PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sedangkan kerugian akibat kecelakaan kerja antara lain kekacauan organisasi perusahaan atau instansi, kerusakan peralatan, keluhan tenaga kerja dan kesedihan baik bagi karyawan maupun lingkungan (3). 3 Dan saat ini proyek Grand Taman Melati Margonda masih banyak pekerjaan struktural, termasuk proses bekisting.
Rumusah Masalah
Bekisting adalah suatu bentuk sementara yang digunakan untuk menahan beton pada saat beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan, dimana setiap bekisting memiliki potensi bahaya yang tinggi, dalam bekisting terdapat prosedur operasi standar, seperti bekerja dengan aman atau penggunaan alat pelindung diri. setiap kali pekerja. Potensi bahaya tergores atau terkelupas ini dapat terjadi karena rata-rata pekerja di departemen bekisting berperilaku tidak aman dengan tidak menggunakan alat pelindung diri atau tidak disiplin dalam bekerja. Departemen bekisting di Proyek Grand Taman Melati Margonda - Depok tahun 2018. .
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum Penelitian
- Tujuan Khusus Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Bagi Peneliti
- Manfaat Bagi Stikes Binawan
- Manfaat Bagi Pekerja
- Manfaat Bagi PT. Adhi Persada Gedung
Untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja tentang pentingnya perilaku aman dalam bekerja, tidak hanya pada saat diadakan patroli keselamatan pekerja akan berperilaku aman, tetapi harus dijadikan budaya untuk bekerja aman dalam suatu pekerjaan. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat menginformasikan kepada perusahaan bahwa patroli keselamatan yang diselenggarakan dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja di bagian bekisting, sehingga pekerja dapat bekerja dengan aman dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat.
Ruang Lingkup Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Konsep Keselamatan
- Konsep Kesehatan Kerja
Safety Patrol
- Definisi Safety Patrol
- Tujuan Safety Patrol
- Item Pengecekan
- Jenis Safety Patrol
Patroli keamanan harian adalah patroli keamanan yang dilakukan oleh HSE yang terdiri dari satu atau dua tim. Patroli keamanan harian ini dikoordinir oleh staf yang bertugas menentukan jadwal patroli dan mengkoordinir pelaksanaannya.
Perilaku
- Definsi Perilaku
- Faktor Penentu Perilaku
- Faktor Penentu Perilaku
Faktor predisposisi, yaitu faktor yang mempermudah atau mempengaruhi terjadinya perilaku seseorang meliputi pengetahuan, sikap, keyakinan, keyakinan, nilai, dan tradisi. Faktor pemungkin yaitu faktor-faktor yang memungkinkan atau memperlancar tingkah laku atau perbuatan, adalah usia, status sosial ekonomi, pendidikan, sarana prasarana, serta sarana dan sumber daya. Misalnya seorang ibu ingin menggunakan kontrasepsi karena ibu mengetahui bahwa penggunaan kontrasepsi dapat membatasi kelahiran anak.
Yang dimaksud dengan faktor pendukung adalah sarana dan prasarana atau fasilitas bagi timbulnya perilaku kesehatan, misalnya Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit, obat-obatan, alat kontrasepsi dan sebagainya. Misalnya seorang ibu mengetahui bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan kontrasepsi, tetapi ibu tersebut tidak menggunakan kontrasepsi karena Lurah atau RT di desanya tidak menggunakan kontrasepsi dan tetap sehat serta dapat merawatnya. anak-anaknya dengan baik. Misalnya, seorang pria ingin menggunakan KB jika dia memiliki niat untuk menggunakannya.
Perilaku Aman
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Aman
Tahu berarti kemampuan untuk mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya, termasuk mengingat sesuatu yang spesifik dari semua materi yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Pemahaman berarti kemampuan untuk menjelaskan dengan benar tentang objek-objek yang sudah dikenal dan mampu menginterpretasikan materi dengan benar. Dengan kata lain, sintesis adalah kemampuan untuk mengembangkan formulasi baru dari formulasi yang sudah ada.
Persepsi dan pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja merupakan faktor penting untuk kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Suatu konsep yang mengatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan perhatian semua orang, yang harus menjadi persepsi semua pekerja. Persepsi dan pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja di kalangan masyarakat tidak hanya didasarkan pada pemahaman teknis sesuai ketentuan yang berlaku, tetapi sangat ditentukan oleh pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi masyarakat yang bersangkutan, yang memiliki sosial budaya dan budaya masing-masing. latar belakang ekonomi.
Perilaku Tidak Aman
Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang digunakan pekerja untuk melindungi diri dari potensi bahaya dan kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di tempat kerja. Misalnya: melakukan pekerjaan dan mengoperasikan peralatan tanpa wewenang dan tidak sesuai dengan keterampilan kerja, posisi kerja yang salah, memperbaiki mesin saat dihidupkan, dan sebagainya. Misalnya: tidak memberikan peringatan bahaya, tidak menggunakan alat pelindung diri dengan benar, tidak meletakkan alat kerja setelah selesai bekerja, tidak mengunci peralatan, dan sebagainya.
Misalnya: pekerja tidak membaca dan mengetahui prosedur yang berlaku sebelum melakukan pekerjaan, perusahaan tidak melakukan inspeksi dan mengidentifikasi bahaya dan risiko serta mengkomunikasikannya, alat tidak diperbaiki oleh ahlinya, dan sebagainya. Misalnya: pekerja bekerja dengan kecepatan karena mengejar target, mesin tidak berjalan sesuai kecepatan karena tidak diberi instruksi dan sebagainya. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja, seperti melanggar aturan keselamatan kerja dengan tidak menggunakan alat pelindung diri, melempar alat saat diberikan kepada rekan kerja, merokok saat bekerja, bercanda berlebihan saat bekerja, mengonsumsi alkohol atau narkoba, dan sebagainya.
Bekisting
- Fungsi Bekisting
- Syarat Bekisting
- Item Bekisting
- Tipe Bekisting
Sedangkan kekurangan dari cetakan konvensional adalah membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif lama, dan bahan cetakan harus dibeli kembali. Bekisting semi sistem adalah bekisting yang bahan dasarnya disesuaikan dengan struktur beton sehingga dapat dilakukan pengulangan lebih banyak jika struktur beton itu sendiri tidak mengalami perubahan bentuk atau ukuran. Pertimbangan menggunakan bekisting semi sistem adalah pada konstruksi dengan pengulangan penggunaan bekisting yang relatif tinggi pada bekisting sistem ini dibuat dari bahan triplek atau pelat, sedangkan perancah penyangga terbuat dari baja fabrikasi.
Bekisting semi sistem merupakan pengembangan dari bekisting konvensional, peningkatan kualitas bekisting konvensional pada bekisting semi sistem terletak pada penggunaan kembali bekisting itu sendiri. Bekisting sistem atau disebut juga bekisting sistem penuh adalah bekisting yang telah dikembangkan lebih lanjut menjadi bekisting universal yang dapat digunakan dengan segala kemungkinannya dalam berbagai jenis. Implementasi bekisting sistem lebih cepat dibandingkan dengan bekisting konvensional dan semi sistem karena komponen bekisting sistem sudah memiliki ukuran standar.
Kerangka Teori
METODE PENELITIAN
- Kerangka Konsep
- Hipotesis
- Jenis dan Rancangan Penelitian
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Variabel Penelitian
- Variabel Bebas
- Variabel Terikat
- Definisi Operasional
- Sumber Data Penelitian
- Data Primer
- Data Sekunder
- Instrumen Penelitian
- Pengumpulan Data
- Data Primer
- Data Sekunder
- Pengolahan dan Data Analisa
- Pengolahan Data
- Analisis Data
- Jadwal Penelitian
Hipotesis alternatif (Ha): Terdapat pengaruh pelaksanaan patroli keamanan terhadap perilaku aman bekisting di proyek pembangunan perumahan Grand Taman Melati Margonda - Depok Tahun 2018. Hipotesis nol (H0): Tidak terdapat pengaruh penerapan patroli keamanan terhadap perilaku aman bekisting di proyek pembangunan perumahan Grand Taman Melati Margonda - Depok tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh patroli keamanan terhadap perilaku aman pekerja bekisting di Grand Taman Melati Margonda - Depok proyek tahun 2018.
Distribusi Frekuensi Safety Patrol Bagi Pekerja Bagian Bekisting di Proyek Pembangunan Apartemen Grand Taman Melati Margonda PT. Pengaruh safety patrol terhadap perilaku aman pekerja bagian bekisting Proyek Apartemen Grand Taman Melati Margonda. Penelitian ini tentang pengaruh penerapan safety patrol terhadap perilaku aman pekerja bagian bekisting di Proyek Grand Taman Melati Margonda - Depok tahun 2018 yaitu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum PT.Adhi Persada Gedung
Adhi Persada Gedung Berdiri pada tanggal 10 Desember 2013, Adhi Persada Gedung bergerak di bidang jasa konstruksi khususnya pembangunan gedung bertingkat. Perusahaan ini dikembangkan untuk menjawab tantangan pertumbuhan industri bisnis jasa konstruksi khususnya gedung bertingkat yang mengalami pertumbuhan pesat. Seiring dengan peningkatan investasi gedung bertingkat oleh BUMN dan swasta, Adhi Persada Gedung optimis dan yakin untuk selalu berusaha mewujudkan ide-ide sebagai pengembangan kompetensi.
Visinya adalah menjadi spesialis konstruksi profesional di industri konstruksi dengan nilai tertinggi di Indonesia pada tahun 2018.
Gambaran Umur Dan Pendidikan Pekerja bagian Bekisting
- Gambaran Pelaksanaan Safety Patrol Pada Pekerja Bagian
- Gambaran Perilaku Aman Pekerja Bagian Bekisting
Adhi Persada Gedung memiliki patroli keamanan yang buruk (kurang memadai) dibandingkan dengan patroli keamanan yang baik (memadai). Pegawai dengan satpam yang baik (cukup) (tinggi) sebanyak 19 orang (63,3%), sedangkan pegawai dengan satpam yang kurang (kurang) (rendah) sebanyak 11 orang (36,7%). Distribusi frekuensi tingkat perilaku aman pekerja terhadap pekerjaan bagian bekisting di proyek pembangunan Apartemen Grand Taman Melati Margonda PT.
Nilai rata-rata tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu >11,93 untuk perilaku aman yang benar dan <11,93 untuk perilaku aman yang salah. Adhi Persada Gedung memiliki perilaku aman yang salah lebih sedikit daripada perilaku aman yang benar. Terdapat 20 pekerja dengan safety behavior yang baik (66,7%), dan 10 pekerja dengan safety behavior yang salah (33,3%).
Hasil Analisis Bivariat
- Pengaruh Pelaksanaan Safety Patrol Terhadap Perilaku
Pembahasan Hasil Penelitian
- Keterbatasan Penelitian
Hal ini menunjukkan bahwa dengan patroli keselamatan bekisting yang baik maka perilaku aman pekerja akan menjadi benar. Artinya pekerja dengan safety patrol yang baik di bagian bekisting memastikan pekerja berperilaku baik. Adhi Persada Gedung - Tahun Depok 2018 tentang pengaruh pelaksanaan patroli keamanan terhadap perilaku aman pekerja bekisting di Proyek Perumahan Grand Taman Melati Margonda - Tahun Depok 2018 dapat disimpulkan.
Tingkat safety patrol pekerja cetakan di proyek Grand Taman Melati Margonda - Depok tahun 2018, sebanyak 19 responden (63%) menjelaskan safety patrol sudah baik dan 11 responden (36,7%) menjelaskan safety patrol kurang baik. Terdapat pengaruh penerapan safety patrol terhadap perilaku aman pekerja jamur di proyek Grand Taman Melati Margonda - Depok tahun 2018 dengan p value = 0,015 (p value < 0,05), dan terdapat data pendukung seperti pemaparan usia pekerja yang mayoritas 20-30 tahun (56,7%) juga merupakan faktor pendidikan pekerja yang sebagian besar adalah SMA atau sederajat (56,7%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat memberikan saran terkait pelaksanaan safety patrol untuk perilaku aman pekerja jamur di proyek Grand Taman Melati Margonda – Depok tahun 2018 antara lain.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada tahun 2018, tidak kurang dari 20 responden (66,7%) menyatakan perilaku aman sudah benar dan tidak kurang dari 10 responden (33,3%) menyatakan perilaku aman salah.
Saran
Lembar angket ini telah dimodifikasi oleh peneliti (Perbedaan PERILAKU KESELAMATAN) ANTARA PEKERJA YANG KECELAKAAN KERJA DAN BELUM MENGALAMI KECELAKAAN KERJA yang akan dipaparkan nanti dapat dipertanggungjawabkan 17 Dengan penggunaan mesin selama ini anda selalu dalam keadaan sehat tidak pernah dalam keadaan mengantuk?
20 Pernahkah anda mencemari lingkungan di area kerja anda, seperti membuang sampah organik dan non-organik di sembarang tempat? Kuesioner ini telah dimodifikasi oleh peneliti (Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) MEMPROMOSIKAN PERILAKU AMAN PADA KARYAWAN DI PRODUKSI PENGOLAHAN MINYAK SAWIT). 5 Apakah pengawasan dilakukan oleh inspektur K3 terhadap kelayakan jaring pengaman, faktor mesin dan lingkungan (misalnya pencahayaan dan kebersihan area kerja).