• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi digital marketing dalam mengembangkan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "strategi digital marketing dalam mengembangkan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI MASYARAKAT

(Studi Kasus Pada Kampung Beton Cor di Desa Talangsuko) SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis

Oleh

NILNA ARIFATUDDURI NPM 21701092008

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS

MALANG

(2)

RINGKASAN

Nilna Arifatudduri, 2021, NPM 21701092008, Program Studi Ilu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Islam Malang, Strategi Digital Marketing Dalam Mengembangkan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Pada Kampung Beton Cor Di Desa Talangsuko) Dosen Pembimbing I : Dra. Sri Nuringwahyu, M.Si. Dosen Pembimbing II : Daris Zunaida, S.A.B, M.A.B.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat dan efek strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif.

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Jumlah narasumber yang digunakan 6 orang menggunakan teknik analisis reduksi data.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmentasi pengusaha beton cor mengarah pada orang dewasa, positoning yang dilakukan peengusaha beton cor yaitu dengan meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk serta menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan. Targeting pengusaha beton cor menargetkan semua kalangan masyarakat. Marketing mix pada pengusaha beton cor, produk yaitu macam-macam beton cor, harga mengikuti harga pasaran, tempat memanfaatkan halaman rumah, promosi menggunakan mulut ke mulut dan melakukan promosi pada social media, karyawan memanfaatkan sumber daya manusia sekitar, proses pelayanannya dilakukan dengan sebmaik mungkin, bukti fisik berupa kualitas produk tersebut. Digital marketing menggunakan social media Whatsapp, Facebook dan Instagram. Strategi social media marketing dilakukan dengan cara memposting foto maupun video produk kedalam fitur status pada whatsapp dilengkapi dengan keterangan produk, serta dapat dijangkau oleh kontak yang terhubung dengan pengusaha beton cor saja. Sedangkan pada facebook dilakukan dengan cara memposting foto maupun video pada fitur markeetplace dimana fitur ini dilengkapi dengan keterangan jenis produk, harga dan lokasi produk, serta lebih menjangkau pasar yang lebih luas dibanding whatsapp. Pengaruh strategi marketing melalui digital marketing terhadap perkembangan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan secara pr sesentase sebesar 30% meskipun penjualan yang tak menentu, akan tetapi hal ini dapat dirasakan semenjak melakukan digital marketing. Selain itu dapat dilihat dari meningkatnya ketersediaan barang karena peningkatan pembeli yang disebabkan oleh digital marketing.

Kata kunci: Strategi Marketing, Digital marketing, dan Perkembangan Ekonomi Masyarakat

(3)

SUMMARY

Nilna Arifatudduri, 2021, NPM 21701092008, Program Studi Ilu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Islam Malang, Strategi Digital Marketing Dalam Mengembangkan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Pada Kampung Beton Cor Di Desa Talangsuko) Dosen Pembimbing I : Dra. Sri Nuringwahyu, M.Si. Dosen Pembimbing II : Daris Zunaida, S.A.B, M.A.B.

This study aims to determine the digital marketing strategies in developing the community’s economy and the effects of digital marketing strategies in developing the community’s economy.

This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques using interviews and observation. The number of sources used is 6 people using data reduction analysis techniques.

The results of this study indicate that the segmentation of cast concrete entrepreneurs is directed at adults, the positioning carried out by cast concrete entrepreneurs is to improve and maintain product quality and maintain good communication with customers. g Targeting of cast concrete entrepreneurs targets all circles of society. Marketing mix for cast concrete entrepreneurs, products, namely various kinds of cast concrete, prices follow market prices, places to use the home page, word of mouth promotion and promotions on social media, employees utilize surrounding human resources, the service process is carried out as well as possible , physical evidence of the quality of the product. Digital marketing using social media Whatsapp, Facebook and Instagram. The social media marketing strategy is carried out by posting photos and videos of products into the status feature on WhatsApp equipped with product descriptions, and can be reached by contacts connected to cast concrete entrepreneurs only. While on Facebook, this is done by posting photos and videos on the marketplace feature where this feature is equipped with descriptions of product types, prices and product locations, and reaches a wider market than WhatsApp. The influence of marketing strategies through digital marketing on the economic development of the community has increased by a percentage of 30% even though sales uncertain, but this can be felt since doing digital marketing. In addition, it can be seen from the increasing availability of goods due to the increase in buyers caused by digital marketing.

