• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sirah Nabawiyah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Sirah Nabawiyah"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

Kiranya, kehadiran buku-buku tersebut harus diakui sebagai sebuah langkah maju dalam kancah akademik Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Keagamaan UIN Mataram. Terima kasih kepada dosen yang telah memfasilitasi penulisan buku ini dan kepada penulis atas kesempatan dan waktunya menambah khazanah keilmuan Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Keagamaan UIN Mataram.

  • Bangsa Arab Pra Islam
  • Makkah dan Ka‟bah
  • Kaum Quraisy
  • Mengapa Islam Turun di Jazirah Arab ?

Dalam kitab Kejadian disebutkan bahwa Isma'il berusia 13 tahun lebih tua dari Ishaq. Allah melimpahkan keberkahan kepada keturunan Isma'il hingga lahirnya 'Adnan dari keluarga tersebut.

Nasab Rasulullah Saw

Kedua ibu bapa Rasulullah SAW adalah keturunan Adam, semulia-mulia bangsawan dan paling mulia keturunan. Manakala pengaruh terhadap umat yang diseru oleh Rasulullah SAW untuk beriman dan bersatu di bawah bendera Islam ialah majoriti masyarakat Arab tidak mencari kesalahan keturunan Nabi SAW, dan tidak pula mencari kesalahan orang yang menyertainya. . di bawah panjinya dan mereka menerimanya sebagai hakim kerana dia adalah sebahagian daripada keturunan tokoh Quraisy yang terbesar dan tertinggi.

Keluarga Besar Rasulullah Saw

Belakangan, Al-Muthalib meninggal di Rodman, sebuah daerah di Yaman dan kekuasaannya kemudian diserahkan kepada keponakannya Abdul Muthalib. Ia kemudian singgah di rumah Abdul Muthtalib dan tinggal di sana selama tiga hari.

21

  • Kelahiran Rasulullah SAW
  • Dalam Asuhan Lingkungan Bani Sa‟d
  • Kembali Ke Asuhan Ibunda Tercinta
  • Kembali Ke Asuhan Kakek Dan Pamannya
  • Pertemuan Dengan Pendeta Bahira
  • Mengikuti Perang Fijar
  • Menjadi Anggota Hilful-Fudhul
  • Gembala Kambing
  • Ibrah Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad Semasa Kecil-

Abu Thalib kemudian dengan terus terang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah anak dari saudaranya yang meninggal saat Nabi Muhammad masih dalam kandungan. Sebagaimana kita ketahui Nabi Muhammad SAW adalah seorang penggembala kambing, beliau menggembalakan kambing keluarganya dan kambing masyarakat Mekkah.

  • Pernikahan Rasulullah SAW Bersama Khadijah
  • Renovasi Ka‟bah dan Penetapan Keputusan
  • Pribadi Muhammad Sebelum Kenabian
  • Di Gua Hiro

5 tahun sebelum kenabian, kota Mekah dilanda banjir yang sampai ke Baitul Haram, sehingga memungkinkan Kaabah runtuh bila-bila masa. Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata bahawa ketika Kaabah sedang direnovasi, Nabi Muhammad bersama Abbas mengambil batu.

Wahyu Pertama

Dia berkata: “Permulaan wahyu yang datang kepada Rasulullah SAW adalah dalam bentuk mimpi yang benar dalam tidurnya. Saya tidak boleh membaca”, kata Rasulullah SAW, lalu dia menarik Nabi SAW dengan kuat, melepaskannya dan berkata lagi: “Bacalah!” Isterinya Khadijah melihat perubahan pada wajah Rasulullah SAW, Khadijah bertanya apa yang terjadi padanya. nabi SAW.

Apabila Rasulullah SAW melihatnya, baginda sangat takut, lalu bergegas pulang menemui isterinya seraya berkata: "Sembunyikan aku, selimutkan aku".

Orang-Orang Pertama Yang Memeluk Agama Islam

Orang pertama yang menerima Islam Dalam sejarah Islam, orang pertama yang menerima Islam Inilah orang-orang yang masuk Islam lebih awal, generasi pertama dan cahaya Islam. Setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun perempuan, sehingga nama Islam tersebar ke seluruh Makkah dan banyak orang yang membicarakannya.”

Keduanya seolah muncul di depan mata dan membawa orang-orang beriman ke dunia lain, berbeda dengan dunia yang ada saat itu.

Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi

Seolah-olah Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang hidup mandiri dapat hidup tenteram dan santai. Abu Bakar aktif berdakwah dan memanfaatkan kedudukannya sebagai saudagar, ahli tradisi agama, dan orang yang suka bergaul yang sering dikunjungi.” oleh masyarakatnya.Orang-orang yang masuk Islam atas ajakan beliau adalah: Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, Thalhah bin Ubaidillah.

Ibnu Ishaq berkata, “setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun perempuan, sehingga nama Islam tersebar ke seluruh Mekkah dan banyak orang membicarakannya.”

Materi Dakwah Nabi Muhammad SAW

Antara Allah SWT dan manusia tidak ada pihak ketiga, baik sebagai sekutu, sebagai penolong maupun sebagai perantara. Setiap orang berhak menolak orang yang menunjuk dirinya sendiri atau ditunjuk oleh orang lain sebagai perantara dalam hubungannya dengan Allah SWT. Jadi jelas mereka adalah hamba-hamba Allah SWT yang diciptakan-Nya dan diberi rezeki.

Ia menyadari bahwa suatu hari nanti ia akhirnya akan kembali kepada Tuhan, di mana ia akan diberi pahala atas perbuatan baik yang telah ia lakukan selama hidupnya.

Dakwah Secara Terang-Terangan

Dengan nama Allah aku tetap akan melindungi kamu, tetapi hatiku tidak meninggalkan agama Abdul Muthalib." Abu Lahab menjawab: "Demi Allah," kata Abu Lahab, "itu adalah sikap yang sangat buruk. Maka sampaikan secara terang-terangan segala yang kamu perintahkan. , dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Al-Hijr [15]: 94). Diiringi dengan keanehan dan kekufuran, apabila mereka mendengar suara yang menunjukkan tipu daya orang musyrik dan musyrik.

Namun apa yang harus dilakukan menghadapi pribadi jujur ​​dan amanah ini, dihadapkan pada gambaran tertinggi nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak mulia.

Tantangan Dakwah Rasulullah SAW

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir-hampir memejamkan matamu ketika mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya dia (Muhammad) benar-benar gila". Orang-orang musyrik sanggup meninggalkan sebahagian dari apa yang mereka miliki dan begitu juga dengan Rasulullah SAW. Kami ingin menyembah apa yang anda sembah dan anda juga mesti menyembah apa yang kami sembah supaya kami dapat bekerjasama dalam masalah ini.

Jika apa yang anda sembah ternyata lebih baik daripada apa yang kami sembah, maka kami boleh melepaskan apa yang sepatutnya menjadi bahagian kami, dan apa yang menjadi milik kami.

Upaya Diplomasi Kaum Quraisy

Dengan berat hati, Abu Thalib akhirnya menyampaikan keluh kesah kaum Quraisy dengan bahasa yang lembut, bertanya kepada Muhammad (SAW) untuk menghentikan dakwahnya. Melihat kesedihan anak saudaranya, Abu Thalib akhirnya terus mendukung perjuangan dakwah Rasulullah s.a.w.s. dan tidak akan pernah menyerah. Mengetahui kenyataan bahwa Abu Thalib tidak mau menyerahkan Muhammad (SAW), kemarahan masyarakat Quraisy semakin tak tertahankan.

Namun mereka tidak berani menyentuh Muhammad yang mendapat perlindungan dari Abu Thalib dan Bani Hasyim, selain Abu Lahab.

