SEMINAR NASIONAL
REKAYASA & DESAIN ITENAS 2017
Seminar Nasional Bidang Teknik Lingkungan:
Rekasaya dan Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan II
PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA DAN DESAIN ITENAS 2017
Tema:
Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan
5 – 6 Desember 2017
Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS),
Jalan PKH Mustapha No. 23 Bandung 40124, Indonesia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA DAN DESAIN ITENAS 2017 TEMA:
Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan
TIM REVIEWER
Prof. Meilinda Nurbanasari Dr. Imam Aschuri
Dr. Dewi Kania Sari Dr. Nurtati Soewarno Dr. Dwi Prasetyanto Taufan Hidjaz M. Ds Dr. Andry Masri TIM EDITOR
Dr. Tarsisius Kristyadi Agus Wardana Dr. Sony Darmawan Dr. Jamaludin
Anwar Sukiman, M.Ds Dr. Maya Ramadianti
ISBN :
Cetakan Pertama : Pertama., Desember 2017 Penerbit:
Penerbit Itenas Alamat Redaksi:
Jl. PKH. Mustapha No.23, Bandung 40124 Telp.: +62 22 7272215, Fax.: +62 22 7202892 Email: [email protected]
Hak Cipta dilindungi Undang Undang
Dilarang mengutip dan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan cara apapun tanpa
izin tertulis dari penerbit.
Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 -
i
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunianya sehingga buku Proceeding Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017. Proceeding ini mengambil tema Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Buku Proceeding ini terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing bagian memuat fokus tema. Fokus-fokus tersebut yaitu :
1. Seminar Nasional Bidang Arsitektur : re thinking in Sustainable Design
2. Seminar Nasional Bidang Geodesi : State of the Art Industri Geomatika di Indonesia II 3. Seminar Nasional Bidang teknik Lingkungan : Rekayasa dan Manajemen Lingkungan
berkelanjutan II
4. Seminar Nasional Bidang Teknik Kimia:Seminar Tjipto Utomo Pemanfaatan Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Proses Nasional
5. Seminar Nasional Bidang Teknik Industri
6. Seminar Nasional Bidang Teknik Desain: Seminar Desain dalm Industri Kreatif 7. Seminar bidang Elektro dan Informatika
Kami berharap dengan adanya kumpulan paper-paper yang ada dalam proceeding ini dapat memperluas wawasan mengenai ilmu pengetahuan rekayasa dan desain untuk pembangunan berkelanjutan.
Ucapan terima kasih kami haturkan untuk semua pihak yang telah membantu penerbitan Proceeding ini.
Bandung, 6 Desember 2017 Hormat Kami
Ketua Editor
Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 -
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi
Seminar Nasional Bidang Teknik Geodesi: State of the Art Industri Geomatika di Indonesia II
01. Identifikasi Kerapatan Mangrove Di Muara Sungai Ciasem Menggunakan Data Citra Satelit Landsat Multitemporal oleh Rika Hernawati, Dian Noor Handiani, Soni Darmawan, dan Amalia Vina Dita
1
02. Pembangunan Geodatabase Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5/PRT/M/2008, Studi Kasus: Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon oleh Indrianawati dan Sumarno
8
03. Kajian Spasial Perubahan Garis Pantai, Penyebab, dan Dampaknya Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat di Pesisir Subang oleh Dian N. Handiani, S. Darmawan, Y.D. Aditya, M. F.
Suryahadi, dan R. Hernawati
16
04. Pemodelan Permukaan Digital Survei Geofisika Udara Menggunakan Metode Geostatistika
untuk Ekplorasi Mineral oleh Hary Nugroho
23
Seminar Nasional Bidang Teknik Desain: Seminar Desain dalm Industri Kreatif
01. Optimalisasi Presentasi Mahasiswa Desain Interior Dengan Metode Storyboard oleh Edwin
Widia
1
02. Inovasi Desain Furnitur Murah Untuk Pasar Mahasiswa Dengan Konsep Flatpack oleh Andika
Dwicahyo Aribowo 8
03. Desain Elemen Interior Ruang dari Limbah Plastik dengan Pendeketan Eksplorasi 3R (Reduce- Reuse-Recycle) oleh Iyus Kusnaedi
19
04. Peningkatan Kualitas Lingkungan di IKM Alas Kaki Melalui Perancangan Tata Ruang dan Perbaikan Alat Bantu Produksi Dengan Konsep Bengkel Sehat oleh Boyke Arief Taufik Firdaus, Muhamad Arif Waskito
26
05. Potensi Bambu untuk Pengembangan Armatur Lampu dari Produk Budaya Lokal oleh Bambang Arief Ruby RZ
34
06. Makna Penerapan Elemen Pembentukan Interior sebagai Konsep Tanda pada Rancang Interior Tematis Mal Boemi Kedaton di Lampung oleh Novrizal Primayudha
41
07. Revitalisasi Tatanen Huma Sunda melalui Penerapan Iptek Aero-hidroponik pada Desain Produk
Pertanian Kawasan Desa Hutan oleh Edi Setiadi Putra 47
08. Kajian Fenomenologi Mengenai Perbedaan Persepsi Tentang Kata Pribumi atau Penghuni. Studi Kasus : Spanduk Informasi Dilarang Parkir oleh Sri Retnoningsih, Asep Ramdhan, Inko Sakti Dewanto
58
Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 -
iii Seminar Nasional Bidang Teknik Lingkungan: Rekayasa dan Manajemen
Lingkungan Berkelanjutan
01. Kajian Kualitas Air Sungai Cikijing Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Dua Musim yang Berbeda oleh Chrysantiena Lovia Darsita, Eka Wardhani, dan Lina Apriyanti Sulistyowati
1
02. Analisis Potensi Air Baku di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi oleh Eka Wardhani dan Lina
Apriyanti Sulistyowati 12
03. Analisis Kualitas Air Waduk Saguling untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kota Bandung oleh Hasniayati Arey, Eka Wardhani dan Fatimah Dinan Qonita
24
04. Analisis Kualitas Air Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat oleh Ilma Prasiwi, Eka Wardhani dan Fatimah Dinan Qonita
31
05. Analisis Kualitas Air Sungai Cilaki sebagai Sumber Air Baku untuk PDAM Kota Bandung oleh Muhammad Syarief Riayatulloh, Eka Wardhani, Kancitra Pharmawati
42
06. Kajian Daya Tampung Tiga Sungai di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat oleh Lina Apriyanti Sulistiowati, Eka Wardhani, Zulfa Amala, Rhesti Oktaria Putri, Annisa Ulfa Zakiyyah
53
07. Analisis Kualitas Udara Ambien di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat oleh Lina Apriyanti Sulistiowati dan Eka Wardhani
63
08. Analisis Kualitas Air Sungai Cintanduy sebagai Air Baku Air Minum Tiga Kecamatan di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah oleh Ratna Mutia Sari, Eka Wardhani dan Lina Apriyana Sulistyowati
73
09. Pengurangan Sampah Kota Bandung Melalui Peningkatan Pengelolaan Bank Sampah Resik PD Kebersihan Kota Bandung oleh Baiq Mardhiyanti Kusuma Dewi, Siti Ainun, Iwan Juwana
85
Seminar Nasional Bidang Teknik Kimia: Seminar Tjipto Utomo Pemanfaatan Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Proses Nasional
01. Kajian Pengaruh Ukuran Zeolit Alam Modifikasi (ZAM) pada Pemurnian Etanol-Air Fuel Grade Melalui Proses Dehidrasi Secara Uap dan Cair oleh Ronny Kurniawan1, Reski Purwanda1, Nurkhatimah Utami,1dan Yulianti Pratama
1
02. Penyisihan Kandungan Natural Orgaik Matter Bendungan Jatiluhur Menggunakan Membrane Ultrafiltrasi oleh Jono Suhartono, Carlina Noersalim, Stephani Diandra R., Yarra Yulia P.
