Bab V Serangan Terhadap Ilmu Pengetahuan
Selama masa penolakan atas persetujuan perijinan perusahaan Mega Group, masyarakat meminta kepada para ahli/akademisi terutama ahli dibidang lingkungan untuk memihak kepada mereka. Dengan adanya proyek ini, kehidupan kepulauan Aru akan berubah secara masif. Flora dan fauna yang terdapat di hutan akan hancur, habitat rusak, air tanah yang terkandung pun akan rendah sehingga akan menyulitkan masyarakat. Meskipun dari segi hukum dan ilmu pengetahuan telah berpihak kepada mereka tetap saja keputusan tetap berada di anggota Komisi Penilai Amdal yang mencakup perwakilan akademisi, pejabat pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat sipil dan sektor privat. Tragisnya, masyarakat yang hidup di daerah pedalaman, tidak mengetahui bahwa akan di adakannya proyek ini. Butuh waktu yang lama untuk mencapai daerah pedalaman seperti itu. Para relawan yang ditugaskan untuk
menyampaikan informasi ini pun diharuskan melewati tantangan besar dari segi geografi.
Dengan penuh perjuangan dan kesabaran, mereka menjelaskan dampak dari proyek ini terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat. Di sisi lain, pihak perusahaan telah memberikan sebuah janji kepada masyarakat setempat. Mereka menjanjikan kehidupan masyarakat yang lebih baik dengan iming-iming beasiswa belajar dan pembangunan
infrastruktur. Dalam hal ini Weber berpendapat bahwa orang-orang dalam masyarakat modern menyukai rasionalitas, cara berpikir yang menekankan perhitungan yang disengaja dan tanpa basa-basi tentang cara paling efisien untuk menyelesaikan tugas tertentu. Biasanya, orang modern berpikir dan bertindak atas dasar apa yang mereka lihat sebagai konsekuensi sekarang dan masa depan dari pilihan mereka. Mereka yang memiliki pandangan dunia yang lebih rasional mungkin menganggap komputer baru atau teknologi medis sebagai terobosan, tetapi mereka yang memiliki budaya yang sangat tradisional mungkin menolak perangkat seperti itu sebagai ancaman terhadap cara hidup mereka. Seperti kesamaan tradisi yang telah
mempersatukan orang di masa lampau dan terciptanya organisasi skala besar yang rasional yang menghubungkan kehidupan orang-orang oleh masyarakat modern.
Dalam Kasus ini pula, masyrakat menyatukan kekuatan untuk melawan korporasi besar yang di backingin oleh pemerintah setempat. Seluruh lapisan masyarakat membentuk ikatan solidaritas yang mampu menahan pergerakan perusahaan. Sebagai fokus dari karyanya, Durkheim
memandang solidaritas merupakan salah satu hal yang menyebabkan bersatunya masyarakat.
Dengan kesamaan adat dan istiadat tentunya memudahkan masyarakat dalam memobilisasi informasi. Durkheim menggunakan istilah solidaritas mekanis untuk merujuk pada ikatan sosial, berdasarkan pada sentimen umum dan nilai moral bersama, yang kuat di antara anggota
masyarakat praindustri. Dengan demikian, kunci dari perubahan atas kasus ini yakni sebuah bentuk solidaritasan antar masyarakat.