PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat terhadap kemitraan pengelolaan sampah di Desa Simboro Kecamatan Mamuju. Bagaimana proses kemitraan pemerintah daerah-masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Simboro Wilayah Mamuju.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Kegunaan teoritis, untuk mengetahui pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kemitraan dalam pengelolaan sampah kota.
TINJAUAN PUSTAKA
Kemitraan Menurut Perundang-Undangan
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan, Pasal 1 Angka 1: “kemitraan adalah kerja sama antarusaha. Pembelian bersama: yaitu pengaturan kerjasama dalam pembelian barang untuk mengurangi biaya karena skala pembeliannya lebih besar.
Tujuan dan manfaat kemitraan
Pengaturan lainnya: pengaturan kerjasama lainnya dapat dilakukan sepanjang dapat menekan biaya, misalnya mendirikan pusat pendidikan dan pelatihan (diklat), fasilitas penyimpanan. Konflik harus dilihat sebagai indikator untuk memulai perubahan Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul dalam konflik, diperlukan kapasitas yang memadai untuk bertindak sebagai negosiator, fasilitator, mediator dan komunikator (lihat Mayer, 2000), dari sisi regional. Pemerintah, khususnya pemerintah provinsi.
Pola-pola Kemitraan
Kemitraan jenis ini merupakan kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat, dimana mitra masyarakat mencukupi dan membangun tambahan fasilitas umum yang masih tersedia. Lejekøb adalah kemitraan di mana pemerintah kota mengadakan kontrak dengan mitra swasta untuk merancang, membiayai, dan membangun fasilitas layanan publik.
Proses Kemitraan
Setelah diketahui komponen-komponen yang akan diajak bekerja sama, langkah selanjutnya adalah mencari lembaga mitra potensial yang sesuai dengan kebutuhan dan kriteria yang ditentukan. Selanjutnya, membuat peraturan yang disepakati bersama, yang akan menjadi pedoman bagi kedua belah pihak dalam melaksanakan jaringan kemitraan.
Syarat-syarat kemitraan
Konsep Pemerintah Daerah
Masyarakat dapat berperan dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah, peran tersebut dapat dilakukan dengan cara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan kemitraan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah, antara lain: Penelitian ini lebih memfokuskan pada pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kemitraan dalam pengelolaan sampah di Desa Simboro Kabupaten Mamuju.
Di bawah ini akan kami uraikan temuan-temuan studi lapangan yang erat kaitannya dengan fokus penelitian yaitu kemitraan pemerintah daerah-masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Simboro Kabupaten Mamuju. Karena ketiga objek penelitian ini saling berkaitan, maka kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat dapat dikatakan ada dalam pengelolaan sampah. Salah satu dinas pemerintah daerah yaitu Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Mamuju menjelaskan pemahaman atau pengetahuannya tentang kemitraan pemerintah-masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengatakan hal tersebut.
Berdasarkan pernyataan di atas, maka Pemerintah Daerah dan Masyarakat telah bekerja sama dalam pengelolaan sampah sejak tahun 2009. Pernyataan di atas membuktikan bahwa pemerintah sudah banyak mengetahui tentang kemitraan, khususnya kemitraan antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah. Berbagai pernyataan beberapa informan dari hasil wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Simboro telah dilaksanakan namun masih terus berjalan.
Temuan penelitian bertajuk Kemitraan Pemerintah Daerah-Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Desa Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju masih jauh dari kesempurnaan.
Konsep Masyarakat
Konsep Pengelolaan Sampah
Kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat
- Peran Pemerintah Daerah
- Peran Masyarakat
Hal ini dilakukan ketika pemerintah daerah ingin memberikan fasilitas pelayanan namun belum siap memberikan pembiayaan (Mahmudi 2007: 58). Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan, pemerintah daerah berhubungan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya.
Kerangka pikir
- Fokus penelitian
Pelibatan masyarakat dalam penanganan urusan pelayanan menjadi semakin penting saat ini dan di masa depan. Ada yang menganggap sampah sebagai masalah karena menganggap pengelolaan sampah membutuhkan biaya dan tenaga. Saat ini pengelolaan sampah belum terlaksana dengan baik sehingga menjadi sumber permasalahan baik sosial maupun lingkungan yang timbul di masyarakat.Munculnya berbagai penyakit akibat pencemaran air, tanah, dan udara hanyalah sebagian kecil dari akibat yang ditimbulkan. pengelolaan sampah yang buruk.
Padahal, akar permasalahan kompleks ini erat kaitannya dengan budaya masyarakat perkotaan dan didukung oleh lemahnya peraturan pemerintah mengenai pengelolaan sampah. Berdasarkan uraian kerangka di atas maka penelitian ini menitikberatkan pada pengetahuan Pemerintah Daerah dan Masyarakat mengenai kemitraan dalam pengelolaan sampah.Dalam penelitian ini peneliti membatasi pengelolaan sampah dari segi kemitraan/kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat. , bukan dalam hal milik pelayanan pajak sampah Keterbatasan ini memudahkan untuk memperjelas dalam penelitian. Fokus penelitian yang diuraikan peneliti berharap mampu menyelesaikan permasalahan dalam kemitraan antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam hal pengelolaan sampah di desa Simboro.
Definisi fokus penelitian
Rumusan aspeknya adalah rumusan kebijakan pemerintah dan masyarakat yang perlu dihubungkan dan yang diperlukan dalam kemitraan ini adalah kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dalam kerjasama ini, pemerintah dan masyarakat masing-masing merumuskan kebutuhan atau faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan kemitraan dalam pengelolaan sampah. Setelah mengetahui komponen-komponen yang akan kita kerjakan, langkah selanjutnya adalah mencari lembaga mitra potensial yang memenuhi kebutuhan dan kriteria yang telah ditentukan dalam hal pelaksanaan kerja sama pengelolaan sampah dengan pedoman yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dalam melaksanakan kerja sama. di bidang pengelolaan sampah sampah di desa Simboro wilayah Mamuju. Perjanjian merupakan suatu cara pelaksanaan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, dimana pemerintah membuat kesepakatan dan mendapat tanggapan dari kedua belah pihak yang melaksanakan kemitraan atau kerjasama tersebut.
Surat Persetujuan merupakan suatu upaya untuk mencapai kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan kerjasama, dalam hal ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perdebatan pengawasan ini tentunya melibatkan pihak swasta/masyarakat yang harus aktif memantau keterlibatan pemerintah daerah melalui inspeksi langsung untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat itu sendiri.
Waktu Dan Lokasi Penelitian
Jenis Dan Tipe Penelitian
Sumber Data
Sumber data sekunder merupakan data pendukung untuk memperkuat temuan dan melengkapi informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan informan untuk mengetahui kemitraan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Simboro Kabupaten Mamuju.
Fokus dan Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tanya jawab langsung dengan aparat pemerintah daerah dan kepala bidang pengelolaan kebersihan, wawancara dengan salah satu KSM di kota Mamuju, wawancara masyarakat di desa Simboro kabupaten kota Mamuju. Kami mendokumentasikan dengan catatan di lokasi penelitian dan dengan sumber yang relevan dengan subjek penelitian. Tujuan peneliti adalah memperoleh data yang lebih akurat dan jelas dengan metode ini serta untuk menunjang observasi dan wawancara.
Teknik Analisis Data
Keabsahan data
Jadwal penelitian
Kedudukan Desa Simboro mempunyai peranan penting dalam perkembangan Wilayah Kabupaten Mamuju, karena sebagai desa yang berada di pusat Kota Kabupaten Mamuju merupakan salah satu lingkungan pembuangan sampah yang diangkut dari lingkungan Kota Mamuju. Desa Simboro secara administratif merupakan wilayah perbatasan. Berdasarkan perkiraan tersebut, diperlukan adanya pengolahan yang lebih terpadu mulai dari pengumpulan sampah mulai dari tempat produksi (perumahan, perkantoran, perdagangan dan kegiatan lainnya) ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir sampah (TPA), kecuali sejak tahun 2009. melalui Peraturan Daerah Nomor 5 ditambahkan jenis sampah baru yaitu sampah luar biasa (sampah sisa pembongkaran bangunan, penebangan dahan dan pohon, sisa bahan bangunan), jumlah sampah yang dihasilkan di kabupaten Mamuju adalah sebagai berikut. Sampah yang dihasilkan biasanya berupa kertas, plastik, botol, makanan, sampah dapur dan lain-lain.
Sampah Fasilitas Sosial, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Tempat Ibadah, termasuk sampah yang berasal dari kegiatan laboratorium. Sampah kantor dan sekolah: Sampah jenis ini berasal dari kegiatan perkantoran berupa kertas-kertas yang sudah tidak terpakai lagi, sedangkan sampah yang berasal dari sekolah berupa kertas dan plastik dari toko makanan ringan. Sampah yang luar biasa, sampah ini merupakan sampah yang berasal dari sisa-sisa proyek pembangunan, pembersihan kota dan pembangunan.
Hasil penelitian dan pembahasan
- Peran Pemerintah
- Pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat
- Proses kemitraan
- Jenjang kemitraan
Kemitraan merupakan suatu kerjasama dimana terdapat ketentuan atau aturan yang berlaku antara pemerintah dan masyarakat, seperti kesepakatan atau kesepakatan sebelum terjalinnya kemitraan pengelolaan sampah. Berdasarkan pernyataan di atas maka pengetahuan pemerintah terhadap kemitraan pemerintah-masyarakat dalam pengelolaan sampah sudah baik bahkan kemitraan sudah dilaksanakan, namun keterbatasan kemitraan adalah kurangnya koordinasi pemerintah-masyarakat. Penjelasan mengenai pengetahuan pemerintah dan masyarakat mengenai kemitraan pengelolaan sampah dinilai baik, karena hampir semua informan sudah mengenal kemitraan pengelolaan sampah.
Pernyataan di atas menunjukkan bahwa tidak adanya kesepakatan karena pemerintah dalam kerjasama ini masih dianggap sebagai keinginan antara pemerintah dan masyarakat, belum ada ketentuan hukum dalam kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, hal ini menjadi salah satu kendala dalam kerjasama tersebut. kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Simboro Kabupaten Mamuju. . Pernyataan di atas merupakan kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat untuk hanya melakukan kerja sama dalam bentuk pengawasan, dimana pengawasan ini dilakukan oleh pemerintah yang meninjau langsung ke lokasi masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah. Hal ini mengakibatkan tingkat kemitraan yang ada hanya sebatas kata-kata saja tanpa adanya implementasi yang cukup untuk membuktikan keselarasan antara Pemerintah dan Masyarakat dalam melaksanakan kemitraan pengelolaan sampah.
Pengetahuan pemerintah dan masyarakat mengenai kemitraan pengelolaan sampah masih kurang baik sehingga belum menyeluruh pada seluruh komponen Pemerintah dan Masyarakat. Proses kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Simboro masih kurang sosialisasi sehingga pemerintah daerah dan masyarakat kesulitan dalam mengembangkan kemitraan, hal ini juga disebabkan oleh belum adanya peraturan pemerintah daerah dan kepastian hukum untuk melaksanakannya. kerjasama tersebut. kemitraan dalam pengelolaan sampah.
PENUTUP
Saran
Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju perlu lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kemitraan pengelolaan sampah dan merumuskan peraturan daerah yang mengatur kerjasama pemerintah-masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menjamin kepastian hukum antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam melaksanakan kemitraan di luar undang-undang no. 18 Tahun 2008 tentang dana kemitraan bagi badan usaha dan masyarakat. Pemerintah daerah wilayah Mamuju masih perlu meningkatkan kemitraan dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah agar proses kemitraan ini berjalan dengan baik dan dapat mengembangkan kerjasama yang lebih rutin dengan masyarakat. Kemitraan Pemerintah-Masyarakat-Swasta dalam Pembangunan (Studi Kasus Kemitraan Sektor Kehutanan di Wilayah Pasuruan), Disertasi Universitas Brawijaya Malang.
Bastary, Indra P, 2009, Public-Private Partnership: Government and Private Partnership in Indonesia, Materi Kursus Singkat Perencanaan Kota Terpadu untuk Pengelolaan Berkelanjutan di Jakarta. Fatmawati, 2011, Jurnal Ilmu Badan Publik (Bagian 1 No Partnership in Public Services: Eksplorasi Teoritis Makassar.