• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM DINAMIK PERTEMUAN 4: FLOW, SUB RUANG STABIL, TIDAK STABIL DAN CENTER

N/A
N/A
Sutriadi Kurniawan

Academic year: 2024

Membagikan "SISTEM DINAMIK PERTEMUAN 4: FLOW, SUB RUANG STABIL, TIDAK STABIL DAN CENTER "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM DINAMIK

PERTEMUAN 4: FLOW, SUB RUANG STABIL, TIDAK STABIL DAN CENTER

DR. YUDI ARI ADI

(2)

KESTABILAN TITIK EKUILIBRIUM

Sistem ODE

αˆΆπ’™ = 𝒇 𝒙 , 𝒙 𝑑0 = 𝒙0 Dengan 𝑓: 𝐸 β†’ ℝ𝑛, 𝐸 himpunan terbuka, 𝐸 βŠ† ℝ𝑛.

➒ Titik ekuilibrium, katakan x Μ… dari suatu sistem ODE dikatakan stabil jika semua trayektori dengan kondisi awal dekat dengan x Μ… tidak akan jauh menyimpang dari x Μ….

➒ Solusi ekuilibrium, katakan x Μ… dari suatu sistem ODE dikatakan stabil asimtotik jika semua trayektori dengan kondisi awal dekat dengan x Μ… akan mendekat ke x Μ… untuk tβ†’βˆž.

➒ Solusi ekuilibrium, katakan x Μ… dari suatu sistem ODE dikatakan stabil marginal, jika stabil tetapi tidak asimtotik.

➒ Solusi ekuilibrium, katakan x Μ… dari suatu sistem ODE dikatakan unstabil (unstable) jika tidak stabil.

Sitem Linear αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙

( 1 )

(3)

KESTABILAN TITIK EKUILIBRIUM

Contoh 4.1 Jika titik ekuilibrium (0,0) adalah center, makai ia stabil tetapi tidak stabil asimtotik. Jika titik ekuilibrium (0,0) adalah sadle, makai ia tidak stabil (unstable).

(4)

.. DARI ALJABAR LINEAR

β€’ Definisi 4.1 Misalkan 𝒗1, 𝒗2, … , π’—π‘˜ ∈ ℝ𝑛. Rentang (span) vektor ini adalah himpunan semua kombinasi linear 𝑐1𝒗1, 𝑐2𝒗2 + β‹― + π‘π‘˜π’—π‘˜, dengan 𝑐1, 𝑐2, … , π‘π‘˜ bilangan real.

β€’ Contoh 4.2 Rentang dari vektor 1 0 0

dan 1 1 0

di ℝ3 adalah bidang XY. (Kita sering mengatakan …

β€˜ruang yang dibangun/direntang’…).

(5)

SUB RUANG STABIL,..

β€’ Definisi 4.2. Diberikan Sistem αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙. Misalkan π’˜π‘— = 𝒖𝑗 + 𝑖𝒗𝑗 adalah vektor eigen (vektor eigen yang diperumum) dari matriks 𝐴 yang besesuaian dengan nilai eigen πœ†π‘— = 𝛼𝑗 + 𝑖𝛽𝑗. Maka Sub ruang stabil, subruang center, dan subruang tidak stabil,

𝐸𝑠 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 𝒖𝑗, 𝒗𝑗 π‘Žπ‘— < 0 , 𝐸𝑐 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 𝒖𝑗, 𝒗𝑗 π‘Žπ‘— = 0 ,

dan

𝐸𝑒 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 𝒖𝑗, 𝒗𝑗 π‘Žπ‘— > 0 .

β€’ Dalam hal ini 𝐸𝑠, 𝐸𝑐, dan 𝐸𝑒adalah subruang dari ℝ𝑛 yang direntang (spanned) oleh bagian real dan bagian imajiner dari vektor eigenπ’˜π‘— yang bersesuaian berturut-turut dengan nilai eigen yang bagian realnya negatif, nol, dan positif.

(6)

SUB RUANG STABIL,..

Contoh 4.3Diberikan Sistem (4.1) dengan𝐴 = 1 1

4 βˆ’2 ,𝒙 = π‘₯ 𝑦 .

Diperoleh nilai eigenπœ† = βˆ’3danπœ† = 2dan vektor eigen yang bersesuaian adalah 1

βˆ’4 dan 1 1 . Berdasar Definisi 4.2 diperoleh

𝐸𝑠 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 1

βˆ’4

dan

𝐸𝑒 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 1 1 .

Perhatikan bahwa 𝐸𝑆 dan𝐸𝑒 merupakan subruang dariℝ2, masing-masing berupa ruas garis yang melalui titik (0,0)(Pada kasus ini 0,0 merupakan sadle). Ruas garis ini membentuk separatrik, lihat Gambar. Pada kasus ini, subruang center𝐸𝑐 hanya memuat vektor nol.

(7)

SUB RUANG STABIL,..

Contoh 4.4 Diberikan Sistem αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙 dengan 𝐴 = 1 βˆ’8 8 1 .

Pada kasus ini, perhatikan matriks sudah dalam bentuk kanonik real 𝛼 βˆ’π›½

𝛽 𝛼 . Sehingga tanpa mencari kita tahu nilai eigennya 1 Β± 8𝑖. Karena kedua nilai eigen memiliki bagian real positif, maka 𝐸𝑒 = ℝ2.

Tidak hanya untuk sistem planar, konsep subruang ini juga dapat untuk sistem yang lebih tinggi, seperti Contoh 4.5 berikut.

(8)

SUB RUANG STABIL,..

Contoh 4.5 Diberikan Sistem αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙 dengan 𝐴 =

βˆ’2 βˆ’1 0 1 βˆ’2 0

0 0 3

.

Nilai eigen dari 𝐴 adalah πœ† = 3 dan πœ† = βˆ’2 Β± 𝑖 . Vektor eigen yang bersesuaian dengan πœ† = 3adalah 0 0 1

dan

vektor eigen yang bersesuaian dengan πœ† = βˆ’2 + 𝑖 adalah π’˜2 = 𝒖2 + 𝑖𝒗2 dengan 𝒖2 = 0 1 0

dan 𝒗2 = 1 0 0

. Dengan demikian diperoleh subruang tidak stabil dan subruang stabil

𝐸𝑒 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 0 0 1

, 𝐸𝑠 = π‘†π‘π‘Žπ‘› 0 1 0

, 1 0 0

. Subruang stabil merupakan bidang π‘₯1π‘₯2 ,

sedangkan subruang tidak stabil adalah sumbu π‘₯3.

[Catatan. Sulit untuk menggambarkan, tetapi dapat disketsakan].

[Lebih jelas Lihat Perko,2001. Chapter 1.9).

(9)

FLOW

β€’ Sistem linear 𝒙 = 𝐴𝒙, 𝒙 0 = π’™αˆΆ 0 memiliki solusi berbetuk𝒙 𝑑 = 𝑒𝑑𝐴𝒙0.

β€’ Definisi 4.3. Himpunan fungsi πœ™π‘‘ = 𝑒𝑑𝐴 disebutflowdari system ODE αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙.

β€’ Penggunaan istilah flow (aliran) didasari karena πœ™π‘‘ mendeskripsikan pergerakan sepanjang trayektori pada bidang fase yang dimulai dari variasi pemilihan kondisi awal𝒙0.

β€’ Definisi 4.4. Jika semua nilai eigen dari 𝐴memiliki bagian real tidak sama dengan nol, makaflow-nya disebut flow hiperbolik (hyperbolic flow), sistem 𝒙 = π΄π’™αˆΆ disebutsistem hiperbolik, dan titik(0,0)disebut titik ekuilibrium

hiperbolik

β€’ Contoh 4.6. Sistem αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙dengan𝐴 = 0 1

βˆ’9 0 merupakan sistem non-hiperbolik karena nilai eigen 𝐴 adalahπœ† =

Β± 3𝑖(mempunyai bagian real sama dengan nol).Titik(0,0)(yang merupakan center pada kasus ini) adalah titik ekuilibrium nonhiperbolik.

(10)

FLOW

β€’ Teorema 4.1. Jika 𝐴 matrik real berukuran 𝑛 Γ— 𝑛, maka

ℝ𝑛 = 𝐸𝑠 ⨁ 𝐸𝑒 ⨁ 𝐸𝑐,

β€’ Dengan 𝐸𝑠, 𝐸𝑐, dan 𝐸𝑒adalah subruang stabil, center, dan tidak stabil dari system αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙. Lebih lanjut, 𝐸𝑠, 𝐸𝑐, dan 𝐸𝑒 invariant terhadap flow πœ™π‘‘ = 𝑒𝑑𝐴 ( dalam arti : jika 𝒙0 adalah kondisi awal di 𝐸𝑠 maka 𝑒𝑑𝐴𝒙0 tetap berada dalam 𝐸𝑠untuk setiap 𝑑. Demikian juga untuk 𝐸𝑐 dan 𝐸𝑒).

β€’ Perhatikan bahwa pada contoh-contoh di atas irisan antara 𝐸𝑠, 𝐸𝑐,dan𝐸𝑒hamya memuat vektor nol.

β€’ Definisi 3.2.8. (Verhulst, 1990). Himpunan π‘ˆ βŠ† 𝐸 disebut invarian untuk Sistem (1) jika dan hanya jika untuk setiap 𝒙0 ∈ π‘ˆ, 𝒙 𝑑 ∈ π‘ˆ untuk setiap βˆ’βˆž < t < ∞. Selanjutnya jika 𝒙 𝑑 ∈ π‘ˆ untuk t β‰₯ 0 maka π‘ˆ disebut himpunan invarian positif.

(11)

FLOW

β€’ Teorema 4.2. Diberikan sistem αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙, 𝐴 berukuran 𝑛 Γ— 𝑛. Pernyataan berikut ekuilvalen:

(i) Untuk setiap 𝒙0 ∈ ℝ𝑛, lim

π‘‘β†’βˆžπ‘’π‘‘π΄π’™0 = 0 dan untuk 𝒙0 β‰  0, , lim

π‘‘β†’βˆ’βˆž 𝑒𝑑𝐴𝒙0 = ∞.

(ii) Semua nilai eigen dari 𝐴 memiliki bagian real negatif.

(iii) Subruang stabil 𝐸𝑠adalah seluruh ruang ℝ𝑛.

β€’ Dengan kata lain, jika semua nilai eigen mempunyai bagian real negatif, maka flow menuju ke (0,0) untuk 𝑑 β†’ ∞ (atraktor) dan menjauh dari 0,0 untuk 𝑑 β†’ βˆ’βˆž (repeller).

(12)

KRITERIA KESTABILAN

β€’ Titik ekuilibriumSitem Linear αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙

➒ Stabil asimtotikjika semua nilai eigen dari𝐴 memiliki bagian real negatif.

➒ Stabiljika tidak ada nilai eigen yang mempunyai bagian real positif.

➒ Tidak stabil jika terdapat nilai eigen yang bagian realnya positif.

β€’ Contoh 4.7 Jika𝐴 = 1 0

0 βˆ’2 maka(0,0)tidak stabil, karena salah satu nilai eigennya positif.

β€’ Jika A= 0 1

βˆ’1 0 maka(0,0) stabil, tetapi tidak stabil asimtotik.

β€’ Jika 𝐴 = βˆ’1 0

0 βˆ’2 maka(0,0) stabil asimtotik, karena semua nilai eigennya negatif.

(13)

LATIHAN

A. Tentukan subruang stabil,, tidak stabil, dan center dari sistem linear αˆΆπ’™ = 𝐴𝒙jika

1. 𝑨 = 1 0

0 1 2. 𝑨 = βˆ’1 βˆ’1

1 βˆ’1

3. 𝑨 = 2 4

0 βˆ’2

Buatlah sketsa potret fasenya. Mana yang merupakan flow hiperbolik?

B. Sama dengan soal A, untuk matriks 3Γ— 3:

1. 𝐴 =

0 βˆ’1 0

1 0 0

0 0 8

2. 𝐴 =

βˆ’1 βˆ’3 0

0 2 0

0 0 βˆ’1

Referensi

Dokumen terkait