• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
180
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk menciptakan suasana belajar mengajar atau proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi yang dimilikinya. Permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran antara lain: penggunaan metode atau model pengajaran yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi kelas serta karakter siswa, cara penyampaian materi yang kurang baik dalam artian. tidak menyenangkan karena menarik perhatian siswa dalam pembelajaran adalah hal yang terpenting, atau yang terpenting harus dilakukan oleh guru, jumlah siswa terlalu banyak, lingkungan berisik. Pada saat proses pembelajaran, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran; hanya sebagian kecil yang memperhatikan dan juga memahami materi yang diajarkan dan cenderung hanya mendengarkan saja, kalaupun guru bertanya kepada siswa apakah mereka memahami materi mereka cenderung diam meskipun mereka tidak memahaminya dengan materi yang diajarkannya.

Selain itu pendekatan Joyfull Learning dapat menjadi salah satu alternatif proses pembelajaran yang dapat digunakan karena pendekatan Joyfull Networking akan mendorong atau menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat menarik perhatian siswa terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pendekatan Joyfull network merupakan metode yang sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran karena dapat mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Rumusan Masalah

Di bawah ini akan disajikan data deskriptif dan gambaran hasil belajar siswa Kelas IX setelah diberikan treatment yaitu pendekatan Joyfull Learning. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada akhirnya hasil belajar matematika siswa kelas IX setelah penerapan pendekatan Joyfull Learning memenuhi kriteria keefektifan. Analisis data hasil belajar siswa setelah diterapkan pendekatan Joyfull Learning menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 46 siswa sebagai subjek penelitian, terdapat 42 siswa (91,3%) yang tuntas dan 4 siswa (8,7%). %) %) tidak lengkap.

Dengan demikian peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IX SMPNEGERI 1 PALLANGGA setelah diterapkan pendekatan Joyfull Learning Nerada berada pada kategori tinggi. Hasil belajar siswa setelah diterapkan pendekatan Joyfull Learning menunjukkan rata-rata nilai siswa kelas IX sebesar 83,5 dan termasuk dalam kategori tinggi.

Description: The function y  x 2  graph is blue,  y   x 2  is red,  2x 2
Description: The function y  x 2 graph is blue, y   x 2 is red, 2x 2

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pre-test-post-test) berdistribusi normal. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui pendekatan klasik Joyfull Learning lebih dari 80%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan setelah menggunakan pendekatan Joyfull Learning memenuhi kriteria keefektifan.

Batasan Istilah

Kajian Pustaka

  • Efektivitas pembelajaran
  • Hasil belajar, respons siswa, aktivitas siswa
  • Hakikat Matematika
  • Joyfull Learning
  • Materi Ajar

Penelitian Relevan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Joyfull Learning dengan metode tugas efektif meningkatkan prestasi siswa pada materi koloid untuk meja kelas yaitu. 1,68 untuk prestasi belajar kognitif dan nilai thitung sebesar 3,02 lebih tinggi dari nilai tabel yaitu 1,68 untuk prestasi belajar afektif. Hasil uji pengurangan dengan dua mean menunjukkan bahwa rata-rata skor tes kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan rata-rata skor tes kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas kontrol.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa dari kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa dari kelas kontrol. Hasil observasi menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran CIRC berbasis Joyfull Learning lebih tinggi dibandingkan dengan persentase aktivitas siswa pada pembelajaran eksplanasi, dan aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran CIRC berbasis Joyfull Learning memenuhi kriteria sangat baik.

Kerangka Pikir

Salah satunya dengan pendekatan Joyfull Learning, perlu adanya peningkatan pemahaman tentang cara menggunakan pendekatan Joyfull Learning karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang menyenangkan yang dapat digunakan pada saat proses pembelajaran. Pendekatan Joyfull Learning juga akan sangat bermanfaat karena dapat menghilangkan perasaan bosan, depresi, lelah dan mengantuk pada siswa. Keunggulan pendekatan Joyfull Learning antara lain: (1) banyak strategi yang dapat digunakan, (2) penyampaian materi lebih bervariasi, (3) merangsang kreativitas dan aktivitas siswa, (4) suasana pembelajaran santai dan menyenangkan .