Keywords: Marketing Strategy, Digital marketing, and Community Economic Development

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi seperti saat ini, teknologi yang terus-menerus menunjukkan perkembangannya, menjadikan manusia secara tidak langsung mengubah pola pikir mereka, dan beranggapan bahwa semua kegiatan mampu dilakukan dengan tidak memerlukan kontak langsung kepada yang bersangkutan.

Karena dengan adanya teknologi ini, semua kegiatan mampu dilakukan secara online, meskipun begitu hal ini dapat dikatakan praktis dalam bertindak, sehingga fenomena ini dapat dengan mudahnya merasuki berbagai sektor yang ada.

Salah satu sektor yang paling terpengaruh adalah sektor ekonomi, sektor ini memerlukan perkembangan yang terus-menerus agar semua tujuan dapat dicapai. Apalagi, persaingan didunia bisnis memanglah sangat ketat, namun hal ini akan dapat terlewati jika bisnis tersebut mau berkembang dan bersaing dalam dunia bisnis. Oleh karena itu, perkembangan tekologi saat ini tidak hanya cara komunikasi satu dengan yang lain dirubah menjadi online, tetapi dalam sektor bisnis pun dimana cara berinteraksi komunikasi pemasaran dari face to face menjadi screen to face. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan pengguna internet secara drastis dikalangan masyarakat saat ini, yang juga berdampak besar pada minat belanja online.

(5)

Hampir satu tahun ini seluruh dunia sedang dilanda pandemi yaitu Covid- 19, yang mengakibatkan seluruh sektor seakan-akan mati mendadak akibat virus ini, dampak terbesar dari pandemi ini adalah pada sektor ekonomi yang dibuat hancur dengan meningkatnya nilai dollar, banyak perusahaan yang memutuskan untuk mengurangi karyawannya, tidak hanya itu, bisnis kecil pun banyak yang ikut gulung tikar. Maka dari itu, kegiatan berbisnis pun harus dilakukan secara online, tetapi sebelum pandemi ini melanda pun kegiatan bisnis online sudah diterapkan di kalangan para pebisnis. Khususnya pebisnis menengah keatas, karena mereka sudah mempunyai beberapa instrument pendukung dalam pengelolaan pemasarannya seperti pengetahuan internet marketingnya, sedangkan untuk bisnis yang masih berkembang mereka hanya sekedar memasarkannya melalui platform marketplace tanpa adanya internet marketing, dan berfikiran jika ada yang tertarik maka langsung menghubungi nomor telepon yang sudah disertakan.

Digital marketing adalah suatu media pemasaran, komunikasi dan media social secara online yang saat ini sangat digemari oleh masyarakat dari kalangan manapun, khususnya di kalangan para pebisnis, lambat laun mereka akan meninggalkan model pemasaran yang tradisional ke pemasaran modern yang berteknologi canggih yaitu digital marketing. Pada sektor ekonomi Digital Marketing menjadi salah satu media yang dapat meningkatkan pemasaran secara cepat dan efektif, karena dengan adanya Digital Marketing konsumen dapat melakukan pembelian atau suatu transaksi tanpa melalui tatap muka.

(6)

Menurut (Susan & Stephen Dann, 2011) online shop berasal dari kata online yaitu aktifitas mengakses internet sedangkan shop yaitu berbelanja. Online shop adalah proses dimana konsumen membeli produk atau jasa melalui internet, yaitu melalui toko online pada internet. Maka dari itu, dengan melihat suatu produk yang dijual di online shop, hanya dengan tinggal “klik” saja konsumen dapat melihat bagaimana detail produk tersebut, ditambah lagi dengan ulasan-ulasan para konsumen yang telah membeli produk tersebut, hal ini memungkinkan untuk meningkatkan kepercayaan calon konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa yang mereka pilih. Namun, tidak semua usaha mempunyai dan menyediakan platfrom online , ada juga usaha yang mempunyai store offline yang tidak didampingi store online, karena dengan begitu mereka percaya tidak akan menurunkan minat belanja para konsumen dikarenakan dari awal membuka usaha tersebut mereka sudah mempunyai pelanggan tersendiri yang mengakibatkan toko tersebut selalu ramai pembeli, seperti penjual bahan pokok, sayur mayur dan keperluan lain yang ada di pasar.

Menurut Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) usaha mikro adalah usaha yang memiliki tenaga kerja kurang dari lima orang. Oleh karena itu, dilihat dari skala tenaga kerja yang digunakan maka umumnya usaha mikro adalah usaha perorangan, usaha yang dikelola oleh pemilik itu sendiri, tetapi ada juga yang memiliki karyawan meskipun hanya satu atau dua orang saja, umumnya pula pemilik tersebut turun langsung dan ikut bekerja bersama karyawannya. Selain itu, usaha-usaha kecil ini umumnya menggunakan teknologi lebih

(7)

sederhana dibandingkan usaha-usaha yang lebih berkembang, seperti contoh dalam hal promosi atau mencari customer, umumnya usaha kecil atau usaha mikro ini hanya mengandalkan mulut ke mulut, berbeda dengan usaha yang sudah berkembang.

Pendapat tersebut dapat dinyatakan bahwa di Indonesia usaha kecil dan usaha besar saling berdampingan, tetapi tidak memungkiri jika usaha kecil pun sudah menerapkan digitalisasi marketing yang menyebabkan mereka dapat meraup keuntungan lebih besar dibanding usaha yang besar misalnya butik, tenaga kerja dalam butik umumnya kurang dari lima orang, tetapi jika mereka mempunyai alat pendukung digital marketing, seperti web dan sosial media. Maka, mereka mampu bersaing dengan usaha yang besar, sedangkan usaha besar seperti konveksi pakaian yang tenaga kerjanya lebih dari sepuluh orang, jika mereka tidak pandai mencari pelanggan dan tidak menerapkan digital marketing, sudah dapat dipastikan bahwa konveksi pakaian tersebut kalah saing dengan butik pakaian.

Maka dari itu, jika usaha kecil didampingi dengan teknologi yang modern, akan mampu bersaing dengan usaha-usaha besar lainnya, sedangkan jika usaha besar dengan teknologi yang tradisional akan tetap menduduki posisi tetap dengan jangka waktu yang panjang, jika mereka tidak mengevaluasi struktur pemasarannya. Hal ini akan berdampak besar terhadap perkembangan ekonominya, dan akan terjadi perbedaan dalam proses perolehan profit keduanya.

(8)

Seperti yang terjadi pada kampung beton cor yang ada di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Mayoritas masyarakat di desa ini menjalankan usaha kerajinan beton cor, sebagian adalah usaha yang sudah besar, sebagian pula usaha yang kecil, umumnya di desa ini usaha yang sudah besar memiliki pelanggan tetap yang menjadikan usaha tersebut terus berkembang, sedangkan usaha yang kecil adalah usaha rumahan yang belum memiliki gudang produksi dan karyawan yang kurang dari sepuluh orang, umumnya tempat produksi tersebut memanfaatkan halaman rumah. Namun, pada usaha yang masih kecil, mereka sudah mulai menanjak pada kegiatan online seperti penawaran produk pada status Whatsapp, Marketplace, dan Facebook, dengan begitu penyebaran promosi menjadi lebih luas, penjualan juga semakin meningkat, sehingga mereka dapat bersaing dengan usaha beton cor yang sudah besar dan berkembang.

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengaanggap bahwa penelitian ini menarik untuk dilakukan karena dari penjelasan yang sudah dipaparkan tersebut, peneliti penasaran dengan strategi digital marketing yang dilakukan oleh usaha beton cor yang masih kecil, karena mereka melakukan hal ini untuk mendapatkan pasar yang lebih luas, mendapatkan pelanggan baru, dengan begitu perkeonomian mereka akan berkembang. Maka dari itu, strategi digital marketing yang dilakukan usaha beton cor yang ada di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang sangat lah menarik untuk diteliti dan dikaji, berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti membuat tugas akhir dengan judul “Strategi Digital Marketing Dalam Mengembangkan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Pada Kampung Beton Cor di Desa Talangsuko)”.

(9)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana strategi digital marketing yang dilakukan dalam membantu perkembangan ekonomi masyarakat di kampung beton cor Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang?

2. Bagaimana efek strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat di kampung beton cor Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

2. Mengetahui efek strategi digital markting dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.

D. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian tersebut, manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Secara teoritis

Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan serta referensi bagi peneliti maupun bagi peneliti selanjutnya dalam bidang digital marketing khususnya dalam strategi digital dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.

(10)

2. Secara praktis

Penelitian ini dapat menjadi suatu motivasi serta inovasi bagi pihak terkait dan untuk seluruh pengusaha kecil maupun besar dalam meningkatkan perekonomian yaitu dengan digital marketing.

3. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menjadi pengetahuan serta pengalaman bagi peneliti dalam menerapkan strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakatkampung beton cor di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

E. Sistematika Pembahasan

Memberikan gambaran lebih jelas tentang penulisan penelitian ini, maka peneliti menyusun penelitian skripsi dalam bahan pokok bahasan yang secara keseluruhannya merupakan kesatuan, yaitu sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang peneliti, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini terdapat penelitian terdahulu, teori-teori, kerangka hipotesis dan hipotesis yang digunakan sebagai dasar dalam pembahasan dalam penelitian.

(11)

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bab ini, menjelaskan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, fokus penelitian, pemilihan lokasi dan situs penelitian, sumber data, pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data, dan keabsahan data.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, menjelaskan tentang gambaran setting penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.

BAB V : PENUTUP

Pada bab ini, merupakan kesimpulan akhir dari pembahasan penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya, disertai dengan saran-saran dari peneliti yang mungkin dapat bermanfaat bagi pihak- pihak yang berkaitan dengan penulisan penelitian ini

(12)

9

(13)

BAB VII

PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang berjudul Strategi Digital Marketing Dalam Mengembangkan Ekonomi Masyarakat peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat yang terdapat di Desa Talangsuko Kecamatan Turen, terlihat sudah dilakukan dan dipahami dengan baik, meskipun secara teori mereka tidak mengerti akan strategi marketing tetapi secara tidak langsung segmentation, positioning, targeting dan marketing mix sudah terlihat jelas, dimana segmentasi pasar yang paling berpengaruh adalah toko bangunan, cara mereka untuk memposisikan produknya kedalam otak konsumen adalah dengan komunikasi yang baik dan memproduksi barang dengan kualitas yang bagus, untuk targeting mereka tidak dapat menentukan target pasar, karena produk beton cor ini dapat dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat, akan tetapi mereka tetap menargetkan toko bangungan sebagai pusat penjualannya. Sedangkan untuk marketing mix juga sudah terlihat jelas dimana produk, harga, tempat, promosi, SDA, proses, serta bukti fisik yang dimiliki oleh para pengusaha beton

(14)

cor ini mayoritas adalah sama, dengan produk dan harga yang sesuai pasaran.

Para pengusaha beton cor juga melakukan Digital marketing dengan alasan mengikuti perkembangan zaman. Namun, yang mereka ketahui hanyalah pengetahuan ala mereka sendiri, jadi mereka tidak paham tentang konten marketing, copywriting, SEO dan iklan online. Tetapi, digital marketing dapat memperluas pasar usaha beton cor, social media yang digunakan mayoritas adalah whatsapp dan facebook. Strategi social media marketing yang dilakukan yaitu dengan cara mengunggah foto maupun video pada status whatsapp dengan caption yang dapat menarik pelanggan, sedangkan untuk facebook yaitu dengan cara mengunggah foto produk kedalam marketplace facebook. Selain itu, pengusaha beton cor mendapatkan manfaat dari social media marketing yang dilakukannya, seperti: dapat mengenali konsumen, menemukan konsumen baru, dapat memberikan feedback secara langsung dan dapat memperluas target pasar.

2. Efek strategi digital marketing dalam mengembangkan ekonomi masyarakat dapat dikatakan memiliki efek karena dilihat dari ketersediaan barang yang terus bertambah serta teknologi yang mendukung, dapat pula dilihat dari presentase kenaikan pendapatan yakni sebesar 30%, akan tetapi hal ini tidak dapat menjadi patokan, dikarenakan pendapatan pengusaha perbulannya tidak menentu karena disebabkan oleh ramai atau sepinya pembeli. Akan tetapi, para pengusaha beton cor mengakui jika digital marketing dapat mengembangkan perekonomian masyarakat, karena digital marketing dapat menghasilkan pembeli baru yang nantinya akan menambah ketesediaan barang, sehingga para karyawan dapat memproduksi secara banyak, hal ini akan meningkatkan pendapatan karyawan serta

(15)

pengusaha itu sendiri.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian Strategi Marketing Melalui Digital Marketing Terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat, maka berdasarkan apa yang dialami oleh peneliti selama melakukan penelitian, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut:

1. Kepada pemerintah, disarankan untuk membuat sebuah departemen khusus usaha kerajinan beton cor, dengan begitu akan ada yang mengelola digital marketing, karena berhubung para pemilik usaha beton cor ini kurang akan pengetahuan tentang digital marketing dan kurang memahami hal itu, maka departemen khusus sangat diperlukan. Selain itu, digital marketing saat ini sudah sangat berkembang, sedangkan para pengusaha beton cor hanya melakukan digital marketing yang seadanya dan kurang mengikuti perkembangan zaman. Serta seharusnya dilakukan bimbingan khusus atau penyuluhan tentang digital marketing, agar para masyarakatnya dapat memperluas pasar sehingga dapat memakmurkan perekonomian masyarakat di Desa Talangsuko. Apalagi di era yang sulit ini, dimana digital marketing sangat diandalkan, maka dari itu diharapkan segera ada penyuluhan khusus tentang digital marketing dan membuat departemen khusus digital marketing usaha kerajinan beton cor.

2. Kepada masyarakat di Desa Talangsuko, khususnya para pengusaha beton cor, agar dapat mempertahankan strategi marketing yang sudah di implementasikan tersebut, selain itu, diharapkan untuk dapat mempelajari dan

(16)

memperluas ilmu tentang digital marketing, agar mampu bersaing di pasaran sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

3. Kepada peneliti selanjutnya, jika ingin memilih penelitian di kampung beton cor di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Disarankan untuk jangan memilih penelitian dengan fokus yang sama, dikarenakan informasi yang diperoleh akan sangat kurang untuk bahan penelitian.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Anggito , A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi:

Jejak. Barlian , E. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif. Padang:

Sukabina. Chaffey, D., & Chadwick, F. (2019). Digital Marketing. New York:

Pearson.

Chakti, A. (2019). The Book Of Digital Marketing. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Dann, S., & Dann, S. (2011). E-Marketing Theory and Application. New York:

Palgrave Macmillan.

Fitrah, M., & Luthfiyah. (2017). Metodologi Penelitian: Penelitian kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. Sukabumi: Jejak.

Fuchs, C. (2021). Social Media: An Critical Introduction. Los Angeles: Sage.

Haryanti, S. & dkk. (2019) Analisis Strategi Pemasaran Digital Untuk Meningkatkan Penjualan Produk Batik Pada PT. Danar Hadi Surakarta.

[Internet], 3 (1) Februari, pp.144-151. Diunduh dari: < https://jurnal.stie- aas.ac.id/index.php/jie/article/view/443> [Accessed 25 Januari 2021].

Helaluddin, & Wijaya, H. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori dan Praktek.

Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.

Hidayah, N. (2018). Analisis Strategi Digital Marketing Dalam Membantu Penjualan Living Space Dan Efo Store. Skripsi.

Huda, N., & dkk. (2015). Ekonomi Pembangunan Islam. Jakarta: Kencana.

Jumiatmoko. (2016). WhatsApp Messenger Dalam Tinjauan Dan Adab. Wahana Akademika, Volume 3 Nomor 1.

Kasali, R. (2007). Membidik Pasar Indonesi: Segmenting, Targeting, dan Positioning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama .

Lindawati, S., Hendri, M., & Hutahaean, J. (2020). Pemasaran Digital. Medan:

Yayasan Kita Menulis.

Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Publisher. Maryati, K.,

(18)

& Suryawati, J. (2001). Sosiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Morrisan. (2010). Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu . Jakarta: Kencana.

Musfar, T. (2020). Manajemen Pemasaran. Bandung: Media Sains Indonesia.

Nuraini, I. (2016). Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press.

Rangkuti, F. (2005). Marketing analysis made easy : teknik analisis pemasaran dan analisis kasus menggunakan excel dan SPSS. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Saputra, D. h., & dkk. (2020). Digital Marketing: Komunikasi Bisnis Menjadi Lebih Mudah. Meda: Yayasan Kita Menulis.

Saputra, D. H., & dkk. (2020). Digital Marketing: Komunikasi Bisnis Menjadi Lebih Mudah.

Medan: Yayasan Kita Menulis.

Sari, D. K., Pebrianggara, A., & Oetarjo, M. (2021). Digital Marketing. Sidoarjo:

UMSIDA.

Sari, M. P. (2017). Fenomena Penggunaan Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Pembelajaran Agama Islam Oleh Mahasiswa FISIP Universitas Riau.

JOM FISIP, Volume 4 Nomor 2.

Siyoto, S., & Sodik, M. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media.

Sofiya, I. (2020) Implementasi Strategi Digital Marketing Pada Segmen B2C (Business To Customer) Guna Menarik Minat Nasabah Pemula PT. Pegadaian (Persero) Deputy Bisnis Area Jember. Skripsi.

Sugiarto, E. (2015). Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis.

Yogyakarta: Suaka Media.

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat.

Bandung: PT Setia Purna Inves.

Referensi

Dokumen terkait

gvneyei ingvb BwZnvm wefvM, ivRkvnx wek¦we`¨ vjq cÖ‡dmi W.. gybZvmxi gvgyb BwZnvm wefvM, XvKv