Gangguan-gangguan Kaum Quraisy Untuk Mencegah

Sejak awal dakwah, mereka yang mempunyai kedudukan dan kehormatan merasa marah atas apa yang dilakukan Rasulullah a.s. Kesombongan dan kesombongan mereka membuat mereka tidak tahan lagi mengganggu Muhammad SAW dengan makian, makian, hinaan dan lain sebagainya, sehingga mereka pun mulai menganiaya Rasulullah dengan tetap melakukan cara-cara sebelumnya. Di antara mereka ada yang gemar melemparkan kotoran domba ke arah Nabi Muhammad SAW saat salat.

Mereka mahu menamatkan Rasulullah SAW menurut mereka dan dengan itu mereka menghapuskan punca masalah yang menimbulkan fitnah di negara mereka.

Hijrah ke Habsyi

Hijrah kali ini lebih sulit dibandingkan hijrah pertama, karena kaum kafir Quraisy mulai waspada terhadap langkah kaum muslimin dan siap menggagalkannya. Dengan pertolongan Allah SWT yang membuka jalan, mereka akhirnya bisa pergi sebelum ditemukan oleh orang-orang kafir Quraisy.

Rasulullah Ke Thaif

Sehingga kedua-dua anak Rabiah melihatnya dan melihat apa yang dialami oleh Rasulullah SAW akibat perbuatan bodoh Bani Tsaqif tadi. Adas dikatakan terkejut dan terkejut mendengar Nabi SAW membaca “Bismillah” sebelum memakan buah anggur tersebut. Lalu Adas segera mencium kepala, kedua tangan dan kedua kaki Rasulullah SAW.

Melihat kenyataan ini, Rasulullah SAW mengirim surat kepada Suhail bin Amr untuk meminta perlindungannya.

Isra Dan Mi‟raj

Isra' Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT semata-mata merupakan peristiwa yang terjadi sesuai dengan kehendak-Nya dan kehendak Allah SWT. Kronologis Peristiwa Isra' Mi'raj salah satu mukjizat yang dianugerahkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk menguatkan fikiran dan keteguhan hatinya, apalagi menjelang peristiwa yang dinamakan Ammul-Huzni yaitu tahun duka atau duka akibat wafatnya Nabi Muhammad SAW. kedua tiang yang menjadi sandaran Nabi dan yang selalu menolong dan melindungi Nabi dalam keadaan senang, susah dan sedih, beliau wafat meninggalkannya yang pertama yaitu pamannya Abu Thalib, disusul meninggalnya istri tercinta Khadijah. Bahwa dengan Isra' dan Mi'raj, termasuk kesempatan yang Allah SWT berikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk menyaksikan berbagai realitas agung yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT, agar hati mereka penuh dengan rasa percaya dan bertawakal kepada-Nya. . .

Ini bermakna Allah SWT ingin menghidupkan semangat dan keazaman Rasulullah SAW dalam melaksanakan ibadah.

  • Rasulullah SAW Hijrah ke Yastrib
  • Sebab Hijrah Rasulullah SAW
  • Dari Rumah Sampai Gua
  • Singgah Di Quba Sebelum Tiba Di Madinah

Lalu dia bertanya tentang Rasulullah dan kemudian Ali menjawab bahwa dia tidak tahu menahu tentang Rasulullah a.s. Ketika penggeledahan mereda, aktivitas patroli bersenjata terhenti dan emosi masyarakat Quraisy mereda setelah tiga hari pengejaran yang sia-sia, Rasulullah s.a.w.s. dan Abu Bakar bersiap berangkat ke Madinah. Pada hari Senin tanggal 8 Rabiul Awwal tahun ke-14 Kenabian atau 1 tahun Hijriah atau tanggal 23 September 622 M, Rasulullah a.s singgah di Quba.

Ketika Rasulullah s.a.v.s. Melewati rumah salah seorang muslim, dia memegang kendali untanya dan berhenti disana sejenak.

