RESEARCH ARTICLE • OPEN ACCESS
Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affine aff(2, R )
Aurillya Queency, Edi Kurniadi, dan Firdaniza Firdaniza
Volume 6, Issue 1, Pages 62–67, February 2024
Submit 4 Desember 2023, Direvisi 20 Januari 2024, Disetujui 22 Januari 2024
To Cite this Article : A. Queency, E. Kurniadi, dan F. Firdaniza,“Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affine aff(2,R)”, Jambura J. Math, vol. 6, no. 1, pp. 62–67, 2024, https://doi.org/10.37905/jjom.v6i1.23254
© 2024 by author(s)
JOURNAL INFO • JAMBURA JOURNAL OF MATHEMATICS
u Homepage : http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjom/index Ǽ Journal Abbreviation : Jambura J. Math.
Х Frequency : Biannual (February and August) Ŷ Publication Language : English (preferable), Indonesia
DOI : https://doi.org/10.37905/jjom
ʢ Online ISSN : 2656-1344
ǽ Editor-in-Chief : Hasan S. Panigoro
Ÿ Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo
ƒ Country : Indonesia
̰ OAI Address : http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjom/oai
Google Scholar ID : iWLjgaUAAAAJ
Ͳ Email : [email protected]
JAMBURA JOURNAL • FIND OUR OTHER JOURNALS
Jambura Journal of Biomathematics
Jambura Journal of Mathematics Education
Jambura Journal of Probability and Statistics
EULER : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains, dan
Teknologi
Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affine aff(2, R )
Aurillya Queency
1,∗, Edi Kurniadi
1 , dan Firdaniza Firdaniza
1
1Departemen Matematika, Universitas Padjadjaran, Indonesia
ABSTRAK. Pada penelitian ini dipelajari tentang aljabar Lie affineaff(2,R). Penelitian ini bertujuan untuk menen- tukan 1-form pada aljabar Lie affineaff(2,R)yang dikaitkan dengan struktur simplektiknya sedemikian sehingga aljabar Lie affineaff(2,R)merupakan aljabar Lie Frobenius. Elemen-elemen dari aljabar Lie affineaff(2,R)didefin- isikan dalam bentuk matriks kemudian dihitung bracket Lie dan dibentuk matriks struktur dari aljabar Lie affine aff(2,R). 1-form dari aljabar Lie affineaff(2,R)diperoleh dari determinan matriks struktur aljabar Lie affine aff(2,R). Selanjutnya, dibuktikan bahwa 2-form-nya bersifat simplektik dan berkaitan dengan 1-form-nya. Hasil yang diperoleh adalah aljabar Lie affineaff(2,R)mempunyai 1-formα=ε∗12+ε∗23padaaff(2,R)∗yang berkai- tan dengan symplectic form-nya, yaituβ=ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23sedemikian sehingga aljabar Lie affineaff(2,R)merupakan aljabar Lie Frobenius. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dikembangkan pada aljabar Lie affine dengan dimensin(n+ 1).
ABSTRACT. In this research, we studied the affine Lie algebraaff(2,R). The aim of this research is to determine the 1-form in affine Lie algebraaff(2,R)which is associated with its symplectic structure so that affine Lie algebra aff(2,R)is a Frobenius Lie algebra. Realized the elements of the affine Lie algebraaff(2,R)in matrix form, then calculated the Lie brackets and formed the structure matrix of the affine Lie algebraaff(2,R). 1-form of the affine Lie algebraaff(2,R)is obtained from the determinant of the structure matrix of the affine Lie algebraaff(2,R).
Furthermore, proved that the 2-form is symplectic and related to the 1-form. The result obtained is that the affine Lie algebraaff(2,R)has 1-formα=ε∗12+ε∗23onaff(2,R)∗which is related to its symplectic structure,β = ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23such that the affine Lie algebraaff(2,R)is a Frobenius Lie algebra.
For further research, it can be developed into an affine Lie algebra with dimensionsn(n+ 1).
This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-NonComercial 4.0 International License.Editorial of JJBM:Department of Mathematics, Uni- versitas Negeri Gorontalo, Jln. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Bone Bolango 96554, Indonesia.
