Latar Belakang
Namun sejak diluncurkannya program Dana BOS pada tahun 2008, Dana BOS belum mampu memenuhi harapan masyarakat untuk menikmati pendidikan dasar gratis sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Kepala sekolah kurang transparan dalam pengelolaan dana BOS, orang tua siswa kurang memahami dana BOS. Penggunaan dana BOS yang digunakan di SD Isalmiyah 1 telah sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan antara lain standar pengembangan isi, standar pengembangan proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pendanaan dan standar penyampaian pendidikan. .
Rumusan Masalah
Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti bermaksud melakukan penelitian yang berjudul “Transparansi Laporan Pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah di SD Islamiyah 1 Kota Ternate”. Bagaimana transparansi Laporan Pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah terlihat dari audit yang independen dan efektif di SD Isalmiyah 1 Kota Ternate. Bagaimana transparansi laporan pertanggungjawaban dana bantuan operasional sekolah terlihat dari keterlibatan masyarakat di SD Islamiyah 1 Kota Ternate.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Perencanaan penggunaan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate diawali dengan pembuatan rencana kegiatan anggaran sekolah (SKAP). Rencana pengeluaran dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate pada tahun ajaran 2021 dialokasikan sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan. Berdasarkan tanggapan informan, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate sudah efektif.
Penelitian Terdahulu
Pengelolaan dana BOS dan fasilitas terkait BOS di kedua sekolah tersebut tidak berjalan dengan baik. Pengelolaan sumber daya BOS dinilai berdasarkan jumlah sumber daya BOS yang direncanakan dan sumber daya BOS yang digunakan. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah fokus penelitian pada pengelolaan dana BOS di sekolah.
Konsep Good Governance
- Pengertian Good Governance
- Prinsip-prinsip Good Govenance
- Manfaat Good Governance
- Tujuan Good Governance
Good Government Governance merupakan tata kelola pemerintahan yang baik yang telah diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia. Tata pemerintahan yang baik mempunyai fungsi penting dalam pemerintahan dan memberikan manfaat yang dapat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat luas. Peneliti menemukan bahwa tujuan tata kelola pemerintahan yang baik adalah meningkatkan kinerja pemerintah secara terbuka/transparan sehingga menguntungkan seluruh pemangku kepentingan.
Konsep Transparansi
- Definisi Transparansi
- Indikator Transparansi
- Prinsip Transparansi
- Manfaat Transparansi
Kepedulian Karyawan dan Stakeholder Karyawan dan pemangku kepentingan merupakan aset perusahaan yang harus dilindungi. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk memberikan informasi kepada pemegang saham, kreditor dan pemangku kepentingan lainnya. Masyarakat dan pemangku kepentingan yang lebih luas mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi dalam perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran keuangan sekolah untuk penunjang operasional.
Konsep Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
- Pengertian Bantuan Operasional Sekolah
- Tujuan Bantuan Operasional Sekolah
- Manajemen Keuangan Sekolah
- Pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah
Dana bantuan operasional sekolah merupakan subsidi pemerintah untuk operasional sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan program wajib belajar. Sekolah juga harus mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (OSA) untuk menjamin pemerataan pendidikan sesuai dengan cita-cita keadilan. Gubernur paling lambat tanggal 10 Januari tahun berikutnya menerima ringkasan laporan pertanggungjawaban penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (SOS) dari SKPD pendidikan kabupaten/kota.
Kerangka Pikir
Sesuai peraturan perundang-undangan, SKPD bidang pendidikan kabupaten/kota wajib mendaftarkan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Peraturan Permendagri Nomor 62 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah mengatur penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan serta pertanggungjawaban BOS berdasarkan pola pengelolaan keuangan BOS. Adanya audit yang mandiri dan efektif adalah pemeriksaan berkala terhadap akuntansi keuangan yang dilakukan oleh sekolah itu sendiri sesuai dengan kebutuhan.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah pengelolaan dana BOS sudah sesuai dengan laporan yang ada. Penerapan prinsip transparansi akuntabilitas laporan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate dikaitkan dengan pembuatan RKAS sesuai JUKNIS. Laporan pertanggungjawaban dana BOS pada SD Islamiyah 1 Kota Ternate dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan yang harus disertai bukti.
