1
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
UNDANG-UNDANG KELEMBAGAAN MAHASISWA UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
NOMOR 3 TAHUN 2023 TENTANG PEMILIHAN RAYA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN,
Menimbang: a. bahwa Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa merupakan sarana untuk Mewujudkan demokrasi kampus yang menjamin hak-hak setiap
mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian;
b. bahwa sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dinamika mahasiswa di kampus Universitas Pasir Pengaraian, Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa diselenggarakan untuk memilih anggota DPM Universitas Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, Anggota Dewan
Perwakilan Mahasiswa Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa, Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP;
c. bahwa Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa perlu dilaksanakan secara demokratis, beradab, dan berkualitas dengan partisipasi mahasiswa seluas-luasnya dan dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil;
c
2
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
d. bahwa Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa untuk memilih anggota lembaga perwakilan harus mampu menjamin prinsip keterwakilan,
akuntabilitas, dan legitimasi;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa;
Mengingat: Undang-Undang Dasar Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian Tahun 2023;
Dengan Persetujuan Bersama
KELEMBAGAAN MAHASISWA UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN MEMUTUSKAN:
Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN RAYA
3
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB I
Ketentuan UMUM Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa yang selanjutnya disebut Pemira KM UPP adalah sarana untuk mewujudkan demokrasi kampus yang menjamin hak hak setiap mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian
berdasarkan Undang-Undang Dasar Kelembagaan Mahasiswa UPP Tahun 2023.
2. Penyelenggaraan Pemira Kelembagan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian adalah pelaksanaan tahapan Pemira yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemira KM UPP.
3. Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas yang selanjutnya
disingkat DPM Univ adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian Tahun 2023.
4. Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa adalah Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar
Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian Tahun 2023.
5. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat DPM Fkt adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir
Pengaraian Tahun 2023.
4
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
6. Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa yang selanjutnya disingkat Gubma dan Wagubma adalah Ketua dan Wakil Ketua BEM Fakultas sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Kelembagaan Mahasiswa UPP Tahun 2023.
7. Bupati Mahasiswa dan Wakil Bupati Mahasiswa yang selanjutnya disingkat Bupma dan Wabupma adalah Ketua dan Wakil Ketua Hima Prodi
sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Dasar Kelembagaan ` Mahasiswa UPP.
8. Penyelenggaraan Pemira Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian adalah lembaga yang menjalankan Pemira yang
terdiri atas Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa
Universitas, Panitia Pengawas Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Universitas, Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Fakultas, Panitia Pengawas Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Fakultas.
9. Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Universitas yang
selanjutnya disingkat PPR KM Univ adalah lembaga penyelenggara Pemira Universitas yang bersifat sementara, dan mandiri dalam melaksanakan Pemira.
10. Panitia Pengawas Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Universitas yang selanjutnya disingkat Panwas Pemira KM Univ adalah lembaga penyelenggara yang mengawasi Panitia Pemira Universitas dalam seluruh proses penyelenggaraan Pemira Universitas.
5
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
.
11. Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat PPR KM Fkt adalah lembaga penyelenggara Pemira KM Fakultas yang bersifat sementara, dan mandiri dalam melaksanakan Pemira Fakultas.
12. Panitia Pengawas Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disingkat Panwas Pemira Fkt adalah Lembaga Penyelenggara yang mengawasi Panitia Pemilihan Raya Fakultas dalam seluruh proses penyelenggaran Pemira Fakultas.
13. Peraturan Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Universitas adalah peraturan yang ditetapkan oleh Panitia Pemira KM Univ sebagaimana dimaksud dalam UUD KM UPP Tahun 2023.
14. Peraturan Panitia Pengawas Pemira Kelembagaan Mahasiswa Universitas adalah peraturan yang ditetapkan oleh Panwas Pemira KM univ sebagaimana dimaksud dalam UUD KM UPP Tahun 2023.
15. Peraturan Panitia Pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Fakultas adalah peraturan yang ditetapkan oleh Panitia Pemira KM Fkt sebagaimana dimaksud dalam UUD KM UPP Tahun 2023.
16. Peraturan Panitia Pengawas Pemira Kelembagaan Mahasiswa Fakultas adalah peraturan yang ditetapkan oleh Panwas Pemira KM Fkt sebagaimana dimaksud dalam UUD KM UPP Tahun 2023.
17. Hak pilih adalah hak mahasiswa untuk memilih dan dipilih serta dalam kondisi aktif perkuliahan semester yang sedang berjalan.
18. Calon Peserta Pemira Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian adalah setiap mahasiswa yang memiiki hak pilih dan telah mengambil formulir pendaftaran Peserta PEMIRA UPP.
6
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
19. Peserta Pemira Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian adalah calon anggota DPM Universitas, calon Presiden dan Wakil Presiden
Mahasiswa, calon anggota DPM Fakultas, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa, dan calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa.
20. Petahana adalah mahasiswa yang sedang menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang mencalonkan kembali sebagai Peserta Pemira KM UPP.
21. Tim Sukses adalah tim yang dibentuk oleh Peserta Pemira KM UPP yang bertugas dan berkewenangan membantu Peserta Pemira selama proses Pemira KM UPP.
22. Verifikasi adalah tahap pemeriksaan, penelitian dan penetapan untuk menyeleksi calon peserta Pemira berdasarkan aturan yang ada dan telah ditetapkan oleh penyelenggara pemira KM UPP..
23. Kampanye adalah kegiatan Peserta Pemira KM UPP untuk menyampaikan Visi, Misi dan Program Kerja.
24. Wilayah Kampanye adalah seluruh wilayah yang dapat dipakai untuk kegiatan Kampanye dan telah ditentukan oleh panitia Pemira KM UPP.
25. Wilayah Netral adalah wilayah yang tidak dapat dipakai kegiatan Kampanye yang telah ditentukan oleh panitia Pemira KM UPP.
26. Masa Kampanye adalah masa berlakunya kampanye yang ditetapkan oleh Panitia Pemira KM UPP.
27. Masa Tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan kegiatan kampanye.
28. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat TPS adalah tempat pemilih yang menggunakan hak pilih pada pemungutan suara.
7
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
29. Sengketa Pemira adalah perselisihan yang terjadi terkait Pemira KM UPP.
30. Sidang Paripurna adalah sidang yang dilaksanakan oleh DPM UPP untuk Menentukan Struktural DPM UPP terpilih
31. Hari kerja adalah hari selain libur nasional.
BAB II
ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN Pasal 2
Pemira KM UPP dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Pasal 3
Pemira KM UPP Bersifat Sementara, dan Mandiri dilingkungan UPP
Pasal 4
Pengaturan Penyelenggaran pemira KM UPP bertujuan untuk:
a. memperkuat sistem ketatanegaran yang demokratis;
b. mewujudkan Pemira yang adil dan berintegritas;
c. menjamin konsistensi pengaturan system pemilu;
d. memberikan kepastian hukum dan mencegah duplikasi dalam pengaturan Pemira;
e. mewujudkan Pemira yang efektif dan efisien.
8
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 5
Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, sebagai calon anggota DPM Universitas, sebagai calon
Presiden/Wakil Presiden Mahasiswa, sebagai calon anggota DPM fakultas, Sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Mahasiswa, sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Mahasiswa.
BAB III
TEMPAT DAN WAKTU Pasal 6
Pemira KM UPP dilaksanakan di UPP dan/atau Pemira dapat dilaksanakan diluar UPP dalam kondisi tertentu.
Pasal 7
Pemira KM UPP dapat dilaksanakan secara online (dalam jaringan) dalam kondisi Tertentu
Pasal 8
Pemira UPP dilaksankan setiap 1 (satu) tahun sekali
9
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB IV
PESERTA PEMIRA Pasal 9
(1) Setiap mahasiswa aktif UPP mempunyai hak untuk menjadi peserta Pemira UPP sesuai dengan aturan yang ada dan berlaku;
(2) Persyaratan Peserta Pemira untuk pemilihan Anggota DPM UPP adalah:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau klinik kesehatan;
c. Terdaftar sebagai Mahasiswa UPP dalam tahun akademik yang sedang berjalan dan di buktikan dengan KTM yang berlaku dan surat aktif kuliah dari fakultas;
d. Bagi calon Anggota DPM UPP yang memiliki jabatan struktural dilingkungan Kelembagaan Mahasiswa UPP di haruskan nonaktif sementara dengan
melampirkan surat keterangan non aktif sementara bermaterai 10000;
e. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak rangkap jabatan structural pada organisasi internal dan eksternal kampus ketika terpilih sebagai Anggota DPM UPP dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 10000;
f. Mempunyai pengalaman organisasi kampus yang merupakan aktif sebagai g. kepengurusan dan/atau surat keaktifan minimal tingkat fakultas dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan kelembagaan mahasiswa tersebut;
h. Mempunyai IPK minimal 3.0 di buktikan dengan KHS terakhir dan/atau transkip nilai yang di legalisir;
i. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak mengikuti ujian sarjana selama masa jabatan sebagai Anggota DPM UPP yang ditunjukkan surat pernyataan bermaterai 10000;
c
10
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
j. Bukan anggota atau pengurus partai politik dengan membuat surat pernyataan bermaterai 10000;
k. Mendapat dukungan minimal dari pemilih tiap fakultas sesuai dengan peraturan panitia Pemira;
l. Memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan oleh panitia Pemira; dan Mahasiswa aktif dengan masa akademik minimal 3 (tiga) semester dan
maksimal 8 (delapan) semester.
BAB 1V JUMLAH KURSI DPM UNIVERSITAS
Pasal 10
(1) Jumlah Kursi DPM Universitas ditetapkan berdasarkan jumlah mahasiswa di masing masing fakultas di UPP dengan sistem interval sebagaimana
ketentuan berikut:
a. 1-200 orang diwakili 1 orang wakil ( mendapat 1 kursi);
b. 201-500 orang diwakili 2 orang wakil (mendapat 2 kursi);
c. 501-900 orang diwakili 3 orang wakil (mendapat 3 Kursi);
d. 901-1400 orang diwakili 4 orang wakil (mendapat 4 kursi);
e. 1401-2000 orang diwakili 5 orang wakil (mendapat 5 Kursi) . (2) Jika Jumlah mahasiswa di fakultas lebih dari jumlah mahasiswa
sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) maka interval berlaku kelipatannya.
11
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 11
1. Dalam hal terdapat fakultas yang tidak memiliki peserta Pemira calon anggota DPM UPP perseorangan, maka wajib dilakukan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira calon nggota DPM UPP paling lama 10 (Sepuluh) hari.
2. Dalam hal setelah perpanjangan masa pendaftaran sebagaimana dalam ayat 1 maka proses Pemira KM UPP penetapan calon anggota DPM UPP diserahkan kepada DPM UPP.
Pasal 12
Dalam hal terdapat Peserta Pemira calon anggota DPM UPP berhalangan tetap atau mengundurkan diri sejak penetapan sebagai peserta Pemira calon anggota DPM UPP sampai berakhirnya masa kampanye maka Pemira KM UPP tetap
dilanjutkan.
Bagian Kesatu
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP
Pasal 13
Peserta Pemira Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP adalah anggota KM UPP perseorangan secara berpasangan.
12
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 14
Persyaratan Peserta untuk pemilihan Calon Presiden Wakil Presiden Mahasiswa UPP adalah:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Sehat jasmani dan rohani, diuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau klinik kesehatan;
c. Terdaftar sebagai Mahasiswa UPP dalam tahun akademik yang sedang berjalan dan di buktikan dengan KTM yang berlaku dan surat aktif kuliah dari fakultas;
d. Bagi bakal calon Presiden Mahasiswa dan bakal calon Wakil Presiden Mahasiswa yang memiliki jabatan struktural dilingkungan Kelembagaan Mahasiswa UPP di haruskan nonaktif sementara dengan melampirkan surat keterangan non aktif sementara bermaterai 10000;
e. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak rangkap jabatan structural f. pada organisasi internal dan eksternal kampus ketika terpilih sebagai Presiden
Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 10000;
g. Mempunyai pengalaman organisasi kampus yang merupakan aktif sebagai kepengurusan dan/atau surat keaktifan minimal tingkat fakultas dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan kelembagaan mahasiswa tersebut;
h. Mempunyai IPK minimal 3.0 di buktikan dengan KHS terakhir dan/atau transkip nilai yang di legalisir;
i. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak mengikuti ujian sarjana selama masa jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang ditunjukkan surat pernyataan bermaterai 10000;
13
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
;
j. Bukan anggota atau pengurus partai politik dengan membuat surat pernyataan bermaterai 10000;
k. Mendapat dukungan minimal dari pemilih tiap fakultas sesuai dengan peraturan Panitia Pemira; Memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan oleh Panitia Pemira;
l. Mahasiswa aktif dengan masa akademik minimal 4 (empat) semester dan maksimal 8 (delapan) semester untuk calon Presiden Mahasiswa dan minimal 3 (tiga) semester dan maksimal 7 (semester) untuk calon Wakil Presiden
Mahasiswa.
Pasal 15
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Presiden Mahasiswa dan bakal calon Wakil Presiden Mahasiswa yang mendaftar hingga batas waktu yang ditetapkan, maka panitia Pemira menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Presiden Mahasiswa dan bakal calon Wakil Presiden Mahaiswa UPP paling lama 10 (sepuluh) hari.
2. Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang mendaftar, maka penentuan
mekanisme pemilihan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden
Mahasiswa UPP diserahkan pada Musyawarah Kelembagaan Mahasiswa UPP yang di laksanakan oleh DPM UPP dan dihadiri oleh utusan Kelembagaan Mahasiswa UPP.
14
DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 16
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka panitia Pemira menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP paling lama 7 (tujuh) hari.
2. Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka penentuan mekanisme pemilihan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP diserahkan pada DPM UPP.
Pasal 17
1. Dalam hal hanya terdapat 1 (satu) peserta Pemira bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang telah mendaftar, maka panitia Pemira menetapkan bakal calon tersebut sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP.
2. Peserta Pemira calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP
sebagai mana dalam ayat (1), untuk ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP terpilih harus lolos verifikasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemira KM UPP.
Pasal 18
1. Dalam hal salah satu peserta pemira calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP berhalangan tetap atau mengundurkan diri, sejak penetapan sebagai peserta Pemira calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP sampai berakhirnya masa kampanye, maka Pemira tetap dilanjutkan.
15
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
2. Dalam hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya tersisa satu peserta Pemira calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP maka yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP terpilih adalah Paslon tersebut.
Pasal 19
Dalam hal pengunduran diri oleh peserta Pemira tunggal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP sehingga tidak terdapat peserta Pemira calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP, maka mekanisme
pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP diserahkan pada DPM UPP.
Bagian Kedua Anggota DPM Fakultas
Pasal 20
Peserta Pemira untuk pemilihan anggota DPM Fakultas KM UPP adalah Perseorangan:
Pasal 21
Persyaratan Peserta Pemira calon anggota DPM Fakultas adalah:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau klinik kesehatan;
c. Terdaftar sebagai Mahasiswa UPP dalam tahun akademik yang sedang berjalan dan di buktikan dengan KTM yang berlaku dan surat aktif kuliah dari fakultas;
d. Bagi calon anggota DPM Fakultas yang memiliki jabatan structural
dilingkungan Kelembagaan Mahasiswa UPP di haruskan nonaktif sementara dengan melampirkan surat keterangan non aktif sementara bermaterai 10000;
c
16
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
e. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak rangkap jabatan structural pada organisasi internal dan eksternal kampus ketika terpilih sebagai anggota DPM Fakultas dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 10000;
f. Mempunyai pengalaman organisasi kampus yang merupakan aktif sebagai kepengurusan dan/atau surat keaktifan minimal tingkat Prodi dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan kelembagaan mahasiswa tersebut;
g. Mempunyai IPK minimal 3.0 di buktikan dengan KHS terakhir dan/atau transkip nilai yang di legalisir;
h. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak mengikuti ujian sarjana selama masa jabatan sebagai anggota DPM Fakultas yang ditunjukkan surat pernyataan bermaterai 10000;
i. Bukan anggota atau pengurus partai politik dengan membuat surat pernyataan bermaterai 10000;
j. Mendapat dukungan minimal dari pemilih tiap Prodi sesuai dengan peraturan panitia Pemira Fakultas KM UPP;
k. Memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan oleh panitia Pemira; da l. Mahasiswa aktif dengan masa akademik minimal 3 (tiga) semester dan
maksimal 6 (enam) semester.
17
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB 1V JUMLAH KURSI DPM FAKULTAS
Pasal 22
(3) Jumlah Kursi DPM Fakultas ditetapkan berdasarkan jumlah mahasiswa di masing masing Prodi di UPP dengan sistem interval sebagaimana ketentuan berikut:
f. 1-100 orang diwakili 1 orang wakil ( mendapat 1 kursi);
g. 101-200 orang diwakili 2 orang wakil (mendapat 2 kursi);
h. 201-500 orang diwakili 3 orang wakil (mendapat 3 Kursi);
i. 501-1000 orang diwakili 4 orang wakil (mendapat 4 kursi);
j. 1001-1500 orang diwakili 5 orang wakil (mendapat 5 Kursi) . (4) Jika Jumlah mahasiswa di Prodi lebih dari jumlah mahasiswa
sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) maka interval berlaku kelipatannya.
Bagian Ketiga
Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP
Pasal 21
Peserta Pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP adalah anggota KM UPP perseorangan secara berpasangan.
18
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 22
Persyaratan Peserta Pemira untuk pemilihan Calon Gubernur Mahasiswa dan Calon Wakil Gubernur Mahasiswa UPP adalah:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau klinik kesehatan;
b. Terdaftar sebagai Mahasiswa UPP dalam tahun akademik yang sedang
berjalan dan di buktikan dengan KTM yang berlaku dan surat aktif kuliah dari fakultas.
c. Bagi Bakal Calon Gubernur Mahasiswa dan Bakal Calon Wakil Gubernur Mahasiswa yang memiliki jabatan 18dministra dilingkungan Kelembagaan Mahasiswa UPP di haruskan nonaktif sementara dengan melampirkan surat keterangan non aktif sementara bermaterai 10000;
d. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak rangkap jabatan 18dministra pada organisasi internal dan eksternal kampus ketika terpilih sebagai Gubernur Mahasiswa dan Wakil Gubernur Mahasiswa dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 10000;
e. Mempunyai pengalaman organisasi kampus yang merupakan aktif sebagai kepengurusan dan/atau surat keaktifan minimal tingkat fakultas dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan kelembagaan mahasiswa tersebut;
f. Mempunyai IPK minimal 3.0 di buktikan dengan KHS terakhir dan/atau transkip nilai yang di legalisir;dan
g. Bukan anggota atau pengurus partai politik dengan membuat surat pernyataan bermaterai 10000
h. Mendapat dukungan minimal dari pemilih tiap fakultas sesuai dengan peraturan Panitia Pemira Fakultas;
19
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
i. Memenuhi persyaratan 19dministrative yang ditetapkan oleh Panitia Pemira Fakultas;
j. Mahasiswa aktif dengan masa akademik minimal 4 (empat) semester dan maksimal 6 (enam) semester untuk calon Gubernur Mahasiswa dan minimal 3 (tiga) semester dan maksimal 5 (lima) semester untuk calon Wakil
Gubernur Mahasiswa.
Pasal 23
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa yang mendaftar hingga batas waktu yang ditetapkan, maka panitia Pemira Fakultas menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahaiswa UPP paling lama 7 (tujuh) hari.
2. Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP yang mendaftar, maka penentuan mekanisme pemilihan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP diserahkan pada Musyawarah Kelembagaan Mahasiswa Fakultas yang di laksanakan oleh DPM Fakultas dan dihadiri oleh utusan Kelembagaan Mahasiswa Fakultas.
Pasal 24
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka panitia Pemira menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP paling lama 5 (lima) hari.
20
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
2, Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka penentuan mekanisme pemilihan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP diserahkan pada DPM Fakultas.
Pasal 25
1. Dalam hal hanya terdapat 1 (satu) peserta Pemira bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP yang telah mendaftar, maka panitia Pemira menetapkan bakal calon tersebut sebagai calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Mahasiswa UPP.
2. Peserta Pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP sebagai mana dalam ayat (1), untuk ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil
Gubernur Mahasiswa UPP terpilih harus lolos verifikasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemira KM Fakultas UPP
Pasal 26
1. Dalam hal salah satu peserta pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP berhalangan tetap atau mengundurkan diri, sejak penetapan sebagai peserta Pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP sampai berakhirnya masa kampanye, maka Pemira tetap dilanjutkan.
2. Dalam hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya tersisa satu peserta Pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP maka yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP terpilih adalah Paslon tersebut.
c
21
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 27
Dalam hal pengunduran diri oleh peserta Pemira tunggal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP sehingga tidak terdapat peserta Pemira calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP, maka mekanisme pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa UPP diserahkan pada DPM Fakultas UPP.
Bagian Keempat
Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP
Pasal 28
Peserta Pemira calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP adalah anggota KM UPP perseorangan secara berpasangan.
Pasal 29
Persyaratan Peserta untuk pemilihan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Mahasiswa UPP adalah:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau klinik kesehatan;
c. Terdaftar sebagai Mahasiswa UPP dalam tahun akademik yang sedang berjalan dan di buktikan dengan KTM yang berlaku dan surat aktif kuliah dari fakultas;
22
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
d. Bagi Bakal Calon Bupati Mahasiswa dan Bakal Calon Wakil Bupati Mahasiswa yang memiliki jabatan struktural dilingkungan Kelembagaan Mahasiswa UPP di haruskan nonaktif sementara dengan melampirkan surat keterangan non aktif sementara bermaterai 10000;
e. Menyatakan secara tertulis kesediaannya untuk tidak rangkap jabatan struktural pada organisasi internal dan eksternal kampus ketika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 10000;
f. Mempunyai pengalaman organisasi kampus yang merupakan aktif sebagai kepengurusan dan/atau surat keaktifan minimal tingkat Prodi dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan kelembagaan mahasiswa tersebut;
g. Mempunyai IPK minimal 3.0 di buktikan dengan KHS terakhir dan/atau transkip nilai yang di legalisir;dan
i. Bukan anggota atau pengurus partai politik dengan membuat surat pernyataan bermaterai 10000
j. Mendapat dukungan minimal dari pemilih tiap Prodi sesuai dengan peraturan Panitia Pemira Fakultas;
k. Memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan oleh Panitia Pemira Fakultas;
l. Mahasiswa aktif dengan masa akademik minimal 3(tiga) semester dan maksimal 5 (lima) semester untuk calon Bupati Mahasiswa dan minimal 2 (dua) semester dan maksimal 4 (empat) semester untuk calon Wakil Bupati Mahasiswa.
23
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 30
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa yang mendaftar hingga batas waktu yang ditetapkan, maka panitia Pemira Fakultas menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahaiswa UPP paling lama 7 (tujuh) hari.
2. Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil
Bupati Mahasiswa UPP yang mendaftar, maka penentuan mekanisme pemilihan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP
diserahkan pada Musyawarah Kelembagaan Mahasiswa Fakultas yang di laksanakan oleh DPM Fakultas dan dihadiri oleh utusan Kelembagaan Mahasiswa Fakultas.
Pasal 31
1. Dalam hal tidak ada peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka panitia Pemira
menetapkan perpanjangan masa pendaftaran peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP paling lama 5 (lima) hari.
2. Dalam hal masa perpanjangan sebagaimana dalam ayat (1) telah dilakukan tetapi tetap tidak ada peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil
Bupati Mahasiswa UPP yang lolos verifikasi, maka penentuan mekanisme pemilihan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP
diserahkan pada DPM Fakultas.
24
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 32
3. Dalam hal hanya terdapat 1 (satu) peserta Pemira bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP yang telah mendaftar, maka panitia Pemiramenetapkan bakal calon tersebut sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP.
4. Peserta Pemira calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP sebagaimana dalam ayat (1), untuk ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati
Mahasiswa UPP terpilih harus lolos verifikasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemira Fakultas KM UPP.
Pasal 33
1. Dalam hal salah satu peserta pemira calon Bupati dan Wakil Bupati
Mahasiswa UPP berhalangan tetap atau mengundurkan diri, sejak penetapan sebagai peserta Pemira calon Bupati dan Wakil Bupati UPP
sampai berakhirnya masa kampanye, maka Pemira tetap dilanjutkan.
2. Dalam hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya tersisa satu peserta 3. Pemira calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP maka yang
menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP terpilih adalah Paslon tersebut.
Pasal 34
Dalam hal pengunduran diri oleh peserta Pemira tunggal calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP sehingga tidak terdapat peserta Pemira calon Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP, maka mekanisme
pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mahasiswa UPP diserahkan pada DPM Fakultas UPP.
25
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB V
VERIFIKASI CALON PESERTA PEMIRA Bagian Kesatu
Pelaksanaan Verifikasi
Pasal 35
Pelaksanaan verifikasi dibagi menjadi dua tahap, yaitu:
a. Pemeriksaan dan Penelitian; dan b. Penetapan.
Pasal 36
1. Tahap pemeriksaan dan penelitian dilakukan dalam bentuk pemeriksaan seluruh persyaratan pencalonan dari aspek kelengkapan dan keabsahannya oleh penyelenggara Pemira.
2. Mekanisme pelaksanaan pemeriksaan dan penelitian diatur dengan peraturan 3. penyelenggara Pemira.
Pasal 37
1. Tahap penetapan dilakukan dalam bentuk sidang yang selanjutnya disebut sidang verifikasi.
2. Sidang verifikasi dilakukan secara tertutup dan dihadiri oleh penyelenggara 3. Pemira KM UPP, masing-masing bakal calon peserta Pemira serta calon 4. Ketua Tim Sukses
5. Ketidakhadiran salah satu dan/atau beberapa calon peserta Pemira atau calon Ketua Timses tidak mengurangi keabsahan hasil penetapan dalam sidang verifikasi.
26
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
6. Ketentuan mengenai sidang verifikasi dan ketentuan teknis lain yang berkaitan diatur dengan Peraturan Penyelenggara Pemira.
Bagian kedua
Pengawasan atas Verifikasi Kelengkapan Administrasi Calon Peserta Pemira
Pasal 38
1. Panwas Pemira KM UPP melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan verifikasi atas calon peserta Pemira yang dilaksanakan oleh Panitia Pemira.
2. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai mana dalam ayat (1), Panwas Pemira menemukan dan/atau menerima laporan unsur
kesengajaan atau kelalaian panitia Pemira yang dapat/telah merugikan calon peserta Pemira, Panwas Pemira KM UPP harus menyampaikan temuan tersebut beserta rekomendasi tindak lanjut kepada DPM UPP.
3. DPM UPP menindak lanjuti temuan dan/atau laporan Panwas Pemira 4. KM UPP sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
c
27
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB VI
KAMPANYE DAN DANA KAMPANYE Bagian Kesatu
Kampanye
Pasal 39
Kampanye dilakukan dengan prinsip yang bertanggung jawab dan merupakan bagian dari pendidikan politik di KM UPP.
Pasal 40
1. Kampanye dilaksanakan oleh Pelaksana Kampanye.
2. Kampanye diikuti oleh Pelaksana Kampanye dan Peserta Kampanye.
3. Kampanye difasilitasi dan dipantau oleh Petugas Kampanye.
Pasal 41
1. Pelaksana kampanye terdiri atas peserta Pemira dan tim kampanye.
2. Dalam melaksanakan kampanye, Peserta Pemira membentuk Tim Kampanye yang dipimpin oleh Manajer Tim Kampanye.
3. Tim kampanye sebagaimana dalam ayat (2) bertugas untuk melaksanakan kegiatan kampanye dari Peserta Pemira dan berkoordinasi dengan Panitia Pemira dan Panwas Pemira KM UPP
4. Peserta Kampanye sebagaimana pada Pasal ayat (3) terdiri atas Anggota KM UPP di luar Peserta Pemira dan Panwas Pemira KM UPP yang berpartisipasi dalam rangkaian kampanye.
28
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
5. Petugas Kampanye sebagaimana pada Pasal ayat (4) terdiri atas Panitia dan Panwas Pemira Km UPP yang menjalankan tugas dan kewenangannya berkaitan dengan pelaksanaan kampanye.
6. Ketentuan mengenai pelaksanaan, partisipasi Anggota KM UPP, dan
fasilitasi kampanye Pemira KM UPP diatur dengan Peraturan Panitia Pemira.
7. Ketentuan mengenai pemantauan kampanye Pemira KM UPP diatur dengan Peraturan Panwas Pemira KM UPP
Pasal 42
1. Peserta Pemira mendaftarkan nama dan jabatan dari Tim Kampanye sebagai mana pada Pasal 29 ayat (3) pada Panitia Pemira secara resmi sebelum dimulainya pelaksanaan kampanye.
2. Panitia Pemira menyampaikan daftar nama pelaksana kampanye dan nama 3. anggota Tim Kampanye kepada Panwas Pemira selambat-lambatnya 1 (satu) 4. hari sebelum dimulainya pelaksanaan kampanye secara resmi.
5. Ketentuan mengenai Tim Kampanye diatur dengan peraturan panitia Pemira KM UPP.
Bagian Kedua
Bentuk, Materi, dan Metode Kampanye Pasal 43
1. Bentuk kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP, dan anggota DPM UPP terdiri atas:
a. Kampanye lisan;
b. Kampanye media; dan c. Kampanye dialogis.
29
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
2. Materi kampanye peserta Pemira meliputi Visi, Misi, Program Kerja, Nomor, Slogan, Logo dan/atau Nama Peserta Pemira
3. Kampanye sebagaimana pada pasal (1) dapat dilakukan melalui:
a. Pertemuan terbuka dan/atau mimbar bebas;
b. Tatap muka dan/atau dialog;
c. Media massa cetak dan/atau elektronik
d. Penyebaran bahan kampanye kepada Mahasiswa UPP e. Pemasangan alat peraga kampanye di lingkungan UPP
f. Debat antar peserta Pemira yang ditentukan oleh panitia Pemira dan/ atau kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan peraturan UU Pemira Nomor 3 Tahun 2023 serta Peraturan penyelenggara Pemira KM UPP.
Bagian Ketiga
Peranan Kelembagaan Mahasiswa
Pasal 44
1. Ketua dan Wakil Kelembagaan mahasiswa dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemira, Tim Sukses dan/
atau pelaksana Kampanye.
2. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya berkaitan dengan pelaksanaan Pemira KM UPP, Ketua dan Wakil Kelembagaan Mahasiswa dilarang berpihak kepada salah satu peserta Pemira, Tim Sukses dan/atau pelaksana Kampanye.
30
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Bagian Keempat Pendanaan Kampanye
Pasal 45
1. Dana kegiatan kampanye peserta Pemira Presiden dan Wakil Presiden 2. Mahasiswa UPP, dan anggota DPM UPP menjadi tanggung jawab peserta
Pemira.
3. Dana kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersumber dari:
a. Peserta Pemira secara individual
b. Sumbangan yang sah berdasarkan UUD KM UPP Tahun 2023.
c. Sumbangan perseorangan.
4. Dana kampanye sebagai mana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa uang, barang dan/atau jasa.
5. Dana kampanye berupa uang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditempatkan pada rekening khusus dana kampanye.
6. Dana kampanye berupa sumbangan barang dan/atau jasa sebagaimna dimaksud ayat (3) dicatat berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu diterima.
7. Dana kampanye sebagai mana dimaksud pada ayat (2) dicatat dalam pembukuan dana kampanye dengan standar pembukuan yang ditetapkan oleh Panwas Pemira Km UPP.
8. Total dana kampanye berupa uang, barang, dan/atau jasa sebagaimana dalam ayat (3) sebesar-besarnya Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)
9. Pembukuan dana kampanye sebagaimana dalam ayat (6) dipublikasikan kepada Mahasiswa UPP melalui media digital dan/atau massa oleh Tim Sukses secara berkala setidak-tidaknya tiap 1 (Satu) minggu sekali.
