RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 I - 4 Kamar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);
Hubungan Antar dokumen Perencanaan
Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2009 Lembaran Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 01); Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga (Lembaran Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 30).
Maksud dan Tujuan
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 I - 6 Kabupaten Purbalingga hendaknya menjadi pedoman dan acuan dalam menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah. RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 I - 7 Sistematika pemaparan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB III KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEUANGAN DAERAH Bab ini memuat tentang arah kebijakan ekonomi daerah yang terdiri atas
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
BAB V RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH
BAB VI KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH Bab ini memuat indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah
BAB VII PENUTUP
Kondisi Umum Kondisi Daerah .1 Aspek Geografi dan Demografi
Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Kabupaten Purbalingga di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara dan di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara.
Kondisi Geomorfologi dan Topografi
RKPD Kabupaten Purbalingga 2021 II - 3 Dataran tinggi yang ada di Kabupaten Purbalingga meliputi Kecamatan Rembang, Kecamatan Karangmoncol, Kecamatan Karangreja, Kecamatan Karangjambu, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kertanegara dan sebagian Kecamatan Kutasari, sebagian Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Mrebet dan Kecamatan Bobotsari. Sedangkan dataran rendah yang ada di Kabupaten Purbalingga meliputi Kecamatan Purbalingga, Kecamatan Kalimanah, Kecamatan Bukateja, Kecamatan Kaligondang, Kecamatan Pengadegan, sebagian Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Kejobong, sebagian Kecamatan Kutasari, Kecamatan Padamara dan Kecamatan Kemangkon.
Jenis Tanah
- Tanah Alluvial
- Tanah Latosol
- Tanah Gromosol
- Tanah Regosol
- Kawasan Pertanian Lahan Basah
- Kawasan Peruntukan Pertanian Lahan Kering
- Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
- Wilayah Rawan Bencana
- Aspek Demografi
RKPD Kabupaten Purbalingga 2021 II - 29 PVMBG, sebagian wilayah Kabupaten Purbalingga termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gunung Api (KRB) Slamet. Daerah rawan bencana gunung berapi di Kabupaten Purbalingga, sebagian wilayahnya termasuk dalam KRB Gunung Api Slamet.
Penduduk 1.003.246
Aspek Kesejahteraan Masyarakat A. PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi
Peran terendah terjadi pada sektor Pembelian Listrik dan Gas yang hanya berperan sebesar 0,05. Dalam kurun waktu lima tahun, pertumbuhan PDB per kapita terbesar terjadi pada tahun 2019 sebesar 5,65%, dan pertumbuhan terkecil terjadi pada tahun 2016 sebesar 4,85%.
Laju Inflasi
- Penduduk Miskin
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Selama lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan dari 67,03 pada tahun 2015 menjadi 68,99 pada tahun 2019. Perkembangan IPM Kabupaten Purbalingga dan kabupaten sekitarnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Angka Melek Huruf
Dalam tiga tahun terakhir, angka melek huruf (AMH) laki-laki selalu lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sedangkan pada tahun 2019, persentase penduduk melek huruf berusia 10 tahun ke atas sebesar 99,11% atau sebanyak 749.984 jiwa, sama dengan jumlah penduduk melek huruf berusia 15 tahun ke atas.
Partisipasi Sekolah
Hasil Susenas Kabupaten Purbalingga 2021 II - 42 Tahun 2018 menunjukkan jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang tidak/belum pernah bersekolah sebanyak 4,08 persen. Permasalahan gizi yang belum terselesaikan di Kabupaten Purbalingga adalah gizi buruk dan sesak nafas (stunting).
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
- Aspek Pelayanan Umum
Secara keseluruhan perkembangan pemberdayaan gender pada tahun 2015 hingga tahun 2019 di Kabupaten Purbalingga meningkat dari 72,08 menjadi 75,51 pada tahun 2019. Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Purbalingga sebesar 4,84 pada tahun 2015, pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 4,66 dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 5,33. pada tahun 2018, 6.06.
- Kesehatan
- Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang a. Pekerjaan Umum
- Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
- Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
- Sosial
Persentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan akibat rawat jalan dan jenis kelamin di Kabupaten Purbalingga tahun 2017. Persentase bayi usia 0-5 bulan menurut jenis kelamin yang mendapat ASI eksklusif di Kabupaten Purbalingga tahun 2017.
Fokus Pelayanan Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar 1. Tenaga Kerja
- Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak a. Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan
- Pangan
- Pertanahan
- Lingkungan Hidup
- Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil a. Kepemilikan Kartu Keluarga
- Kepemilikan Akta Kelahiran
- Kepemilikan Akta Perkawinan
- Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
- Perhubungan
- Komunikasi dan Informasi
- Koperasi dan UKM
- Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu
- Kepemudaan dan Olah Raga
- Statistik
- Persandian
- Kebudayaan
- Perpustakaan
- Kearsipan
Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Purbalingga menurut gender pada tahun seperti pada tabel berikut. Kepemilikan akta kelahiran berdasarkan DKB Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 (Data Gabungan Bersih) adalah sebagai berikut.
Fokus Layanan Urusan Pilihan 1. Perikanan
- Pariwisata
- Pertanian
- Energi dan Sumber Daya Mineral
- Perdagangan
- Perindustrian
- Transmigrasi
Produksi Ikan, Tingkat Konsumsi Ikan, Produksi Produk Olahan Ikan dan Jumlah Pasar Ikan di Kabupaten Purbalingga Tahun 2015–2019. Jumlah populasi ternak dan produksi hasil peternakan di Kabupaten Purbalingga dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 seperti pada tabel berikut.
Fungsi Penunjang Urusan Pemerintahan
- Aspek Daya Saing Daerah
- Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah A. Rata-Rata Pengeluaran Penduduk
Rata-rata pengeluaran bulanan per kapita penduduk Kabupaten Purbalingga pada tahun 2018 sebesar Rp 897.401,- Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 742.830 per kapita per bulan. Peningkatan tersebut dimungkinkan karena adanya kenaikan harga berbagai jenis kebutuhan penduduk secara signifikan, dengan terjadinya inflasi sepanjang tahun 2018. Persentase pengeluaran kebutuhan pangan selama periode 2015-2018 meningkat dari 49,11 persen pada tahun 2015 menjadi 52,55 persen pada tahun 2018. 2018.
Nilai Tukar Petani (NTP)
- Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
Pendapatan petani meningkat lebih besar dibandingkan pengeluarannya, sehingga tingkat kesejahteraan petani lebih baik dibandingkan tingkat kesejahteraan petani pada periode sebelumnya. Jadi dapat dikatakan tingkat kesejahteraan petani pada suatu periode mengalami penurunan dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan petani pada periode sebelumnya.
Infrastruktur Jalan
Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2018 secara umum sebesar 103,90 persen dan secara year on year meningkat sebesar 0,20 persen dari tahun 2017. RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 II - 111 mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan perluasan jalan antar ibu kota primer kolektor dan untuk jalur strategis tertentu.
Bandara JB Soedirman
Kondisi jalan kabupaten dengan lebar minimal 5,5 meter mencapai 83,00% pada tahun 2019, melebihi target RPJMD sebesar 19,13%.
Drainase
- Fokus Iklim Berinvestasi A. Keamanan dan Ketertiban
Drainase di wilayah Purbalingga perlu direncanakan secara sistematis dalam skala regional yang dikaitkan dengan infrastruktur jalan. Sedangkan fasilitas berupa Kantor Pos Siskamling tersedia untuk menunjang tugas Linmasa menjaga ketertiban dan keamanan.
Kemudahan Perijinan
- Fokus Sumber Daya Manusia A. Rasio Ketergantungan
Rasio ketergantungan merupakan perbandingan antara penduduk non-produktif (0-14 tahun) dan penduduk non-produktif (65 tahun+) terhadap penduduk produktif (15-64 tahun). Rasio ketergantungan penduduk pada tahun 2019 sebesar 47,76 yang berarti 100 penduduk produktif harus menghidupi sekitar 47 penduduk tidak produktif.
Rasio Lulusan Pendidikan
- Evaluasi Pelaksanaan Program RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 dan Realisasi RPJMD Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 – 2021
- Urusan Wajib Pelayanan Dasar A. Urusan Pendidikan
Persentase Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat (PKBM) yang terakreditasi dan keduanya termasuk dalam program pendidikan nonformal; Jumlah guru/tenaga pengajar berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Persentase guru yang lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) dan diikutsertakan dalam Program Peningkatan Mutu guru dan tenaga kependidikan; dan % Angka Kekambuhan : SMP/sederajat yang terdaftar pada Program Manajemen Pendidikan.
Urusan Kesehatan
Kemudian pada program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dan kesehatan lingkungan, dimana indikator cakupan desa memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Selain itu, dalam Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan terdapat beberapa indikator kinerja yang berkaitan dengan mutu pelayanan kesehatan, seperti jumlah pelayanan rawat jalan di PZD.
Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Sebab, belum ada produk hukum selain Peraturan Bangunan untuk mendukung penataan bangunan dan lingkungan di Kabupaten Purbalingga. RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 II – 124 indikator kinerja program dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun berikutnya, khususnya untuk indikator yang akan dicapai.
Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Capaian kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program pada
Hasil Kinerja Program Pembangunan Perdamaian, Ketertiban Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat Berdasarkan Indikator Program i Berdasarkan tabel Hasil Indikator Kinerja Program Sosial Tahun 2019 di atas terlihat terdapat 3 program dan 6 indikator RPJMD 2016-2021.
Urusan Tenaga Kerja
Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Berdasarkan tabel indikator kinerja program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di atas terlihat terdapat 1 program dan 5 indikator RPJMD 2016-2021. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan sedang berlangsung dalam upaya menuju kesetaraan baik dalam lingkungan kerja di sektor publik maupun swasta.
Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Berdasarkan tabel indikator kinerja program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di atas, terlihat terdapat 4 program dan 18 indikator RPJMD 2016-2021. Beberapa indikator yang memperoleh status yaitu pada Program Pemberdayaan Keluarga Sukses yaitu terkait dengan jumlah NKKBS dan cakupan anggota UPPKS peserta KB; serta Program Peningkatan Pelayanan.
Urusan Pangan
Berdasarkan tabel capaian indikator kinerja program bidang ketahanan pangan di atas, terlihat terdapat 2 program dan 7 indikator RPJMD 2016-2021. Indikator tersebut merupakan persentase pangan segar dengan sertifikasi Prime 3 yang merupakan indikator program peningkatan ketahanan pangan.
Urusan Pertanahan
Kinerja indikator program diharapkan dapat ditingkatkan pada tahun mendatang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Seluruh indikator dalam program pengelolaan lahan memerlukan perhatian/usaha yang serius karena belum mencapai target pada tahun 2019.
Urusan Lingkungan Hidup
Kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program bidang kependudukan dan pencatatan sipil sampai dengan akhir tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Berdasarkan tabel hasil indikator program bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di atas.
Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Hasil kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program pada kondisi transportasi sampai dengan akhir tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Berdasarkan tabel indikator kinerja program bidang transportasi di atas, terlihat bahwa terdapat 2 program dan 11 indikator untuk RPJMD 2016-2021.
Urusan Komunikasi dan Informatika
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 II - 137 Program Peningkatan Pelayanan Transportasi yaitu persentase kendaraan angkutan umum yang masuk terminal mempunyai nilai yang kecil. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih pada tahun berikutnya agar target RPJMD pada akhir tahun dapat tercapai secara maksimal untuk memberikan pelayanan informasi publik kepada masyarakat.
Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Berdasarkan tabel di atas capaian indikator program pada koperasi dan usaha kecil menengah. Indikator kinerja yang perlu ditingkatkan adalah pertumbuhan jumlah UMKM (Numlah UMKM) dimana target tahun 2019 telah tercapai, namun status pencapaian RPJMD sampai dengan tahun 2021, target kinerja tersebut masih memerlukan perhatian/usaha yang serius sehingga dalam tahun depan perlu ditingkatkan.
Urusan Penanaman Modal
Capaian kinerja program pengembangan berdasarkan indikator program bidang coding sampai dengan akhir tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Capaian kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program bidang kebudayaan hingga akhir tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Urusan Perpustakaan
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 II - 144 budaya yang menjadi indikator kinerja dalam program pelestarian dan pengelolaan warisan budaya. RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 II - 146 hendaknya memperhatikan kinerja ke depan karena akan mempengaruhi budaya literasi masyarakat untuk meningkatkan minat membaca generasi mendatang.
Urusan Kearsipan
- Urusan Pilihan
Urusan Kelautan dan Perikanan
Berdasarkan tabel hasil indikator kinerja program bidang perikanan di atas terlihat terdapat 3 program dan 6 indikator RPJMD 2016-2021. Beberapa indikator yang memerlukan upaya keras untuk meningkatkan kinerjanya pada tahun berikutnya adalah produksi ikan konsumsi dan produk olahan perikanan.
Urusan Pariwisata
Kondisi ini menandakan Program Pengembangan Destinasi Pariwisata desa wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga belum berjalan maksimal. Desa wisata yang sudah ada dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih baik dengan meningkatkan variasi event/atraksi wisata dan keragaman paket wisata melalui optimalisasi destinasi wisata yang ada.
Urusan Pertanian
Beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian untuk meningkatkan kinerjanya pada tahun depan adalah indikator pada Program Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Produk Pertanian Hortikultura khususnya pada komoditas Kentang. Capaian kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program bidang perdagangan sampai dengan triwulan IV tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Urusan Perindustrian
Masih banyak indikator kinerja program yang belum memenuhi target RPJMD, seperti banyaknya pasar tradisional yang memenuhi standar SNI.
Urusan Transmigrasi
Urusan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan
Capaian kinerja program pembangunan berdasarkan indikator program pada masalah pengawasan sampai dengan triwulan IV tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Urusan Keuangan
Seluruh indikator program baik pada Program Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah maupun Program Intensifikasi dan Perluasan Pendapatan Daerah telah tercapai sehingga harus dipertahankan pada tahun berikutnya.
Urusan Pemerintahan
- Urusan Pendidikan
- Urusan Kesehatan
- Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
- Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
- Urusan Trantibumlinmas
- Evaluasi Sustainable Development Goals (SDGs)
Pada urusan perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, terdapat 2 indikator yang akan dan belum tercapai dari total 3 indikator; Bidang pemuda dan olah raga, terdapat 4 indikator yang akan dan belum tercapai dari total 6 indikator;