12
Seminar Nasional Bidang Arsitektur: re-Thinking in Sustainable Design
01. Rancang Bangun Elemen Taman Kota Sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif Subsektor Arsitektur Dalam Peningkatan Citra Kawasan Kota; Studi Kasus: Taman Balaikota Bandung;
Taman Sejarah, Taman Merpati, Taman Badak dan Taman Dewi Sartika oleh Irfan Sabarilah Hasim, Eggi Septianto, Saryanto
1
02. Kriteria Konektifitas dalam Sustainable Site Studi Kasus: Ruang Terbuka Publik Kampus Itenas
Bandung oleh Dwi Kustianingrum, Eka Virdianti dan Dian Duhita 8
03. Efisiensi Desain Sirkulasi Ruang Dalam pada Bangunan Pasar Pasar Vertikal di Kota Bandung;
Studi kasus: Pasar Cihaurgeulis oleh Reza Phalevi Sihombing, Novan Prayoga 16 04. Strategi Green Building Untuk Optimalisasi Penghematan Energi Operasional Bangunan Pada
Rancangan Gedung Kantor Pengelola Bendungan Sei Gong - Batam oleh Erwin Yuniar R. dan 22
Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 -
iv
Nur Laela Latifah
05. Strategi Green Designuntuk Optimalisasi Penerapan Prinsip Konektivitas Sustainable Design;
Studi Kasus: Koridor Braga, Bandung oleh Nurtati Soewarno, Taufan Hidjaz, dan Eka Virdianti
29
06. Bambu Siam Sebagai Material dalam Rancangan Bentuk Organik beserta Uji Kekuatannya oleh Ardhiana Muhsin, Sofyan Triana
37
Seminar Nasional Bidang Teknik Elektro
01. Prototipe Sistem Monitoring Pergerakan Sudut Tekuk Lutut Dinamis Berbasis Sensor Inertial Measurement Unit oleh Hendi H. Rachmat dan Teguh Perkasa
1
02. Rancangan Awal Pemantauan Kelembaban dengan SCADA secara Nirkabel oleh Waluyo, Nandang Taryana, Andre Widura, Hendi Handian Rachmat
7
03. Perancangan dan Realisasi Sistem Akuisisi Data pada Perangkat Multi Channel Data Logger
oleh Febrian Hadiatna dan Ratna Susana 11
Seminar Nasional Bidang Teknik Industri
01. Analisis Pengembangan Sub-Sektor Industri Kreatif Unggulan di Kabupaten Purwakarta oleh Melati Kurniawati dan Edi Susanto
1
02. Pemodelan Simulasi Hardware In Loop Proses Perebusan Akhir Tahu oleh Fajar Azhari Julian, Rispianda, Fahmi Arif, Cahyadi Nugraha
8
03. Rancangan Blueprint Prototype Alat Panggang Kue Balok yang Ergonomis Menggunakan Liquefied Petroleum (LPG) oleh Dwi Novirani, Hari Adianto, Febrian Giovani
15
04. Model Sistem Pengendalian Persediaan Pada Multi Eselon Multi Indenture Dengan Kriteria Minimasi Ekspektasi Backorder oleh Fifi Herni Mustofa, Yanti Helianty dan Abu Bakar
24
05. Pemodelan dan Simulasi Berbasis Agen Pada Aktivitas Knowledge Transfer antar Asisten Laboratorium: Peran Kesuksesan Knowledge Transfer terhadap Inovasi oleh Fadillah Ramadhan, Rispianda, dan Yoanita Yuniati
31
06. Rancangan Lean Manufacturing SystemDalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Di Perusahaan Komponen Otomotif (Studi Kasus Di PT. KI Plant Subang) oleh Edi Susanto, Arief Irfan Syah
38
07. Identifikasi Persiapan Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 PT. Armada Pembangunan oleh Yanti Helianty, Abu Bakar, Yoanita Yuniati
46
08. Pengaruh Kecukupan Tidur dan Jam Kerja Terhadap Respon Fisiologis Pada Fase Alarm, Resisten dan Kelelahan Saat Mengemudi Format oleh Caecilia Sri Wahyuning dan Lauditta Irianti
54
09. Rancangan Model Penilaian Produk Unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah oleh Hendang Setyo Rukmi, Fadhilah Ramadhan
61
10. Usulan Perbaikan Sistem Praktikum di Perguruan Tinggi X Berdasarkan Tingkat Beban Kerja dan Stres Mahasiswa oleh Lauditta Irianti , Asterina Febrianti, Toga Agatha
69
11. Perhitungan Harga Pokok Produksi Rancangan Produk Dispenser Makanan dan Minuman Hewan Peliharaan oleh Arie Desrianty, Gita Permata Liansari, Ratna Puspitaningsih
75
Teknik Lingkungan | 3
Analisis Potensi Air Baku di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi
Eka Wardhani* dan Lina Apriyanti Sulistyowati
Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung Jalan PHH Mustofa No 23 Bandung 40124
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Secara geografis, Kota Sungai Penuh dalam lingkup Provinsi Jambi yang berada di bagian barat Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Bengkulu.
Kota Sungai Penuh merupakan wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kerinci sesuai dengan Undang- Undang Nomor 25 tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh yang diresmikan pada tanggal 08 November 2008. Sampai saat ini kota ini kekurangan air baku. Penelitian ini bermaksud menganalisis potensi air baku yang terdapat di Kota Sungai Penuh dengan tujuan adalah mengetahui kelayakan air baku yang tersedia di kota ini dilihat dari segi kualitas dan kuantitas. Berdasarkan hasil penelitian air baku yang dapat diambil berasal dari 12 sungai yang mengalir di Kota Sungai Penuh. Berdasarkan hasil penelitian dari 12 sumber air yang diberiksa kualitas dan kuantitasnya terdapat 3 sumber air yang layak dipergunakan sebagai sumber air baku di Kota Sungai Penuh yaitu:
Muara Lebo Popo memiliki debit 437,92 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu; Sungai Kunyit memiliki debit 601,26 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori cemar ringan; dan Sungai Ning memiliki debit 16,57 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan ketetapan bahwa 1 L/detik air baku mampu melayani 1.000 penduduk maka jumlah penduduk yang mampu dilayani oleh 3 sumber air tersebut yaitu: Muara Lebo Popo mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 437.920 jiwa; Sungai Kunyit mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 601.260 jiwa; dan Sungai Ning mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 16.570 Jiwa.
Ketiga sumber air baku tersebut mampu memenuhi kebutuhan air baku di Kota Sungai penuh sampai dengan tahun 2035.
1. Pendahuluan
Secara astronomi Kota Sungai Penuh terletak di antara 10 40’-20 26’ Lintang Selatan dan 1010 08’- 1010 50’ Bujur Timur. Secara geografis, Kota Sungai Penuh dalam lingkup Provinsi Jambi yang berada di bagian barat Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Bengkulu. Kota Sungai Penuh merupakan wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kerinci sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh yang diresmikan pada tanggal 08 November 2008.
Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) merupakan tahapan paling awal dari penyelenggaraan SPAM yang harus dilaksanakan dan disusun dengan benar sesuai dengan panduan, tatacara ataupun pedoman pada Lampiran I dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. RISPAM Kota Sungai Penuh ini diharapkan nantinya akan dapat lebih melengkapi dan memantapkan ploting tahapan rencana pengembangan SPAM di wilayah tersebut.
Penelitian ini bermaksud menganalisis potensi air baku yang terdapat di Kota Sungai Penuh dengan tujuan adalah mengetahui kelayakan air baku yang tersedia di kota ini dilihat dari segi kualitas dan
Teknik Lingkungan | 4 kuantitas. Kajian ini berpedoman kepada peraturan perundangan dan kebijakan berikut: (1) Undang- undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang; (2) Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; (3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan SPAM; (4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
01/PRT/M/2010 tentang SPAM Bukan Jaringan Perpipaan; (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2012 tentang Pembinaan SPAM (6) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
2. Metode Penelitian
Langkah pertama dari penelitian ini yaitu melakukan analisis kualitas dan kuantitas sungai yang terdapat di Kota Sungai Penuh. Penelitian dilakukan pada tahun 2016, Tabel 1 menyajikan Koordinat sumber air sungai di Kota Sungai Penuh.
Tabel 1. Koordinat Sumber Air Sungai di Kota Sungai Penuh
No Nama Sungai X Koordinat Y
1 Sungai Batang Merao Kumun Debai 2º 6’ 4,15”S 101º 25’ 53,73”E 2 Sungai Batang Merao Hamparan Rawan 2º 4’ 37,28”S 101º 26’ 28,62”E
3 Sungai Batang Sangkir 2º 2’ 30,91”S 101º 24’ 29,18”E
4 Sungai Ampuh (Recana Embung) 2º 2’ 30,05”S 101º 23’ 58,09”E 5 Sungai Ulu Air (Rencana Embung) 2º 9’ 49,69”S 101º 24’ 7,44”E
6 Sungai Lebo 2º 4’ 57,24”S 101º 21’ 59,51”E
7 Sungai Lebo Popo 2º 6’ 27,67”S 101º 24’ 29,92”E
8 Muara Lebo Popo 2º 3’ 11,96”S 101º 18’ 26,68”E
9 Sungai Pisang 2º 3’ 26,95” S 101º 18’ 32,88”E
10 Sungai Kunyit 2º 4’ 22,32”S 101º 21’ 42,80”E
11 Sungai Talang Lindung 2º 8’ 49,37”S 101º 24’ 22,87”E
12 Sungai Ning 2º 9’ 40,14”S 101º 24’ 40,80”E
Pengukuran debit air sungai dilakukan pada saat yang bersamaan ketika pengambilan contoh kualitas air sungai. Pengukuran kecepatan aliran air sungai dilakukan dengan metode sesuai dengan SNI seperti yang disajikan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Metode Pengukuran Debit Sungai
No Metode Nomor SNI Cara Pengukuran Syarat Lokasi 1 Alat ukur arus
tipe baling-baling (Currentmeter)
03– 2819-1992 Cara satu titik, cara dua titik, dan cara tiga titik.
