• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Skripsi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Jember"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Oleh:

HANIFATUS SA’DIYAH NIM: 084144055

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2021

(2)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Oleh:

HANIFATUS SA’DIYAH NIM: 084144055

Disetujui Pembimbing

Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I.

NIP. 1964051119990320021

(3)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Hari : Rabu

Tanggal : 7 Juli 2021 Ketua

Dr. Rif’an Humaidi, M. Pd.I NIP. 197905312006041016

Sekretaris

Nina Sutrisno, M. Pd NIP. 198007122015032001 Anggota :

1. Dr. Nino Indrianto, M. Pd ( )

2. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I ( )

Menyetujui,

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I.

NIP. 1964051119990320021

(4)

Artinya : ...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...

(Q. S Ar- Ra’d Ayat 11).*

* Kementerian Agama. Mushaf Ayat Sudut dan Terjemah. (Kudus: Menara Kudus : 2017), 103.

(5)

Kedua orang tua saya Ibu Nur Hidayatus Sholihah dan Bapak Nur Ali (Almarhum) sebagai motivator tebesar dalam hidup saya yang tidak berhenti mendo’akan saya, memberikan semangat, memberikan kasih sayang yang tiada batasnya, membiayai dari awal hingga akhir, atas semua pengorbanan dan kesabarannya, sehingga bisa mengantarkan saya hingga saat ini.

Kakek Jamhari dan Nenek Niswatin (Almarhumah) yang telah memperjuangkan saya, sehingga saya bisa melanjutkan pendidikan hingga saat ini.

Suamiku Abdul Rohim, yang selalu memberikan arahan dan teguran untuk mewujudkan kesuksesan.

(6)

Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan limpahan nikmat-Nya sehingga Skripsi dengan judul “Implementasi Pembelajaran Matematika dengan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember Tahun Pelajaran 2020/2021” ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah menuntun ummatnya menuju agama Allah sehingga tercerahkanlah kehidupan saat ini.

Dalam penyusunan Skripsi ini, banyak pihak yang terlibat dalam membantu penyelesaiannya. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor Institut Agama Isilam Negeri Jember yang memberikan fasilitas memadai selama menuntut ilmu di Institut Agama Isilam Negeri Jember.

2. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember sekaligus dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya dalam memberikan nasihat dan saran demi terselesainya penyusunan skripsi.

3. Dr. H. Mashudi, M. Pd. Selaku wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Jember.

4. Dr. Rif’an Humaidi, M. Pd. I selaku Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang meluangkan waktunya untuk menyetujui judul

(7)

Islam Jember yang bersedia memberi tempat bagi penulis untuk melaksanakan penelitian.

6. Seluruh dewan guru dan karyawan Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember yang telah membantu dalam memperoleh data.

7. Perputakaan IAIN Jember yang telah menyediakan sebagian literature dalam penyusunan skripsi ini.

8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah memberi dukungan kepada penulis dalam bentuk do’a atau apapun dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini.

Jember, 28 Juni 2021 Penulis

Hanifatus Sa’diyah NIM : 084 144 055

(8)

Pelajaran 2020/2021.

Bernyanyi merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif terutama untuk anak-anak. Bernyanyi merupakan sebuah metode pembelajaran yang dapat dengan cepat meresap kedalam memori anak-anak, menyenangkan, membuat siswa tidak bosan dan jenuh. Sehingga, mata pelajaran yang sifatnya hafalan seperti matematika, kebanyakan siswa merasa malas. Tetapi Jika disandingkan dengan bentuk nyanyian pasti membuat anak mudah mengingatnya karena cepat tersimpan dalam memori otaknya.

Fokus penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana perecanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember?. (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember?. (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember?.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan perecanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember. (3) Mendeskripsikan evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus, penentuan subyek penelitian menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dan saldana. Sedangkan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber, dan trianggulasi teknik.

Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Perencanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember, yaitu perencanaan: guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengacu pada silabus, menentukan tujuan pembelajaran, membuat instrumen penilaian. (2) Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember, yaitu guru memberi arahan kepada peserta didik, guru menjelaskan dan memberikan contoh rumus-rumus matematika dengan menggunakan nyanyian-nyanyian yang menarik. (3) Evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember, evaluasi: menggunakan evaluasi individual dan kelompok.

(9)

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I : PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Definisi Istilah ... 8

F. Sistematika Pembahasan ... 11

BAB II : PEMBAHASAN A. Penelitian Terdahulu ... 12

B. Kajian Teori ... 18

1. Implementasi ... 18

2. Pembelajaran ... 19

(10)

6. Metode Menyanyi dalam Pelajaran Matematika ... 49

BAB III : METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 53

B. Lokasi Penelitian ... 54

C. Subyek Penelitian ... 54

D. Teknik Pengumpulan Data ... 55

E. Analisis Data ... 58

F. Keabsahan Data ... 59

G. Tahap Tahap Penelitian ... 60

BAB IV : PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Peneitian ... 62

B. Penyajian Data dan Analisis ... 66

1. Perencanaan Pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember ... 66

2. Pelaksanaan Pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember ... 74

(11)

C. Pembahasan Penelitian ... 85 1. Perencanaan Pembelajaran matematika dengan metode

bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember ... 85 2. Pelaksanaan Pembelajaran matematika dengan metode

bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember ... 88 3. Evaluasi Pembelajaran matematika dengan metode

bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A MI Unggulan Nuris Jember ... 92 BAB V : PENUTUP

A. Kesimpulan ... 96 B. Saran ... 97 DAFTAR RUJUKAN ... 98 LAMPIRAN LAMPIRAN

(12)

2.1 Orisinilitas Penelitian ... 16 4.1 Temuan Penelitian ... 82

(13)

4.1 Metode bernyanyi di Kelas III A MI Unggulan Nuris ... 76 4.2 Pembelajaran Matematika Menyenangkan ... 79

(14)

A. Konteks Penelitian

Pendidikan berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana pada zaman modern saat ini pendidikan menduduki peringkat pertama dalam memperbaiki moral anak bangsa.1 Pendidikan yang mampu mendukung perkembangan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Maka dari itu, dengan adanya pendidikan ini dapat dijadikan sebagai salah satu jalan untuk mengembangkan bahkan meningkatkan mutu pendidikan.