31
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 46
1. Peserta Pemira melalui Tim Sukses melaporkan rekening khusus sebagai mana pada Pasal 33 ayat (4) dan laporan keuangan serta berkas lainnya berkaitan dengan dana kampanye kepada panitia Pemira sekurang-kurangnya 2 (dua) kali penyerahan laporan
2. Peserta Pemira melalui Tim Sukses menyerahkan rekapitulasi pembukuan penerimaan dan pengeluaran dana Kampanye kepada Panitia Pemira KM UPP selambat-lambatnya 5 (lima) hari setelah masa kampanye dinyatakan selesai.
3. Panitia Pemira melakukan pemeriksaan terhadap dana kampanye peserta Pemira dan dapat meneruskan penerimaan rekapitulasi pembukuan
penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kepada DPM UPP.
4. Dalam hal diperlukan sebagai bukti atas dugaan dan/atau tindak lanjut atas dugaan dan/atau laporan atas pelanggaran yang dilakukan peserta Pemira dan/atau Tim Sukses, panitia Pemira dapat menyerahkan hasil audit kepada DPM UPP.
Pasal 47
Peserta Pemira dilarang menerima sumbangan yang berasal dari:
a. Partai Politik dan anggotanya;
b. Penyumbang yang tidak benar atau tidak jelas identitasnya;
c. Perusahan minuman keras dan narkoba;
32
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Bagian Kelima Larangan kampanye
Pasal 48
1. Pelaksana Kampanye, Peserta Kampanye dan Petugas Kampanye dilarang:
a. Pembukaan UUD KM UPP, dan bentuk KM UPP
b. Melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan KM UPP;
c. Menghina agama, suka, ras atau golongan calon dan/atau peserta lainnya;
d. Memfitnah Peserta Pemira dalam bentuk apapun;
e. Menghasut dan mengadu domba perseorangan atau sekelompok Mahasiswa
f. Mengganggu ketertiban umum;
g. Mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok mahasiswa dan/atau peserta Pemira;
h. Menjanjikan atau memberikan uang kepada mahasiswa lainnya;
i. Segala bentuk tindakan kriminal;
j. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta Pemira kecuali sebagai tindakan yang dilakukan petugas kampanye atas
pelanggaran Peraturan yang dilakukan Peserta Pemira;
k. Berkampanye di tempat yang dilarang;
l. Memasang bahan kampanye diluar wilayah kampanye yang ditetapkan oleh Panitia Pemira.
33
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
2, Pelaksana Kampanye dalam kegiatan kampanye dilarang mengikut sertakan:
a. Presiden dan Wakil Presiden Mahasiwa b. Anggota DPM UPP;
c. Mahasiswa UPP yang tidak memiliki hak pilih.
d. Akademisi Universitas Pasir Pengaraian e. Alumni Mahasiswa UPP;
t. Setiap orang sebagai mana dalam ayat (2) huruf a sampai dengan huruf e dilarang ikut serta sebagai pelaksana Kampanye;
g. Ketentuan lebih lanjut mengenai larangan dalam kampanye diatur dengan peraturan panitia Pemira KM UPP.
Bagian Keenam
Mekanisme Pengaduan, Tindak Lanjut, dan Sanksi
Pasal 49
1. Mahasiswa UPP dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaksana kampanye dan/atau Panitia Pemira kepada Panwas Pemira KM UPP.
2. Dalam hal sebagai mana dimaksud ayat (1) Mahasiswa UPP dapat melaporkan secara individu, kelompok, dan/atau institusi kepada Panwas Pemira KM UPP.
3. Panwas Pemira melakukan pemeriksaan atas laporan dan/atau temuan sebagaimana dalam ayat (1).
4. Panwas Pemira memutuskan tindak lanjut yang selanjutnya disampaikan kepada panitia Pemira dan DPM UPP. .
c
34
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme pengaduan dan tindak lanjut pelanggaran diatur dengan Peraturan Panwas Pemira KM UPP.
BAB VII
PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH Bagian Kesatu
Pemutakhiran Daftar Pemilih
Pasal 50
1. Panitia Pemira menggunakan daftar mahasiswa pada sub-bagian akademik Universitas Pasir Pengaraian sebagai daftar pemilih Pemira sementara.
2. Panitia Pemira memutakhirkan daftar pemilih sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 7 (tujuh) hari setelah seluruh daftar mahasiswa diterima dari sub bagian akademik Universitas Pasir Pengaraian.
3. Daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib diumumkan oleh Panitia Pemira untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari Mahasiswa UPP.
4. Panitia Pemira memperbaiki daftar pemilih sementara berdasarkan masukan dan tanggapan dari Mahasiswa UPP sebagai mana dimaksud pada ayat (3) dan selanjutnya menetapkan menjadi daftar pemilih tetap.
5. Daftar Pemilih Tetap Pemira harus sudah ditetapkan sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pemira KM UPP.
6. Pemutakhiran daftar pemilih sementara dan tetap dilakukan berdasarkan status akademik mahasiswa UPP.
35
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemutakhiran, pengumuman, perbaikan daftar pemilih sementara dan penetapan daftar pemilih tetap diatur dalam peraturan panitia Pemira.
Bagian Kedua
Pengawasan atas Penyusunan Daftar Pemilih Pasal 51
Panwas Pemira wajib melakukan pengawasan atas pelaksanaan penyusunan daftar pemilih, pemutakhiran daftar pemilih, dan penyusunan daftar pemilih, yang dilaksanakan oleh panitia Pemira
Pasal 52
1. Dalam hal pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
menemukan unsur kesengajaan atau kelalaian Ketua dan Tim Panitia Pemira yang merugikan pemilih yang menggunakan hak pilih, Panwas Pemira wajib menyampaikan menindak temuan tersebut kepada Panitia Pemira 2. Panitia Pemira wajib menindaklanjuti temuan Panwas Pemira sebagaimana
dimaksud pada ayat (1).
C
36
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB VIII
PEMUNGUTAN DAN PERHITUNGAN SUARA Pemungutan Suara
Pasal 53
1. Pemungutan suara Pemira KM UPP dilaksanakan secara serentak di seluruh fakultas.
2. Hari, tanggal, waktu dan tempat pemungutan suara ditetapkan oleh Panitia Pemira.
3. Panitia Pemira bertanggung jawab dalam merencanakan dan menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan perlengkapan pemungutan suara.
4. Panitia Pemira bertanggung jawab dalam menetapkan saksi peserta Pemira pada tiap TPS.
5. Dalam pemungutan suara, panitia Pemira membuat berita acara yang
6. ditandatangani oleh panitia Pemira, saksi peserta Pemira, dan Panwas Pemira KM UPP.
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pemungutan suara dan penetapan saksi peserta Pemira dalam pemungutan suara diatur dengan peraturan panitia Pemira.
Pasal 54
1. Dalam hal terjadi penyimpangan pelaksanaan pemungutan suara oleh panitia Pemira, Panwas Pemira memberikan saran perbaikan yang diketahui oleh saksi Peserta Pemira yang hadir.
2. Panitia Pemira menindak lanjuti saran perbaikan yang disampaikan oleh Panwas Pemira sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
37
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 55
1. Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara ialah yang terdaftar pada daftar pemilih tetap.
2. Pemilih sebagaimana ayat (1) menggunakan hak pilihnya dengan menunjukan kartu tanda mahasiswa dan/atau identitas mahasiswa yang ditentukan oleh panitia Pemira.
Pasal 56
Untuk menjamin pelaksanaan hak konstitusional Mahasiswa UPP yang berkebutuhan khusus/ difabel, Panitia Pemira bertanggung jawab untuk memfasilitasi mahasiswa UPP yang berkebutuhan khusus/difabel agar dapat melaksanakan hak konstitusionalnya.
Bagian Kedua Penghitungan Suara
Pasal 57
1. Penghitungan suara untuk peserta Pemira wajib dilakukan di tingkat universitas
2. Panitia Pemira dilarang mengadakan penghitungan suara sebelum pemungutan suara berakhir.
3. Ketentuan teknis penghitungan suara sebagai mana dimaksud ayat (1) wajib diatur dengan keputusan panitia Pemira.
38
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 58
1. Saksi dari peserta Pemira dapat menyampaikan laporan atas dugaan adanya pelanggaran, penyimpangan, dan/atau kesalahan dalam pelaksanaan
penghitungan perolehan suara Peserta Pemira kepada Panwas Pemira.
2. Panwas Pemira langsung menindaklanjuti laporan sebagai mana dimaksud pada ayat (1) pada hari pelaksanaan penghitungan perolehan suara peserta Pemira.
3. Panwas Pemira menyampaikan laporan tertulis atas adanya pelanggaran, penyimpangan, dan/atau kesalahan dalam pelaksanaan penghitungan perolehan suara peserta Pemira kepada DPM UPP.
4. DPM UPP sesegera mungkin memberikan tindak lanjut atas laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).
Bagian Ketiga
Pengawasan dalam Penghitungan Suara Pasal 59
1. Panwas Pemira melakukan pengawasan atas penghitungan suara yang dilaksanakan oleh Panitia Pemira.
2. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap kemungkinan adanya pelanggaran, penyimpangan, dan/atau kesalahan oleh tim panitia Pemira dalam melakukan penghitungan suara.
3. Dalam hal terdapat bukti permulaan yang cukup adanya pelanggaran, penyimpangan, dan/atau kesalahan dalam penghitungan perolehan suara, Panwas Pemira menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
39
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
4. Panitia Pemira dapat dijatuhkan sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran, penyimpangan, dan/atau kesalahan sesuai dengan Peraturan UUD KM UPP Tahun 2023.
BAB 1X
PENETAPAN HASIL PEMIRA KM UPP DAN PESERTA PEMIRA TERPILIH
Pasal 60
1. Hasil Pemira KM UPP ditetapkan oleh Panitia Pemira dalam sidang pleno terbuka yang dihadiri oleh Peserta Pemira, Panwas Pemira dan Ketua Tim Sukses.
2. Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan selambat- lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak hari terakhir pemungutan suara.
3. Hasil Pemira KM UPP dan Peserta Pemira Mahasiswa UPP, dan Anggota DPM UPP yang terpilih ditetapkan dengan Keputusan Panitia Pemira.
4. Panitia Pemira mengumumkan hasil Pemira KM UPP sebagaimana dalam ayat (1) kepada Mahasiswa UPP melalui media digital dan/atau massa.
Pasal 61
1. Penetapan Peserta Pemira Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP yang terpilih didasarkan pada pasangan yang memperoleh suara terbanyak atau lebih dari lima puluh persen suara dari total mahasiswa UPP yang memilih.
2. Dalam hal mekanisme sebagaimana dalam ayat 1 (satu) tidak terpenuhi, maka mekanisme selanjutnya wajib diatur oleh DPM UPP.
40
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 62
Penetapan Peserta Pemira Anggota DPM UPP yang terpilih didasarkan pada perolehan 2 suara terbanyak di Fakultas masing-masing.
Pasal 63
1. Peserta Pemira dan pasangan peserta Pemira terpilih wajib ditetapkan dalam sidang pleno panitia Pemira dan dituangkan dalam berita acara hasil Pemira Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UPP,dan Anggota DPM UPP.
2. Panitia Pemira menyampaikan berita acara sebagai mana dimaksud pada ayat (1) selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah penghitungan suara ole panitia Pemira kepada:
a. DPM UPP;
b. BEM UPP;
f. UKM UPP;
g. Rektorat UPP; dan h. Peserta Pemira.
41
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB X
PEMUNGUTAN SUARA ULANG DAN PENGHITUNGAN SUARA ULANG
Bagian Kesatu Pemungutan Suara Ulang
Pasal 64
Pemungutan suara di TPS apa bila dari hasil penelitian dan pemeriksaan Panwas Pemira terbukti terdapat keadaan sebagai berikut:
1. Proses pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan berdasarkan ketetuan peraturan yang ada;
2. Terjadi pemufakatan antara panitia Pemira dengan pemilih, dengan meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani, atau menuliskan
identitasnya yang bukan pada tempatnya.
3. Panitia Pemira merusak satu atau lebih suara yang digunakan oleh pemilih sehingga suara tersebut menjadi tidak sah.
Pasal 65
1. Pemungutan suara di TPS dapat diulang apabila terjadi bencana alam dan/atau kerusuhan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan.
2. Pemungutan suara ulang yang disebabkan terjadi bencana alam dan/atau kerusuhan sebagai mana dimaksud pada ayat diusulkan oleh Panitia Pemira setelah bermusyawarah dengan Panwas Pemira dan para saksi peserta Pemira yang hadir dengan menyebutkan keadaan yang menyebabkan diadakannya pemungutan suara ulang.
42
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
3. Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari
setelah hari/tanggal pemungutan suara berdasarkan keputusan Panitia Pemira.
