• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi institut agama islam darul ulum

N/A
N/A
Muhammad Rahmadani

Academic year: 2025

Membagikan "Skripsi institut agama islam darul ulum"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

21 Yusefri, " Hukum Poligami Menurut Siti Musdah Mulia (Suatu Tinjauan Metodologis)”, Mizan; Jurnal Ilmu Syariah, FAI Universitas Ibn Khaldun (UIKA) BOGOR Vol. Dalam bukunya yang berjudul Islam Menggugat Poligami, Siti Musdah Mulia menyatakan bahwa poligami pada hakikatnya merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap martabat perempuan. Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk mengangkat penelitian dalam bentuk skripsi karena berbeda dengan penelitian sebelumnya yang juga membahas tokoh Siti Musdah Mulia dalam konteks warisan, dari penelitian ini memiliki fokus yang berbeda, yaitu dengan judul “Analisis Pemikiran Siti Musdah Mulia Tentang Keharaman Poligami”.

Setelah menjabarkan latar belakang masalah dalam penelitian, adapun rumusan masalah yang dapat di uraikan dalam penelitian ini, yakni, bagaimana analisis pemikiran Siti Musdah Mulia tentang keharaman poligami. 6 Yusefri," Hukum Poligami Menurut Siti Musdah Mulia (Suatu Tinjauan Metodologis)”, Mizan; Jurnal Ilmu Syariah, FAI Universitas Ibn Khaldun (UIKA) BOGOR Vol. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuannya, untuk mengetahui analisis pemikiran Siti Musdah Mulia tentang keharaman poligami.

Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Definisi Operasional

Dalam penelitian ini yang dimaksud pemikiran siti musdah mulia adalah argumentasi yang diungkapkan oleh beliau tentang keharaman poligami. Keharaman adalah segala sesuatu yang haram atau dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam al-Quran maupun hadist8, sedangkan poligami adalah suatu perkawinan dimana seorang laki-laki mengawini lebih dari seorang perempuan dalam waktu bersamaan, poligami menjadi sebuah solusi untuk mengatasi masalah wanita yang belum menikah, yaitu untuk mencegah dampak negatif yang mungkin muncul karena banyaknya wanita yang hidup tanpa menikah.9 Dalam. Laki-laki yang melakukan poligami berarti ia telah melakukan tindak kekerasan atau bahkan penindasan atas hak-hak wanita.10.

Penelitian Terdahulu

Jurnal karya Zulfi Imran yang berjudul “Poligami Antara Teori Dan Praktek (Studi Analisis Konsep Adil dalam Surah An-Nisa’ Ayat penelitian ini berfokus pada: Hasil penelitian yang menunjukan Poligami adalah ikatan perkawinan yang salah satu pihak (suami) mengawini beberapa (lebih dari satu) istri dalam waktu yang bersamaan. 2023 penelitian ini berfokus pada: Hasil penelitian yang menunjukan bahwa pada prinsipnya hukum perkawinan di Indonesia memperbolehkan bagi seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang (poligami) tetapi. Skripsi karya Mutiara Gintari yang berjudul ”Poligami Antara Anjuran Atau Kedaruratan (Perspektif Tafsir Al-Azhar)”.

2019 penelitian ini berfokus pada: Hasil analisis, bahwa Hamka memandang poligami adalah sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat-syarat yang ketat dan dalam kondisi tertentu. 2021 penelitian ini berfokus pada: Hasil penelitian yang menunjukan bahwa para pelaku poligami ini melakukan poligarni bersadarkan dengan syariat Islam, tidak semata-mata hanya menuruti hawa nafsu belaka, mereka mempunyai tujuan yang jelas dan pasti disaat melakukan poligami. 12 Zulfi Imran, “Poligami Antara Teori Dan Praktek (Studi Analisis Konsep Adil dalam Surah An-Nisa’ Ayat 3)", Jurnal Sabilarrasyad, Vol.

Metode Penelitian

Analisis dalam penelitian di atas dapat di simpulkan bahwa ada beberapa penelitian yang menggunakan penelitian empiris (studi kasus) dan ada beberapa yang menggunakan penelitian normatif (studi pustaka), serta dari kelima penelitian diatas sama-sama lebih menitikberatkan kebolehan melakukan tindakan poligami, penelitian yang penulis teliti ini berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini akan berfokus dalam menjelaskan keharaman melakukan poligami, dari kelima penelitian di atas berbeda dengan penelitian yang akan penulis bahas yaitu mengenai, analisis pemikiran Siti Musdah Mulia tentang keharaman poligami, Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas secara mendalam menggunakan penelitian normatif (studi pustaka). Data Primer adalah sumber data pokok yang langsung dikumpulkan peneliti dari objek penelitian berupa buku/artikel yang menjadi objek dalam penelitian ini. Adapun data primer dalam penelitian ini adalah Buku Karangan dari Siti Musdah Mulia yang berjudul "Islam menggugat poligami".25.

