PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Jual beli merupakan salah satu mata pencaharian yang diturunkan Allah SWT kepada manusia dan merupakan salah satu bentuk ibadah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan sosial. Proses transaksi jual beli merupakan suatu kegiatan yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya jual beli harus dilakukan secara konsisten dan dapat membawa manfaat bagi yang bersangkutan.
Berdasarkan permasalahan diatas, penulis memfokuskan pembahasan pada Persepsi Masyarakat di Kabupaten Pinrang terhadap jual beli minyak wangi beralkohol (Analisis Hukum Islam).
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Penelitian Relevan
- Tinjauan Teori
- Teori Persepsi
- Teori Jual Beli
- Teori Hukum Islam
- Kerangka Konseptual
- Kerangka Pikir
Hasil penelitian ini lebih fokus pada persoalan hukum Islam, yang sebenarnya berkaitan dengan akad jual beli minyak wangi campuran yang tidak ada masa kadaluarsanya terhadap minyak wangi tersebut; Parfum kadaluwarsa adalah parfum yang sudah melewati tanggal kadaluarsa (expired) dan bila digunakan akan merusak pakaian selain baunya. Dari segi hukum, jual beli parfum kadaluarsa tidak sah karena salah satu syaratnya. 12Nur Auliah Fatimah, “Review Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Jual Beli Parfum Yang Mengandung Alkohol” (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2017).
Beberapa penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang akan diulas oleh peneliti selanjutnya yaitu dengan judul “Persepsi Masyarakat Kabupaten Pinrang Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol (Analisis Hukum Islam)”. 13M Yunus Kedum, “Hukum Islam Tentang Akad Jual Beli Parfum Kedaluwarsa (Studi Pada Toko Parfum Ehsan Bandar Lampung)” (UIN Raden Intan Lampung, 2020). Menurut istilahnya, yang dimaksud dengan jual beli adalah suatu perjanjian pertukaran barang atau barang yang bernilai secara sukarela antara dua pihak, salah satu pihak menerima barang tersebut dan pihak yang lain menerimanya sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang ada. bersertifikat syariah dan disepakati.. 19 .
Sesuai dengan ketentuan yang diperbolehkan oleh syara’, artinya mematuhi syarat, prinsip dan lain-lain yang berkaitan dengan jual beli, sehingga apabila syarat dan prinsip tidak terpenuhi, berarti tidak sesuai dengan ketentuan. kehendak syar'a. Jual beli sebagai cara tolong menolong sesama manusia mempunyai asas yang kukuh dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.20 Terdapat beberapa ayat dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. . Rukun jual beli ada tiga, iaitu tinggi (penerimaan), orang yang mempunyai akad (penjual dan pembeli), dan ma'qud alaih (objek akad).
Jual beli tidak dikatakan sah sampai ijab dan qabul dilakukan karena ijab qabul menunjukkan kerelaan (kenikmatan).23. Dalam pelaksanaan proses jual beli tidak selalu segala bentuk jual beli diperbolehkan, namun ada juga jual beli yang dilarang karena suatu hal tertentu yang dianggap merugikan orang lain.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat penjual parfum dan ulama di Kecamatan Watang Sawitto terhadap jual beli parfum beralkohol, khususnya pada (Analisis Hukum Islam), jual beli parfum beralkohol (Analisis Hukum Islam). Parfum atau yang populer dengan sebutan parfum kreasi atau parfum isi ulang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Pinrang, di pasar, pinggir jalan bahkan di tengah pemukiman warga.
Parfum beralkohol juga tersedia dalam banyak pilihan, sehingga konsumen dapat leluasa memilih aroma yang disukai dan ketahanan wewangian sesuai dengan karakter masing-masing. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa parfum beralkohol memiliki banyak varian, pembeli bebas memilih aroma yang disukainya, parfum akan bertahan lebih lama jika komposisinya mengandung lebih banyak biji. Sejauh ini saya tidak pernah mengalami alergi atau sejenisnya setelah menggunakan parfum, menurut saya cocok untuk parfum beralkohol.