Pasal 66
1. Dalam hal terjadi pemungutan suara ulang, Panitia Pemira menuangkannya dalam berita acara pemungutan suara ulang yang turut ditandatangani KP Pemira dan Para saksi yang hadir.
2. Ketentuan mengenai pemungutan suara ulang diatur dengan Peraturan Panitia Pemira berdasarkan Ketetapan DPM UPP.
Bagian Kedua Penghitungan Suara Ulang
Pasal 67
Penghitungan suara dapat diulang apabila terjadi hal sebagai berikut:
1. Penghitungan suara dilakukan secara tertutup
2. Terjadi perbedaan jumlah antara pemilh yang telah menggunakan hak 3. pilihnya dengan hasil penghitungan suara yang telah dipakai.
c
43
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB XI
PEMIRA KM UPP LANJUTAN DAN PEMIRA KM UPP SUSULAN
Pasal 68
1. Dalam hal di sebagian atau seluruh wilayah Universitas Pasir Pengaraian terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP tidak dapat dilaksanakan, Panitia Pemira menghentikan sementara tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP.
2. Saat tahapan penyelenggaraan PemiraKM UPP sudah dapat dilanjutkan kembali dikarenakan sebelumnya terhenti sebagai mana dalam ayat (1), Panitia Pemira menetapkan dilakukannya Pemira KM UPP lanjutan.
3. Pelaksanaan Pemira KM UPP lanjutan sebagai mana dimaksud pada ayat dimulai dari tahap penyelenggaraan Pemira KM UPP yang terhenti.
Pasal 69
1. Dalam hal di sebagian atau seluruh wilayah Universitas Pasir Pengaraian terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP tidak dapat dilaksanakan, Panitia Pemira menghentikan sementara tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP.
2. Saat tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP sudah dapat dilaksanakan kembali dikarenakan sebelumnya belum terlaksana sebagaimana dalam ayat (1) Panitia Pemira menetapkan dilakukannya Pemira KM UPP susulan.
c
44
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
3. Pelaksanaan Pemira KM UPP susulan sebagaimana dalam ayat (2) dilakukan untuk seluruh tahapan penyelengaraan Pemira.
Pasal 70
4. Dalam hal di sebagian atau seluruh wilayah Universitas Pasir Pengaraian terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP tidak dapat dilaksanakan, Panitia Pemira menghentikan sementara tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP.
5. Saat tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP sudah dapat dilaksanakan kembali dikarenakan sebelumnya belum terlaksana sebagaimana dalam ayat (1) Panitia Pemira menetapkan dilakukannya Pemira KM UPP susulan.
6. Pelaksanaan Pemira KM UPP susulan sebagaimana dalam ayat (2) dilakukan untuk seluruh tahapan penyelengaraan Pemira.
Pasal 71
1. Pemira KM UPP lanjutan dan Pemira KM UPP susulan dilaksanakan setelah ada penetapan penundaan pelaksanaan Pemira KM UPP.
2. Penetapan penundaan pelaksanaan Pemira KM UPP dilakukan oleh Panitia Pemira dengan rekomendasi Panwas Pemira dan disetuji oleh DPM UPP.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan waktu pelaksanaan Pemira KM UPP lanjutan atau Pemira KM UPP susulan wajib diatur dalam
Peraturan Panitia Pemira.
45
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB XIII
PELANGGARAN DAN SENGKETA PEMIRA KM UPP
Bagian Kesatu Laporan Pelanggaran
Pasal 72
1. Panwas Pemira dapat menerima laporan pelanggaran Pemira KM UPP pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemira KM UPP.
2. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disampaikan oleh:
a. MahasiswaUniversitas Pasir Pengaraian yang mempunyai hak pilih;
b. Peserta Pemira/tim Kampanye; dan/atau c. Panitia Pemira.
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan secara tertulis kepada Panwas Pemira dengan paling sedikit memuat:
a. Nama dan alamat pelapor;
b. Pihak terlapor;
c. Waktu dan tempat kejadian perkara; dan d. Uraian kejadian.
4. Panwas Pemira wajib mengkaji setiap laporan pelanggaran yang diterima.
5. Laporan pelanggaran Peserta Pemira wajib diteruskan kepada Panitia Pemira.
6. Laporan pelanggaran Panitia Pemira wajib diteruskan kepada DPM UPP.
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan pelanggaran Pemira KM UPP wajib diatur dalam peraturan Panwas Pemira.
c
46
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Bagian Kedua
Sengketa Hasil Pemira KM UPP
Pasal 73
1. Dalam hal terjadi sengketa pemira KM UPP atas keputusan panitia Pemira, Peserta Pemira dapat mengajukan permohonan keberatan kepada Panitia Pemira sebanyak 1 (satu) kali.
2. Apabila pesera pemira menolak atas hasil dari keputusan permohona keberatan kepada panitia Pemira dapat mengajukan permohonan keberatan kepada DPM UPP.
3. Panitia Pemira wajib menindaklanjuti putusan DPM UPP.
Bagian Ketiga
Pelanggaran Pemira KM UPP
Pasal 74
Pelanggaran Pemira KM UPP adalah pelanggaran terhadap peraturan yang ada.
Pasal 75
1. Pelanggaran peserta Pemira diselesaikan oleh panitia Pemira.
2. Pelanggaran panitia Pemira diselesaikan oleh DPM UPP.
3. Tata cara mengenai penyelesaian pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Panitia Pemira.
c
47
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
BAB XIV
SANKSI PELANGGARAN Pasal 76
1. Sanksi terhadap pelanggaran Pemira KM UPP oleh peserta Pemira diatur dalam peraturan panitia Pemira.
2. Sanksi terhadap pelanggaran Pemira KM UPP oleh panitia Pemira diatur dalam Ketetapan DPM UPP.
BAB XV
KETENTUAN PENUTUP
Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, semua Peraturan yang mengatur tentang pemilihan Raya Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 77
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan., agar setiap
mahasiswa UPP mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Kelembagaan Mahasiswa Universita Pasir Pengaraian.
Pasal 78
Dengan berlakunya Undang-undang ini maka Undang-undang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
48
DEWAN
PERWAKILAN MAHASISWA
Disahkan di Pasir Pengaraian Pada tanggal 14 Juni 2023 Pukul 14.37 Wib
KETUA DPM UPP,
Imam Ade Saputra
Diundangkan di Pasir Pengaraian Pada tanggal 15 Juni 2023
SEKRETARIS DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
Nur Rohim
Lembaran Kelembagaan Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian Tahun 2023 Nomor 3
49