PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Peneltian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Dakwah
- Pengertian Dakwah
- Fungsi Dakwah
- Tujuan Dakwah
Apa saja faktor pendukung dan penghambat berkembangnya masyarakat Islam di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Bagaimana strategi dakwah mengembangkan masyarakat Islam di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mengetahui bentuk pengembangan masyarakat Islam di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara.
Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung berkembangnya masyarakat Islam di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara 3.
Strategi
- Pengertian Strategi
Biasanya, kebutuhan sumber daya, permasalahan dan strategi akan ditentukan kemudian, setelah mengetahui terlebih dahulu keadaan organisasi yang diinginkan di masa depan. Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga jenis strategi, yaitu: strategi manajemen, strategi investasi, dan strategi bisnis. Langkah langkah; memperbarui informasi yang diperlukan untuk perencanaan, menyatakan strategi masa lalu dan saat ini, mengumpulkan masukan dari pemangku kepentingan internal, mengumpulkan masukan dari pemangku kepentingan eksternal, mengumpulkan informasi tentang efektivitas program, mengidentifikasi isu atau permasalahan strategis tambahan.
Hasil; serangkaian pertanyaan kritis yang memerlukan jawaban dari organisasi dan database yang akan mendukung perencana dalam memilih prioritas dan strategi.
Strategi Dakwah
- Pengertian Strategi Dakwah
Sekelompok rencana dan tujuan jangka pendek yang dilaksanakan dengan harapan akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.23. Karena dakwah Islam dilaksanakan dalam kerangka sosial budaya yang dikondisikan oleh nilai-nilai dan sistem kehidupan tertentu, bukan zero culture.26. Menurut Asmuni Syukir, strategi dakwah yang digunakan dalam upaya dakwah harus memperhatikan beberapa prinsip dakwah antara lain:
26 Ahmad Amrullah, Perkembangan Ilmu Dakwah dan Prospek Kerja, (Semarang, Unit Fakultas Dakwah APDI IAIN Walisongo, 2008), hal. Sasaran dakwah sosiokultural dan sebagainya.
Manajemen Dakwah
- Pengertian Manajemen
- Fungsi Manajemen
Rosyad Saleh mengungkapkan bahwa manajemen dakwah adalah suatu proses perencanaan tugas, pengumpulan dan penempatan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok-kelompok untuk kemudian mencapai tujuan dakwah.”29 Inilah hakikat manajemen dakwah, yaitu pendekatan yang sistematis. penataan kegiatan atau kegiatan dakwah secara koordinatif dari sebelum pelaksanaan sampai dengan akhir kegiatan dakwah.Sedangkan mengenai perencanaan dakwah, Rosyad Saleh mengusulkan proses pemikiran dan pengambilan keputusan yang matang dan sistematis, dalam bukunya Manajemen Dakwah Islam tindakan-tindakan yang akan dilakukan kedepannya dalam rangka melaksanakan dakwah. Dalam kerangka ini perencanaan dakwah yang matang harus memperhatikan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan sah. , agar kegiatan dakwah dapat berlangsung secara optimal, efisien, berhasil, bersih dan bertanggung jawab serta dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan pada saat dakwah berlangsung. .33.
Setelah perencanaan, langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah mengorganisasikan seluruh sumber daya yang dapat dikerahkan untuk menggerakkan organisasi menuju tujuan yang telah ditentukan. Tugas para mubaligh adalah merancang struktur organisasi yang memungkinkan mereka melaksanakan program dakwah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Membangun ukhuwah Islamiyah artinya umat Islam harus bersatu dalam memperjuangkan agamanya, caranya dengan menggunakan manajemen yang baik dalam setiap gerakan dakwah yang dilakukan.
Dari ketiga langkah strategis tersebut, secara singkat ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu persaudaraan umat (ukhuwah Islamiyah), peningkatan kualitas pelaksanaan dakwah (da'i) dan keikhlasan. Menurut George R Terry, pengendalian adalah suatu upaya untuk menyelidiki kegiatan yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi kegiatan yang dilakukan terdiri dari evaluasi kekurangannya, seberapa berhasilnya, bagaimana idealnya pelaksanaannya.
Hal-hal tersebut merupakan bahan evaluasi yang digunakan manajer untuk memberikan pembelajaran agar pelaksanaan kegiatan selanjutnya dapat meminimalisir kekurangan yang terjadi pada kegiatan sebelumnya. Penyelenggaraan dakwah dikatakan dapat berjalan dengan baik dan efektif apabila tugas dakwah yang dipercayakan kepada pelaksana benar-benar terlaksana dan pelaksanaannya sesuai dengan rencana dan peraturan yang telah ditetapkan. 40.
Pembinaan Masyarakat Islam
- Konsep Pembinaan
- Konsep Masyarakat
- Konsep Islam
Memang benar, manajemen dan pembinaan SDM pertama-tama harus terus bekerja sama dengan manajemen untuk menentukan bagaimana pembinaan akan dikaitkan secara strategis dengan rencana bisnis strategis, dengan tujuan meningkatkan kinerja karyawan dan organisasi. Perencanaan yaitu perencanaan yang harus dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan pembinaan yang akan membawa hasil positif bagi organisasi dan karyawannya. Menurut Hammudah Abdalati, kata “Islam” berasal dari bahasa Arab (Siˉn, Laˉm, Miˉm) yang berarti perdamaian, kesucian, penyerahan diri dan ketundukan.
Menurut Endang Saifuddin Anshari dalam Shaikh Mahmud Syaltut, Islam adalah agama Allah yang ditugaskan untuk mengajarkan prinsip dan peraturannya kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Ibrahim berwasiat untuk anak-anaknya, begitu juga Nabi Yaakub, Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah telah memilih agama Islam sebagai agama kamu, oleh itu kamu tidak boleh mati melainkan dengan memeluk agama Islam.”51. Hawariyin ( Sahabat yang beriman kepada Allah dan bersaksi bahawa kami benar-benar orang Islam." 52.
Dengan demikian Islam adalah agama Allah SWT yang diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk diajarkan kepada manusia. Islam adalah rahmat, petunjuk dan petunjuk bagi manusia dan merupakan manifestasi dari sifat penyayang Allah SWT. Oleh itu fahaman salah faham Mohammedanisme untuk Islam dan Mohammedanisme untuk Muslim, diamalkan selama berabad-abad oleh orang Barat, terutamanya Orientalis.
Kesalahan ini disebabkan oleh penulis-penulis Barat yang menyamakan Islam dengan agama lain, misalnya dengan Kristen. Dakwah, menyebarkan ajaran Islam secara bijaksana, disertai argumentasi yang meyakinkan dengan bahasa yang baik dan baik.
Faktor Pendukung Dan Penghambat Dakwah
- Faktor Pendukung
Seorang pendakwah harus selalu mengendalikan diri, mengendalikan emosi (perasaan) dan selalu berusaha menjaga kestabilan psikis. Tanpa adanya keinginan atau tekad yang kuat dari pihak khatib, mustahil tercapainya hasil yang memuaskan. Tentu saja khatib tidak akan benar-benar memahami apa yang disampaikannya jika kesadarannya tidak sempurna, entah karena kelelahan, mengantuk, atau sebab-sebab lain yang mengganggu konsentrasinya.
Seperti halnya para pendukung dakwah, hambatan dalam berdakwah juga dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal dalam diri seorang dakwah. . A. Diam setelah beraktivitas, atau dalam bahasa agama sering disebut futur, adalah keadaan dimana seorang khatib tidak lagi memiliki semangat keagamaan seperti dulu, atau bahkan berubah menjadi pecinta zdhaliman. Sifat seperti ini tidak boleh ada dalam diri seorang dakwah, karena dakwah merupakan kegiatan mulia yang jauh dari sikap mementingkan diri sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Seorang mubaligh yang mempunyai sifat flamboyan tentu saja dakwahnya tidak lagi didasari oleh keikhlasan dan harapan akan keridhaan Allah SWT, melainkan hanya untuk meningkatkan citra baiknya di masyarakat. Sifat ini tidak bisa dimiliki oleh seorang da’i karena seburuk apapun Allah SWT memberikan perumpamaan pasti ada hikmah positifnya. Kendala yang timbul dalam bidang dakwah dapat berupa kelelahan, baik fisik maupun mental, karena aktivitas dakwah yang terlalu banyak.
Permasalahan yang biasa muncul bagi para khatib yang keluarganya tidak memahami ajaran Islam antara lain lemahnya tsaqofah Islam dan tekanan keluarga yang tidak mendukung kegiatan dakwahnya, sehingga tidak jarang seorang khatib yang berasal dari keluarga seperti ini ikut menerima tekanan. dari keluarganya sendiri. Tidak semua pendakwah tumbuh dan berkembang sejak kecil di lingkungan yang Islami, bisa jadi sebelum tumbuh kesadaran keislaman mereka adalah orang yang banyak berbuat onar dan mempunyai sifat yang tidak baik.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Secara umum yang disebut wawancara adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada orang lain secara lisan dengan tujuan agar orang lain tersebut memberikan jawabannya. Dalam metode wawancara terjadi komunikasi antara penulis dengan subjek.58 Metode wawancara ini digunakan bagi para ulama dan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam kegiatan dakwah. Selain itu wawancara juga berhubungan dengan masyarakat, karena merekalah yang menjadi subjek dakwah, yang tidak kalah pentingnya dengan peran para khatib dan tokoh masyarakat dalam kaitannya dengan dakwah tersebut.
Analisis Data
Penyajian data dilakukan untuk memahami informasi yang dikumpulkan sehingga memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap, melalui penyimpulan tentatif untuk sampai pada suatu kesimpulan akhir yang mempunyai keyakinan tinggi setelah data mencukupi untuk menarik kesimpulan.
HASIL PENELITIAN
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
- Keadaan Geografis
DATA DESKRIPTIF PENELITIAN
- Bentuk Pembinaan Masyarakat Islam
- Faktor Pendukung dan Penghambat Terhadap
- Strategi Dakwah Terhadap Pembinaan Masyarakat
Melihat beragamnya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di desa Tinengi tentu menimbulkan anggapan bahwa kesadaran untuk memahami nilai-nilai keagamaan di kalangan individu anggota masyarakat desa Tinengi sudah sangat matang. Kenyataannya, masih banyak masyarakat desa Tinengi yang belum sadar dalam menjalankan agamanya masing-masing. Komunitas desa Tinengi yang mayoritas penduduknya beragama Islam, coba dibentuk oleh para peneliti.
Kegiatan pengembangan masyarakat di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kalimantan Timur, seperti kegiatan pada umumnya, tentunya mempunyai berbagai faktor pendukung dan penghambat proses pembangunan. Faktor pendukung dan . Hambatan-hambatan pengembangan masyarakat yang dilakukan di Desa Tinengi akan dibahas sebagai berikut. A. Begitu pula dengan pelatihan yang dilaksanakan di Desa Tinengi, tidak akan bisa berjalan lancar tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat Desa Tinengi.
Mentalitas materialistis yang masih melekat pada sebagian warga Desa Tinengi turut mempengaruhi tercapai atau tidaknya tujuan pembangunan membangun masyarakat sadar beragama. Bentuk pembinaan umat Islam ini konon dilakukan masyarakat Desa Tinengi, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, dalam berbagai kegiatan keagamaan antara lain kegiatan Masjid Remaja Yasinan, TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) dan Jaulah (Silaturrahmi). ) kegiatan. . Faktor pendukung pengembangan masyarakat di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur adalah: mayoritas penduduknya beragama Islam, tersedianya fasilitas yang memadai, toleransi masyarakat yang tinggi dan dukungan semua pihak.
Masih adanya sebagian masyarakat Islam di Desa Tinengi yang belum sepenuhnya melaksanakan ajaran agama menjadi tanggung jawab utama para pemuka agama masyarakat Desa Tinengi. Aparat desa juga dapat berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat Desa Tinengi yang berkepribadian sangat religius.
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan umat Islam di Desa Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur secara umum baik, partisipasi masyarakat dalam pengembangan masyarakat berjalan dengan baik, namun kesadaran individu dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama masih minim, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka. tentang agama.
Saran
Izin ini sangat diperlukan terkait dengan pelaksanaan kegiatan seperti pengajian memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan keagamaan lainnya. Memberikan landasan hukum dalam hal memberikan jaminan hukum sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Warga Desa Tinengi yang beragama Islam juga dapat menyumbangkan partisipasinya dalam mewujudkan cita-cita pembangunan masyarakat yang berkepribadian religius tinggi dengan turut serta dalam pembangunan masyarakat seperti yang terjadi hingga saat ini.