Peningkatan mutu pendidikan perlu ditunjang dengan adanya perkembangan dan perubahan di bidang pendidikan. Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan adalah melalui peningkatan kualitas pembelajaran, diantaranya adalah pembaharuan pendekatan atau peningkatan relevansi metode mengajar. Metode mengajar dikatakan relevan jika dalam prosesnya mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pembelajaran. Yang mana, pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar, yang di

1 Mukni’ah, Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum (K-13) (Jember: pustaka pelajar, 2016), 1.

(15)

dalamnya terkandung dua unsur pokok, yaitu unsur kegiatan guru dan unsur kegiatan siswa yang sejalan dan terarah untuk mencapai tujuan pembelajaran.2 Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari keberhasilan suatu proses pembelajaran. Suatu pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam membelajarkan siswanya, karena dalam proses belajar yang bertemu langsung dengan siswa adalah guru. Membelajarkan siswa dapat meliputi segala hal yang terkait proses pembelajaran, yakni kemampuan guru dalam menggunakan berbagai strategi, metode, serta media pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Banyak hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik dan menyenangkan bagi siswa agar semangat dan berkembang sepenuhnya selama proses belajar berlangsung.

Permasalahan umum yang sering terjadi di sekolah adalah rendahnya hasil belajar matematika. Siswa sering kali kesulitan memahami pelajaran matematika. Kegagalan siswa dalam memahami materi tentunya bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor siswa, faktor guru maupun materi pembelajarannya. Salah satu yang cukup berperan adalah materi pelajaran, karena selain berkaitan dengan kesesuaian dan kesiapan siswa, materi pelajaran matematika juga harus memperhatikan materi-materi sebelumnya sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke materi berikutnya.

Di Indonesia, matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib di setiap jenjang maupun jenis pendidikan dengan tingkat kesulitan yang

2 Hanun Asrohah, Perencanaan Pembelajaran (Surabaya: Kopertais IV Press, 2014), 9.

(16)

berbeda‐beda. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 Ayat 1, menyakatan bahwa kurikulum pendidikan dasar sampai menengah wajib memuat: pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal.3 Matematika juga dibahas dalam Al-Qur’an, seperti operasi penjumlahan yang terdapat pada surat Al-Kahfi ayat 25 yang berbunyi:



















Artinya: Dan mereka tinggal dalam gua tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. (Q.S. Al-Kahfi : 25)4

Ayat tersebut membahas tentang lamanya waktu pemuda yang tinggal di dalam gua, yaitu 300 ditambah 9 tahun, yang berarti 309 tahun, dan juga dari ayat tersebut mencerminkan bahwa dalam kehidupan manusia tidaklah terlepas dari matematika.

Masih banyak siswa yang merasa matematika sebagai mata pelajaran yang menakutkan, sulit, dan tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan tidak sedikitnya siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam mengerjakan matematika. Maka, dalam pembelajaran matematika membutuhkan kemampuan seorang guru yang khusus, yang mampu mengelola kelas.

Kemampuan yang dimaksud di sini adalah kemampuan guru dalam

3 Sekretariat Negara Republik Indonesia, Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

4 Kementerian Agama, Mushaf Ayat Sudut dan Terjemah (Kudus: Menara Kudus, 2016), 296.

(17)

memanfaatkan media dan metode yang bisa menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan, sehingga dapat menarik minat dan mengaktifkan siswa untuk mengikuti pelajaran, baik secara mandiri maupun kelompok. Salah satu cara menyenangkan yang bisa digunakan adalah bernyanyi.

Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Melalui kegiatan bernyanyi, suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan, membuat anak bahagia, menghilangkan rasa sedih, dan lebih bersemangat sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. Dengan bernyanyi pula, potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan, sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang).5

Metode bernyanyipun menjadi salah satu metode yang dapat menarik siswa dalam pembelajaran matematika. Selain itu, bernyanyi juga merupakan metode yang sederhana, namun berdampak luar biasa dalam ingatan anak.

Salah satu lembaga formal yang menggunakan metode bernyanyi adalah Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember. Pelajaran matematika ini telah diberikan dari kelas satu sampai kelas enam.

Pembelajaran matematika, pastilah menemukan suatu kendala atau faktor penghambat. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibu Intan Wulandari, S. Pd selaku guru kelas III A di MI Unggulan Nuris Jember, di antara kendala dalam pembelajaran matematika adalah penguasaan materi

5 Novan Ardy Wiyani dan Barnawi, FORMAT PAUD: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2014), 131.

(18)

yang masih minim.6 Pada observasi awal, banyak siswa yang belum menguasai materi, khususnya pada materi bangun ruang dan bangun datar di kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember, sehingga memperlambat kinerja anak dalam mengerjakan soal. Sedangkan yang diinginkan oleh guru adalah seluruh siswa mampu menguasai materi. Hal ini disebabkan oleh pengajaran di semester ganjil guru hanya menggunakan metode ceramah, sehingga siswa bosan dan malas untuk menghafal rumus.7 Diadakannya penelitian di kelas III A, karena kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember mengangkat nyanyian-nyanyian yang berkaitan dengan materi yang inovatif untuk mempermudah siswa dalam menghafal rumus. Tingkat penguasaan terhadap matematika yang diberikan kepada siswa tidak akan maksimal apabila metode pengajaran diberikan tidak tepat. Untuk itu, pemilihan metode adalah hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan direncanakan. Begitu juga pembelajaran matematika, dengan nyanyian di kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember bertujuan untuk membantu siswa memperkaya hafalan rumus dan penguasaan materi dengan baik.

Perubahan yang terjadi setelah seseorang belajar akan menunjukkan suatu hasil yang dapat dikatakan sebagai hasil belajar. Di sekolah, siswa dapat ditentukan hasil belajarnya setelah melakukan evaluasi. Hasil belajar didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai dalam suatu usaha. Berusaha untuk mengadakan perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut

6 Intan Wulandari, diwawancara oleh Penulis, Jember, 09 April 2021.

7 Observasi di MI Unggulan Nuris Jember, 06 April 2021.

(19)

tentunya yang diharapkan oleh siswa, guru dan orang tuan siswa itu sendiri sebagai prestasi atau hasil belajar. Hasil belajar hanya akan diingat dan dirasakan manfaatya oleh siswa bila ikut terlibat aktif.

Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka peniliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Metode Bernyanyi pada Pembelajaran Matematika di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember Tahun Pelajaran 2020/2021”.

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan uraian konteks penelitian tersebut, maka fokus peenelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perecanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas III A di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021?

2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021?

3. Bagaimana evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021?

(20)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarakan fokus penelitian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan perecanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021.

2. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021.

3. Mendeskripsikan evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember tahun pelajaran 2020/2021.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada beberapa pihak, antara lain:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan tentang implementasi metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika untuk lembaga madrasah yang bersangkutan, yakni Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember dan dapat menjadikan refrensi di lembaga perguruan tinggi, khususnya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

(21)

2. Manfaat Praktis

a. Manfaat bagi Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember Penilitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran atau sebagai bahan masukan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan judul tersebut.

b. Manfaat bagi IAIN Jember

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan konstribusi nyata bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Penilitian ini berguna sebagai sumber tambahan dalam memperoleh informasi bagi calon peneliti lain yang akan melakukan penelitian sejenis.

c. Manfaat bagi Guru

Penilitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang lebih efektif dalam memberikan pemahaman matematika.

d. Manfaat bagi Peneliti

Penilitian ini guna mempraktekkan ilmu selama perkuliahan, serta menjadi tolak ukur seberapa dalam pengetahuan dan wawasan terkait kemampuan peneliti dalam mengembangkan potensi akademik khususnya dalam penulisan karya ilmiah.

E. Definisi Istilah

Definisi istilah yang akan dilakukan dalam penelitian ini untuk menghindari kesalhpahaman terhadap makna istilah sebagaima yang dimaksud oleh peneliti. Definisi istilah ini bersisi tentang istilah-istilah

(22)

penting yang menjadi titik perhatian dari judul penelitian tersebut. Adapun beberapa definisi istilah yang perlu diuraikan sebagai berikut:

1. Implementasi

Implementasi adalah pelaksanaan, penerapan sesuatu yang nantinya memberikan dampak baik berupa pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap.

2. Pembelajaran matematika

Pembelajaran merupakan proses transfer knowledge yang dilakukan oleh guru dan siswa melalui interaksi keduanya. Hal utama yang harus ditekankan dalam kegiatan pembelajran adalah pembelajaran yang yang tidak hanya bertumpu kepada kegiatan guru atau siswa saja, tetapi guru dan siswa bersama-sama dalam membangun pembelajaran yang interaktif di antara mereka.8

Kata Matematika berasal dari perkataan latin Mathematika yang mulanya diambil dari bahasa Yunani Mathematike yang berarti mempelajari, kata tersebut mempunyai asal katanya mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu (Knowledge Science). Kata Mathematike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu Mathein atau Mathenein yang artinya belajar (berfikir). Jadi, berdasarkan asal katanya matematika berarti ilmu pengetahuan yang di dapat dengan berfikir (bernalar).9

8 Mukni’ah, Perencanaan Pembelajaran, 11.

9 Hasan Sastra Negara, Konsep Dasar Matematika Untuk PGSD (Bandar Lampung : Aura Pubishing, 2014), 2.

(23)

Pembelajaran matematika yang dimaksud dalam judul ini adalah pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember.

3. Metode bernyanyi

Metode didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.10 Bernyanyi adalah mengeluarkan suara dengan syair-syair yang digunakan. Mengelola kelas dengan bernyanyi berarti menciptakan dan mengelola pembelajaran dengan menggunakan syair-syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersebut disesuaikan dengan materi-materi yang akan diajarkan.11

Metode bernyanyi yang dimaksud dalam judul ini adalah metode pembelajaran yang menggunakan nyanyian sebagai wahana belajar, yang merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh siswa, khususnya siwa Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember.

4. Meningkatkan hasil belajar siswa

Meningkatkan Hasil belajar siswa merupakan upaya peningkatan hasil dari proses pembelajaran yang dapat menghasilkan perubahan pada diri peserta didik yang tercermin dari kebiasaan, keterampilan, pengamatan, berfikir positif dan rasional serta berfikir kritis. Hal ini berarti bahwa peserta didik yang telah melalui proses belajar akan mengalami

10 Hamzah B. Uno, Model Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 2.

11 M. Fadlillah, Edutainment Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: Kencana, 2014), 42-43.

(24)

perubahan tingkah laku secara menyeluruh.12 Aspek perubahan mengacu pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Meningkatkan hasil belajar siswa yang dimaksud dalam judul ini adalah usaha peningkatan hasil belajar siswa dari pembelajaran matematika, yang dapat diterapkan untuk kedepannya.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, yang dimaksud dengan judul

“Implementasi Metode Bernyanyi pada Pembelajaran Matematika di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember Tahun Pelajaran 2020/2021.”

adalah penerapan atau pelaksanaan metode bernyanyi pada pembelajaran matematika di kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan berbentuk deskriptif naratif. Skripsi yang akan peneliti tulis terdiri dari lima bab, yang secara garis besarnya akan diuraikan di bawah ini.

Bab Satu, berupa pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sistematika pembahasan.

Bab Dua, berupa kajian kepustakaan yang mencakup penelitian terdahulu yang memiliki relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan serta memuat kajian teori.

12 Oemar Hamalik, Psikologi Belajar Mengajar (Bandung: Bumi Aksara, 2006), 30.

(25)

Bab Tiga, berupa metode penelitian yang mencakup pendekatan dan jenis pendekatan, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

Bab Empat, penyajian data dan analisis, yang berisi tentang hasil penelitian meliputi gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pembahasan temuan.

Bab Lima, penutup, yang berisi tentang kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti serta saran yang bersifat membangun.

(26)

A. Penelitian Terdahulu

Sebagai bahan acuan dan perbandingan, peneliti telah menemukan tiga skripsi yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini, yaitu:

1. Skripsi Nurul Hidayati Suprayitno dengan judul “Implementasi Metode Bernyanyi Angka dalam Mengembangkan keterampilan Membilang 1-10 Kelompok A di Raudhatul Athfal Islamiyah Lakarsantri Surabaya”

Program Studi PAI Institut Agama Islam Negeri Surabaya Tahun 2019.

Hasil dari penelitian ini adalah tahap siklus I, peningkatan keterampilan membilang anak berpredikat “MB” Mulai Berkembang, sedangkan di tahap siklus II rata-rata berpredikat “BSB” Berkembang Sangat Baik.

Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang metode bernyanyi, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Perbedaan dalam penelitian ini adalah Nurul Hidayati Suprayitno membahas tentang keterampilan membilang 1- 10.13

2. Skripsi Vera Triatnasari dengan judul “Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas 3 B Min 11 Bandar Lampung”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung Tahun

13 Nurul Hidayati Suprayitno “Implementasi Metode Bernyanyi Angka dalam Mengembangkan keterampilan Membilang 1-10 Kelompok A di Raudhatul Athfal Islamiyah Lakarsantri Surabaya” ( Skripsi : Program Studi PAI Institut Agama Islam Negeri Surabaya Tahun 2019), 13.

(27)

2018. Dari hasil penelitian pembelajaran Matematika dengan menggunakan pembelajaran metode bernyanyi dan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II, peningkatan jumlah peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 67. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang metode bernyanyi, hasil belajar siswa, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Perbedaan dalam penelitian ini adalah Vera Triatnasari menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas atau PTK.14

3. Skripsi Anis Sa’adah, dengan judul “Penerapan Strategi Bermain Cerita dan Menyanyi dalam Mengembangkan Pembelajaran Tematik Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Jember”. Program S1 Institut Agama Islam Negeri Jember Tahun 2018. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Perencanaan, guru menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2) Pelaksanaan, dilaksanakan dengan sangat menyenangkan karena mereka bisa bersenanng-senang dalam pembelajaran. 3) Evaluasi berjalan maksimal, siswa dapat bercerita di depan kelas dengan percaya diri, dan mampu menjawab soal dengan tepat. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode bernyanyi, analisis data menggunakan model Miles and

14 Vera Triatnasari, Penggunaan Metode Bernyanyi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas III B Min 11 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017 ( Skripsi : Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung Tahun 2018), 18.

(28)

Hubberman. Perbedaan dalam penelitian ini adalah Anis Sa’adah membahas tentang mengembangkan pembelajaran tematik.15

4. Sripsi Feny Rahmawaty, dengan judul Penggunaan Metode Menyanyi Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas I SD Ta’Mirul Islam Surakarta.

Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendiskripsikan penggunaan metode menyanyi memang dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa pada pembelajaran bahasa Arab. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan peneliti, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode menyanyi memang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Peningkatan-peningkatan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya beberpa indikator yang telah ditetapkan peneliti juga disertakan pula nilai-nilai ulangan yang dilakukan ketika penelitian berlangsung. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode bernyanyi. Perbedaan dalam penelitian ini adalah Feny Rahmawati membahas tentang mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab dan penggunaan Metode Penelitian Tindakan Kelas.16

15 Anis Sa’adah, “Penerapan Strategi Bermain Cerita dan Menyanyi dalam Mengembangkan Pembelajaran Tematik Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Jember”. (Skripsi : Institut Agama Islam Negeri Jember Tahun 2018), 12.

16 Feny Rahmawaty, Penggunaan Metode Menyanyi Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas I SD Ta’Mirul Islam Surakarta (Skripsi : Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2019), 13.

(29)

Tabel 2.1 Orisinilitas Penelitian

No

Peneliti, Institusi, danTahun Penelitian

Judul Perbedaan Persamaan

1 2 3 4 5

1.

Hidayati Suprayitno, IAIN Surabaya, 2019

Implementasi Metode

Bernyanyi Angka dalam

Mengembangkan keterampilan Membilang 1-10 Kelompok A di Raudhatul Athfal Islamiyah

Lakarsantri Surabaya

Pembahasan lebih spesifik kepada keterampilan membilang 1-10.

Sama sama

membahas tentang metode bernyanyi, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi,

wawancara dan dokumentasi

2.

Vera Triatnasari, IAIN Raden Intan

Lampung, 2017.

Penggunaan Metode

Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas 3 B Min 11 Bandar Lampung

Penggunaan Metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK.

Sama sama

membahas tentang metode bernyanyi, hasil belajar siswa, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi,

wawancara dan dokumentasi.

3.

Anis Sa’adah, IAIN Jember, 2018.

Penerapan Strategi Bermain Cerita dan Menyanyi dalam Mengembangkan Pembelajaran Tematik Siswa Madrasah

Ibtidaiyah Negeri 3 Jember

Pembahasan lebih menekankan pada pembelajaran Tematik.

Sama sama Menggunakan metode bernyanyi, analisis data

menggunakan model Miles and

Hubberman

4.

Feny

Rahmawaty, Universitas Muhammad iyah

Surakarta,

Penggunaan Metode

Menyanyi Dalam Rangka

Meningkatkan Motivasi Belajar

Pembahasan lebih menekankan pada pembelajaran Tematik. Dan metode Penelitian Tindakan Kelas

Sama sama

membahas tentang metode bernyanyi, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi,

(30)

2019. Pada

Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas I SD Ta’Mirul Islam Surakarta.

(PTK) wawancara dan

dokumentasi.

Berdasarkan tabel tesebut, dapat diketahui bahwa posisi penelitian ini bukanlah plagiasi atau meniru dari penelitian terdahulu, melainkan penelitian saat ini yang akan dilakukan yaitu untuk meneruskan dan mengembangkan dari penelitian terdahulu. Lebih tepatnya penelitian ini membahas tentang Implementasi Pembelajaran Matematika dengan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan fokus penelitian (1) Perecanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas III A di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember, (2) Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember, (3) Evaluasi pembelajaran matematika dengan metode bernyanyi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nuris Jember.

(31)

B. Kajian Teori

1. Implementasi Pembelajaran

Istilah implementasi bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan, maupun dunia manajemen, setiap guru setelah melakukan perancangan terhadap program ataupun rencana pastilah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan rencana tersebut agar sukses dan mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.

Secara bahasa, implementasi berarti pelaksanaan, penerapan.17 Secara Umum, implementasi adalah tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang telah disusun dengan matang, cermat dan terperinci.

Jadi, implementasi dilakukan jika sudah ada perencanaan yang baik dan matang, atau sebuah rencana yang telah disusun jauh jauh hari sebelumnya, sehingga sudah ada kepastian dan kejelasan akan rencana tersebut. Implementasi merupakan penyediaan sarana untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu. Yaitu suatu kegiatan yang direncanakan serta dilaksanakan dengan serius dan mengacu pada norma-norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. 18

Dari pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi merupakan tindakan dari sebuah rencana yang sudah

17 Nurdin Usman, Implementasi Pembelajaran, (Yogyakarta, Rajawali Press, 2011), 34.

18 Usman, 35.

(32)

disusun matang. Implementasi menitikberatkan pada sebuah pelaksanaan nyata dari sebuah perencanaan.

2. Konsep Pembelajaran a. Pengertian Pembelajaran

Menurut Achjar Chalil pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.19

Istilah pembelajaran berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Bab Pertama, adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.20 Jadi interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar yang lain dalam lingkungan belajar disebut pembelajaran.

Sebagaimana dikutip oleh Abdul Majid, berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku, sebagai hasil dari pengalaman individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.21

Berdasarkan beberapa pengertian pembelajaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sebagai perubahan dalam perilaku peserta didik sebagai hasil interaksi antara dirinya dengan

19 Achjar Chalil dan Hudaya Latuconsina, Pembelajaran Berbasis Fitrah, (Jakarta: Balai Pustaka, 2016),67.

20 Sekretariat Negara Republik Indonesia, Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

21 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), 4.

(33)

pendidik dan/atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b. Tujuan Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bertujuan. Tujuan ini harus searah dengan tujuan belajar siswa. Tujuan belajar siswa adalah mencapai perkembangan optimal, yang meliputi : aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Dengan demikian tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat mencapai perkembangan optimal dalam ketiga aspek tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa melakukan kegiatan belajar, sedangkan guru melaksanakan pembelajaran, kedua kegiatan itu harus bisa saling melengkapi.22 c. Prinsip Pembelajaran

Banyak teori dan prinsip- prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan juga perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya.23 Prinsip- prinsip tersebut diantaranya

adalah :

22 Tim MKDK IKIP Semarang, Belajar dan Pembelajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Semarang: Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Fak. Ilmu Pendidikan 2006), 12.

23 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 42.

(34)

1) Perhatian dan Motivasi

Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar sehingga peserta didik akan merasakan kenyamanan dalam menyampaikan suatu pendapat. Sedangkan motivasi itu minat siswa, dimana kegiatan pembelajaran yang menarik akan menimbulkan siswa tertarik perhatiannya sehingga dia termotivasi untuk mempelajarinya.

2) Keaktifan

Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan- keterampilan, dan sebagainya.

Contoh kegiatan psikis, misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan dan lain sebagainya.

3) Pengulangan

Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan adalah teori Psikologi Daya. Menurut teori ini, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan, maka

(35)

daya-daya tersebut akan berkembang dan sempurna. Seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam.24

2. Pembelajaran

a. Perencanaan pembelajaran

Berkenaan dengan perencanaan, William H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques Of Organization And Management: “Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu serta penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.”

Sedangkan menurut Terry menyatakan, bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan, untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat kedepan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang.25

Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran, serta penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada

24 Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, 44-46.

25 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2013), 15.

(36)

masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.26 Perencanaan proses pembelajaran yang baik tentu akan berdampak pada proses pembelajaran yang baik pula. Oleh sebab itu, dalam penyusunan perencanaan dibutuhkan pedoman, sehingga perencanaan pembelajaran berfungsi sebagaimana mestinya. Menurut Wina Sanjaya, perencanaan proses pembelajaran meliputi program menyusun alokasi waktu, program tahunan, program semester, silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

b. Pelaksanaan pembelajaran

Adapun komponen yang meliputi pelaksanaan yaitu:

1) Materi pembelajaran

Bahan atau materi pelajaran (learning materias) adalah segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan kopetensi dasar dalam rangka pencapaian standar kopetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu.27 Materi pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, bahkan dalam pengajaran yang berpusat pada materi pelajaran, materi pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran.

Besar kecilnya materi yang di sampaikan atau ruang lingkup yang sangat bergantung pada karakteristik perta didik dan jenis materi yang di pelajari. Umumnya ruang lingkup materi sudah

26 Majid, Perencanaan Pembelajaran, 17.

27 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta :Kencana 2008) 141.

(37)

tergambar pada saat penentuan tujuan pembealajaran. Materi pelajaran umumnya merupakan gabungan antara jenis materi yang berbentuk pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

2) Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ”tengah, perantara, pengantar”. Zainal Aqib menyatakan bahwa media itu merupakan perantara atau pengantar . Sedangkan media pembelajaran itu adalah segala sesuatu yang dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk menyalurkan sebuah pesan dan merangsang terjadinya proses belajar pada peserta didik.28

Jadi yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah alat bantu yang di gunakan guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman peserta didik tentang materi yang di sampaikan.

3) Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan

28 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran ( Jakarta: Rajagrafindo Persada 2013), 3.

(38)

suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data.29

3. Metode Bernyanyi

a. Pengertian Metode Bernyanyi

Metode bernyanyi adalah metode pembelajaran yang menggunakan nyanyian sebagai wahana belajar, yang merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Melalui bernyanyi, suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan, membuat anak bahagia, menghilangkan rasa sedih, dan lebih bersemangat sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. Dengan bernyanyi pula, potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang).30

Sejarah kehidupan Rasulullah SAW membuktikan bahwa beliau tidak melarang nyanyian yang tidak mengantar kepada kemaksiatan ataupun kemurkaan Allah. Bukankah sangat populer di kalangan ummat Islam lagu-lagu yang dinyanyikan oleh kaum Anshar di Madinah dalam menyambut Rasulullah SAW ?

29 Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Bandung: PT. Remaja rosdakarya, 2010), 3.

30 Wiyani dan Barnawi, Format Paud, 131.

(39)

ِعاَدَوْلا ِتاَيِنَث ْنِم اَنْ يَلَع ُرْدَبْلا َعَلَط ِعاَد ِهّلِلا اَعَداَم اَنيَلَع ُرْكُّشلا َبَجَو

Nyanyian tersebut merupakan lagu yang dibawakann oleh kaum Anshor dengan niatan untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW, maka dari itu hukum nyanyian tersebut tergantung kepada niat orang yang menyanyikannya, niat yang baik akan merubah perbuatan yang tidak berguna menjadi sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan merubah sendau gurau menjadi suatu ketaatan.

Sebaliknya jika dengan niat yang buruk maka dapat merusak amal perbuatan yang lahiriyahnya ibadah dan batinnya riya’ serta mendatangkan murka dari Allah SWT.31

Bernyanyi merupakan mengeluarkan suara dengan syair-syair yang digunakan. Mengelola kelas dengan bernyanyi berarti menciptakan dan mengelola pembelajaran dengan menggunakan syair-syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersebut disesuaikan dengan materi-materi yang akan diajarkan. Menurut pendapat beryanyi membuat suasana belajar menjadi riang dan bersemangat sehingga perkembangan anak dapat distimulasi secara lebih optimal.32

Dengan uraian tersebut memberikan gambaran bahwa kegiatan bernyanyi tidak bisa terlepaskan dengan anak usia dini. Anak sangat suka bernyanyi sambil bertepuk tangan dan juga menari. Dengan

31 Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, “Muhammad My Beloved Prophet Teladan Sepanjang Zaman” (Jakarta: Qithi Press, 2018), 203.

32 M. Fadlillah, Edutainment Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: Kencana, 2014), 42-43.

(40)

menggunakan nyanyian dalam setiap pembelajaran anak akan mampu merangsang perkembangannya, khususnya dalam berbahasa dan berinteraksi dengan lingkungannya.33

Bernyanyi adalah satu strategi dalam menyampaikan pesan dan kesan. Bernyanyi merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif terutama untuk anak-anak. Metode ini telah dimanfaatkan oleh para guru dalam dunia pendidikan, tidak saja pada pendidikan Anak usia dini, TK, SD bahkan sampai sekolah menengah. Tanpa disadari dari kecil kita telah belajar melalui bernyanyi yang sering disenandungkan. Hal ini membuktikan bahwa nyanyian merupakan sebuah model pembelajaran yang dapat dengan cepat meresap kedalam memori anak didik. Maka mencoba membahas nyanyian sebagai salah satu kreasi guru dalam menciptakan model pembelajaran yang menyenangkan, yang membuat siswa tidak bosan dan jenuh. Apalagi mata pelajaran yang sifatnya hafalan, sering membuat anak malas, tapi bila disandingkan dengan bentuk nyanyian pasti membuat anak mudah mengingatnya karena cepat tersimpan dalam memorinya.

Bernyanyi tidak hanya dilakukan dalam proses belajar saja, kegiatan bernyanyi juga dapat dilakukan sebagai selingan dan energizer ketika akan memulai pembelajaran dan disaat anak didik mulai jenuh dan bosan belajar. Kegiatan bernyanyi merupakan salah

33 Fadillah, 43.

(41)

satu kegiatan yang digemari oleh anak- anak. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan, lebih- lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti gerakan tubuh yang sederhana dengan menggunakan alat bantu pembelajaran. Menurut Safrina, bernyanyi adalah salah satu kegiatan yang sudah dilakukan manusia sejak usia dini dan bernyanyi juga merupakan suatu bentuk kegiatan seni untuk mengungkapkan pikran dan persaan melalui suaranya.

Ortiz dalam Rasyid mengatakan bahwa musik dengan nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan perasaan tertentu seperti rasa senang, lucu, haru dan kagum. Bernyanyi dalam latihan gerak tubuh sangat berhubungan erat, karena irama lagu dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf, serta dapat pula memberikan latihan pada tenggorokan dan kerongkongan. Melihat dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa bernyanyi merupakan suatu aktivitas yang mengekspresikan rasa yang ada dalam diri manusia melalui nada, kata-kata dan gerak.34

Anak-anak akan banyak belajar kata-kata baru, sehingga dapat memperkaya pembendaharaan kata mereka dan lebih terampil dalam mempergunakannya. Tantranurandi mengungkapkan metode bernyanyi adalah suatu metode yang melafazkan suatu kata atau kalimat yang dinyanyikan. Sejalan dengan pendapat tersebut Otib

34 Fera Diana, “Penerapan Metode Bernyanyi Dengan Menggunakan Alat Bantu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Di Kelompok B2 Taman Kanak- Kanak Aisyiyah II Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan”,(Skripsi IAIN Bengkulu : 2018), 45.

(42)

Satibi berpendapat bahwa metode bernyanyi adalah suatu metode yang melakukan pendekatan pembelajaran secara nyata yang mampu membuat anak senang dan gembira melalui ungkapan kata atau nada.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas maka ditarik kesimpulan bahwa metode bernyanyi merupakan metode yang menekankan pada kata-kata yang dilagukan dengan suasana menyenangkan sehingga anak tidak merasa jenuh.35

Penggunaan lagu dalam pembelajaran merupakan salah satu alternatif untuk dapat membangkitkan motivasi belajar. Melalui lagu suasana pembelajaran menjadi lebih santai dan materi pembelajaran biasanya dapat dengan cepat dihafal. Penggunaan metode pembelajaran yang belum maksimal dapat mempengaruhi dalam melaksanakan sesuatu pembelajaran. Materi pelajaran yang disampaikan dengan menggunakan metode pembelajaran itu lebih evektif daripada pembelajaran tanpa menggunakan metode pembelajaran.

b. Manfaat Metode Bernyanyi

Menurut Syamsuri Jari, sebagaimana dikutip oleh Setyoadi menyebutkan bahwa di antara manfaat penggunaan bernyanyi dalam pembelajaran yaitu:

1) Sarana relaksasi dengan menetralisasi denyut jantung dan gelombang otak.

35 Fera Diana, “Penerapan Metode Bernyanyi Dengan Menggunakan Alat Bantu Pembelajaran, 45

(43)

2) Menumbuhkan minat dan menguatkan daya tarik pembelajaran.

3) Menciptakan proses pembelajaran lebih humanis dan menyenangkan.

4) Sebagai jembatan dalam mengingat materi pembelajaran.

5) Membangun retansi dan menyentuh emosi dan ranestetika siswa.

6) Proses internalisasi nilai yang terdapat pada materi pembelajaran.

7) Mendorong motivasi belajar siswa.36

Selain itu, dari hasil pengembangan penelitian ternyata bernyanyi juga dapat melatih seorang anak dalam perkembangan bahasanya. Dengan nyanyian yang sederhana, setiap kata yang ada dalam nyanyian tersebut dapat diikuti oleh anak. Dengan sering mengadakan bernyanyi untuk anak-anak secara tidak langsung akan merangsang perkembangan berbahasa anak.

Menurut Yeni Rachmawati kegiatan bernyanyi dengan menggunakan musik akan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai berikut:

1) Melatih kepekaan rasa dan emosi.

2) Melatih mental anak untuk mencintai keselarasan, keharmonisan, keindahan dan kebaikkan.

3) Mencoba mengungkapkan isi atau maksud perasaan .

4) Meningkatkan kemampuan mendengar pesan dan menyelaraskan gerak terhadap musik yang didengar.

36 M. Fadlillah, Edutainment Pendidikan Anak, 44

(44)

5) Meningkatkan kemampuan mendengar dengan mengamati sifat atau watak.

6) Meningkatkan kepekaan terhadap isi dan pesan musik atau nyanyian.37

Sukses tidaknya menggunakan metode beryanyi dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pendidik sendiri dan lagu yang akan dibawakannya. Bila pendidik pandai bernyanyi atau membawakan lagu, khususnya lagu anak-anak, tentu anak akan senang mendengar dan mengikutinya. Namun, bila dalam membawakan lagu sangat buruk, pasti anak akan merasa bosan dan bahkan malas mendengar, apalagi mengikutinya. Kemudian untuk model lagunya, perlu dicari lagu yang sesuai dengan usianya. Jangan sampai lagu orang-orang dewasa dinyanyikan oleh anak-anak. Selain tidak sesuai dengan usianya, lagu juga sulit dimengerti dan dipahami oleh anak-anak. Oleh karenanya, sebelum menggunakan metode bernyanyi dalam kegiatan pembelajaran, alangkah baiknya pilihlah lagu yang sesuai dengan karakteristik usia mereka. Supaya anak-anak dapat mengerti dan memahami dengan mudah lagu yang telah dinyanyikan, baik mudah mengikutinya maupun mudah mengambil makna-maknanya.

Dari uraian tersebut di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas berbasis bermain dan bernyanyi adalah mengatur, mengarahkan,

37 Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati, Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Taman Kanak-Kanak (Jakarta: Kencana, 2010), 64.

(45)

dan melakukan pembelajaran dengan menggunakan cara bermain dan bernyanyi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Hal ini, dalam rangka menciptakan pembelajaran berbasis edutainment, yakni pengelolaan kelas yang asyik dan menyenangkan.

Manfaat bermain dan bernyanyi ialah dapat membawa suasana pembelajaran menjadi asyik dan menyenangkan, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pembelajaran.

Selain itu, bermain dan bernyanyi juga dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.38

c. Kelebihan dan Kelemahan Bernyanyi

Setiap metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan oleh para pengajar di kelas tentu memiliki keunggulannya masing-masing.

Ada beberapa kelebihan dari metode ini, yaitu:

1) Metode ini cocok untuk digunakan pada kelas kecil.

2) Dapat membangitan semangat belajar para anak-anak karena suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan.

3) Membantu guru dalam upaya pengembangan pendidikan karakter, yaitu nilai karakter bersahabat/komunikatif karena terjadi interaksi yang baik antar warga kelas.

4) Memungkinkan guru menguasai keadaan kelas.

38 M. Fadlillah, Edutainment Pendidikan Anak, 47.

(46)

5) Lirik lagu dapat digunakan berulang-ulang walaupun pada kelas yang berbeda tapi dengan materi yang sama.39

Namun disamping keunggulannya seperti yang disebut di atas, metode ini juga memiliki kekurangan, antara lain:

1) Sulit digunakan pada kelas besar.

2) Hasilnya akan kurang efektif pada anak pendiam atau tidak suka bernyanyi.

3) Suasana kelas yang ramai, bisa mengganggu kelas yang lain.40 4. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil belajar

Hasil belajar merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dapat menghasilkan perubahan pada diri peserta didik yang tercermin dari kebiasaan, keterampilan, pengamatan, berfikir positif dan rasional serta berfikir kritis. Hal ini berarti bahwa seseorang atau peserta didik yang telah melalui proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya.41

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah mengalami aktifitas belajar.42 Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.

39 M. Fadlillah, Edutainment Pendidikan Anak, 47.

40 Fadlillah, 48.

41 Hamalik, Psikologi Belajar Mengajar, 30.

42 Anni Mulyani, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Reneka Cipta, 2016), 3-4.

(47)

Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.43

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran.

Nana Sudjana juga mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencangkup bidang kognitif, efektif, dan psikomotorik.44

Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah siswa memberikan pengalaman belajarnya.45 Hasil belajar merupakan prestasi belajar belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan prilaku yang bersangkutan.

Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung.46

Menurut Hamalik, hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku diri seseorang yag dapat di amati dan di ukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat

43 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Reneka Cipta, 2016),6.

44 Nana Sudjana, Penilaian Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2015),22.

45 Nana Sudjana, 22.

46 E. Mulyasa, Strategi Belajar Mengajar (Bandung, Pusat Pustaka Setia, 2008), 2.

(48)

diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik, sebelumnya yang tidak tahu menjadi tahu.47

Berdasarkan pengerian hasil belajar tersebut, dapat disimpulkan hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar yang telah disampaikan oleh guru dan kemampuan tersebut mencapai aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan dapat di pahami bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan dan keterampilan yang di miliki oleh peserta didik setelah mengikuti aktivitas belajar.

b. Klasifikasi hasil belajar

Berikut merupakan klasifikasi hasil belajar yang disampaikan oleh Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yaitu :

1) Ranah kognitif

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri :

a) Pengetahuan atau ingatan

Pengetahuan atau ingatan termasuk ranah kognitif yang paling rendah. Kemampuan ini merupakan kemampuan memanggil kembali fakta yang disimpan oleh otak untuk merespon suatu masalah.

47 Oemar Hamalik, Kurikulum Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 10.

(49)

b) Pemahaman

Pemahaman ini lebih tinggi dari pada pengetahuan atau ingatan, misalnya peserta didik dapat menjelaskan dengan baik susunan kalimat yang telah dibuatnya, peserta didik dapat membaca atau mendengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan, atau menggunakan contoh kasus lain. Dalam Taksonomi Bloom, pemahaman ini setingkat lebih tinggi dari pada pengetahuan.

c) Aplikasi

Aplikasi adalah peserta didik dapat memberikan tindakan dari pemahamannya tersebut, dalam istilah lain aplikasi merupakan penggunaan abstraksi pada situasi atau situasi khusus. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide, teori, atau petunjuk teknis. Menerapkan abstraksi ke dalam situasi baru disebut aplikasi. mengulang-ulang menerapkannya pada situasi lama akan beralih menjadi pengetahuan hafalan atau keterampilan.

d) Analisis

Analisis adalah usaha memilah-milah sesuatu menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang jelas susunannya. Analisis merupakan kemampuan yang lebih lengkap lagi, yang memanfaatkan kecakapan dari ketiga tingkatan sebelumnya (pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi). Dengan analisis

(50)

diharapkan peserta didik mempunyai pemahaman yang lebih menyeluruh dan dapat memilah-milah sesuatu menjadi bagian- bagian yang terpadu. Bila analisis telah dapat berkembang pada peserta didik, maka ia akan dapat mengaplikasikannya pada situasi baru secara kreatif.

e) Evaluasi

Kemampuan menilai isi pelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu. Dalam evaluasi, siswa diminta untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai suatu kasus.48

2) Ranah afektif

Ranah afektif berhubungan dengan sikap dan nilai. Penilaian hasil belajar afektif biasanya kurang mendapat perhatian dari guru.

Para guru lebih banyak menilai peserta didik dari segi kognitif saja.

Ranah afektif ini tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pembelajaran, disiplin dalam belajar, motivasi dalam belajar, dapat menghargai guru dan teman sekelasnya dengan baik, memiliki kebiasaan belajar tertentu, dan hubungan sosial yang baik pula. Hasil belajar ranah afektif terdiri:

a) Penerimaan (Receiving/ Attending), yakni peserta didik peka menerima rangsangan (stimulasi) dari luar, baik dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dan lain-lain.

48 Dimyati dan Mudjiono, Belajar, 203.

(51)

b) Jawaban atau reaksi (Responding), yakni reaksi yang diberikan oleh peserta didik terhadap stimulus yang diperoleh dari luar.

Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.

c) Penilaian (Valuing), yakni berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap rangsangan atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk di dalamnya ada kesediaan menerima nilai latar belakang atau pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

d) Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan antar nilai satu dengan nilai yang lain, pemantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya.

Yang termasuk ke dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sisterm nilai, dan lain-lain.

e) Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Dalam hal ini peserta didik dapat membentuk kepribadian yang baik.

3) Ranah Psikomotorik

Ranah psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu dan lebih mengarah kepada gerakan yang dilakukan peserta didik. Beberapa ahli mengklasifikasikan hasil belajar psikomotorik. Taksonomi yang

(52)

paling banyak digunakan adalah taksonomi hasil belajar psikomotorik dari Simpson yang mengklasifikasikan hasil beajar psikomotorik menjadi enam, yaitu:

a) Persepsi, merupakan kemampuan hasil belajar psikomotorik yang paling rendah. Persepsi adalah kemampuan membedakan suatu gejala dengan gejala lain.

b) Kesiapan, merupakan kemampuan menempatkan diri untuk memulai suatu gerakan.

c) Gerakan terbimbing, merupakan kemampuan melakukan gerakan meniru model pembelajaran yang dicontohkan.

d) Gerakan terbiasa, merupakan kemampuan melakukan gerakan tanpa ada model contoh. Kemampuan dicapai karena latihan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan.

e) Gerakan kompleks, merupakan kemampuan melakukan serangkaian gerakan dengan cara, urutan, dan irama yang tepat.

f) Kreativitas, merupakan kemampuan menciptakan gerakan- gerakan baru yang tidak ada sebelumnya atau mengombinasikan gerakan-gerakan yang ada menjadi kombinasi gerakan baru yang orisinal.49

49 Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), 52.

Gambar

Tabel 2.1  Orisinilitas Penelitian
Tabel 4.1  Temuan Penelitian
gambar  (piktogram),  diagram  batang,  atau  diagram  garis untuk  menyelesaik an masalah
8. Gambar di bawah ini yang merupakan jaring-jaring balok adalah . . . .

Referensi

Dokumen terkait

Observasi tidak berstruktur adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan tidak memakai guide (pedoman) observasi dan inilah yang peneliti gunakan.. peneliti juga tidak

Pedoman Observasi Hari : Selasa Tanggal : 08 Desember 2020 Waktu, Tempat : 03.47 Rumah Valencia NO Aspek Yang di Amati Uraian 1 2 3 2 Melihat kegiatan strategi

Dalam proses pembelajan agama, menurut saya karena kita memiliki mata pelajaran agama yang kompleks itu membantu saya dalam menjelaskan dan membantu dalam proses penerapan metode yang

Mintalah siswa untuk mengamati kartu tersebut satu persatu, lalu teruskan kepada siswa yang lain sampai semua siswa kebagian, jika disajikan dengan cara permainan, letakkan kartu-kartu

mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan bahkan dengan alam sekalipun.16 Jadi yang dimaksud dengan Implementasi Strategi Pembelajaran Afektif dalam Membentuk Akhlak Siswa di SMP

Ia mengatakan: “selain menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi kami juga memakai sistem hafalan mbak, setiap anak wajib menghafal nadhom beserta materi ilmu tajwid dalam

Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan

Strategi Potongan Harga dan Potongan pembelian Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti di Home Industri Roti ARLI FOOD Desa Gambirono Kecamatan