PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sewa ini hanya menyediakan satu tempat yang bisa digunakan oleh penyewa. Perjanjian sewa yang dibuat sebelumnya oleh pemilik rumah sebelum meninggal, tidak dilanjutkan oleh ahli waris.
Pertanyaan Penelitian
Dengan demikian, tampak bahwa pembatalan sepihak oleh pihak ketiga, yaitu ahli waris, yang menimbulkan kerugian bagi penyewa karena pembatalan sepihak perjanjian sewa sebelum berakhirnya jangka waktu, dan ini merupakan salah satu bentuk perbuatan melawan hukum. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya ke dalam penelitian disertasinya yang berjudul “Perbuatan Melawan Hukum yang Mengakibatkan Pemutusan Kontrak Sewa (Ijarah) Sepihak yang Dilakukan oleh Ahli Waris di Hadimulyo Barat Metro Pusat”.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Perbuatan melawan hukum akibat pemutusan perjanjian sewa (ijarah) sepihak yang dilakukan oleh ahli waris sewa (ijarah) yang dilakukan secara sepihak oleh ahli waris di Hadimulyo Barat Metro Pusat. Salah satu perjanjian sewa yang pernah terjadi antara Mr. Udin dan Bpk. Asep (terlambat).
LANDASAN TEORI
Konsep Sewa Menyewa (Al-Ijarah)
- Pengertian Sewa Menyewa (Al-Ijarah)
- Dasar Hukum Ijarah
- Rukun dan Syarat Sewa-Menyewa (Ijarah)
- Macam-macam Ijarah
- Obyek Sewa Menyewa
- Pembatalan dan Berakhirnya Ijarah
Dalam KHES (Kumpulan Hukum Dagang Syari'ah), Ijarah adalah sewa barang untuk jangka waktu tertentu dengan pembayaran. 3 Sedangkan dalam Pasal 1548 KUH Perdata, sewa adalah suatu perjanjian dengan mana satu pihak menyanggupi untuk memberikan kepada pihak lain.
Perbuatan Melawan Hukum
- Konsep dan Makna Perbuatan Melawan Hukum
- Unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum
- Konsep Ganti Rugi Karena Perbuatan Melawan Hukum
Perjanjian sewa dibuat antara dia dan Tuan. Asep (almarhum) selaku pemilik rumah kontrakan. Ibu Yuliana menjelaskan, setahu dia, waktu itu Pak Udin dan Bu Fera mengontrak rumah tersebut selama kurang lebih dua tahun. Jelas dari uraian di atas bahwa perjanjian sewa-menyewa yang dilakukan oleh Tn. Udin dan Ny. Fera menandatangani kontrak sewa rumah milik Bpk.
Mengenai isi perjanjian sewa tersebut, Pak Udin menjelaskan bahwa akad tersebut dilakukan dengan syarat menyewakan rumah kontrakan tersebut kepada Bpk. Asepa (Terlambat) untuk periode 5. Bahkan Bpk. bahkan membantu Pak Udin dan Bu Fera membersihkan rumah kontrakan. Pasalnya, Pak Enen selaku ahli waris mengaku akan menempati rumah kontrakan tersebut bersama keluarganya.
Menurut Pak Udin, Pak Enen secara tidak langsung mengusir Pak Udin dan istrinya dari rumah kontrakan tersebut. Ia pun mengaku kasihan dengan Pak Udin dan Bu Fera yang sebenarnya masih berhak tinggal di rumah kontrakan itu. Untuk gugatan yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum, penyewa harus membuktikan bahwa kerugian penyewa disebabkan oleh perbuatan ahli waris sebagai pemilik rumah kontrakan.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Dilihat dari jenis penelitiannya termasuk penelitian lapangan, menurut Abdurrahmat Fathoni penelitian lapangan adalah “penelitian yang dilakukan di lapangan atau pada suatu lokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki fenomena-fenomena objektif yang terjadi di lokasi ini, yang melaksanakan juga untuk penyusunan laporan ilmiah”. 46. Penelitian lapangan dianggap sebagai pendekatan yang luas dari penelitian kualitatif, atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif. Dalam penelitian, peneliti akan menyajikan data penelitian yang diperoleh di lapangan, yaitu berkaitan dengan perbuatan melawan hukum.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk meneliti dan mengukur gejala-gejala tertentu.”48 Menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi “Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan pemecahan masalah yang sebenarnya berdasarkan data, yaitu juga menyajikan data, menganalisis dan menafsirkan". 49. Penelitian deskriptif yang dimaksud dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbuatan melawan hukum akibat pemutusan perjanjian sewa (ijarah) secara sepihak yang dilakukan oleh ahli waris di Hadimulyo Barat Metro Pusat.
Sumber Data
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. 52 Data sekunder dalam penelitian ini meliputi buku, majalah, terbitan berkala dan internet, yang terkait dengan perbuatan melawan hukum dan perjanjian sewa.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai sejarah singkat, kependudukan, struktur organisasi dan siteplan Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Tengah Kota Metro.
Teknik Analisa Data
Ia memperkirakan pertengahan tahun 2016, pasangan suami istri ini akan pindah ke rumah kontrakan yang ditempati Pak. Asep menjadi milik (biarkan). 72. Ny. Fera menambahkan bahwa Mr. Enen, sebagai pewaris rumah kontrakan tempat dia dan suaminya tinggal, tinggal jauh dari Kota Metro, yakni di Tulang Bawang, tepatnya di kampung istrinya. Setelah Bpk. Asep (alm) meninggal dunia, timbullah perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh ahli waris, sejak Sdr. Udin menjelaskan bahwa Bpk. Enen sebagai ahli waris tidak menginginkan Pak. Udin dan istrinya tidak harus tinggal di rumah kontrakan warisannya.
Namun, karena tidak ada bukti perjanjian sewa tertulis yang disegel, dia memberanikan diri meminta penyewa untuk mengosongkan rumah sewa tersebut. MS. Yuliana sebagai tetangga Bpk. ada beberapa perselisihan yang terjadi antara Mr. Enen dan Mr. Udin sebagai penyewa. Tapi Pak. Enen menolak karena dia akan menggunakan rumah kontrakan itu hanya dengan keluarganya.
Para ahli waris juga beberapa kali mengintimidasi penyewa agar penyewa segera mengosongkan rumah sewa miliknya. Isi perjanjian sewa-menyewa antara penyewa dengan pemilik rumah dilakukan dengan ketentuan bahwa penyewa menyewakan rumah untuk jangka waktu 5 tahun dengan harga per tahun dihitung Rp. Sejak saat itu timbul perbuatan merugikan dari ahli waris yang tidak menghendaki penyewa tinggal di rumah sewa yang diwarisinya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Kelurahan Hadimulyo Barat
- Sejarah Singkat Kelurahan Hadimulyo Barat
- Kondisi Wilayah Kelurahan Hadimulyo Barat
- Keadaan Penduduk Kelurahan Hadimulyo Barat
- Struktur Organisasi Kelurahan Hadimulyo Barat
- Denah Lokasi Kelurahan Hadimulyo Barat
Keberadaan Hadimulyo Barat tidak terlepas dari pembagian wilayah Kota Metro berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro (Perda) No. Akibat dari peraturan daerah yang semula bernama Kelurahan Hadimulyo ini dipecah menjadi Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur. Hadimulyo. Adapun Desa Hadimulyo terbagi menjadi 2 (dua) desa yaitu wilayah Desa Hadimulyo Barat menjadi Desa Hadijaya yang kemudian berubah nama menjadi Desa Hadimulyo Barat.
Perbuatan Melawan Hukum Akibat Pemutusan Akad
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa Sdri. Udin dan Bu Fera pada pertengahan tahun 2016 mengontrak rumah milik Bpk. Orang tua Pak Udin tidak terlalu jauh, sekitar 300 meter. Dari uraian di atas jelaslah bahwa isi perjanjian sewa antara Tn. Udinom dan Bpk. Asepom (kemudian) dilaksanakan dengan ketentuan Bpk.
Hal ini terlihat dari sikap Bapak. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa sebelum Bapak. Asep (alm) meninggal dunia, perjanjian sewa antara Bpk. Asep (alm) selaku pemilik rumah dan Bpk. Udin sebagai penyewa sangat stabil. . Pak Asep (alm) tidak pernah mengusik atau mengacaukan kehidupan Pak Udin dan Bu Fera selaku penyewa rumah tersebut.
Udin menjelaskan bahwa Pak Asep (Alm) meninggal karena stroke yang awalnya disebabkan oleh Pak Asep (Alm) jatuh di kamar mandi. Ibu Fera menambahkan bahwa Pak Enen berani mengusir dia dan suaminya karena tidak ada kesepakatan tertulis yang ditandatangani di atas materai yang muncul antara Pak Udin dan Pak Asep (alm) pada saat perjanjian sewa menyewa. Hal ini membuatnya miris melihat karena keluarga Pak Udin dan Pak Asep (Sen) terlihat damai (harmonis) sebelum kedatangan Pak Enen.
Analisis
Para ahli waris berani mengusir penyewa karena tidak ada perjanjian tertulis yang ditandatangani di atas materai yang terjadi antara penyewa dan orang tua ahli waris pada saat perjanjian itu semula dibuat. Adapun gangguan yang disebabkan oleh ahli waris terhadap penyewa dan ahli waris mengusir penyewa sebelum berakhirnya masa sewa, maka ada perbuatan melawan hukum. Ahli waris harus menyadari bahwa dia tidak dapat secara sepihak memutuskan perjanjian sewa antara orang tuanya yang telah meninggal sebagai ahli waris dan penyewa.
Jadi secara perdata, perbuatan para ahli waris itu melanggar kewajibannya menurut KUH Perdata. Untuk pelanggaran ini, penyewa dapat menuntut ahli waris di bawah gugatan (Pasal 1365 KUHP). Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh ahli waris ini melanggar kewajiban hukum pelaku dan melanggar hak subjektif orang lain (penyewa).
Karena pemutusan akad harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, tetapi dalam hal di atas ahli waris tanpa persetujuan terlebih dahulu dengan penyewa, sehingga pemutusan sewa tidak sesuai dengan iqah, yaitu pembatalan oleh kedua belah pihak dalam ijarah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perbuatan melawan hukum akibat penghentian sewa (ijarah) sepihak yang dilakukan oleh ahli waris di Hadimulyo Barat Metro Pusat tidak sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah dan hukum perdata di Indonesia. . Bagi ahli waris, dalam memutuskan akad harus memperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia dan peraturan-peraturan dalam hukum Islam.
PENUTUP
Kesimpulan
Pemutusan akad ijarah yang terjadi di West Hadimulyo merupakan pemutusan hubungan kerja tanpa sebab, sehingga tidak ada yang bertentangan dengan prinsip pemutusan ijarah. Dimana dalam pemutusan akad disarankan agar pemutusan akad dilakukan dengan dasar ikat yaitu pembatalan oleh kedua belah pihak. Sebagai pemberi sewa, atau sebagai wakil dari orang tua yang telah meninggal, ahli waris memiliki kewajiban untuk memenuhi sesuai dengan pasal 1550 KUHP, ayat 3, yaitu memberikan kepada penyewa hak atas barang sewa yang disewa dengan damai selama masa sewa.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka peneliti memberikan beberapa saran terkait penelitian ini. Bagi penyewa agar memperhatikan dan melaksanakan apa yang ada dalam perjanjian dan sebaiknya jika akan mengadakan perjanjian dilakukan dengan perjanjian tertulis di atas materai sehingga mempunyai kekuatan hukum yang kuat. Praktek Perjanjian Sewa Guna Usaha Penyewaan Ruko Dan Ruko Di Kota Palangka Raya Ditinjau Dari Hukum Perdata.
Pembatalan hak sewa bangunan oleh ahli waris terhadap ruko yang dibangun di atas tanah milik orang lain Putusan sidang: Pengadilan Negeri Medan N0: 227/Pdt. Analisis hukum perbuatan melawan hukum dalam transaksi bisnis e-commerce online berdasarkan KUH Perdata dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Saran