PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dunia industri menimbulkan permasalahan bagi lingkungan, menurut Elfayei dan Kartika (2013). Salah satu pemborosan terbesar disebabkan oleh bangsal rumah sakit. Limbah rumah sakit merupakan limbah yang berbahaya bagi lingkungan jika tidak dikelola sebelum dibuang. Dalam upaya melakukan perbaikan yaitu untuk mengurangi dampak lingkungan, perlu dilakukan pengukuran informasi semata-mata untuk meningkatkan kinerja lingkungan rumah sakit.
Rumusan Masalah
Perusahaan diukur kinerja perusahaan menurut program penilaian kinerja (PROPER) sebagai tolak ukur dalam penelitian ini, salah satu upaya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk membantu struktur perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui perangkat informasi. Sistem penilaian kinerja PROPER melibatkan peningkatan perusahaan dalam 5 (lima) warna yang dinilai secara berurutan, dengan skor tertinggi adalah 5 untuk Emas dan terendah adalah 1 untuk Hitam.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar dipimpin oleh seorang direktur yang tugas utamanya mengatur urusan di bidang administrasi. Dengan kata lain, RS Haji Makassar terus berupaya memaksimalkan keuntungan (profit) perusahaan sejalan dengan tujuan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat (people) dan lingkungan (planet). RS Haji Makassar selalu merasa menjadi bagian dari masyarakat dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup masyarakat.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Triple Bottom Line
Komponen ekonomi, sosial dan lingkungan menjadi dasar untuk mengoptimalkan tanggung jawab sosial selain tanggung jawab keuangan yang diberikan oleh perusahaan. Bahwa perusahaan harus memastikan tanggung jawab tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi tentu saja mereka memastikan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menjaga ekosistem dan keberlanjutan untuk generasi mendatang. Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan memperbaiki manajemen kerja, mulai dari penyederhanaan proses, pengurangan aktivitas yang tidak efisien, penghematan waktu pemrosesan dan servis.
Akuntansi Lingkungan
Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar didirikan dan diresmikan pada tanggal 16 Juli 1992 oleh Presiden Republik Indonesia. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Rumah Sakit Umum Daerah dan memberikan saran dan refleksi kepada atasan sebagai bahan pengambilan kebijakan. Rumah Sakit Umum Daerah Haji dikelola oleh direktur yang untuk sementara dijabat oleh dr.
Penjelasan dari hasil wawancara dapat dilihat bahwa Rumah Sakit Haxhi Makassar telah berusaha memperhatikan lingkungannya. Kegiatan yang dilakukan Rumah Sakit Haxhi Makassar dalam upaya pelestarian lingkungan akan menimbulkan biaya, disinilah peran akuntansi lingkungan sebagai penemuan. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga yang tinggal di sekitar RS Haji.
Rumah Sakit Haxhi Makassar selalu merasa menjadi bagian dari masyarakat dan bertanggung jawab atas kebutuhan masyarakat. Pengawasan dan evaluasi yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup menunjukkan kinerja lingkungan yang dicapai Rumah Sakit Haxhi Makassar menunjukkan hasil yang baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa akuntansi lingkungan memiliki peran yang sangat baik di Rumah Sakit Haji Makassar.
Dalam menjalankan aktivitasnya, Rumah Sakit Haji Makassar memperhatikan aspek sosial dan lingkungannya, hal ini dinilai baik oleh (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar).
Kinerja Lingkungan
Rumah Sakit
Pengertian rumah sakit juga terdapat dalam Pasal 1 ayat (1) Permenkes RI No. 159b tahun 1988 tentang rumah sakit disebutkan. Rumah Sakit adalah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan dapat digunakan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Menurut WHO, rumah sakit adalah suatu institusi yang merupakan bagian integral dari organisasi kesehatan dan organisasi sosial, yang fungsinya memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, baik kuratif maupun preventif bagi pasien, rawat jalan dan rawat inap, kegiatan pelayanan medis dan perawatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan rumah sakit umum sebagai rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah dan swasta yang bersifat nirlaba, antara lain: rumah sakit yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, Kementerian lainnya, dan lembaga swasta nirlaba. Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pelayanan administrasi.
Penelitian Terdahulu
Gautama (2016) Penelitian ini menganalisis penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit sudah menyadari pentingnya kinerja lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan dan informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dibutuhkan oleh rumah sakit dibagi menjadi dua jenis informasi, yaitu informasi fisik dan informasi moneter. Wardah dan Astini (2018) Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan manajemen rumah sakit tentang pentingnya kinerja lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan dan informasi akuntansi manajemen lingkungan yang diperlukan dalam pengelolaan lingkungan.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pengelola atau petugas pengelola sampah di masing-masing rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit sudah memahami pentingnya kinerja lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan dan bahwa informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit berupa informasi fisik dan informasi keuangan/biaya, termasuk persentase bahan yang diperoleh dari daur ulang. Elfayei dan Kartika (2013) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan RSUD Tarakan Jakarta berdasarkan penerapan akuntansi lingkungan rumah sakit, proses pengelolaan limbah rumah sakit dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Setelah menganalisis laporan keuangan rumah sakit, masih belum ada perlakuan khusus terhadap tagihan terkait pengelolaan limbah rumah sakit. Namun kegiatan CSR yang dilakukan oleh pihak rumah sakit sangat baik karena kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat sekitar rumah sakit, karyawan dan lingkungan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kerangka konseptual dalam penelitian ini dibentuk dengan mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan dari operasional rumah sakit dan kegiatan pendukung lainnya, sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang tepat karena peran akuntansi lingkungan yang diperkuat dengan pendekatan triple bottom line.
Kajian akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Kecamatan Tamalate Kota Makassar tepat di Jalan Dg.
Metode Pengumpulan Data
Metode observasi (observasi) adalah teknik penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati obyek, baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa ada unsur pengaruh, pengaturan atau manipulasi. Informasi dan data yang kami butuhkan dalam penelitian ini juga diperoleh dari studi dokumentasi.Sebelum penelitian lapangan, peneliti meninjau buku-buku sastra, majalah, jurnal, hasil seminar, artikel yang tersedia baik di media online (internet) maupun di perpustakaan.
Jenis dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya, tidak melalui perantara.
Metode Analisis
Reduksi data merupakan proses seleksi tentang penyederhanaan data yang muncul dari hasil wawancara dan catatan lapangan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah mempertajam analisis, mengklasifikasikan dalam setiap masalah melalui uraian singkat, mengarahkan, membuang yang tidak perlu. Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesifik dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data kemudian mencari data tambahan jika diperlukan.
Tahap ini merupakan tahap penarikan kesimpulan dari semua data yang diperoleh sebagai hasil penelitian. Rumusan kesimpulan merupakan hasil analisis yang dapat digunakan untuk tindakan, sehingga kesimpulan dalam penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah sebelumnya.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Perusahaan
- Sejarah RSUD Haji Makassar
- Aspek Legal
- Visi dan Misi
- Tujuan dan Sasaran
- Organisasi Tata Laksana
- Sarana dan Prasarana Pelayanan
- Sumber Daya Manusia
- Kinerja Pelyanan Rumah Sakit
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar adalah: “Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Islam Terpercaya, Terbaik dan Terpilih di Sulawesi Selatan Tahun 2018.” Arti dari penglihatan ini adalah. Meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta mengembangkan dan meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit. Bahwa rumah sakit memberikan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk pembentukan karakter islami yang handal.
Bahwa rumah sakit menerapkan manajemen klinis dan non klinis yang baik dan akuntabel yang berpedoman pada sepuluh kebiasaan baik yaitu. Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tujuannya juga mengacu pada tujuan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 khususnya di bidang kesehatan yaitu “Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan”. Tujuan jangka menengah Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar adalah “Mewujudkan rumah sakit yang bersih, pelayanan prima dengan tata kelola yang baik dan landasan spiritual sehingga terwujud sebagai sarana pelayanan publik yang bermutu, profesional dan handal”.
Meningkatkan akuntabilitas publik kepada publik dengan tujuan kinerja laporan tanggung jawab rumah sakit yang dinilai oleh auditor eksternal dengan kualitas terbaik. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat Bappeda Badan Lain Provinsi Sulawesi Selatan, perlu ditetapkan Pokok-Pokok Fungsi Daerah dan Pokok-Pokok Fungsi Daerah. Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menyelenggarakan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pembinaan masyarakat yang berkaitan dengan pengelolaan dan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah.
Sedangkan untuk penunjang terapi medis, rumah sakit memiliki fasilitas penunjang berupa rehabilitasi medik dan farmasi. Sumber daya manusia di RSUD Haji berasal dari pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang meliputi staf struktural, medis, dan fungsional. Menurut data terakhir yang diperoleh penulis, RSUD Haji memiliki 38 tenaga medis yang terdiri dari 18 dokter spesialis, 15 dokter umum dan 5 dokter gigi.
Hasil dan Pembahasan Penelitian
- Peran Akuntansi Lingkungan Pada RSUD Haji
- Penerapan Akuntansi Lngkungan Berdasarkan Triple
Akuntansi lingkungan menurut rumah sakit adalah bagian akuntansi yang mencoba menghubungkan faktor biaya lingkungan dengan hasil operasi unit atau perusahaan. Berbagai upaya telah dilakukan Rumah Sakit Haxhi dalam menjalankan aktivitasnya agar memberikan dampak yang sebaik-baiknya bagi lingkungan, sosial dan manfaat perusahaan. Hal ini dilakukan Haxhi Hospital Makassar dengan selalu memperhatikan ketiga aspek tersebut agar tetap dapat tercapai untuk mendukung kegiatan operasional Rumah Sakit.
Dalam kehidupan bermasyarakat, RS Haji Makassar juga mengedepankan kepeduliannya dalam hal ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pasien tanpa merugikan masyarakat sekitar. Hal ini juga telah dilakukan oleh Rumah Sakit Haji dimana hasil wawancara dengan Ny. Sri Wahyuni di Dinas Kebersihan. Rumah Sakit Haji dalam kegiatannya harus menyadari dampak yang dihasilkannya, perawatan yang dilakukan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan di masyarakat.
Kepedulian yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan masyarakat tersebut dilakukan oleh RS Haji Makassar, hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ny. Haryani diucapkan. Hal ini dikarenakan RS Haji Makassar bukan merupakan perusahaan publik, sehingga laporan keuangan dilaporkan kepada pemerintah daerah. Kepedulian RS Haji Makassar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, karyawan dan masyarakat merupakan wujud tanggung jawab yang diemban.
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Triple Bottom Line Theory telah menginstruksikan Rumah Sakit Haji Makassar untuk secara sukarela menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik dan lingkungan yang sehat. Mengambil pendekatan triple bottom line yang salah satunya meliputi profit, peneliti belum menemukan penjelasan yang lebih detail mengenai seberapa baik pengaruh akuntansi lingkungan terhadap keuangan yang diperoleh RS Haji Makassar. RS Haji Makasar diharapkan dapat melaporkan biaya lingkungannya secara detail untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran