• Tidak ada hasil yang ditemukan

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. "

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Saat ini kita dapat mengetahui sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya sejarah penulisan Al-Quran melalui mushaf-mushaf terdahulu. Dari ciri-ciri naskah ini dapat diketahui sejarah penulisan Al-Quran di Indonesia, khususnya Dusun Gunung Malang. Abdul Mustaqim selaku Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sebagai pembimbing akademik penulis mulai semester 1 sampai penulis selesai proses studi di Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

PENDAHULUAN

MENGENAL MANUSKRIP MUSHAF H. ABDUL GHAFFAR

PERNASKAHAN DAN CORRUPT DALAM MANUSKRIP MUSHAF H

SISTEMATIKA PENULISAN MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR’AN H

PENUTUP

Konsonan Tunggal

Konsonan Rangkap karena Tasydīd ditulis Rangkap

Vokal Pendek

Vokal Panjang

Vokal Rangkap

Vokal-vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata, dipisahkan dengan Apostrof

Kata Sandang Alif + Lām

Huruf Besar

Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat dapat ditulis MenurutPenulisnya

Latar Belakang

Naskah-naskah tersebut kini disimpan di perpustakaan, museum, pesantren, kolektor dan ahli waris.5 Salah satu mushaf mushaf Al-Qur'an yang disimpan oleh ahli waris adalah mushaf Al-Qur'an H. Berdasarkan aslinya Setelah ditelusuri, penulis menemukan bahwa naskah tersebut sebelumnya digunakan sebagai media pembelajaran Alquran di Dusun Gunung Malang. Hal ini didukung dengan tempat ditemukannya naskah tersebut yaitu sebuah langgar. Di langgar ini mushaf Suci sudah tidak digunakan lagi sebagai media pembelajaran Al-Qur'an karena kondisi mushaf sudah rusak dan lapuk. Selain itu, banyak lembaran naskah yang sudah tidak utuh lagi. Diperkirakan naskah tersebut selesai pada tahun 2011. 1928 M

Tepatnya pada hari Jumat waktu Tam, tanggal 15 sebagaimana tercantum pada halaman terakhir mushaf Al-Quran, namun tahun penulisannya tidak diketahui secara jelas, karena kondisi mushaf tersebut rusak. Salah satunya adalah hilangnya naskah Al-Quran Surat al-Baqarah dari ayat 1 hingga ayat 45. Banyaknya kerusakan dan perubahan menyulitkan pembaca yang ingin membaca naskah tersebut. Padahal di dalam naskah tersebut banyak sekali informasi mengenai sejarah peradaban Islam khususnya di bidang al-Quran di Indonesia, khususnya Dusun Gunung Malang.

Selain adanya pengrusakan, hal yang menarik dari mushaf Al-Qur'an H. Abdul Ghaffar adalah adanya scholia.7 Scholia yang terdapat pada mushaf Al-Qur'an H. Abdul Ghaffar berhuruf Arab dan terdapat huruf "V" simbol. Sekolah itu berupa koreksi kesalahan teks, penambahan teks, dan sebagainya. Oleh karena itu, penelitian terhadap mushaf Al-Qur'an karya H. Abdul Ghaffar diperlukan untuk mengungkap sejarah perkembangan Islam di Dusun Gunung Malang Desa Poteran serta mengungkap sejarah penulisan Al-Qur'an di Dusun Gunung Malang. AviKhuriya, “Variasi Simbol pada Mushaf Al-Qur’an di Masjid Agung Surakarta”, Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta , 2013, hal. 69).

Rumusan Masalah

Dalam filologi sendiri, terdapat dua cabang yang mempelajari naskah dan teks, yaitu kodikologi dan teksologi. Kodeks itu sendiri merupakan bahan tulisan tangan.10 Sedangkan teksologi adalah ilmu yang membahas secara rinci teks, baik mengenai isi teks maupun penafsirannya. Dari bidang teksologi dan kodikologi yang membahas tentang naskah dan teks, penulis memandang penggunaan kajian filologi sudah tepat dalam penelitian ini.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Memberikan kontribusi ilmiah pada kajian filologi mushaf Al-Qur'an di Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Kajian Pustaka

Kemudian, Avi Khuriya Mustofa, “Varian Simbol pada Mushaf Al-Qur’an di Masjid Agung Surakarta”, Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta 2013. Dalam skripsi ini dibahas mengenai kajian filologi yang menjadikan naskah Al-Qur’an di Masjid Agung Surakarta sebagai objek kajiannya. Penelitian ini berfokus pada simbol-simbol yang terdapat pada mushaf Al-Qur'an di Masjid Agung Surakarta dan membandingkan teks pada mushaf Al-Qur'an di Masjid Agung Surakarta dengan mushaf KEMENAG (Kementerian Agama Negara).

Selain itu juga terdapat Buku Naskah Kuno Indonesia yang diterbitkan oleh Pustaka Litbang Badan Penelitian dan Pengembangan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2005. Buku ini merupakan kumpulan hasil penelitian naskah-naskah di seluruh Indonesia, antara lain : Riau , Palembang, Banten, Jawa Barat, Sumedang, Lombok, Kalimantan Barat, Sulawesi dan Ternate. Yakni tesis Rafi’uddin yang berjudul “Pembacaan Ayat Al-Qur’an pada Upacara Peret Kandung (kajian Al-Qur’an yang hidup di Desa Poteran Kecamatan Talango). Dalam tesisnya Rafi’uddin lebih fokus pada peret kandung- upacara dan hanya membahas sekilas tentang desa Poteran dibahas pada Bab II. Dalam skripsinya membahas tentang letak geografis desa Poteran dan kondisi sosial masyarakat desa Poteran, termasuk kondisi perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Dalam bukunya Kuntowijoyo membahas tentang perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Madurai pada tahun 1850 hingga tahun 1940, baik dari segi geografi, jumlah penduduk, lapangan kerja, pergerakan sosial dan lain-lain yang terjadi pada masyarakat Madurai pada periode tersebut. Dari penelitian yang ada, penulis belum menemukan karya mengenai ciri-ciri mushaf Al-Quran H.

Metode Penelitian

Metode objektif adalah kajian sistematis mengenai hubungan kekerabatan antar naskah suatu teks berdasarkan perbandingan naskah-naskah yang mengandung kesalahan umum. Jika ada beberapa naskah dari beberapa naskah yang selalu mempunyai kesalahan yang sama di tempat yang sama. Dapat kita simpulkan bahwa naskah-naskah tersebut berasal dari satu sumber (yang hilang), dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada masing-masing naskah, maka silsilah naskah tersebut dapat diketahui dan kemudian dapat dilakukan kritik aktual terhadap teks tersebut. Metode obyektif yang mencapai silsilah naskah disebut metode setem.

Cara ini digunakan apabila nilai naskah-naskah menurut penafsiran filologis hampir sama dan perbedaan antar naskah tidak besar. Dalam metode ini, naskah yang dipilih dijadikan bacaan utama berdasarkan perkiraan bahwa sejumlah besar naskah memberi kesaksian tentang bacaan yang benar. Cara ini digunakan apabila menurut penafsirannya terdapat satu atau sekelompok naskah yang mutunya lebih unggul dibandingkan dengan naskah-naskah lain yang diteliti dari segi bahasa, sastra, sejarah, dan lain-lain, sehingga dapat dinyatakan sebagai naskah yang mengandung naskah.

Oleh karena itu, naskah ini dipandang sebagai naskah yang paling baik untuk dijadikan teks dasar atau utama. Cara ini digunakan apabila dalam suatu tradisi hanya terdapat satu naskah saja, sehingga tidak dapat diperbandingkan.Dalam metode naskah tunggal ada dua jalur yang dapat ditempuh.Pertama, edisi diplomasi, yaitu penerbitan naskah sebagai seakurat mungkin tanpa melakukan perubahan apa pun. Kedua, edisi standar atau edisi kritis, yaitu edisi naskah yang mengoreksi kesalahan-kesalahan kecil dan inkonsistensi, sedangkan ejaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 11. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan, adapun yang menjadi objek kajiannya adalah Mushaf Al-Qur'an Mushaf desa Poteran Berdasarkan metode yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian penulis akan dilakukan dengan menggunakan metode naskah tunggal.

Sistematika Pembahasan

Dalam melakukan observasi, peneliti mendokumentasikan hasil observasi tersebut agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan dapat membantu dalam melakukan analisis. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif – analisis dan interpretasi.Dari data yang terkumpul, penulis melakukan deskripsi terutama secara tertulis yaitu seputar wujud fisik dan seputar teks yaitu bahu, notasi tanda baca, tanda wakaf, iluminasi. dan simbol. Analisis dan interpretasi dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dapat diperoleh langsung dari pengumpulan data.Analisis dan interpretasi dapat dilakukan dalam menelusuri sejarah pemilik naskah, sejarah penciptaannya, dan ciri-ciri naskah, khususnya dari segi simbol dan iluminasi.

Alasan yang mendasari penelitian ini akan dijelaskan pada bab ini guna merumuskan masalah yang akan diteliti. Hal ini dilakukan agar jelas tujuan dan manfaat penelitian ini. Dalam tinjauan pustaka, penulis melakukan peninjauan atau review terhadap karya-karya terdahulu yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengulangan dan untuk menunjukkan keaslian penelitian. Pembahasan ini mencakup gambaran umum tentang Dusun Gunung Malang, Desa Poteran, biografi pemilik naskah, serta sejarah kepemilikan dan pelestarian naskah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum tentang asal muasal ditemukannya naskah Mushaf H.

Pengarang, penyalin, tempat dan tarikh penulisan manuskrip, keadaan manuskrip, pemilik manuskrip, perolehan manuskrip seperti gambar dan ilustrasi Ini dilakukan untuk mengetahui sejarah manuskrip melalui manuskrip atau teks sedia ada. Abdul Ghaffar, yang akan membincangkan Rasm, tanda baca, simbol, scholia, nama huruf dan qiro'at dalam Mushaf H. Dalam bab ini, penulis akan menyimpulkan hasil kajian ini serta memberi cadangan tentang apa yang perlu dilakukan dalam konteks kajian filologi, kajiannya tertumpu kepada manuskrip dan teks yang berkaitan dengan ilmu al-Quran.

Kesimpulan

Kondisi mushaf masih cukup bagus dan layak dibaca kecuali ada bagian yang rusak, sobek dan sebagian tintanya sudah pudar. Kondisi naskah saat itu sudah rusak, berlubang-lubang, dan tintanya banyak yang pudar. Namun secara umum mushaf masih dapat dibaca lebih jauh meskipun ada beberapa halaman yang rusak.

Korupsi tersebut berupa kesalahan pemberian huruf vokal, pemberian titik pada huruf yang hampir sama, serta kelebihan atau kekurangan pengucapan atau syair. Ditulis dengan menggunakan Rasm Imlai, meskipun ada beberapa ucapan yang ditulis dengan Rasm Uśmānī 2. Scholia mengatur untuk memberikan koreksi terhadap kesalahan dalam mushaf dengan menulis koreksi terhadap ucapan atau ayat yang salah, atau dihilangkan.

Saat menulis nama surat, terkadang di tengah nama surat terdapat penggalan ayat terakhir ayat sebelumnya. Abdul Ghaffar dapat disimpulkan bahwa mushaf H.Abdul Ghaffar dapat menjadi bukti sejarah penyebaran agama Islam di Dusun Gunung Malang khususnya dalam bidang pelestarian dan pendidikan Alquran. Selain itu jika kita melihat ciri-ciri mushaf kita bisa melihat sejarah penulisan Al-Quran di Dusun Gunung Malang.

Saran-Saran

Mushaf Al Quran di Indonesia dari masa ke masa. Biro Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Penggunaan Tanda Waqaf Al - Wakaf Wa AL - Ibtida Pada Mushaf Al - Quddus Bi Al - Rasm Al - Usmani (Review Resepsi Al. Yogyakarta: Era Baru Presindo Hakim, Abdul" Harta Karun Al-Qur'an Kuno Bangkalan Madura: Sebuah ulasan.

Variasi Simbol pada Mushaf Al-Qur'an di Masjid Agung Surakarta", Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2013 . Prayitno, Edi “Sejarah dan Ciri-ciri Mushaf Al-Qur’an Al-Qur’an Wonolelo Pleret Bantul D.I Yogyakarta”, Skripsi Fakultas Ushuluddin, Kajian Keagamaan dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Rafi’uddin, “Membaca ayat-ayat Al-Qur'an Al-Qur'an dalam peristiwa kehamilan; Kajian Alquran Hidup di Desa Poteran Kec.

Talango Sumenep Madura”, Skripsi Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait