PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Bagaimana strategi guru dalam menanamkan disiplin sholat berjamaah pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Makassar? Upaya dan manfaat apa saja yang dapat ditanamkan kedisiplinan shalat berjamaah pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Makassar?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Hakekat Strategi Guru
- Pengertian Strategi
- Pengertian Guru
- Kompetensi-Kompetensi Yang Harus Dimiliki Oleh Guru
- Ciri-Ciri Guru Yang Baik
- Peranan Guru Sebagai Pendidik
- Kedudukan dan Tanggung Jawab Pendidik/Guru
Dalam konteks pengajaran, strategi diartikan sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dan berhasil. Spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku apa yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilaksanakan.
Hakekat Shalat Berjamaah
- Shalat Berjamaah
- Dasar dan Hukum shalat Berjamaah
- Syarat-Syarat dan Tata Cara Shalat Berjamaah
- Keutamaan dan Hikmah Shalat Berjamaah
Shalat berjemaah disebut apabila dua orang shalat bersama-sama dan salah satunya mengikuti yang lain. Pendapat yang adil dan hampir dengan yang hak ialah solat berjemaah muakkad adalah sunat. Secara umumnya syarat dan tatacara solat berjemaah adalah seperti yang diterangkan oleh H.
Solat khususnya solat berjemaah sebagai salah satu ibadah asas dalam dunia Syariah Islam pasti mempunyai keistimewaannya. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: Solat berjemaah lebih baik dua puluh tujuh darjat daripada solat sendirian. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu Majah, Ahmad, Malik dan Ad-Darimi). Bukhari-Muslim meriwayatkan daripada Abu Musa r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling besar pahala solat berjemaah ialah orang yang rumahnya paling jauh dari masjid. .
Berdasarkan hadis di atas, penulis dapat memahami bahwa beliau secara tidak langsung memberikan kita pengetahuan tentang pentingnya shalat berjamaah pada masa Nabi Muhammad SAW. Secara tersirat hadis di atas juga memberikan penjelasan kepada kita betapa tingginya peranan shalat berjamaah secara berjamaah.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Variabel Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Populasi dan Sampel
- Instrument Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa 10 responden atau 25% siswa menjawab selalu meninggalkan shalat berjamaah di sekolah, 2 responden atau 5% siswa menjawab sering meninggalkan shalat berjamaah di sekolah, 14 responden atau 35. Kendala apa saja yang ditemui dalam pengenalan disiplin sholat berjamaah pada siswa SMA Pengenalan disiplin sholat berjamaah pada siswa SMA Islam Darul Hikmah Makassar. Dengan pengajaran yang dilakukan oleh guru PAI, Fiqh dan Aqideh Akhlak di SMA Islam Darul Hikmah Makassar, dalam mengenalkan disiplin sholat berjamaah kepada siswa tentunya terdapat beberapa kendala.
Kurangnya kekompakan antar guru agama untuk lebih berperan aktif dalam membimbing siswa dalam menunaikan salat berjamaah. Sehingga siswa dapat lebih meningkatkan diri dalam melaksanakan kedisiplinan shalat berjamaah di sekolah maupun di luar sekolah. Upaya dan manfaat apa saja yang dapat menanamkan disiplin shalat berjamaah pada siswa SD Islam Darul? Disiplin Sholat Berjamaah pada Siswa SD Islam Darul Hikmah Makassar.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan mengenai “Strategi Guru dalam Mengajarkan Disiplin Sholat Berjamaah Pada Siswa SMA Islam Darul Hikmah Makassar”, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Guru khususnya guru PAI, Fiqh dan Aqidah Akhlak, kiranya harus memperhatikan para siswa mengenai kedisiplinan sholat berjamaah di sekolah.
HASIL PENELITIAN
Gambaran umum sekolah SMP islam darul hikmah
Namun yang diberi tugas untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan salat berjamaah adalah guru pendidikan agama Islam, keadilan dan Aqidah Akhlak yang akan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik... langkah-langkah yang digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan sudah tepat dan baik. Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa guru yang memimpin sholat berjamaah menjadikan siswa terbiasa dengan tata cara sholat yang baik dan benar sehingga siswa disiplin dalam melaksanakan sholat. Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa 5 responden atau 12,5% siswa menjawab selalu singgah pada shalat somash, 2 responden atau 5% siswa menjawab sering melewatkan shalat somash, 15 responden atau 37,5%. sebagian siswa menjawab kadang - kadang mereka menunda salat berjamaah, dan 18 responden atau 45% siswa menjawab Tidak pernah menunda salat berjamaah.
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa 15 responden atau 37,5% siswa menjawab Selalu menghadiri sholat berjamaah di sekolah, 6 responden atau 15% siswa menjawab Rutin menghadiri sholat berjamaah di sekolah, 16 responden atau 40% siswa menjawab kadang-kadang . mengikuti salat berjamaah di sekolah, dan 3 orang responden atau 7,5% siswa menjawab tidak pernah mengikuti salat berjamaah di sekolah. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa 30 responden atau 75% siswa menjawab Selalu mengambil air wudhu dengan tertib dan benar, 7 responden atau 17,5% siswa menjawab Selalu mengambil air wudhu dengan tertib dan benar, 2 responden atau 5% siswa menjawab. Kadang-kadang mengambil air wudhu dengan tertib dan benar, dan 1 responden atau 2,5% siswa menjawab Tidak pernah mengambil air wudhu dengan tertib dan benar. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa 21 responden atau 52,5% siswa menjawab Selalu berdoa setelah berwudhu, 5 responden atau 12,5% siswa menjawab Sering berdoa setelah berwudhu, 11 responden atau 27,5% siswa menjawab kadang-kadang . berdoa setelah berwudhu dan 3 responden atau 7,5% siswa menjawab. Jangan sekali-kali berdoa setelah berwudhu.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa 20 responden atau 50% santri menjawab: Selalu menutup/meluruskan shaf ketika melaksanakan shalat somasha, 10 responden atau 25% santri menjawab Sering menutup/meluruskan shaf ketika shalat somasha. Sholat Somasha, 7 responden atau 17,5% siswa menjawab Kadang – kadang menutup/meluruskan salat soma, dan 3 responden atau 7,5% siswa tidak pernah menutup/meluruskan salat saraje. Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 25 responden atau 62,5% siswa menjawab Selalu sholat setelah sholat berjamaah, 5 responden atau 12,5% siswa menjawab Sering sholat setelah sholat berjamaah, 8 responden atau 20% siswa menjawab murid-murid. dijawab Kadang – kadang shalat setelah selesai shalat berjamaah dan 2 orang responden. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 14 responden atau 35% siswa menjawab Selalu Sholat Lima Waktu Siang Malam, 6 responden atau 15% Siswa menjawab Sering Sholat Lima Waktu Siang Malam, 12 responden atau 30%. siswa menjawab Kadang-kadang mereka shalat lima waktu sehari semalam, dan 8 responden atau 20% siswa menjawab tidak pernah shalat lima waktu sehari semalam.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa 11 responden atau 27,5% santri menjawab : Selalu menunaikan shalat berjamaah bila sibuk/belajar, 5 responden atau 12,5% santri menjawab Sering shalat berjamaah bila sibuk/ dipelajari, 15 responden atau 37,5% siswa menjawab Kadang – kadang melaksanakan shalat berjamaah ketika sedang sibuk/belajar dan 9 responden atau 22,5% siswa menjawab. Tidak pernah melaksanakan salat berjamaah ketika sedang sibuk/belajar.
Hambatan-hambatan apa saja yang ditemukan dalam
Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa siswa sangat antusias dalam belajar ketika diberikan strategi pengajaran yang berbeda. Hal ini membuktikan bahwa strategi mengajar sangat baik bila kita ingin mengetahui daya tanggap siswa, karena dapat mendorong mereka untuk disiplin dalam melakukan pembelajaran berjamaah. doa. Hal-hal yang menghambat guru PAI, Fiqih dan Aqidah Akhlak dalam upaya menanamkan disiplin shalat berjamaah pada siswa diantaranya adalah latar belakang keluarga siswa. Oleh karena itu, anak yang tidak terbiasa memandang orang tua atau tetangganya saat salat adalah anak yang paling sulit diarahkan untuk salat berjamaah.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa yang paling berat bagi guru yang melaksanakan shalat berjamaah adalah anak-anak yang belum pernah melihat orang tuanya atau tetangganya yang shalat, oleh karena itu anak-anak tersebut kesulitan mengarahkan dan mengaturnya. guru. Oleh karena itu, seorang guru di luar tatap muka juga dapat melakukan pendekatan personal langsung kepada siswa yang dianggap buruk, banyak alasannya tidak ikut salat berjamaah dan malas menunaikan salat berjamaah. Di sini setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, ada yang taat, misalnya bel berbunyi menandakan waktu shalat dhuha atau shalat zuhur telah tiba, tanpa disuruh akan buru-buru menuju musala, namun ada pula yang keras kepala jika tidak disuruh salat berjamaah. .
Berdasarkan hasil wawancara diatas, peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya kesadaran siswa dapat menjadi kendala bagi guru dalam menerapkan disiplin dalam memaafkan berjamaah di sekolah, sedangkan laporan siswa yang merasa telah mendisiplinkan temannya yang kurang disiplin terhadap gurunya sangat membantu dan menjadi faktor penunjang terlaksananya shalat, jamaahnya berjalan dengan baik. Upaya dan manfaat apa yang dapat ditanamkan disiplin sholat berjamaah pada siswa SMA Islam Darul.
Usaha-usaha dan manfaat apa saja yang dapat menanamkan
Guru yang bersangkutan juga harus berperan aktif dalam membimbing dan memahami agar para siswa dapat mengamalkan dan menanamkan disiplin shalat berjamaah. Siswa yang tidak melaksanakan shalat berjamaah akan diberikan nilai yang sangat rendah untuk pembelajaran fiqh, pendidikan agama Islam dan aqidah akhlak oleh guru yang memimpin shalat berjamaah dengan harapan agar siswa terpacu untuk mengikuti shalat berjamaah dengan taat karena rendahnya nilai mereka. tidak maju di kelas. Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh guru yang memimpin sholat berjamaah sangat baik bagi siswa sehingga para siswa akan terpacu dan mau berpartisipasi dalam sholat berjamaah.
Manfaat dan pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilakukan pihak sekolah tentunya agar para siswa semakin rajin menanamkan disiplin sholat berjamaah baik di dalam maupun di luar sekolah. Hal ini terlihat dari data yang diperoleh sehubungan dengan bimbingan yang diberikan pihak sekolah yang meliputi guru PAI, Fiqh dan Aqidah Akhlak, guru kelas dan hampir seluruh guru dalam memantau pelaksanaan disiplin sholat umum siswa. Selain itu, terdapat buku penghubung untuk mengikuti salat berjamaah santri selama berada di rumah.
Dapat dikatakan bahwa strategi guru dalam membentuk disiplin sholat berjamaah di SMP Islam Darul Hikmah sudah baik. terlihat dari upaya sekolah dan guru pendidikan agama Islam, akhlak fiqh dan aqidah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik shalat berjamaah dengan menggunakan metode dan kegiatan yang tepat serta didukung dengan hasil angket yang disebarkan kepada responden dan tingkat kedisiplinannya. salat di sekolah dan salat lima waktu sehari semalam, itu sangat baik. Guru dan seluruh elemen sekolah serta orang tua siswa harus selalu memberikan arahan, membimbing dan memantau pelaksanaan disiplin sholat berjamaah siswa, khususnya sholat lima waktu.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Guru hendaknya mengedepankan kualitas pembelajaran khususnya bidang studi pendidikan agama Islam, Fiqih dan Aqidah Akhlak, karena bidang studi tersebut bukan hanya sekedar kewajiban sekolah, namun merupakan pelajaran yang dapat memberikan manfaat dan bimbingan bagi kehidupan siswa di dunia ini. . dan di akhirat. Mahasiswa tidak hanya memahami bidang studi PAI, Fiqh dan Aqidah Akhlak secara kognitif saja, namun juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Syah Muhibbin, Psikologi Pembelajaran (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999) Syah Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.