Buku ini memberikan wawasan yang baik kepada masyarakat Kota Palu tentang wakil-wakilnya di DPRD Kota Palu. Demikian pula buku ini berisi tentang pelantikan pertama anggota DPRD Pertama Kota Palu.
KATA PENGANTAR PENULIS
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada Sekjen DPRD Kota Palu atas kerjasama yang baik antara kedua lembaga dalam kegiatan penelitian dan penulisan ini.
DAFTAR ISI
SEJARAH KOTA PALU
Ruly A Lamajodo dalam pembangunan kota Palu memilih semboyan BINTER (Bersih, indah, nyaman, rapi dan teratur (Pelopor Karya, Minggu I/11 November 1995: 1). Kedudukan inilah yang kemudian menjadikan mereka selalu dan semakin merakyat (dikenal ) bagi massa Partai Golkar, PKPB dan PBB, serta masyarakat pedesaan di Kota Palu.
SEJARAH DPRD KOTA PALU
Ketiga pimpinan DPRD Kota Palu merupakan orang baru terpilih di DPRD Kota Palu. Rosida Talib harus mampu memposisikan diri sebagai pemimpin aparatur birokrasi yang bertugas di DPRD Kota Palu.
BAGIAN KETIGA
ANGGOTA DPRD KOTA PALU
MOHAMMAD IQBAL ANDI MAGGA: 1
Pemimpin Politik Baru dan Palu Sejahtera
Tentu saja usaha, doa, niat baik dan cita-cita luhur itulah yang mengantarkan Mohammad Iqbal Andi Magga, SH terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Palu dari Dapil II (Palu Barat - Kecamatan Ulujadi). Prestasi tersebut membuktikan dirinya mampu bersaing dengan para politisi sukses sebelumnya di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu. Setelah lulus dari MAN 1 Palu, Mohammad Iqbal Andi Magga, SH, melanjutkan pendidikan pendidikan tinggi (S1) di universitas terbesar di Palu, Universitas Tadulako.
Hal itu dinilainya setelah melihat dinamika anak-anak Kota Palu yang hanya mengenal tokoh-tokoh nasional dan sangat jarang yang pantas mendapatkan tokoh di daerahnya sendiri. Keinginan tulusnya untuk mewujudkan masyarakat Kota Palu yang sejahtera memerlukan dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
BASMIN H. KARIM: 2
Politisi yang Jujur dan Idealis
Pengalaman kerja dan jabatan yang dijabatnya merupakan hasil usaha dan kegigihannya untuk menjadi pemimpin Kota Palu yang bisa disejajarkan dengan kota-kota lain. Pencalonan Basmin sebagai anggota DPRD Kota Palu bertujuan untuk membangun Kota Palu yang mampu bersaing dengan kota-kota lain, seperti saat ia mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Telah terbentuk sosok pemimpin yang jujur untuk memajukan Kota Palu yang mampu berwawasan luas dan memiliki investor yang akan mengembangkan Kota Palu di masa depan.
Masyarakat Kota Palu menaruh harapannya pada sosok pemimpin yang mampu memimpin Kota Palu ke depan. Dunia politik yang dipegang Basmin kini berperan penting dalam kepemimpinan DPRD Kota Palu periode 2014-2019.
ERFANDY: 3
Pasang Surut Perjalanan Karier Pendidikan
Organisasi ini memberikan banyak pengalaman berharga dalam proses penyusunan program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Program-program yang ia laksanakan bersama organisasi sosial dan lembaga kemasyarakatan tempat ia ikut serta telah mengharumkan namanya. Hal ini dapat dicapai melalui program-program yang tepat sasaran seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberantasan korupsi, dan reformasi birokrasi.
Melalui kewenangan tersebut, diharapkan setiap anggota dewan mampu memperjuangkan anggaran yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan individu atau kelompok. Ia juga berharap ke depan para wakil rakyat dapat menentukan skala prioritas dalam pelaksanaan program berbasis kerakyatan.
MUHAMMAD J. WARTABONE: 4
Politisi Muda yang Berbakat
Kemudian pada tahun 2003 menjadi presiden mahasiswa atau Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (SEC) STISIPOL Panca Bhakti Palu dan pada tahun yang sama menjabat sebagai ketua (koordinator) Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia (FKMI) Kota Palu. Selain itu, MJW juga pernah menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII) Kabupaten Palu Selatan, Ketua Cabang Persatuan Pemuda Al-Khairat (HPA) Kabupaten Palu Selatan pada tahun 2003, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat dan Anak Kota Palu. Negara (FISIDKAB). , Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Pemuda Islam Indonesia (AMII) Kota Palu tahun 2004, Wakil Ketua Panitia. Adjimin Ponulele yang akhirnya memperkenalkan diri kepada Partai Golkar di Kota Palu, khususnya di Palu Selatan.
Kepeduliannya terhadap rakyat itulah yang membuatnya terpilih kembali untuk periode kedua menjadi wakil rakyat Kota Palu periode 2009-2014. Sejak pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Palu periode 2004-2009, MJW selalu memfokuskan perjuangannya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Palu.