Pembacaan tinggi muka air dari papan duga dan pengikatannya terhadap titik tetap di lokasi. Rumus yang digunakan untuk
menghitung kecepatan aliran tiap titik, kecepatan aliran rata-rata jalur vertikal, debit,
o Tepat pada pos duga air
o Alur sungai harus lurus
o Distribusi garis aliran merata
o Aliran tidak terganggu o Tidak terpengaruh
pasang surut o Tidak terpengaruh
Teknik Lingkungan | 5 No Metode Nomor SNI Cara Pengukuran Syarat Lokasi
tinggi muka air air rata-rata aliran lahar
Prinsip pengukuran debit air adalah mengukur kecepatan aliran dan luas penampung basah serta kedalaman Penampang basah dihitung berdasarkan lebar muka air. Debit dapat dihitung dengan rumus:
qx = Vx*qx n Q = ∑ qx ; x=1
Dimana: qx adalah adalah debit pada bagian ke x (m3/detik), Vx adalah kecepatan aliran rata-rata pada bagian penampang ke x (m/detik), ax adalah luas penampang basah pada bagian ke x (m2), Q adalah debit seluruh penampang (m3/detik), dan n adalah banyaknya penampang basah
Parameter kualitas air yang diuji sebanyak 26 (dua puluh enam) parameter yang terdiri dari 2 (dua) parameter Fisika, 22 (dua puluh dua) parameter Kimia, dan 2 (dua) parameter mikrobiologi. Tabel 3 menjabarkan secara rinci metode yang dipergunakan untuk menganalisis kualitas air sungai di sekitar lokasi kegiatan. Seluruh kualitas air yang dipantau dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas I yaitu air baku air minum.
Tabel 3. Parameter dan Metode Pengujian Kualitas Air Sungai Cikijing
No Parameter Satuan Metode
Fisika
1 Padatan Terlarut Total (TDS) mg/L SNI 06-6989.27-2005
2 Padatan Tersuspensi Total (TSS) mg/L SNI 06-6989.3-2004 Kimia
1 pH - SNI 06-6989.11-2004
2 BOD5 mg/L SNI 6989.72:2009
3 COD mg/L SNI 6989.2:2009
4 Total Fosfat Sebagai P mg/L APHA 4500 P-D-2012
5 Nitrat (NO3-N) mg/L SNI 6989.79:2011
6 Arsen (As)* mg/L APHA 3114-C-2012
7 Kobal (Co)* mg/L SNI 6989.68:2009
8 Boron (B)* mg/L US EPA Methode No 200.7-2001
9 Selenium (Se)* mg/L APHA 3114-C-2012
10 Kadmium (Cd)* mg/L SNI 6989.16:2009
11 Krom Heksavalen (Cr6+) mg/L SNI 6989.71:2009
12 Tembaga (Cu)* mg/L SNI 6989.6:2009
13 Timbal (Pb)* mg/L SNI 6989.8:2009
14 Air Raksa (Hg)* mg/L SNI 6989.78:2009
15 Seng (Zn)* mg/L SNI 6989.7:2009
16 Sianida (CN-) mg/L SNI 689.77-2011
17 Nitrit (NO₂-N) mg/L SNI 06-6989.9-2004
18 Klorin Bebas (Cl2) mg/L Colometri
19 Belerang Bebas (H₂S) mg/L SNI 6989.70:2009
20 Minyak dan Lemak mg/L SNI 6989.10:2011
21 Detergen (MBAS) mg/L SNI 06-6989.51-2005
22 Fenol mg/L SNI 06-6989.21-2004
Teknik Lingkungan | 6
No Parameter Satuan Metode
Mikrobiologi
1 Fecal Coliform Jml/100 mL SM 9221 E*
2 Coliform Jml/100 mL SM 9221 B*
Sumber: PP No 82 Tahun 2011 tentang PKA dan PPA
Indeks pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relative terhadap paremeter kualitas air yang diizinkan. (Nemerow, 1974 dalam KepMenLH No. 115 tahun 2003). Indeks ini memiliki konsep yang berlainan dengan Indeks Kualitas Air (Water Quality Index).
Indeks Pencemaran (IP) ditentukan untuk suatu peruntukan, kemudian dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukan bagi seluruh bagian badan air atau sebagian dari suatu sungai.
Sumitomo dan Nemerow (1970), Universitas Texas, A.S., mengusulkan suatu indeks yang berkaitan dengan senyawa pencemar yang bermakna untuk suatu peruntukan. Indeks ini dinyatakan sebagai Indeks Pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan (Nemerow, 1974). Pengelolaan kualitas air atas dasar Indeks Pencemaran (IP) ini dapat memberi masukan pada pengambil keputusan agar dapat menilai kualitas badan air untuk suatu peruntukan serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kualitas jika terjadi penurunan kualitas akibat kehadiran senyawa pencemar. Evaluasi terhadap nilai PI adalah:
0 ≤ PIj ≤ 1,0 : memenuhi baku mutu (kondisi baik)
1,0 < PIj ≤ 5,0 : cemar ringan
5,0 < PIj ≤ 10 : cemar sedang
PIj > 10 : cemar berat
Proyeksi penduduk merupakan langkah awal untuk mengetahui kebutuhan air minum di daerah penelitian. Proyeksi jumlah penduduk dilakukan dalam periode perencanaan 15-20 tahun. Model- model proyeksi yang akan digunakan pada penelitian ini diantaranya: model aritmatika, model geometri, dan model Least Square. Pemilihan model yang sesuai untuk memproyeksikan jumlah penduduk wilayah studi didasarkan pada perhitungan parameter simpangan baku/standar deviasi (SD), koefisien variansi (CV) dan koefisien korelasi (rxy) (Soleh., 2005).
Untuk memperkirakan kebutuhan air bersih maka jenis pelayanan air bersih yang akan direncanakan untuk wilayah studi ini yaitu kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kebutuhan untuk fasilitas Kecamatan. Kebutuhan air bersih domestik adalah kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga seperti memasak, mandi, cuci, kakus dan keperluan lainnya. Proyeksi kebutuhan air domestik dapat dilayani dengan dua cara yaitu dengan sambungan langsung ke rumah penduduk (SR) dan melalui keran umum (HU) (Dept. PU Cipta Karya.,1998).
Teknik Lingkungan | 7 Tabel 4. Standar Perhitungan Kebutuhan Air
No Uraian
KATEGORI KOTA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK (JIWA)
> 1.000.000 METRO
500.000 s/d 1.000.000
BESAR
100.000 s/d 500000 SEDANG
20,000 s/d 100000 KECIL
<
20,000 DESA 1 Konsumsi unit sambungan
rumah (SR) l/o/h 190 170 150 130 30
2 Konsumsi unit Hidran
Umum (HU) l/o/h 30 30 30 30 30
3 Konsumsi unit Non
Domestik (%) 20-30 20-30 20-30 20-30 20-30
4 Kehilangan air (%) 20-30 20-30 20-30 20-30 20-30
5 Faktor maksimum Day 1.1 1.1 1.1 1.1 1.1
6 Faktor Peak-Hour 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5
7 Jumlah jiwa per SR 5 5 6 6 10
8 Jumlah jiwa per HU 100 100 100 100-200 200
9 Sisa tekan di jaringan
distribusi (mka) 10 10 10 10 10
10 Jam Operasi 24 24 24 24 24
11 Volume reservoir (%) (mak
day demand) 20 20 20 20 20
12 SR : HU 50:50 s/d
80:20
50:50 s/d
80:20 80:20:00 70:30:00 70:30:00
13 Cakupan Pelayanan 90 90 90 90 70
Sumber: Dept. PU Cipta Karya, 1998
3. Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum Wilayah Studi
Secara astronomi Kota Sungai Penuh terletak di antara 10 40’-20 26’ Lintang Selatan dan 1010 08’- 1010 50’ Bujur Timur. Secara geografis, Kota Sungai Penuh dalam lingkup Provinsi Jambi yang berada di bagian barat Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Bengkulu. Kota Sungai Penuh merupakan wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kerinci sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh yang diresmikan pada tanggal 08 November 2008. Secara administratif Kota Sungai Penuh berbatasan dengan:
Sebelah Utara: berbatasan dengan Kecamatan Siulak, Kecamatan Depati Tujuh dan Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci
Sebelah Selatan: berbatasan dengan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci
Sebelah Barat: berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat
Sebelah Timur: berbatasan dengan Kecamatan Air Hangat Timur dan Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci
Dilihat dari sisi arahan sistem perkotaan nasional yang diatur dalam RTRWN dan arah pengembangan wilayah Provinsi Jambi, letak geografis Kota Sungai Penuh cukup strategis. Kota Sungai Penuh terletak pada posisi sentral antara Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu, dengan PKN yang terdekat dengan Kota Sungai Penuh adalah Kota Padang (PKN Sumbar) yang jalur lintasnya melalui PKW Muara Labuh atau PKW Painan. Sedangkan jalur lintas menuju PKN Kota Jambi melalui PKWp Bangko dan Muaro Bungo yang merupakan PKW terdekat dengan Kota Sungai Penuh dalam wilayah Provinsi Jambi. Gambar 1 menyajikan peta administrasi Kota Sungai Penuh.
Teknik Lingkungan | 8 Sejak tahun 2012, Kota Sungai Penuh berkembang menjadi 8 kecamatan dengan 6 desa dan 4 kelurahan. Delapan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Sungai Bungkal, Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Kota Baru. Luas wilayah Kota Sungai Penuh ini sebesar ± 39.150 Ha atau sekitar 0,73% dari luas keseluruhan Propinsi Jambi.
Untuk menepuh ke Kota Sungai Penuh menggunakan jalur darat dan ada beberapa rute alternatif jalan yang bisa di gunakan Jumlah penduduk Kota Sungai Penuh hasil proyeksi penduduk tahun 2014 sebesar 86.220 jiwa, dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 42.824 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 43.396 jiwa, dengan rasio jenis kelamin sebesar 98,68. Wilayah terpadat berada di Kecamatan Kota Baru dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 4.999 penduduk/Km2. Jumlah penduduk daerah pelayanan sangat menentukan besarnya kebutuhan air minum di daerah pelayanan tersebut. Dalam perencanaan ini, jumlah penduduk akan diproyeksikan sampai dengan tahun 2035.
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk di atas, maka selanjutnya dapat dihitung proyeksi kebutuhan air di daerah pelayanan. Proyeksi kebutuhan air minum yang direncanakan, secara garis besar akan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok kebutuhan, yaitu: (1) kebutuhan air rumah tangga/domestik, (2) kebutuhan air non domestik, (3) kehilangan air. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk di Kota Sungai penuh terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2035. Jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 102.730 jiwa sedangkan pada tahun 2035
mencapai 123.531 jiwa.
Gambar 1. Peta Administrasi Kota Sungai Penuh
Jumlah penduduk yang mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat yaitu Kecamatan Hamparan Rawang, Pesisir Bukit, Pondok Tinggi, dan Koto Baru. Jumlah penduduk di Kecamatan Hamparan Rawang pada tahun 2015 sebanyak 15.496 jiwa meningkat menjadi 18.671 jiwa pada tahun 2035.
Jumlah penduduk di Kecamatan Pesisir Bukit pada tahun 2015 sebanyak 12.809 jiwa meningkat menjadi 18.908 jiwa pada tahun 2035. Jumlah penduduk di Kecamatan Pondok Tinggi pada tahun 2015 sebanyak 19.220 jiwa meningkat menjadi 24.641 jiwa pada tahun 2035. Jumlah penduduk di
Teknik Lingkungan | 9 Kecamatan Koto Baru pada tahun 2015 sebanyak 9.824 jiwa meningkat menjadi 12.749 jiwa pada tahun 2035.
Peningkatan jumlah penduduk mempunyai konsekuensi peningkatan kebutuhan air minum.
Berdasarkan hasil perhitungan maka kebutuhan air minum di Kota Sungai Penuh dibagi menjadi 3 jenis debit yaitu debit rata-rata, debit peak jam dan debit maksimum hari. Debit maksimum hari dihitung sebagai dasar untuk perencanaan pengambilan air baku dan perpipaan sistem transmisi. Debit peak jam dihitung sebagai dasar perencanaan sistem distribusi yang meliputi reservoir distribusi dan sistem jaringan perpipaannya. Tahun 2016 debit maksimum hari di Kota Sungai Penuh sebesar 105,69 L/detik mengalami peningkatan menjadi 265,12 L/detik sedangkan debit peak jam pada tahun 2016 sebesar 156,21 L/detik meningkat menjadi 391,33 L/detik pada tahun 2016
Potensi Air Baku di Kota Sungai Penuh
Potensi air baku di Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci yang akan dibahas meliputi air tanah dan air permukaan (sungai). Potensi kedua sumber air tersebut akan dijabarkan pada sub bab berikut.
