• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

PENGELOLAAN LIMBAH TAHU DALAM MENGHADAPI ETIKA BISNIS ISLAM (Studi Kasus di Desa Sidodadi Kabupaten Pekalongan Lampung Timur). Sebagian limbah yang dihasilkan dari proses produksi berbahaya bagi lingkungan dan sebagian lagi tidak berbahaya bagi lingkungan. Usaha tahu menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat atau ampas tahu yang dihasilkan biasanya dapat diolah kembali menjadi oncom. Limbah cair yang dihasilkan lebih berpotensi mencemari lingkungan.

Pengelolaan limbah merupakan suatu proses pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proses produksi yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah tersebut. Pekalongan menunjukkan bahwa masih banyak pengrajin tahu yang tidak mengelola limbah yang dihasilkannya terutama limbah cair, sedangkan limbah padat hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan limbah cair.Produksi limbah cair sebanyak 4 bak besar dan 3 ember besar limbah padat.

Limbah padat atau sisa tahu yang dihasilkan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti kambing, sapi dan itik. Limbah cair yang dihasilkan dalam proses pembuatan harus dikelola terlebih dahulu untuk meminimalkan dampaknya. Pengrajin tahu di Desa Sidodadi belum sepenuhnya mengelola limbah cairnya. Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan dari produksi tahu dibuang langsung ke kolam di tempat penyimpanan di dekat rumah tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Produsen mengetahui bahwa untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, sebaiknya dilakukan pengelolaan limbah terlebih dahulu, sebelum limbah cair yang dihasilkan dibuang ke bak penampungan.

Tabel 3 Mata Pencaharian Penduduk
Tabel 3 Mata Pencaharian Penduduk

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

LANDASAN TEORI

Pengelolaan Limbah

  • Pengertian Pengelolaan Limbah
  • Macam-Macam Limbah
  • Pengelolaan Limbah
  • Pengelolaan Limbah Cair

Kemiripan dengan penelitian pertama dan penelitian kedua adalah sama-sama mengkaji manajemen usaha dan pengelolaan limbah yang dihasilkan. Dalam usaha tahu, hal ini dapat dilakukan dengan memilih bahan baku atau kedelai yang baik untuk meminimalisir jumlah limbah yang dihasilkan.

Etika Bisnis Islam

  • Pengertian Etika Bisnis Islam
  • Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam

Menurut Amin Suma, etika bisnis adalah ilmu yang membahas tentang ekonomi bisnis, khususnya perdagangan dari sudut pandang baik atau buruk dan benar atau salah menurut standar moral Islam.dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.40. Berdasarkan uraian di atas, etika bisnis Islam dapat diartikan sebagai seperangkat aturan dalam melakukan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh seseorang yang sesuai dengan syariat Islam. Manusia dalam menjalankan segala aktivitasnya, termasuk aktivitas ekonominya, harus berpegang pada prinsip-prinsip etika bisnis Islam dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Tanggung jawab merupakan sifat dasar yang terpuji pada manusia, setiap individu memiliki sifat ini, akan selalu ada pada manusia. Akuntabilitas terkait dengan kehendak bebas yang diberikan kepada orang-orang, di mana orang harus bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya. Tanggung jawab merupakan perbuatan yang mengandung resiko, melakukan muamalah harus memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan usahanya, dengan tanggung jawab maka usaha yang dijalankan akan berjalan dengan baik.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena dari apa yang peneliti alami, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lainnya.49. Berdasarkan pengertian di atas, dapat kita pahami bahwa penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan peneliti di lapangan yang sedang terjadi untuk mendapatkan informasi yang benar.

Sumber Data

Sumber data primer adalah sumber pertama dimana data dihasilkan dan data tersebut diperoleh langsung dari masyarakat, baik melalui wawancara, observasi atau cara lainnya. Penggunaan teknik purposive sampling ini mempunyai tujuan atau dilakukan secara sengaja, bagaimana cara menggunakan sampel ini di antara populasi sehingga sampel tersebut mewakili karakteristik populasi yang telah diketahui sebelumnya 53 Dari produsen tahu di Desa Sidodadi, peneliti mengambil sampel dari 4 produsen yang diambil di Dusun 2 dengan karakteristik yang sama dapat digunakan sebagai sampel, yaitu produsen tahu yang memproduksi tahu paling banyak dan produsen tahu yang mengelola ampas tahu dan produsen yang tidak mengelola ampas tahu. Dalam penelitian ini peneliti juga mengambil sampel 4 orang masyarakat sekitar usaha pembuatan tahu dan ketua RT.

Metode Pengumpulan Data

Limbah cairnya dibuang di kolam retensi, limbah cairnya tidak dikelola dulu tapi langsung dibuang di kolam retensi, menurut sumbernya, limbah cair yang dihasilkan sebenarnya bisa diolah kembali menjadi biogas. Menurut Bpk. Rosidin, ketua RT yang berusia 45 tahun mengatakan, terkait masalah limbah tahu yang timbul dari usaha tahu di Desa Sidodadi, ada keluhan atau laporan dari warga tentang dampak pengelolaan limbah tersebut. Limbah cair tahu yang dihasilkan merugikan masyarakat sekitar dengan menimbulkan dampak negatif seperti bau tidak sedap yang mengganggu.

Untuk meminimalisir dampak tersebut dapat dilakukan pengelolaan sampah. Pengelolaan limbah bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari sisa limbah produksi. Ampas tahu yang dihasilkan dapat dikelola dengan melakukan tindakan meminimalisasi sampah (Reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (Recycle). Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa pada umumnya pengrajin tahu di Desa Sidodadi belum sepenuhnya mengelola limbah tahu dengan baik, khususnya limbah cair. Dalam hal ini pengelolaan limbah tahu di Desa Sidodadi tidak sesuai dengan prinsip kehendak bebas, karena para pengrajin tahu membuang limbahnya di dekat rumah warga sehingga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar akibat dampak limbah yang dihasilkan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah tahu di Desa Sidodadi Kabupaten Pekalongan belum menerapkan etika bisnis Islami dengan baik. Pengelolaan ampas tahu di Desa Sidodadi juga gagal menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis Islam seperti prinsip tauhid, prinsip keseimbangan, prinsip kehendak bebas dan prinsip tanggung jawab. dihasilkan dari limbah cair.

Metode Analisa Data

HASIL PENELITIAN

Profil Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten

Pengelolaan Limbah Tahu di Desa Sidodadi Kecamatan

Pada usaha tahu, limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan limbah cair. Ampas tahu padat yang dihasilkan berupa ampas tahu yang memiliki manfaat ekonomi dengan diolah menjadi makanan olahan yang hasilnya dapat meningkatkan pendapatan bagi para produsen tahu. dimanfaatkan untuk masyarakat karena dianggap tidak berguna, limbah cairnya biasanya dibuang begitu saja ke kolam, seperti halnya survei yang dilakukan oleh peneliti pengrajin tahu tentang pengelolaan limbah tahu di desa Sidodadi, kecamatan. Limbah padat yang dihasilkan diolah menjadi oncom Oncom merupakan makanan yang terbuat dari ampas kedelai sisa pengolahan tahu. Menurutnya, selama ini tidak pernah ada warga yang mengeluhkan masalah sampah yang ditimbulkan akibat limbah cair yang dibuang di kebunnya.

Mengenai pengelolaan sampah, kata sumber tersebut senada dengan yang disampaikan Pak Kusir, bahwa limbah padat atau ampas tahu yang dihasilkan tidak didaur ulang melainkan hanya dijual ke masyarakat untuk pakan ternak. Limbah padat yang dihasilkan tidak dimanfaatkan, melainkan hanya dijual untuk pakan ternak seperti sapi, kambing, ayam, itik dan tongkat. Sedangkan menurut Ibu Beni Fauziyah yang berusia 40 tahun, sebagai tetangga Ibu Sarti, ia juga mengatakan bahwa ampas tahu yang dihasilkan dalam pembuatan tahu belum tertangani dengan baik.

