KEMENTERIAN KESEHATAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN S A L A T I G A
Jl. Hasanudin No. 806, telp : (0298) 326130, fax : (0298) 322703,
PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN RS PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
sebagailnstansi
Pemerintahyang melaksanakan
PPK-
BLU (PolaPengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum),
sesuaidengan amanat PP No. 23 tahun 2005
tentangPengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
(BLU), berupaya untuk mengembangkan unit-unit pelayanan yangmempunyai daya ungkit cukup besar guna
mendukung peningkatan kinerja rumah sakit.Rumah Sakit Paru dr.
Ario Wirawan Salatiga merupakan satu
unit pelayanankesehatan paru di Jawa Tengah yang telah berhasil mengembangkan diri
menjadipusat rujukan, khususnya terhadap penanganan penyakit paru dengan
unggulan Asma dan PPOK, di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, dan pada tahun 2015 telah mendapat predikat AkreditasiTingkat
"PARIPURNA"dari KARS
untukakreditasi
RSVersi 2012 dan pada akhir bulan Oktober tahun 2017 telah melaksanakan
Re-Akreditasi
RSVersi2012 oleh
KARS.Sebagaiupaya
pelaksanaan program / kegiatan guna memberikan pelayanandan operasionalisasi rumah sakit perlu disusun Dokumen Perencanaan
KinerjaTahunan
(PKT),dengan
berbagai keterbatasan yang ada, diharapkan "PerencanaanKinerja Tahunan RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, untuk Tahun
2020"ini, dapat menjadi acuan dan bahan evaluasi dalam upaya pencapaian kinerja Rumah
Sakit Paru dr. ArioWirawan
Salatigatahun
2A20.Januari2020
Utama,Widayati, M.Kes
161989032009s-1 rl t
I
,il
\+-
OIREXIORAI Jt i.0ERAL PELAYANAN
PKT 2020 RSPAW Salatiga
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi ... iii
Daftar Tabel ... iv
Daftar Gambar dan Grafik ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Maksud dan Tujuan ... 1
1.3. Dasar Hukum ……….. 2
1.4. Ruang Lingkup ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM ... 5
2.1. Kelembagaan ... 5
2.1.1. Visi, Misi, Tujuan, Motto, Nilai-nilai, Jargon, dan Logo ... 6
2.1.2. Tugas Pokok dan Fungsi ... 8
2.2. Jenis Pelayanan ... 10
2.3. Organisasi ... 12
2.4. Sumber Daya ... 14
2.4.1. Sumber Daya Manusia ... 14
2.4.2. Sarana / Prasarana dan Peralatan ... 18
2.4.3. Sumber Daya Keuangan (Dana) ... 23
BAB III PETA STRATEGI DAN PROGRAM KERJA STRATEGIS ... 24
BAB IV IKU DAN KAMUS IKU ………... 33
4.1. Matriks IKU (Indikator Kinerja Utama) …... 33
4.2. Kamus IKU ………... 39
BAB V PERENCANAAN KINERJA ……... 79
5.1. RKT dan Perjanjian Kinerja 2020 ………... 79
5.2. Pendapatan Tahun 2020 ………... 82
5.3. Standar Pelayanan Minimal Tahun 2020... 83
5.4. Key Performance Indicator (KPI) Tahun 2020 ... 88
5.5. Pelayanan Tahun 2020 ……… 88
5.6. Indikator Kinerja BLU Tahun 2020 ... 88
5.7. IKI Direktur Utama dan IKT Tahun 2020 .………. 91
5.7.1. IKI Direktur Utama ... 91
5.7.2. IKT RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2020 ... 92
5.8. Indikator Kinerja RS BLU ..………. 93
BAB VI PENUTUP ... 98
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1 : Distribusi Pegawai Menurut Jenis Ketenagaan
RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ... 14
Tabel 2.2 : Fasilitas Gedung Pelayanan RS, 2020 ... 18
Tabel 2.3 : Peralatan pendukung Pelayanan, 2020 ... 20
Tabel 2.4 : Sumber Anggaran RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga ... 23
Tabel 3.1 : Program Kerja Strategis RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Periode 2015 s.d. 2020 …………... 25
Tabel 3.2 : Sasaran Strategi, Program Prioritas dan Kegiatan 2020 ……….. 29
Tabel 4.1 : Matriks IKU RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2015 s.d 2020 ……….. 33
Tabel 5.1 : Target Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Perjanjian Kinerja RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Tahun 2020 ... 79
Tabel 5.2 : Target Pendapatan RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 …. 82 Tabel 5.3 : Standar Pelayanan Minimal (SPM) RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ………….……….. 83
Tabel 5.4 : Target Key Performance Indicator (KPI) RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ... 88
Tabel 5.5 : Target Pelayanan RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020... 88
Tabel 5.6 : Skor Penilaian Kinerja pada Aspek Keuangan RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ... 89
Tabel 5.7 : Skor Penilaian Kinerja pada Aspek Pelayanan RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ... 90
Tabel 5.8 : IKI Direktur Utama RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ... 92
Tabel 5.9 : IKT RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ……….…………... 93
Tabel 5.10 : Area Klinis Proyeksi Kinerja RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ………... 93
Tabel 5.11 : Area Manajerial Proyeksi Kinerja RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ………... 94
Tabel 5.12 : Area Keuangan Proyeksi Kinerja RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ………... 95
Tabel 5.13 : Total Skor Proyeksi Kinerja
RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 ………... 97
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar 2.1 : Logo RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga ... 7
Gambar 2.2 : Bagan Struktur Organisasi RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga ... 14
Grafik 2.1 : Distribusi Pegawai RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Berdasarkan Tingkat Pendidikan 2020 …..…... 17
Grafik 2.2 : Distribusi PNS RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Menurut Golongan 2020... 18
Gambar 3.1. : Peta Strategi BSC RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga …….. 24
Gambar 4.2.1 : Kamus IKU % Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional 40 Gambar 4.2.2 : Kamus IKU Tingkat Kesehatan BLU... 41
Gambar. 4.2.3 : Kamus IKU Tingkat Kepuasan Pelanggan... 42
Gambar 4.2.4 : Kamus Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK)... 43
Gambar 4.2.5 : Kamus IKU Ketepatan Identifikasi Pasien... 44
Gambar 4.2.6 : Kamus Waktu Tunggu Rawat Inap < 30 menit ... 45
Gambar 4.2.7 : Kamus Waktu Tunggu Tindakan Elektif Bronchuscopy < 24 jam 46 Gambar 4.2.8 : Kamus Waktu Tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan < 30 menit 47 Gambar 4.2. 9 : Kamus Waktu Tunggu Penaganan Kegawatdaruratan Respirasi 48 Gambar 4.2.10 : Kamus IKU Waktu Tunggu Operasi Elektif ( WTE)... 49
Gambar 4.2.11 : Kamus Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi ... 50
Gambar. 4.2.12 : Kamus Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium... 51
Gambar 4.2.13 : Kamus Ventilator Associated Pneumonia ( VAP)... 52
Gambar 4.2.14 : Kamus IKU Pasien TB RO yang terdiagnosis dan terobati... 53
Gambar 4.2.15 : Kamus IKU % Peningkatan Kunjungan Pasien Kanker Paru di Rawat Inap……… 54
Gambar 4.2.16 : Kamus IKU Kejadian Kematian di Meja Operasi... 55
Gambar 4.2.17 : Kamus IKU Jumlah Kegiatan Promosi TB RO... 56
Gambar 4.2.18 : Kamus IKU Jumlah Kerjasama dengan Institusi yang Berkaitan dengan Layanan RS... 57
Gambar 4.2.19 : Kamus IKU Jumalah Publikasi Penelitian Tingkat Nasional.... 58
Gambar 4.2.20 : Kamus IKU Tingkat Kepuasan Peserta Didik... 59
Gambar 4.2.21 : Kamus IKU Kerjasama dengan Institusi Pendidikan untuk mendukung Peningkatan Pelayanan... 60
Gambar 4.2.22 : Kamus IKU Angka Kematian IGD... 61
Gambar 4.2.23 : Kamus IKU Kepatuhan Clinical Pathway... 62
Gambar 4.2.24 : Kamus IKU Kepatuhan Penggunaan Fornas... 63
Gambar 4.2.25 ; Kamus IKU Angka Kejadian Phlebitis... 64
Gambar 4.2.26 : Kamus IKU Pengembalian Rekam Medik Lengkap dalam Waktu 1x 24 jam………. 65
Gambar 4.2.27 : Kamus IKU Kasus Perdarahan Masif pada Tindakan Bronchoscopy... 66
Gambar 4.2.28 : Kamus IKU Penanganan Emergency Kasus Ventil Pneumothorak < 2 jam... 67
Gambar 4.2.29 : Kamus IKU %Staf di Area Kritis yang mendapatkan Pelatihan 20 jam/ orang / Tahun... 68
Gambar4.2.30 : Kamus IKU Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan... 69
Gambar 4.2.31 : Kamus IKU % SDM sesuai Kompetensi ... 70
Gambar 4.2.32 : Kamus IKU % Pemenuhan Peralatan Medik sesuai Standar RS Khusus Kelas A... 71
Gambar 4.2.33 : Kamus IKU Pemeliharaan Peralatan Medik yang sesuai Kebutuhan……… 72
Gambar 4.2.34 : Kamus IKU % Ketepatan Kalibrasi Alat sesuai Jadwal ... 73
Gambar 4.2.35 : Kamus IKU Jumlah Modul TIK yang terintegrasi... 74
Gambar 4.2.36 : Kamus IKU Utilisasi Alat Kedokteran Canggih... 75
Gambar4.2.37 : Kamus IKU Karyawan Melebihi Target Kinerja... 76
Gambar 4.2.38 : Kamus IKU Ketepatan Jam Visite Dokter………. 77
Gambar 4.2.39 : Kamus IKU Kerjasama dengan Faskes dan Institusi Pendidikan
untuk melengkapi Kebutuhan SDM dan Fasilitas Pendukung Pelayanan…… 78
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga yang pada awal mulanya merupakan sebuah Sanatorium atau tempat peristirahatan, dan saat ini telah berkembang menjadi sebuah Institusi pemberi pelayanan di bidang kesehatan secara paripurna utamanya pada penyakit respirasi.
Pengembangan dan penataan organisasi Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga telah dilakukan secara terus menerus, dan pada tahun 2008, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 249/Menkes/Per/III/2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga mempunyai kesempatan untuk lebih berkembang, hal ini juga didukung dengan keluarnya SK Menteri Kesehatan RI Nomor : 438/Menkes/SK/VI/2009 tanggal 18 Juni 2009, tentang Peningkatan Kelas Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A, sehingga RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dapat lebih fleksibel dalam melaksanakan pengelolaan keuangan, peningkatan dan pengembangan pelayanan guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara paripurna.
Sebagai upaya untuk peningkatan mutu pelayanan dan manajemen, pada tahun 2015 dilakukan Akreditasi RS Versi 2012 oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit), dan mencapai hasil Tingkat “PARIPURNA”, selanjutnya pada akhir bulan Oktober 2017 RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga telah melaksanakan Re-Akreditasi RS Versi 2012 oleh KARS. Dan telah di lakukan survey Akreditasi verifikasi dari Kars pada tahun 2018 dan 2019
Pada pelaksanaan program / kegiatan pelayanan dan operasionalisasi RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga perlu didukung adanya dokumen Perencanaan Kinerja Tahunan (PKT) 2020.
1.2. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Dokumen Perencanaan Kinerja Tahunan (PKT) 2020 ini,
dimaksudkan sebagai dasar untuk pelaksanaan atas program / kegiatan yang
diselenggarakan oleh RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga pada tahun 2020.
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan dokumen PKT 2020 Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga sebagai berikut :
a. Sebagai bahan untuk mengetahui capaian kinerja atas pelaksanaan program / kegiatan RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga;
b. Memaparkan indikator-indikator kinerja yang akan dicapai RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, pada tahun 2020, yang meliputi :
1). Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2020;
2). Perjanjian Kinerja Tahun 2020;
3). Pendapatan Tahun 2020;
4). Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2020;
5). Key Performance Indicator (KPI) Tahun 2020;
6). Pelayanan Tahun 2020;
7). Indikator Kinerja BLU Tahun 2020, meliputi : a). Aspek Keuangan, terdiri dari :
Sub Aspek Rasio Keuangan;
Sub Aspek Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU.
b). Aspek Pelayanan, terdiri dari :
Sub Aspek Layanan;
Sub Aspek Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat.
8). Indikator Kinerja Rumah Sakit Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2020;
9). IKI Direktur Utama RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2020;
10). IKT RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2020;
11). Indikator Kinerja Rumah Sakit Tahun 2020.
1.3. Dasar Hukum
Rumah sakit paru dr. Ario Wirawan sebagai instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya didasarkan pada peraturan-peraturan yang berlaku, yaitu :
1. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5063);
2. Undang - Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran
Negara RI Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
5. Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2015 Tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit;
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan;
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga;
9. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 274/KMK.05/2007 tanggal 21 Juni 2007 tentang Penetapan Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga pada Kementerian Kesehatan Sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
10. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 756/MENKES/ SK/ VI/ 2007 tanggal 26 Juni 2007 tentang Penetapan 15 (Lima Belas) Rumah Sakit Unit Pelaksana (UPT) Kementerian Kesehatan Dengan Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
11. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, nomor PER-24/PB/2018, tanggal 29 November 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-36/PB/2016 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan;
12. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/I/6209/2018 tanggal 14 Desember 2018, tentang Izin Operasional Rumah Sakit Khusus Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Sebagai Rumah Sakit Khusus Paru Kelas A;
13. Rencana Strategis Bisnis (RSB) RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Tahun 2020 s.d 2024.
1.4. Ruang Lingkup Bab I Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Maksud dan Tujuan
3. Dasar Hukum
4. Ruang Lingkup Bab II Gambaran Umum 1. Kelembagaan 2. Sumber Daya
Bab III Peta Strategis dan Program Kerja Strategis Bab IV IKU dan Kamus IKU
1. Matriks IKU 2. Kamus IKU Bab V Perencanaan Kinerja
1. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2020;
2. Perjanjian Kinerja Tahun 2020;
3. Pendapatan Tahun 2020;
4. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2020;
5. Key Performance Indicator (KPI) Tahun 2020;
6. Indikator Kinerja (Tingkat Kesehatan) BLU Tahun 2020, meliputi : a). Aspek Keuangan, terdiri dari :
Sub aspek Rasio Keuangan;
Sub aspek Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU;
b). Aspek Pelayanan, terdiri dari :
Sub aspek Layanan;
Sub aspek Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat;
8). IKI Direktur Utama RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2020;
9). IKT RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2020;
10). Indikator Kinerja Rumah Sakit Tahun 2020.
Bab VI Penutup
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1. Kelembagaan
Rumah Sakit ini secara kelembagaan berada di bawah Departemen Kesehatan RI yang saat ini disebut dengan Kementerian Kesehatan, dengan struktur organisasi tidak jelas. Baru pada tahun 1978 dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 137/MenKes/SK/IV/1978 ditetapkan Struktur Organisasi yang lebih jelas tugas pokok dan fungsinya yaitu sebagai rumah sakit khusus yang menyelenggarakan pelayanan terhadap penderita penyakit TB paru, dengan sebutan RSTP. Beberapa sanatorium di Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai RSTP hanya RSTP “Ngawen” Salatiga dan RSTP Kalibakung Slawi Tegal, sedangkan 3 (tiga) eks sanatorium, masing-masing di Semarang, Klaten dan Purwokerto dikonversi dengan Rumah Sakit Umum. Selanjutnya pada tanggal 26 September 2002, dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, nomor 1208/Menkes/SK/IX/2002, RSTP “Ngawen”
Salatiga berubah nama menjadi Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, dan merupakan satu-satunya rumah sakit paru di Provinsi Jawa Tengah.
Peluang tersebut menjadikan Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi rumah sakit dengan cakupan wilayah yang cukup luas yaitu wilayah Jawa Tengah dan Provinsi lain yang tidak memiliki RSTP. Peluang ini bertambah besar bila ditinjau dari letak Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga yang berlokasi diantara 3 (tiga) kota besar yaitu Semarang, Yogyakarta dan Surakarta, dimana ketiga kota tersebut diharapkan mampu mendukung keberadaan Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga baik dalam pengadaan SDM, sarana maupun prasarana.
Tugas tersebut secara riil telah dilakukan oleh Rumah Sakit Tuberkulosa Paru-Paru “Ngawen” Salatiga. Hal ini baru terwujud dengan terbitnya SK Menkes RI tanggal 26 Pebruari 2004 Nomor: 190/MENKES/SK/II/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Paru, yang membawa konsekuensi bertambahnya beban kerja, kebutuhan dana dan SDM serta lebih luasnya cakupan pelayanan.
Kebijakan pemerintah selanjutnya, dalam hal ini Departemen Kesehatan RI
menetapkan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Depkes RI sebagai Instansi
Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
(PPK-BLU) berdasarkan SK Menteri Keuangan no.274/KMK.05/2007 tanggal 21 Juni
2007 dan SK Menteri Kesehatan No. 756/Menkes/SK/VI/2007 tanggal 26 Juni 2007.
Perkembangan selanjutnya dengan diterbitkannya Permenkes Nomor 249/Menkes/Per/III/2008, tertanggal 11 Maret 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga mempunyai kesempatan untuk lebih berkembang, hal ini juga didukung dengan keluarnya SK Menteri Kesehatan RI Nomor: 438/Menkes/SK/VI/2009 tanggal 18 Juni 2009, tentang Peningkatan Kelas Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A, sehingga Rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dapat lebih fleksibel dalam melaksanakan pengelolaan keuangan, peningkatan dan pengembangan pelayanan guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara paripurna.
Pada tahun 2015, RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, telah mendapatkan predikat Lulus Akreditasi Tingkat “PARIPURNA” dari KARS untuk akreditasi RS Versi 2012, melalui sertifikat No. KARS-SERT/115/VI/2015, tertanggal 19 Juni 2015, dan pada tahun 2018 dan 2019 telah dilakukan survey verifikasi Akreditasi SNAR Edisi I oleh Kars, dengan predikat tersebut menjadikan semangat untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
2.1.1. Visi, Misi, Tujuan, Motto, Budaya Organisasi, Jargon, dan Logo
Visi Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, adalah “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong- royong “.
Misi Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia;
2. Meningkatkan sinergisme lintas sektor,pusat dan daerah,untuk menuju konvergensi dalam intervensi sasaran prioritas dan program prioritas;
3. Memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kesehatan paru dan pernapasan;
4. Melaksanakan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan kesehatan paru dan pernapasan;
5. Melaksanakan tata kelola rumah sakit yang baik;
Tujuan Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga adalah “ Mewujudkan
masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan di bidang kesehatan paru dan
pernapasan berasaskan gotong royong”.
Nilai-nilai (core values) yang menjadi budaya kerja organisasi dikembangkan selaras dengan misi organisasi, adalah “PERFECT”, yang merupakan singkatan dari:
Profesional, Empati, Responsif, Fokus, Efektif dan Efisien, Cinta, Terpercaya.
Pengertian yang terkandung dalam budaya organisasi tersebut adalah :
1. Profesional, artinya pemberian pelayanan kesehatan paru dan pernapasan sesuai standar profesi;
2. Empati, artinya ikut memahami dan merasakan keadaan emosional yang dialami oleh pasien maupun keluarga;
3. Responsif, artinya cepat dan tanggap dalam memberi pelayanan terhadap pelanggan;
4. Fokus, artinya memberikan perhatian penuh pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta pelayanan;
5. Efektif dan efisien, artinya memanfaatkan sumber daya secara tepat guna dan berhasil guna;
6. Cinta, artinya dalam memberikan pelayanan didasarkan pada rasa cinta kasih;
7. Terpercaya, artinya manajemen dan pelayanan dipercaya.
Jargon yang merupakan Nilai Keyakinan (Core Belief) Rumah Sakit Paru dr.
Ario Wirawan Salatiga. Adalah “Menjadi Lebih Baik dan Membanggakan”
Logo Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, seperti gambar di bawah ini :
Gambar 2.1. : Logo RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
Kandungan maksud dari logo tersebut, adalah :
1. Visualisasi secara Harfiah, Paduan 2 (dua) komponen gambar yang menyatu terdiri dari:
Gambar Cross;
Gambar penampang paru;
Teks berisikan “rspaw”.
2. Makna Logo :
Bentuk gambar Cross berwarna Biru Toska : Lambang pelayanan kesehatan di RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, dilakukan secara PERFECT dan Paripurna untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat;
Gambar Paru berwarna Hijau : RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga sebagai Rumah Sakit Khusus yang memberikan pelayanan kesehatan paru secara komprehensip, meliputi Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif secara profesional;
Teks berwarna Orange : kejelasan bahwa RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, berkomitmen tinggi untuk melakukan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan Patien Safety dan Patien Center Care.
2.1.2. Tugas Pokok dan Fungsi
Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga telah ditetapkan sebagai instansi dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) berdasarkan SK Menteri Keuangan No.274/KMK.05/2007 tanggal 21 Juni 2007 dan SK Menteri Kesehatan No756/Menkes/SK/VI/2007, selanjutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.55 Tahun 2019 tentang organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dijabarkan mengenai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
Tugas pokok Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga adalah Menyelenggarakan pelayanan Kesehatan perorangan secara Paripurna dengan Kekhususan Pelayanan Kesehatan di Bidang Penyakit Paru
Fungsi Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga adalah : 1. Penyusuanan Rencana Program dan anggaran;
2. Pengeolaan Pelayanan Medis dengan Kekhususan pelayanan kesehatan di Bidang Penyakit Paru;
3. Pengelolaan Pelayanan Penunjang Medis;
4. Pengelolaan Pelayanan Penunjang Non Medis;
7. Pengelolaan Penelitian , Pengembangan, dan Penapisan teknologi dengan kekhususan di Bidang Penyakit paru ;
8. Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Negara;
9. Pengelolaan Sumber daya manusia;
10. Pelaksanaan Urusan Hukum , Organisasi dan Hubungan Masyarakat;
11. Pelaksanaan Kerjasama;
12. Pengelolaan sistem Informasi;
13. Pelaksanaan Urusan Umum; dan 14. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan.
Sejalan dengan kesadaran masyarakat tentang hak atas pelayanan kesehatan dan tuntutan agar rumah sakit meningkatkan mutu dan jenis pelayanan yang dimiliki Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga ikut berkembang, disamping fungsi-fungsi tersebut di atas juga melakukan fungsi promotif dan preventif yang merupakan pelayanan pendukung utama rumah sakit.
Fungsi promotif dan preventif yang dilakukan antara lain :
1. Pembinaan pada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dalam rangka pelayanan terpadu HIV/AIDS;
2. Kunjungan sosial medis yakni kegiatan penyelenggaraan pelayanan terpadu pengobatan TB-HIV yang melibatkan stakeholder, misalnya pada Puskesmas Dinas Kesehatan Kab/ Kota, Lapas, Pekerja Sektor swasta;
3. Kepedulian sosial melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat, misalnya : Panti Jompo, Panti Asuhan, Keluarga Miskin, Khitanan Massal bersama Pawarsa dan Bazar Ramadhan;
4. Pengembangan Pelayanan Pengobatan Pasien TB Resisten Obat dengan didukung pengembangan SITATRA dengan mengoptimalkan jejaring antara RS,DKK, Puskesmas dan Masyarakat peduli TB;
5. PKMRS yakni kegiatan penyuluhan reguler baik terhadap pasien itu sendiri keluarga maupun pengunjung ;Sosialisasi senam asma baikterhadap pasien maupun anggotayang membutuhkan;
6. Penyelenggaraan dan sosialisasi senam asma baik terhadap pasien maupun anggota masyarakat lain yang membutuhkan;
7. Kepedulian sosial melalui Pemeriksaan dan Konsultasi kesehatan secara
gratis kepada masyarkat , Seminar Kesehatan untuk Masyarkat umum,
Penyuluhan Kesehatan untuk Masyarakat.
8. Pembinaan Kelompok pendamping Penderita TB-MDR, yaitu PATRIOT dan Aisyah;
9. Kegiatan Pembinaan bersamaDinkes Provinsi Jawa Tengah untuk Rumah Sakit di Provinsi Jawa Tengah yang baru akan mengadakan layanan TB- MDR.
2.2. Jenis Pelayanan
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga memiliki pelayanan unggulan pengembangan pelayanan pencegahan dan pengobatan Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Guna mendukung pelaksanaan pelayanan tersebut, Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga memiliki jenis pelayanan dan perawatan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdiri atas :
Jenis-jenis Pelayanan di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, sesuai dengan SK Direktur Utama Nomor YR.01.01/XXXV/4023/2018 sebagai berikut :
1. Pelayanan Rawat Jalan
a. Poliklinik Respirasi, terdiri dari : 1). Klinik Paru :
a. Infeksi : (Non TB, TB, dan TB-MDR);
b. Onkologi Thoraks;
c. Asma dan PPOK;
d. Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Nafas;
e. Faal Paru Klinik;
f. Paru Kerja dan Lingkungan;
g. Imunologi Klinik;
2). Klinik THT;
3). Klinik Rehabilitasi Medik;
4). Klinik Gigi dan Mulut;
5). Klinik Jiwa;
6). Klinik VCT (Penanganan HIV/AIDS);
b. Poliklinik Non Respirasi, terdiri dari : 1). Klinik Penyakit Dalam;
2). Klinik Anak;
5). Klinik Mata ;
6). Klinik Konsultasi Gizi 2. Pelayanan Rawat Inap
a. Ruang Rawat Intensif 1. ICU Paru : 3 TT;
2. ICU Non Paru : 5 TT;
3. R. Isolasi : 1 TT;
b. Ruang Rawat Inap 1. Kelas I : 41 TT;
2. Kelas II : 33 TT;
3. Kelas III : 61 TT;
4. Kelas VIP : 28 TT;
5. Kelas Utama : 10 TT;
c. Ruang Rawat Inap TB Resisten Obat (TB-MDR) 1. Klas III : 4 TT
3. Pelayanan Gawat Darurat;
4. Pelayanan Bedah;
5. Pelayanan Kemoterapi;
6. Pelayanan Penunjang Medis a. Radiologi;
b. Laboratorium 1. Patologi Klinik;
2. Mikrobiologi Klinik;
3. Patologi Anatomik;
c. Rehabilitasi Medik 1. Fisioterapi;
2. Psikologi;
d. Farmasi;
e. Gizi;
f. Rekam Medis;
g. CSSD (Central Sterile Supply Department).
7. Pendukung Pelayanan
a. Kesehatan Lingkungan dan Pemulasaraan Jenazah;
b. Sistem Informasi Rumah Sakit;
c. Humas dan Pelayanan Pelanggan;
d. Logistik;
e. Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit;
f. Laundry / Washray;
g. Verifikasi dan Asuransi Kesehatan;
2.3. Organisasi
Mengacu Permenkes Nomor 55 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dan Keputusan Menteri Kesehatan
R.I Nomor : KP.03.03/Menkes/581/2018, tanggal 15 Oktober tentang Pengangkatan,
Pemindahan dan Pemberhentian Dalam Dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Di Lingkungan Kementerian Kesehatan. Gambaran Struktur Organisasi dan
Tatalaksana Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, seperti di bawah ini
Gambar 2.2. : Bagan Struktur Organisasi
RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
2.4. Sumber Daya
2.4.1. Sumber Daya Manusia
Jumlah Sumber Daya Manusia / Pegawai Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan salatiga, sampai dengan tahun 2019, tercatat ada 607 pegawai yang terdiri dari 483 tenaga PNS/Non PNS dan 14 tenaga Mitra serta 110 tenaga Out Sourcing. Distribusi pegawai menurut jenis ketenagaan dan pendidikan dan golongan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 2.1. Distribusi Pegawai Menurut Jenis Ketenagaan RS. Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, 2020 NO KUALIFIKASI
PENDIDIKAN PNS/CPNS NON PNS MITRA TOTAL
1 Medis 43
a Dokter Spesialis Paru
Konsultan 1 1
b Dokter Spesialis Paru 3 1 4
c Dokter Spesialis Penyakit
Dalam 3 3
d Dokter Spesialis Radiologi 1 1
e Dokter Spesialis Anak 1 1
f Dokter Spesialis Patologi
Klinik 1 1
g Dokter Spesialis Patologi
Anatomi 1 1
h Dokter Spesialis Bedah 1 2 3
i Dokter Spesialis Anestesi 1 1
j
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiltasi
1 1
k Dokter Spesialis Onkologi
Radiasi 1 1
l Dokter Sepsialis Mata 1 1
m
Dokter Spesialis
Kedokteran jiwa dan atau Psikiatri
1 1
n
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan - Bedah Kepala Leher
1 1
o Dokter Spesialis Saraf 1 1
p Dokter Spesialis Bedah
Thorax 1 1
Tabel 2.1. Lanjutan...
NO KUALIFIKASI
PENDIDIKAN PNS/CPNS NON PNS MITRA TOTAL
s Dokter Umum 16 2 18
2 Psikologi 2
a S-2 Psikologi
b S-1 Psikologi (profesi) 1 1
c S-1 Psikologi 1 1
3 Keperawatan 179
a S-1 Profesi Ners 20 2 22
b S-1 12 12
c D-III 112 33 145
4 Tenaga Kesehatan Non
Keperawatan 80
a Tenaga Farmasi
S-2 Apoteker 1 1
Apoteker 1 1 2
D-III Farmasi 6 3 9
Asister Apoteker (SMF) 2 2
b S-2 Kesehatan
Masyarakat 2 2
MPH 1 1
c Sarjana Kesehatan
Masyarakat 3 3
d Tenaga Gizi
- S-1 Gizi 2 2
- D-III Gizi 5 1 6
- D-III Boga 1 1
- SPAG 1 1
e D-III Kesehatan
Lingkungan 4 4
f D-III Perekam Medik 5 5
g D-III Eletromedik 1 1 2
h Tenaga Fisioterapis
S-1 Fisioterapis 1 1
D-IV Fisioterapis 1 1
D-III Fisioterapis 4 1 5
i Tenaga
Radiologi/Radiografer
D-IV Radiologi 7 1 8
D-III Radiologi 7 2 9
Tabel 2.1. Lanjutan...
NO KUALIFIKASI
PENDIDIKAN PNS/CPNS NON PNS MITRA TOTAL j S-1 Sains (Fisikawan
Medis) 1 1
k Tenaga Laboratorium Kesehatan
- D-IV Analis Kesehatan 2 2
- D-III Analis Kesehatan 6 2 8
- Sekolah Menengah
Analis Kesehatan 3 3
5 Tenaga Administrasi/ Non
Kesehatan 194
a S-2 Ekonomi/Akuntansi 1 1
b S-2 Administrasi/
Manajemen 4 4
c S-1 Ekonomi/Akuntansi 9 10 19
d S-1 Hukum 2 2 4
e S-1 Pendidikan 1 1
f S-1 Teknik 1 1
g S-1 IT 1 1
h D-III Teknik Elektronika 1 1
i D-III Teknik Informatika 2 2
j D-III Manajemen
Informatika 9 46 55
k D-III Sekretaris 2 1 3
l D-III Akuntansi 1 1
m D-III Keuangan dan
Perbankan 1 1
n D-III Manajemen 3 3 6
o SMU/STM/SMK/SMEA 60 13 73
p SLTP 11 1 12
q SD 5 3 8
Jumlah 347 136 14 497
Pada tabel 2.1 menggambarkan bahwa berdasarkan PMK No 3 Tahun 2020 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit sebagian besar kebutuhan SDM di RS Paru
dr Ario Wirawan Salatiga sudah terpenuhi,namun masih ada jenis SDM yang belum
terpenuhi, yang di butuhkan untuk mendukung pengembangan layanan di rumah
Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Dokter Spesial Bedah Onkologi serta Tenaga Fisikawan Medik yang Purna waktu.
Grafik 2.1 Distribusi Pegawai RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Berdasarkan Tingkat Pendidikan, 2020
Grafik 2.1 menggambarkan bahwa berdasarkan Latar belakang pendidikan pegawai RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga terdiri dari 4 kelompok besar yaitu :
1. Pendidikan Pasca Sarjana sebanyak 36 orang yang terdiri dari dokter Spesialis, S2 Apoteker, S2 Kesehatan Masyarakat,S2 Manajemen, S2 Akuntansi;
2. Pendidikan Sarjana, sebanyak 99 orang terdiri dari Dokter Umum dan dokter Gigi.Sarjana Keperawatan, Sarjana Pendidikan, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Sarjana Teknik, sarjana kesehatan masyarakat, Sarjana Psikologi, Sarjana Sains I Fisikawan Medik ) , D4 Radigrafer dan D4 Fisioterapi ;
3. Pendidikan akademi sebanyak 269 orang merupakan komponen terbesar dalam mendukung pelayanan di RS
4. Pendidikan SLTA kebawah sebanyak 93 orang, yang terdiri dari pendidikan SLTA sebanyak 73 orang, SLTP 12 Orang dan SD 8 orang.
PASCA SARJANA SARJANA AKADEMI SMA ke bawah Out Sourcing 36
99
269
93 110
Total : 607 Pegawai
Grafik 2.2. Distribusi PNS RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Menurut Golongan, 2020
Grafik 2.2 menggambarkan bahwa berdasarkan Golongan PNS di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga berjumlah 347 orang terdiri dari empat (4) kelompok yaitu:
1. Golongan I sebanyak 7 orang;
2. Golongan II sebanyak 111 orang;
3. Golongan III sebayak 195 orang;
4. Golongan IV sebanyak 34 orang
2.4.2. Sarana / Prasarana dan Peralatan
Luas tanah yang dikelola Rumah Sakit Paru Salatiga seluas 137.460,00 M2 dan kesiapan fasilitas gedung yang dimiliki RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, saat ini seluas 21.414,04 M2, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200
34
195
111
7
GOL IV GOL III GOL II GOL I
Total PNS : 347
Tabel 2.2. Fasilitas Gedung Pelayanan RS, 2020
NO NAMA BANGUNAN LUAS
BANGUNAN M2 1 Asthma Center & PPOK (3 Lantai:IGD,Pelayanan& Direksi) 1.275,75
2 Akutansi 100,00
3 Cendana & Poly Eksekutif (3 Lantai) 3599,00
4 CSSD 311,97
5 Dahlia 1 568,00
6 Dahlia 2 562,00
7 Flamboyan 1 546,50
8 Flamboyan 2 449,25
9 Garasi 151,74
10 Gedung Diklat & Olah Raga 1036,12
11 Gedung Genzet 62,19
12 Gedung Pelayanan Administrasi Keuangan & loket Pembayaran 283,00
13 Gedung Perawatan TB/MDR
14 Gedung R. Monitor / Exs Gd Genzet 33,90
15 Gizi 301,62
16 Grha Asa Lantai 1: Poly TB/HIV 371,9
17 Grha Asa Lantai 2: PPK, ULP, PPHP 332,5
19 Gudang Arsip & Farmasi - Lantai 2 54,00
20 Gudang Inventaris 232,67
21 Gudang IPSRS 54,00
22 Gudang Logistik & Farmasi - Lantai 1 420,00
23 Gudang O2 60,00
24 HCU 578,66
25 IBS 892,95
26 ICU 402,66
27 INCENERATOR 80,00
28 IPAL 39,2
29 IPSRS 126,16
30 Kamar Jenazah/ Mayat 154,40
31 Kenanga 423,50
32 KESLING 80,00
33 KOPERASI - KANTIN 336,00
34 Laboratorium Mikrobiologi 274,50
35 Masjid 332,50
36 Mawar 1 441,75
37 Mawar 2 390,00
38 Melati 1 525,13
39 Melati 2 397,23
Tabel 2.2. Lanjutan....
NO NAMA BANGUNAN LUAS
BANGUNAN M2 40 POLI REGULER (Lantai 1:Poly R.J, Apotik, Laborat & Radiologi) 1180,09 41 POLI REGULER (Lantai 2, SPI , Akreditasi dan perkantoran) 615,28
42 Pos Security 30,87
43 Pusat Informasi 42,16
44 R.PENYIMPANAN LIMBAH 87,45
45 Rekam Medik 248,50
46 Rumah Dinas Type 148 191,00
47 Rumah Dinas Type 36 99,00
48 Rumah Dinas Type 36 99,00
49 Rumah Dinas Type 36 99,00
50 Rumah Dinas Type 45 156,00
51 Rumah Dinas Type 45 156,00
52 Rumah Dinas Type 45 / Gedung Rawat Jalan TB/MDR 156,00
53 Rumah Dinas Type 70 /UP 351,00
54 Sedijanto - BEDAH 613,60
55 Tindakan lantai 1 280,00
56 Tindakan lantai 2 61,75
57 Tindakan lantai 3 61,75
58 TPS 80,00
59 USG Radiologi 104,16
60 Wasray/Loundry 120,32
61 Poli TB MDR ex semi permanen 114,37
PMK No 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit kebutuhan bangunan dan sarana prasarana masih ada kekurangan yaitu :
1. Ruang Rawat Jalan :
Rawat Jalan Onkologi Thorak 2. Ruang Tindakan Paru :
Ruang Klinik Berhenti merokok 3. Ruang Rawat Inap :
Ruang isolasi dengan negative pressure
4. Ruang Kemoterapi.
Peralatan pendukung pelaksanaan tugas pokok Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga adalah seperti pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.3. Peralatan Pendukung Pelayanan, 2020
No Pelayanan Jenis Peralatan
1. Laboratorium · Chemistry Analyzer · Timbangan Analitik
· Bio Safety Cabinet · Urine Analyzer
· Centryfuge PLC · Water Bath
· Centryfuse · Centrifuge 3G
· Blood Gas Analyzer · Deep Feezer
· Fotometer · Autoclave
· Hematology Analyzer · Gen Expert
· Incubator · Ichroma
· Mikroskop · Electrolite Analyzer
· Mixer · Alat Identifikasi Resisten Kuman Non TB (Phoenix)
· CD4 Analyzer · Alat Kultur Resistensi TB (MGIT)
· Oven / Sterilisator Kering · Alat Kultur Kuman Non TB (Bactec)
· Grossing & Tissue Processing Set
· Slide Section Set
· Embedding Set · Citology Set
· Imunology Analyzer · Chemistry Analyzer
· Coagulation Analyzer
2. Radiologi · USG 2D Portable · CR Unit
· USG 2D Standbay · Printer CR
· Pesawat X- Ray 500mA · Injector CT
· Pesawat Flouroscopy · Surveymeter
· CT-Scan 16 Slice · Foto Phanoramic
· USG 4 Dimensi · Pesawat X-Ray 650
· Printer Laser Imager · Digital Radiography 3. Rehabilitasi
Medik
· SWD · Shoulder Wheel
· IR Standing dan Portable · Static Bicycle
· Electrical Stimulation · Spirometri
· Ultrasound Therapy · Micro Wave Diathermy
· Traction · Paraffin Bath
· Treadmill (M & Electrical)
4. Lain-Lain
a. Medis · Ventilator · Meja Operasi
· Broncoscopy · Autoclave
· Suction Pump · Patient Monitor
· Mesin Anastesi · Lampu Operasi
· Sterilisator Ruangan · Auto Sealler
· DC Shock · ECG
· Nebulizer · Emergency Kit
· Central Monitor · Dental Unit
· Alergy Test Kit · Syringe Pump
· Infuse Pump · Blood Warmer
· Blanket Warmer · Biosavety Cabinet Level 2B
· Vena Detektor · Instrumen Bedah
Laparatomy
Tabel 2.3. Lanjutan...
No Pelayanan Jenis Peralatan
· Major Surgery Set · Instrumen Bedah Hernia &
Appendix for Children
· Ent Treatment Unit · Instrumen Bedah Ginjal
· Lampu Operasi Portable · Meja Mayo
· Instrumen Bedah Basic · Autoclave High Temperatur
· Mesin Electrocauter (1 unit)
· Sprayer Gun (1 unit)
· Scrub Station ( 2 unit ) · BOR Orthopedi
· Mayor Surgery Set Dewasa
· Autoclave Low Temperatur
· Mayor Surgery Set Thorax
· THT Set
· Alat Mata Set · Audiometri Diagnostik
· High Intensity Laser Power
· DC Shock Portable
· Gastroscopy Set · AED Defibrilator
· Colonoscopy · Electro Surgical Unit
· Gastroscopy Set · DC Shock Portable
· Video-Assisted
Thoracoscopic Surgery Set
· Tonsilektomi Set
· Major Surgery Instrument Set untuk Vaskuler
· Sternotomy Set
· Laringoscope Set · Major Surgery Instrument Set untuk Abdomen Pediatric
· Major Surgery
Instrument Set untuk Bedah Plastik
· C-Arm
· Thorax Set · Tympanometry Screener
· Tonsilektomi · Tang Costae
· Camera Image System b. Non Medis · IPAL (Instalasi Pengolahan
Limbah) 200 Bed
· Mesin Cuci dan Mesin Pengering
· Kontainer Sampah, TPS B3 dan Rumah Sampah
· Mesin Rool Ironer
· Kapasitor Bank · Bengkel IPSRS
· UPS 40 KVA · Sumur Artesis
· Server dan Client 50 · Oksigen Sentral
· Ambulance · Combi Steamer
· Mobil Jenasah · Mobil dan Motor Operasional
· Rollpack CM · Gas Stove with Oven 6 Burner
· Rice Cooker 3 Deck · Griddle with Stand
· Kwalie Range · Ducting
· Au Bain Marrie · Heater Trolley
· UPS Laboratorium · Upright Chiller 4 Door
· UPS 120 KVA · UPS 50 KVA
· ATS up to 650 KVA · Genset Silent 600 KVA
· Penangkap Petir · Dishwasher Machine with Sink
2.4.3. Sumber Daya Keuangan (Anggaran)
Sejak Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan ditetapkan sebagai Instansi dengan PPK-BLU maka dana operasional diperoleh dari subsidi pemerintah dan dari pendapataan operasional dan non operasional rumah sakit. Pendapatan subsidi pemerintah disebut dengan anggaran rupiah murni (RM) dan anggaran pendapatan rumah sakit (PNBP) disebut dengan anggaran BLU.
Tabel 2.5. Sumber Anggaran RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga (DIPA) No. Tahun
Anggaran
Sumber Anggaran (Rp)
RM BLU Total
1. 2010 26.483.600.000 20.550.000.000 47.033.600.000
2. 2011 32.729.838.000 37.028.364.000 69.758.202.000
3. 2012 37.921.000.000 32.100.000.000 70.021.515.000
4. 2013 41.405.984.000 30.115.899.000 71.521.883.000
5. 2014 27.902.849.000 30.000.000.000 57.902.849.000
6. 2015 27.734.278.000 35.586.937.000 63.321.215.000
7. 2016 35.675.270.000 46.669.257.000 82.344.527.000
8. 2017 41.676.288.000 45.000.000.000 86.676.288.000
9. 2018 60.367.494.000 51.000.000.000 111.367.494.000
10 2019 52.920.413.000 56.373.000.000 109.920.413.000
11 2020 69.657.465.000 62.215.500.000 131.872.965.000
Tabel 2.5. menggambarkan bahwa terdapat 2 ( dua) sumber anggaran yang di
gunakan untuk biaya operasional Rumah Sakit , yaitu Rupiah Murni dan BLU yang
mana selalu ada perubahan jumlah dari setiap tahunnya.
BAB III
PETA STRATEGIS DAN PROGRAM KERJA STRATEGIS
Berdasarkan Rencana Strategis Bisnis (RSB) RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, tahun 2020 s.d 2024, gambaran peta strategi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 3.1. Peta Strategi BSC RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
Adapun Program Kerja Strategis, dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.1 Program Kerja Strategis, RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
SASARAN STRATE-
GIS
IKU
PROGRAM STRATEGIS
2020 2021 2022 2023 2024
I. PERSPEKTIF FINANSIAL Terwujud-
nya peningkatan pendapat-an dan efisiensi biaya
1 % PNBP Terhadap Biaya Operasional
Penyusunan anggaran berbasis IT
Pengembangan Penyusunan anggaran berbasis IT
Optimalisasi Penggunaan Aset lancar maupun tidak lancar
Monitoring dan evaluasi Penyusunan anggaran berbasis IT
Monitoring dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan Aset lancar maupun tidak lancar II. PERSPEKTIF KONSUMEN
Terwujud- nya kepuasan pelanggan
2 Tingkat Kesehatan BLU
Mewujudkan pelaksanaan Green Hospital
Mewujudkan pelaksanaan Green Hospital
pelaksanaan Clean Hospital
pelaksanaan Clean Hospital
Monitoring dan Evaluasi
3
Tingkat Kepuasan Pelanggan per tahun
Pengembangan upaya peningkatan kepuasan pelanggan
Implementasi pengembangan Upaya Peningkatan Kepuasan Pelanggan berbasik TIK
Monitoring dan evaluasi Peningkatan Kepuasan Pelanggan
Monitoring dan evaluasi Peningkatan Kepuasan Pelanggan
Monitoring dan evaluasi Peningkatan Kepuasan Pelanggan Terwujud-
nya pelayanan prima
4 Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK)
Pengembangan peningkatan kecepatan penanganan Komplain berbasis IT
Penguatan Pengembangan peningkatan kecepatan penanganan Komplain berbasis IT
Implementasi Penanganan Komplain berbasis IT
Monitoring dan Evaluasi Implementasi Penanganan Komplain berbasis IT
Monitoring dan Evaluasi Implementasi Penanganan Komplain berbasis IT
5
Ketepatan Identifikasi Pasien
Program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam identifikasi pasien
Program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam identifikasi pasien
Program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam identifikasi pasien
Program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam identifikasi pasien
Program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam identifikasi pasien
6 Waktu Tunggu RJ < 30 Menit
Program peningkatan kecepatan Waktu tunggu
Program peningkatan kecepatan Waktu tunggu
Program peningkatan kecepatan Waktu tunggu
Evaluasi Program peningkatan kecepatan Waktu tunggu
Evaluasi Program peningkatan kecepatan Waktu tunggu 7
Waktu Tunggu Tindakan Elektif Bronchoscopy <
24 Jam 8 Waktu Tunggu
Resep Obat Jadi di Rawat Jalan <
30 Menit
Program percepatan waktu tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan
Program percepatan waktu tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan
Program percepatan waktu tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan
Program percepatan waktu tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan
Program percepatan waktu tunggu Resep Obat Jadi di Rawat Jalan
Program e-
prescribing tahap III
Program penerapan e- prescribing secara penuh
Program monitoring, evaluasi dan perbaikan e- prescribing
9
Waktu Tunggu Penanganan Kegawatdarurat an Respirasi
Program peningkatan kecepatan respons Penanganan Kegawatdarurat an Respirasi
Program peningkatan kecepatan respons Penanganan Kegawatdarurat- an Respirasi
Program peningkatan kecepatan respons Penanganan Kegawatdarurat an Respirasi
Program peningkatan kecepatan respons Penanganan Kegawatdarur atan Respirasi
Program peningkatan kecepatan respons Penanganan Kegawatdarurat- an Respirasi
Program peningkatan skill SDM dalam penanganan kegawatdarurata n respirasi
Program peningkatan skill SDM dalam penanganan kegawatdarurat- an respirasi
Program peningkatan skill SDM dalam penanganan kegawatdarurat- an respirasi
Program peningkatan skill SDM dalam penanganan kegawatdaru- ratan respirasi
Program peningkatan skill SDM dalam penanganan kegawatdarurat- an respirasi
Tabel 3.1 Lanjutan...
SASARAN STRATE-
GIS
IKU
PROGRAM STRATEGIS
2020 2021 2022 2023 2024
II. PERSPEKTIF KONSUMEN
10
Waktu Tunggu Operasi Elektif (WTE)
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM
Peningkatan Koordinasi dengan Bagian
terkait
Peningkatan Koordinasi dengan Bagian terkait
Pemenuhan dan Pemeliharaan Alkes dan Penunjangnya
11 Waktu Tunggu
Pelayanan Radiologi (WTPR)
Pemenuhan dan Pemeliharaan Alkes dan Penunjangnya
Peningkatan Sistim Informasi Digital
Peningkatan Sistim Informasi Digital
12
Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium (WTPL)
Peningkatan kualitas dan kwantitas SDM
Pemenuhan dan Pemeliharaan Alkes dan Penunjangnya
Peningkatan Koordinasi Unit terkait
Peningkatan Sistim Informasi Digital
Peningkatan Sistim Informasi Digital
III. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Terwujudnya layanan paru dan pernapasan paripurna
13 Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
Peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis
Koordinasi unit terkait dengan pengembang- an dan pengetahuan ilmu yang terbaru
Koordinasi unit terkait dengan pengembangan dan
pengetahuan ilmu yang terbaru Terwujudnya
layanan rumah sakit yang mendukung program nasional
14 Jumlah Pasien TB RO yang Terdiagnosis dan Diobati
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis dan pemenuhan obat dan BHP
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis dan pemenuhan obat dan BHP
Peningkatan Jejaring layanan dan LSM
Peningkatan Jejaring layanan dan LSM
Terwujudnya layanan unggulan
15 % Peningkatan Kunjungan Pasien Kanker Paru di Rawat Inap
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM dibidang layanan kanker paru
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis
Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kanker paru
Melakukan kerjasama dengan intitusi pemerintah dan swasta
Melakukan kerjasama dengan intitusi pemerintah dan swasta
16 % Kejadian
Kematian di Meja Operasi
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM
Peningkatan Sarpras dan penunjang pelayanan medis
Koordinasi unit terkait dengan pengembangan dan
pengetahuan ilmu yang terbaru
Koordinasi unit terkait dengan pengembang- an dan pengetahuan ilmu yang terbaru
Melakukan monitoring evaluasi dan perbaikan secara periodik
Terwujudnya layanan paru dan pernapasan yang dikenal dan diminati masyarakat
17 Jumlah Kegiatan Promosi TB RO
Pengembangan Kegiatan Promosi TB RO secara terpadu
Pengembangan Kegiatan Promosi TB RO secara terpadu berbasis TIK
Monitoring dan evaluasi Kegiatan Promosi TB RO secara terpadu berbasis TIK
Monitoring dan evaluasi Kegiatan Promosi TB RO secara terpadu berbasis TIK
Monitoring dan evaluasi Kegiatan Promosi TB RO secara terpadu berbasis TIK 18 Jumlah
Kerjasama dengan Institusi yang Berkaitan dengan Layanan RS
Peningkatan jejaring kerjasama ke Institusi yang berkaitan dengan layanan RS
Pengembangan Kerjasama secara lebih luas yang
berhubungan dengan layanan Kesehatan
Monitoring danEvaluasi Pengembangan Kerjasama secara lebih luas yang
berhubungan dengan layanan Kesehatan
Monitoring dan Evaluasi Pengembang- an Kerjasama secara lebih luas yang berhubungan dengan layanan Kesehatan
Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Kerjasama secara lebih luas yang
berhubungan dengan layanan Kesehatan