1. Pendahuluan
Aljabar Lie merupakan salah satu jenis aljabar yang diperke- nalkan pertama kali pada tahun 1873-1874 oleh Sophus Lie, se- orang matematikawan asal Norwegia[1]. Aljabar Lie adalah ru- ang vektor atas lapanganFdenganbracketLie yang memenuhi kondisi-kondisi pemetaan bilinear,skew-symmetric, dan identitas Jacobi[2]. Penelitian tentang aljabar Lie sudah banyak dilakukan, seperti representasi aljabar Lie[3–6], aljabar Lie nilpoten[7–9], dan penggunaan aljabar Lie untuk menyelesaikan model populasi biologis[10].
Aljabar Lie mempunyai beberapa jenis kelas, salah satunya adalah aljabar Lie Frobenius, yaitu jika indeks suatu aljabar Lie sama dengan nol[11]atau jika orbitcoadjointsuatu grup Lie buka di ruang dual aljabar Lie-nya[12]. Aljabar Lie Frobenius banyak dibahas dalam beberapa penelitian lebih lanjut, sepertialternat- ing bilinear formdari aljabar Lie Frobenius adalahnondegenerate [13], klasifikasi dari kelas isomorfisma pada aljabar Lie Frobenius untuk dimensi≤6[14], dan representasi grup Lie dari aljabar Lie Frobenius berdimensi 4 memiliki representasi unitar yang bersi- fatsquare-integrable[15].
Aljabar Lie affine aff(n,R) merupakan salah satu contoh
∗Penulis Korespondensi.
ARTICLE HISTORY
Submit 4 Desember 2023 Direvisi 20 Januari 2024 Disetujui 22 Januari 2024
KATA KUNCI
1-form 2-form Aljabar Lie Affine Aljabar Lie Frobenius Struktur Simplektik
KEYWORDS
1-form 2-form Affine Lie Algebra Frobenius Lie Algebra Symplectic Structure
dari aljabar Lie Frobenius yang elemen-elemennya dapat ditulis dalam bentuk matriks
A b 0 0
|A∈gl(n,R), b∈Rn
.
Sudah banyak hasil penelitian yang diperoleh mengenai aljabar Lie affine, misalnya tentang semua turunan dari aljabar Lie affine akan selalu inner [16] dan aljabar simetrik kiri dari aljabar Lie affine aff(1,R) merupakan aljabar Lie Frobenius berdimensi 2 dengan 1-formα = ε∗12 yang berkorespondensi dengan 2-form β=−ε∗11∧ε∗12dan hubungan antara keduanya dinyatakan oleh β(x,y) =−α([x,y])untuk setiapx,y∈aff(1,R)[17].
Hubungan antara 1-formαdan 2-formβ pada aljabar Lie affineaff(n,R)berdimensin(n+1)didefinisikan pada[12]dalam bentukβ(x,y) =α([x,y])untuk setiapx,y ∈ aff(n,R). Na- mun demikian, hasil yang diperoleh dalam[12]hanya formula un- tuk 1-formαtetapi belum diberikan formula untuk 2-formβyang bersifatskew-symmetricdannondegenerate. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikonstruksi bentuk 2-form β yang bersifat skew- symmetricdannondegeneratekhususnya untuk kasusn= 2, yaitu aljabar Lieaff(2,R)berdimensi 6. Dalam hal ini, 1-formαdan 2-formβ memenuhi hubunganβ(x,y) =α([x,y])untuk setiap
Email : [email protected](A. Queency)
A. Queency, E. Kurniadi, dan F. Firdaniza–Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affineaff(2,R)… 63
x,y∈aff(2,R)dan 2-formβ bersifatskew-symmetricdannonde- generatesehingga aljabar Lie affineaff(2,R)merupakan aljabar Lie Frobenius. Bentuk 1-formαtersebut dinamakan fungsional Frobenius dan 2-formβdinamakansymplectic form.Penelitian ini sangat penting untuk memotivasi penelitian selanjutnya, yaitu untuk mengonstruksi bentuk 2-form skew-symmetricdannondegen- eratepada aljabar Lie affineaff(n,R) dan membuktikan bahwa aljabar Lie affineaff(n,R)merupakan aljabar Lie Frobenius.