Bau parfum beralkohol yang terlalu menyengat akan menyebabkan sesak napas bagi pemakainya dan orang yang menciumnya. Dari hasil wawancara dengan penjual dan pembeli parfum beralkohol di atas dapat disimpulkan bahwa bagi sebagian orang parfum tidak mengganggu mereka. Menurut saya, undang-undang penggunaan parfum yang mengandung alkohol adalah halal dan tidak menjadi masalah selama kita tidak menggunakannya untuk tujuan maksiat, khususnya bagi perempuan.
Menurut saya penggunaan parfum yang mengandung alkohol halal, karena penggunaan parfum berarti menjaga kebersihan dan keindahan. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi mereka terhadap parfum beralkohol adalah halal asalkan digunakan untuk hal yang baik dan tidak untuk hal yang jahat. Persoalan yang muncul adalah bagaimana pandangan para ulama terhadap wewangian yang mengandung alkohol, padahal zat tersebut jelas-jelas haram dalam Islam.
Parfum beralkohol yang diminati masyarakat di Kabupaten Pinrang karena selain dapat mempercantik penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri pemakainya, parfum beralkohol isi ulang memiliki versi aroma yang berbeda dan tahan lama. Menurut masyarakat, hukum jual beli dan penggunaan wewangian yang mengandung alkohol diperbolehkan sepanjang membawa manfaat dan tidak ada unsur penipuan dalam proses jual beli tersebut. Parfum alkohol halal digunakan jika kandungan alkoholnya tidak terlalu tinggi dan tidak membahayakan kesehatan penggunanya dan juga lingkungan sekitar yang mencium parfum tersebut.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Dalam hal ini penulis mengamati lokasi, kondisi fisik, sarana dan prasarana, serta aktivitas dan aktivitas penjual/pembeli parfum beralkohol di Kecamatan Wattang Sawitto Kecamatan Pinrang. Dalam penelitian ini kami mewawancarai tujuh orang responden yang terdiri dari tiga orang penjual, tiga orang pembeli parfum beralkohol dan satu orang Ulama yang berperan sebagai informan untuk pendataan di lapangan. Parfum sebagai salah satu alat penghidupan sudah menjadi suatu keharusan bagi sebagian orang, dan membuka gerai parfum beralkohol dapat menjadi peluang bisnis dan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Peningkatan penjualan parfum beralkohol ini terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti awal bulan, saat sebagian besar masyarakat baru menerima gaji, saat banyak perayaan seperti pernikahan, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri serta masuk sekolah baru. tahun." 53. Penggunaan parfum yang mengandung alkohol tidak akan membahayakan kesehatan, selama tidak digunakan secara berlebihan, tidak menimbulkan alergi pada kulit, hanya memberikan efek mendinginkan. Di antara berbagai jenis parfum, ada yang jenisnya aromaterapi- parfum yang berfungsi sebagai obat dan dapat memberikan efek relaksasi bagi pemakainya, namun parfum beralkohol terkadang memiliki aroma yang kuat dan menyengat.
“Sebaiknya kita memilih parfum yang mengandung alkohol yang aromanya tidak menyengat dan menyemprotkannya pada jarak yang jauh, tidak terlalu dekat dengan kulit dan menghindari kontak dengan wajah demi menjaga kesehatan.”62. 81 https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/15/09/30/nvhffq313-soal-parfum-merdeka-ini-pendapat-ulama, diakses 19 Agustus 2021. Peningkatan parfum penjualan “Kecanduan alkohol ini terjadi pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada awal bulan yang sebagian besar masyarakat baru menerima gaji, jika sedang banyak perayaan seperti pernikahan, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri serta tahun ajaran baru.”91.
“Sebaiknya kita memilih parfum yang mengandung alkohol yang aromanya tidak menyengat, dan menyemprotkannya dari jarak jauh, tidak terlalu dekat dengan kulit, dan hindari terkena pada wajah, agar kesehatan tetap terjaga.”100. Menurut para ulama, parfum beralkohol halal dijual jika memenuhi rukun dan syarat jual beli. Jika kadar alkoholnya tinggi dan dapat memabukkan, hukum menjualnya sama dengan menjual anggur, yaitu haram. Tinjauan Hukum Islam Penggunaan Parfum Beralkohol (analisis pendapat KH Abdul Wahab Khafidz dan Ustadz Sulkhan di Pondok Pesantren Putri Al Irsyad Kecamatan Kauman.
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Uji Keabsahan Data
Keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian sehingga dapat diperhitungkan keabsahan data yang disajikan. Uji kredibilitas data atau reliabilitas data merupakan suatu kriteria yang berfungsi dalam pelaksanaan penyelidikan sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan terhadap temuan dapat tercapai dan menunjukkan derajat kepercayaan terhadap hasil temuan dengan cara verifikasi oleh pihak yang berwenang. peneliti dari berbagai fakta yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, kepercayaan terhadap data dilakukan antara lain dengan memperluas pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan rekan sejawat, analisis kasus negatif dan pengecekan anggota.
Dalam penelitian kualitatif tidak dikenal validitas eksternalnya melainkan menggunakan istilah atau konsep transferabilitas atau transferabilitas. Transferability artinya hasil penelitian dapat diterapkan atau digunakan pada situasi lain yang mempunyai karakteristik dan konteks yang relatif sama. Transferabilitas sebagai persoalan empiris tergantung pada kesamaan antara konteks lokasi penelitian dengan tempat lain yang akan diterapkan.
Dalam penelitian kuantitatif kita mengenal istilah reliabilitas yang menunjukkan konsistensi hasil penelitian, meskipun peneliti telah melakukannya beberapa kali. Sebaliknya, dalam penelitian kualitatif diketahui pengujian reliabilitas yang dilakukan dengan mengaudit seluruh proses penelitian mulai dari identifikasi. Penelitian kualitatif, pengujian konfirmatori, berarti menguji hasil penelitian yang berkaitan dengan proses yang dilakukan.
Apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar validitas. Keabsahan atau keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian, sehingga dapat diperhitungkan keabsahan data yang disajikan.
Teknik Analisis Data
Dari hasil wawancara dengan 3 orang penjual parfum beralkohol dapat disimpulkan bahwa penjualan parfum beralkohol terkadang mengalami pasang surut. Agar bisa laku dipasaran dan menghasilkan keuntungan maka diperlukan kreativitas dan inovasi dalam menjual produk parfum tersebut seperti menjaga kualitas produk parfum, berjualan secara offline dan online serta memperbarui varian parfum agar dapat menarik minat pembeli. Pendapat saya tentang parfum yang mengandung alkohol adalah selama saya menjual parfum berdasarkan harga maka halal, namun jika kita menjual parfum dengan harga tinggi sedangkan kualitasnya rendah maka haram karena dianggap penipuan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Persepsi Masyarakat Terhadap Jual Beli Parfum Beralkohol di
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Parfum Beralkohol di
PENUTUP
Simpulan
Saran
Pengaruh Perbedaan Gender dan Pengendalian Diri Terhadap Keputusan Pembelian Impulsif Produk Parfum.” E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana 3, no. “Studi Banding Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif Sanksi Pidana Terhadap Wadah Makanan dan Minuman yang Mengandung Kadar Alkohol Tidak Sesuai Standar Kesehatan.” 2014) “Analisis Senyawa Berbahaya pada Parfum Menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa berdasarkan Material Safety Data Sheet (Msds)”.
Kasamasu, Lateefah, Ahmadzakee Mahama, Wan Mohd Yusof Bin Wan Chik, Syed Mohd Azmi bin Syed Ab, Abdul Wahab Md Ali dan Norizan Abd Ghani. Masykur AB, Afif Muhammad, Idrus Al-Kaff, Cet Konsep Ijtihad Wahbah Az-Zuhaili dan kaitannya dengan pembaharuan undang-undang keluarga di Indonesia." Maslahat dan perkembangannya sebagai asas penetapan hukum Islam." JUSTITIA: Jurnal Undang-undang dan Kemanusiaan 1, no.
“Logika Induktif Dalam Penemuan Hukum Islam, Sumbangan Pemikiran Asy-Syatibi Terhadap Ilmu Ushul Fiqh.” Penerbitan TrustMedia,.