Potensi air tanah yang terdapat di Kota Sungai Penuh terdiri dari tiga jenis lapisan akifer yaitu:
Akuifer produktif kecil setempat berarti, daerah air tanah langka, dan akuifer produkstif sedang dengan penyebaran luas. Akuifer produktif kecil setempat berarti umumnya kelulusannya sangat rendah hingga kedap air setempat air tanah dangkal dalam jumlah terbatas dapat diperoleh pada zona pelapukan dari batuan padu. Wilayah ini ditandai dengan warna merah sangat muda pada Gambar 5.1.
Peta Hidrogeologi di Kota Sungai Penuh. Luasan akifer ini tersebar di daerah seluas 8.859 Ha atau sekitar 25% dari luas Kota Sungai Penuh. Daerah air tanah langka, wilayah ini ditandai dengan warna merah muda pada Gambar 5.1. Peta Hidrogeologi di Kota Sungai Penuh. Luasan akifer ini tersebar di daerah seluas 22.564 Ha atau sekitar 64% dari luas Kota Sungai Penuh. Akuifer produkstif sedang dengan penyebaran luas akuifer dengan kelulusan rendah sampai sedang muka air tanah beragam debit sumur umumnya kurang dari 5 Liter/detik. Wilayah ini ditandai dengan warna biru muda pada Gambar 2. Peta Hidrogeologi di Kota Sungai Penuh. Luasan akifer ini tersebar di daerah seluas 3.711 Ha atau sekitar 11% dari luas Kota Sungai Penuh.
Gambar 2. Peta Hidrogeologi Kota Sungai Penuh
Teknik Lingkungan | 10 Berdasarkan studi potensi air baku di sekitar Kota Sungai Penuh terdapat tiga sumber air baku yang potensial dijadikan sumber air baku baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kota tersebut.
Sumber-sumber tersebut yaitu Sungai Sungai Lebo Popo, Sungai Kunyit, dan Sungai Ning.
Berdasarkan hasil perhitungan debit maka terdapat tiga sungai yang berpotensi menjadi sumber air baku untuk memenuhi air bersih di Kota Sungai Penuh yaitu Muara Lebo Popo, Sungai Kunyit, dan Sungai Ning. Ketiga sumber air tersebut dihitung debitnya pada dua musim yaitu hujan dan kemarau dimana hasilnya yaitu untuk Sungai Muara Lebo Popo debit pada musim hujan yaitu 9.812 L/detik sedangkan pada musim kemarau sebesar 437,92 L/detik. Sungai Kunyit pada musim hujan debitnya mencapai 3.920 L/detik dan musim kemarau sebesar 601,26 L/detik. Sungai Ning pada musim hujan mempunyai debit sebesar 2.200 L/detik dan musim kemarau 16,57 L/detik. Tabel 5 menyajikan rekapitulasi profil dan debit sungai pada musim kemarau di Kota Sungai Penuh.
Debit musim kemarau menjadi dasar dalam pengambilan air baku, jadi berdasarkan hasil pengukuran maka debit sungai yang dipergunakan yaitu untuk Sungai Muara Lebo Popo sebesar 437,92 L/detik, Sungai Kunyit sebesar 601,26 L/detik dan Sungai Ning sebesar 16,57 L/detik Berdasarkan Kriteria Perencanaan Ditjen Cipta Karya Dinas PU, 1996 menyatakan bahwa 1 Liter/detik air baku mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sebanyak 1.000 orang. Berlandaskan kriteria perencanaan tersebut maka debit Sungai Muara Lebo Popo, Sungai kunyit, dan Sungai Ning mampu memenuhi kebutuhan untuk 1.055.750 jiwa.
Tabel 5. Rekapitulasi Profil dan Debit Sungai pada Musim Kemarau di Kota Sungai Penuh
No Nama Sungai Kecepatan
(m/detik)
Kedalaman (m)
Lebar Sungai Basah (m)
Debit m3/detik L/detik 1 Sungai Batang Merao
Kumun Debai 0,58 1,2 46,30 1,6374 1.637,40
2 Sungai Batang Merao
Hamparan Rawan 0,24 5,60 16,00 7,9800 7.980,00
3 Sungai Batang Sangkir 0,29 0,8 16,00 0,6717 671,75
4 Sungai Ampuh (Recana
Embung) 0,68 0,2 2,40 0,0993 99,32
5 Sungai Ulu Air (Rencana
Embung) 0,67 0,1 0,80 0,0267 26,72
6 Sungai Lebo 0,15 1,0 6,00 0,1649 164,95
7 Sungai Lebo Popo 0,33 0,6 9,20 0,3129 312,90
8 Muara Lebo Popo 0,44 0,5 15,70 0,4379 437,92
9 Sungai Pisang 0,59 0,3 5,60 0,2812 281,22
10 Sungai Kunyit 0,52 1,0 5,50 0,6013 601,26
11 Sungai Talang Lindung 0,39 0,3 3,00 0,0883 88,34
12 Sungai Ning 0,33 5,6 2,00 0,0166 16,57
Sumber : Hasil Analisis, 2016
Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa jika pengambilan air sebanyak 100% dari ketiga sumber tersebut mampu melayani kebutuhan air untuk penduduk sebanyak 1.055.750 jiwa, jika 50% diambil dari ketiga sumber tersebut mampu melayani sebanyak 527.875 jiwa, dan jika hanya 25% dari ketiga sumber tersebut diambil airnya maka jumlah penduduk yang dapat dilayani oleh ketiga sumber tersebut sebanyak 263.938 jiwa. Berdasarkan hasil perhitungan jika ketiga sumber dipergunakan maka debit yang harus diambil sekitar 15% dari masing-masing sumber dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh, atau debit pengambilan air 25% jika hanya mengambil air baku dari
Teknik Lingkungan | 11
10000 9000 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000
Sungai Muara Lebo Popo dan Sungai Kunyit. Berdasarkan hasil perhitungan debit air baku maka dinyatakan bahwa ketiga sumber air tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi sampai tahun 2035.
Berdasarkan hasil perhitungan debit maka terdapat tiga sungai yang berpotensi menjadi sumber air baku untuk memenuhi air bersih di Kota Sungai Penuh yaitu Muara Lebo Popo, Sungai Kunyit, dan Sungai Ning. Ketiga sumber air tersebut dihitung debitnya pada dua musim yaitu hujan dan kemarau dimana hasilnya yaitu untuk Sungai Muara Lebo Popo debit pada musim hujan yaitu 9.812 L/detik sedangkan pada musim kemarau sebesar 437,92 L/detik. Sungai Kunyit pada musim hujan debitnya mencapai 3.920 L/detik dan musim kemarau sebesar 601,26 L/detik. Sungai Ning pada musim hujan mempunyai debit sebesar 2.200 L/detik dan musim kemarau 16,57 L/detik. Debit musim kemarau menjadi dasar dalam pengambilan air baku, jadi berdasarkan hasil pengukuran maka debit sungai yang dipergunakan yaitu untuk Sungai Muara Lebo Popo sebesar 437,92 L/detik, Sungai Kunyit sebesar 601,26 L/detik dan Sungai Ning sebesar 16,57 L/detik. Gambar 3 menyajikan grafik perbandingan debit antara musim hujan dan kemarau.
0 Muara Lebo Popo
Sungai Kunyit
Sungai Ning
Musim Kemarau 437.92 601.26 16.57
Musim Hujan 9,812 3,930 2,200
Gambar 3. Grafik Perbandingan Debit antara Musim Hujan Dan Kemarau
Berdasarkan Kriteria Perencanaan Ditjen Cipta Karya Dinas PU, 1996 menyatakan bahwa 1 Liter/detik air baku mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sebanyak 1.000 orang.
Berlandaskan kriteria perencanaan tersebut maka debit Sungai Muara Lebo Popo, Sungai kunyit, dan Sungai Ning mampu memenuhi kebutuhan untuk 1.055.750 jiwa. Tabel 5.3 menjabarkan mengenai prakiraan jumlah penduduk yang dapat terlayani berdasarkan sumber air dari Sungai Muara Lebo Popo, Sungai Kunyit, dan Sungai Ning.
Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa jika pengambilan air sebanyak 100% dari ketiga sumber tersebut mampu melayani kebutuhan air untuk penduduk sebanyak 1.055.750 jiwa, jika 50% diambil dari ketiga sumber tersebut mampu melayani sebanyak 527.875 jiwa, dan jika hanya 25% dari ketiga sumber tersebut diambil airnya maka jumlah penduduk yang dapat dilayani oleh ketiga sumber tersebut sebanyak 263.938 jiwa. Berdasarkan hasil perhitungan jika ketiga sumber dipergunakan maka debit yang harus diambil sekitar 15% dari masing-masing sumber dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh, atau debit pengambilan air 25% jika hanya mengambil air baku dari Sungai Muara Lebo Popo dan Sungai Kunyit. Berdasarkan hasil perhitungan debit air baku maka dinyatakan bahwa ketiga sumber air tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi sampai tahun 2035.
Liter/detik
Teknik Lingkungan | 12 Tabel 6. Prakiraan Jumlah Penduduk Yang Dapat Terlayani Berdasarkan Sumber Air Dari Sungai
Muara Lebo Popo, Sungai Kunyit, Dan Sungai Ning Nama Sumber Air Debit (L/detik)
Perkiraan Jumlah Penduduk Yang Terlayani (Jiwa) Pengambilan Air
100%
Pengambilan Air 50%
Pengambilan Air 25%
Muara Lebo Popo 437,92 437.920 218.960 109.480
Kunyit 601,26 601.260 300.630 150.315
Ning 16,57 16.570 8.285 4.143
Jumlah 1.055,75 1.055.750 527.875 263.938
Sumber : Hasil Analisis, 2016
Gambar 4. Proyeksi Jumlah penduduk dan Jumlah penduduk yang dapat dilayani oleh Ketiga Sumber Air di Kota Sungai Penuh
kualitas sungai di Kota Sungai Penuh memiliki 3 kategori yang diketahui melalui perhitungan dengan metode indeks pencemar, ketiga kategori tersebut adalah cemar berat, cemar ringan dan memenuhi baku mutu Berdasarkan hasil analisis kualitas air dapat disimpulkan bahwa tiga sumber air yang akan menjadi air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh telah memenuhi standar air baku berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 tahun 2001 tentang pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas I.
Untuk mengetahui kualitas air sungai tersebut biasanya dilakukan pengujian di laboratorium untuk beberapa parameter seperti yang telah disebutkan di atas. Langkah untuk mengetahui kualitas air sungai yang digunakan sebagai air baku, maka diperlukan adanya analisis laboratorium. Analisis kualitas air tersebut biasanya mencakup analisis parameter fisika, kimia dan biologi. Pada kualitas air baku Kota Sungai Penuh, parameter yang dianalisis adalah parameter fisika diantaranya TDS (residu terlarut) danTSS (residu tersuspensi), parameter kimia anorganik diantaranya pH, BOD, COD, Total Pospat, Nitrat, Amonia, Besi, Mangan, Nitrit, Sulfat, Minyak dan Lemak, Feol serta parameter mikrobiologi diantaranya adalah Fecal Coliform dan Coliform. Analisis kualitas air sungai tersebut dilakukan di Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan PDAM Tirtawening Kota Bandung yang terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) Laboratorium Penguji. Berikut adalah nama parameter yang tidak memenuhi baku mutu air sungai di Kota Sungai Penuh.
Tabel 3. Parameter Tidak Memenuhi Baku Mutu
1,200,000
1,000,000
Jumlah Penduduk Kota Sungai Penuh (Jiwa)
800,000
600,000
400,000
200,000
-
2016 2021 2026
Tahun
2031 2035
Jumlah Penduduk yang dilayani oleh ketiga sumber jika
pengambilan air dari ketiga sumber sebanyak 100%
Jumlah Penduduk yang dilayani oleh ketiga sumber jika
pengambilan air dari ketiga sumber sebanyak 50%
Jumlah Penduduk yang dilayani oleh ketiga sumber jika
pengambilan air dari ketiga sumber sebanyak 25%
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Teknik Lingkungan | 13 No Nama Sungai
Parameter yang Tidak Memenuhi Baku
Mutu Nilai
IP
Katagori Jumlah Nama Parameter IP
1 Sungai BM Kumun Debai 6 TSS, BOD, COD, Minyak dan
lemak, Coliform, dan Fecal coli 13 Cemar berat 2 Sungai BM Hamparan
Rawang 4 TSS, Total Fosfat, Besi, Minyak
dan lemak 4 Cemar
ringan 3 Sungai Batang Sangkir 5 BOD, COD, Besi, Coliform,
dan Fecal coli 14 Cemar
berat 4 Sungai Ampuh (Recana
Embung) - - 1 Memenuhi
baku mutu 5 Sungai Ulu Air (Rencana
Embung) 2 BOD, COD 2 Cemar
ringan
6 Sungai Lebo 1 BOD 2 Cemar
ringan 7 Sungai Lebo Popo 3 BOD, Ammoniak dan Fecal
Coliform 2 Cemar
ringan
8 Muara Lebo Popo - - 1 Memenuhi
baku mutu
9 Sungai Pisang - - 1 Memenuhi
baku mutu
10 Sungai Kunyit 1 BOD 2 Cemar
ringan
11 Sungai Talang Lindung - - 1 Memenuhi
baku mutu
12 Sungai Ning 1 BOD 1 Memenuhi
baku mutu Sumber: Hasil Analisis, 2016
Berdasarkan Tabel 3 menunjukan bahwa kualitas sungai di Kota Sungai Penuh memiliki 3 kategori yang diketahui melalui perhitungan dengan metode indeks pencemar, ketiga kategori tersebut adalah cemar berat, cemar ringan dan memenuhi baku mutu. Berdasarkan tabel tersebut sungai yang memiliki kategori cemar berat adalah Sungai Batang Merao Kumun Debai dan Sungai Batang Sangkir dengan nilai indeks pencemar berturut-turut adalah 13 dan 14. Sungai yang memiliki kategori cemar ringan adalah Sungai Batang Merao dengan nilai indeks pencemar 4, Sungai Ulu Air (Rencana Embung) dengan nilai indeks pencemar 2, Sungai Lebo engan nilai indeks pencemar 2, Sungai Lebo Popo dengan nilai indeks pencemar 2 dan Sungai Kunyit dengan nilai indeks pencemar 2. Sedangkan sungai yang memiliki kategori memenuhi baku mutu adalah Sungai Ampuh (Rencana Embung) dengan nilai indeks pencemar 1, Sungai Muara Lebo Popo dengan nilai indeks pencemar 1, Sungai Pisang dengan nilai indeks pencemar 1, Sungai Talang Lindung dengan nilai ideks pencemar 1 dan Sungai Ning dengan nilai indeks pencemar 1.
Berdasarkan hasil penelitian dari 12 sumber air yang diperiksa kualitas dan kuantitasnya terdapat 3 sumber air yang layak dipergunakan sebagai sumber air baku di Kota Sungai Penuh yaitu:
Alternatif 1: Muara Lebo Popo memiliki debit 437,92 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu;
Alternatif 2: Sungai Kunyit memiliki debit 601,26 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori cemar ringan;
Alternatif 3: Sungai Ning memiliki debit 16,57 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu
Teknik Lingkungan | 14 Berdasarkan hasil analisis potensi air baku terdapat tiga sumber air yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh yaitu: Sungai Muara lebo Popo, Sungai Kunyit, dan Sungai Ning.
4. Kesimpulan
Potensi air tanah di Kota sungai penuh relatif langka. Lapisan akifer di kota ini dibagi menjadi tiga lapisan yaitu: akuifer produktif kecil setempat berarti, daerah air tanah langka, dan akuifer produktif sedang dengan penyebaran luas. Berdasarkan peta Hidrogeologi potensi air tanah tidak dapat dijadikan sumber air baku. Di sekitar Kota Sungai Penuh terdapat banyak sumber air baku yang berasal dari air sungai yang mengalir sepanjang tahun. Beberapa diantaranya cukup potensial untuk di manfaatkan sebagai sumber air baku bagi SPAM di Kota Sungai Penuh. Sumber-sumber tersebut yaitu Sungai Batang Merao, Sungai Batang Sangkar, Sungai Ampuh, Sungai Ulu Air, Sungai Lebo, Sungai Lebo Popo, Sungai Kunyit, Sungai Pisang, Sungai Talang Lindung dan Sungai Ning. Berdasarkan hasil penelitian kualitas air di 12 sumber air baku yang diteliti termasuk katagori memenuhi baku mutu yaitu: Sungai Ampuh (Recana Embung), Muara Lebo Popo, Sungai Pisang, Sungai Talang Lindung, dan Sungai Ning. Berdasarkan hasil penelitian dari 12 sumber air yang diberiksa kualitas dan kuantitasnya terdapat 3 sumber air yang layak dipergunakan sebagai sumber air baku di Kota Sungai Penuh yaitu: Muara Lebo Popo memiliki debit 437,92 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu; Sungai Kunyit memiliki debit 601,26 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori cemar ringan; dan Sungai Ning memiliki debit 16,57 L/detik dengan status mutu air termasuk katagori memenuhi baku mutu. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan ketetapan bahwa 1 L/detik air baku mampu melayani 1.000 penduduk maka jumlah penduduk yang mampu dilayani oleh 3 sumber air tersebut yaitu: Muara Lebo Popo mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 437.920 jiwa; Sungai Kunyit mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 601.260 jiwa; dan Sungai Ning mampu melayani air baku untuk penduduk sejumlah 16.570 Jiwa. Ketiga sumber air baku tersebut mampu memenuhi kebutuhan air baku di Kota Sungai penuh sampai dengan tahun 2035.
Daftar Pustaka
[1] Anonim.2008a. BSN kumpulan SNI 57, 58 dan 59 tentang Metode Sampling Air Permukaan, Air Tanah Dan Air Limbah.
[2] Anonim, 1998 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep 02/MENKLH/I/1988, tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan. Jakarta
[3] Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
[4] Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum [5] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan SPAM [6] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 01/PRT/M/2010 tentang SPAM Bukan Jaringan
Perpipaan
[7] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2012 tentang Pembinaan SPAM
[8] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.