2. Metode
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi lit- eratur mengenaisymplectic form, aljabar Lie, dan aljabar Lie Frobe- nius. Secara eksplisit, penelitian dilakukan mengikuti langkah- langkah berikut:
1. Mendefinisikan aljabar Lie affineaff(2,R).
2. MendefinisikanB ={ε11, . . . ,ε23}basis aljabar Lie affine aff(2,R) danB∗ = {ε∗11, . . . ,ε∗23} basis aff(2,R)∗, yaitu dual basis aljabar Lie affineaff(2,R)dimanaεij adalah ma- triks3×3dengan elemen 1 pada baris ke-idan kolom ke-j.
3. MengonstruksibracketLie[εij,εkl]tak nol.
4. Menentukan matriks struktur dan determinannya.
5. Menentukan 1-formαpada aljabar Lie affineaff(2,R), den- gan mengacu pada determinan matriks struktur yang telah diperoleh.
6. Menentukan 2-formβ pada aljabar Lie affineaff(2,R)dan menunjukkan bahwa β(x,y) = α([x,y]) untuk setiap x,y ∈ aff(2,R) atau 1-form αberkorespondensi dengan 2-formβ.
7. Menunjukkan bahwa β merupakan symplectic form, yaitu dengan menunjukkan 2-formβskew-symmetricdannondegen- eratesehingga dapat disimpulkan bahwa aljabar Lie affine aff(2,R)mempunyai fungsional Frobeniusαyang berkore- spondensi dengansymplectic formβsedemikian sehingga al- jabar Lie affineaff(2,R)merupakan aljabar Lie Frobenius.
Berikut adalah teori-teori dasar yang digunakan pada penelitian ini. Definisi1-4yang merujuk pada[2], Teorema1yang merujuk pada[6], serta Definisi5 dan Definisi6yang masing- masing merujuk pada [11, 12] digunakan untuk membuktikan hasil utama pada penelitian ini.
Definisi 1.MisalkanB = {ε1, . . . ,εn} basis dariV. Him- punanB∗={ε∗1, . . . ,ε∗n}, di manaε∗i :V →Rsuatu 1-form yang didefinisikan oleh
ε∗i (εj) =
1, jika i=j 0, jika i̸=j, disebut basis untukV∗dual terhadap basisB.
Definisi 2.MisalkanV ruang vektor atas lapanganR. Symplec- tic form padaV adalah pemetaan bilinearω:V×V →Ryang memenuhi kondisi-kondisi berikut:
1. ωadalah bilinear form padaV,
2. ω skew-symmetric: Untuk setiap v,w ∈ V, berlaku ω(w,v) =−ω(v,w),
3. ω nondegenerate: Jika v ∈ V memiliki sifat bahwa ω(v,w) = 0,untuk setiapw∈V,makav= 0.
Pasangan(V, ω)disebut sebagai ruang vektor simplektik.
Definisi 3.MisalkanV ruang vektor berdimensindengan basis B = {ε1, . . . ,εn} dan B∗ = {ε∗1, . . . ,ε∗n} basisV∗ dual terhadapB. Untuk setiap1 ≤ i1, . . . , ik ≤ n, didefinisikan k-form padaV, yaituε∗i
1∧ · · · ∧ε∗i
ksebagai
ε∗i1∧ · · · ∧ε∗ik
(v1, . . . ,vk) =
ε∗i1(v1) . . . ε∗i1(vk) ... . .. ... ε∗ik(v1) . . . ε∗ik(vk)
untuk setiapv1, . . . ,vk ∈V dan∧suatu wedge product antar 1-form.
Definisi 4. MisalkanV ruang vektor berdimensindenganB= {ε1, . . . ,εn}danB∗ ={ε∗1, . . . ,ε∗n}basisV∗dual terhadap B. Penjumlahan 2-form padaV didefinisikan sebagai
ε∗i1∧ε∗i2+· · ·+ε∗ik−1∧ε∗ik
(v1,v2) = ε∗i1∧ε∗i2
(v1,v2) +. . . +
ε∗ik−1∧ε∗ik
(v1,v2) untuk setiapv1,v2∈V dan1≤i1, . . . , ik ≤n.
Teorema 1. Misalkangaljabar Lie atas lapanganRdengan basis B={x1, . . . ,xn}. Skew-symmetric 2-formβpadagdikatakan nondegenerate jika dan hanya jika
|Mβ|=
β(x1,x1) . . . β(x1,xn) ... . .. ... β(xn,x1) . . . β(xn,xn)
̸= 0, 1≤i, j≤n denganMβmatriks representasi untukβ.
Bukti. (⇒)Diketahui bahwagaljabar Lie atas lapanganRden- gan basisB ={x1, . . . ,xn}danskew-symmetric2-formβ padag nondegenerate.
Akan dibuktikan bahwa det(Mβ)̸=0 . Untuk melihat ini, claimbahwa matriks persegiMβ = (β(xi,xj)),1 ≤ i, j ≤ n merupakan matriks representasi dariβ. Ambilu,v ∈ gsem- barang yang dapat ditulis sebagai berikut:
u=α1x1+α2x2+· · ·+αkxk+· · ·+αnxn, v=γ1x1+γ2x2+· · ·+γkxk+· · ·+γnxn,
untuk suatu skalarαk, γk ∈Rdengan1 ≤k≤n. Berdasarkan
JJoM|Jambura J. Math Volume 6 | Issue 1 | February 2024
pendefinisian tersebut, diperoleh β(u,v) = α1 α2 . . . αn
β(x1,x1) β(x1,x2) · · · β(x1,xj) β(x2,x1) β(x2,x2) · · · β(x2,xj)
... ... . .. ...
β(xi,x1) β(xi,x2) · · · β(xn,xn)
γ1
γ2
... γn
.
Jadi,Mβ = (β(xi,xj)),1≤i, j≤nmerupakan matriks repre- sentasi dariβ. Kemudian, asumsikan bahwaBbasis standar un- tukg, makaβ(u,v) =uTMβv.Karena 2-formβskew-symmetric dannondegenerate, makaβ(u,v) =vTMβu = 0. Berdasarkan sifatnondegeneracy,β(u,v) =vTMβu= 0terpenuhi untuk se- tiapv ∈ gjikau =0. Artinya, untuk setiapv ∈g,Mβu =0 hanya memiliki solusi trivial u = 0 atau Mβ invertible. Jadi, det(Mβ)̸=0.
(⇐)Diketahui bahwa galjabar Lie atas lapanganRden- gan basisB = {x1, . . . ,xn}dan det(Mβ)̸=0 , artinya matriks Mβ invertible. Akan dibuktikan bahwaskew-symmetric2-form β nondegenerate. Untuk melihat ini, ambilu,v ∈ gsembarang.
Berdasarkan pembuktian sebelumnya, jikaβ(u,v) =vTMβu= 0, makavTMβu = 0hanya dipenuhi olehMβu =0untuk se- tiapv∈g. KarenaMβinvertible, makaMβu=0hanya memiliki solusi trivialu =0. Berdasarkan Definisi2bagian 3, dapat dis- impulkan jikaβ(u,v) = 0terpenuhi untuk setiapv ∈ g, maka u=0. Jadi,skew-symmetric2-formβnondegenerate.
Definisi 5.Misalkangaljabar Lie atas lapanganRdengan basis {x1, . . . ,xn},gdikatakan aljabar Lie Frobenius jika salah satu kondisi berikut dipenuhi:
1. det([xi,xj]) ̸= 0, dengan[xi,xj]merupakan entri dari aljabar simetrikS(g),
2. det(f([xi,xj])) ̸= 0untuk suatuf ∈g∗,
3. Terdapat fungsional linearf ∈g∗sedemikian sehingga al- ternating bilinear form padag,(x,y)→f([x,y])nonde- generate,
4. gadalah aljabar Lie dengan indeks 0.
Definisi 6.Pasangan (g, α)dengangaljabar Lie danαfung- sional linear dikatakan Frobenius jika terdapat skew-symmetric 2-formβsedemikian sehingga untuk setiapx,y∈gpemetaan
β(x,y) =α([x,y]) adalah nondegenerate.
Contoh 1.Aljabar Lie affine aff(1,R) dapat dinyatakan dalam bentuk
aff(1,R) =
A b 0 0
|A∈gl(1,R), b∈R
.
Dapat ditunjukkan bahwa aljabar Lie affine aff(1,R)mempun- yai fungsional Frobenius padaaff(1,R)∗yang berkorespondensi dengansymplectic form-nya sedemikian sehingga aljabar Lie affine aff(1,R)merupakan aljabar Lie Frobenius. Basis standar dari al- jabar Lie affineaff(1,R)adalah
ε11=
1 0 0 0
,ε12=
0 1 0 0
(1) dan basis dual dari aljabar Lie affineaff(1,R)adalah
ε∗11=
1 0 0 0
,ε∗12=
0 0 1 0
.
Dengan komutator matriks [x,y] = xy −yx, untuk setiap x,y∈aff(1,R)dan basis standar pada persamaan(1), diperoleh bracketLie tak nol dari aljabar Lie affineaff(1,R), yaitu
[ε11,ε12] =ε12. (2) Selanjutnya, diperoleh determinan matriks dari struktur aljabar Lie affineaff(1,R)dengan menggunakanbracketLie tak nol pada persamaan(2)yaitu
det(Maff(1,R)) =
[ε11,ε11] [ε11,ε12] [ε12,ε11] [ε12,ε12]
=
0 ε12
−ε12 0
=ε212.
(3)
Berdasarkan determinan pada persamaan(3), pilih 1-formαden- gan bentuk
α=ε∗12. (4)
Kemudian, pilih 2-formβdengan bentuk
β =ε∗11∧ε∗12. (5)
Dengan menggunakan 1-formdan 2-formyang telah ditentukan pada persamaan(4)dan persamaan(5), diperoleh hasil perhitun- gan pada Tabel1.
Tabel 1.Hasil perhitunganβ(x,y)danα([x,y])untuk se- tiapx,y∈aff(1,R)
[x,y] β(x,y) α([x,y])
[ε11,ε11] 0 0
[ε11,ε12] 1 1
[ε12,ε11] -1 -1
[ε12,ε12] 0 0
A. Queency, E. Kurniadi, dan F. Firdaniza–Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affineaff(2,R)… 65
Perhatikan Tabel1 kolom 2 dan 3. Terlihat bahwaβ(x,y) = α([x,y]) untuk setiap x,y ∈ aff(1,R)atau 1-form α = ε∗12 berkorespondensi dengan 2-formβ=ε∗11∧ε∗12. Selain itu, hasil pada Tabel1menunjukkan bahwaβ(x,y) =−β(y,x)untuk se- tiapx,y∈aff(1,R)atauβbersifatskew-symmetric. Selanjutnya, dengan menggunakan hasil perhitungan β(x,y) pada Tabel 1 kolom 2, diperoleh determinan matriks representasi dari aljabar Lie affineaff(1,R), yaitu
det(Mβ) =
β(ε11,ε11) β(ε11,ε12) β(ε12,ε11) β(ε12,ε12)
= 0 1
−1 0
= 1.
(6)
Perhatikan hasil determinan pada persamaan(6). Terlihat bahwa det(Mβ) ̸= 0, sehingga β nondegenerate. Berdasarkan Defin- isi5dan Definisi6, dapat disimpulkan bahwa aljabar Lie affine aff(1,R) mempunyai fungsional Frobenius α = ε∗12 pada aff(1,R)∗ yang berkorespondensi dengan symplectic form-nya β = ε∗11∧ε∗12 sedemikian sehingga aljabar Lie affineaff(1,R) merupakan aljabar Lie Frobenius.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil utama pada penelitian ini dinyatakan dalam Proposisi 1. Berbeda dengan hasil dalam[12], pada penelitian ini dikon- struksi 2-formβ yang bersifatskew-symmetricdannondegenerate serta memenuhi hubungan β(x,y) = α([x,y]) untuk setiap x,y ∈ aff(2,R). Kondisi ini mengakibatkan aljabar Lie affine aff(2,R)merupakan aljabar Lie Frobenius.
Proposisi 1.Misalkan aff(2,R) aljabar Lie affine berdimensi 6 dengan basis B = {ε11,ε12,ε13,ε21,ε22,ε23} dan mis- alkanaff(2,R)∗dual ruang vektor dariaff(2,R)dengan basis B∗ = {ε∗11,ε∗12,ε∗13,ε∗21,ε∗22,ε∗23}. Maka untuk suatu fung- sional Frobeniusα=ε∗12+ε∗23∈aff(2,R)∗,terdapat symplec- tic form
β=ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23∈ ∧2(aff(2,R)) yang hubungan keduanya diberikan oleh persamaan
β(x,y) =α([x,y])
untuk setiapx, y ∈ aff(2,R). Lebih jauh, kondisi ini mengaki- batkan aljabar Lie affineaff(2,R)adalah aljabar Lie Frobenius.
Bukti. Aljabar Lie affineaff(2,R)dapat dinyatakan sebagai
aff(2,R) = A b 0 0
|A∈gl(2,R),b∈R2
.
MisalkanB ={ε11,ε12,ε13,ε21,ε22,ε23}basis standar aljabar Lie affineaff(2,R)yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
ε11=
1 0 0 0 0 0 0 0 0
,ε12=
0 1 0 0 0 0 0 0 0
,
ε13=
0 0 1 0 0 0 0 0 0
,ε21=
0 0 0 1 0 0 0 0 0
,
ε22=
0 0 0 0 1 0 0 0 0
,ε23=
0 0 0 0 0 1 0 0 0
.
(7)
Kemudian, misalkan B∗ = {ε∗11,ε∗12,ε∗13,ε∗21,ε∗22,ε∗23} dual basis aljabar Lie affineaff(2,R). Elemen-elemenB∗ dapat dinyatakan sebagai berikut:
ε∗11=
1 0 0 0 0 0 0 0 0
,ε∗12=
0 0 0 1 0 0 0 0 0
,
ε∗13=
0 0 0 0 0 0 1 0 0
,ε∗21=
0 1 0 0 0 0 0 0 0
,
ε∗22=
0 0 0 0 1 0 0 0 0
,ε∗23=
0 0 0 0 0 0 0 1 0
.
Dengan komutator matriks, yaitu[x,y] = xy−yx,untuk se- tiapx,y ∈ aff(2,R)dan basis standar yang dinyatakan pada persamaan(7), diperolehbracketLie tak nol dari aljabar Lie affine aff(2,R)sebagai berikut:
[ε11,ε12] =ε12,[ε11,ε13] =ε13,[ε11,ε21] =−ε21, [ε12,ε11] =−ε12,[ε12,ε21] =ε11−ε22,[ε12,ε22] =ε12, [ε12,ε23] =ε13,[ε13,ε11] =−ε13,[ε13,ε21] =−ε23, [ε21,ε11] =ε21,[ε21,ε12] =ε22−ε11,[ε21,ε13] =ε23, [ε21,ε22] =−ε21,[ε22,ε12] =−ε12,[ε22,ε21] =ε21, [ε22,ε23] =ε23,[ε23,ε12] =−ε13,[ε23,ε22] =−ε23.
(8)
Selanjutnya, diperoleh determinan matriks struktur dari al- jabar Lie affineaff(2,R)dengan menggunakanbracketLie tak nol pada persamaan(8), yaitu
det Maff(2,R)
=
[ε11,ε11] . . . [ε11,ε23] ... . .. ... [ε23,ε11] . . . [ε23,ε23]
= ε11ε13ε23+ε223ε12−ε213ε21−ε13ε22ε23
2
(9) Berdasarkan determinan pada persamaan(9), dipilih 1-form αdengan bentuk
α=ε∗12+ε∗23. (10)
Dengan kata lain, persamaan (10)adalah fungsional Frobenius.
Selanjutnya, kitaclaim2-formβyang berbentuk
JJoM|Jambura J. Math Volume 6 | Issue 1 | February 2024
β =ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23 (11)
adalah symplectic form. Dengan menggunakan fakta bahwa α dalam persamaan (10) adalah fungsional Frobenius, diperoleh hasil perhitungan pada Tabel2.