Selain itu, masing-masing pihak terkait juga memahami perannya dalam pengelolaan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate. Berdasarkan hasil penelitian mengenai keterlibatan masyarakat dalam penerapan transparansi laporan pertanggungjawaban dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate. Selain itu, masing-masing pihak terkait juga memahami perannya dalam pengelolaan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate.
Pengelolaan dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate pada awalnya direncanakan melalui program RKAS dengan melibatkan seluruh pihak terkait termasuk orang tua/wali siswa. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dana BOS di SD Islamiyah 1 Kota Ternate dapat dikatakan transparan.
Waktu dan Lokasi
Jenis dan Tipe Penelitian
Informan
Sumber Data
Informan mempunyai pengetahuan yang luas dan mampu menjelaskan kebenaran mengenai objek penelitian yang diteliti. Data sekunder merupakan informasi penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara atau yang dikumpulkan dan dicatat oleh berbagai perkumpulan pihak lain. Tutus Julantika et al., (2017) Penelitian ini diperoleh dari pihak ketiga yaitu dokumen dan dokumentasi terkait di SD Islamiyah 1 Kota Ternate.
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini memasukkan wawancara sebagai strategi untuk berbagai jenis informasi. Wawancara yang dilakukan peneliti ditujukan kepada kepala sekolah, bendahara sekolah dan orang tua SD Islamiyah 1 kota Ternate. Selain melalui pertemuan dan rapat, para ahli juga akan menggunakan strategi dokumentasi, dimana prosedur dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan informasi kearsipan yang akan membantu para ilmuwan dalam menuliskan rencana permasalahan dan dapat menjadi bukti penelitian yang terarah. penyajian laporan keuangan dana bantuan untuk operasional sekolah. Peneliti juga akan menganalisis benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan, dan lain-lain.
Teknik Analisis Data
Reduksi data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan data, memilih hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola serta membuang yang tidak perlu, memberikan kode-kode pada aspek-aspek tertentu, kemudian memusatkan perhatian pada hal-hal yang paling penting. Yang terpenting, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai objek yang diteliti dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Tampilan Data, setelah data direduksi, data kemudian disajikan melalui pola kualitatif, yaitu dengan memberikan gambaran naratif, sehingga struktur dan sistematika data disusun dalam pola relasional sehingga dapat memberikan gambaran yang menarik. dipahami. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi, penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap, kesimpulan awal bersifat sementara, dilakukan setelah melihat data, dan akan berubah jika ditemukan data baru yang berbeda dengan data sebelumnya, atau tidak ditemukan bukti-bukti yang mendukung peneliti pada tahap berikutnya. pengumpulan data.
Sebaliknya data tersebut pada awalnya didukung oleh bukti-bukti yang valid dan tetap konsisten, sehingga data yang kami simpulkan adalah data yang kredibel.
Teknik Pengabsahan Data
Gambaran umum SD Islamiyah 1 Kota Ternate
Ketua organisasinya adalah Sayid Abubakar Alhadar, sedangkan pengurusnya terdiri dari Sayid Abdurrahman Assagaf, Syekh Abdul Hamid Minabari, Syekh Abdul Eda, perkumpulan ini bertempat atau menyewakan rumah di gedung milik Haji Abubakar Ilmuimi yang terletak di Jalan Boesoiri sekarang ruang depan dijadikan ruang pertemuan sedangkan ruang belakang diubah menjadi madrasah bernama Madrasah Tarahumul Arabiyah di bawah pimpinan Sayid Abdurrahman Assagaf. Pada masa pendudukan Jepang pada periode 1942-1945, seluruh sekolah swasta di Maluku, khususnya di Maluku Utara, ditutup oleh pemerintah Jepang. Kepala sekolah atau pemimpin madrasah Islam ini adalah Ustadz Agil bin Syekh Abubakar, dibantu oleh Abjan Soleiman, Muhammad Abdulgani dan Abubakar Alhadar.
SD Islamiyah dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam (YPI), yayasan ini berdiri pada tanggal 5 Maret 1959, diketuai oleh M.A Albugis, beliau merupakan Kepala Kantor Urusan Agama Ternate Maluku Utara. Maksud dan tujuan Yayasan Perguruan Tinggi Islam (YPI) adalah mengembangkan umat Islam Indonesia menjadi umat yang cerdas, kreatif, terampil yang menjadi hamba dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Zein Assagaf, membuka atau membangun SD Islamiyah 4 dan SD Islamiyah 5, SMP Islam Tobelo serta membangun Madrasah Ibtidaiyah 6 setempat di Ternate dengan bantuan dari Gubernur Maluku 3 setempat dan dari Dana Koperasi Irian Maluku Barat (Dankumib) 3 setempat.
Pada tahun 1983, atas bantuan Gubernur Maluku Hasan Slamet, ia membangun seluruh gedung sekolah menengah Islam di Kecamatan Ternate Makassar Barat (Ngidi). Abdurrahman Langkeng membangun atau mengajar SD Islamiyah 7 Ternate pada tahun 1992 yang saat itu berlokasi di Desa Gamalama, Kecamatan Ternate Utara. Susunan pimpinan madrasah dari Al-Madrasah Al-Tarahun, Al-Madrasah Al-Islamiyah hingga menjadi SD Islamiyah adalah sebagai berikut.
Sedangkan tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan untuk hidup mandiri dan pendidikan selanjutnya.
Deskripsi Data
Hasil Penelitian
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa SD Islamiyah 1 Kota Ternate telah berusaha transparan dalam pertanggung jawaban atas laporan dana BOS. Kepala sekolah mengumumkan bahwa: .. penyusunan anggaran BOŠ disesuaikan dengan 8 standar sesuai dengan yang tertuang dalam JUKNIS. Hal serupa juga disampaikan oleh bendahara: .. untuk penyusunan anggaran BOŠ kami sesuaikan. dengan peraturan yang ada menurut JUKNIS.
Dana BSH dikelola sesuai dengan hasil rapat yang disusun dalam rencana anggaran kegiatan sekolah (RKAS). Sedangkan setelah diterimanya dana BOS tahap 2, dana BOS digunakan untuk mengembangkan standar proses senilai Rp. Terdapat sedikit perbedaan dengan pengelolaan dana BOS tahap ketiga dimana untuk pengembangan dana sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp.
Tidak ada penggunaan dana BOS untuk pengembangan dan implementasi sistem pada penerimaan dana BOS tahap pertama dan ketiga. Sedangkan pada penerimaan dana BOS tahap kedua, dana digunakan untuk pengembangan dan implementasi sistem penilaian sebesar Rp. Dimana dana BOS yang diterima sekolah digunakan untuk membiayai kegiatan sesuai dengan petunjuk teknis BOS yang didasarkan pada 8 standar.
Pemeriksaan berkala juga dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota dan pengawasan pada setiap tahapan penerimaan dana BOS.
Pembahasan hasil penelitian
Jawaban: “Ya, efektif karena dana BOS yang diterima sudah mampu memenuhi kebutuhan sekolah yang meliputi kegiatan belajar mengajar serta sarana dan prasarana.” Jawaban : “Untuk penyusunan anggaran BOS kami sesuaikan dengan aturan yang ada sesuai JUKNIS. Jawaban : “Menurut saya efektif atau tidaknya anggaran BOS ini menurut saya sudah tepat efektifnya karena kita sebagai orang tua dan wali dapat melihat fasilitas yang ditawarkan sekolah.
Ya, efektif karena dana BOS yang diterima sudah mampu memenuhi kebutuhan sekolah yang meliputi kegiatan belajar mengajar serta sarana dan prasarana. Menurut saya efektif atau tidaknya anggaran BOS cukup efektif karena kita sebagai orang tua dan wali bisa melakukannya.
Kesimpulan