Data tersier dalam penelitian ini adalah berupa kamus besar Bahasa Indonesia, kamus hukum, dan data lainnya yang saling berkaitan dengan masalah yang diteliti.26. Dalam pengumpulan data penulis akan menggunakan metode Teknik penelusuran data yaitu, dengan Studi kepustakaan (Library Research) dilakukan dengan pengumpulan bahan primer, sekunder, dan tersier yang berkaitan dengan isu hukum yang terdapat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan teknik analisis data yaitu data dianalisis dengan menggunakan metode analitis yaitu, mengadakan analisis terhadap bahan hukum, dengan melakukan pemeriksaan secara konseptual tehadap makna yang terkandung oleh istilah-istilah yang digunakan dalam hukum, Selain itu dipertimbangkan dan diakhiri dengan menarik kesimpulan.

Sistematika Penelitian

Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah serta selanjutnya mengumpulkan data dari studi kepustakaan dan juga internet terkait dengan masalah yang diteliti oleh penulis. Tahap analisis data adalah tahapan yang dilakukan setelah semua data terkumpul kemudian semua dilakukan analisis yang diajukan dan di uji kebenarannya melalui analisis tersebut. Tahap Revisi adalah tahap perbaikan laporan setelah diseminar kanyang dilakukan seorang penulis berdasarkan masukan penguji atau orang lain.

LANDASAN TEORI

Temuan Penelitian

Perempuan pertama sebagai Doktor Terbaik IAIN Syahid Jakarta (1997) dengan disertasi: Negara Islam: Pemikiran Husein Haikal. Pemikiran Politik Islam di IAIN Syahid Jakarta (1997).60 Pendidikan non-formal antara lain: Kursus Singkat mengenai Pendidikan HAM di Universitas Chulalongkorn, Thailand (2000); Kursus Singkat mengenai Advokasi Penegakan HAM dan Demokrasi (Internasional Visiator Program) di Amerika Serikat (2000); Kursus Singkat. Kepala Balai Penelitian Agama dan Kemasyarakatan, Jakarta Staf Ahli Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia (HAM) Bidang Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Minoritas Tim Ahli Menteri Tenaga Kerja R.I Staf Ahli Menteri Agama R.I Bidang Pembinaan Hubungan Organisasi Keagamaan Internasional (2001-sekarang).

Anggota Dewan Ahli Koalisi Perempuan Indonesia Ketua Forum Dialog Pemuka Agama Mengenai Kekerasan Terhadap Perempuan Ketua I (MAAI) Al- Majelis AL-Alami Lil- Alimat Al-Muslimat Indonesia Anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) DKI, Jakarta (2000-sekarang);. 62 Siti Musdah Mulia, “Islam Menggugat Poligami”, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, dan The Asia Foundation, 2007), cet, ke-2, h. Bukan tanpa alasan kalau ayat yang berisi penjelasan tentang poligami diturunkan dalam konteks pembicaraan anak yatim.

Pembicaraan tentang poligami dalam Al-Qur'an berada dalam satu tarikan nafas dengan pembicaraan mengenai anak yatim. Allah menegaskan keharusan berlaku adil terhadap anak yatim, demikian pula terhadap perempuan, terutama dalam perkawinan. Pembahasan poligami dalam Islam haruslah dilihat dari perspektif perlunya pengaturan hukum dalam aneka kondisi yang mungkin terjadi.

Mengingat dampak buruk poligami dalam kehidupan sosial, poligami dapat dinyatakan haram lighairih (haram karena eksesnya). Karena itu, perlu diusulkan pelarangan poligami secara mutlak sebab dipandang sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan (crime against humanity) dan pelanggaran. Sebelumnya, Turki merupakan negara Muslim pertama yang melarang poligami secara mutlak melalui UU Civil Turki Tahun 1926.

Kedua, bahwa syarat mutlak bolehnya poligami adalah kemampuan berlaku adil pada istri, sementara fakta sejarah membuktikan hanya Nabi yang mampu berlaku adil terhadap istri- istrinya.65.

ANALISIS

Ayat tersebut dipahami Musdah sebagai penegasan bahwa suami tidak akan mampu berlaku adil di antara istri-istrinya, terutama dalam bidang immaterial, meskipun ia sangat menginginkan itu. 66 Muhammad Iqbal Sabirin, ”Analisis Kritis Konsep Poligami Siti Musdah Mulia dalam Perspektif Fikih”, Jurnal Al-Mizan:Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah”, Vol.1, No. Terkait sikap adil tersebut Allah telah menegaskan dalam surah al-Nisā` ayat 129 bahwa suami tidak akan mampu berlaku adil di antara istri-istrinya, meskipun ia sangat menginginkan itu.

Siti Musdah Mulia berkesimpulan bahwa pada prinsip Islam hendaknya menghapuskan poligami, namun dilakukan secara bertahap, sesuai dengan prinsip hukum Islam yang tidak memberatkan dan menetapkan hukum secara gradual. 68 Muhammad Iqbal Sabirin, ”Analisis Kritis Konsep Poligami Siti Musdah Mulia dalam Perspektif Fikih”, Jurnal Al-Mizan:Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah”, Vol.1, No. 69 Ita Masithoh Alhumaedah, Muhammad Romli, “Hukum Poligami: Studi Analisa Pemikiran Siti Musdah Mulia”, Saintifika Islamica: Jurnal Kajian Keislaman, vol.

71 usefri, “Hukum Poligami Menurut Siti Musdah Mulia (Suatu Tinjauan Metodologis)”, Mizan: Jurnal Ilmu Syariah, FAI Universitas Ibn Khaldun Bogor, Vol.3, No. Anggapan bahwa praktik poligami Nabi merupakan sunnah yang dapat dijadikan hujjah, bagi Musdah Mulia adalah sebuah kekeliruan. Musdah Mulia menambahkan, bahwa meskipun Rasul menikahi lebih dari satu perempuan, namun tetap saja beliau tidak setuju anak perempuannya, Fatimah al-Zahra, dimadu.

Terhadap hadis di atas, Musdah Mulia menyatakan: Hadist itu membuktikan betapa Rasul tidak setuju poligami. 74 Yusefri, “Hukum Poligami Menurut Siti Musdah Mulia (Suatu Tinjauan Metodologis)”, Mizan: Jurnal Ilmu Syariah, FAI Universitas Ibn Khaldun Bogor, Vol.3, No. Lagi pula, lanjut Siti Musdah Mulia kalau dihayati dengan hati yang jernih, mau tidak mau harus diakui bahwa kondisi isteri yang mandul atau berpenyakit bukanlah kondisi yang disengaja.

78 Ita Masithoh Alhumaedah, Muhammmad Romli, Hukum Poligami; Studi Analisa Pemikiran Siti Musdah Mulia”, Saintifika Islamica: Jurnal Kajian Keislaman, vol. Dapat dipahami dari ayat di atas bahwa kebolehan poligami diikat dengan syarat mampu berlaku adil di antara semua istri. 80 Muhammad Iqbal Sabirin, ”Analisis Kritis Konsep Poligami Siti Musdah Mulia dalam Perspektif Fikih”, Jurnal Al-Mizan:Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah”, Vol.1, No.

DAFTAR PUSTAKA

Ilahaq, Muhammad Guntur Faktor Keharmonisan Keluarga Poligami (Studi Di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu)", Skripsi Fakultas Syari‟Ah. Imran, Zulfi, 2017 “Poligami Antara Teori Dan Praktek (Studi Analisis Konsep Adil dalam Surah An-Nisa’ Ayat 3)", Jurnal Sabilarrasyad, Vol. Karya, Dewi, " Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Dilakukan Suami Terhadap Istri", DIH, Jurnal Ilmu Hukum, februari 2013, Vol.

Khairullah, Cut Elidar, Siti Sahara, 2017 “Tindak Pidana Penelantaran Dalam Rumah Tangga Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kualasimpang”, Jurnal Hukum Samudra Keadilan, vol.12, No.1, Januari-Juni. Malli, Rusli Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Di Indonesia",Tarbawi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. Mardi, Moh, "Problematika Hukum Poligami Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia", Al-Ibrah, Vol.

Permatasari, Indah Tinjauan Hukum Islam Tentang Keadilan Poligami Pada Masyarakat Muslim Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (Studi Kasus Tahun Skripsi Fakultas Syari’ah Dan Hukum. Sabirin, Muhammad Iqbal, 2024 ”Analisis Kritis Konsep Poligami Siti Musdah Mulia dalam Perspektif Fikih”, Jurnal Al-Mizan:Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah”, Vol.1, No.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengucapkan Hamdalah kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena atas Rahmat, Berkah dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, bahwa atas taufiq dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Upaya

Tiada yang pantas penulis ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang telah memberikan taufik dan hidayahnya, karena

Dipermaklumkan dengan hormat, bahwa setelah membaca dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa skripsi saudara Mir’atul Husnah , NIM:121100206,

Segala puji bagi Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang senantiasa telah menganugerahkan rakhmat, nikmat, taufik dan inayah-Nya kepada penulis dalam

Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atas limpahan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum (skripsi)

Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT, yang maha pengasih, penyayang dan pemurah, karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, penulis dapat

Deskripsi tentang Khouf Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “ Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka