• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUDIANSYAH NIM: 19.0224.024 PASCASARJANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RUDIANSYAH NIM: 19.0224.024 PASCASARJANA"

Copied!
196
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Konsep ekonomi kerakyatan hadir, serta sistem perekonomian yang menjadi solusi permasalahan perekonomian suatu negara. Secara konseptual, terdapat perbedaan mendasar dari segi landasan utama antara sistem ekonomi syariah dengan sistem perekonomian Indonesia.

Deskripsi Fokus dan Fokus Penelitian

Ekonomi Kerakyatan Konsep ekonomi kerakyatan yang akan dibahas dalam penelitian ini akan fokus pada pemikiran penggagas ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan atau yang selanjutnya disebut ekonomi kerakyatan yaitu Mubyarto. Sistem perekonomian Indonesia merupakan sistem perekonomian demokrasi Pancasila, yaitu sistem perekonomian yang menitik beratkan pada perekonomian kerakyatan dan tidak dapat dipisahkan dari budaya dan moral agama masyarakat Indonesia pada umumnya yaitu agama Islam.

Rumusan Masalah

Ekonomi Syariah Ekonomi Syariah akan digunakan untuk menganalisis secara mendalam pemikiran-pemikiran Mubyart mengenai ekonomi kerakyatan dan nasionalisasi ekonomi, sehingga nantinya dapat dijelaskan apakah pemikiran-pemikiran ekonomi populer yang dikemukakan Mubyart relevan dengan ekonomi syariah atau bertentangan dengan ekonomi syariah.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian

Secara teoritis penelitian ini sangat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan konsep ekonomi umat dan konsep ekonomi syariah serta sinergi kedua konsep ekonomi tersebut dalam pembangunan ekonomi. Sebab, penelitian ini akan menjelaskan beberapa hal terkait perekonomian kerakyatan dan syariah.

Penelitian yang Relevan

Sedangkan perbedaan kedua penelitian tersebut adalah penelitian peneliti hanya terfokus pada konsep ekonomi yang digagas oleh Mubyarto yaitu ekonomi kerakyatan. Analisis dilakukan dengan mengkaji aspek kepemilikan dan aspek keadilan dalam konsep ekonomi kerakyatan menurut Mubyarto dan perspektif ekonomi syariah.

Kerangka Teoritis Penelitian

  • Konsep Ekonomi Kerakyatan
  • Konsep Ekonomi Syariah

Dalam hal ini ekonomi Islam tidak lain hanyalah penafsiran dan pengamalan ilmu ekonomi oleh umat Islam yang tidak lepas dari kesalahan dan kelemahan. Dawam Rahardjo membagi istilah ekonomi Islam ke dalam tiga kemungkinan pengertian: Pertama, yang dimaksud dengan ekonomi Islam adalah perekonomian yang berdasarkan pada nilai-nilai atau ajaran Islam.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Paradigma Penelitian
  • Sumber Data
  • Tahapan Pengumpulan Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Maka dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan akan diuraikan sebagai berikut: 62. Karena sumber data dalam penelitian ini adalah data tertulis, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi.

Garis Besar Isi Tesis

Apalagi terungkap sinergi konsep ekonomi kerakyatan dengan konsep ekonomi syariah dalam membangun sistem perekonomian nasional. Keadilan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sistem perekonomian suatu bangsa, selain dari konsep harta benda yang telah dijelaskan sebelumnya. Konsep keadilan dalam sistem perekonomian kerakyatan serupa dengan konsep keadilan yang diusung dalam sistem ekonomi syariah.

Perekonomian kerakyatan merupakan poros sentral sistem perekonomian yang sarat dengan nilai-nilai (sarat dengan nilai-nilai) moralitas ketuhanan dan kemanusiaan. Sedangkan kepemilikan publik bermanfaat untuk menunjang pendapatan masyarakat dan kesejahteraan sistem perekonomian masyarakat.

LATAR BELAKANG GENEALOGIS PEMIKIRAN EKONOMI

Sosok dan Pemikiran Mubyarto

80Tali Nugroho, Mubyarto dan Ilmu Ekonomi Kebumian, diakses dari https://www.academia.edu/2544200/Mubyarto_dan_Ilmu_Ekonomi_yang_Membumi) pada tanggal 17 Mei 2021 pukul 16.30 hal. Puluhan ulama dan sejumlah masyarakat Indonesia terlibat dalam wacana ekonomi kerakyatan (sains) yang ia ulangi – sebuah polemik paling serius dan terpanjang yang pernah terjadi dalam ilmu-ilmu sosial di Indonesia.87 Sebagai sebuah konsep, ekonomi kerakyatan memang telah lenyap. melalui fase-fase yang berbeda sebagai bentuk respon terhadap wacana tersebut. Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan ketegangan yang tidak dapat dihindari, yaitu ketegangan antara kecenderungan untuk membiarkan ilmu ekonomi tetap menjadi ilmu yang murni, abstrak, dan bebas nilai, dengan kepentingan untuk membiarkan ilmu ekonomi mempertahankan moralitas yang selalu terikat pada kemanusiaan.

87 Tri Kurniawan Pamungkas, Ekonomi Kerakyatan Mubyart dan Sosialisme Indonesia, diakses dari http://lsfcogito.org/ Ekonomi_kerakyatan_mubyarto__socialisme-indonesia/, 27 Maret 2021 pukul 15:40. Mubyarto memilih lima ekonom tersebut karena menurutnya mereka cukup mewakili gagasan mengenai korelasi antara perekonomian dan kemajuan manusia. Perjalanan karir politik Mubyart memang tidak secemerlang karir akademis dan birokrasinya, namun dapat dipahami bahwa politik menjadi upaya Mubyart dalam mengimplementasikan pemikiran perekonomian masyarakat di Indonesia.

Mubyarto dalam Pemikiran Ekonomi Kerakyatan

Pentingnya memasukkan aspek sosial dan moral ke dalam kegiatan ekonomi dalam pandangan Mubyart tentang ekonomi kerakyatan merupakan identitas tersendiri dari warna ekonomi yang digunakan di Indonesia. Pandangan Mubyart di atas memberikan informasi yang jelas bahwa sistem perekonomian kerakyatan yang diharapkannya sangat menekankan pada partisipasi sosial dan moral dalam segala kegiatan perekonomian yang dilakukan masyarakat Indonesia. Pandangan Mubyart mengenai kesetaraan sosial dalam konsep ekonomi kerakyatan atau ekonomi Pancasila merupakan sebuah konsensus dalam konteks pembangunan ekonomi nasional.

Pertama, pentingnya aspek sosial dan moral dalam sistem perekonomian Indonesia, dimana aspek moral dan sosial harus menjadi penggerak dan pendorong masyarakat Indonesia dalam melakukan aktivitas perekonomiannya. Sebab, tujuan utama perekonomian kerakyatan adalah tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.104. Dengan demikian dapat diketahui bahwa konsep ekonomi kerakyatan yang diusung Mubyarto sebagai gagasan sistem perekonomian nasional merupakan suatu struktur pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila.

Sistem Ekonomi dalam Penerapannya di Indonesia dan

  • Sistem Ekonomi Masa Orde Lama: Sosialisme Indonesia
  • Sistem Ekonomi Masa Orde Baru: GBHN
  • Sistem Ekonomi Masa Reformasi: Ekonomi Kerakyatan

Kesempatan untuk mencapai pemerataan faktor-faktor produksi merupakan suatu ciri yang ada dalam sistem perekonomian rakyat. Oleh karena itu, keadilan dalam distribusi dan kepemilikan sumber daya merupakan persoalan mendasar dalam sistem perekonomian Masyarakat.

EKSISTENSI PEMIKIRAN MUBYARTO DALAM KONSEP

Tokoh-Tokoh Pemikir Ekonomi Kerakyatan

Tegasnya, sistem usaha bersama dalam Sistem Perekonomian Indonesia harus dibangun dan dikelola, bukan dibangun dengan sendirinya.130. Bagi Widjojo, hakikat sistem perekonomian terletak pada proses berfungsinya kegiatan perekonomian dalam suatu perekonomian. Selain itu, Widjojo juga mengamini bahwa negara mempunyai peran penting dalam sistem perekonomian Indonesia.

