PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sebagai contoh adanya wanita (terutama wanita pekerja) yang suaminya telah meninggal dunia, mereka wajib melakukan iddah dan konsekuensinya yaitu ihdad. Wanita yang suaminya meninggal tidak menerima roti, meskipun mereka membutuhkan uang untuk hidup.
Pertanyaan Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Sedangkan tesis penulis membahas Ihdad Wanita Karier dalam Hukum Islam (Studi Kasus di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro). Skripsi Fredy Siswanto, Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, 2014, Analisis Hukum Ihdad Bagi Perempuan Ditinjau dari Aspek Hukum Islam dan Kesetaraan Gender.
LANDASAN TEORI
Iddah (Masa Tunggu)
- Pengertian Iddah
- Dasar Hukum Iddah
- Iddah Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya
Ihdad
- Pengertian Ihdad
- Dasar Hukum Ihdad
- Hal-hal yang Diperbolehkan dan Larangan dalam
- Hukum dan Macam-macam Ihdad
- Hak-hak Istri yang Ditinggal Mati Suaminya
- Tujuan Ihdad
Para ulama madzhab sepakat bahwa ida seorang wanita yang suaminya meninggal dalam keadaan tidak hamil adalah empat bulan sepuluh hari, baik wanita tersebut sudah dewasa atau masih anak-anak, baik dia sudah dewasa atau belum. apakah dia sudah bercampur atau tidak, yaitu jika wanita tersebut benar-benar ternyata tidak hamil. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa ihdad adalah masa berkabung bagi wanita yang suaminya telah meninggal dunia, dengan harapan agar wanita tidak berdandan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan dilihat orang lain. Imam Syafi'i mengatakan bahwa ia mengkategorikan pakaian berwarna (warna) sebagai perhiasan yang tidak boleh dipakai oleh wanita yang sedang ihdad.
Ulama Hanafi berpendapat bahawa wanita yang ditinggal mati oleh suaminya boleh keluar rumah pada siang hari dan sebahagian malam, tetapi dia tidak boleh bermalam (bermalam) di mana-mana kecuali di rumahnya sendiri. Wahbah zuhaili berkata, "Wanita yang kematian suaminya boleh keluar rumah pada siang hari semata-mata untuk mencari nafkah. Manakala menurut golongan Malikiyah dan Hanabilah pula, wanita yang kematian suaminya boleh keluar rumah pada siang hari.
Ketiga golongan tersebut memiliki satu kesamaan yaitu mereka diperbolehkan keluar rumah pada siang hari dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.19 Namun golongan Syafi'iyah berpendapat bahwa perempuan yang suaminya meninggal dunia tidak diperbolehkan keluar rumah. rumah. rumah, kecuali mereka sudah tua. 20. Jalan yang dimaksud adalah interaksi antara perempuan iddah dengan laki-laki dan mereka mendamaikan.
Wanita Karier
Mengingat sifat dari penelitian tersebut, maka peneliti dalam penelitian ini berusaha mendeskripsikan praktik ihdaad bagi wanita karir dalam hukum Islam di Desa Yosomulyo Kecamatan Metro Tengah Kota Metro. Sasaran dari metode wawancara ini adalah 2 wanita karir yang suaminya, tetangga dan tokoh agama di Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro, Pusat Kota Metro telah meninggal dunia. Karir Wanita Masa Ihdad di Desa Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Pusat Kota Metro Kota Metro.
Menurut tokoh agama di Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro, Ihdad merupakan bagian yang wajib dilakukan bagi seorang perempuan yang suaminya telah meninggal. Contoh lain dari wanita karir pada era Ihdad adalah Ibu Vina, warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro, beragama Islam, berusia 36 tahun, lulusan SMA dan memiliki toko Horden. Kajian Syariat Islam dalam Ihdad Wanita Karir di Desa Yosomulyo Kecamatan Metro Tengah Kabupaten Metro Pusat Yosomulyo.
Di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, kebetulan wanita karir yang sedang ihdad tidak melaksanakan ihdadnya karena kurangnya pemahaman dan anggapan bahwa hukum ihdad tidak wajib dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa wanita karir pada masa Ihdad di Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro menyatakan tidak melakukan Ihdad.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), dimaksudkan untuk kajian intensif tentang latar belakang situasi terkini dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, lembaga atau komunitas. Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lapangan atau pada suatu lokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala-gejala objektif yang terjadi di lokasi tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, penelitian deskriptif dilakukan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat situasi dan peristiwa yang digambarkan secara tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati untuk mendapatkan kesimpulan.
Sumber Data
Sumber data sekunder adalah sumber data yang secara tidak langsung menyediakan data untuk pengumpulan data, seperti melalui orang lain atau melalui dokumen. 5 Sumber data sekunder terdiri dari berbagai jenis, buku, risalah rapat asosiasi hingga dokumen resmi. 6 Berdasarkan pengertian di atas, maka sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah sumber pendukung berupa catatan dan penelitian yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka dengan orang yang diwawancarai, tetapi dapat juga diberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain. Wawancara bebas artinya peneliti dapat menanyakan apa yang dianggap perlu dalam wawancara, menjawab dan juga dapat menjawab dengan bebas sesuai dengan pemikiran yang ingin disampaikannya. Dengan demikian, peneliti mendapatkan gambaran yang luas tentang bagaimana kesadaran seorang wanita karir yang ditinggal mati oleh suaminya dalam melakukan ihdad.
Dokumentasi adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen.8 Sebagian besar data yang tersedia berupa dokumen dan foto.9 Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa dokumentasi adalah kumpulan catatan atau gambar yang digunakan sebagai bukti dalam suatu penelitian yang diambil dari berbagai sumber. Metode dokumentasi digunakan penulis untuk memperoleh informasi dari data terkait ihdad wanita karir dalam hukum Islam.
Teknik Analisa Data
Sejarah Desa Yosomulyo Kecamatan Pusat Metro Kota Metro Akibat Pemekaran Wilayah Kota Metro, Sejarah Karena Pembagian Wilayah Kota Metro, Sejarah Desa Yosomulyo Tidak Dapat Dipisahkan Dari Sejarah Desa Yosodadi. Kelurahan Yosorejo termasuk Bedeng no. Secara struktural secara hirarkis, Desa Yosodadi dan Yosorejo berada dalam satu wilayah yaitu Kecamatan Metro Timur, sedangkan Desa Yosomulyo berada di Kecamatan Metro Pusat. Menurut tetangga Ibu Eni di Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, Ihdad adalah keadaan dimana seorang perempuan tidak berdandan untuk berkabung atas meninggalnya suami atau keluarganya.
Nyonya. Tetangga Vina di Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro, tidak mengetahui tentang Ihdad, hukum pelaksanaan Ihdad dan ketentuan Ihdad. Selanjutnya, berdasarkan data dari pendokumentasian yang dilakukan mengenai wanita karir pada masa Ihdad di Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Tengah Kota Metro, ditemukan bahwa wanita karir pada masa Ihdad di Desa Yosomulyo dianggap tidak wajib Ihdad. Contohnya adalah Ny. Eni, warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro Metro, berusia 31 tahun beragama Islam dengan gelar terakhir D3 Akuntansi dan bekerja di Bank Asing tepatnya di Bandar Lampung.
10 Hasil wawancara dengan tokoh agama di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Tengah, Kota Metro, 10 Mei 2018, Pukul 16.00. Masyarakat Desa Yosomulyo mayoritas beragama Islam, namun dalam pelaksanaan syariat Islam di Desa Yosomulyo hal tersebut tidak disadari.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Singkat Kelurahan Yosomulyo Kecamatan
- Sejarah Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro
- Potensi Kelurahan Yosomulyo
- Kependudukan
Pada tahun 1937 datang kelompok kolonisasi dari Jawa yang mendirikan 21 Polo dengan jumlah 91 keluarga di Bedeng dan No. 21A dengan jumlah 86 KK, sehingga total 177 KK kemudian ditempatkan di tengah hutan, tepatnya di sebelah timur Kota Metro (sekarang sekitar 3 km dari Kota Metro). Sebelum ditempatkan di daerah baru, perumahan terlebih dahulu dibuka/digarap di daerah yang sudah ada untuk mendapatkan penghasilan daerah dengan cara derep/bawon.
Pada tahun 1938 datang lagi rombongan kolonisasi ke-2 yaitu dari Wonogiri, Sragen dan Boyolali yang bermarkas di Bedeng no. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan desa, sesuai dengan langkah pemerintah Belanda saat itu, Vak. Sejalan dengan bertambahnya kota administratif menjadi kota tengah (sekarang bernama kota) berdasarkan undang-undang no. 12 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Propinsi Tk.
II Metro dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kota Metro No. 25 Tahun 2000 tentang pemekaran wilayah Kota Metro menjadi 5 kecamatan dengan 22 kecamatan. Orbitrasi (Jarak dari pusat pemerintahan). 2) Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten : 3 Km 3) Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota : 3 Km 4) Jarak dari Ibukota Kabupaten/Kota : 3 Km 5) Jarak dari Ibukota Provinsi : 45 Km 3.
Wanita Karier dalam Masa Ihdad di Kelurahan Yosomulyo
Nyonya. Vina tidak mengetahui hukum dan peraturan pada masa Ihdad, namun menurut mrs. Vina harus melanjutkan pekerjaan para wanita yang telah meninggal untuk memenuhi kebutuhan mereka dan anak-anak mereka, dan Ny. Vina tetap berpakaian seperti biasa karena sudah menjadi kebiasaan. Setelah kematian suaminya, Ny. Eni tidak ber-Ihdad karena kurang paham dan tidak ada kesadaran masyarakat tentang pentingnya ber-Ihdad. Lalu Ny. Eni bekerja di Bank, mrs. Gaya berpakaian Eni terdiri dari pakaian warna-warni, mending, memakai wewangian dan memakai perhiasan yang menyimpang dari ketentuan Ihdad.
Beliau mengatakan bahwa selama bekerja di Bank, Ibu Eni dituntut oleh pihak Bank untuk berpenampilan menarik karena merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh karyawan. Jika Bu Eni tidak mengikuti aturan di bank, maka Bu Eni akan mendapat masalah di tempat kerjanya. Sehingga hal ini membuat Ibu Eni mematuhi aturan di bank agar bisa terus bekerja dan bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya.
Setelah suaminya pergi, Bu Vina tetap berjualan di toko karena harus mengurus kedua anaknya yang masih sekolah. Selain itu Bu Vina juga harus melunasi hutang suaminya sebelum meninggal sehingga Bu Vina semangat untuk bekerja dan tidak melakukan Ihdad.
Tinjauan Hukum Islam dalam Ihdad Wanita Karier di
Seorang istri yang ditelantarkan oleh suaminya wajib melakukan masa berkabung selama iddah sebagai tanda belasungkawa sekaligus mencegah terjadinya fitnah. Sebagaimana disebutkan dalam Bab II di atas, para ulama madzhab sepakat bahwa seorang wanita yang suaminya telah meninggal wajib melakukan ihdad (berkabung), tanpa memandang apakah wanita itu tua atau muda, Muslim atau non-Muslim, kecuali Hanafi. Imam Syafi'i mengkategorikan pakaian celup (warna) sebagai perhiasan yang tidak boleh dikenakan oleh wanita yang sedang ihdad.
Menurut Imam Syafi'i, wanita yang ihdad boleh mengurapi tubuhnya dengan minyak yang tidak haram, seperti yang dilakukan oleh orang ihram, meskipun wanita yang berduka memiliki beberapa hal yang berbeda dengan orang ihram. Namun, kelompok Syafi'iyah berpendapat bahwa seorang wanita yang suaminya telah meninggal tidak boleh keluar rumah kecuali dia sudah tua. Selain itu, beberapa faktor seperti kebutuhan ekonomi yang tinggi dan menafkahi anak-anaknya, mendorong perempuan yang suaminya meninggal untuk tetap bekerja di luar rumah.
Berdasarkan hasil diatas, maka penulis menyarankan kepada para mubaligh khususnya agar ketentuan hukum Islam kedepannya lebih ditingkatkan lagi khususnya mengenai pemahaman masyarakat tentang hukum ihdad bagi istri yang ditinggal suaminya. Peran wanita karir dalam penyelenggaraan fungsi keluarga Studi kasus PNS wanita yang telah menikah di Bagian Humas dan Protokoler Balai Kota Samarinda”.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran