• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seruan Ramadhan 1445 H/2024 M Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

N/A
N/A
SMP IT LUQIM

Academic year: 2024

Membagikan "Seruan Ramadhan 1445 H/2024 M Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Seruan Ramadhan 1445 H/2024 M Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

ِمْيِحَّرلا ِن ْحَّْرلا ِالله ِمْسِب هتاكربو الله ةحْرو مكيلع ملاسلا نآرقلا هيف لزنأو مايقلا رهشو مايصلا رهش ناضمر لعج يذلا لله دملحا الله ّلاإ هلإ ّلا نأ دهشأ ،

دّممح نأ دهشأو ا

الله لوسر ينعجمأ هبحصو هلآ ىلعو دّممح ىلع ّلص ّمهّللا ،

، :دعبو

Alhamdulillah, tadi malam kita sudah mendengar laporan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama yang telah menyimpulkan hari 1 Ramadhan 1445 H atau awal puasa Ramadhan 2024 jatuh pada Selasa, atau jika dalam penanggalan masehi jatuh pada tanggal 12 Maret 2024.

Sebagai bentuk komitmen Hidayatullah untuk membangun kesatuan ummat serta merajut ukhuwwah Islamiyah, maka InsyaAllah kita akan mengikuti keputusan pemerintah. Keputusan yang diambil dalam Sidang Isbat yang melibatkan MUI dan Ormas Islam setelah mendengar kesimpulan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Terlepas dari beberapa sikap kritis kita terhadap perilaku pemerintahan sekarang, insya Allah kita menaruh hormat dan kepercayaan terhadap Ulama dan pimpinan Ormas Islam sebagai representasi ummat Islam yang hadir dan terlibat dalam Sidang Isbat dan dengan kapasitas dan peralatan teknologi modern yang digunakan Tim Hisab Rukyat, in syaAllah validitas hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Rasulullah salallahu alaihi wasallam:

َنْوُّحَضُت َمْوَ ي ىَحْضَلأْاَو َنْوُرِطْفُ ت َمْوَ ي ُرْطِفْلاَو َنْوُمْوُصَت َمْوَ ي ُمْوَّصلا

“Puasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa, berbukanya kalian adalah ketika kalian berbuka dan hari ‘Iedul Adha kalian adalah tatkala kalian menyembelih.”(HR. At- Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Para ahlul ilmi menjelaskan maksud hadits ini adalah bahwa berpuasa dan berbuka itu dilakukan bersama jamaah dan kebanyakan manusia. In syaAllah pendapat ini yang lebih sesuai.

(2)

Setiap hati yang beriman kepada-Nya pasti punya kerinduan kepada bulan suci Ramadhan dan sebuah kegembiraan dan kesyukuran saat Allah masih memberi usia dan kesempatan untuk menikmati bulan Ramadhan. Namun demikian Ramadhan kali ini, kembali kita juga akan lebih dalam suasana penuh keprihatinan dan kesedihan.

Kepedihan hati dan air mata kesedihan tak henti melihat penderitaan saudara kita, umat Islam di Palestina, yang terus bertahan menghadapi kedzaliman dan kebiadaban Zionis Israel. Penderitaan muslim Palestina, penderitaan kita juga. Luka mereka, luka kita juga. Kelaparan mereka, harusnya juga kelaparan kita juga!!

Seorang penulis Palestina, Adam Syarqawi dengan lirih berucap: "Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Tahun ini, ia datang untuk mengingatkanmu:

bahwa kamu punya saudara yang telah memulai 'puasa'-nya sejak 5 bulan lalu. Namun sampai kini, ia belum berbuka." Hasbunallah wa ni'mal wakiil.

Ramadhan datang penuh dengan keistimewaan memiliki banyak dimensi. Ada dimensi spiritual (ruhiyah) yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang tepat untuk merevitalisasi semangat, menghapus kesalahan-kesalahan, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mendoakan saudara-saudara di Palestina untuk diberikan pertolongan dan kemenangan.

Ramadhan juga memiliki dimensi materi (maliyah), di mana kaum muslimin biasa menunaikan kewajiban membersihkan hartanya dalam tahun berjalan. Realitasnya, jumlah harta zakat, infaq, maupun shadaqah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan lebih besar dibanding jumlah dana sejenis pada 11 bulan lainnya. Ummat Islam, khususnya di Indonesia, dapat memenuhi perintah agamanya untuk infak dan donasi bagi kaum faqir miskin bisa bergembira, termasuk saudara-saudara kita di Palestina.

Ada pula dimensi fisik (jasmaniyah) yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang tepat untuk melatih dan membuktikan bahwa kita mampu menahan diri dari segala perbuatan sia-sia, menimbulkan dosa, apalagi menimbulkan kerusakan yang merugikan masyarakat. Di bulan Ramadhan, kita memiliki kemerdekaan dan kedaulatan penuh untuk memutuskan sesuatu. Sebab, pengaruh setan telah sangat dikurangi, dan manusia dapat membuktikan bahwa dirinya bukanlah golongan setan yang suka melakukan kejahatan.

Seruan ini disampaikan kepada seluruh anggota, kader, dan jamaah Hidayatullah agar keistimewaan Ramadhan dapat kita raih. Seruan ini mencakup tiga dimensi, yaitu:

1. Persiapkan diri, keluarga, dan organisasi untuk bersungguh-sungguh dan semangat di Ramadhan sejak dini, agar :

(3)

a. Kita mampu mengoptimalkan bulan Ramadhan secara individu dengan berbagai bentuk ibadah dan amal shaleh, yang wajib maupun sunnah, dan yang mahdhah maupun sosial.

b. Kita bisa memastikan agar seluruh keluarga mempunyai motivasi yang tinggi untuk memperbanyak ibadah nawafil di bulan penuh berkah ini.

c. Secara organisasi mampu memanfaatkan semua potensi internal maupun eksternal demi suksesnya dakwah Islam dan layanan keumatan.

2. Upayakan pencapaian target Ramadhan, antara lain:

a. Target tarbiyah ruhiyah, yakni peningkatan kualitas spiritual dan keilmuan, baik pengurus organisasi, simpatisan, anggota, maupun masyarakat pada umumnya.

b. Target dakwah, yakni tersentuhnya seluruh lapisan masyarakat melalui masjid, mushalla, maupun perkantoran oleh program dakwah Hidayatullah, baik dakwah jama’iyah melalui ceramah, ta’lim, kajian, dan diskusi, maupun dakwah fardiyah melalui silaturrahim atau pertemuan-pertemuan informal.

c. Target penyucian harta, yakni tertunaikannya kewajiban zakat bagi seluruh kader, anggota, jamaah dan simpatisan Hidayatullah

d. Target pendayagunaan dana Zakat, Infak, Shadaqah (ZIS) kaum muslimin untuk menyukseskan program keumatan (sosial, dakwah, pendidikan, ekonomi keumatan, dll) melalui jaringan Hidayatullah, baik melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (LAZNAS BMH) maupun yayasan-yayasan sosial yang telah ada.

3. Program Ramadan secara khusus sebagai berikut:

a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah nawafil dengan menambah target bacaan al-Qur'an di atas 1 juz setiap hari dengan tadabbur ayat-ayat al- Qur’an, shalat fardhu ditunaikan secara berjamaah di masjid, wirid pagi, sore, dan malam, infaq harian, dan dakwah fardiyah.

b. Meningkatkan intensitas doa di waktu-waktu mustajab, baik secara infiradi maupun jama'i.

c. Meningkatkan tarbiyah ruhiyah (spiritual) dan tsaqafiyah (keilmuan).

d. Meningkatkan kepedulian sosial dengan sering berbagi rezeki, khususnya kepada kaum dhu'afa.

(4)

e. Mendoakan yang terbaik untuk kepentingan umat Islam, khususnya di Indonesia, serta mendoakan yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia agar bisa rukun dan aman, diberi pemimpin yang amanah dan bukan pemimpin yang zalim.

4. Kiat Sukses Ramadhan

a. Mu’ahadah, yakni komitmen atau janji setia di hadapan Allah Ta’ala bahwa kita menargetkan Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya. Kita bertekad untuk memaksimalkan segala bentuk ibadah dan amal sholeh.

b. Mujahadah, yaitu keseriusan dan kesungguhan dalam menjalankan komitmen kebaikan. Kita menyadari bahwa ibadah dan amal sholeh membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

c. Mutaba’ah, yaitu monitoring secara rutin untuk melihat progress dan grafiknya, diharapkan agar terus meningkat

d. Muhasabah, yaitu evaluasi, baik sifatnya harian, pekanan maupun setiap sepuluh hari. Dengan evaluasi, kekurangan masa lalu dapat dibenahi dan kebaikan yang sudah berjalan dapat ditingkatkan lagi.

e. Mu’aqabah, yaitu sangsi yang diberikan kepada diri sendiri ketika lalai menjalankan komitmen agar hal itu tidak berulang.

f. Musabaqah, yaitu kompetisi dan berlomba-lomba dalam kebaikan, khususnya bagi anak anak yang membutuhkan motivasi agar tekun menjalankan ibadah sebagai wadah pendidikan bagi mereka.

Kesuksesan dalam meraih potensi Ramadhan adalah kepentingan kita bersama.

Oleh karena itu, Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menghimbau kepada seluruh jajaran di wilayah, daerah, maupun cabang untuk meningkatkan komunikasi, silaturrahim, dan koordinasi dengan jajaran di atasnya maupun jajaran di bawahnya. Memastikan Ramadhan kali ini sebagai momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan kasih sayang.

Mari kita manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik baiknya agar kita memperoleh kekuatan spiritual yang dapat kita jadikan sebagai modal untuk berjuang di jalan-Nya.

Perjalanan dakwah dan kehidupan berbangsa ke depan tentu penuh dengan tantangan yang memerlukan kesabaran, keteguhan dan kegigihan kita semua. Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas spritual, moral, intelektual, mental dengan kesehatan jasmani dan ruhani.

(5)

Akhirnya, kepada Allah Ta’ala jualah kita memohon, agar kiranya dimudahkan dalam segala upaya, dan diterima amal kita sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 30 Sya’ban 1445 H/ 11 Maret 2024 DEWAN PENGURUS PUSAT HIDAYATULLAH

Dr. H, Nashirul Haq, Lc., MA Ketua Umum

Referensi

Dokumen terkait