SEJARAH GEOLOGI
Daerah penelitian kali ini berada pada daerah Teluk Pandan dan sekitarnya, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pada daerah penelitian ini ditemukan litologi batuan beku andesit, batuan piroklastik tuff dan breksi vulkanik seta endapan aluvium. Batuan beku pada daerah penelitian ini memiliki warna abu-abu, dengan ukuran kristal hipokristalin, tekstur afanitik dan struktur massif batu beku ekstrusif andesit. Yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik meletusnya gunungapi yang kemudian mengeluarkan lava yang mengalir dan kemudian magma mengalami pendinginan sehingga terbentuklah batuan andesit dengan tekstur afanitik.
Batuan tuff pada daerah penelitian ini memiliki warna abu-abu (segar), coklat (lapuk), ash,membundar, sortasi baik, kemas tertutup, Tuf, batuan yang terbentuk dari endapan abu vulkanik yang terkompaksi dan tercementasi. Batuan tuff pada daerah ini terbentuk ketika letusan gunung berapi melepaskan abu vulkanik ke atmosfer atau secara eksplosif. Kemudian abu tersebut terbawa oleh angin dan terendapkan. Seiring berjalannya waktu, lapisan-lapisan abu tersebut terkompaksi oleh beratnya sendiri dan tercementasi menjadi batuan tuff.
Batuan breksi vulkanik pada daerah penelitian ini berwarna abu-abu, ukuran butir blok , sortasi buruk, kemas terbuka, fragmen basalt , matriks tuf, breksi vulkanik. Batuan breksi vulkanik di daerah penelitian ini kemungkinan besar terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang terjadi di masa lalu. Letusan vulkanik yang kuat di sekitar wilayah tersebut menghasilkan aliran material vulkanik seperti abu vulkanik, lapili, bom vulkanik, dan batuan piroklastik. Ketika material vulkanik ini jatuh dan terakumulasi di sekitarnya, mereka dapat terikat bersama oleh material piroklastik, debu vulkanik, atau bahkan material perekat seperti lapilli tuff atau batuan piroklastik.
Berdasarkan peta geologi regional lembar tanjung karang , daerah penelitian ini terdapat tiga kelompok satuan batuan yaitu, formasi tarahan (Tpot) yang terdiri dari batu Tuff padu, breksi dengan sisipan rijang, formasi hulusimpang yang terdiri dari lava andesit-basalt, tuff dan breksi gunungapi terubah dengan lensa batugamping (Tomh), Quarter alluvium (Qa).
Proses terbentuknya diawali dengan letusan gunungapi yang kemudian terendapkan batuan tuff terlebuh dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan breksi vulkanik terendapkan kemudian adanya terobosan dari bawah permukaan berupa lava yang mendingin berubah menjadi batuan andesit.