Sainul, SH., MH., selaku Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Hesy) Institut Agama Islam Negeri Metro. Bapak dan Ibu Dosen dan staf Syari'ah Fakultas Hukum Ekonomi Syariah (Hesy) Institut Agama Islam Negeri Metro yang mendidik dan memberikan layanan selama penulis belajar.
Latar Belakang Masalah
Transaksi hutang yang terjadi di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur adalah pihak yang berutang memberikan sejumlah uang kepada orang yang berutang, dan pihak yang berutang dan debitur sepakat bahwa uang yang terhutang akan membayar hutang tersebut. panen jagung. Gambaran praktik pelunasan utang yang terjadi di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur adalah pihak yang berutang sejumlah uang kepada orang yang berutang, kemudian kedua belah pihak sepakat bahwa uang yang terutang itu dibayar dengan cara memanen jagung.
Pertanyaan Penelitian
Praktek seperti ini sering terjadi di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur sehingga perlu diteliti apakah sesuai dengan ketentuan muamalah dalam Islam atau tidak. Perlu dikaji apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, untuk menghindari praktek-praktek yang dilarang dalam Islam atau tidak.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Lina Fadjria (2009) yang menulis: “Utang emas dengan cicilan di Kelurahan Pandugo, Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya Dalam Perspektif Hukum Islam”. Dalam tesis ini membahas tentang praktik hutang emas dengan cicilan di Kelurahan Pandugo, Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.
Utang Piutang (Al-Qardh)
- Pengertian Utang Piutang (Al-Qardh)
- Dasar Hukum Utang Piutang (Al-Qardh)
- Rukun dan Syarat Utang Piutang (Al-Qardh)
- Hak dan Kewajiban Piutang dan Terhutang
- Prestasi dan Wanprestasi
- Tambahan dalam Utang Piutang (al-Qardh)
Dalam perjanjian bersama seperti perjanjian piutang ini, hak dan kewajipan pemiutang (orang yang memberi hutang) adalah timbal balik dengan hak dan kewajipan penghutang (orang yang menerima hutang). Hak penghutang daripada kontrak penghutang adalah untuk menerima pinjaman daripada pemiutang dalam jumlah wang yang dipersetujui oleh pihak-pihak sebelum ini.
Konsep-Konsep Akad
Perjanjian berarti adanya kehendak bebas antara para pihak mengenai hal-hal pokok yang diinginkan dalam perjanjian. Karena isi akad itu sendiri yang menggambarkan tujuan yang ingin dicapai para pihak adalah sah. Asas ini merupakan prinsip dasar dalam hukum kontrak Islam dalam artian para pihak bebas untuk mengadakan perjanjian atau kontrak.
Berdasarkan prinsip keadilan, para pihak dalam pelaksanaan kontrak dikehendaki melakukan perkara yang betul dalam menyatakan kehendak dan keadaan mereka.
Konsep Ijarah
Pengertian Ijarah
Berdasarkan pengertian ijarah (sewa) di atas, dapat dikemukakan bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan prinsip diantara para ulama dalam memaknai ijarah (sewa), dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ijarah atau sewa adalah akad untuk mendapatkan keuntungan dalam kembali. Seseorang yang menyewakan rumah untuk tinggal selama setahun dengan imbalan Rp. Juga tidak boleh menyewa sapi untuk diperah, karena susu bukanlah manfaat tetapi objek.
Akibatnya, menyewa diperbolehkan dengan informasi syara' yang jelas dan merupakan manifestasi dari fleksibilitas dan keluasan hukum Islam, dan setiap orang berhak untuk menyewa berdasarkan prinsip-prinsip yang digariskan dalam hukum Islam.
Dasar Hukum Ijarah
Berdasarkan ayat di atas, dapat dipahami bahwa sewa menyewa diperbolehkan dalam Islam, karena manusia pada dasarnya selalu dihadapkan pada keterbatasan dan kekurangan. Dalam realitas kehidupan sehari-hari, ada orang kaya yang memiliki beberapa rumah yang tidak ditempati, dan sebaliknya ada orang yang tidak memiliki tempat dengan keabsahan ijarah, sehingga orang yang tidak memiliki apartemen dapat menempati rumah orang lain yang tidak digunakannya selama waktu tertentu, dengan memberikan ganti rugi berupa sewa yang disepakati bersama tanpa harus membeli rumah tersebut.
Rukun dan Syarat Ijarah
Jika salah satu pihak dipaksa atau dipaksa untuk memajakkan harta tersebut, maka pajakan tersebut terbatal. Sekiranya barang tersebut tidak dapat digunakan seperti yang dijanjikan, perjanjian sewa boleh dibatalkan. Benda yang disewakan adalah yang halal di sisi syarak bukan yang haram dan bukan ibadah.
Kerana apabila berlaku kematian salah satu pihak, kedudukannya digantikan oleh ahli waris, seperti halnya dalam hal penjualan objek perjanjian sewa, yang tidak memerlukan penamatan perjanjian yang dipegang.
Jenis dan Sifat Penelitian a. Jenis Penelitian
Sumber Data
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya dari orang lain atau dokumen.3 Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, jurnal dan lain-lain.
Teknik Pengumpulan Data
Secara umum metode wawancara merupakan alat untuk mengumpulkan informasi, dimana dapat dilakukan secara langsung dengan subjek penelitian atau informan, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan dan menjawabnya secara lisan, dengan ciri-ciri kontak langsung antara peneliti dengan subjek. kajian untuk mendapatkan data yang diperlukan, yaitu data praktik kontrak untuk klaim pembayaran jasa di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Menurut Suharsimi Arikunto, metode dokumentasi adalah “mencari data, presentasi, risalah rapat, catatan harian, agenda, dll. 6 Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan menyelidiki dokumen yang ada dan merupakan tempat menyiapkan banyak data dan informasi. Teknik ini dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan dokumen tertulis maupun tidak tertulis dari lokasi penelitian yang berkaitan dengan subjek penelitian.
Metode ini digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang gambaran praktek akad debitur yang dibayar oleh jasa pemanenan jagung milik orang yang berutang di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur.
Teknik Analisis Data
Gambaran Umum Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur
Sejarah Berdirinya Desa Peniangan
Sebelum tahun 1945 tepatnya pada masa penjajahan Belanda, kampung Peniangan sudah dipimpin oleh seorang lurah atau lurah bernama Hasan glr. Minak ilo adalah buyut/kakek dari kakek kepala desa Peniangan saat ini, Pak Tayip.3. Jadi sampai saat ini sistem pemerintahan desa Peniangan telah terjadi sebelas kali pergantian walikota (ketua), dan yang terakhir menjabat sampai saat ini adalah Bapak.
4 Wawancara dengan Bpk. Tayib, Kepala Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, 3 Januari 2019.
Kondisi Umum Desa Peniangan
Desa Peniangan secara topografi berupa permukaan tanah yang sebagian besar datar terdiri dari tanah merah bercampur kerikil. Dari total penduduk Desa Peniangan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak ada satupun penduduk yang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Jumlah penduduk Desa Peniangan selalu bertambah setiap tahunnya dan selalu tercatat dalam buku arsip desa.
Kondisi ekonomi warga Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Timur.
Keadaan Ekonomi Penduduk Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur Sekampung Kabupaten Lampung Timur
Kondisi pertanian yang baik harus didukung dengan tersedianya lahan pertanian yang cukup, inovasi atau teknologi yang tepat guna dan sumber daya manusia yang handal. Ini akan bekerja lebih baik lagi jika petani dapat meningkatkan keterampilan bercocok tanam mereka. Dari Tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa desa Peniangan memiliki potensi yang paling tinggi di bidang pertanian dan perkebunan dengan menanam jagung, sehingga mayoritas penduduk desa tersebut.
Pelaksanaan pembayaran utang dengan jasa panen jagung di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung.
Pelaksanaan Pembayaran Hutang Dengan Jasa Memanen Jagung Di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung
25 Hasil wawancara dengan Bpk. Lukman sebagai muqridh di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, 7 Januari 2019. 28 Hasil wawancara dengan Bpk. Lukman sebagai muqridh di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, 7 Januari 2019. Data praktik piutang dibayar untuk panen jagung di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung.
Pembayaran utang dengan jasa panen jagung di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.
Pembayaran Hutang Dengan Jasa Memanen Jagung Di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur Dalam
Pembayaran Hutang Uang Dengan Jasa Memanen Jagung dengan Nilai Upah Tidak Ditetapkan Diawal Akad Nilai Upah Tidak Ditetapkan Diawal Akad
Prinsip tolong-menolong adalah yang utama, karena debitur tidak memerlukan pembayaran tambahan dan tidak bermaksud mengambil keuntungan dari pembayaran utang-utang tersebut. Utang merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam bidang muamalah antara sesama manusia, yaitu pihak yang berutang adalah pihak yang membutuhkan pertolongan dalam keadaan kesusahan, sedangkan pihak yang berutang adalah pihak yang memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. . Bagi pihak yang berutang itu harus mempunyai niat untuk mencela atas dasar membantu saudaranya yang sedang dalam kesulitan.
Dengan pembayaran tersebut debitur tidak merasa dirugikan karena harga upah yang diterimanya tidak berbeda dengan harga upah lainnya.
Pembayaran Hutang Uang Dengan Jasa Memanen Jagung dengan Nilai Upah Ditetapkan Diawal Akad Nilai Upah Ditetapkan Diawal Akad
Dalam hal ini, debitur ingin mengambil keuntungan dari debitur pada saat berakhirnya perjanjian pinjaman, karena harga upah yang ditetapkan lebih rendah dari harga pasar upah pada saat panen. Namun, jika debitur dalam hal ini menetapkan harga upah panen jagung yang berbeda dengan harga upah pasar pada saat panen jagung, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai riba. Penyalahgunaan janji oleh salah satu pihak, yaitu pihak yang berhutang, seharusnya membuat janji itu tidak dapat dilaksanakan.
Konsekuensi yang timbul dari praktek kontrak utang ini bagi debitur dalam utang-utang tersebut, dimana debitur menentukan debitur jika pembayaran utang ini melalui panen jagung, harga upah ditentukan pada awal perjanjian dimana harga upah akan berbeda dengan harga upah pasar pada saat panen jagung.
Simpulan
Revisi hukum Islam tentang akad hutang yang dibayar dengan jasa panen jagung di Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur relevan dengan akad ijarah dalam KHES Bab III Pasal 22-25 sehingga dapat dikatakan ketentuan dan rukun akad dalam ijarah relevan dengan praktek hutang Piutang diganti dengan tenaga kerja (panen jagung), artinya pembayaran sewa (ujrah) diterima sebelum bekerja.
Saran
Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali al-Baihaki, Sunan al-Kubra, Juz 2 hadits 1152, Dewan Dairah al-Maarif al-Nizhamiyah 1334 H. Mardani, Fikh i Syari'ah Ekonomi: Fikh Muamalah, Jakarta: , 2012 Gatot Supramono, Perjanjian Hutang, Jakarta: Kencana Prenadamedia. Muhammad Amin Al-Kurdi, Tanwir Al-Qulub, Beirut: Darul Fikri, 1994 Muhammad Syafi'i Antonio, Bank Syari'ah, Jakarta: Gema Insani Press, 2001 Mustafa Diibul Bigha, Kompendium Hukum Islam Praktis, Semarang: CV.
Sulaiman, Rasjid, Islamic Fiqh, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2007 Syafei, Rachmat, Fiqh Muamalah, Bandung: Faithful Library, 2001.