Uraian tentang pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan pemenuhan mobilisasi oleh perawat di ruang intensif care unit” benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan yang saya kutip sebagai sumber, belum pernah diajukan ke institusi manapun dan tidak dijiplak. Deskripsi Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Hambatan Dalam Memenuhi Kebutuhan Mobilisasi Di Unit Perawatan Intensif : Penelitian Deskriptif Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi pasien di ruang intensif. satuan perawatan. .
Teknik pengambilan sampel menggunakan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang terdiri dari perawat unit perawatan intensif. Gambaran pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi perawat di ruang perawatan intensif. Penelitian ini dilakukan di unit perawatan intensif dua rumah sakit, yaitu RSUD Dr.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam pemenuhan mobilisasi oleh perawat di unit perawatan intensif. Subyek penelitian ini adalah perawat di unit perawatan intensif.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 50 responden. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan atas segala rahmat, bimbingan dan arahan dari Allah swt sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsinya dengan judul “Mendeskripsikan pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi yang dilakukan perawat di unit perawatan intensif” Sehat.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
- Manfaat Penelitian
- Manfaat Bagi Peneliti
- Manfaat Bagi Pelayanan Kesehatan
- Manfaat Bagi Institusi Pendidikan
- Keaslian Penelitian
Hasil penelitian Kim et al (2018) menunjukkan bahwa sebagian besar perawat (78,8%) tidak melaporkan mobilisasi dini di rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian Lin dkk (2019), pada salah satu rumah sakit terdapat rata-rata skor pengetahuan perawat sebesar 4,1, dokter 3,9 dan fisioterapi 5,6 sehingga proporsi perawat hampir sama dengan dokter yaitu 64,6 % dan 64,3. %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap dan perilaku perawat dalam penelitian ini lebih besar menghambat mobilisasi.
Haryoto Lumajang mempunyai ruang perawatan intensif yang meliputi ruang ICU berjumlah sekitar 17 perawat dan ruang HCU berjumlah sekitar 14 perawat, masing-masing jumlah perawat di ruang intensif berjumlah sekitar 31 perawat sedangkan RSUD dr. Koesnadi Bondowoso mempunyai unit perawatan intensif yang meliputi ruang ICU, ruang ICCU, ruang PICU, ruang NICU, namun peneliti hanya mengambil ruang ICU dan ruang ICCU karena menurut petugas kesehatan di rumah sakit tersebut ruang NICU dan PICU masih ada. sedang dalam proses. sedang diperbaiki. Jumlah perawat di ruang ICU sebanyak 18 orang perawat dan di ruang ICU sebanyak 14 orang di RSUD Dr.
Manfaat yang diperoleh pihak rumah sakit adalah diharapkan penelitian ini dapat menjadi tambahan sumber informasi bagi Fakultas Keperawatan Universitas Jember dan melengkapi sumber ilmu pengetahuan bagi mahasiswa khususnya tentang pengetahuan, sikap dan perilaku perawat. . dalam memenuhi mobilisasi.
TINJAUAN PUSTAKA
- Mobilitas
- Definisi Mobilitas
- Tujuan Mobilitas
- Jenis Mobilitas
- Faktor yang mempengaruhi mobilitas
- Hambatan dari Mobilisasi Perawat
- Intervensi Gangguan Mobilisasi
- Indikasi dan Kontraindikasi ROM (Range of Motion)
- Peran Perawat
- Faktor yang mempengaruhi Perawat dalam Pemenuhan Mobilisasi …
- Konsep Pengetahuan
- Definisi Pengetahuan
- Tingkat Pengetahuan
- Faktor yang mempengaruhi pengetahuan
- Konsep Sikap
- Definisi Sikap
- Komponen Sikap
- Faktor yang Mempengaruhi Sikap
- Konsep Perilaku
- Definisi Perilaku
- Bentuk Perilaku
- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku
- Konsep Hambatan
- Definisi Hambatan
- Faktor Penghambat
- Alat Ukur Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Hambatan tentang
- Gambaran Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Hambatan Perawat
- Kerangka Teori
Jika petugas kesehatan tidak berpengalaman dalam melakukan mobilisasi, ventilator yang tidak memadai juga akan menimbulkan hambatan lain. Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan harus memperlihatkan kepada manusia secara keseluruhan, bukan hanya tubuh fisiknya saja. Jadi peran perawat disini adalah memberikan kenyamanan dan dukungan emosional untuk mencapai kesembuhan pada klien. Hambatan merupakan hambatan yang timbul karena salah satu faktor yang menghambat perawat dalam melakukan tindakan khususnya dalam mobilisasi (Ageng et al., 2012).
Hambatan merupakan hambatan salah satu faktor yang dimiliki perawat dalam melakukan tindakan khususnya dalam mobilisasi (Ageng et al., 2012). Dalam memberikan asuhan keperawatan, khusus menyelesaikan mobilisasi ini mengajarkan klien atau pasien untuk melakukan latihan rentang gerak ROM aktif dan pasif. Pasien dengan hemodinamik tidak stabil perlu meningkatkan kebutuhan tubuh seperti oksigen saat melakukan tindakan mobilisasi ini (Rahayu, 2018).
Ada beberapa alat ukur atau angket mengenai pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi pada penelitian ini yaitu. Kuesioner ini dilakukan pada rumah sakit tersier (tipe A) di Australia, sehingga penelitian mengenai gambaran pengetahuan, sikap, perilaku perawat dan hambatan pemenuhan mobilisasi akan dilakukan pada rumah sakit regional dan juga mencakup rumah sakit rujukan. Kuesioner pengetahuan perawat dalam memenuhi mobilisasi digunakan dalam penelitian Lin dkk (2019) yang menggambarkan bagaimana pengetahuan perawat dalam memenuhi mobilisasi.
Oleh karena itu pemahaman perawat dalam pemenuhan mobilisasi dapat diketahui melalui hasil pengukuran pengetahuan perawat dalam pemenuhan mobilisasi. Pada penelitian Lin et al (2019), perawat tidak diprioritaskan dalam menyelesaikan mobilisasi karena perawat tersebut berasumsi bahwa mereka akan mengalami risiko cedera muskuloskeletal pada saat mobilisasi. Artinya sikap perawat terhadap pemenuhan mobilisasi dipandang sebagai tindakan yang tidak menyenangkan karena memerlukan tugas fisik.
Dengan demikian gambaran perilaku perawat dapat diukur dengan menggunakan kuesioner dalam pemenuhan mobilisasi pada penelitian Lin dkk (2019) yang dapat menggambarkan bagaimana seorang perawat berperilaku dalam pemenuhan mobilisasi. Oleh karena itu, tindakan perawat dalam memenuhi mobilisasi dapat diketahui dari hasil pengukuran perilaku perawat selama mobilisasi.
KERANGKA KONSEP
METODOLOGI PENELITIAN
Desain Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Kriteria Subjek Penelitian
Kriteria inklusi merupakan ciri umum subjek dari kelompok sasaran yang mudah dijangkau (Nursalam, 2015). Kriteria eksklusi adalah kondisi subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi sehingga menghalangi subjek untuk menjadi responden penelitian (Nursalam, 2015).
Tempat Penelitian
Waktu Penelitian
Definisi Operasional
Kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan pemenuhan mobilisasi perawat diuji reliabilitasnya oleh peneliti dengan menggunakan uji Construct Validity yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada perawat di ruang ICU dan HCU Rumah Sakit Paru Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi perawat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat yang meliputi karakteristik responden, menggambarkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi perawat di unit perawatan intensif, menghasilkan sebaran frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel, kecuali karakteristik responden. usia, yang menghasilkan median, minimum, dan maksimum.
Sikap perawat dalam menyelesaikan variabel mobilisasi menggunakan skala interval yang terdiri dari 8 pernyataan dengan skala Likert 5 poin. Temuan penelitian mengenai gambaran pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam pemenuhan mobilisasi oleh perawat di unit perawatan intensif adalah sebagai berikut. Pengetahuan perawat dalam pemenuhan mobilisasi oleh perawat di ruang terapi intensif sebanyak 50 responden dengan skor mean 16,90 dari nilai maksimal 25.
Sikap perawat terhadap pemenuhan mobilisasi oleh perawat di ruang perawatan intensif sebanyak 50 responden dengan nilai rata-rata sebesar 28,64 dari nilai maksimum sebesar 40. Perilaku perawat terhadap pemenuhan mobilisasi oleh perawat di ruang perawatan intensif adalah 50 responden dengan nilai rata-rata 6,04 dari skor maksimal 10. Kendala perawat dalam pemenuhan mobilisasi oleh perawat di ruang intensif sebanyak 50 responden dengan skor rata-rata 25,48 dari skor maksimal 48.
Hasil survei yang menggambarkan pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam menyelesaikan mobilisasi oleh perawat di unit perawatan intensif memberikan saran sebagai berikut. Penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada pihak rumah sakit tentang pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi oleh perawat di unit perawatan intensif khususnya perawat. Deskripsi pengetahuan dan sikap perawat dalam penerapan personal higiene pada pasien di unit perawatan intensif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap, perilaku dan hambatan perawat dalam memenuhi mobilisasi perawat. Judul : Deskripsi Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Hambatan Perawat Dalam Memenuhi Mobilisasi Oleh Perawat Di Unit Perawatan Intensif.
Pengumpulan Data
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Alat atau Instrumen Pengumpulan Data
- Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Pengolaan Data
- Editing
- Coding
- Entry
- Cleaning
Cleaning dalam penelitian ini seperti teknik pembersihan terhadap data penelitian yang diperoleh peneliti dengan melihat variabel penelitian apakah data tersebut benar atau tidak atau dengan mempertimbangkan kembali data yang diperoleh. Dalam penelitian ini menggunakan skala interval, sebelum pengolahan data peneliti menggunakan uji normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov karena penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 orang. Variabel pengetahuan perawat dalam pemenuhan mobilisasi menggunakan skala interval, skala likert 1 menunjukkan sangat tidak setuju dan 5 menunjukkan sangat setuju, setelah itu skor pada interval tersebut mencapai nilai 5-25.
Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dapat dijadikan bahan ajar pada lembaga pendidikan tentang pemenuhan mobilisasi perawat di unit perawatan intensif. Institusi pendidikan perlu meningkatkan keterampilan peserta didiknya untuk memenuhi mobilisasi di rumah sakit secara lebih mendalam sehingga peserta didik dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang sesuai. Perawat perlu meningkatkan pengetahuannya tentang kepatuhan mobilisasi agar sikap dan perilaku perawat dalam kepatuhan mobilisasi dapat tercapai secara optimal dan dapat dikembangkan strategi kepatuhan mobilisasi.
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah membahas salah satu faktor lain yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap pemenuhan mobilisasi, antara lain beban kerja, jumlah perawat yang kurang dan pengalaman perawat dalam pemenuhan mobilisasi perawat. Pengaruh karakteristik organisasi terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan untuk membantu promosi kesehatan di RSUD Sigli. Analisis Praktik Keperawatan Klinis pada Pasien Mielitis Transversal dengan Intervensi Inovasi Mobilisasi dan ROM untuk Mencegah Kontraktur dan Ulkus Dekubitus (Decubitus) di Unit Perawatan Intensif RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Mobilisasi Dini Pasien Berventilasi di ICU: Studi terhadap Dokter Perawatan Kritis di Rumah Sakit Tersier Australia. Pengalaman Perawat dalam Pencegahan Decubitus di ICU (Intensive Care Unit) RSUD Ulin Banjarmasin. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Pasien Terhadap Perilaku Mobilisasi Dini Pada Pasien Ami Di Ruang ICU RS Ungaran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi dini di unit perawatan intensif dan status fungsional setelah keluar. Keunggulan penelitian ini adalah dapat memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami perawat di rumah sakit dalam pemenuhan mobilisasi. Saya memahami manfaat penelitian ini terhadap pelayanan keperawatan dan mengetahui bahwa tidak ada risiko yang merugikan dalam penelitian ini, menjamin kerahasiaan data akan tetap terjaga.
Risiko yang dihadapi oleh perawat dalam memobilisasi pasien ICU dengan ventilasi lebih besar daripada manfaatnya bagi pasien.
Analisis Data
Etika Penelitian
- Otonomi (Autonomy)
- Prinsip Kerahasian (Confidentialy)
- Kemanfaatan (Benefivience)
- Prinsip Keadilan (Justice)
Penelitian ini telah mendapat persetujuan uji etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan nomor 6299/UN25.1.14/SP/2019. Upaya Perawat Mencegah Terjadinya Luka Tekanan Pada Persepsi Pasien Mengalami Trauma Ortopedi Di Ruang Rindu B3 Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Analisis kebutuhan perawat unit perawatan intensif berdasarkan beban kerja dan kompetensi di unit perawatan intensif RSUD Dr. RS Oen Solo Baru pada tahun 2015.
Pengetahuan dan sikap perawat tentang mobilisasi dini pasien di unit perawatan intensif RS Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Pengaruh pengetahuan dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. Mobilisasi pasien ICU dilakukan secara otomatis oleh perawat dan fisioterapis melalui protokol keperawatan, kecuali diinstruksikan khusus oleh dokter.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Karakteristik Data Perawat
- Gambaran Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Hambatan Perawat dalam
Pembahasan
- Karakteristik Perawat
Keterbatasan Penelitian
Implikasi Keperawatan
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
- Bagi Institusi Pendidikan
- Bagi Rumah Sakit
- Bagi Peneliti Selanjutnya
Hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang mobilisasi dini dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi. Apabila anda bersedia menjadi responden, saya mohon agar anda menandatangani formulir persetujuan yang telah saya lampirkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan saya sertakan.