Analisis Pengelolaan Limbah Tahu Ditinjau dari Etika

Masalah yang sering muncul adalah limbah cair yang muncul dari produksi tahu. Jika tidak dikelola dengan baik, maka berdampak negatif bagi masyarakat bahkan dapat merusak lingkungan. Prinsip dalam kegiatan bisnis ini mengajarkan bahwa segala yang ada di muka bumi ini adalah milik Tuhan dan manusia bertugas menjaga dan memakmurkannya dengan mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang ada.Prinsip ini belum sepenuhnya diterapkan dalam pengelolaan sampah. Dalam pengelolaan limbah industri tahu di Desa Sidodadi menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat yang dihasilkan dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif, sedangkan limbah cair dibuang begitu saja tanpa dikelola terlebih dahulu. tidak sepenuhnya sesuai dengan asas keadilan karena banyak masyarakat yang dirugikan atau terkena dampaknya, seperti gangguan bau dan banyak nyamuk pada musim hujan akibat genangan air limbah.

Limbah cair yang dihasilkan sebaiknya dimanfaatkan sebagai bahan bakar biogas dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Pengelolaan limbah tahu di Desa Sidodadi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip tanggung jawab, karena dalam menangani dampak limbah masih ada produsen yang tidak memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak limbah yang dihasilkan. Seluruh produsen wajib memberikan kompensasi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab produsen atas dampak yang ditimbulkan dari usahanya. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, peneliti menyimpulkan bahwa pengelolaan limbah tahu di Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan masih perlu banyak mendapat perhatian terutama dalam pengelolaan limbah cair. Limbah padat atau lumpur yang dihasilkan tahu dikelola dengan baik meskipun sebagian besar produsen hanya memanfaatkannya untuk pakan ternak, sedangkan limbah cair tidak dikelola dengan baik, karena limbah cair yang dihasilkan hanya dibuang ke kolam di belakang rumah warga tanpa ada perlakuan. dampak negatif bagi warga sekitar seperti bau tidak sedap, air sumur warga tercemar dan banyak nyamuk saat musim hujan akibat limbah yang tertahan di kolam Hanya satu produsen yang mengelola limbah dengan melakukan tahap penyaringan limbah .

Nasir dan Edy Purwo Saputro, "Manajemen Pengelolaan Sampah" dalam Manajemen Bisnis, Surakarta: AMIK Darma Surakarta, Vol. Jika iya, bagaimana reaksi anda jika ada keluhan dari masyarakat sekitar tentang sampah yang dihasilkan.

PENUTUP

Saran

Pengrajin tahu, selain memanfaatkan limbah padat yang dihasilkan untuk pakan ternak, juga harus mampu mengolahnya menjadi makanan olahan seperti oncom untuk menambah pendapatan bagi produsen. Pengrajin tahu juga harus bertanggung jawab atas dampak negatif yang ditimbulkan dari usahanya, tidak hanya mementingkan keuntungannya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Apakah ada kompensasi yang anda berikan kepada warga sekitar tempat usaha anda terkait dengan pembuangan sampah.

Gambar

Tabel 3 Mata Pencaharian Penduduk
Tabel 4. Jumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Usaha Mikro (UM) 63

Referensi

Dokumen terkait

Saya memberikan DP sebagai tanda jadi pembelian kredit, selanjutnya saya mencicilnya sampai waktu yang telah disepakati.”18 Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat dipahami bahwa

dan bahasa yang digunakan ketika melakukan perjanjian yaitu menggunakan bahasa Indonesia73 Menurut Ibu R.Lina selaku pembeli, pembeli memberikan uang muka kepada pemilik mebel sesuai