Pasca Hijrahnya Rasulullah SAW

Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada pemandu untuk menyebutkan nama jalan tersebut satu persatu, kemudian pemandu tersebut berkata, “Ya Rasulullah, jalan ini dinamakan Hazan (kesedihan).” Lalu dia tidak mau menempuh jalan itu. Coba perhatikan bagaimana Rasulullah SAW berbicara tentang konsep besar yang kita semua anggap remeh ini. Namun setelah kedatangan Rasulullah SAW dengan iman Islam, semuanya berubah drastis, mulai dari nama hingga isinya.

Terakhir, Rasulullah SAW mendoakan kota Yatsrib yang namanya Rasulullah SAW diubah menjadi Madinah dengan doanya yang berbunyi:

Pembentukan Masyarakat Islam

Tidak lama selepas hijrah, Nabi Muhammad SAW membuat piagam politik untuk mengatur kehidupan bermasyarakat di Madinah yang didiami oleh beberapa golongan. Kesatuan hidup yang baru ditubuhkan itu dipimpin oleh Muhammad SAW sendiri sebagai ketua negara yang berdaulat. Justeru, Nabi Muhammad SAW di Madinah bukan sahaja mempunyai sifat-sifat utusan Allah, tetapi juga sifat-sifat ketua negara.

Berdasarkan isi Piagam Madinah, maka keberagaman warga Madinah dikembangkan secara politik di bawah kepemimpinan Muhammad SAW.

  • Perang Badar
  • Perang Uhud
  • Perang Ahzab
  • Perang Mu‟tah
  • Perang Tabuk

Orang Musyrikin mula-mula melancarkan serangan, dengan kemunculan Aswad bin Abdul Asad meluru masuk ke dalam kolam air yang dibuat oleh orang Islam. Juga Sariyah Zaid bin Haritsah mengorbankan niat jahat mereka yang tersembunyi terhadap umat Islam. Keadaan berubah serta merta ketika itu, Nabi SAW dikhabarkan telah wafat dan umat Islam yang melawan semakin jauh.

Dalam peperangan ini, orang Islam mati syahid sebanyak enam orang, dan orang musyrik tiga orang.

Fathul Makkah

Orang Islam sedang bersiap untuk berperang, dan Rasulullah (SAW) tidak memberi peluang kepada pasukan Abu Sufyan untuk bersiap. Kemudian Hatib bin Abi Balta'ah dipanggil oleh Rasulullah SAW untuk ditanyakan sebab surat tersebut. Bapa saudara Rasulullah SAW memberi cadangan kepada Abu Sufyan supaya masuk Islam supaya peperangan tidak berlaku.

Abu Sufyan bersetuju dengan cadangan tersebut dan bersama bapa saudara Rasulullah SAW beliau datang menemui Rasulullah SAW.

Haji Wada‟

Rasulullah SAW kemudian melanjutkan perjalanannya sambil melewati Jumrah pertama (Al-Jumratul Ula) dan kedua (Al-Jumratu Ats-Tsaniyah) tanpa melemparkan batu ke arahnya. Pada hari ini Rasulullah SAW kembali melakukan lempar Jumrah seperti yang dilakukan pada hari sebelumnya. Kemudian pada tanggal 13 Dzulhijjah atau disebut juga dengan hari Nafar terakhir, Rasulullah SAW melakukan lempar Jumrah terakhir.

Usai melempar Jumrah, Rasulullah s.a.w.s. dan rombongan haji kembali ke Makkah untuk menunaikan Tawaf Wada.

Wafatnya Rasulullah SAW

Namun, Allah SWT menghentikan pengaruh racun tersebut ke atas tubuh Rasulullah SAW sehingga kewafatan baginda. Pada mulanya Nabi SAW memaafkan wanita Yahudi itu, kerana Nabi SAW tidak menuntut dendam dan tidak berdendam terhadapnya. 19 „Adil bin Hasan bin Yusuf Al-Hamad, Hari-Hari Terakhir Kehidupan Rasulullah SAW (Depok-Jawa Barat: Pustaka Khazanah Fawa‟id, 2016), hlm.

Ada juga yang menyebut Usamah bin Zaid, merekalah yang mengebumikan dan membalikkan jenazah Rasulullah SAW.

Referensi

Dokumen terkait