Hal ini dikarenakan tidak jelasnya bagi hasil antara BMT Baskara Sekampung dengan anggotanya. BMT Baskara Sekampung telah menetapkan besaran nominal hasil mekanisme penetapan bagi hasil yang akan diterima oleh anggota BMT Baskara Sekampung.6. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang mekanisme penetapan bagi hasil dalam akad mudharabi ditinjau dari etika bisnis Islam.
Sehingga peneliti akan mencoba meneliti dan akan dibahas dalam disertasi yang berjudul : “Mekanisme Penetapan Bagi Hasil Dalam Akad Mudharabah Pada BMT Baskara Sekampung Ditinjau dari Etika Bisnis Islam”. Bagaimana mekanisme penetapan bagi hasil akad Mudharabah di BMT Baskara Sekampung ditinjau dari etika bisnis Islam” Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui mekanisme penetapan bagi hasil akad mudharabah di BMT Baskara Sekampung ditinjau dari etika bisnis.
Penelitian deskriptif yang dimaksud dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme penetapan bagi hasil dalam akad mudharabah di BMT Baskara Sekampung ditinjau dari etika bisnis Islam. Analisis yang digunakan adalah melalui pemikiran induktif, peneliti dapat mengetahui bagaimana mekanisme penetapan bagi hasil dalam akad mudharabah di BMT Baskara Sekampung dilihat dari perspektif Etika Bisnis Islam. Mekanisme Penetapan Bagi Hasil Dalam Akad Mudharabah di BMT Baskara Sekampung Ditinjau dari Etika Bisnis Islam Baskara Sekampung Ditinjau dari Etika Bisnis Islam.
Dengan menerapkan mekanisme penetapan bagi hasil akad mudharabah di BMT Baskara Sekampung ditinjau dari etika bisnis Islam, maka etika dalam bisnis berfungsi untuk membantu para pelaku bisnis memecahkan masalah dalam praktik bisnis. Bagi Hasil Produk Mudharabah Mutlaqah Tabungan Berjangka Dalam Perspektif Ekonomi Islam di BMT Baskara Way Jepara”.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
Bagi Hasil
- Pengertian Bagi Hasil
- Dasar Hukum Bagi Hasil
- Mekanisme Penetapan Bagi Hasil
- Perhitungan Bagi Hasil
Mekanisme penetapan bagi hasil merupakan kewenangan yang diberikan anggota BMT kepada pegawai BMT untuk mengelola simpanan anggota. Pendapat lain mengatakan bahwa untuk menghitung bagi hasil yang diterima oleh BMT dan anggota dimana BMT adalah mudharib sedangkan anggotanya sahibul maal dilakukan beberapa tahapan yaitu pertama ditentukan prinsip perhitungan bagi hasil. Dan kelima, perhitungan bagi hasil bagi bank syariah.11 Langkah yang diperlukan untuk menghitung bagi hasil adalah metode yang digunakan untuk menghitung bagi hasil (dasar perhitungannya adalah pendapatan sebelum dikurangi pengeluaran atau biaya).
Pendapat lain mengatakan bahwa mekanisme penetapan bagi hasil di BMT menggunakan perhitungan bagi hasil sebagai berikut: Bagi hasil dengan menggunakan bagi hasil adalah bagi hasil yang dihitung dari laba/rugi perusahaan. Pendapat lain mengatakan bahwa untuk menghitung BMT mana yang mudharib, sedangkan anggotanya sahibul kali, dilakukan beberapa tahapan yaitu, terlebih dahulu menentukan prinsip perhitungan bagi hasil.
Tahapan yang diperlukan untuk menghitung bagi hasil adalah metode perhitungan yang digunakan adalah bagi hasil (dasar perhitungan berasal dari pendapatan sebelum dikurangi pengeluaran atau biaya).
Akad Mudharabah
- Pengertian Akad Mudharabah
- Dasar Hukum Akad Mudharabah
- Macam-macam Akad Mudharabah
- Skema Mudharabah
Amanat atau pesan itu sangat penting, oleh karena itu pesan itu harus disampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya, dan jika Anda meletakkan hukum, Anda harus meletakkan hukum dengan adil. Jika Anda tidak dapat menentukan keadilan dengan cara yang adil, Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat semua yang dilakukan oleh manusia. Dalam melaksanakan kontrak dan transaksi, agar barang siapa tidak menyimpang dari perjanjian harus mempunyai dasar hukum yang jelas untuk dijadikan acuan.
Jika tidak dapat menentukan hukum secara adil, maka Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat segala yang dilakukan manusia. Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa jika seseorang ingin melakukan transaksi penitipan harta, maka ayat tersebut menekankan beberapa ketentuan yaitu pertama pilihlah orang yang dapat dipercaya ketika harta dititipkan agar orang yang dipercaya tersebut dapat lebih dipercaya. . Apalagi jangan membalas pengkhianatan kepada orang yang mengkhianatimu, baik kepada yang memberi amanah maupun yang menerima amanah.
Mudharabah atau kerjasama komersial ialah pernyataan tentang pemilik modal menyerahkan sejumlah modal dari hartanya kepada orang yang memperdagangkannya dengan menukar bahagian tertentu dari keuntungannya.
Etika Bisnis Islam
- Pengertian Etika Bisnis Islam
- Prinsip Etika Bisnis Islam
Bisnis adalah aktivitas manusia secara keseluruhan dalam upaya mempertahankan kehidupan, mencari rasa aman, memenuhi kebutuhan, mengevaluasi diri dan memenuhi aktualisasi diri, yang semuanya intrinsik dengan nilai-nilai etika. 27. Pelaku bisnis yang peduli etika diharapkan dapat bersikap jujur, amanah, adil, selalu memperhatikan kepentingan orang lain (moral altruism) dan sebagainya. Etika bisnis bertugas mengubah kesadaran masyarakat terhadap bisnis dengan memberikan pemahaman atau cara pandang baru, yaitu bisnis tidak lepas dari etika. Untuk mengukur praktik bisnis di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, dimana etika bisnis semakin tergerus.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dijelaskan bahwa Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk urusan bisnis yang berlandaskan pada etika, etika bisnis Islam tidak membatasi para pebisnis untuk mencari pelanggan dan keuntungan, tetapi etika bisnis Islam menuntun bahwa para pebisnis harus adil, jujur dan tidak mengeksploitasi orang lain. Islam melarang segala macam transaksi yang akan menimbulkan kesulitan dan masalah. Dengan menyadari prinsip dan etika bisnis Islam, seseorang akan terhindar dari berbagai praktik bisnis Islam yang dilarang oleh agama. Dalam dunia bisnis khususnya dalam Islam terdapat pelanggaran nilai-nilai etika dalam bisnis atau perdagangan yang dapat atau tidak dapat menimbulkan kerugian secara langsung atau kerugian yang dapat dilihat oleh pihak yang melakukannya.
Namun pelanggaran nilai-nilai etika biasanya akan banyak menimbulkan kerugian bagi orang lain, Al-Qur’an telah secara jelas dan gamblang menggariskan seperangkat sistem nilai dan moral untuk mengatur dan memajukan lalu lintas ekonomi dan bisnis manusia, yaitu, dalam Islam, seseorang tidak menginginkan bisnis berjalan bebas menurut logika, aturan dan fitrah.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Sesuai dengan judul proposal tesis ini yaitu Tinjauan Hukum Islam tentang Perhimpunan Perhiasan Emas di Desa Imopuro Kecamatan Metro Tengah, penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengukur gejala-gejala tertentu.”3 Menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi “Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menjelaskan pemecahan masalah terkini berdasarkan data, sehingga juga menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasikan”. Penelitian ini bersifat deskriptif, karena penelitian ini berusaha mengumpulkan fakta-fakta yang ada, penelitian ini menitikberatkan pada upaya mengungkap suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, yang diteliti dan dikaji secara keseluruhan.
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Metode dokumentasi adalah mencari data tentang hal-hal berupa catatan, buku, transkrip, surat kabar, buku besar, agenda dan lain sebagainya.psikolog dalam penelitian perkembangan klien melalui catatan pribadinya.12. Dalam penelitian ini digunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan dokumentasi seperti profil BMT Baskara Sekampung, serta data pendukung dalam penelitian ini.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Pengujian keabsahan data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pengujian keabsahan data merupakan langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian, yang tentunya akan mempengaruhi hasil akhir suatu penelitian. Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud dengan triangulasi teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menguji keterpercayaan data.
Sedangkan kredibilitas data diuji dengan triangulasi sumber yaitu data dapat diambil dari pengurus, pegawai dan anggota BMT Baskara Sumbergede Kec. Apabila data yang diberikan oleh dan pengurus serta pegawai BMT Baskara Sumbergede tidak sama dengan data yang diberikan oleh dan anggota BMT Baskara Sumbergede, maka data tersebut tidak kredibel dan sebaliknya. Apabila data yang diberikan oleh pengelola dan karyawan BMT Baskara Sumbergede sama dengan data yang diberikan oleh anggota BMT Baskara Sumbergede, maka data tersebut kredibel.
Teknik Analisa Data
KJKS BMT Baskara Muhammadiyah telah berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dan peningkatan ekonomi. Sejak tanggal pendirian, para pendiri sepakat untuk menjadikan KJKS BMT Baskara Muhammadiyah sebagai badan hukum koperasi. Untuk mengetahui mekanisme penetapan bagi hasil akad mudharabah di BMT Baskara Sekampung ditinjau dari etika bisnis Islam, maka peneliti melakukan wawancara dengan pengelola pemasaran dan keuangan BMT Baskara Kelurahan Sumbergede Sekampung sebagai berikut: 11.
Hambatan dalam menetapkan bagi hasil dalam akad mudharabah adalah anggota BMT Baskara Sekampung belum sepenuhnya memahami teori bagi hasil untuk mudharabah sehingga enggan untuk menggunakan produk ini. Dari hasil wawancara yang penulis uraikan, dapat dianalisis bahwa bagi hasil menggunakan bagi hasil antara BMT Baskara Sekampung dengan shahibul mal. Namun yang peneliti temukan di BMT Baskara Sekampung, untuk hasil akad mudharabah digunakan prosentase dari uang yang diterima.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mekanisme penetapan bagi hasil akad mudharabah yang diterapkan oleh BMT Baskara Sekampung belum sepenuhnya sesuai dengan konsep bagi hasil mudharabah menurut etika bisnis Islam. Penulis menemukan beberapa kejanggalan terutama mengenai perhitungan bagi hasil mudharabah yang dilakukan oleh BMT Baskara Sekampung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa akad mudharabah yang dilakukan di KJKS BMT Baskara Muhammadiyah Sekampung tidak sejalan dengan etika bisnis Islam ditinjau dari etika bisnis Islam.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum BMT Baskara Sekampung
- Sejarah Berdirinya BMT Baskara Sekampung
- Visi dan Misi BMT Baskara Sekampung
- Struktur Organisasi BMT Baskara Sekampung
- Produk BMT Baskara Sekampung
Mekanisme Penetapan Bagi Hasil pada Akad Mudharabah di
Keuntungan dari operasi dibagi sesuai dengan nisbah bagi hasil yang disepakati bersama sejak awal. Mekanisme pelaksanaan bagi hasil harus ditentukan terlebih dahulu dan diketahui oleh kedua belah pihak sesuai dengan akad yang digunakan. Hal inilah yang menyebabkan anggota enggan memilih dan melaksanakan akad mudharabah dengan sistem bagi hasil.
Patokan disini mengacu pada bagian bagi hasil antara BMT Baskara Sekampung dengan anggota, yaitu bagian yang ditawarkan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Kontribusi yang diberikan oleh shahibul mal kepada BMT Baskara Sekampung dalam bentuk bagi hasil akan berfluktuasi tergantung dari besarnya pendapatan yang diterima oleh BMT Baskara Sekampung. Anggota BMT Baskara Sekampung menerapkan unsur nilai guna dalam menetapkan sistem bagi hasil dengan menggunakan akad mudharabah ditinjau dari etika bisnis Islam karena anggota mendapatkan keuntungan (nominal) dari sistem bagi hasil dan pihak yang mengelola modal secara langsung. menjaga kepercayaan dengan baik untuk mengembangkan bisnis.
Penggunaan sistem bagi hasil pada BMT Al-Hasanah Sumbergede Kecamatan Sekampung ditinjau dari ekonomi syariah.
PENUTUP
Kesimpulan
Akad mudharabah menggunakan sistem nisbah bagi hasil yang diperoleh setelah pengelola mengelola dana pemilik dana dan dikurangi biaya administrasi pengelolaannya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota tidak dapat dimasukkan dalam nominal awal. tidak ditentukan dari kontrak. Akad mudharabah juga memiliki pedoman bahwa keuntungan ada resikonya, bagi hasil yang diberikan oleh pemilik dana tidak dapat ditentukan terlebih dahulu dengan besaran mata uang. BMT memberikan manfaat dimana jumlah nominal uang ditentukan pada awal akad, dan berlanjut sampai jatuh tempo.
Saran
Penerapan Sistem Bagi Hasil Dalam Pembiayaan Mudharabah di BMT Duta Jaya Way Seputih Tahun 2013”.