata pineal pada kelompok kadal. Memiliki lubang kloaka transversal dan pada jantan terdapat dua hemipenis. Organ jacobson berkembang baik dan terpisah sempurna dari rongga hidung.

Ciri-ciri anatomi pada reptil berdasarkan struktur tubuhnya adalah:

a. Pada integumen dan endoskeleton, pada hewan kelompok reptilia mempunyai integumen yang umumnya tidak mengandung kelenjar keringat. Pada chelonia mempunyai glandula axillaris inguinalis yang berbau spesifik, juga pada crocodilia mempunyai glandula analis yang menghasilkan bau yang spesifik untuk menarik lawan jenisnya. Sedang pada sebagian besar ular pada bagian ventralnya ditutup oleh squamae bentuknya besar-besar dan tersusun transversal, tetapi pada beberapa jenis kadal squamanya mengalami perkembangan khusus menjadi bentuk, seperti spina.

Endoskeleton dari sebagian reptilia mempunyai centra vertebrae yang mempunyai tipe procela. Sistem ototnya bila dibandingkan dengan kelompok hewan amphibia, sistem otot pada reptilia lebih komplek. Tetapi yang khusus pada kelompok hewan reptilia adalah mempunyai carapace, yaitu lapisan kulit pada bagian dorsal dan lapisan plastron pada bagian ventral.

b. Pada sistem pencernaan makanan atau systema digestorium, umumnya pada hewan reptilia tidak terjadi pencernaan makanan dalam mulut. Tetapi walaupun tidak terjadi pencernaan dalam mulut pada hewan-hewan reptilia terrestrial, khususnya pada ular mempunyai glandula supra orbitalis dan glandula infra orbitalis yang aktif. Pada umumnya gigi-gigi pada reptilia bentuknya padat, panjang dan runcing, melengkung kuat sehingga berbentuk, seperti alat pencengkeram yang tajam.

(4)

Pada ular mempunyai kelenjar racun yang merupakan modifikasi dari kelenjar parotis atau glandula labialis superior. Kelenjar ini mengeluarkan sekret karena adanya kontraksi dari otot capitomandibularis superficialis. Lidah atau lingua bentuknya pipih dan bercabang dua yang melekat pada dasar cavum oris. Pada buaya khususnya yang hidup di air bagian belakang dari lidah terdapat suatu lipatan transversal. Biasanya bagian ini bila ditekan akan menutup sehingga bagian cavum oris terpisah dengan pharynx sehingga hewan ini walaupun hidup di air paru-parunya tidak kemasukan air.

Di belakang pharynx terdapat oesophagus yang menghubungkan ke arah ventriculus.

Pada ventriculus ini terdiri atas bagian fundus bentuknya agak bulat dan pylorus yang bentuknya kecil. Bagian ini berhubungan dengan bagian intestinum tenue atau usus halus dan intestinum crasum atau usus besar yang biasanya disebut rectum. Di antara kedua bagian intestinum tersebut terdapat coicum yang sangat pendek dan rectum bermuara pada cloaca.

c. Pada sistem peredaran darah yang memegang peranan penting adalah cor atau jantung yang terletak di bagian antero-ventral dari rongga dada. Jantung reptilia dibagi menjadi dua bagian yaitu atrium dan satu bagian ventriculus, kecuali pada kelompok crocodilia dan alligator, jantung terdiri dari 4 bagian. Sinus venosus pada sebagian besar reptilia telah bergabung dengan atrium dextrum sehingga bagian tersebut merupakan bagian dari atrium dextrum, kecuali pada bangsa kura-kura masih terlihat adanya sinus venosus. Darah dari vena masuk ke dalam jantung melalui sinus venosus, atrium dextra, ventriculum dextra, kemudian arteri pulmonalis dari paru-paru. Selanjutnya darah kembali masuk ke bagian atrium sinestra, kemudian ke ventriculum sinestra.

d. Pada sistem pernapasan, udara masuk melalui nares externa, kemudian masuk ke dalam nares interna. Pada hewan reptilia yang hidup di air mempunyai alat yang disebut vellum, kemudian melalui glotis menuju ke larynx. Larynx terbentuk dari tulang rawan yang biasanya dilengkapi dengan pita suara. Selanjutnya organ tersebut berhubungan dengan trachea, pada trachea ini akan bercabang menjadi dua buah bronchi yang masing-masing menuju ke paru-paru.

e. Systema urogenitalis pada reptilia dilengkapi oleh organ, seperti ren atau ginjal yang mempunyai tipe metanephros. Pada kelompok crocodilia, ular dan beberapa bangsa kadal tidak mempunyai vesica urinaria (kantong kemih). Tetapi pada jenis kadal besar, yaitu Sphenodon dan Chelonia mempunyai satu buah vesica urinaria yang berhubungan dengan cloaca dan berfungsi juga sebagai alat pernapasan tambahan. Bangsa ular dan bangsa kadal mempunyai ovarium yang sacculer bentuknya tidak simetris, tetapi pada

(5)

kelompok kura-kura dan crocodilia mempunyai ovarium yang bentuknya padat.

Oviduct pada reptilia langsung bermuara pada coelom melalui ostea, sedang pada sphenodon, kura-kura dan crocodilia, bagian atas dari oviduct mempunyai kelenjar yang menghasilkan albumen.

(6)

Referensi:

Saefudin. 2013. Sistematika Vertebrata.

http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/196307011988031- SAEFUDIN/Sistematika_Vertebrata.pdf

Chaeri, dkk. 2019. Ciri-ciri dan Pola Perkembangan Tubuh Hewan Vertebrata.

http://repository.ut.ac.id/4298/1/BIOL4212-M1.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Hasil akurasi untuk seluruh klasifikasi untuk data hasil ekstraksi ciri gabungan ICZ dan ZCZ dengan jumlah zona 12 buah dapat dilihat pada Lampiran 3, sementara

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi suara dengan data training hasil ekstraksi ciri MFCC menggunakan model Random

Oleh karena itu, pada penelitian kali ini diusulkan metode klasifikasi yang invariant terhadap rotasi, dengan menggunakan metode ekstraksi ciri yang menggabungkan

Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diujicobakan klasifikasi dengan K-Means sebagai ekstraktor ciri dan SVM sebagai algoritma klasifikasinya menggunakan

Sistem artifisial (sistem buatan) , yaitu klasifikasi yang disusun dengan menggunakan ciri- , yaitu klasifikasi yang disusun dengan menggunakan ciri- ciri atau

Dalam penelitian ini akan dilakukan klasifikasi tingkat kematangan buah manggis menggunakan metode K-Nearest Neighbors KNN berdasarkan ekstraksi ciri tektur dengan LBP dan ciri warna

Dokumen ini membahas tentang pencemaran lingkungan, termasuk definisinya serta ciri-ciri udara, air, dan tanah yang

Ciri-ciri makhluk hidup antara lain mampu mempertahankan diri dari perubahan lingkungan dan berkembang