• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revisi hukum ekonomi syariah tentang imbalan setelah pengalihan utang di Desa Nunggal Rejo Kecamatan Punggur Lampung Tengah. Hasil penyelidikan ini menyimpulkan bahwa ganti rugi setelah pengalihan utang yang terjadi di desa Nunggal Rejo, persis seperti yang dilakukan Pak 'alaih, tidak sesuai dengan syariat Islam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Nunggal Rejo lebih tepatnya pada masalah hutang dan kredit yang dilakukan oleh bapak Ican sebagai peminjam (muhil), bapak Jaka sebagai pemberi pinjaman (muhal) dan bapak Rusdi sebagai pihak ketiga (muhal ‘alaih) diperoleh informasi sebagai berikut: .

Bpk Jaka as (muhal) menjelaskan alasan ingin menerima pengalihan hutang yang dilakukan oleh Bpk. Ican (muhil) dan Bpk. Rusdi (muhal alayh) karena sangat membutuhkan uang. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa pengalihan utang di Desa Nunggal Rejo dilakukan oleh Bapak. Ican (muhil), Bpk. Rusdi (muhal alejh) dan Bpk. pengalihan hutang secara umum yaitu muhal alaihi memberikan uang kepada muhil untuk melunasi hutang muhil dengan syarat muhil memberi. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya pengalihan hutang (hiwalah) yang dilakukan di desa Nunggal Rejo oleh Bapak. Ican (muhil), Bpk. Rusdi (muhal'alaih) dan Bpk. Kerah (muhal) sudah. memiliki dasar hukum yang kuat karena dilakukan dengan menandatangani materai dan menghadirkan beberapa saksi dari pihak yang berkepentingan.

Karena itu, dia ingin memberi penghargaan kepada Pak Rusdi (muhal alejh) yang membantunya melunasi utangnya kepada Pak Jaka (muhal). Sebelum memberikan santunan Bpk. Ican (muhil) terlebih dahulu mengembalikan nominal uang yang diberikan oleh Bpk. Rusdi (muhal 'alaih) dalam pengalihan hutang. Pernyataan Muhil di atas didukung oleh Bpk. Rusdi (muhal 'alaih) yang menyatakan bahwa telah dibuat akad pengalihan hutang (hiwalah) antara beberapa pihak.

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah tentang Pelaksanaan Santunan Setelah Pengalihan Utang di Desa Nunggal Rejo, Kec. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Nunggal Rejo tepatnya tentang masalah pengalihan hutang yang dilakukan oleh Bapak. Ican (muhil), Bpk. Jaka (muhal) dan Bpk. Rusdi (muhal 'alaih), dapat dipahami bahwa latar belakang piutang dan piutang di atas adalah kebutuhan untuk mengembangkan usaha Pak Ican yaitu pembuatan biskuit Kemplang. Pengalihan hutang di Desa Nunggal Rejo yang dilakukan oleh Bpk. Ican (muhil), Bpk. Rusdi (muhal 'alaih) dan Bpk. Jaka (muhal) dilakukan dengan cara yang sama seperti pengalihan utang pada umumnya, yaitu muhal.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa pengalihan utang yang terjadi di Desa Nunggalrejo persis dengan persoalan pengalihan utang yang dilakukan oleh Pak Ican (muhil), Pak Jaka (muhal) dan Pak Rusdi (muhal). 'alaih) tidak sesuai dengan syariat Islam karena mengandung unsur riba. Riba dalam kasus di atas merupakan hasil dari pahala yang diinginkan oleh muhal 'alaih dan termasuk dalam perjanjian pengalihan hutang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kajian hukum ekonomi syariah terkait pembayaran transfer pasca utang yang terjadi di desa Nunggal Rejo dilakukan oleh Bapak Ican (muhil), Bapak Jaka (muhal), dan Bapak .rusdi (muhal 'alaih) tepatnya. , tidak sesuai dengan syariat Islam.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

LANDASAN TEORI

Imbalan

  • Pengertian Imbalan
  • Dasar Hukum Imbalan
  • Pemberian Imbalan

Hutang

  • Pengertian Hutang
  • Dasar Hukum Hutang
  • Rukun dan Syarat Hutang

Pengalihan Hutang (Hiwalah)

  • Pengertian Hiwalah
  • Dasar Hukum Hiwalah
  • Rukun dan Syarat Hiwalah

Pelunasan Hutang

  • Pengertian Pelunasan Hutang
  • Dasar Hukum Pelunasan Hutang

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisa Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Desa Nunggal Rejo Kec. Punggur Lampung

  • Sejarah Singkat Desa Nunggal Rejo
  • Kondisi Wilayah Desa Nunggal Rejo
  • Keadaan Penduduk Desa Nunggal Rejo

Desa Nunggalrejo dibuka pada tahun 1950, diprakarsai oleh sekelompok warga dari Metro Banjarsari dan Purwosari sebanyak 66 KK. Pada tahun 1953, sebanyak 132 KK didatangkan dari Jawa Barat, tepatnya pada tanggal 13 April 1953 oleh kantor imigrasi dan disetujui pemerintah menjadi desa. Desa terakhir bernama Desa Nunggalrejo dipimpin oleh seseorang bernama Juhaili yang dibantu oleh beberapa perangkat desa.

Maka sekitar tahun 1960-an sebagian warga membuka ladang jauh di sebelah Desa Tanggulangin yang kemudian tahun 1967 ladang tersebut ditahbiskan sebagai Dusun V Morodadi. Seiring dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk, pada tahun 2009 di bawah kepemimpinan kepala desa Heriyadi Suwarto terbentuklah desa pemekaran baru antara Desa I dan Desa II yaitu Desa VI Tirtobangun, dan sampai saat ini Desa Nunggalrejo terdiri dari 6 desa. dan 22 desa. RT.4. Berdasarkan sejarah Desa Nunggal Rejo di atas dapat diketahui bahwa Desa Nunggal Rejo dibuka pada tahun 1950.

Penduduk Nunggal Rejo awalnya berasal dari Kota Metro sendiri yaitu Banjarsari dan Purwosari sedangkan lainnya berasal dari Tasikmalaya, Garut dan Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan kondisi wilayah desa Nunggal Rejo terlihat bahwa sebagian besar wilayah desa Nunggal Rejo merupakan persawahan yang sangat mendukung masyarakat desa Nunggal Rejo untuk bercocok tanam. Data mata pencaharian yang ditekuni masyarakat di Desa Nunggalrejo dapat dilihat pada tabel berikut: 9.

Berdasarkan data di atas terlihat bahwa hampir seluruh penduduk Desa Nunggal Rejo memiliki pekerjaan, hanya 60 orang yang tidak bekerja atau hanya 1,3% dari seluruh penduduk Desa Nunggal Rejo.

Pelaksanaan Pemberian Imbalan Pasca Pengalihan

Selain itu beliau juga mengatakan bahwa sangat jarang orang yang muhal 'alaih dalam hal utang piutang karena nominal utang yang harus dibayarkan kepada Pak Jaka cukup tinggi. Berkaitan dengan pelaksanaan akad hiwalah, Pak Ican selaku muhil menyampaikan bahwa pengalihan hutang ini dilakukan dengan cara yang sama seperti pengalihan hutang pada umumnya yaitu muhal ‘alaih memberikan uang kepada muhil kepada membayar hutang muhil. Namun karena nominal hutangnya cukup besar, Pak. Rusdi (muhal 'alaih) dia awalnya sebagai muhil dengan imbalan 10% dari hutang yang dibayarkan, jadi ganti rugi mr. Rusdi menginginkan Rp.

Penjelasan di atas diperkuat oleh Bapak Rusdi (muhal 'alaih) yang mengatakan karena nominal hutang yang dibayarkan besar, maka ia meminta 10% sebagai imbalan atas hutang yang dibayarkan kepada Bapak Jaka (muhal). Namun dalam hal ini muhil menolak dengan alasan tanpa diminta, muhil akan memberikan ganti rugi kepada muhal 'alaih. Kalaupun usaha itu berhasil, maka pengembaliannya lebih dari yang diminta oleh muhal 'alaih.

Mengenai dasar hukum pengalihan hutang (hiwalah), Sdr. Rusdi (muhal 'alaih) mengatakan, pengalihan utang itu dilakukan dengan surat persetujuan yang ditandatangani di kolkina dan dengan menghadirkan beberapa saksi dari muhil, muhal dan muhal alaih. Akad tersebut menjelaskan pengembalian dari muhil kepada muhal 'alaih, yang dapat dilakukan dalam dua tahap, dan hadiah sebesar 10% diklaim oleh muhal. Selain itu, akad juga diisi dengan ganti rugi 10% yang diwajibkan oleh muhal 'alaih.

Seputar pemberian santunan muhal 'alaih, Bpk. Ican as muhil menjelaskan, saat ini perusahaannya sedang berkembang secara bertahap sehingga kini memiliki omzet rata-rata 7 juta per bulan dan dapat mempekerjakan lebih banyak tetangganya. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa secara teknis santunan yang diberikan muhil kepada muhal 'alaih adalah muhil terlebih dahulu mengembalikan nominal uang yang menjadi hak muhal 'alaih.

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Pelaksanaan

Hadits di atas menjelaskan bahwa membantu orang lain atau meringankan beban orang yang sedang kesulitan merupakan amalan yang akan mendapat pahala yang besar dari Allah. Seputar riwayat pengalihan hutang (hiwalah) yang dilakukan oleh Sdr. Ican, Pak. Rusdi dan Bpk. . Kalaupun dalam hal ini muhili menolak dengan alasan tanpa diminta, maka muhili akan memberikan ganti rugi kepada muhal alayhi.

Dalam hadits di atas, Nabi mencontohkan pembayaran utang dengan memberikan tambahan kredit sebagai rasa terima kasih peminjam kepada orang yang meminjamkan kepadanya, yang telah membantu meringankan bebannya. Pengalihan hutang (hiwalah) yang dilakukan di Desa Nunggal Rejo oleh Bapak Ican (muhil), Bapak Rusdi (muhal ‘alaih) dan Bapak Jaka (muhal) mempunyai dasar hukum yang kuat karena dilakukan dengan tanda tangan di atas materai dan dengan menghadirkan beberapa saksi dari pihak-pihak yang berkepentingan. Teknik pengalihan utang di atas adalah dengan menulis dan menghadirkan beberapa saksi sesuai anjuran dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 282.

Mengenai teknis pemberian santunan yang diberikan muhil kepada muhal 'alaih, muhil terlebih dahulu mengembalikan nominal uang milik muhal 'alaih. Ganti rugi melebihi apa yang tercantum dalam akad karena muhil merasa bahwa muhal 'alaih telah banyak membantu perkembangan usahanya. Pemberian ganti rugi di atas tentu tidak sesuai dengan syariat Islam, karena dalam kajian fikih, seseorang yang meminjamkan uang kepada orang lain tidak dapat meminta suatu nikmat apapun dari orang yang mendapat pinjaman, termasuk janji dari peminjam untuk membayar. lagi.

Fenomena di atas tentu menyedihkan, karena memang penulis telah terjerumus ke dalam jurang riba yang diharamkan dalam syariat Islam. Bagi warga Desa Nunggalrejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, khususnya pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihan utang (hiwalah) ini, yaitu Bpk. Ican (muhil), Bpk. Kerah (muhal) dan Bpk. Rusdi (muhal'alaih), bahwa dalam muamalah seharusnya . lebih memperhatikan prinsip-prinsip muamallah yang diajarkan oleh islam, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang diharamkan oleh islam.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

  • Daftar Nama Kepala Desa Nunggalrejo
  • Tata Guna Tanah Desa Nunggal Rejo
  • Penduduk Desa Nunggal Rejo Berdasarkan Jenis Kelamin
  • Penduduk Desa Nunggal Rejo Berdasarkan Mata Pencaharian

Tetapi kerana hadiah yang dimahukan lalat. alaih dan telah dimasukkan dalam perjanjian pemindahan hutang, maka perjanjian itu termasuk dalam riba. lebih memerhatikan prinsip muamalah yang diajar oleh Islam agar tidak terjerumus dalam perkara yang dilarang oleh Islam. Apakah syarat-syarat kontrak pemindahan hutang (hiwalah) yang anda ikat dengan muhal dan muhal 'alaih. Apakah kaedah yang anda muhal dan muhal 'alaih laksanakan supaya pemindahan hutang (hiwalah) yang dilakukan mempunyai asas hukum yang kukuh.

Apakah sebab anda mahu menerima pindahan hutang (hiwalah) yang dilakukan oleh muhil dan muhal 'alaih. Apakah syarat-syarat perjanjian pemindahan hutang (hiwalah) yang anda lakukan dengan muhil dan muhal 'alaih. Apakah kaedah yang dilakukan oleh tuan muhil dan muhal 'alaih agar pemindahan hutang (hiwalah) yang dilakukan mempunyai asas hukum yang kukuh.

Apakah syarat-syarat perjanjian pemindahan hutang (hiwalah) yang anda buat dengan muhal dan muhil. Apakah cara yang dilakukan oleh kamu, muhal dan muhil, bahawa pemindahan hutang (hivala) yang dibuat mempunyai asas hukum yang kukuh.

FOTO DOKUMENTASI
FOTO DOKUMENTASI

Gambar

FOTO DOKUMENTASI
Foto 1. Wawancara dengan Bapak Ican selaku muhil
Foto 3. Wawancara dengan Bapak Jaka selaku muhal

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi dan semua pihak yang mempunyai andil dalam proses penyelesaian studi saya di Institut Agama Islam Negeri

Then the form is added with the prefix di-, resulting in diperbaiki and diperbaharui (diperbarui). The formation of the word can be modeled as follows. The