Dengan pendekatan Joyfull Learning ini dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang menyenangkan. Dengan pendekatan Joyfull Learning ini juga diharapkan mampu membuat proses pembelajaran khususnya matematika menjadi lebih efektif sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar dan aktivitas siswa.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Definisi Operasinal Variabel
  • Prosedur Pelaksanaan Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Kriteria Keefektifan

Jika t > t (1 – 𝛼) berarti hasil belajar matematika siswa lebih tinggi dari 74 (KKM = 75) 2) Uji hipotesis didasarkan pada gain (peningkatan) dengan menggunakan tes. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dinilai sangat rendah sebelum diperkenalkannya pendekatan Joyfull Learning. Analisis data hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan atau sebelum diperkenalkannya pendekatan Joyfull Learning menunjukkan bahwa dari jumlah seluruh siswa terdapat 46 siswa (100%) yaitu 46 siswa yang belum mencapai kesempurnaan minimal. (KKM), yaitu mendapat skor 46.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Hasil Analisis Statistik Deskriptif
  • Hasil Analisis Statistik Inferensial

Uji normalitas dimaksudkan untuk melihat apakah data hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika hasil belajar matematika siswa dikategorikan ke dalam 5 kategori nilai, maka distribusi frekuensi dan persentase yang dicapai adalah sebagai berikut. Setelah mengkonversi skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 27,8261 ke dalam 5 kategori skor, maka disimpulkan bahwa skor rata-rata.

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 di atas terlihat bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa kelas IX setelah mendapat perlakuan adalah 83,5 dengan standar deviasi 1,1765 dari skor ideal 100 yang tergolong tinggi. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu rerata nilai belajar posttest siswa kelas IX SMP NEGERI 1 PALLANGGA lebih dari atau sama dengan KKM.

Tabel 3.2 Kriteria Ketuntasan Minimal Hasil Belajar Matematika  Siswa kelas IX.14 SMP Negeri 1 Pallangga
Tabel 3.2 Kriteria Ketuntasan Minimal Hasil Belajar Matematika Siswa kelas IX.14 SMP Negeri 1 Pallangga

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pembahasan Hasil Analisis Statistik Deskriptif
  • Pembahasan Hasil Analisis Statistik Inferensial

Suasana nyaman seperti ini dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa sehingga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Dengan melakukan kegiatan kelompok, seperti Dengan mengikuti kompetisi, kelompok siswa termotivasi untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan, di satu sisi dapat merangsang keaktifan siswa, dan juga dapat merangsang jiwa bersaing siswa sehingga membuat siswa tidak mau kalah dari kelompok lain. . yang dengan sendirinya akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu pendekatan Joyfull Learning juga dapat menciptakan interaksi atau hubungan yang baik antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa.

Hasil pengolahan data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa normalitas gain atau peningkatan rata-rata yang dicapai siswa setelah diterapkan pendekatan Joyfull Learning adalah sebesar 0,76. Dari data analisis respon siswa yang diperoleh dari angket respon siswa yang terdiri dari 8 soal, terdapat 3 soal yang mempunyai persentase tertinggi yaitu 100%, diantaranya (1). Apakah siswa senang dengan pembelajaran Joyfull Learning; (2) apakah siswa senang jika guru menyampaikan manfaat dan tujuan materi yang dipelajari; (3) apakah siswa suka jika pembelajaran disertai dengan permainan, kuis, tebak-tebakan dan sedikit humor?

Secara keseluruhan respon yang diberikan siswa terhadap pendekatan Joyfull Learning adalah positif dengan persentase rata-rata sebesar 95,96%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data pretest dan posttest lolos uji normalitas yang merupakan uji prasyarat sebelum dilakukan uji hipotesis. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan yaitu pendekatan Joyfull Learning menunjukkan nilai p-value (sign. (2-tailed)) 0,000 < 0,05 adalah, menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar melalui pendekatan Joyfull Learning di atas 75.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa p-value (sig.(2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa mean normalized gain siswa kelas IX SMP NEGERI 1 PALLANGGA lebih dari 0,3. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu gain hasil belajar siswa yang ternormalisasi berada pada kategori sedang. Pada penelitian Aprilia Intan Permatasari, Bakti Mulyani, Nanik Dwi Nurhayati diperoleh hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Joyfull Learning dengan metode tugas efektif meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran koloid di kelas. Siswa XI IPA SMA Negeri 1 Simo Pelajaran 2012/2013 dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 3,39 lebih tinggi dari nilai tabel sebesar 1,68 untuk prestasi belajar kognitif dan nilai thitung sebesar 3,02 yang lebih tinggi dari nilai tabel sebesar 1,68 untuk prestasi belajar afektif.

Keterbatasan Penelitian

Kelompok penelitian hanya menggunakan satu kelas eksperimen tanpa kelas pembanding (kelas kontrol), sehingga faktor lain diluar pendidikan matematika tidak dapat dikontrol dengan pendekatan Joyfull Learning. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Joyfull Learning secara umum positif. Diharapkan guru dapat menggunakan pendekatan Joyfull Learning dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika.

Penerapan pendekatan pembelajaran gembira dengan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2013/2014. Efektivitas penggunaan model pembelajaran joy learning dengan metode tugas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran koloid di kelas Penerapan metode pembelajaran berbasis joy learning untuk meningkatkan motivasi siswa dan hasil belajar di kelas IV mata pelajaran matematika di SDN Salatiga 01 Kota Salatiga (Disertasi Doktor Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP-UKSW).

Jika kita mengetahui nilai a, b, dan c, kita dapat menentukan seperti apa kurva pada grafik fungsi kuadrat tersebut. Setelah melalui proses pembelajaran, siswa dapat menjelaskan hubungan koefisien dan diskriminan fungsi kuadrat dengan grafiknya. Setelah melalui proses pembelajaran, siswa dapat menemukan konsep grafik fungsi kuadrat dan cara membuat grafik fungsi kuadrat.

Gambarlah grafik fungsi paling sederhana yaitu ketika b0,c 0. Untuk mendapatkan grafik fungsi kuadrat, Anda harus terlebih dahulu memperoleh beberapa titik koordinat yang dilalui fungsi kuadrat tersebut. Apakah pendekatan pembelajaran Joyfull dapat membuat Anda lebih fokus dan aktif dalam proses pembelajaran? Apakah pendekatan Joyfull Learning dapat membuat Anda lebih fokus dan aktif dalam proses pembelajaran?

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Hasil belajar siswa sebelum perlakuan atau sebelum penerapan pendekatan Joyfull Learning menunjukkan bahwa dari jumlah siswa yaitu 46 orang, tidak ada satupun siswa yang berhasil mencapai kesempurnaan minimal yang digunakan sekolah, dengan nilai rata-rata. jumlah siswa hanya 27.8261 dan termasuk dalam kategori sangat rendah. Dari 46 siswa yang menjadi subjek penelitian, 42 siswa (91,3%) lulus dan 4 siswa (8,7%) gagal. Nilai rata-rata kemajuan siswa (gain) sebesar 0,77% yaitu pada kategori tinggi dengan 1% siswa pada kategori rendah, 30,4% siswa pada kategori sedang, dan 67,4% siswa pada kategori tinggi.

Data yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas siswa antara lain: Persentase siswa yang hadir di kelas dan proses pembelajaran tepat waktu sebesar 95,65%, Persentase siswa yang berdoa sebelum pembelajaran sebesar 92,75%, Persentase siswa yang membayar. perhatian terhadap penjelasan guru mengenai materi pelajaran sebesar 88,4%, persentase keaktifan siswa dalam permainan individu/kuis sebesar 88,4%, persentase keaktifan siswa dalam kegiatan kelompok sebesar 85,5%, persentase siswa antusias yang setia mengikuti permainan/ kuis/menebak oleh guru sebesar 86,23%, porsi siswa yang mempresentasikan hasil belajar kelompok di papan tulis sebesar 14,49%.

Saran

Gambar

Description: The function y  x 2  graph is blue,  y   x 2  is red,  2x 2
Tabel 3.2 Kriteria Ketuntasan Minimal Hasil Belajar Matematika  Siswa kelas IX.14 SMP Negeri 1 Pallangga
Tabel 3.4 Kriteria Ketuntasan Klasikal Siswa Kelas IX.14 SMP  Negeri 1 Pallangga
Tabel 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMP  NEGERI 1 PALLANGGA Sebelum Diberikan Perlakuan
+7

Referensi

Dokumen terkait

iv Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Mahasiswa : DWI ZULVINA NIM : 10540 5845 12 Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Cahaya Mulia Edukasi telah melaksanakan anggaran biaya operasi dengan memadai hal ini terlihat dengan adanya prosedur dan proses penyusunan anggaran biaya operasi yang efektif, adanya

Dwi Andina Farzani, M.Kes., Sp.OG 1Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UniversitasMuhammadiyah Makassar angkatan 2017/ email: [email protected] 2Pembimbing

Adapun kemandirian belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Labakkang ditunjukkan dengan sebagai seorang siswa, siswa terus belajar, belajar sungguh-sungguh, belajar dengan baik, membaca

Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian sosial budaya yang Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dengan cara penentuan sampel

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa, untuk strategi pendekatan teman kerja itu sudah terlaksana dengan baik, karena dengan tidak adanya pegawai yang saling

45 4.4.2.6 Perhitungan Kapasitas Baterai Pada perancangan penggantian PJU secara total akan menggunakan lampu LED dengan daya 30 watt, digunakan baterai dengan spesifikasi 50 Ah / 12

Kerangka Pikir Sesuai dengan rumusan masalah yang akan diteliti maka dibangun kerangka pikir sesuai dengan Sinergitas Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Hutan Adat di Tana Toa Kajang