• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP Al-Qur'an Hadits Kelas X

N/A
N/A
ahmad suyuti

Academic year: 2024

Membagikan "RPP Al-Qur'an Hadits Kelas X"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1. Identitas

a. Nama Mata Pelajaran : Al-Qur’an Hadits

b. Semester : 1

c. Kompetensi Dasar :

d. Materi Pokok :Kedudukan dan Fungsi Al-Qur’an e. Alokasi Waktu : 2 JP X 3

f. TujuanPembelajaran :

g. Materi Pembelajaran

Bacalah bacaan pada buku siswa Al-Qur’an Hadits MA Kelas X.

Jakarta: Kementerian Agama RI,2013 hal. 35 s.d. 44.

FUNGSI AL-QUR’AN

Melalui kegiatan pembelajaran dengan metode diskusi, tanya jawab, penugasan, dan presentasi kelompok dengan pendekatan saintifik, peserta didik dapat memahami tujuan dan fungsi Al-Qur’an serta terampil dalam menceritakan kisah orang yang menjadikan al-Qur’an sesuai dengan tujuan dan fungsinya,, mengembangkan sikap/ karakter jujur, peduli, dan bertanggung jawab serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi (4C) dan berliterasi.

1.3 Memfungsikan Al-Qur’an secara tepat dan benar dalam kehidupan sehari-hari

2.3 Menunjukkan perilaku yang mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

3.3 Memahami tujuan dan fungsi Al-Qur’an

4.3Menceritakan kisah orang yang menjadikan al-Qur’an sesuai dengan tujuan dan fungsi-nya

(2)

a.

Pen dah ulu an

2. Peta Konsep

3. Proses Belajar

Bacalah kisah berikut!

KISAH NABI SALEH AS. DAN KAUM TSAMUD YANG DIBINASAKAN

Nabi Saleh As. adalah putra dari Ubaid bin Tsamud bin Amir bin Iram bin Sam bin Nuh. la merupakan keturunan Nabi Nuh yang keenam. la diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah Swt. untuk menyeru umatnya, yaitu kaum Tsamud agar kembali ke jalan yang benar. Mereka tersesat ke jurang kesesatan karena kemewahan dunia dan merasa sebagai golongan yang hebat.

Menurut al-Qur'an maupun beberapa keterangan yang lain, kaum Tsamud merupakan keturunan kaum 'Ad dan menempati daerah kosong yang semula ditempati oleh kaum 'Ad.

Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama Al-Hijr yang terletak antara Hijaz dan Syam, yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai oleh suku 'Ad. Dalam al-Qur'an juga telah dikisahkan bahwa kaum 'Ad dimusnahkan oleh Allah Swt.

sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah yang disampaikan oleh Nabi Hud.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum 'Ad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. Di dalam al-Qur'an juga dikisahkan bahwa

40

T u j u an

d a n

F u n g s i

A l - Q u r ' a n K e d u du

k a n

A l - Q u r ' a n T u j u an

d a n

F u n g s i

A l - Q u r ' a n P e r i la

k u

O r a n g

y a n g

M e m f u n g s i k a n

(3)

kaum Tsamud hidup makmur karena tanah yang subur memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yang indah-indah, serta bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung. Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alamiah, serta kemewahan hidup mereka akan kekal hingga keturunan mereka.

Akan tetapi, kekayaan, kesuburan, dan kemewahan yang dikaruniakan oleh Allah Swt. tidak membuat kaum Tsamud bersyukur. Mereka sama dengan kaum pendahulunya, kaum 'Ad, yang tidak mengenal Tuhan. Mereka juga menyembah berhala- berhala, berqurban kepada berhala, serta meminta perlindungan dari segala macam musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan dari berhala tersebut.

Ketika Nabi Saleh datang dan mengajak kaum Tsamud kejalan yang benar, mereka tidak mempedulikannya. Mereka mendustakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Saleh. Hanya sebagian kecil dari mereka yang mengikuti seruan dakwah dari Nabi Saleh. Sebagian Desar kaum Tsamud tidak menerima ajaran Nabi Saleh. Mereka meminta ditunjukkan mukjizat sebagai bukti bahwa Saleh memang benar utusan Allah Swt. Permintaan mereka di luar batas kewajaran manusia, karena mereka minta seekor unta betina keluar dari celah bebatuan.

Mendengar permintaan kaumnya yang durhaka itu, Nabi Saleh pun berdoa meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Doanya dikabulkan, dan keluarlah seekor unta betina dari celah bebatuan. Itulah salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Nabi Saleh. Lalu, ia berpesan kepada umatnya agar jangan sampai menyakiti unta tersebut, apalagi membunuhnya.

Sebab, jika itu dilakukan, maka azab Allah Swt. akan menimpa mereka.

Meskipun Nabi Saleh telah memenuhi permintaan umatnya, hanya sebagian kecil yang percaya kepada dakwah yang disampaikan oleh Nabi Saleh. Bahkan, mereka melanggar permintaan Nabi Saleh. Mereka membunuh unta suci itu, bukan merawatnya sebagaimana yang dipinta.

Atas kejadian tersebut, Nabi Saleh memperingatkan kaumnya agar segera kembali ke jalan Allah Swt. Kaum Tsamud

41

(4)

b. K egi ata n In ti

diberi waktu tiga hari untuk bertaubat sebelum azab datang.

Namun, mereka tetap saja tidak peduli dan tak mengindahkan peringatan itu. Bahkan, mereka menantang Nabi Saleh agar segera mendatangkan azab tersebut. Sebelum azab datang, Nabi Saleh dan para pengikutnya yang beriman pergi meninggalkan kota tersebut. Setelah itu, azab yang dijanjikan datang dan kaum Tsamud dibinasakan dengan ledakan gempa bumi dan petir yang menyambar. Peristiwa ini dikisahkan dalam al-Qur'an sebagaimana ayat berikut:

Dan, satu suara keras yang mengguntur menimpa orang- orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (QS. Hud [11 ]: 67-68

Untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut, silakan Anda lanjutkan ke kegiatan berikut dan ikuti petunjuk yang ada dalam UKBM ini.

1. Petunjuk Umum UKBM

a. Baca dan pahami materi pada Buku Teks PelajaranAl-Qur’an HaditsX Wajib yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, halaman 35 s.d. 44.

b. Setelah memahami isi materi dalam bacaan berlatihlah untuk berpikir tinggi melalui tugas-tugas yang terdapat pada UKBM ini baik bekerja sendiri maupun bersama teman sebangku atau teman lainnya.

42 Sejauh mana Anda mengenal Al-Qur’an…..?

Sejauh mana Anda mengenal Al-Qur’an…..?

Sejauh mana Anda mengenal Al-Qur’an…..?

Sejauh mana Anda mengenal Al-Qur’an…..?

Apa yang dikehendaki Allah dengan adanya sejarah dari para Nabi terdahulu..????

(5)

c. Kerjakan UKBM ini dibuku kerja atau langsung mengisikan pada bagian yang telah disediakan.

d. Anda dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo berlatih, apabila Anda yakin sudah paham dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar 1, 2 dan 3. Anda boleh sendiri atau mengajak teman lain yang sudah siap untuk mengikuti tes formatif agar Anda dapat belajar ke UKBM berikutnya.

2. Kegiatan Belajar

Ayo … … ikuti kegiatan belajar berikut dengan penuh kesabaran dan konsentrasi!!!

A. Bacalah Kedudukan dan Fungsi Al-Qur’an dalam buku teks pelajaran (BTP Al-Qur’an HaditsKelas X halaman 35 s.d. 44)

B. Pahamilah ulasan berikut :

Kedudukan AL-Qur’an

Al-Qur’an merupakan sumber pokok bagi ajaran Islam. Al- Qur’an juga merupakan sumber hukum yang utama dan pertama dalam Islam. Sebagai sumber pokok ajaran Islam, Al-Qur’an berisi ajaran-ajaran yang lengkap dan sempurna yang meliputi seluruh aspek yang dibutuhkan dalam kehidupan umat manusia, terutama umat Islam. Sebagai sumber hukum, Al-Qur’an telah memberikan tata aturan yang lengkap, ada yang masih bersifat global (mujmal) dan ada pula yang bersifat detail (tafsil). Al-Qur’an mengatur dengan disertai konsekuensi-konsekuensi demi terciptanya tatanan kehidupan manusia yang teratur, harmonis, bahagia dan sejahtera, baik lahir maupun batin.

Agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya, maka hendaknya manusia selalu berpegang teguh kepada prinsip dasar ajaran dan kaidah-kaidah hukum yang bersumber dari Al-Qur’an sebagai sumber utamanya. Hal ini sebagaimana tersirat

dalam QS. Ali ‘Imron ayat 103.

43

Kegiatan Belajar 1

(6)

Artinya “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,...” (QS.

Ali-‘Imran [3]:103)

Sebagian ulama’ menafsirkan lafaz هللا ِلْبَحdengan Al-Qur’an.

Dengan demikian ayat tersebut mengisyaratkan agar manusia khususnya umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh kepada Al- Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.

Dalam QS. an-Nisa ayat 59, Allah Swt. juga menegaskan:

Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat

tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik

akibatnya.(QS.An-Nisa [4]:59)

Ayat tersebut terdapat perintah untuk menaati Allah Swt. (

َهللا اوُعْيِطَا), maksudnya adalah menaati ajaran Allah Swt. yakni Al- Qur’an. Dalam ayat tersebut disiratkan bahwa Al-Qur’an menempati kedudukan sebagai sumber utama dan pertama dalam rangka menyelesaikan permasalahan umat Islam. Di samping Al-Qur’an, juga terkandung maksud untuk mendasarkan pada Hadis/Sunnah Rasulullah Saw. sebagai sumber kedua setelah Al-Qur’an. Sikap yang harus dimiliki oleh setiap umat Islam adalah mengembalikan semua permasalahan kepada sumber pertamanya yaitu Al-Qur’an dan juga sumber keduanya yaitu Hadis/Sunnah Rasulullah Saw. Dengan demikian, maka akan tercapai kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat kelak..

Setelah membaca literasi di atas, maka lakukanlah analisa dengan cara diskusi berkelompok bersama 4 atau 5 teman sekelasmu untuk menyelesaikan masalah berikut ini!

1. Jelaskan kedudukan al-Qur’an dalam islam?Tulislan dalil naqli yang menunjukkan bahwa al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama!

………

………

………

………

………

44

(7)

………

………

……….

2. Jelaskan maksud hukum di dunia ini tidak boleh bertentangan dengan al-Qur’an!

………

………

………

………

………

………

………

……….

3. Mengapa al-Qur’an disebut al-Busyra?

………

………

………

………

………

………

………

……….

Presentasikan hasil diskusimu di depan bersama kelompokmu dan Tulislah hasil diskusimu di buku tugas secara individu!

A. Tujuan dan Fungsi Al-Qur’an

Bacalah Kedudukan Hadits” dalam buku teks pelajaran (BTP Al-Qur’an HaditsKelas X halaman 35 s.d. 44)

45

Kegiatan Belajar 2

Bolehkah kita melanggar lampu rambu- rambu lalu lintas?

(8)

46 Bila bepergian mau membeli kaos produk Dagadu, tapi

belum tahu lokasinya, sedangkan did

epan ada petunjuk arah ke Dagadu tapi kita abaikan justru kita mengambil arah lain. Benarkah hal demikian?

Jelaskan alasannya!

Semua ayat Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia, jelaskan maksudnya!

Jelaskan maksud Al-Qur’an Sebagai Sumber Pokok Ajaran Islam?

Ayo Berlatih !!!!

(9)

Setelah membaca literasi di atas, maka lakukanlah analisa dengan cara diskusi berkelompok bersama 4 atau 5 teman sekelasmu untuk menyelesaikan masalah berikut ini!

1. Tunjukkan salah satu bukti al-Qur’an berfungsi memberikan petunjuk bagi manusia!

………

………

………

………

………

………

………

……….

2. Apa maksudnya Al-Qur’an berfungsi sebagai pemberi peringatan dan pelajaran?

………

………

………

………

………

………

………

……….

3. Apa yang dimaksud dengan al-Qur’an sebagai sumber pokok ajaran islam?

………

………

………

………

………

………

………

……….

4. Berikan contoh perilaku orang yang memfungsikan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari!

………

………

47

(10)

………

………

………

………

………

……….

5. Sebutkan tiga sikap yang benar dalam mempelajari al-Qur’an!

………

………

………

………

………

………

………

……….

Presentasikan hasil diskusimu di depan bersama kelompokmu dan Tulislah hasil diskusimu di buku tugas secara individu!

Bacalah materi berikut dengan cermat dan teliti!

A. Proses Turunnya Al-Qur'an

Para ulama' berbeda pendapat tentang cara malaikat menerima dan menurunkan Al Qur'an. Kalau menurut Ath Thiby, boleh jadi malaikat yang menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, menerimanya dari Alloh dengan cara yang tertentu yang kita tidak dapat menggambarkannya atau malaikat itu menghafalnya dari Lauh Mahfudh.

Sesudah dihafal dari Lauh itu, malaikatpun menurunkannya, lalu memberikan kepada Nabi ( menanamkannya ke dalam jiwa Nabi).

Pendapat para ulama' tentang apa yang diturunkan itu:

a. Sebagian ulama' berpendapat bahwa yang diturunkan itu lafal dan makna. Jibril menghafal Al- Qur'an dari Lauh dan lalu menurunkannya.

48

Kegiatan Belajar 3

(11)

b. Sebagian ulama' berpendapat bahwa jibril menurunkan maknanya saja. Rosul memahami makna- makna itu, lalu beliau mentakbirkan dengan bahasa Arab.

c. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat, bahawa Jibril menerima makana lalu Jibril mentakbirkannya dengan nahasa aArab.

Dan ada paham bahwa isi langit membaca Al-Qur'an itu dengan bahasa Arab. Lafal Jibril itulah yang diturunkan kepada Nabi saw.

Pendapat pertama tentang proses (kaifiyah) turunnya Al- Qur'an, Al- Qur'an itu diturunkan ke langit dunia pada malam Al Qodar sekaligus, yakni lengkap dari awal hingga akhirnya. Kemudian diturunkan berangsur-angsur sesudah itu dalam tempo 20 tahun atau 23 tahun atau 25 tahun, berdasar kepada perselisihan yang terjadi tentang berapa lama Nabi bermukim di Mekah sesudah beliau diangkat menjadi rosul.

Pendapat lain yang kedua menyatakan, Al- Qur'an diturunkan ke langit dunia dalam 20 kali Lailatul Qadar dalam 20 tahun, atau 23 kali Lailatul Qadar dalam 23 tahun atau dalam 25 kali Lailatul Qadar dalam 25 tahun.

Pada tiap-tiap malam diturunkannya ke langit dunia sekedar yang hendak diturunkan dalam tahun itu kepada Muhammad saw, dengan cara berangsur-angsur.

Pendapat yang ketiga, permulaan diturunkan Al Qur'an ialah di malam Qadar. Kemudian diturunkan sesudah itu dengan berangsur-angsur dalam berbagai waktu. Demikian menurut Asy Sya'by.

Pendapat yang pertama adalah yang paling populer di masyarakat . mereka berpegangan kepada riwayat Ath Thabarani dari Ibnu Abbas ra.

ujarnya: " Al-Qur'an diturunkan seluruhnya, sekaligus dalam malam Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan ke langit bdunia. Kemudian dari sana diturunkan sedikit demi sedikit ke dunia." Isnad riwayat ini dpat dipakai, tetapi tidak kuat benar tentang bagaimana tahap-tahap proses Al Qur'an.

Pendapat lain menyebutkan Al Qur'an diturunkan dalam tiga kali tahapan dan tiga tingkat. Pertama, diturunkan ke lauh Mahfudz. Kedua Baitul 'Izzah di langit dunia. Ketiga diturunkan berangsur-angsur menurut kejadian kepada Nabi.

Penjelasan ini sebagaimana firmanNya:

Artinya “ Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh

.

Sedangkan keterangan berangsur-angsur sebagaimana FirmanNya

49

(12)

Artinya

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami

menurunkannya bagian demi bagian.

(QS. Al-Isra' Ayat 106)

Dari penjelasan diatas maka jelas bahwa proses diturunkannya Al Qur'an melalui beberapa tahapan, yang pertama, Al-Qur'an diturunkan Alloh Swt le Lauh Mahfudz, kedua, Al-Qur'an diturunkan oleh Alah SWT ke Baitul Izzah dan tahapan yang ketiga, Al-Qur'an diturunkan oleh Alloh Swt kepada Nabi Muhammad saw, melalui perantaraan Malaikat Jibril (dalam hafalan malaikat Jibril) secara berangsur-angsur.

B. Cara – Cara Wahyu Diturunkan

Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dengan beberapa cara sebagaimana tercantum pada firman Alloh QS. Asy Syura:

51 sebagai berikut:

ٍباَجِح ِءا َرَو ْنِم ْو َأ اًيْحَو للِإ ُهلللا ُهَمّلَكُي ْنَأ ٍر َشَبِل َناَك اَمَو ُءا َشَي اَم ِهِنْذِإِب َيِحوُيَف ًلوُسَر َلِسْرُي ْوَأ

ۚ ٌميِكَح ّيِلَع ُهلنِإ

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-

Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Di belakang tabir artinya ialah seorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi Dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi kepada Nabi Musa a.s.

Dari ayat diatas diketahui bahwa proses Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi dengan cara sebagai berikut:

1. Alloh menghunjamkan langsung ke dalam jiwa Nabi atau rosul dalam keadan terjaga atau tidur ( mimpi), mimpi Nabi yang shodiqah (yang benar). Wahyu serupa ini telah diterima Ibrahim mengenai urusan menyembelih anaknya Ismail, sebagaimana telah terjadi pula bagi Nabi kita dipermulaan wahyu yang beliau terima. Pada mulanya beliau bermimpi, mimpinya itu persis sebagaimana yang

diimpikan.wahyu serupa ini masuk ke bawah perkataan  = melainkan dengan jalan wahyu.

2. Dari balik tabir, yaitu memberitahukan dengan jalan melahirkan lebih dahulu sesuatu kepada Nabi, lalu terwujudlah jiwa Nabi denempurna kepada yang lahir itu dan terlepaslah Nabi dari segala kebimbangan

50

(13)

alam. Maka sesuatu yang dilahirkan itu menjadi hijab antara alam lahir dengan alam ghoib, dan Nabi mendengar wahyu dari belakang hijab itu. Yang seperti ini diperoleh Nabi Musa juga Nabi Muhammad ketika Isro'.

3. Dengan perantaraan Malaikat Jibril. Ini difirmankan Alloh pada QS.

Asy Syuara' ayat 193 dan 194 sebagai berikut :

ٌديِجَم ٌنآ ْرُق َوُه ْلَب

ٍظوُفْحَم ٍحْوَل يِف //

ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-

orang yang memberi peringatan ,

Sedangkan Malaikat Jibril sendiri dalam menyampaikan wahyu kepada Nabi melalui beberapa cara:

 Menampakkan wujud aslinya, wujudnya cahaya yang mempunyai sayap sebanyak enam ratus.

ٰى َرْخ ُأ ًةَلْزَن ُهآَر ْدَقَلَو

ٰىَهَتْنُمْلا ِة َرْدِس َدْنِع //

Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha ..

Sidratul Muntaha adalah tempat yang paling tinggi, di atas langit ke- 7, yang telah dikunjungi Nabi ketika mi'raj.

 Menyamar menjadi seorang laki-laki. Pernah jibril menyamar dalam rupa Dihyah Ibnu Khalifah seorang lelaki yang sangat elok rupanya.

 Terdengar suara gemuruh seperti lebah atau gemerincing lonceng. Cara ini dirasa yang paling berat. Tidak menampakkan diri, tetapi dalam keadaan " khafi" (tidak dapat dilihat) sehingga

Rosululloh tampak bagaikan koma, terkena sawan, kemasukan makhluk halus atau ayan, tetapi sedang tenggelam dalam perjuangan dengan malaikat yang bersifat rohani dan beliau lepas dari keadaan manusia biasa.

Setelah membaca literasi di atas, maka lakukanlah analisa dengan cara diskusi berkelompok bersama 4 atau 5 teman sekelasmu untuk menyelesaikan masalah berikut ini!

51 Ayo Berlatih 1

!!!!

(14)

1. Jelaskan yang tahapan turunnya al-Qur’an!

………

………

………

………

………

………

………

……….

2. Bagaimana cara wahyu diturunkan!

………

………

………

………

………

………

………

……….

3. Jelaskan hikmah diturunkan al-Qur’an!

………

………

………

………

………

………

………

……….

...

...

4. Tulis ayat Al-Qur’an yng diturunkan pertama kali dan terakhir kali diturunkan!

………

………

………

………

………

………

52

(15)

………

……….

Presentasikan hasil diskusimu di depan bersama kelompokmu dan Tulislah hasil diskusimu di buku tugas secara individu!

Setelah kalian mempelajari tentangkedudukan dan fungsi hadits terhadap al-Qur’an.Diskusikan bersama temanmu. Jangan lupa, setelah selesai dipresentasikan di depan kelas!Tulislah hasil diskusimu di buku tugas secara individu!

1. Diantara para pejabat negara yang terkena kasusu korupsi ditengarai sebagai muslim. Apakah mereka dapat dikatakan tidak mendapat petunjuk al-Qur’an? Jika mereka tahu bahwa korupsi bertentangan dengan ajaran al-Qur’an,mengapa tetap melakukannya?

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………..

2. Anda mungkin menyaksikan teman / mungkin pribadi anda sendiri yang melakukan ketika mengerjakan ujian. Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu? Apakah dapat dikatakan pelakunya tidak memfungsikan al-Qur’an dalam kehidupan?

………

………

………

………

………

………

………

………

53 Ayo Berlatih 2 !!!!

(16)

c. P en utu p

………

………

………

………..

Bagaimana Anda sekarang?

Setelah Anda belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 1, 2 dan 3berikut diberikan tabel untuk mengukur diri Anda terhadap materi yang sudah dipelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada UKBM ini di tabel berikut!

Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi

No Pertanyaan Ya Tidak

1. Apakah Anda telah memahami kedudukan al-Qur’an?

2. ApakahAnda telah memahami fungsi dan tujuan diturunkannya al-Qur’an?

3.

Apakah Anda dapat menunjukkan contoh orang yang berprilaku menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari?

4.

Apakah Anda dapat menunjukkan contoh orang yang berprilaku menjadikan al-Qur’an sebagai sumber pokok ajaran islam?

5.

Apakah Anda dapat menunjukkan contoh orang yang berprilaku menjadikan al-Qur’an sebagai peringatan dan pelajaran?

6. Apakah Anda telah memahami tahapan turunnya al- Qur’an?

7. Dapatkah Anda menjelaskan cara wahyu diturunkan?

8. Dapatkah Anda menjelaskan hikmah diturunnya al- Qur’an?

9. Dapatan anda menunjukkan dalil naqli bahwa al- Qur’an sebagai sumber hukum islam?

.

54

(17)

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut dalam buku teks pelajaran (BTP) dan pelajari ulang kegiatan belajar 1 dan 2, 3 yang sekiranya perlu Anda ulang dengan bimbingan guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Apabila Anda menjawab “YA” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah ke UKBM berikutnya.

Dimana posisimu?

Ukurlah diri kalian dalam menguasai kedudukan dan fungsi al- Qur’andalam rentang 0 – 100, tuliskan ke dalam kotak yang tersedia.

Setelah menyelesaikan soal di atas dan mengikuti kegiatan belajar 1, 2, dan 3, silakan Anda berdiskusi dengan teman sebangku atau teman lain jika memang masih ada beberapa hal yang perlu dikaji ulang.

Ini adalah bagian akhir dari UKBM materi kedudukan dan fungsi al-Qur’an, mintalah tes formatif kepada Guru Anda sebelum belajar ke UKBM berikutnya.

Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur

55

Referensi

Dokumen terkait

Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehari- hari tentang problematika

percobaan peristiwa konduksi, konveksi, dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari, serta penerapannya dalam bentuk teknologi sederhana. 

Sesuatu fenomena yang menarik dalam Al-Qur‟an berkaitan dengan operasi bilangan adalah bahwa berdasarkan urutan surat, ternyata Al-Qur‟an mengajarkan terlebih dahulu

Orientalis menganggap bahwa al-Qur`an adalah karangan Nabi SAW atau inspirasi dari Nabi SAW. Ini menjadi permasalahan hingga saat ini, karena ada perbedaan riwayat mengenai

Dari definisi al-Qur‟an yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa al-Qur‟an itu adalah merupakan salah satu mukjizat di antara mukjizat-mukjizat yang diberikan

banyak untuk melakukan sendiri keterampilan membaca al-Qur’an, diskusi atau tanya-jawab lebih banyak menyoal pengetahuan praktis dan erat dengan kehidupan sehari-hari, serta

a) Sebagian ulama berpendapat bahwa segi kemukjizatan al-Qur`an adalah sesuatu yang terkandung dalam al- Qur`an itu sendiri yaitu susunan prosanya yang asing dan

Penelitian ini berjudul “ Makna Khalīfah Dalam Al-Qur`an: Tinjauan Semantik Al- Qur`an Toshihiko Izutsu” , ini merupakan sebuah kajian yang meneliti pemaknaan kata