• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi, Vol. 9 No. 18, Maret - Mei 2011 : 43 - 73 - Journal Unsika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Solusi, Vol. 9 No. 18, Maret - Mei 2011 : 43 - 73 - Journal Unsika"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Pemberian Makanan Tambahan (SFM) merupakan salah satu kegiatan penting dalam posyandu sebagai upaya peningkatan gizi anak balita pada khususnya. Salah satu cara untuk meningkatkan gizi anak adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMS) yang diberikan kepada anak di Posyandu yang terletak di Desa Sirnabaya. Dampak pelatihan program gizi tambahan (PMT) pada kader Posyandu terhadap peningkatan gizi bayi di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.”

Untuk lebih fokus pada penelitian ini, penulis merumuskan masalah dampak pelatihan program pemberian makanan tambahan (PMT) pada kader Posyandu dalam meningkatkan gizi bayi di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang. Untuk mengungkap data mengenai perencanaan pelatihan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi kader posyandu dalam peningkatan gizi balita di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur. Untuk mengungkap data mengenai pelaksanaan pelatihan program pemberian makanan tambahan (PMT) pada kader Posyandu dalam peningkatan gizi bayi di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.

Untuk mengungkap data mengenai hasil Pelatihan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada kader posyandu dalam peningkatan gizi balita di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur. Untuk mengungkap data mengenai dampak pelatihan Program Gizi Tambahan (PMT) pada kader posyandu dalam meningkatkan gizi balita di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti mencoba mencari dan mendeskripsikan data dari kasus lapangan yang secara alamiah berkaitan dengan pelaksanaan Pelatihan Program Gizi Tambahan (PMT) pada kader Posyandu tentang Peningkatan Gizi Bayi di Posyandu Mawar I sampai IX, Desa Sirnabaya, Kecamatan, Telukjambe Timur. Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fakta dengan interpretasi manajemen yang sesuai terhadap Program Pelatihan Gizi Tambahan (PMT). Bogdan dan Taylor menyatakan bahwa “penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau pembicaraan dan perilaku orang yang diamati”.

Melalui penelitian kualitatif ini, peneliti dapat mengenal subjek dan merasakan apa yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian kualitatif ini sebenarnya memerlukan pengamatan terhadap orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya, berinteraksi dengan mereka, memahami bahasa mereka dan interpretasinya terhadap dunia di sekitar mereka. Penjelasan di atas menjelaskan bahwa pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan dalam penelitian Pelatihan Program Gizi Tambahan (PMT).

Dalam penelitian ini peneliti memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan, kemudian menafsirkan dan memaknainya apa adanya. Berdasarkan ciri-ciri di atas dan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan variabel perencanaan pelatihan yang dirancang oleh penyelenggara, pelaksanaan serta hasil dan dampak yang dirasakan kader posyandu selama mengikuti pelatihan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Ketika kami melakukan penelitian terperinci terhadap seseorang atau entitas selama periode waktu tertentu, kami melakukan apa yang disebut studi kasus" (Consuelo G. Sevila et.al.

Penelitian ini akan melibatkan peneliti dalam penyelidikan yang lebih mendalam dan penyelidikan yang komprehensif terhadap perilaku seseorang. Metode penelitian studi kasus ini digunakan untuk memahami secara mendalam kenyataan yang ada atau terjadi di lapangan sehingga pada akhirnya diperoleh temuan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian serta hasil dan dampak yang diperoleh melalui pelaksana posyandu. saat pelatihan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Mawar I sampai IX, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Informasi tersebut diperoleh dari ketua penyelenggara, guru dan siswa, serta dokumen hasil pengelolaan pelatihan Gizi Pendamping.

Informasi tersebut diperoleh dari kepala penyelenggara, petugas posyandu dan dokumen yang diperoleh dari pihak pengelola pelatihan pemberian makanan tambahan (PMT).

Subyek Penelitian

LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang 56 dokumen hasil pengelolaan pelatihan gizi tambahan. 4) Mencari informasi dampak pelatihan Program Gizi Tambahan di Posyandu Mawar I sampai IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.

Instrumen Penelitian

Teknik Observasi

Observasi LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang 57, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data observasi ini dilakukan penulis dalam penelitian ini dengan melihat dan mengamati secara langsung Program Nutrisi Komplementer (PMT). pelatihan) di Posyandu Mawar I s/d IX, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Dalam kegiatan penelitian, peneliti terjun langsung ke lapangan, dengan kata lain peran peneliti adalah sebagai pengamat sebagai partisipan (observer as participant) yang terlibat aktif di lapangan dan ikut serta dalam kegiatan kelompok penuh untuk memperoleh data. melalui observasi terkait pelatihan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT.) di Posyandu Mawar I sd IX Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur. Dalam melakukan observasi ini, alat yang digunakan adalah panduan observasi, alat perekam audio, kamera diam, dan catatan untuk dokumentasi.

Teknik Wawancara

Studi Dokumentasi

Tahap-Tahap Penelitian

Tahap Member Check

Tahap member check digunakan untuk memeriksa keakuratan informasi wawancara yang telah dikumpulkan sehingga peneliti mempunyai tingkat kepercayaan yang cukup tinggi. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan triangulasi data untuk mencari kebenaran informasi dari sumber dengan informasi dari penyelenggara dan hasil observasi.

Teknik Analisis Data

Koleksi Data

Dalam pengumpulan data, penulis melakukan observasi, wawancara mendalam terhadap subjek penelitian dan sumber informasi, serta mencari dokumentasi hasil pelatihan Program Pemberian Makanan Tambahan (SFP).

Reduksi Data

Memperhatikan data terkait keadaan penduduk Desa Sirnabaya berdasarkan kelompok umur, maka terlihat bahwa penduduk Desa Sirnabaya mempunyai persentase umur tertinggi pada kelompok umur 5 (lima) tahun. tahun sedangkan persentase terkecil terdapat pada kelompok umur. Kelompok umur 0-12 bulan. LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang 61 Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar mata pencaharian penduduk desa Sirnabaya adalah pegawai perusahaan swasta (47,33%), hal ini disebabkan banyaknya industri di sekitar desa Sirnabaya (wilayah Surya Cipta dan KIIC).

Tabel 3.  Jumlah penduduk berdasarkan golongan  usia dan jenis kelamin
Tabel 3. Jumlah penduduk berdasarkan golongan usia dan jenis kelamin

DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

Perencanaan Pelatihan Dan Program Pemberian Makanan Tambahan ( PMT) di desa Sirnabaya Kecamatan Teluk Jambe Timur

Tujuan

Tujuan umum yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Karawang. Pengenalan kepada masyarakat Desa Sirnabaya terhadap jenis makanan tambahan yang bergizi tinggi dengan biaya yang murah. Ibu-ibu yang memiliki anak balita di Desa Sirnabaya dapat memilih dan menyiapkan sendiri jenis makanan tambahan yang disukai anaknya dan harganya terjangkau.

Program Kegiatan

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Penanggung jawab pemberian pelatihan Program Makanan Pendamping ASI (PMT) adalah Pusat Kajian Gender Unsika (struktur organisasi terlampir). Mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap pelaksanaan pelatihan dan program PMT serta melakukan pembinaan dan pemantauan demi kelancaran pelaksanaan pelatihan dan program PMT. Mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap perolehan dana yang akan disalurkan oleh Pendamping Pusat Kajian Gender Unsika di posyand sebagai bagian tentang program pemberian makanan tambahan pada balita di Desa Sirnabaya.

Penyelenggara kegiatan pelatihan dan program gizi tambahan (PMT) adalah Pusat Kajian Gender Unsika dan kader posyandu di desa Sirnabya. Secara umum responden menjawab bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan dan program pemberian makanan tambahan (PMT) pada bayi di Desa Sirnabaya adalah agar para ibu kader dapat melakukan pemberian makanan tambahan pada bayi pada saat pelaksanaan posyandu yang paling bervariasi dan sehat, tidak hanya bugar. makanan olahan yang selama ini diberikan kepada anak kecil. Selain itu, para ibu yang berpartisipasi mendapatkan keterampilan tentang cara membuat makanan pendamping ASI yang murah namun tetap memiliki nilai gizi yang dibutuhkan anak kecil.

Menurut R6, materi yang diberikan dalam pelatihan sudah sesuai dengan kebutuhan kader, karena kader harus memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita setiap bulannya selama pelaksanaan posyandu. Hal ini dikarenakan setiap saya ingin membuat makanan tambahan, saya selalu memikirkan apa yang harus dibuat PMT. R6 mengatakan materi yang diberikan cukup sesuai dengan pekerjaan para petugas posyandu yang selalu dekat dengan ibu-ibu si kecil. Staf yang telah mengikuti pelatihan dapat memberikan informasi kepada ibu-ibu balita tentang cara membuat makanan tambahan bergizi di rumah dengan biaya murah. .

Menurut R7, materi yang diberikan selama pelatihan dan program kegiatan meliputi beberapa hal, yaitu pelatihan sehari penuh berupa pemberian materi keluarga tentang kesadaran gizi dan demo memasak PMT yang berlangsung di Unsika, sedangkan program yang sedang berjalan adalah pemberian pemberian makanan tambahan setiap bulannya, yang diselenggarakan oleh kader posyandu dengan memberikan materi PMT yang dikoordinasikan oleh Pusat Kajian Gender UNSIKA. Setelah mengikuti pelatihan dan program PMT, para ibu kader mampu menyiapkan makanan tambahan untuk balita selama pelaksanaan posyandu lebih bervariasi dan sehat, tidak hanya berupa makanan siap saji yang sebelumnya telah diberikan kepada balita. R2 dan R3 menyatakan bahwa setelah mengikuti pelatihan dan program PMT, mereka mahir dalam membuat makanan tambahan seperti membuat tahu isi telur, puding kacang hijau, kue jamur kukus, puding buah, dan nasi tim ayam.

Namun setelah program selesai, tidak ada lagi bantuan yang diterima sehingga peserta kesulitan mencari dana untuk membuat makanan tambahan agar PMT dapat dibuat sesuai dana yang ada. Selain itu, para ibu balita terinspirasi untuk meniru pemberian makanan tambahan di rumah masing-masing mengikuti contoh yang diberikan oleh kader posyandu. Namun setelah program bantuan PMT dari Unsika berakhir, tidak ada lagi bantuan yang diterima sehingga peserta kesulitan mencari dana untuk membuat makanan tambahan agar PMT yang dibuat sesuai dengan dana yang ada.

KESIMPULAN

Program ini sebaiknya dilaksanakan terus menerus, mungkin tujuan lain yang belum tercapai adalah meningkatkan pendapatan ibu balita dengan mengembangkan PMT, sehingga tujuan lainnya adalah mengembangkan jiwa wirausaha ibu rumah tangga dengan menjadikan makanan jadi yang mempunyai nilai jual kembali. LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang 72 Hasil pelatihan dan program pemberian makanan tambahan (PMT) pada posyandu di desa Sirnabaya menunjukkan hasil yang cukup baik. Kader posyandu telah membuat makanan tambahan (PMT) yang lebih bervariatif dan mempunyai nilai gizi yang baik serta harga yang terjangkau, hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya keterampilan yang dimiliki oleh kader, sebelumnya kader terkadang merasa kebingungan ketika membuat PMT untuk diberikan kepada balita, Dengan adanya pelatihan, kemampuan meningkat karena disediakan alternatif resep PMT yang dapat diberikan kepada balita.

Dampak yang dirasakan kader posyandu dengan adanya pelatihan dan program pemberian makanan tambahan ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita merasa senang untuk datang ke posyandu, dengan pemberian makanan tambahan yang dilakukan dengan berbagai cara, minat para ibu untuk membawa balitanya ke posyandu. posyandu meningkat. Dengan adanya pelatihan dan program PMT dari Unsika sangat membantu kami karena kami tidak lagi kebingungan mencari resep PMT sehat dengan harga terjangkau. Ibu balita juga bisa terinspirasi untuk membuatkan PMT bergizi untuk balitanya di rumah.

Referensi

Dokumen terkait