Tabel 2.Hasil perhitunganβ(x,y)danα([x,y])untuk se- tiapx,y∈aff(2,R)
[x,y] β(x,y) α([x,y])
[ε11,ε11] 0 0
[ε11,ε12] 1 1
[ε11,ε13] 0 0
[ε11,ε21] 0 0
[ε11,ε22] 0 0
[ε11,ε23] 0 0
[ε12,ε11] -1 -1
[ε12,ε12] 0 0
[ε12,ε13] 0 0
[ε12,ε21] 0 0
[ε12,ε22] 1 1
[ε12,ε23] 0 0
[ε13,ε11] 0 0
[ε13,ε12] 0 0
[ε13,ε13] 0 0
[ε13,ε21] -1 -1
[ε13,ε22] 0 0
[ε13,ε23] 0 0
[ε21,ε11] 0 0
[ε21,ε12] 0 0
[ε21,ε13] 1 1
[ε21,ε21] 0 0
[ε21,ε22] 0 0
[ε21,ε23] 0 0
[ε22,ε11] 0 0
[ε22,ε12] -1 -1
[ε22,ε13] 0 0
[ε22,ε21] 0 0
[ε22,ε22] 0 0
[ε22,ε23] 1 1
[ε23,ε11] 0 0
[ε23,ε12] 0 0
[ε23,ε13] 0 0
[ε23,ε21] 0 0
[ε23,ε22] -1 -1
[ε23,ε23] 0 0
Perhatikan Tabel 2pada kolom 2 dan 3. Terlihat bahwa β(x,y) = α([x,y]) untuk setiapx,y ∈ aff(2,R)atau fung- sional Frobeniusα=ε∗12+ε∗23berkorespondensi dengan 2-form β=ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23. Selain itu, hasil pada Tabel2menunjukkan bahwaβ(x,y) = −β(y,x)atau β bersifatskew-symmetric. Selanjutnya, dengan menggunakan hasil perhitunganβ(x,y)pada Tabel2kolom 2, diperoleh determi- nan dari matriks representasi aljabar Lie affineaff(2,R), yaitu
det(Mβ) =
β(ε11,ε11) . . . β(ε11,ε23) ... . .. ... β(ε23,ε11) . . . β(ε23,ε23)
=
0 1 0 0 0 0
−1 0 0 0 1 0
0 0 0 −1 0 0
0 0 1 0 0 0
0 −1 0 0 0 1
0 0 0 0 −1 0
= 1.
(12)
Perhatikan hasil determinan pada persamaan(12). Terlihat bahwa det(Mβ) ̸= 0, sehingga 2-formβ nondegenerate. Berdasarkan Definisi2, Definisi5bagian 2, dan Definisi6, dapat disimpulkan bahwa aljabar Lie affineaff(2,R)mempunyai fungsional Frobe- niusα=ε∗12+ε∗23padaaff(2,R)∗yang berkorespondensi den- gansymplectic formβ=ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23 sedemikian sehingga aljabar Lie affineaff(2,R) merupakan al- jabar Lie Frobenius.
4. Kesimpulan
Pada penelitian ini telah dikonstruksi bentuk2-form skew- symmetricdannondegenerateatausymplectic formpada aljabar Lie affineaff(2,R)berdimensi 6, yaitu
β=ε∗11∧ε∗12+ε∗12∧ε∗22+ε∗21∧ε∗13+ε∗22∧ε∗23∈ ∧2(aff(2,R)).
Dalam hal ini, fungsional Frobeniusα=ε∗12+ε∗23padaaff(2,R)∗ dansymplectic formβ memenuhi hubunganβ(x,y) =α([x,y]) untuk setiapx,y∈aff(2,R)sehingga aljabar Lie affineaff(2,R) merupakan aljabar Lie Frobenius.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dikonstruksi bentuk 2-form skew-symmetric dannondegenerate pada aljabar Lie affine aff(n,R)dengan dimensin(n+1)serta membuktikan bahwa al- jabar Lie affineaff(n,R)merupakan aljabar Lie Frobenius.
Konstribusi Penulis. Aurillya Queency:Konseptualisasi, studi literatur, analisis formal, dan penulisan draft naskah. Edi Kurniadi: Konseptual- isasi, validasi, tinjauan penulisan, dan supervisi. Firdaniza: Konseptu- alisasi, validasi, tinjauan penulisan, dan supervisi. Semua penulis telah membaca dan menyetujui versi naskah yang telah dipublikasikan.
Konflik Kepentingan. Para penulis menyatakan tidak ada konflik ke- pentingan yang berkaitan dengan artikel ini.
Referensi
[1] T. Hawkins,Emergence of the Theory of Lie Groups. New York, NY: Springer New York, 2000. doi:10.1007/978-1-4612-1202-7.
[2] A. McInerney,First Steps in Differential Geometry. New York, NY: Springer New York, 2013. doi:10.1007/978-1-4614-7732-7.
[3] B. Muraleetharan, K. Thirulogasanthar, and I. Sabadini, “A representation of Weyl-Heisenberg Lie algebra in the quaternionic setting,”Ann Phys (N Y), vol.
385, pp. 180–213, Oct. 2017, doi:10.1016/j.aop.2017.07.014.
[4] J. Jiang, “Representations of the q-Klein-bottle Lie algebra,”J Algebra, vol.
591, pp. 36–58, Feb. 2022, doi:10.1016/j.jalgebra.2021.10.028.
[5] R. N. Cahn,Semi-simple Lie algebras and their representations. Courier Corpo- ration, 2014.
[6] J. E. Humphreys,Introduction to Lie Algebras and Representation Theory, Third printing. New York: Springer-Verlag, 1980.
A. Queency, E. Kurniadi, dan F. Firdaniza–Struktur Simplektik pada Aljabar Lie Affineaff(2,R)… 67
[7] M. J. Evans, “Nilpotent Lie algebras in which all proper subalgebras have class at most n,” J Algebra, vol. 591, pp. 1–14, Feb. 2022, doi:
10.1016/j.jalgebra.2021.09.031.
[8] P. Benito, D. de-la-Concepcion, and J. Laliena, “Free nilpotent and nilpotent quadratic Lie algebras,”Linear Algebra Appl, vol. 519, pp. 296–326, Apr. 2017, doi:10.1016/j.laa.2017.01.007.
[9] I. Beltita and D. Beltita, “On Kirillov’s lemma for nilpotent Lie algebras,”J Al- gebra, vol. 427, pp. 85–103, Apr. 2015, doi:10.1016/j.jalgebra.2014.12.026.
[10] Y. Shang, “Lie algebra method for solving biological population model,”
Journal of Theoretical and Applied Physics, vol. 7, no. 1, p. 67, 2013, doi:
10.1186/2251-7235-7-67.
[11] A. I. Ooms, “On frobenius lie algebras,”Commun Algebra, vol. 8, no. 1, pp.
13–52, Jan. 1980, doi:10.1080/00927878008822445.
[12] D. N. Pham, “g-quasi-Frobenius Lie algebras,”Archivum Mathematicum, no. 4,
pp. 233–262, 2016, doi:10.5817/AM2016-4-233.
[13] M. A. Alvarez, M. C. Rodríguez-Vallarte, and G. Salgado, “Contact and Frobe- nius solvable Lie algebras with abelian nilradical,”Commun Algebra, vol. 46, no. 10, pp. 4344–4354, Oct. 2018, doi:10.1080/00927872.2018.1439048.
[14] B. Csikos and L. Verhoczki, “Classification of Frobenius Lie algebras of di- mension≤6,”Publicationes Mathematicae-Debrecen, vol. 70, pp. 427–451, 2007.
[15] E. Kurniadi and H. Ishi, “Harmonic Analysis for 4-Dimensional Real Frobenius Lie Algebras,” 2019, pp. 95–109. doi:10.1007/978-3-030-26562-5_4.
[16] M. Gerstenhaber and A. Giaquinto, “The Principal Element of a Frobenius Lie Algebra,”Lett Math Phys, vol. 88, no. 1–3, pp. 333–341, Jun. 2009, doi:
10.1007/s11005-009-0321-8.
[17] A. Diatta and B. Manga, “On properties of principal elements of Frobenius Lie algebras,” Dec. 2012, [Online]. Available:https://arxiv.org/abs/1212.5380
JJoM|Jambura J. Math Volume 6 | Issue 1 | February 2024