Politisi Perempuan Pemegang Amanat Rakyat
Sebelum melanjutkan pendidikan tinggi, Bernadeth bekerja di sebuah puskesmas di wilayah kota Palu yang saat itu merupakan satu-satunya puskesmas di Birobuli. Untuk memperoleh gelar tersebut, Bernadeth melanjutkan pendidikannya di Akademi Keperawatan Kota Palu dan menyelesaikannya pada tahun 2000. Ibu yang berkecimpung di dunia kesehatan ini terpilih di daerah pemilihan 3 Kota Palu, yakni Palu Selatan.
Untuk itu ibu 3 anak ini mempunyai motto yaitu “bekerja keras” demi kemajuan kota Palu. Kegigihan dalam pembangunan Kota Palu memerlukan berbagai jenis kegiatan untuk menunjang kualitas kerja.
ARMIN: 6
Politisi Teguh, Sabar, Tabah, dan Ikhlas
Armin berusaha mewujudkan mimpinya di bidang konstruksi dan ingin menjadi kontraktor ternama di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu. Saat itu, ia tak punya cukup suara untuk masuk DPRD Kota Palu. Armin tidak menyerah saat itu. Armin merasa Tuhan tidak mengizinkannya duduk sebagai anggota DPRD Kota Palu untuk mewakili suara masyarakat Kabupaten Palu Selatan.
Berkat kerja keras dan dukungan Partai Gerindara, keluarga serta masyarakat Kecamatan Palu Selatan dan Kecamatan Palu Tatanga, Armin dipercaya menjadi salah satu wakil pada hasil pemilu 2014. Hal ini memberikan peluang bagi Armin untuk menjadi salah satu wakil rakyat yang bertugas di parlemen. di Gedung DPRD Kota Palu. Ia merasa canggung dan asing saat pertama kali menginjakkan kaki di gedung DPRD Kota Palu.
ANWAR LANASI: 7
Politisi Gerindra Membangun
Bersama Rakyat
ALIMUDDIN ALI BAU: 8
Tokoh PKB Dukung Pemberantasan Kemiskinan
Kepindahan keluarga tersebut dari Sidrap ke Palu berawal dari ulah keluarga tersebut yang sudah lebih dulu berada di Kota Palu. Melihat potensi dunia usaha di Kota Palu yang sangat besar, ayah dan ibunya pun tidak menyia-nyiakannya. Ketika pendidikan SMA-nya selesai yakni pada tahun 1989, Alimuddin tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Karena tekadnya untuk menjadi calon sarjana hukum, pada tahun 2008 Alimuddin melanjutkan studinya ke universitas. Pada tahun pertama keterlibatannya di PKB, Alimuddin dipercaya memimpin Dewan Suro Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Palu.
BEY ARIFIN: 9
Politisi dan Ustadz yang Memperhatikan Konstituen
Selain itu, Bey Arifin, S.Pd.I yang menjabat sebagai ketua yayasan ini sejak tahun 2004 hingga sekarang juga bergabung dengan yayasan Kalantaro. Pada tahun 2008, Ibu Fauziah Abdullah mengajaknya masuk dan bergabung dengan Partai Demokrat Pembaruan (PDP) karena melihat kapasitas dan kinerja Bey Arifin, S.Pd.I di masyarakat. Pada tahun 2012 Bey Arifin, S.Pd.I bergabung dengan BKPRMI dan menjalani kehidupan sosialnya di organisasi ini.
Jadi Bey Arifin, S.Pd.I merupakan kader politik Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), setahun kemudian tepatnya tahun 2013 dipercaya masuk dalam Daftar Calon Sementara (DKD) hingga menjadi Calon Tetap. Daftar (PLD) yang mewakili Partai Hanura dalam pemilu. Oleh karena itu, menurut Bey Arifin, S.Pd.I merasa perlu mengambil tindakan dengan memindahkan kegiatan pasar ikan ke tempat yang layak untuk dijadikan pasar ikan.
DANAWIRA ASRI: 10
Zainab H.Tekka yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite I DPRD Kota Palu ini memiliki hobi yang bisa dikatakan unik. Terkait dengan kebijakan nasional tersebut, Kota Palu sebagai daerah otonom mempunyai inisiatif mandiri dalam pengembangan program pendidikan. Kota Palu menduduki peringkat pertama diantara 10 kabupaten kota dengan indeks capaian pembangunan sebesar 75,99% berdasarkan data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Sulawesi pada tahun 2009.
Namun yang perlu menjadi perhatian pemerintah Kota Palu adalah upaya peningkatan indeks kinerja pembangunan provinsi Sulawesi Tengah yang menempati peringkat ke-22 dari 33 provinsi di Indonesia juga masuk dalam kategori rendah. Karier politiknya di Partai Amanat Nasional diawali dengan keikutsertaannya dalam kepengurusan DPC PAN Kota Palu Kota Palu sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, setelah itu ia dipercaya menduduki jabatan Ketua DPC PAN Kota Palu periode 2005-2010. . dan kembali ditugaskan memimpin partai ini pada masa pemerintahan 2010 hingga 2015.
SYAMSU ALAM: 11
Politisi Bugis di DPRD Kota Palu
KADIR P. SAMAUNA: 12
Memajukan Kawasan Ekonomi Kota Palu
NANANG: 13
Wajah Baru di Kursi DPRD Kota Palu
NANANG: Seorang Pencari Kayu hingga Wakil Rakyat Perjalanan karir hidup seseorang kadang sulit ditebak. Salah
Setelah lulus SP, beliau bekerja di BAKORLUH P2K (Badan Koordinasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) sebagai pegawai honorer dengan jabatan awal staf lembaga kemudian bekerja sebagai staf program hingga tahun 2014, ketika terpilih menjadi anggota DPRD. dari kota Palu. Nanang, SP sebagai anggota legislatif DPRD Kota Palu tidak lepas dari keberadaan orang-orang Tondo dan Layan yang selalu mendorong dan memotivasi dirinya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Palu. Dorongan masyarakat yang ingin mencalonkannya menjadi anggota DPRD Kota Palu disambut baik istrinya dengan memberi.
Kehadirannya di kancah politik Kota Palu menambah warna baru dengan ide-ide baru. Kesejahteraan masyarakat yang selalu beliau sampaikan kepada khalayak luas merupakan gaya hidup yang layak bagi masyarakat Kota Palu.
HAMSIR: 14
Politisi Perhatian pada Kawasan Ekonomi Khusus
Pada tahun 1989, setelah enam tahun menempuh pendidikan, Hamsir lulus dan berhasil mendapatkan ijazah. Partai Barnas sendiri menduduki peringkat ke-10 dan meraih satu kursi di DPRD Kota Palu. Berdasarkan hasil jajak pendapat, Hamsir pun menduduki kursi tunggal Partai Barnas.
Hamsir juga mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Kota Palu mewakili Partai HANURA dengan nomor urut 1 mewakili daerah pemilihan 1 yakni Palu-Tawaeli Utara. Hamsir juga menyoroti konflik yang belakangan ini terjadi di berbagai titik di Kota Palu.
IDILJAN DJANGGOLA: 15
Politisi Putra Daerah yang Memperjuangkan Aspirasi Rakyat
ISHAK CAE: 16
Politisi Muda Mengutamakan
Kepentingan Rakyat
Kondisi DPRD Kota Palu yang tidak bersahabat dengan kelompok minoritas, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, mendorong Dr. Ishak Cae dicalonkan Partai Golkar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu pada tahun 2009, yang kemudian mengantarkannya duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Palu untuk kedua kalinya. Dr.Dr.
Ishak Cae menyaksikan langsung perang kepentingan di DPRD Kota Palu yang beranggotakan 30 orang. Ishak Cae merupakan anggota DPRD Kota Palu. Ia banyak terlibat dalam pembahasan kepentingan umum di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu, pembahasan terkait kepentingan umum khususnya di bidang pembangunan.
Tampil Sebagai Wakil Rakyat Untuk
Memberdayakan Masyarakat Kecil
Di tengah kesibukannya dengan kegiatan sosialisasi, ia tetap menyempatkan diri untuk kembali ke Kota Palu sebulan sekali untuk menghilangkan kerinduannya terhadap keluarga. Bekerja sebagai tenaga penunjang di Lalundu selama lima tahun tidaklah terlalu sulit bagi Tamsil karena anak dan istrinya masih tinggal di Palu. Beliau merupakan satu-satunya lulusan sarjana teknik di Kota Palu yang mengajar pada jenjang SMP, padahal idealnya beliau mengajar pada jenjang SMA Pertanian.”
Untuk itu sektor ini harus mendapat perhatian yang cukup dalam pembangunan perekonomian Kota Palu ke depan.” 3 Baca Darwis, dkk, Pilar Demokrasi Lokal DPRD Kota Palu: Biografi dan Kenangan Masa Dinas DPRD Kota Palu Periode 2009- 2014 .
JOPPI ALVI KEKUNG: 18
Politisi yang Belajar dari Pengalaman
Saat berusia tujuh tahun, Joppi disekolahkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kolongan Atas pada tahun 1979. Usia tujuh tahun merupakan usia matang dan ideal bagi seorang anak untuk belajar pada jenjang sekolah dasar. Semasa duduk di bangku sekolah dasar, Joppi rupanya juga memiliki seorang guru yang menjadi idola dan panutannya.
Tak jarang, ada guru yang bersikap kasar di dalam atau di luar kelas sehingga membuat siswa takut terhadap gurunya. Hasil didikan keluarga inilah yang membuat Joppi mudah memahami pelajaran di sekolah dan berhasil menuai prestasi dengan selalu menduduki peringkat satu hingga tiga.