Benar sekali Widjojo dalam artian bahwa proses kegiatan perekonomian merupakan unsur penting dalam sistem perekonomian. Penafsiran Emil Salim seperti ini memberikan arah normatif bagaimana seharusnya sistem perekonomian Indonesia dibangun. Menanggapi penafsiran Sri-Edi Swasono, ia mengawali dengan menyebutkan landasan hukum Sistem Ekonomi Pancasila.

Urgensi Pemikiran Mubyarto Bagi Pembangunan Ekonomi

  • Nilai Dasar Ekonomi Kerakyatan
  • Karakteristik Ekonomi Kerakyatan

Koperasi sebagai penopang atau penopang utama perekonomian nasional diharapkan menjadi nilai fundamental dalam sistem perekonomian kerakyatan. Sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945, negara mempunyai peranan yang sangat penting dalam sistem perekonomian rakyat. Terlebih lagi kontribusi pemikiran Mubyarto terhadap sistem perekonomian kerakyatan yang digagasnya merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri dalam sistem perekonomian Indonesia.

Kepemilikan pribadi merupakan sesuatu yang diakui dalam sistem perekonomian rakyat dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan dimiliki oleh seluruh rakyat. Peran dan tugas koperasi syariah dalam sistem ekonomi syariah juga mempunyai kemiripan dengan konsep koperasi yang diusung dalam perekonomian kerakyatan. Sebagai sistem perekonomian yang mengedepankan akhlak dan kekeluargaan, hal ini jelas bukan sesuatu yang diharapkan dalam perekonomian kerakyatan atau perekonomian syariah.

KONTRIBUSI PEMIKIRAN MUBYARTO TERHADAP EKONOMI

Kontribusi Pemikiran Mubyarto Terhadap Ekonomi Indonesia

Keinginan Mubyarto untuk menerapkan sistem ekonomi unik yang sesuai dengan jati diri bangsa jelas menjadi prioritas. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan subsistem dari sistem ekonomi Pancasila yang diragukan dan ditolak secara tegas oleh para teknokrat yang begitu terpesona dengan sistem ekonomi kapitalis liberal Barat. Sebagaimana diketahui, sistem perekonomian kerakyatan merupakan penjabaran dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ideal perekonomian dan jati diri umat manusia Indonesia.

Sistem perekonomian kerakyatan sebagai landasan perekonomian nasional tentu tidak beretika atau serba negara seperti sistem ekonomi sosialis dan individualistis seperti sistem ekonomi kapitalis. Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan konsep kepemilikan dan keadilan dalam perekonomian kerakyatan dengan berangkat dari landasan fundamental, yaitu identitas unik sistem perekonomian nasional. Lebih dari itu, artikel ini akan menjelaskan kepadatan nilai kedua sistem ekonomi tersebut, khususnya pada aspek kepemilikan dan keadilan.

Konsep Kepemilikan dalam Ekonomi Kerakyatan Menurut

Konsep dasar yang dapat dijabarkan dalam sistem perekonomian kerakyatan sebagaimana diuraikan di atas adalah konsep keadilan antara kepemilikan sumber daya dengan distribusi pendapatan dan kesejahteraan. Dari uraian tersebut terlihat jelas bahwa konsep kepemilikan swasta dalam perekonomian nasional bukanlah sesuatu yang bisa dinegasikan. Jelas bahwa kepemilikan publik terhadap perekonomian rakyat merupakan hal yang pasti mendapat perhatian, hal ini membangun semangat kerja sama yang efektif di bidang produksi.

Properti publik dalam perekonomian publik memberikan hak kendali publik untuk mencegah individu mengendalikan sumber daya secara eksklusif dan memilikinya untuk keuntungan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik ekonomi kerakyatan maupun ekonomi syariah memiliki konsep yang erat mengenai kepemilikan publik. Kepemilikan negara atas sumber daya alam, khususnya dalam arti kepemilikan atas tanah, air, dan tanah, ditujukan untuk sebesar-besarnya bagi rakyat dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana terdapat dalam perekonomian nasional.

Konsep Keadilan dalam Ekonomi Kerakyatan Menurut

Hal ini sangat mungkin terjadi atas dasar kenyataan bahwa perekonomian, baik dalam konsep ekonomi kerakyatan maupun dalam konsep ekonomi syariah, bersifat dinamis. Hal inilah yang meletakkan landasan awal konsep perekonomian kerakyatan dengan lembaga koperasi sebagai landasan perekonomiannya. Perspektif ekonomi syariah terhadap konsep kepemilikan dan keadilan dalam pemikiran ekonomi masyarakat Mubyarto mempunyai benang merah dengan persamaan dan perbedaan sebagai keunikan masing-masing konsep ekonomi.

Perkembangan pemikiran kritis di kalangan akademisi dalam menganalisis sistem ekonomi liberal-kapitalis dan sosial-komunis sebagai upaya membangun sistem perekonomian nasional berdasarkan konsep ekonomi kerakyatan dan konsep ekonomi syariah. Semoga dapat menjalankan fungsi regulasi dan legislasi serta fasilitasi secara optimal untuk mendorong pengembangan pemikiran ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah sebagai upaya mewujudkan sistem perekonomian nasional. Ekonomi Syariah Sebagai Landasan Ekonomi Kerakyatan Mewujudkan Indonesia Sejahtera, Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 1 No 1.

PENUTUP

Simpulan

Implikasi

  • Implikasi Teoritis
  • Implikasi Praktis

Sebagai bangsa yang berkarakter budaya dan realitas penduduknya mayoritas beragama Islam, sudah selayaknya Indonesia memiliki sistem perekonomian nasional (SEN) yang bercirikan perekonomian kerakyatan dengan sinergi nilai-nilai ekonomi syariah. Hal ini secara teoritis menegaskan pernyataan bahwa sistem perekonomian nasional tidak dibangun dengan mengadopsi sistem perekonomian konvensional secara keseluruhan tanpa menyesuaikan dengan kondisi dan ideologi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Secara teoritis, sinergi konsep ekonomi kerakyatan dengan konsep ekonomi syariah dapat menghasilkan sistem perekonomian nasional yang tangguh, sistem perekonomian yang bersifat solusi dan adaptif baik terhadap kearifan budaya maupun perubahan tatanan perekonomian dunia.

Selain itu, perlu dilakukan analisis dan pemetaan konsep ekonomi kerakyatan dan konsep ekonomi syariah dalam kaitannya dengan permasalahan perekonomian melalui pendekatan filosofis dan praktis guna menambah bobot sistem perekonomian nasional. Aspek kepemilikan dan keadilan dalam sistem ekonomi kerakyatan dan perspektif ekonomi syariah menjadi fokus penelitian ini, bermula dari keyakinan bahwa kedua permasalahan utama tersebut merupakan permasalahan utama sistem ekonomi konvensional, baik pada liberalisme maupun sosialisme. Mempromosikan literasi dengan menulis dan menerbitkan artikel terkait kajian teoritis dan empiris terkait konsep ekonomi kerakyatan, konsep ekonomi syariah dan sinergi keduanya dalam membangun sistem perekonomian nasional.

Rekomendasi

Menurut ketua program magister Institut Agama Islam (IAIN) Parepare, dan khususnya Program Studi Ekonomi Syariah, sebaiknya konsep ekonomi kerakyatan dimasukkan ke dalam struktur kurikulum mahasiswa pascasarjana. Konsepsi Pokok Pemikiran Ekonomi Islam, Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Umat untuk Kesejahteraan Masyarakat, Al-Mustashfa, Vol. Peran UKM dan Koperasi dalam Mewujudkan Perekonomian Masyarakat di Indonesia, Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen, Volume VIII No.

Ekonomi Kerakyatan Mubyart dan Sosialisme Indonesia diakses dari http://lsfcogito.org/ Ekonomi_kerakyatan mubyarto jasaisme-indonesia/, 27 Maret 2021. Pancasila dan Eksistensi Ekonomi Kerakyatan dalam Menghadapi Kapitalisme Global, Jurnal Terapung: Ilmu Pengetahuan Sosial, Vol. Membangun perekonomian nasional dalam kerangka paradigma pembangunan swasembada lokal, Jurnal Ilmiah Ekonomi, Volume 11, Nomor 4, November: 146-175.

Gambar

Tabel 0.1: Tabel Transliterasi Konsonan
Tabel 0.2: Tabel Transliterasi Vokal Tunggal
Tabel 0.4: Tabel Transliterasi Maddah

Referensi

Dokumen terkait