Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah sikap religius orang tua berpengaruh terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data angket, metode angket digunakan untuk memperoleh data pokok terkait sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan.
Sumatera Selatan dengan judul “Pengaruh Sikap Keagamaan Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Apakah Sikap Keagamaan Orang Tua Berpengaruh Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. sikap religius orang tua berpengaruh terhadap pendidikan agama islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan.
Untuk mengetahui pengaruh sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa dasar pendidikan agama Islam adalah Al-Qur'an dan Hadits. Ho = Tidak terdapat pengaruh positif antara sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Blitang Sumatera Selatan.
Untuk mengetahui pengaruh sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan peneliti menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada 52 orang tua responden. Selain itu, data terkait Pendidikan Agama Islam untuk anak-anak di atas akan dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi berikut ini. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam bagi anak-anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan cukup dikenal.
Distribusi frekuensi sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Jadi ada hubungan yang cukup erat antara sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Dengan demikian hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima yang artinya ada pengaruh antara sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan.
Jika dilihat pada tabel koefisien kontingensi, terdapat hubungan yang cukup erat antara pengaruh sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil analisis data di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Kepala Desa Banyumas, Asri Belitang, Sumatera Selatan, untuk lebih melengkapi fasilitas yang dibutuhkan anak dalam meningkatkan pendidikan agama Islam.
Kepada ibu bapa agar sentiasa memberikan bimbingan dan tunjuk ajar yang lebih baik untuk meningkatkan pendidikan agama Islam anak mereka.
PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Pendidikan Agama Islam Anak
- Pengertian Pendidikan Agama Islam Anak
- Dasar Pendidikan Agama Islam Anak
- Tujuan Pendidikan Agama Islam Anak
- Metode Pendidikan Agama Islam Anak
Sikap Keagamaan Orang Tua
- Pengertian Sikap Keagamaan Orang Tua
- Indikator Sikap Keagamaan Orang Tua
- Pentingnya Sikap Keagamaan Orang Tua
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
Definisi Operasional Variabel
Penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data sejarah berdirinya Desa Banyumas Asri, jumlah penduduk, letak geografis, struktur organisasi Desa Banyumas Asri Blitang Sumatera Selatan. Penulis menggunakan metode angket ini untuk memperoleh data mengenai variabel X yaitu tentang sikap keagamaan orang tua di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan kepada orang tua di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan diperoleh data sebagai berikut.
Berdasarkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yang telah dikumpulkan, selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap data tersebut. Langkah selanjutnya yang peneliti lakukan adalah menyusun dan membuat tabel yang berisi data tentang sikap keagamaan orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui harga Chi-square (2) adalah 14,68, maka untuk mengetahui ada tidaknya sikap religius orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan harus diuji dengan nilai chi-kuadrat dengan tabel kriteria uji d.b = 4, diperoleh dengan mengalikan jumlah kolom -1 dengan jumlah baris -1 atau.
Populasi, dan Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner adalah serangkaian pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari tanggapan dalam arti laporan pribadi atau hal-hal yang diketahui.” 53 Metode kuesioner dibagi menjadi 2 jenis, yaitu langsung dan tidak langsung. Dengan demikian, metode angket yang akan penulis gunakan dalam penelitian ini adalah tipe tidak langsung. Metode angket dalam penelitian ini merupakan metode primer yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data tentang kesadaran beragama orang tua terhadap anaknya untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan agama Islam yang respondennya adalah orang tua.
Daftar pertanyaan dalam kuesioner yang diberikan kepada responden memberikan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan kriteria tersebut. Untuk jawaban yang diberi nilai 3 baik - Untuk jawaban b diberi nilai 2 cukup - Untuk jawaban c diberi nilai 1 kurang. Metode dokumentasi adalah “pencarian data tentang hal-hal atau peneliti menyelidiki benda-benda seperti buku, jurnal, dokumen, peraturan, risalah rapat, catatan harian, dan sebagainya”.
Dari pernyataan di atas, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan dokumentasi adalah metode pendukung yang digunakan dalam suatu penelitian dengan mencatat beberapa masalah yang didokumentasikan oleh kepala desa.
Instrumen Penelitian
Agar penelitian ini dikatakan valid maka alat ukur dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur, sehingga alat ukur tersebut mengandung keterkaitan dengan tujuan penelitian. Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti dengan tepat, jika tingkat validitas instrumen tersebut menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang bersangkutan. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa validitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mendeteksi suatu gejala yang sebenarnya valid atau tidak valid.
Senada dengan pendapat tersebut, dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan penulis adalah validitas internal. Untuk mengukur kemantapan alat ukur atau alat pengumpul data diperlukan validitas sebagai alat ukur dalam suatu penelitian agar apa yang akan diteliti benar-benar valid. Reliabilitas dalam penelitian ini dikatakan reliabilitas, jadi suatu standar atau kriteria yang akan digunakan suatu kuesioner dalam suatu penelitian harus memiliki reliabilitas, artinya kuesioner tersebut mempunyai determinasi, keteguhan atau ada unsur konstan didalamnya.
Menurut pernyataan lain, “suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut baik”. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa suatu alat ukur memiliki reliabilitas apabila memberikan jawaban yang panjang atau terdapat unsur ketegasan dan ketegasan dalam situasi yang sama.
Teknik Analisis Data
Saat itu Kepala Desa Penyuluhan Bpk. Rohman sebagai pimpinan pemekaran, tepat satu tahun setelah desa Banyamas Arsi berkembang, pada bulan Juli diadakan pemilihan kepala desa yang pertama, sehingga desa Banyumas Asri menjadi desa terakhir. . Setelah selesai dibangun, desa Banyumas Asri berpenduduk 1298 jiwa yang terdiri dari 360 KK dan luas 2025 m2.62. Penduduk desa Banyumas Asri sebagian besar berprofesi sebagai petani karet dan padi, sehingga desa Banyumas Asri menjadi kepala desa pamungkas sampai sekarang.
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data dengan menggunakan metode angket, untuk mengetahui sejauh mana sikap religius orang tua. Dari tabel distribusi frekuensi di atas terlihat bahwa 52 orang tua yang menjadi panitia survei menjawab bahwa pendidikan agama Islam anaknya baik, ada 17 orang tua dan pendidikan agama Islam anaknya cukup, ada 25 orang tua dan 10 orang tua memiliki pendidikan agama Islam yang kurang. Adapun pendidikan agama Islam anak tergolong baik sebanyak 17 orang tua, pendidikan agama Islam anak mencukupi sebanyak 25 orang tua dan yang anaknya berpendidikan agama Islam tergolong kurang sebanyak 10 orang tua, sehingga dapat dikatakan , bahwa pendidikan agama Islam bagi anak-anak di Desa Banyumas Asri Belitang Sumatera Selatan tergolong Nok.
Jika dinilai dari masing-masing variabel bahwa sikap keberagamaan orang tua akan berpengaruh terhadap pendidikan agama Islam anak dan memiliki pengaruh yang tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi, karena jika sikap keberagamaan orang tua baik, maka keberagamaan Islam pendidikan anak juga akan meningkat, sehingga pendidikan agama islam anak juga akan baik. Agar anak dapat meningkatkan pendidikan agama Islam dengan lebih baik dan tidak hanya untuk orang tua tetapi untuk semua orang.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Deskripsi Data Hasil Penelitian
Pengujian Hipotesis
Pembahasan
Keterbatasan Penelitian
PENUTUP
Saran
- Outline
- APD (Alat Pengumpul Data)
- Hasil Wawancara
- Surat Keterangan Bebas Pustaka
- Surat Keterangan Bebas Pustaka Jurusan PAI
- Surat Bimbingan Skripsi
- Surat Izin Pra Survey
- Surat Balasan Pra Survey
- Surat Izin Research
- Surat Tugas Research
- Surat Balasan Izin Research
- Dokumentasi
- Kartu Konsultasi Bimbingan Skripsi Mahasiswa
- Riwayat Hidup
Aischa Revaldi, Choosing Schools for Children, East Jakarta: Inti Medina, 2010 Arifin, Philosophy of Islamic Education, Jakarta: Bina Literacy, 2007. Harun Natusion, Islam set fra dens forskellige aspekter, Jakarta: UI Press, 2009 Hasbullah, Kapita Selecta Islamic Uddannelse, Jakarta: PT. Iqbal Hasan, Statistics 2, Revised Edition, Jakarta: Bumi Aksara, 2003 Jalaludin, Educational Theology, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003.
Syahlan Syafei, Cara Mendidik Anak: Pedoman Praktis Orang Tua dalam Mendidik Anak, Bogor: Ghalia Indonesia, 2006. Sjarkawi, Membentuk Kepribadian Anak, Intelektual, Emosional dan Peran Sosio Moral Sebagai Bentuk Integritas Pembangun Identitas, Jakarta: PT . Apakah Anda merasa tenang dan rileks ketika mendengar seseorang membaca Alquran?
Adakah anda selalu bertanya kepada orang yang lebih faham tentang Islam agar lebih memahami ajaran agama. Adakah ibu bapa anda menyuruh anda berbuat baik kepada orang tua?